Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 19 Juni 2025

Pemkab Cirebon Komitmen Berantas Sindikasi Rekrutmen Transaksional Tenaga Kerja Perusahaan Dalam Negeri

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menunjukan langkah konkret dalam upaya pemberantasan premanisme di wilayah.

Salah satunya adalah dengan mempersempit tindakan premanisme yang kerap terjadi di bidang ketenagakerjaan, terutama saat proses rekrutmen di perusahaan.

Dinas Ketenagakerjaan selaku Leading Sector menggencarkan sosialiasi mengenai pola penjaringan pekerja perusahaan, dimana acapkali terjadi tindakan transaksional yang dilakukan oleh oknum eksternal maupun internal perusahaan tersebut.

Tak sendiri, Disnaker Kabupaten Cirebon juga turut menggandeng Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cirebon selaku Sekretaris Satgas Pemberantasan Premanisme Kabupaten Cirebon untuk mengawasi pola rekrutmen yang dilakukan.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut dihadirkan beberapa manajemen perusahaan, ketua dan pengurus Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), camat se-Kabupaten Cirebon, serta ketua dan pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) Kabupaten Cirebon sebagai pesertanya.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menjelaskan bahwa Bupati Cirebon telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Tata Cara Penyampaian Informasi Lowongan Pekerjaan dan Rekrutmen Tenaga Kerja Dalam Negeri pada perusahaan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, terdapat sembilan poin yang tertera dalam surat edaran tersebut yang akan dijadikan sebagai pedoman perusahaan.

“Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya wajib menyampaikan informasi lowongan pekerjaan, permohonan data pencari kerja dan laporan penempatan tenaga kerja ke Disnaker Kabupaten Cirebon,” ujar Novi.

“Artinya, setiap rekrutmen yang akan dilakukan oleh perusahaan akan melalui Disnaker terlebih dahulu sebagai pintu awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novi juga menyampaikan dalam surat edaran tersebut mengatur tentang pencari kerja yang berdomisili di sekitar perusahaan hingga pencari kerja disabilitas yang harus diakomodir oleh perusahaan.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berupaya untuk terus mengentaskan pengangguran dengan berbagai cara. Data pencari kerja ada di kami dan desa, sehingga nanti setiap perusahaan yang membuka lowongan, tentunya harus menyesuaikan dengan data pencaker yang kami dan pihak desa miliki,” terangnya.

Terkait tindakan transaksional dan pekerja titipan oknum dengan bayar membayar, Novi menegaskan, dengan pola yang diberlakukan saat ini maka akan mengeliminasi praktek-praktek tersebut.

Pasalnya, lanjut Novi, setiap orang yang akan mendaftar harus terlebih dahulu terdaftar dalam data pencari kerja.

“Screening awal kami tentu disesuaikan dengan data pencaker untuk klasifikasi jenis lowongan pekerjaan. Setelah itu, proses selanjutnya dilakukan oleh manajemen perusahaan, sehingga akan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kompetensi yang diperlukan,” tambahnya.

Meskipun demikian, ia juga menegaskan, dibutuhkan komitmen bersama oleh semua pihak guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Pemerintah, kata dia, sejauh ini sudah berupaya mengeluarkan beberapa kebijakan guna menghilangkan tindakan negatif yang kerap terjadi dalam proses perekrutan tenaga kerja.

“Pemerintah beserta aparat penegak hukum sudah membuat komitmen untuk pemberantasan premanisme. Tentunya, ini juga harus disambut oleh perusahaan dan seluruh unsur yang terkait dalam rekrutmen tenaga kerja (eksternal & internal) dengan menciptakan pola rekrutmen yang terbuka, bebas, objektif, adil dan setara tanpa diskriminasi,” tutupnya. (Ara)

Ketua DPRD Kota Cirebon: Mall UKM Sebagai Ruang Pengembangan Produk Lokal

CIREBON – Keberadaan Mall UKM dinilai dapat menjadi ruang pengembangan dan peningkatan produk lokal di Kota Cirebon.

Karena itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon harus terus hadir mempromosikan dan mendorong pelakuk usaha mikro, kecil dan menengah untuk terus produktif menciptakan produk-produk lokal.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE, menyatakan pentingnya menyediakan ruang promosi yang konsisten bagi pelaku UMKM lokal. Ia mengusulkan agar Mall UKM menjadi lokasi tetap kegiatan Bangga Buatan Cirebon untuk mengenalkan produk-produk lokal ke level yang lebih tinggi.

Menurut Andrie, Cirebon memiliki sejumlah aset potensial mulai dari kuliner, batik, produk elektronik, kerajinan tangan, hingga karya ekonomi kreatif.

“Banyak usaha menengah di Kota Cirebon yang potensial, sehingga harus kita pikirkan bersama branding produk tersebut agar dikenal secara luas,” ujar Andrie.

Di samping itu, Andrie juga menyebut pentingnya Mall UKM sebagai ruang tumbuh bagi produk lokal di Kota Cirebon. Bahkan, bukan hanya sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai wadah berinovasi.

Ia mencontohkan, Kota Cirebon sudah mampu memproduksi laptop sendiri dengan merk dagang Dari Anak Cirebon (DAC). Sehingga ke depan pemerintah bisa menggelar kegiatan serupa namun mengusung tema khusus, seperti produk-produk elektronik.

“Kita harapkan acara ini tidak berhenti di sini, selanjutnya bisa menggelar event besar berskala nasional. Hal ini juga berpotensi meningkatkan PAD hingga angka kunjungan ke Kota Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi menyampaikan, kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juni 2025, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung UMKM naik kelas.

Edo juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung gerakan ini. Yakni dengan menggunakan, dan mempromosikan produk-produk lokal.

Pemerintah juga berkomitmen terus menjadi mitra bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Cirebon.

“Kami hadir untuk memberi dukungan, ruang, dan fasilitasi. Teruslah berinovasi dan menciptakan produk yang membanggakan,” pesannya. (din)

Wali Kota Tinjau Lokasi Longsor di Tambang Galian C Argasunya

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Forkopimda dan sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan langsung ke lokasi longsor di area tambang galian C, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Rabu (18/6/2025). 

Setibanya di lokasi, Wali Kota memastikan bahwa ada dua korban masih tertimbun di lokasi. Sementara tiga orang lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. Korban yang tertimbun merupakan warga setempat dari Kedung Jumbleng, Argasunya.

“Kami turut berduka atas insiden yang terjadi. Sebetulnya kami sudah memberikan perhatian khusus tentang aktivitas di area galian C, pemerintah daerah bersama Forkopimda sudah melakukan peninjauan dan melarang aktivitas penambangan di sini karena sangat berbahaya,” jelas Wali Kota.

Wali Kota mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan yang menyebabkan longsor tersebut merupakan tindakan ilegal dan membahayakan keselamatan. “Meskipun sudah ada larangan dan peringatan, masih ada yang melakukan penambangan secara diam-diam,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon saat ini tengah melakukan upaya evakuasi korban tertimbun dengan memperhatikan kondisi tanah agar proses penyelamatan dapat berjalan aman dan efektif. 

“Kami sedang menilai kondisi lokasi apakah memungkinkan menggunakan alat berat untuk evakuasi atau tidak, demi keselamatan tim penyelamat,” terang Wali Kota.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah daerah berencana menutup seluruh akses menuju tambang galian C di Argasunya. Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas aktivitas penambangan ilegal.

“Penambangan di area ini sudah kami larang secara tegas. Ke depan, akses menuju lokasi akan kami tutup untuk mencegah adanya aktivitas yang membahayakan masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Cirebon menghimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama dan menjaga keamanan wilayah. (din)



Rabu, 18 Juni 2025

Farid Wajdi, Tokoh Muda yang Tak Pernah Lelah Membina Milenial untuk Masa Depan Bangsa

BELITUNG, FC — Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, sosok Farid Wajdi hadir sebagai oase bagi generasi muda. Tokoh muda asal Belitung ini terus menunjukkan komitmen dan dedikasi luar biasa dalam membina kaum milenial demi kemajuan bangsa.

Dengan semangat yang tak pernah surut, Farid tak hanya menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan semangat kebangsaan generasi muda. 

Ia dikenal sebagai figur yang konsisten bergerak di lini dakwah intelektual sekaligus aktif membangun jembatan harmoni antar umat, sosial dan kepemudaan di daerahnya.

Lewat berbagai forum keislaman, kegiatan budaya, hingga diskusi kebangsaan, Farid senantiasa menggaungkan pentingnya toleransi serta kolaborasi antar kelompok demi menciptakan masyarakat Belitung yang rukun, damai, dan bersatu dalam keberagaman.

Keterlibatan Farid dalam organisasi kepemudaan Islam seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan berbagai organisasi lainnya menjadi bukti nyata dedikasinya dalam membina generasi penerus. 

Melalui jalur organisasi dan akademik, ia secara aktif mencetak kader-kader muda yang berdaya saing tinggi, berpikiran terbuka, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Tak hanya berhenti di ruang-ruang diskusi, Farid juga menggagas berbagai program pelatihan kepemimpinan, kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. 

Ia percaya bahwa generasi muda harus disiapkan secara menyeluruh, baik secara spiritual, intelektual, maupun sosial agar mampu menghadapi realitas dunia yang terus berubah.

“Kaum muda adalah penentu arah bangsa. Jika mereka tidak dibekali dengan nilai-nilai Islam yang moderat serta semangat nasionalisme, kita akan kehilangan pijakan dalam membangun masa depan,” ujar Farid dalam salah satu kegiatan pembinaan pemuda di Belitung.

Kiprah Farid Wajdi tak hanya menjadi inspirasi bagi kalangan muda, tapi benar-benar hadir dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.

Di tengah era disrupsi yang seringkali memecah perhatian dan nilai, sosok seperti Farid Wajdi menjadi sangat dibutuhkan bukan hanya sebagai intelektual progresif, tetapi juga sebagai penjaga nilai, dan motor perubahan yang menanamkan harapan di hati generasi masa depan. (din)


Bangga Buatan Cirebon 2025 Dibuka, Produk Lokal Siap Tembus Pasar Lebih Luas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 di Area Mall UMKM pada Rabu (18/6/2025). 

Mengangkat semangat “Dari Cirebon untuk Negeri,” acara ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memajukan ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kearifan budaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, batik, hingga karya kreatif generasi muda, merupakan aset ekonomi yang sangat potensial. 

“Namun potensi sebesar ini tidak akan berkembang dengan sendirinya. Kita harus sediakan ruang, kesempatan, dan dukungan nyata agar produk-produk lokal ini bisa lebih percaya diri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juni 2025, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung UMKM naik kelas. 

“Kegiatan ini bukan sekadar promosi, tapi bentuk nyata dukungan kita terhadap pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Wali Kota.

Wali Kota menyoroti pentingnya Mall UKM sebagai wadah permanen bagi UMKM. Menurutnya, Mall UMKM bukan hanya tempat jualan, tapi laboratorium inovasi. 

"Tempat pelaku usaha bisa belajar, mencoba hal baru, dan memasarkan produk secara langsung maupun digital,” terangnya.

Wali Kota mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung gerakan ini. “Ayo kita mulai dari diri sendiri, pilih, pakai, dan promosikan produk lokal. Dengan begitu, kita bukan hanya menggerakkan ekonomi, tapi juga mengangkat harga diri kota kita,” serunya.

Pemerintah Kota Cirebon, kata Wali Kota, akan terus berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku usaha kecil dan menengah. “Kami hadir untuk memberi dukungan, ruang, dan fasilitasi. Teruslah berinovasi dan menciptakan produk yang membanggakan,” pesannya.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan secara rinci berbagai kegiatan yang disiapkan dalam agenda ini.

“Pengunjung bisa menikmati pameran produk lokal unggulan, mengikuti workshop seni seperti melukis topeng, serta terlibat dalam kegiatan market sounding dan business matching yang mempertemukan pengusaha besar dengan koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Iing juga menambahkan bahwa ada seminar terkait kebijakan pengadaan barang dan jasa, serta lomba-lomba kreatif untuk anak muda. 

“Kami ingin kegiatan ini punya sisi edukatif, informatif, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya. Dekranasda juga turut andil besar dalam merancang area dekorasi dan ruang kreasi, yang memberi sentuhan estetika dan budaya khas Cirebon.

Iing berharap kegiatan ini menjadi jembatan jejaring bisnis yang lebih luas. “Kami ingin para pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan mitra potensial. Business matching ini kami desain agar tidak hanya terjadi transaksi hari ini, tapi kerja sama jangka panjang,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi, “Bangga Buatan Cirebon 2025” diharapkan mampu menginspirasi pelaku usaha dan masyarakat untuk terus mencintai dan mempromosikan produk lokal dari Cirebon, untuk negeri. (din)



Selasa, 17 Juni 2025

Perkuat Informasi di Akar Rumput, Komdigi Luncurkan KIM.ID

 

KABUPATEN CIREBON — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI meluncurkan situs KIM.ID sebagai upaya dalam memaksimalkan digitalisasi dan merangkul masyarakat dalam mengelola informasi.

Peluncuran tersebut dilakukan di Aston Hotel Cirebon, Selasa (17/6/2025). Sekadar diketahui, KIM.ID merupakan jembatan antara pemerintah dan komunitas informasi masyarakat (KIM).

Menurut Sekretaris Dinas Kominfo (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Agi Agung Galuh Purwa, peluncuran KIM.ID merupakan amanat dari Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Konkuren.

“KIM adalah kelompok masyarakat yang melakukan pengolahan dan diseminasi informasi, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan kreatif, serta memiliki kedudukan yang berlaku,” kata Agung dalam sambutannya.

Agung tak menampik KIM memiliki kedudukan yang kuat dan strategis. Ia mengatakan, esensi dibentuknya KIM adalah sebagai mitra pemerintah di akar rumput.

KIM memiliki asas “Akses Informasi, Diskusi, Implementasi, Networking, Diseminasi Informasi, dan Aspirasi (ADINDA)”.

“Kami di Jabar, pemetaan telah dilakukan oleh Diskominfo Jabar pada April 2024 lalu. Pemetaan yang kami lakukan dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh serta kekuatan KIM di Jabar,” tuturnya.

Dari hasil pemetaan itu, lanjut Agung, Diskominfo Jabar mendapatkan informasi mengenai corak KIM. Di Jabar, KIM bergerak dalam bidang pariwisata, pertanian, desa, hingga pendidikan dan lainnya. Pemprov Jabar terus berupaya untuk merangkul KIM.

“Sejalan dengan itu, pemerintah juga mendapatkan informasi pemetaan yang akurat dan menyeluruh. Sehingga, bersama pemerintah dan pegiat KIM bisa saling memberikan manfaat, dan tumbuh bersama dalam membangun pemerintahan Jabar Istimewa menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Agung.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli Jeni Indarto dalam acara Peluncuran Website KIM.ID memaparkan, keberadaan KIM sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam melakukan diseminasi informasi di level akar rumput.

KIM mengedepankan konsep networking, berdiskusi, bertatap muka langsung dalam menyampaikan informasi sekaligus menyerap aspirasi. 

“KIM merupakan salah satu partner (pemerintah) dalam hal terkait, bukan hanya menyampaikan informasi tapi juga melakukan advokasi atas isu-isu di masyarakat,” ujar Marroli.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki budaya tutur yang sudah melekat. KIM ikut melestarikan budaya tutur dengan melakukan pertemuan-pertemuan lintas komunitas.

Meski begitu,  arus informasi sudah bertransformasi lewat media sosial dan media daring. Agar aktivitas KIM tetap relevan, Komdigi memberikan platform digital bagi KIM untuk tetap bisa melakukan diseminasi informasi yang efektif.

Misalnya, lanjut Marroli, membuat konten video-video pendek yang informatif dan edukatif agar mudah dicerna masyarakat. 

“Orang hari ini lebih senang sesuatu yang berbasis video. Kalau KIM mau relevan juga dengan masyarakat, harus menggunakan konten yang bergenre sama. Isinya (konten) bisa tentang program-program desa,” kata Maroli. (din)

DPRD Kembali Ingatkan Dispora Soal Keseriusan Revitalisasi Kawasan Olahraga Bima

CIREBON — Komisi III DPRD Kota Cirebon kembali mengingatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait keseriuasan pengambangan kawasan olahraga di Kota Cirebon. Hal itu disampaikan saat rapat kerja Komisi III membahas tentang rencana revitalisasi kawasan Stadion Bima, Selasa (17/6/2025).

Ketua Komisi III DPRD, Yusuf MPd menilai, revitalisasi kawasan Stadion Bima merupakan program yang penting dan strategis bagi pengembangan sektor olahraga dan kepemudaan.

Ia menekankan, DPRD akan terus mengawal agar proses revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, namun juga berdampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Revitalisasi Stadion Bima jangan hanya sebatas perbaikan fisik, tapi nantinya harus menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang publik yang inklusif. Sehingga, kami mendorong agar rencana ini betul-betul matang dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas olahraga, pemuda, hingga pelaku UMKM lokal,” ujar Yusuf di Kantor Dispora Kota Cirebon, Jalan Yudasari 2 Kawasan, Kawasan Bima, Kel. Sunyaragi.

Ia juga menambahkan bahwa Dispora harus segera menyusun Detail Engineering Design (DED) dan maket kawasan sebagai langkah awal yang konkret dalam mewujudkan revitalisasi Stadion Bima.

“Kami minta Dispora segera menyiapkan DED dan maket, agar rencana ini bisa ditindaklanjuti secara lebih serius dan terukur,” tegasnya.

Senada disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE, rencana revitalisasi kawasan Stadion Bima harus dilaksanakan secara menyeluruh. Mulai dari taman, jalan, pengelolaan sampah, hingga penataan PKL.

Menurutnya, langkah penting dalam revitalisasi tersebut dimulai dari penataan kawasan terlebih dahulu, baru setelah itu ke pembangunan fisik.

Andrie juga berharap nantinya kawasan Stadion Bima dapat menjadi rumah bagi seluruh cabang olahraga yang ada di Kota Cirebon, baik sekretariat maupun tempat pemusatan latihan.

“Kami sudah melihat rencana ke depan seperti apa, namun dalam revitalisasi ini yang paling utami dibenahi adalah kawasannya dulu, baru setelah itu pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Cirebon Dr Irawan Wahyono SPd MPd mengatakan, revitalisasi kawasan Stadion Bima akan dirancang secara bertahap.

Fokus utama pada tahap awal meliputi pembenahan PKL hingga penataan area terbuka yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Setelah itu baru masuk ke skala yang lebih besar, seperti penyempurnaan Stadion, lintasan atletik, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Untuk perbaikan kita mulai dari yang kecil dulu, baru setelah itu ke skala yang lebih besar. Rencana revitalisasi, diantaranya stadion berstandar FIFA, kawasan Bima yang tertib teratur, nyaman dan indah. Sehingga nanti betul-betul menciptakan suasana semangat berolahraga di Kota Cirebon,” ujarnya.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, dan anggota Komisi III DPRD. Yaitu, dr Tresnawaty SpB, Prisilia, Rizki Putri Mentari SH, Leni Rosliani SIP, Stanis Klau, Rinna Suryanti ST, Hendi Nurhudaya SH, dan Indra Kusumah Setiawan AMd.  (Ara)