Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 Juni 2025

Demi Keselamatan, Pemkab Cirebon Hentikan Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menghentikan pencarian korban longsor di tambang Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Cirebon.

Keputusan ini diambil setelah memperhitungkan kondisi dan situasi di lokasi longsor yang dapat menimbulkan risiko keselamatan yang semakin tinggi bagi para tim evakuasi gabungan.

Penghentian pencarian disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, selepas menghadiri rapat tindak lanjut bencana longsor Gunung Kuda di ruang rapat Paseban, Sekretariat Kabupaten Cirebon, Kamis (5/6/2025).

“Setelah rapat dengan seluruh pihak TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta perwakilan tambang, kami putuskan pencarian korban dihentikan mulai sore ini, demi keselamatan semua pihak,” ujar Imron.

Meski pencarian dihentikan, masih terdapat empat orang korban masih belum ditemukan. Pemerintah pun meminta keluarga korban untuk tidak memaksakan diri masuk ke lokasi yang saat ini ditutup total dan dijaga ketat oleh aparat.

“Kita jaga akses lokasi, tidak boleh ada yang masuk. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Dengan keputusan penghentian ini, status tanggap darurat bencana longsor juga resmi dicabut. Pemerintah daerah akan mulai mengevaluasi dampak dan mencari solusi jangka panjang bagi warga terdampak, terutama para penambang yang kehilangan mata pencaharian.

Tercatat, ada lebih dari 200 warga lebih menggantungkan hidupnya dari tambang ini. Fokus pemerintah saat ini, memastikan keluarga korban mendapatkan perhatian dan jaminan, khususnya terkait pendidikan anak-anak mereka.

“Kami akan cari solusi terbaik, termasuk alternatif pekerjaan yang layak dan jaminan pendidikan bagi anak-anak korban,” ungkap Imron.

Di tempat yang sama, Komando Resor Militer (Korem) 063/Sunan Gunung Jati menyatakan siap mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menghentikan proses pencarian terhadap empat korban yang masih tertimbun material longsor.

Keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan bersama dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon.

Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menyampaikan bahwa penghentian pencarian dilakukan setelah berbagai pertimbangan, termasuk keselamatan tim evakuasi serta hasil kesepakatan Forkopimda dan keluarga korban.

“Setelah mendengarkan penjelasan dari Bupati Cirebon terkait penghentian proses pencarian, kami mendukung langkah tersebut,” ujarnya.

“Tim pencarian gabungan akan segera dikonsolidasikan untuk melakukan apel terakhir dan pengecekan personel serta perlengkapan,” ucapnya menambahkan.

Sebagai langkah lanjutan, kata Hista Soleh, akan dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian guna menutup area lokasi longsor menggunakan portal atau garis polisi (police line) untuk mencegah akses masuk warga ke zona berbahaya.

“Jika diperlukan, kami siap membantu pihak kepolisian dalam pengamanan lokasi setelah penutupan dilakukan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan, bahwa pihak keluarga dari empat korban yang belum ditemukan telah menyatakan keikhlasannya atas keputusan penghentian pencarian.

Pemkab Cirebon juga disebut akan segera membahas langkah lanjutan terkait penanganan warga terdampak bencana.

“Proses pencarian resmi dihentikan hari ini. Kami turut berduka dan berharap pemerintah daerah dapat segera fokus pada langkah pemulihan serta pemenuhan hak-hak masyarakat terdampak,” tutupnya.

Sementara itu, Sarwo selaku operator ekskavator sekaligus relawan pencarian, mengungkapkan bahwa kondisi geografis tambang sangat tidak aman untuk dilanjutkan.

“Dari awal kami lihat kondisi sangat rawan. Bongkahan tanah terus bergerak dan berpotensi longsor susulan,” ujarnya. (din)

Sembilan Dosen UIN Siber Cirebon Ikuti Seleksi Administrasi Bantuan Riset dan Pengabdian 2025 yang Digelar Diktis Kemenag

TANGGERANG — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menggelar kegiatan strategis nasional bertajuk “Seleksi Administrasi Proposal Bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025.” 

Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 3–5 Juni 2025, bertempat di Vega Hotel Gading Serpong, Tangerang.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, didampingi oleh Dr. Nur Kafid, S.Th.I, M.Sc. 

Dalam sambutannya, Prof. Sahiron menyampaikan arah kebijakan strategis pengembangan publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk tahun anggaran 2025.

“Kami menekankan pentingnya tata kelola proposal yang akuntabel dan berbasis mutu. Bantuan riset, publikasi, dan pengabdian ini harus selaras dengan visi Kementerian Agama dalam mendorong PTKI menjadi motor penggerak transformasi keilmuan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Prof. Sahiron dihadapan para peserta dan tim seleksi nasional.

Dalam seleksi nasional ini, sebanyak sembilan dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dipercaya menjadi bagian dari Tim Seleksi Administrasi Proposal Bantuan Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat. 

Keterlibatan ini menunjukkan kiprah UIN Siber Cirebon sebagai kampus digital yang terus berkontribusi dalam penguatan mutu akademik nasional.

Adapun para dosen yang terlibat yakni:

1. Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I.

2. Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd.

3. Prof. Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd.

4. Arif Abdul Haqq, S.Si., M.Pd.

5. Jefik Zulfikar Hafizd, M.H.

6. Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag.

7. Abdu Zikrillah, M.Ds.

8. Achmad Zuhri, M.Pd.

9. Dr. Syaeful Bakhri, SE., M.Si.

Salah satu dosen peserta, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menekankan pada proses seleksi administratif, tetapi juga pada upaya sistematis dalam menjaga kualitas, transparansi, dan relevansi setiap proposal yang diajukan oleh dosen-dosen dari PTKI di seluruh Indonesia.

“Kami menilai kesesuaian dokumen dengan panduan teknis, kejelasan luaran yang ditargetkan, hingga kepatuhan terhadap format proposal. Ini semua demi menjamin bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berdampak luas,” ujarnya.

Kegiatan ini turut disemarakkan dengan sesi diskusi kebijakan dan rencana strategis untuk peningkatan mutu publikasi dan pengabdian. 

Dalam forum tersebut, Diktis menegaskan dukungan berkelanjutan terhadap dosen dan peneliti PTKI dalam memproduksi karya ilmiah bereputasi dan program pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat.

Partisipasi aktif sembilan dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menjadi refleksi nyata dari komitmen institusi dalam menjunjung tinggi budaya akademik yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (din)

Rektor UIN Siber Cirebon Serahkan SK CPNS Formasi 2024: Siapkan SDM Unggul untuk Kampus Berbasis Siber

CIREBON - Sebanyak 51 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di kampus yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), Kamis (5/6/2025).

Penyerahan SK ini menandai babak baru bagi 24 tenaga pendidik dan 27 tenaga kependidikan yang kini resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika UIN Siber Cirebon, kampus negeri berbasis siber pertama di Indonesia.

Dalam laporannya, Adi Heru Setiawan, SE, selaku Analis SDM Aparatur Ahli Pertama, menyampaikan bahwa seluruh CPNS yang menerima SK hari ini telah melewati tahapan seleksi ketat dan siap mengabdi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“Mereka yang terpilih adalah SDM terbaik yang siap berkontribusi dalam transformasi digital dan penguatan keilmuan Islam di UIN Siber. Mulai hari ini, mereka resmi bertugas dan menjadi bagian dari penggerak visi besar universitas,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. dalam arahannya menekankan bahwa pengangkatan CPNS dan PPPK tahun ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam pendidikan tinggi berbasis teknologi dan keislaman.

“UIN Siber adalah kampus yang lahir dari visi besar transformasi digital dalam pendidikan Islam. Maka kita butuh SDM yang unggul, tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki spirit keilmuan Islam dan inovasi digital. Saya ucapkan selamat bergabung, mari kita wujudkan UIN Siber sebagai kampus Islam kelas dunia berbasis siber,” tutur Rektor dengan penuh optimisme.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., turut menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penting terkait misi akademik kampus.

“Kita adalah kampus unggul yang sedang menuju internasionalisasi. Untuk itu, para CPNS harus memiliki visi global namun tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Jangan berhenti belajar, terus tingkatkan kompetensi, dan kontribusikan yang terbaik untuk kampus ini,” terangnya.

Tak ketinggalan, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., memberikan penegasan terkait aspek kepegawaian.

“Jagalah kode etik ASN, bekerja dengan profesional, dan hormati marwah institusi. Pemerintah telah menjamin hak-hak ASN secara layak, kini saatnya membalas dengan kinerja terbaik. Bekerjalah dengan aman dan nyaman, dan bangun integritas yang kokoh di lingkungan kerja kita,” paparnya.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai profesionalisme, dedikasi, dan loyalitas bagi para CPNS baru sebagai bagian dari keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dengan bergabungnya 51 CPNS ini, UIN Siber Cirebon semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi keagamaan Islam berbasis digital di Indonesia, sekaligus memperluas langkah menuju pengakuan internasional sebagai kampus Islam masa depan. (din)

Pemkot Cirebon Peringati Hari Lingkungan Hidup dengan Aksi Nyata, Dinas LH : 'Hentikan Polusi Plastik'

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kota dengan menggelar aksi nyata berupa kegiatan bersih-bersih dan edukasi lingkungan. 

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis pagi (5/6), dipusatkan di Area Gedung BAT, dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin apel bersama yang kemudian dilanjutkan dengan aksi pungut sampah plastik. 

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Ini adalah momen penting untuk kembali mengingatkan kita semua bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Usai apel, Wali Kota bersama jajaran perangkat daerah dan masyarakat melakukan aksi bersih-bersih sambil menyusuri kawasan Pasar Kanoman.

Di lokasi tersebut, mereka juga membagikan totebag kepada para pengunjung sebagai ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, Wali Kota meninjau kondisi kendaraan pengangkut sampah yang dinilai sudah tidak layak pakai.

“Beberapa mobil pengangkut sampah sudah tua dan tidak efisien. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita ganti agar pengelolaan sampah lebih optimal,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota mengajak seluruh warga untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan secara gotong royong.

“Cirebon adalah kota budaya, kota sejarah, dan kota jasa. Semua itu akan kehilangan makna jika kita hidup di lingkungan yang kotor. Masa depan kota ini ditentukan oleh cara kita memperlakukan alam hari ini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Yuni Darti, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah “Hentikan Polusi Plastik.”

Sebagai bentuk konkret, DLH membagikan totebag kepada pengunjung pasar sebagai simbol edukasi dan ajakan untuk meninggalkan kantong plastik sekali pakai.

“Kami juga terus mensosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya terkait pengurangan sampah plastik. Edukasi ini harus terus dijalankan hingga ke tingkat RW,” jelas Yuni.

DLH mencatat perkembangan positif dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini, terdapat 32 bank sampah aktif di Kota Cirebon yang berfungsi sebagai tempat pemilahan dan juga memberikan nilai ekonomi bagi warga. Selain itu, satu unit ATM Sampah telah mulai beroperasi, menyasar sekolah-sekolah dan pusat keramaian.

“Kami berharap ke depannya jumlah bank sampah dan ATM Sampah terus bertambah, demi mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” pungkas Yuni.

Perluasan Operasional BRT Trans Cirebon Butuh Kajian Komprehensif






CIREBON – Rencana perluasan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon ke wilayah aglomerasi Cirebon Raya mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Cirebon. Namun, agar perluasan trayek tersebut berjalan optimal dan tidak membebani keuangan daerah, dibutuhkan kajian komprehensif serta kerjasama lintas daerah.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno, SH, menegaskan bahwa operasional BRT saat ini masih bergantung pada subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, menurutnya, perlu strategi agar sektor transportasi ini bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) tanpa terus menerus mengandalkan anggaran pemerintah.

“Kami menaruh optimis kepada Dishub yang berkerja sama dengan PD Pembangunan untuk meningkatkan pengoperasian BRT Trans Cirebon agar optimal. Untuk itu, perlu ada kajian, kajian itu menyangkut perluasan trayek wilayah aglomerasi dan potensi-potensinya,” ujar Agung usai rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan PD Pembangunan di Griya Sawala, Rabu (4/6/2025).

Direktur PD Pembangunan, Panji Amiarsa, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki semangat yang sama untuk memperluas jangkauan BRT ke wilayah aglomerasi. Wilayah yang menjadi target perluasan meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Sumedang.

Ia juga mengakui masih adanya sejumlah tantangan dalam pengoperasian BRT, seperti minimnya fasilitas halte, jalur koridor yang belum maksimal, serta keterbatasan anggaran operasional.

“Perluasan trayek ini membutuhkan kajian yang komprehsnsif membahas trayek, regulasi, potensi pendapatan, serta biaya operasional. Untuk itu, kajian bersama dengan Pemprov Jabar dan daerah aglomerasi sangat diperlukan,” kata Panji.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Drs Andi Armawan, MSi, menjelaskan bahwa Kota Cirebon saat ini mengoperasikan 10 unit bus BRT hibah dari Kementerian Perhubungan. BRT Trans Cirebon mulai beroperasi pada 12 April 2021 dengan Koridor 1, namun hasil monitoring menunjukkan load factor (tingkat keterisian) masih sangat rendah.

Sebagai tindak lanjut, Dishub memperluas layanan ke wilayah selatan Kota Cirebon dengan membuka Koridor 2 yang diresmikan Gubernur Jawa Barat pada 19 Juli 2023.

Koridor 2 kini melayani kawasan strategis seperti pusat kuliner, destinasi wisata, area pendidikan, kantor pemerintahan, dan pusat perbelanjaan dengan tarif yang terjangkau.

Salah satu tantangan besar dalam pengembangan transportasi publik di Kota Cirebon adalah minimnya armada angkot layak jalan—hanya sekitar 5 persen angkot yang berusia di bawah 10 tahun. Selain itu, hanya sekitar 6 persen warga yang menggunakan transportasi umum sebagai moda utama mobilitas.

Hal ini menunjukkan urgensi pengembangan BRT Trans Cirebon sebagai solusi transportasi publik yang modern dan terintegrasi, sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik bagi masyarakat.

“Penataan jaringan trayek dan perluasan wilayah ini,kami akan sama-sama menghadap Pemprov Jawa Barat. Melihat kondisi riil di lapangan, biaya operasional BRT, setelah dihitung-hitung, kami hanya bisa mengoperasikan 3 BRT saja,” katanya.

Hadir pula saat rapat, Sekretaris Komisi I DPRD, Aldyan Fauzan Ramdlan, Anggota Komisi I lainnya, Andi Riyanto Lie, Ruri Tri Lesmana, Imam Yahya SFilI MSi, Cicih Sukaesih, Anita Tri Handayani. (Ara)

Distan Kabupaten Cirebon Berikan Ciri Hewan Qurban Sehat dan Layak Konsumsi

KABUPATEN CIREBON - Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon melalui UPTD Puskeswan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. 

Totalnya, hingga 28 Mei 2025, sebanyak 12.214 hewan kurban telah diperiksa. Lantas, bagaimana ciri hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi?

Menurut Distan Kabupaten Cirebon, hewan kurban yang sehat dan layak konsumi memiliki beberapa ciri. Berikut ciri-ciri hewan kurban sesuai prinsip kelayakan secara aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

"Aktif bergerak, Nafsu makan baik, Mata dan lubang-lubang tubuh (mulut, hidung, anus) bersih," terangnya.

Sementara itu, selain hewan layak konsumsi memiliki kondisi fisik yang sesuai dengan syarat, ada juga syarat lainnya yakni perihal umur. Untuk domba dan kambing minimal berumur 12 bulan. Sedangkan, sapi dan kerbau minimal berumur dua tahun

Distan Kabupaten Cirebon menegaskan, hewan yang telah memenuhi syarat akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta penandaan khusus, selama persediaan masih ada. 

Distan Kabupaten Cirebon juga menangani potensi penyakit hewan menular strategis seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease) melalui vaksinasi, pengobatan, penerapan persyaratan kesehatan hewan bagi hewan yang dilalulintaskan, komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat

Menurut data Distan Kabupaten Cirebon, hingga 28 Mei 2024, petugas telah memeriksa 12.214 ekor hewan kurban. Rinciannya, sebanyak 3.601 sapi yang telah diperiksa, sebanyak 8.414 domba, 197 kambing, dan dua ekor kerbau. Kepala Distan Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan mengatakan, kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan rutin setiap tahunnya.

“Pemeriksaan ante mortem dan post mortem, baik sebelum dan sesudah pemotongan. Secara pelaksanaan sudah melakukan pemriksaan sebanyak 12.214 ekor,” kata Alex Suheriyawan saat sambutan di acara pemriksaan hewan kurban di Desa Kubang, Kecamatan Talun, Senin (2/6/2025).

Alex mengatakan, pemeriksaan hewan kurban merupakan pelayanan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Forkopimda untuk memastikan masyarakat melaksanakan ibadah kurban sesuai rukun Islam. 

Selain itu, Pemkab Cirebon juga mendorong suksesnya pelaksanaan kurban yang berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. 

Melalui upaya ini, Distan Kabupaten Cirebon berharap pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat, serta masyarakat memperoleh daging yang layak konsumsi. (Hafid)

Mengenal Lebih Dekat Wisata Mbesaran Hijau di Kabupaten Brebes

 

fokuscirebon.com - Mbesaran Hijau adalah salah satu destinasi wisata menarik yang terletak di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Objek wisata ini menawarkan pengalaman yang kaya akan sejarah dan edukasi. Lokasinya yang strategis, berada di sebelah selatan jalur Pantura, membuatnya mudah diakses.

Dengan tiket masuk yang terjangkau, hanya lima ribu rupiah, Mbesaran Hijau menjadi pilihan favorit bagi keluarga, terutama bagi warga Kecamatan Jatibarang dan sekitarnya.

Mbesaran Hijau memiliki potensi wisata yang sangat besar. Lokasinya yang berdekatan dengan Pabrik Gula Jatibarang menambah daya tarik tersendiri. 

Di dalam area wisata ini, terdapat rumah dinas Gubernur Jenderal Belanda yang ikonik dan memiliki nilai estetika, yang tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga sering digunakan untuk berbagai upacara, seperti Hari Olahraga Nasional, apel siaga pengawas pemilu, dan pengukuhan Sinok Sitong kabupaten brebes dan lain sebagainya. 

Gedung ini memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Jatibarang sebagai wujud objek peninggalan belanda di masa lampau.

Di Mbesaran Hijau, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman unik dengan menunggang kereta api ala zaman kolonial Belanda. 

Dulu, tempat ini merupakan pusat komoditas tebu, di mana tebu dari petani dikirim melalui kereta api untuk diolah di Pabrik Gula Jatibarang yang didirikan pada tahun 1842 oleh NV Mij tot Exploitatie der Suiker Onderneming, yang dimiliki oleh Otto Carel Holmbreg, seorang pria berkebangsaan Belanda.

Pada saat ini, Mbesaran Hijau telah mengalami banyak perubahan menarik. Terdapat patung binatang seperti zebra, jerapah, dan unta yang dapat menarik perhatian anak-anak. 

Selain itu, area ini dilengkapi dengan play ground yang lengkap dan area parkir yang luas, memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Fasilitas lain yang tersedia termasuk kolam renang yang cocok untuk berenang bersama keluarga, pasir kinetik, terapi ikan, ayunan, serta kamar mandi dan kantin yang memadai. Semua fasilitas ini menjadikan Mbesaran Hijau sebagai agro wisata yang lengkap.

Di sekitar Pabrik Gula Jatibarang tersebut, terdapat juga Cafe Cerobong, di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh objek wisata dari atas cafe sambil menyaksikan lalu lintas kendaraan yang berlalu-lalang setiap harinya.

Pengunjung disini juga dapat menikmati hidangan berupa kopi dan desert model kekinian, sangat rekomended sebagai tempat untuk bercengkerama dan mengobrol santai dengan keluarga maupun orang tercinta.

Sebagai warga masyarakat Kecamatan Jatibarang, kita perlu mendukung pengembangan potensi pariwisata ini. Dukungan dari pemerintah dinas pariwisata setempat, para sarjana ilmu sejarah, sejarawan, budayawan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting. 

Dengan kesadaran akan potensi pariwisata yang ada, diharapkan Mbesaran Hijau dan Pabrik Gula Jatibarang dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang edukatif, kaya akan nilai sejarah, dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Selain itu, pengembangan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, sehingga Mbesaran Hijau dapat bersaing dengan destinasi wisata lainnya dan menjadi contoh yang baik bagi kemajuan pariwisata di Provinsi Jawa Tengah.

Penulis : Rizki Saputro S.Hum