Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 26 November 2019

Presiden Jokowi Tengah Fokus Selesaikan Satu Persatu Pekerjaan Besar Indonesia


FOKUS NASIONAL, (Korea Selatan) – Pemerintah tengah berfokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan besar di Indonesia. Setelah berfokus pada pembangunan infrastruktur pada lima tahun ke belakang, kini pemerintah akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia pada lima tahun berikutnya.
Saat bertemu dengan para ilmuwan dan peneliti dari Indonesia yang berada di Korea Selatan, Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah juga mulai menata soal riset dan inovasi. Diharapkan, setelah pembangunan SDM, pemerintah akan mulai berfokus pada pengembangan riset dan inovasi secara besar-besaran.
“Saya kira negara kita memang terlalu banyak barang-barang yang bisa diubah dari yang dulunya diekspor barang mentah, menjadi barang-barang jadi atau setengah jadi. Itu strategi bisnis negara jadi ada added value, ada nilai tambah yang bermanfaat bagi rakyat. Dan kita harus optimis bahwa itu bisa kita kerjakan dengan baik,” katanya.
Pertemuan dengan para peneliti dan ilmuwan muda ini, kata Kepala Negara, mendorong semangat untuk meyakini bahwa apa yang diprediksi sejumlah lembaga internasional akan terwujud, yakni Indonesia emas 2045. Pada saat itu, Indonesia disebut akan menjadi empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita mencapai USD23.000-29.000 per tahun.
“Kalau sekarang UMK kita baru Rp2-3 juta, nantinya sudah berada pada Rp27 juta per bulan. Lompatan yang sangat besar sekali dan itu akan terjadi kalau step-step besar, pekerjaan-pekerjaan besar di negara kita ini kita lalui dengan tahapan-tahapan yang benar, tanpa terganggu oleh misalnya turbulensi politik. Jangan sampai. Kalau stabilitas politik dan keamanan itu ada seperti ini terus, insyaallah hitung-hitungan itu tidak akan meleset,” ujarnya.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Senin, 25 November 2019

Firman, Mahasiswa FUAD IAIN SNJ Cirebon Sabet Juara 1 Kaligrafi Arab


FOKUS CIREBON - Mahasiswa IAIN SNJ Cirebon, kembali menorehkan prestasi yang gemilang. Kali ini prestasi didulang dari lomba lukis kaligrafi yang digagas PBNU bekerjasama Keraton Kasepuhan, pada acara festival tajug 2019, Sabtu (23/11/2019). 

Dia adalah Firman Abdul Kholik, mahasiswa semester III, jurusan Sejarah Peradaban Islam, FUAD IAIN SNJ Cirebon.
Kemenangan Firman, memang tak diduga, tetapi dari 30 peserta, Firman merupakan satu peserta yang gigih dan tak gampang menyerah. Sekalipun lawan-lawannya mayoritas memiliki basic dalam melukis.

Namun melalui kemampuan yang dimiliknya, Firman mampu membuktikan jika dirinya yang terbaik dalam pembuatan kaligrafi lukisan arab.
“Ini lomba umum, pesertanya datang dari Ciayumajakuning. Memang awalnya sih agak canggung, sebab lawan kebanyakan ikut sekolah lukis. Tapi saya yakin, dan alhamdulillah bisa keluar sebagai juara,"  kata Firman, Minggu, (24/11/2019).
Dijelaskan, dalam lomba tersebut dirinya membuat kaligrafi surat Yunus ayat 62 dengan tema budaya dan naskah. Dalam membuat karyanya tersebut, dirinya hanya membutuhkan waktu 6 jam, yaitu dari jam 9 pagi sampai 3 sore.
Firman mengaku, dalam lomba ini tidak ada persiapan khusus. Dirinya hanya mempersiapkan cat minyak saat malam sebelum lomba.

"Kesulitan saat membuat kaligrafinya yaitu dari peralatan yang seadanya," kata Firman.
Kendati begitu, Firman bersyukur karena dirinya bisa mengharumkan nama almamaternya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan meraih juara 1 dalam lomba ini. (din)

Walikota Meminta Lurah Dan Camat Sosialisasikan Sensus Penduduk Tahun 2020


FOKUS CIREBON – Wali Kota meminta kepada lurah dan camat untuk sosialisasikan sensus penduduk 2020. Sehingga masyarakat bisa menunggu petugas datang dan data yang diberikan valid.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Evaluasi Wilkerstat dan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 (SP2020) dan Dukungan Deklarasi 2020 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Senin, 25 November 2019. “Kami tentu menyatakan dukungan untuk suksesnya pelaksanaan sensus penduduk 2020 mendatang,” ungkap Azis. Bahkan Azis memerintahkan kepada lurah dan camat yang ada di Kota Cirebon untuk melakukan sosialisasi adanya sensus penduduk yang akan dilakukan BPS di Kota Cirebon pada 2020 mendatang. 

ialisasi yang baik dan menyeluruh, diharapkan masyarakat mengetahui adanya sensus tersebut. “Sehingga mereka bisa menunggu dengan mempersiapkan data kependudukan yang benar,” ungkap Azis. jika data yang diberikan benar, maka data tersebut bisa digunakan untuk mengambil keputusan bagi penyelenggara pemerintahan. “Jika data yang diberikan valid, maka pengambilan keputusan juga tidak salah. Karena didasarkan pada data yang benar dan valid,” tegas Azis.

Selain meminta kepada lurah dan camat di Kota Cirebon untuk melakukan sosialisasi, Azis juga meminta kepada pelaksana pengambilan data di lapangan untuk bekerja dengan sebenar-benarnya. 

“Pelaksana di lapangan hendaknya memiliki rasa tanggung jawab dan bisa menilai apakah data yang diberikan bohong atau tidak. Sehingga bisa digali kebenarannya,” ungkap Azis.

Pada kesempatan yang sama, Azis juga meminta adanya koordinasi antara BPS dan sejumlah instansi yang melakukan pendataan di Kota Cirebon. “indikator-indikatornya disamakan dengan BPS, sehingga nantinya kita memiliki data yang valid tentang kependudukan di Kota Cirebon,” ungkap Azis. Termasuk data mengenai angka kemiskinan, tingkat pendidikan dan lainnya. Semua data tersebut akan sangat berguna untuk pengambilan keputusan dan kebijakan oleh pemerintah daerah Kota Cirebon.

tara itu Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri, menjelaskan pada sensus 2020 akan digunakan data milik Disdukcapil Kota Cirebon sebagai data awal. Sehingga perbedaan data yang selama ini terjadi antara BPS dan Disdukcapil akan bisa dijelaskan karena faktor apa. “SP 2020 untuk pertama kalinya akan didahului dengan sensus mandiri secara online,” ungkap Joni. Masyarakat yang tidak lakukan sensus online akan didatangi petugas sensus pada Juli 2020 untuk wawancara secara langsung.

Minggu, 24 November 2019

Dr H Sumanta Hasyim MAg : Pesantren Harus Meneguhkan Nilai Dasar Dan Meresepon 4.0


FOKUS CIREBON - Sebagai pemakalah di forum diskusi, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg rupanya lebih  memilih judul "Peluang Pesantren di Era Milineal". Judul ini sebagai pemikiran dan pandangan Dr H Sumanta yang ingin merespon kemajuan pendidikan pesantren pasca disahkannya UU Pesantren No 18 Tahun 2019.

Makalah yang dibedah dan menjadi topik diskusi yang digagas Focused Group Discussion (FGD) dengan tema "Tantangan dan Peluang Pendidikan Pesantren dan Urgensinya dalam UU Pesantren No 18 Tahun 2019" ini, diharapkan menjadi pemikiran bersama dalam kemajuan pendidikan pesantren.

Tetapi Sumanta meminta, pesantren tetap mempertahankan nilai-nilai dasar pesantrennya serta mampu merespon perubahan zaman, yakni revolusi industri 4.0. "Ya, pesantren tak kalah dengan era milineal atau for point zerro, sehingga peluang pendidikan  pesantren semakin luas dan maju," katanya dihadapan para peserta FGD, Minggu, (24/11/2019), di Buntet Pesantren.

Menurut Sumanta, pesantren yang mengakar di masyarakat dengan kekhasannya telah berkontribusi penting dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil’alamin.


Pesantren juga melahirkan banyak insan-insan beriman yang berkarakter, cinta tanah air dan berkemajuan. Bahkan pesantren terbukti memiliki peran nyata, baik dalam pergerakan dan perjuangan meraih kemerdekaan maupun pembangunan nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesantren juga memiliki kekhasan yang telah mengakar serta hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dalam menjalankan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Untuk itu, Sumanta melihat ada dua hal penting di pendidikan pesantren. Pertama, pesantren harus meneguhkan nilai-nilai dasar pesantren, seperti kemandirian, keihklasan, kebersamaan, tawadhu dan lainnya. Itu adalah nilai dasar yang harus dikembangkan pesantren.


Kemudian yang kedua adalah pesantren harus melihat dan merespon perubahan zaman. "Jadi 4.0 itu harus direspon oleh para santri, oleh kalangan pesantren, tentu saja dengan karya-karya, kerja-kerja serta berinovasi dalam bidang pendidikan, dalam strategi pembelajaran, dalam sistem manajemen pesantren, seperti pendaftaran pesantren sudah pakai online dan sebagainya," ujar Sumanta.

Ini artinya, kata Sumanta, pesantren sudah merespon dan mengikuti perkembangan zaman. "Dan ini adalah dua hal yang saya lihat sebagai pilar pesantren dan bisa kembali meneguhkan nilai-nilai dasar pesantren, sehingga tidak tidak mengalami destrupsi," tandas Rektor IAIN Cirebon dua periode ini. (din)

PT PLN UIP Muara Karang Tanam 5000 Bibit Mangrove Bersama Masyarakat Muara Angke


FOKUS JAKARTA --  PJB UP Muara Karang tanam 5000 bibit Mangrove bersama warga di kawasan hutan Mangrove Ecomarine Muara Angke, Sabtu (23/11/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut General Manager PT. PLN UIP JBB, Budi Ari Wibowo, General Manager PT. PJB, M. Yossy Noval A diwakilkan oleh Manager Operasi PJB, Sarita, Manager Pemeliharaan PJB, Ahmad Jalaludin, Manager Keuangan dan Administrasi PJB, Kasnadi, Manager Logistik PJB, Satrio. 

Selain itu, hadir juga Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H, M.H, Wakil Kepala Polsek Penjaringan Kompol Ketut Manika, Wakil Kepala Polsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa AKP William Nitalessy S.Sos, M.A, Sesko Walikota, Desi Putra, Camat Penjaringan Andri, Lurah Pluit Rosiwan, Kasie Fasilitas UPPP Muara Angke, H.Hasan Samsudin.

Tampak pula Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), H. Yan Sasmita, serta Komunitas Mangrove Muara Angke, M. Said, dan para siswa SDN 03 juga masyarakat sebanyak 150 orang.

General Manager PT PLN UIP JBB, Budi Ari Wibowo menyatakan, rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang turut mendukung kegiatan PT PLN dalam penanaman 5000 bibit pohon mangrove.

"Semoga kedepannya PT PLN bisa terus melaksanakan kegiatan menanam bibit pohon Mangrove serta kegiatan lainnya," ujar Budi Ari Wibowo.

Demikian juga ungkapan Sesko Walikota yang menyatakan rasa terimakasihnya kepada PT PLN serta masyarakat yang mau melestarikan alam kita dan Pemerintah selalu mendukung kegiatan seperti ini kegiatan yang positive yang bermanfaat untuk anak cucu kita.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni SH, MH, mengatakan dengan diadakannya penanaman 5000 bibit Mangrove bersama masyarakat Muara Angke yang dilaksanakan oleh PJB UP Muara Karang adalah karena ingin melestarikan alam di wilayah Jakarta Utara khususnya di wilayah Pelabuhan Muara Angke.

"Tentu dengan kegiatan ini, semua pihak  termasuk pemerintah mendukung kegiatan positif tersebut," terang Kapoksek. (dade)

Sabtu, 23 November 2019

Rektor IAIN SNJ Cirebon : "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin" Merupakan Ruh Perguruan Tinggi Islam


FOKUS CIREBON - Keberadaan Perguruan Tinggi Islam, yakni IAIN Syekh Nurjati Cirebon sejak awal berdiri sudah berkomitmen untuk membangun masyarakat islam madani, yaitu masyarakat yang cinta tajug (ibadah), cinta ilmu dan memperhatikan fakir miskin. Karena itu, tema tajug lan fakir miskin sudah merupakan ruh dari perguruan tinggi islam.

Demikian disampaikan Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, MAg sebelum membuka kegiatan Seminar Halaqoh Kemasjidan, yakni "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin, dengan tema "Masjid Sebagai Benteng Ketahanan NKRI" hasil kerjasama PBNU bersama IAIN Cirebon dan Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Sabtu (23/11/2019) di Lantai 3, Kampus Pascasarja IAIN SNJ Cirebon.

Dalam sambutannya, Sumanta menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada panitia atas terselenggaranya seminar halaqah kemasjidan yang merupakan gagasan PBNU, Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan IAIN SNJ Cirebon.


Tajug kata Sumanta, bukan saja memiliki makna sempit hanya sebagai tempat beribadah, tetapi lebih dari itu memiliki makna yang sangat luas.

Tajug ini, ungkap Sumanta, sesungguhnya memiliki misi menangkal Islam radikal atau trans-nasional, yang bertolak belakang dengan Pancasila yang menghargai keberagaman. Dan masyarakat masjid merupakan embrio basis dakwah Islam yang ramah, yang dibawakan oleh wali songo.

Hanya saja, lanjut Sumanta, fungsi  tajug atau masjid saat ini sudah semakin duniawi. Identitas kemasjidan yang dititipkan para wali, sepertinya sudah semakin jauh, masjid sekarang malah hanya menjadi simbol belaka bahkan menjadi tempat perseteruan akibat gesekan politik dan lain sebagainya.

Lalu apa realisasi dari perguruan tinggi islam terhadap titipan sunan gunung djati ini, selain memakmurkan masjid, IAIN SNJ Cirebon juga memperhatikan fakir miskin, yakni melalui program pemberian beasiswa bidik misi, beasiswa keagamaan maupun beasiswa lainnya.


Jika mahasiswa tersebut IPK nya rendah, pihak kampus dalam hal ini IAIN Cirebon masih memperhatikan kalangan mahasiswa yang fakir miskin yakni melalui program UKT, yakni mahasiswa hanya cukup membayar SPP saja sebesar Rp 400.000/semeseter dan tanpa ada biaya lainnya.

"Inilah komitmen kami, dan dari angka beasiswa tahun ini, anggaran yang disiapkan itu kurang lebih mencapai Rp 6,5 miliar. Jadi IAIN SNJ Cirebon sudah melaksanakan titipan para wali tersebut dengan program-program yang digulirkan," jelasnya disambut riuh tepuk tangan peserta seminar halaqoh.

Sementara itu, kegiatan seminar halaqoh ini, mengundang sejumlah narasumber terkenal yakni KH Abdul Manan, Wakil Ketua PBNU bidang dakwah serta KH Buya Syakur. (din)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Raih Predikat Provinsi Informatif


FOKUS JABAR - Hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan Informasi badan publik yang dilakukan Komisi Informasi Pusat (KIP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih predikat provinsi informatif.

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin pun memberikan penghargaan kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam "Anugerah Keterbukaan Informasi Publik" Tahun 2019 di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, pada Kamis, 21 November 2019.
Dalam ucapan rasa syukurnya, Ridwan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa Pemda Provinsi Jabar berkomitmen memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan.
Dijelaskan, Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan dari Komisi Informasi Pusat (KIP) sebagai Provinsi yang informatif. Kategorinya ada informatif, menuju informatif. Kemudian, berkomitmen, cukup informatif, dan kurang informatif.
“Kita mendapatkan yang tertinggi, menandakan komitmen kita dalam memberikan informasi kepada masyarakat itu sudah maksimal sesuai dengan perundang-undangan,” ujar Emil melanjutkan.
Prestasi tersebut, kata Emil, akan dipertahankan atau bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun selanjutnya. Terlebih, di era digital, transparansi dan kemudahan akses masyarakat terhadap sebuah informasi harus menjadi atensi. (JP)