Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 20 Oktober 2025

"Dari Madrasah untuk Negeri": Gudep Pramuka MTsN 1 Belitung Borong Prestasi Gemilang di HUT SMKN 1 Belitung

 

Gudep MTsN 1 Belitung tampil luar biasa dengan memborong lima trofi kemenangan sekaligus


TANJUNGPANDAN, FC– Semangat juang dan kekompakan anggota Gerakan Pramuka MTsN 1 Belitung kembali membuahkan hasil manis. Dalam ajang Lomba Ketangkasan Pramuka Tingkat Penggalang yang digelar memperingati HUT ke-35 SMK Negeri 1 Tanjungpandan, Sabtu (18/10/2025), Gudep MTsN 1 Belitung tampil luar biasa dengan memborong lima trofi kemenangan sekaligus.

Adapun raihan prestasi yang berhasil dibawa pulang yakni Juara 1 Tandu Darurat Putri, Juara 2 Tandu Darurat Putra, Juara 2 Gapura Putri, Juara Harapan 3 Kreasi Senam Semaphore, Juara Umum 3 Lomba Ketangkasan Penggalang.

Capaian gemilang ini tidak datang secara instan. Di balik deretan trofi tersebut tersimpan cerita tentang latihan rutin, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah dari para anggota Pramuka yang dibimbing langsung oleh para pembina.

Pembina Pramuka MTsN 1 Belitung, Juniah, S.Mn., S.Pd.Ek, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.

“Alhamdulillah, kerja keras dan latihan anak-anak membuahkan hasil. Mereka benar-benar menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berprestasi di ajang-ajang berikutnya,” ujarnya penuh syukur.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Belitung, Yurliana, S.H., turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih peserta didik dan para pembina Gudep.

“Kemenangan ini bukan hanya soal piala atau peringkat, tetapi tentang nilai-nilai tanggung jawab, kerja sama, dan karakter pantang menyerah yang tumbuh di diri anak-anak. Inilah pendidikan karakter sejati,” ungkapnya.

Dengan torehan prestasi tersebut, Gudep Pramuka MTsN 1 Belitung semakin menegaskan eksistensinya sebagai gugus depan aktif, disiplin, dan berprestasi di Kabupaten Belitung. 

Mereka tak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air melalui gerakan Pramuka. (din)

Siti Romlah Adawiyah Mahasiswi PJJ PAI UIN Siber Cirebon Raih Piala Kemenpora 2025

JAKARTA — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswi Program Studi PJJ PAI Semester 7 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Adalah Siti Romlah Adawiyah, yang akrab disapa Diyah, berhasil meraih Juara 1 Kata Senior Putri dan Juara 3 Kumite Senior -55 kg Putri dalam ajang bergengsi Senkaido Open International Karate Championship Series VII Piala Kemenpora 2025, yang digelar pada 17–19 Oktober 2025 di Jakarta.

Kejuaraan karate ini merupakan salah satu event internasional terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah peserta mencapai 4.083 atlet dari 200 kontingen, baik nasional maupun internasional. Negara-negara seperti Jepang, India, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Sri Lanka turut ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan empat kategori utama: Open, TNI/POLRI, Veteran, dan Festival.

Diyah tampil memukau di tengah kompetisi yang sangat kompetitif, menunjukkan teknik dan ketahanan mental luar biasa hingga berhasil mengalahkan sejumlah atlet unggulan dari dalam dan luar negeri.

“Alhamdulillah, ini pengalaman luar biasa. Persiapan saya lakukan cukup lama dan intens—latihan teknik kata dan kumite, sparing, penguatan fisik, hingga menjaga pola makan dan mental. Disiplin dan niat yang kuat menjadi kunci utama,” ujar Diyah usai pertandingan.

Meski mengaku sempat gugup saat memasuki arena, Diyah mampu mengatasinya berkat dukungan tim serta keyakinan pada kemampuannya sendiri.

“Tekanan itu pasti ada. Tapi doa, semangat dari pelatih, dan kepercayaan diri membantu saya tetap fokus dan tampil maksimal. Saya selalu ingat untuk memberikan versi terbaik dari diri saya,” tambahnya.

Lebih dari sekadar pencapaian medali, Diyah melihat partisipasinya di ajang ini sebagai momen pembelajaran penting dalam perjalanan kariernya di dunia olahraga.

“Bertanding dengan atlet hebat dari berbagai negara membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkembang. Suasananya sangat kompetitif, tapi juga penuh sportivitas dan semangat persaudaraan,” jelasnya.

Dukungan Kampus dan Pembimbing Jadi Kunci Sukses

Diyah tidak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan izin, dukungan, dan motivasi, serta kepada pembimbingnya Slamet Pujianto, S.Kom., yang selalu mendampinginya dalam proses persiapan menuju kejuaraan.

“Bimbingan Pak Slamet sangat membantu, baik secara teknis maupun mental. Begitu juga dukungan dari keluarga dan teman-teman—semua itu membuat saya merasa tidak sendiri dalam proses ini,” ungkapnya.

Pesan untuk Generasi Muda: Tidak Ada Prestasi yang Instan

Prestasi Diyah menjadi inspirasi nyata bahwa keberhasilan tidak bisa diraih secara instan. Perlu proses, komitmen, serta dukungan lingkungan yang positif.

“Saya ingin menyampaikan bahwa setiap mimpi itu bisa dicapai asal kita siap untuk berproses. Jangan takut gagal. Teruslah berlatih, berdoa, dan percaya pada diri sendiri,” pesan Diyah kepada para generasi muda, khususnya para atlet kampus.

Sementara itu, pembimbing sekaligus staf pengajar, Slamet Pujianto, S.Kom., turut bangga atas pencapaian Diyah.

“Diyah telah membuktikan bahwa mahasiswi UIN Siber Cirebon mampu bersaing di level internasional. Ini adalah bukti bahwa kombinasi antara kerja keras, disiplin, dan semangat juang dapat membawa siapa pun ke podium juara,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, Siti Romlah Adawiyah tidak hanya mengharumkan nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga turut membawa nama Indonesia ke pentas karate internasional. Ke depan, Diyah bertekad untuk terus berlatih dan mengukir prestasi yang lebih tinggi demi menginspirasi lebih banyak anak muda di Tanah Air. (din)

Sabtu, 18 Oktober 2025

Pemkot Cirebon Dorong Sinergi Keluarga dan Pesantren: Ciptakan Lingkungan Tumbuh Positif bagi Anak

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang positif bagi tumbuh kembang generasi muda melalui penguatan nilai keluarga dan pendidikan berbasis pesantren. 

Komitmen ini terlihat dalam kegiatan Ngaji Keluarga Maslahat dan Deklarasi Pondok Pesantren Ramah Anak yang digelar di Pondok Pesantren Madinatunnajah, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan peran keluarga dan pesantren sebagai dua pilar utama pembentuk karakter anak bangsa. Melalui dua tema besar, keluarga maslahat dan pesantren ramah anak, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

“Dua tema ini sesungguhnya bertemu pada satu titik, yaitu bagaimana kita menumbuhkan peradaban kasih,” ujar Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat memberikan sambutan. 

Ia menambahkan, rumah sepatutnya menjadi tempat pendidikan pertama, dan pesantren adalah penjaga nilai. Jika keduanya kuat, maka lahirlah generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

Menurutnya, perubahan zaman menuntut pendekatan baru dalam pendidikan anak. Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibanding masa lalu. Mereka tumbuh di tengah dunia digital yang luas, mudah terhubung, namun juga mudah tersesat bila tanpa bimbingan.

“Keluarga dan pesantren harus hadir bukan hanya untuk memberi batas, tetapi juga memberi teladan dan arah yang benar. Deklarasi Pesantren Ramah Anak adalah langkah nyata menuju peradaban yang lebih lembut, di mana pendidikan tidak hanya mengasah pikiran, tetapi juga menjaga jiwa," ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen mendukung setiap langkah yang menumbuhkan budaya pendidikan manusiawi dan berkeadaban.

 “Melindungi anak bukan hanya tugas keluarga, melainkan tugas seluruh masyarakat beriman. Semoga kegiatan ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun generasi yang kuat, berkarakter, dan berakhlak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menjelaskan bahwa konsep pesantren ramah anak menjadi bagian dari strategi kolaboratif Pemkot Cirebon dalam menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat, aman, dan penuh kasih bagi anak-anak.

“Upaya kita dari pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga pendidikan adalah memastikan generasi yang lahir berasal dari keluarga yang kuat dan pesantren yang membangun pikiran positif,” katanya. 

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada perundungan di lingkungan pesantren. Harus ada pendampingan dan konseling agar setiap persoalan bisa terpantau sejak awal.

Ia menambahkan, pendekatan pesantren ramah anak bukan sekadar meniadakan kekerasan, tetapi juga menumbuhkan budaya dialog dan kasih sayang tanpa mengurangi ketegasan dalam mendidik. 

“Tujuannya sederhana namun mendalam yaitu menciptakan kemaslahatan dan memastikan setiap anak tumbuh dalam suasana yang positif, terlindungi, dan berdaya,” tutup Suwarso. (din)



Jumat, 17 Oktober 2025

Pemkab Cirebon Fokus Percepat Betonisasi Jalan di Wilayah Timur

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron memastikan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah timur Kabupaten Cirebon terus dipercepat melalui program betonisasi yang kini tengah berjalan di sejumlah titik strategis.

Ia menyebutkan, salah satu ruas yang sedang dikerjakan adalah jalan penghubung Gebangilir–Waled, yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena mengalami kerusakan parah.

“Jalan ini dulu kondisinya sangat jelek. Kami tindak lanjuti aspirasi masyarakat dengan melakukan betonisasi agar kualitasnya lebih kuat dan tahan lama,” kata Imron saat meninjau pengerjaan ruas jalan di Kecamatan Pabuaran, Selasa (14/10/2025) malam.

Menurut dia, proyek betonisasi tersebut dikerjakan bertahap dengan sistem buka tutup arus lalu lintas agar tidak menghambat mobilitas warga.

Satu sisi jalan memerlukan waktu sekitar 28 hari untuk kering sempurna sebelum dilanjutkan ke sisi lain.

“Sekarang yang dicor bagian timur, nanti bergantian ke barat. Total waktu pengerjaan sekitar dua bulan,” ujarnya.

Imron menambahkan, perbaikan jalan di wilayah timur memiliki peran penting untuk memperlancar konektivitas masyarakat sekaligus mendukung kawasan industri yang terus berkembang di wilayah tersebut.

“Banyak industri baru tumbuh di sini. Kalau jalannya bagus, kegiatan ekonomi masyarakat dan logistik industri juga makin lancar,” katanya.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menambahkan, bahwa proyek perbaikan ruas jalan Sindanglaut–Pabuaran juga menjadi prioritas pemerintah daerah, dengan target rampung pada Desember 2025.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Pak Bupati meninjau progres pekerjaan di tiga titik lokasi sepanjang total 760 meter. Insya Allah, Desember nanti selesai,” kata Jigus, sapaan akrab Wabup Cirebon.

Ia menjelaskan, selain dibiayai APBD Kabupaten Cirebon, proyek jalan di ruas tersebut juga mendapat tambahan sepanjang 1,5 km dari program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang didukung oleh pemerintah pusat.

“Tambahan 1,5 km dari IJD tentu mempercepat peningkatan kualitas jalan dan memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Jigus menyebutkan, bahwa Pemkab Cirebon telah mengajukan empat ruas jalan untuk mendapatkan dukungan IJD. Namun baru dua yang disetujui, yakni di Sindanglaut–Pabuaran dan Suranenggala–Arjawinangun.

“Dua ruas lainnya, yaitu Gebangilir–Waled dan Pelayangan–Bojongnegara, masih menunggu realisasi bantuan. Kami akan terus perjuangkan agar bisa segera ditangani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Sunanto menjelaskan, alokasi anggaran untuk perbaikan jalan pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Anggaran khusus untuk perbaikan jalan naik dari Rp141 miliar pada 2025 menjadi Rp208 miliar pada 2026,” jelasnya.

Ia menambahkan, dana tersebut difokuskan untuk enam titik prioritas di wilayah timur yang kondisinya tergolong rusak berat, seperti di Pabuaran, Karangsembung, Kubangdeleg, dan Karawareng.

“Pekerjaan jalan kami sebar secara merata di berbagai kecamatan. Targetnya, akhir 2025 seluruh ruas prioritas sudah bisa dilalui dengan baik,” ucapnya menambahkan.

Sunanto menegaskan, meski sempat terjadi penyesuaian transfer dana dari pusat, seluruh proyek jalan tetap berjalan sesuai rencana.

“Kami pastikan kualitas betonisasi sesuai spesifikasi dan standar teknis agar hasilnya bertahan lama,” tuturnya. (Bambang)

Rektor UIN Siber Cirebon Dorong Transformasi Wakaf Produktif dan Kolaborasi PTKIN

 

CIREBON  — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menghadiri Rapat Sosialisasi dan Persiapan Kick Off Kota Wakaf yang digelar pada Jumat (17/10/2025) di Ruang Rapat Bupati Cirebon. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon sebagai pilot project “Kota Wakaf” yang dijadwalkan akan dilaunching secara resmi oleh Menteri Agama RI pada 4 November 2025 mendatang.

Rapat yang dipandu langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd., ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua MUI Kabupaten Cirebon, Kepala Bappelitbang, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala ATR/BPN, Ketua Baznas, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) KH. Aziz Hakim Syaerozie, Rektor Universitas Bunga Bangsa, dan perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Cirebon Jadi Pilot Project “Kota Wakaf”

Dalam paparannya, H. Slamet, S.Ag., M.Pd. menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) program Kota Wakaf oleh Kementerian Agama RI. Program ini diharapkan menjadi gerakan nasional dalam mengoptimalkan potensi wakaf, baik wakaf tanah maupun wakaf uang, untuk kesejahteraan umat.

“Rapat ini menjadi langkah awal menyatukan visi lintas instansi agar peluncuran Kota Wakaf berjalan sukses. Kami menargetkan Cirebon tidak hanya menjadi kota simbolis, tetapi juga kota yang produktif dan mandiri secara ekonomi berbasis wakaf,” ujar Slamet.

Pemkab Cirebon Siap Dukung Penuh

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. menyampaikan apresiasi terhadap inisiasi Kemenag Kabupaten Cirebon dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan program Kota Wakaf.

“Kami dari pemerintah daerah siap mendukung dan mensupport penuh inisiatif ini. Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nasional dalam pengelolaan wakaf yang produktif dan menyejahterakan masyarakat,” tegas Bupati Imron.

BWI Dorong Gerakan Wakaf Produktif

Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaerozie, menjelaskan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan oleh BWI, antara lain:

1. Melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat tentang pentingnya wakaf uang.

2. Mengidentifikasi seluruh tanah wakaf yang ada di Kabupaten Cirebon.

3. Menertibkan nadzir sesuai ketentuan bahwa masa jabatan maksimal adalah lima tahun.

4. Memetakan aset wakaf produktif yang memiliki potensi manfaat ekonomi dan sosial besar bagi masyarakat.

Menurutnya, wakaf uang menjadi terobosan penting dalam mendorong kemandirian umat melalui pengelolaan keuangan syariah yang transparan dan berkelanjutan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dorong Paradigma Baru Wakaf

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menyampaikan pandangannya tentang paradigma baru wakaf di era digital dan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa sertifikasi tanah wakaf bukan hanya sekadar legalitas administratif, tetapi juga pondasi menuju wakaf produktif yang berdampak sosial dan ekonomi nyata.

“Kita perlu bergeser dari konsep 3M — maqbarah, masjid, madrasah — menuju konsep wakaf produktif yang menopang ekonomi umat. Inilah semangat baru yang harus kita kembangkan bersama,” ungkap Prof. Aan.

Beliau juga mencontohkan sinergi nasional dalam pengelolaan wakaf melalui KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan yang dilakukan oleh UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, di mana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama 13 PTKIN lainnya menjadi mitra strategis Kementerian ATR/BPN.

Lebih lanjut, Prof. Aan memaparkan bahwa UIN Siber Cirebon telah aktif mengembangkan berbagai KKN Tematik yang relevan dengan isu sosial keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya:

Literasi Pendidikan bekerja sama dengan program INOVASI (kemitraan Indonesia–Australia),

Moderasi Beragama bersama BNPT,

Pemberdayaan Desa dan Pengelolaan Wakaf–Zakat Berbasis Digital.

“Pembiayaan dan dukungan teknis kegiatan kami juga melibatkan kolaborasi mitra strategis, baik pemerintah maupun lembaga swasta. Prinsipnya, semua pihak bisa berkontribusi dalam membangun ekosistem wakaf yang produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Langkah Bersama Menuju Ekonomi Umat

Rapat Sosialisasi dan Persiapan Kick Off Kota Wakaf ini menjadi tonggak penting sinergi lintas lembaga di Kabupaten Cirebon, antara pemerintah daerah, Kemenag, BWI, lembaga pendidikan tinggi, dan perbankan syariah.

Dengan peluncuran resmi Kota Wakaf Cirebon pada 4 November 2025 mendatang, diharapkan muncul model kolaboratif wakaf produktif yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi bagian dari ekosistem baru ini — memadukan ilmu, riset, dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun peradaban ekonomi berbasis wakaf,” tutup Prof. Aan.(Nur)

Kerjasama FEB UGJ dengan Jepang dan Summer School Malaysia, Wujudkan Kampus Daerah Bertaraf Internasional

 

CIREBON, FC– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Melalui program unggulan “FEB UGJ Go International”, kampus ini membuktikan komitmennya mencetak generasi muda berwawasan global dan berdaya saing dunia.

Tiga mahasiswa terbaik FEB UGJ terpilih menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik ternama Jepang, Seiwa Wex Co. Ltd. Mereka adalah M. Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N. (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi).

Ketiganya berhasil melewati proses seleksi yang sangat ketat, mulai dari administrasi, tes fisik, hingga kemampuan bahasa Jepang. 

“Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembekalan intensif selama tiga bulan yang langsung diberikan oleh perwakilan perusahaan Jepang, mencakup bahasa, budaya kerja, hingga etos profesional,” ungkap Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara, MM. M.Si.

Menariknya, program magang yang semula berdurasi enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun penuh atas permintaan langsung pihak perusahaan. 

Selama magang, mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik setara 40 SKS serta kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB UGJ yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatan dilakukan secara bertahap. Ini merupakan gelombang kedua, setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” tutur Dr. Acep penuh kebanggaan.

Tak hanya Jepang, FEB UGJ juga menembus Malaysia lewat program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang akan berlangsung pada 18–30 Oktober 2025. 

Peserta program ini adalah mahasiswa pilihan, di antaranya Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Dr H Acep Komara menjelaskan, program Summer School ini memadukan kuliah akademik, seminar internasional, pelatihan pengembangan diri, serta eksplorasi budaya lintas negara. 

“Mahasiswa yang berangkat merupakan hasil seleksi ketat dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni,” jelas Dr H. Acep Komara, MM. M.Si.

Menurutnya, kegiatan internasional ini sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa. 

“Status mereka bukan pekerja migran, melainkan mahasiswa yang menjalankan program akademik internasional. Ini adalah wujud nyata Merdeka Belajar di level global,” tegasnya.

Langkah berani FEB UGJ ini menjadi bukti bahwa kampus daerah pun mampu menembus batas dunia. Dengan dukungan kerja sama strategis bersama mitra luar negeri, FEB UGJ konsisten membangun ekosistem pendidikan yang global-minded, profesional, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal serta humanis.

Melalui semangat “FEB UGJ Go International”, fakultas ini meneguhkan posisinya sebagai pelopor internasionalisasi pendidikan tinggi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

“Kami ingin mahasiswa FEB tidak hanya cerdas dalam teori, tetapi juga tangguh di dunia kerja dan berjiwa pemimpin global. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr. Acep Komara penuh optimisme. (din)

Mahasiswa FEB UGJ Cirebon Magang ke Jepang dan Summer School di Malaysia Langkah Nyata “FEB UGJ Go International” Wujudkan Kampus Daerah Bertaraf Dunia

 

CIREBON FC – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon terus membuktikan diri sebagai kampus yang dinamis dan berdaya saing global. Melalui program “FEB UGJ Go International”, tiga mahasiswa terpilih akan menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik terkemuka Jepang, Seiwa Wex Co. Ltd.

Ketiganya adalah M. Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N. (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi). Mereka akan berangkat setelah melewati berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, tes fisik, hingga kemampuan bahasa Jepang.

“Sebelum berangkat, mereka mendapat pembekalan intensif selama tiga bulan tentang bahasa dan budaya Jepang langsung dari perwakilan perusahaan,” jelas Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara, M.Si.

Menariknya, program magang yang semula hanya enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun atas permintaan langsung dari pihak perusahaan.

Selama magang, mahasiswa akan memperoleh konversi akademik setara 40 SKS serta kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari dalam seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatannya dilakukan secara bertahap. Ini merupakan tahap kedua, setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” tambah Dr. Acep dengan penuh kebanggaan.

Selain ke Jepang, lima mahasiswa FEB UGJ juga bersiap mengikuti program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) pada 18–30 Oktober 2025. Mereka adalah Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Program ini dirancang sebagai short course internasional yang memadukan kuliah akademik, seminar, pelatihan pengembangan diri, hingga pengenalan budaya lintas negara.

“Mahasiswa yang ikut program ini telah melalui seleksi dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang baik,” jelas Wakil Dekan I FEB UGJ, Moh. Yudi Mahadianto.

Ia menegaskan, program magang dan Summer School luar negeri ini selaras dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa.

“Status mereka bukan pekerja migran, melainkan mahasiswa yang menjalankan program akademik internasional. Ini bentuk nyata Merdeka Belajar di level global,” tegas Yudi.

Langkah berani FEB UGJ ini menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu menembus batas dunia. Melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional, FEB UGJ membangun ekosistem pendidikan berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan humanis.

Dengan semangat “FEB UGJ Go International”, kampus ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam teori, tangguh menghadapi realitas dunia kerja, dan berjiwa pemimpin global.

“Kami ingin mahasiswa FEB menjadi duta kampus dan duta bangsa. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr. Acep Komara penuh harap. (din)