Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 16 September 2025

Agus Kurniawan Budiman Terpilih Pimpin KONI Cirebon, Wujud Kebersamaan Insan Olahraga

CIREBON – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Cirebon berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Offroom Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Selasa (16/9/2025). 

Dalam forum ini, H. Agus Kurniawan Budiman resmi ditetapkan sebagai Ketua KONI Kabupaten Cirebon periode 2025–2029.

Agus, yang juga menjabat Wakil Bupati Cirebon, terpilih secara aklamasi. Seluruh peserta Musorkablub yang terdiri dari 41 cabang olahraga (cabor) aktif, dua cabor nonaktif, dua Badan Fungsional Keolahragaan (BFK), serta perwakilan KONI Jawa Barat kompak memberikan dukungan penuh. Suasana penuh kebersamaan itu menegaskan kepercayaan kuat terhadap kepemimpinan Agus.

Bupati Cirebon, H. Imron, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi terhadap semangat persatuan insan olahraga. 

Ia berharap kepengurusan KONI yang baru mampu menjadi motor penggerak peningkatan prestasi sekaligus pemersatu masyarakat melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Agus yang akrab disapa Jigus menegaskan komitmennya untuk membangun olahraga Kabupaten Cirebon dengan semangat kolaborasi.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan dari pengurus KONI, seluruh cabor, dan tentunya jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dengan sinergi semua elemen, saya yakin kita bisa membawa olahraga Cirebon semakin berprestasi,” ucapnya penuh optimisme.

Musorkablub ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga momentum silaturahmi dan tekad bersama untuk mengangkat harkat olahraga di Kabupaten Cirebon. 

Semangat kekeluargaan yang mengalir di forum tersebut mencerminkan harapan baru: bahwa olahraga tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang untuk merajut persaudaraan dan kebanggaan daerah. (din)

Sabtu, 13 September 2025

Kontingen Kota Cirebon Siap Berlaga di POPDA XIV Jawa Barat, Wali Kota Beri Motivasi

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melepas Kontingen Kota Cirebon yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-14 Jawa Barat Tahun 2025, Sabtu (13/9/2025). Ajang ini akan berlangsung pada 17 hingga 29 September di Kota Bandung dan Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan rasa bangganya atas kesiapan para atlet muda yang akan membawa nama baik daerah. 

Ia menekankan bahwa keikutsertaan dalam POPDA bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan sebuah momentum untuk membuktikan kualitas pembinaan olahraga.

“Doakan semuanya untuk anak-anak yang berjuang. Mudah-mudahan dari hasil latihan yang sudah dijalani, saatnya tunjukkan bahwa Kota Cirebon bisa juara," ujarnya.

Wali Kota yakin Kota Cirebon tahun ini bisa meraih banyak medali. Ia mengingatkan kepada para atlet untuk serius dalam bertanding.

"Inilah ajang untuk meraih prestasi dan membawa nama Kota Cirebon lebih besar melalui olahraga,” ujarnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya membenahi sarana dan prasarana olahraga agar semakin memadai bagi para atlet. Ia tak lupa mengapresiasi peran para pelatih, pembina, orang tua, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang konsisten mendampingi para atlet.

“Berjuanglah dengan sepenuh hati, insya Allah hasilnya akan baik. Saya percaya, para atlet yang hadir di sini adalah putra-putri terbaik Kota Cirebon, hasil dari proses pembinaan panjang dan semangat pantang menyerah,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispora Kota Cirebon, Edi Siswoyo, menjelaskan bahwa kontingen Kota Cirebon pada POPDA XIV Jawa Barat tahun ini berjumlah 270 orang, yang terdiri dari atlet, pelatih, serta ofisial. Para atlet akan bertanding di 17 cabang olahraga, di antaranya atletik, renang, panjat tebing, taekwondo, hingga tarung derajat.

“Keikutsertaan di POPDA ini adalah wujud kerja keras dan sinergi semua pihak. Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat Kota Cirebon, agar para atlet bisa tampil percaya diri dan menorehkan prestasi terbaik. Semoga target medali yang kita harapkan bisa tercapai,” harapnya. (din)



Jelang FGD, Media Siber Harus Jadi Kekuatan Baru Membangun Daerah

INDRAMAYU - Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu, Ihsan Mahfudz, menegaskan bahwa media siber memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah pada era digital. 

Hal itu disampaikan jelang pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Peran Media dalam Mewujudkan Kemajuan Daerah, yang digelar di Aula Ki Tinggil Pendopo Indramayu, Sabtu, 13 September 2025.

Dalam FGD nanti, Ichank panggilan akrab  Ihsan Mahfudz, menyampaikan bahwa media siber tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah. 

 “SMSI hadir untuk memastikan media siber di Indramayu mampu memberikan informasi yang akurat, mendidik, dan sekaligus mengangkat potensi lokal agar dikenal lebih luas,” ujarnya.

Media sebagai Mitra Strategis Pembangunan

Menurutnya, media siber di bawah naungan SMSI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan pemberitaan yang positif, media berperan dalam mempromosikan potensi ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, hingga budaya lokal.

 “Kami ingin media siber menjadi kekuatan baru yang memperkuat demokrasi, membuka ruang investasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Literasi Digital dan Penangkal Hoaks

SMSI juga menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi, media siber diharapkan mampu menjadi penangkal hoaks dan disinformasi, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Inovasi Teknologi Media

Selain itu, Ketua SMSI Indramayu mengajak seluruh anggota SMSI untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital terkini seperti SEO, media sosial, big data, dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing media lokal sekaligus memperluas jangkauan publikasi daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional.

FGD nantu akan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, akademisi, praktisi media, mitra strategis serta organisasi pers di Kabupaten Indramayu. Forum tersebut menjadi ruang dialog bersama untuk memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Indramayu melalui ekosistem digital yang sehat.

“SMSI Indramayu berkomitmen menjadi mitra pemerintah daerah sekaligus garda terdepan dalam membangun peradaban informasi di era digital,” pungkas Direktur Fokus Pantura ini. 

Sementara itu, sebagai pemateri pada FGD nanti akan diisi oleh narasumber Bupati Indramayu, Lucky Hakim, Wakil Ketua Umum SMSI, Yono Hartono dan Akademisi Dr. Masduki Duryat. (Nur)

Rabu, 10 September 2025

Wakil Wali Kota Cirebon Resmikan Pembangunan Gedung RPS SMK NU

CIREBON, FC — Suasana penuh kehangatan mewarnai acara Tasyakuran Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) SMK NU Kota Cirebon yang digelar di Jalan Kriyan-Pronggol No. 36, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Rabu (10/9).

Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Siti Farida Rosmawati, jajaran pengurus NU, serta Kepala Sekolah SMK NU Kota Cirebon, Sofandi, S.Pd.I., M.M. 

Peletakan batu pertama dilakukan sebagai simbol dimulainya pembangunan gedung baru yang akan menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium praktik siswa.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Siti Farida menegaskan pentingnya pembangunan gedung tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Pembangunan Gedung RPS SMK NU menjawab tantangan dunia usaha. Dengan adanya fasilitas ini, para siswa dapat berlatih sesuai kompetensi yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan apresiasi kepada NU melalui jaringan pendidikannya yang terus berperan aktif menyiapkan generasi penerus.

“Kita patut bersyukur, SMK NU menjadi bagian dari ikhtiar mencetak anak-anak yang siap menghadapi masa depan dengan keterampilan nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK NU Kota Cirebon, Sofandi, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya memiliki dua jurusan dengan lima angkatan lulusan. Salah satu jurusan unggulan adalah Teknik Instalasi Permesinan Kapal (TIPK), yang selaras dengan kondisi masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

“Jurusan TIPK hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dunia usaha di bidang perkapalan. Selain itu, kami juga memiliki jurusan TKR yang sudah bekerja sama dengan PT Tejaberlian, sedangkan untuk TIPK kami bermitra dengan PT Dirgantara di Pelabuhan Cirebon,” jelas Sofandi.

Ia berharap, dengan adanya bantuan pembangunan gedung praktik ini, SMK NU bisa semakin maju dan diminati masyarakat.

“Alhamdulillah, dukungan dari Ibu Wakil Wali Kota dan Kemendikbud memberi semangat baru bagi kami. InsyaAllah, dengan sarana yang lebih memadai, anak-anak bisa belajar dengan lebih baik dan siap bersaing di dunia kerja,” tutupnya.

Peletakan batu pertama ini bukan sekadar tanda dimulainya pembangunan, melainkan juga simbol harapan bersama. Harapan agar pendidikan kejuruan di Kota Cirebon semakin berkembang, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dan melahirkan generasi yang siap mengabdi untuk bangsa. (din)

Penilaian Tahap Pemaparan Anugerah Gapura Sri Baduga 2025, Lima Kelurahan Unjuk Inovasi

CIREBON - Ruang Prabayaksa Balai Kota Cirebon seolah menjadi panggung bagi harapan-harapan kecil tumbuh. Dalam nuansa hangat namun penuh semangat, lima kelurahan terbaik dari lima kecamatan di Kota Cirebon tampil memaparkan inovasi unggulan mereka dalam ajang Penilaian Tahap Pemaparan Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kota Cirebon 2025, Rabu (10/9/2025).

Ajang ini bukan sekadar kontestasi administratif, melainkan ruang afirmasi, bahwa dari gang-gang sempit dan sudut-sudut kota, lahir ide-ide besar yang menjawab tantangan zaman. 

Dari isu stunting hingga pelestarian budaya, dari pengelolaan sampah hingga digitalisasi pelayanan masyarakat,  segala rupa inovasi disuguhkan dengan kebanggaan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan merupakan sarana evaluasi terhadap kualitas tata kelola pemerintahan kelurahan, mutu pelayanan publik, serta terobosan pembangunan yang telah dilakukan.

"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu semangat bagi para lurah dan jajarannya untuk terus berinovasi, sehingga kualitas layanan publik meningkat dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Sekda.

Sebanyak lima kelurahan yang mewakili masing-masing kecamatan hadir untuk memaparkan program dan inovasi. Diantaranya Kelurahan Sukapura mewakili Kecamatan Kejaksan datang dengan napas gotong royong. 

Mulai dari inovasi Ingsun Titip Anak Yatim (grup karang taruna yang menjalankan kaleng berkah untuk anak yatim dan dhuafa), Ingsun Titip Tajug (giat bebersih mushola) hingga GEPUK JAWARA yakni gerakan warga untuk pemberantasan sarang nyamuk. 

Di balik akronim lainnya seperti NGASIH GAJI MERTUA (pemberian paket sembako dan cek kesehatan bagi ODGJ),  NELI ANTIS (kegiatan untuk para lansia), dan program inovasi lainnya tersembunyi semangat kesetiakawanan sosial yang hidup dan nyata.

Kemudian di Kelurahan Kasepuhan yang mewakili Kecamatan Lemahwungkuk, merajut sejarah dan lingkungan lewat berbagai program inovatifnya. Seperti Batik Godong Djati dan Topeng Mandalangan berbicara tentang warisan budaya. 

Ada juga GEMESIN (Gerakan Mencegah Stunting) dan HATARI (Kunjungan Ibu Hamil dan Bayi Berisiko Tinggi) yang menyentuh isu krusial stunting dan kesehatan ibu-anak. Tidak hanya itu, komik strip sebagai sarana edukasi dan sosialisasi pelayanan.

Lalu Kelurahan Kecapi  yang mewakili Kecamatan Harjamukti mengangkat pendidikan usia senja melalui program inovatif SMART KECAPI, sekolah lansia pertama di wilayahnya. 

Ada pula One Moon Eeg, program pemberian telor kepada balita stunting.Teras Baca dan Bank Sampah Kemuning menjadi pelengkap narasi bahwa literasi dan lingkungan bisa berjalan beriringan.

Kelurahan Pulasaren yang mewakili Kecamatan Pekalipan menjawab tantangan zaman dengan DIGI PKK, aplikasi digital untuk pelaporan PKK. Kemudian ASTAGA, sebuah program integrasi akta lahir, edukasi gizi, dan stunting menjadi wujud konkret inovasi layanan publik berbasis data.

Kelurahan Karyamulya yang mewakili Kecamatan Kesambi hadir dengan SIPENOL, sistem pengantar online antar-RT yang memangkas birokrasi dan memudahkan koordinasi. Program Bank Sampah Berkasih juga menjadi manifestasi kesadaran lingkungan yang dibalut kebersamaan.

Setiap kelurahan menampilkan kisahnya, bukan dengan angka semata, tapi dengan wajah-wajah warga, kisah nyata, dan gerakan kolektif yang menyentuh akar permasalahan.

Sekda menjelaskan bahwa penilaian dilakukan melalui tiga aspek utama: administrasi, pemaparan, dan verifikasi langsung di lapangan. Kelurahan yang memperoleh nilai tertinggi secara keseluruhan akan dipilih untuk mewakili Kota Cirebon di ajang tingkat provinsi. 

"Penting kesiapan masing-masing kelurahan dalam menghadapi proses verifikasi lapangan, agar data dan program yang disampaikan selaras dengan kondisi riil di masyarakat," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Sutikno juga menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada surat edaran Gubernur Jawa Barat terkait penyelenggaraan Anugerah Gapura Sri Baduga. 

“Tujuan utamanya adalah menggali potensi riil di setiap kelurahan serta mendorong aparatur bekerja lebih baik dalam tata kelola, pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tahapan penilaian mencakup seleksi awal di tingkat kecamatan, dilanjutkan dengan pemaparan di tingkat kota, dan terakhir verifikasi lapangan oleh tim penilai. 

"Hasil penilaian dari keseluruhan tahapan tersebut akan menentukan kelurahan dengan kinerja terbaik yang layak diajukan ke tingkat provinsi," pungkasnya. (din)



2.358 Nelayan Terkaver BPJS Ketenagakerjaan Melalui DBH CHT

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, secara simbolis menyerahkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada nelayan di Off-Room, Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (10/9/2025).

Totalnya, sebanyak 2.358 nelayan di Kabupaten Cirebon tercatat sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung Pemkab Cirebon melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mengatakan, hanya 17 nelayan yang secara simbolis menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Jigus–sapaan akrab Wabup Cirebon, total nelayan yang ada di Kabupaten Cirebon mencapai 17.900-an jiwa.

Namun, saat ini sebanyak 2.358 nelayan yang baru terkaver sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Yang dapat itu 2.358 nelayan. Mudah-mudahan ke depan, untuk di Kabupaten Cirebon ini dengan koordinasi melalui DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan), pemerintah desa, harapannya ada perubahan data agar seluruh nelayan bisa terkaver BPJS,” ucap Jigus.

Jigus menegaskan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi nelayan, sebab nelayan bisa melaut tanpa khawatir karena mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

“Kami akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk menjangkau seluruh nelayan,” kata Jigus.

“Ini kewajiban pemda. Tentunya, ini tidak luput dari kerja sama antara pemda dengan desa dan BPJS Ketenagakerjaan, supaya ke depan, bisa update data nelayan dan bisa kaver seluruh nelayan di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Senada disampaikan Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo. Ia mengatakan, nelayan bisa fokus melaut, karena sudah mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Jaminan ini bisa mengkaver nelayan dan keluarganya.

“Sementara 2025 ini sudah di pertengahan anggaran, dari 17 ribuan nelayan baru terdata di DTKS atau ‘Kusuka’ itu kami verifikasi sejumlah 3500-an (nelayan),” ujar Sudiharjo.

“Ke depan, kita verifikasi lagi data yang belum terkaver, supaya tidak tumpang tindih antara jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Feisal Santoso mengatakan, nelayan yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan dua manfaat, yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

Lebih lanjut, Feisal menjelaskan, jaminan kecelakaan kerja berhubungan dengan risiko keselamatan kerja. BPJS akan memberikan santunan terhadap nelayan yang mengalami kecelakaan kerja, atau cacat karena kecelakaan kerja.

“Jaminan kecelakaan kerja atau yang sampai meninggal itu ada perhitungannya sendiri. Dan, tambahan manfaat ahli waris mendapatkan beasiswa dari SD sampai kuliah,” jelasnya. (din)








Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jabar Menyetujui Pemekaran Cirebon Timur



JABAR - DPRD Jawa Barat sudah menyetujui pemekaran Cirebon Timur yang meliputi 16 Kecamatan. Keputusan ini ditetapkan dalam rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat pada hari Rabu tanggal 10 September 2025.

Dalam rapat paripurna tersebut, dibuka oleh Ketua DPRD Jabar H Buky Wibawa Karya Guna dengan agenda persetujuan wakil rakyat tingkat Provinsi Jawa Barat terhadap Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) di Kabupaten Cirebon Timur.

Sedangkan rapat paripurna dihadiri kuorum dengan Jumlah anggota dewan yang hadir 95 dari 120 anggota dewan. 

Dan selanjutnya Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono Dapil XII (Kota Cirebon Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu) memimpin rapat paripurna CDPOB. 

Dengan disetujuinya CDPOB Cirebon Timur, berarti jumlah daerah otomoni baru (DOB) yang telah diusulkan dan disetujui dewan bertambah menjadi 10, masih menunggu pencabutan moratorium pemerintah pusat.

Menurutnya, CDPOB yang sudah masuk ke pemerintah pusat 9, meliputi Sukabumi Utara, Bogor Barat, Garut Selatan, Indramayu Barat, Bogor Timur, Cianjur Selatan, Tasikmalaya Selatan, Garut Utara dan Subang Utara.

Disampaikan Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, keputusan ini menandai keberhasilan masyarakat di kawasan Cirebon Timur yang selama ini memperjuangkan pemekaran Cirebon Timur sebagai Kabupaten baru untuk pemerataan pembangunan di Jawa Barat. 

“Saat ini, Cirebon Timur akan menjalani masa persiapan sebelum resmi ditetapkan sebagai daerah otonomi baru,” Tandasnya.

Untuk itu, persetujuan terhadap CDPOB Cirebon Timur ini, kata Ono, merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Jawa Barat.

“Sejarah panjang dan pembahasan selama kurang lebih 20 tahun dari tingkat desa sampai kabupaten akhirnya hari ini menapaki babak baru di tingka Provinsi Jawa Barat. Terima kasih kepada rakyat Cirebon Timur,” jelas Ono, Rabu (10/9/2025).

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menyampaikan hasil persetujuan terhadap usulan CDPOB Kabupaten Cirebon Timur ini, akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.

Namun proses pembentukan Kabupaten Cirebon Timur masih harus menunggu dibukanya moratorium oleh Presiden RI.

“Pada tahun 2025 telah dilakukan proses persetujuan bersama untuk satu usulan CDPOB yakni Cirebon Timur sehingga total jumlah usulan menjadi 10 CDPOB,” jelasnya.

Senada di katakan anggota Komisi I DPRD Jabar Edi Askari, Komisi I telah membahas cukup komprehensif terkait usulan CDPOB. Bahkan, pembahasan dilakukan dengan kajian atau pembelajaran hingga kunjungan ke lapangan.

“Komisi saya berpendapat bahwa Cirebon Timur harus disetujui oleh DPRD Jabar bersama Gubernur Jabar sebagai CDPOB,” katanya menyampaikan laporan Komisi sebelum persetujuan bersama.

Namun Komisi I juga memberikan sejumlah catatan atau rekomendasi terkait persetujuan itu. Di antaranya terkait calon ibu kota.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim dan pengamatan lapangan, Kecamatan Karangsembung lebih ideal untuk dijadikan ibu kota. 

Dari usulan sebelumnya yaitu Kecamatan Karangwareng. Karena di Kecamatan Karangwareng terdapat jalur sutet yang berpotensi menjadi kendala pembangunan.

Rekomendasi lain adalah soal alternatif nama Kabupaten. Dengan pertimbangan memperkuat identitas lokal dapat mempertimbangkan nama Cirebon Timur menjadi Caruban Nagari.

Pemekaran Cirebon Timur bakal meliputi 16 kecamatan yaitu : 1. Astanajapura 2. Babakan 3. Ciledug 4. Gebang 5. Greged 6. Karangsembung 7. Karangwareng 8. Lemahabang 9. Losari 10. Pabedilan 11. Pabuaran 12. Pangenan 13. Pasaleman 14. Sedong 15. Susukan Lebak 16. Waled. (din)