Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Desember 2021

Bupati Imron Tinjau Proyek Pembangunan di Empat Lokasi, Ini Kata Bupati


FOKUS KAB CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag bersama sejumlah kepala satuan perangkat daerah (SKPD), melakukan safari pembangunan ke sejumlah lokasi proyek pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (15/12/2021).

Pantauan Tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Imron bersama sejumlah kepala SKPD berangkat dari Kantor Bupati Cirebon sekira pukul 13.00 WIB dan langsung menuju TK Plumbon di Desa Lurah, Kecamatan Plumbon.

Setelah melakukan pemantauan hasil pembangunan di TK Plumbon, Bupati Cirebon bersama rombongan langsung menuju lokasi proyek pembangunan Pasar Pasalaran di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Weru.

Setelah itu, rombongan pun kembali melakukan perjalanan ke jalan baru yang menjadi penghubung antara Kelurahan Watubelah (Kecamatan Sumber)- Kelurahan Pejambon (Kecamatan Sumber) dan Asrama Haji di Jalan Fatahillah.

Bupati Imron mengatakan, dalam pemantauan tersebut, seluruh proyek pengerjaan di empat lokasi berjalan dengan lancar dan sesuai target yang sudah ditentukan dinas terkait.

"Pembangunan berjalan lancar, mulai dari TK Plumbon sampai Asrama Haji Watubelah," kata Imron.

Ditambahkan Imron, ia meminta supaya jalan penghubung antara Kelurahan Watubelah dan Kelurahan Pejambon segera diberi nama. Hal ini supaya lebih memudahkan masyarakat.

Menurut Imron, nama jalan baru tersebut disarankan menggunakan nama tokoh atau pun pahlawan dari Kabupaten Cirebon. "Contoh, bisa diberi nama Jalan Mbah Kuwu atau yang lainnya," ujar Imron.

Asrama Haji Watubelah yang semula tampak dalam kondisi rusak dan tidak terawat, kini sudah baik dan layak digunakan setelah dilakukan perbaikan. 

Imron mengatakan, pembangunan dilakukan lantaran adanya keluhan dari para calon jemaah haji.

Diharapkan, lanjut Imron, keberadaan asrama haji tersebut bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada calon jemaah haji dari Kabupaten Cirebon. 

"Sekarang sudah sangat layak, mudah-mudahan tahun depan pelaksanaan ibadah haji bisa dilaksanakan dan tempat sudah bisa digunakan," katanya. (din)

Selasa, 14 Desember 2021

Bupati Cirebon Hadiri Pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Barat

FOKUS INDRAMAYU - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat masa khidmah 2021-2026 di Pondok Pesantren Hidayatut Tholibiin, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/12/2021).

Kepengurusan PWNU Jawa Barat kini dipimpin Dr. KH. Abun Bunyamin sebagai Rais Syuriyah dan KH Juhadi Muhammad sebagai Ketua Tanfidziyah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) sejak dahulu, saat ini, hingga masa yang akan datang tidak akan menghilangkan semangat kebangsaannya.

Di Jawa Barat, pemerintah provinsi bersama NU memiliki beberapa program kerja untuk masyarakat, pesantren, dan santri dengan jumlah anggaran sekira Rp 750 miliar dalam dua tahun terakhir ini.

"Salah satu program terbaik adalah satu desa, satu hafiz Al-Quran. Sudah berjalan 2.300 desa. Mudah-mudahan Jawa Barat aman," katanya.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST., M.Ud mengatakan, ada beberapa kerjasama antara Provinsi Jawa Barat dengan PWNU Jawa Barat yang dimulai 2018 sampai saat ini.

Beberapa program di antaranya yakni, ajengan masuk sekolah. Tokoh agama yang ke dalam sekolah itu menyampaikan rasa cinta terhadap negara dan agama Islam kepada siswa. 

"Sebelum Covid-19 program bisa berjalan, tetapi gara-gara pandemi dihentikan sementara dan akan dihidupkan lagi tahun depan," kata Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memiliki program one pesanten one product (OPOP). Tercatat, sebanyak 2.600 pondok pesantren di Jawa Barat sudah mengikuti program tersebut.

Emil mengatakan, dari 2.600 pesantren tersebut, sebanyak 2.000 merupakan pesantren Nahdatul Ulama.

Ditambahkan Emil, beberapa posisi pimpinan di Jawa Barat, di antaranya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kementerian Agama (Kemenag), dan ketua dewan masjid provinsi merupakan keluarga besar NU.

"Pemerintah intinya mengembalikan kembali uangnya kepada rakyat, dan mayoritas penduduk di Jawa Barat itu merupakan dari keluarga NU," katanya.

Emil mengatakan, pada kepengurusan PWNU yang baru ini direncanakan akan membangun rumah sakit. Menurutnya, pemerintah bakal membantu rencana untuk masyarakat tersebut.

"Kami terbuka untuk diobrolkan. Kalau lahan ditemukan, maka akan langsung dibangun. Kami mendukung," katanya. (Hafidz)

Pemkab Cirebon Bakal Siapkan Grand Desain Pembangunan Kependudukan

FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon berencana membuat Grand Desain Pembangunan Kependudukan. 

Hal tersebut diungkapkan Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si saat membuka acara Rapat Lanjutan Orientasi Penyusunan  Grand Desain Pembangunan Kependudukan di Kantor DPPKBP3A,  Selasa (14/12/2021). 

Menurut Rahmat, data Kependudukan menjadi kunci utama dalam Desain Pembangunan Kependudukan. Sebab, pihaknya harus mengetahui secara rinci jumlah penduduk di Kabupaten Cirebon. 

"Kunci utama dalam Grand Desain ini adalah data. Sehingga nanti Disdukcapil melakukan analisa pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cirebon, setiap tahun yang lahir berapa yang pindah dan yang datang berapa serta yang  meninggal berapa coba dianalisis," pintanya.

Rahmat mengatakan, dalam program Grand Desain Pembangunan Kependudukan ini tidak hanya dilakukan oleh satu lembaga saja melainkan  semua lembaga pemerintah harus ikut serta dalam program ini. 

"Pembangunan Kependudukan itu perlu Sinergi, Sinkronisasi, Harmonisasi seluruh unit kerja di Pemerintah Daerah Kabupaten Criebon. Di Kabupaten Cirebon ini kendalanya ada di keyakinan data sehingga ketika kita bisa meyakini data itu, maka itu analisanya sudah akan benar. Ketika analisanya benar tentu programnya juga akan benar," ujar Rahmat.

Namun demikian, kata Rahmat, dalam penyusunan Grand Desain Pembangunan Kependudukan perlu dilakukan beberapa perencanaan, agar hasilnya lebih maksimal. 

"Kita harus bisa mengendalikan pertumbuhan penduduk. Kalau pertumbuhan penduduk semakin cepat maka pemerintah juga harus mengimbangi dengan layanan krpendudukan dan layanan hak sipilnya.

Pemerintah daerah juga harus menjamin kesehatan, pendidikan, ekonomi warganya," katanya.

Rahmat mengajak seluruh OPD  di Pemerintahan Kabupaten Cirebon untuk bergerak dengan tugas serta fungsinya masing-masing dalam Program Grand Desain Pembangunan Kependudukan. 

Sebab, pengendalian pertumbuhan penduduk dan kualitasnya juga harus ditingkatkan. 

"Bagaimana kita menata persebaran dan mengarahkan mobilitas persebaran penduduk ini, ini menjadi penting. Artinya, ini soal kebijakan lokal untuk pemerataan penduduk. Oleh karena itu butuh kerjasama semua pihak agar program ini bisa tercapai," katanya. 

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Kepala DPPKBP3A, Hj. Enny Suhaeni, SKM, M.Kes, Kepala Bappelitbangda, Suhartono, S.Sos, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon dan sejumlah perwakilan dari OPD. (Heri)

Kedatangan Menag Yaqut di Kampus IAIN Cirebon Diburu Wartawan Lokal dan Nasional

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas didampingi Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, saat menemui wartawan seusai meninjau ruang Syber PJJ PAI, Selasa, (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Wartawan yang sejak pagi sudah menunggu kedatangan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, langsung diburu setelah kendaraan dinas Menteri Agama memasuki area kampus IAIN Cirebon, Selasa (14/14/202).

Menag Yaqut langsung menuju ruang Rektor bersama rombongan pejabat Kementerian Agama, usai itu, Menag langsung menuju ruang lobi dan kemudian  ke venue utama untuk melangsungkan peresmian Prodi PJJ PAI. 

Usai Soft Lounching, Menteri Agama bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke ruang Studio PJJ PAI. Usai itu, Yaqut keluar didampingi Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menemui para wartawan.

Ketika ditanya soal kekerasan seksual, Menag dengan tegas sudah menerjunkan tim investigasi. Pihaknya saat ini tengah menunggu hasilnya. 

"Saya sudah memerintahkan jajaran di Kementerian Agama mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk melakukan investigasi menyeluruh serta mitigasi pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan," ujar Menag Yaqut.

Investigasi tersebut, kata Yaqut, dengan menurunkan semua jajaran Kementerian Agama, agar melakukan investigasi di daerah masing-masing. 

"Investigasi dan mitigasi ini, akan dilakukan di seluruh satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama mulai dari madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi dan meminta untuk segera melaporkan hasilnya," kata Menag.

Menag juga berharap dengan diterjunkannya tim tersebut dapat mengungkap hingga memitigasi potensi kekerasan seksual. (din)

Rektor IAIN Cirebon Sambut Kedatangan Menteri Agama RI di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas beserta rombongan pejabat Kementerian Agama RI saat tiba di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qaumas di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon disambut hangat Rektor IAIN Cirebon beserta jajarannya, Selasa, (14/12/2021).

Kedatangan Menteri Agama untuk melaunching Siber PAI, yang peresmiannya langsung dilakukan oleh Yaqut Cholil Qaumas, Menteri Agama  melalui virtual zoom meeting.

Selain kedatangan Menteri Agama, hadir pula Dirjen Pendis, Sekjen, Dirjen PTKI, dan tamu undangan lainnya.


Menteri Agama dan rombongan pejabat Kementerian Agama RI, langsung menuju ruang kerja Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tak lama kemudian menuju ruang lobi dan pengambilan sesi pemotretan.

Usai di ruang lobi, Menteri Agama bersama rombongan, didampingi Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag beserta jajaran langsung menuju venue utama, di mana Siber PJJ PAI akan diresmikan. (din)






Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Resmikan Prodi PJJ PAI IAIN Cirebon, 200 Mahasiswanya Kuliah Gratis

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan pidato peresmian Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas secara resmi melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dalam sambutannya mengatakan, di era serba digital seperti sekarang ini, metode pendidikan yang memanfaatkan media internet bukan lagi menjadi teknologi eksperimental. 

Hal tersebut dapat dilihat dari kenyataan bahwa saat ini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut juga ikut melahirkan knowledge society.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga ikut mendorong agar pemanfaatan teknologi informasi berupa internet, khususnya di pendidikan tinggi, terus dimaksimalkan. 

Hal ini kemudian di jawab oleh pemerintah melalui Kementerian Agama yang mengusung pengembangan pendidikan tinggi dengan menginisiasi pendidikan jarak jauh di IAIN Syekh Nurjati. 

"Tentu saja, pengimplementasian tersebut bukan sekedar memindahkan proses pendidikan ke ruang maya, namun juga mengaktualisasikan pendidikan jarak jauh dengan basis pengetahuan yang kompetitif," kata Sumanta.

Sumanta juga menjelaskan, pendidikan jarak jauh bukan hanya tentang ketersediaan teknologi komunikasi dan informasi, melainkan juga tentang kualitas materi ajar, pengajar, peserta didik, metode pedagogi, interaksi yang dapat diakomodir, dan sistem pendukung lainnya yang terus diupayakan dan dimaksimalkan oleh seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati.

Selanjutnya, dalam pengimplementasian pendidikan jarak jauh, tambah Sumanta, juga memerlukan integrasi sebagai upaya untuk memadukan ilmu agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dengan ilmu umum (Islamic Science).

"Dalam pengimplementasiannya pada pendidikan jarak jauh, proses integrasi ilmu agama dan ilmu umum harus mampu menawarkan muatan nilai kearifan budaya lokal (local wisdom) yang merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang universal," katanya. 

Karena bagaimanapun hubungan Islamic Science dan Dirasah Islamiyah yang integratif memiliki konsekuensi dan implikasi berupa perluasan akses pendidikan ilmu keagamaan sekaligus penyelenggaraan pendidikan yang mampu menjabarkan nilai-nilai universal Islam dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Inilah yang kemudian menjadi spirit transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI.

Selain itu, lanjut Sumanta, terdapat pula alasan historis yang ikut melatarbelakangi proses transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu kenyataan bahwa Cirebon yang  memiliki kekayaan sosio-kultural keagamaan, pernah menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus salah satu pusat penyebaran pengetahuan di Jawa Barat. 

Oleh sebab itu, pemilihan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pilot project pendidikan jarak jauh diharapkan memiliki semangat menjadikan Cirebon kembali menjadi salah satu rujukan sekaligus destinasi pengetahuan. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat memberikan sambutan pada acara peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Akhirnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai lembaga perguruan tinggi negeri yang ada di Cirebon berupaya maksimal untuk dapat mengimplementasikan pendidikan jarak jauh yang integratif yang mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur dari budaya Cirebon ke dalam proses pembelajaran khususnya, dan lembaga perguruan tinggi secara umum. 

Karena itu, Sumanta berharap, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya tentang keunggulan dalam pemanfaatan teknologi melalui pendidikan jarak jauh semata, namun juga dapat menjadi lembaga yang melahirkan knowledge society yang berhasil mempertalikan agama dengan nilai kebudayaan lokal melalui cara pandang yang moderat di ruang maya.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa kahadiran UISSI di Cirebon menjadi tonggak sejarah yang terbangun melalui sejarah panjang Kota Cirebon sebagai destinasi pendidikan Islam. Dan UISSI dalam proses transformasinya telah melahirkan satu pendidikan jarak jauh, yakni PJJ PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dirjen Pendis, Kemenag RI, Ali Ramdhani saat memberikan sambutan 0ada kegiatan peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Prof Dr H Ali Ramdhani, Dirjen Pendis Kemenag RI, bahwa  kehadiran Cyber Islamic University ini didasari semangat untuk memenuhi janji konstitusi, yaitu memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam.  

Dengan model pembelajaran yang sepenuhnya daring mulai dari proses pendaftaran mahasiswa sampai kelulusan, Cyber Islamic University diharapkan akan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara darring.

Dirjen Pendis menekankan, program PJJ ini untuk menemukan kualifikasi kompetensi yang bermuara kepada kesejahteraan.

Apalagi, katanya, ada 40 ribu guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi S1 dan ini yang kemudian menggugah Menteri Agama untuk segera menyambutnya dengan pendidikan yang berkualitas, melalui program PJJ Siber.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa IAIN ditetapkan sebagai UISSI sebagai pilot projek perguruan tinggi berbasis Siber, dan UISSI ini akan menjadi Siber PJJ PAI yang akan menjadi pilot projek. Selain itu, UISSI juga mampu menjadi pusat riset dan lainnya. Dengan demikian, IAIN Cirebon diharapkan menjadi titik episentrum bagi PTKIN lain," tandasnya.

Sementara sambutan Menteri Agama  Yaqut Cholil Qaumas, bahwa Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) ini sudah dimulai dengan dilakukannya soft launching Prodi Siber PAI. 

"Kita tinggal melakukan launching UISSI, hanya saja ada kendala di jumlah fakultas, sehingga saya meminta untuk disegerakan agar launching UISSI bisa segera dilakukan," terangnya.

Menteri agama juga menyatakan, UISSI ini merupakan program Kementerian Agama RI dan pertama di PTKIN pada kepemimpinan Yaqut Cholil Qaumas.

"Saya minta secara khusus dan menjadikan UISSI ini sebagai prioritas, kenapa, karena guru madrasah masih sulit kejar tingkat kesejahteraan. Masih belum bisa ikuti sertifikasi untuk syarat naikkan kesejahteraannya," paparnya.

Yaqut juga menjelaskan, kenapa sulit karena ada dua faktor, karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi dan kedua biasanya madrasah itu ada di pinggiran yang jauh dari perguruan tinggi.

Untuk itu, Yaqut berharap, ini bisa menjadi solusi bagi anak bangsa untuk lebih mudah mengakses pendidikan dan lebih hemat biaya. Terutama yang berada di pelosok-pelosok daerah di Indonesia agar mereka bisa dengan mudah mengakses pendidikan. Sehingga pendidikan berbasis Siber ini, benar-benar bisa membantu mereka.

Yaqut juga menegaskan, bahwa pandemik ini meskipun membawa kesulitan namun ada berkah, yakni menjadikan Universitas Islam Syber Syekh Nurjati Indonesia. 

"Kita atasi keterjangkauan secara finansial, kita buat sekolah murah secara virtual. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih sedikit, paling banter quota untuk mengikuti kuliah dan seluruh mahasiswa ini diberikan kuliah gratis, jadi sebanyak 200 mahasiswa PJJ PAI itu gratis" terangnya. 

Menteri Agama juga ingin bagaimana mengembangkan UISSI bukan hanya sekedar penuhi janji, terus goodby. "Itu ga boleh. Saya akan berikan target-target berikutnya usai launching. Saya berharap UISSI ini akan jadi Universitas papan atas pada waktunya. Kita harus punya perhatian penuh pada UISSI ini," jelasnya. (din)

Gua Sunyaragi, Tempat Bersejarah Yang Masih Eksis Di Tengah Kota


Oleh : Rubae’atul A’dawiyah
 
Cirebon merupakan salah satu Kota yang ada di Jawa Barat, yang biasa disebut dengan Kota Udang. Selain itu juga disebut dengan Kota Wali, hal tersebut disebabkan karena Syekh Syarif Hidayatullah yaitu seorang wali yang datang ke Kota Cirebon untuk menyebarkan agama Islam  dan kebudayaan Islam. Cirebon memiliki ragam budaya dan tempat bersejarah juga disebabkan oleh hal tersebut. Salah satunya adalah Gua Sunyaragi tempat bersejarah yang berdiri di tengah Kota beralamat di Jl. Sunyaragi No.5, Kec. Kesambi, Kota Cirebon.
 
Sejarah Awal Mula Gua Sunyaragi
Dahulu Gua Sunyaragi memiliki nama “Taman Kaputren Panyepi In Raga” memiliki arti tempat menyucikan diri dan jiwa yang berasal dari bahasa kearifan lokal. Nama Sunyaragi berasal dari dua kata yaitu Sunya dan ragi artinya Sunya adalah sunyi dan ragi adalah raga (tempat betapa atau bertawasul).  

Gua ini menarik perhatian karena bangunannya unik dan terletak di tengah Kota Cirebon, dibangun pada tahun 1529-1884 oleh keturunan Sunan Gunung Jati juga berasal dari keraton Kasepuhan, dengan memiliki luas 15 hektar yang dibangun disebuah danau besar dengan dikelilingi pohon jati. Namun, saat ini danau sudah mengering tidak seperti dahulu.
 
Arsitektur Bangunan yang Unik
Bangunan terbuat dari batu dengan pola, gaya ataupun corak terlihat percampuran gaya arsitektur dari Indonesia, Eropa, Cina, juga gaya Timur Tengah. Menurut salah satu pemandu ternyata ada mitos yang beredar bahwa seluruh bangunan terbuat dari batu karang diambil dari pantai selatan dan konon bangunan ini ditempel dengan putih telur lho.
 
Keunikan bangunannya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal bahkan sampai pengunjung manca negara. Sebelum adanya pandemi COVID-19 sebanyak 50 sampai 100 orang disetiap harinya, sedangkan ketika liburan pengunjung meningkat 2x lipat lebih banyak.

Sebelum pandemi pada tahun 2019 juga pernah mengadakan Festival Budaya Sunyaragi atau Sunyaragi Culture Festival yang memadukan sejarah, seni, dan budaya yang dikemas dalam satu kesatuan. Namun setelah adanya pandemi jumlah pengunjung berkurang, dan sangat memperhatikan mengenai protokol kesehatan guna keamanan dan keselamatan bersama. Sedangkan untuk jam operasional pukul 08.00 – 17.00 pada Weekday dan pada Weekend pukul 08.00 – 18.00 dengan harga tiket yang terjangkau.
 
Bagian dan Fungsi Gua Sunyaragi
Dengan luasnya Gua Sunyaragi terbagi menjadi 12 bagian Gua dengan fungsi yang berbeda pada masing-masingnya, yaitu : Gua Langse sebagai tempat bersantai. Gua Peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh. Gua Arga Jumud sebagai tempat berkumpulnya orang penting keraton. Gua Padang Ati sebagai tempat bersemedi.

Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng daei jabatan.
Gua pengawal sebagai tempat berkumpul para pengawal sultan. Gua Pandekemasang sebagai tempat untuk membuat senjata tajam. Gua Simanyang sebagai tempat pos penjagaan. Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar. Gua pawon sebagai dapur dan penyimpanan makanan Bangsal Jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih. Kompleks Mande Kemasan (sebagian bangunan sudah tidak utuh)
 
Tak heran jika Gua Sunyaragi menjadi tempat wisata yang harus dikunjungi oleh siapapun, karena bisa mengetahui sekaligus belajar sejarah, budaya juga religi, dan dari ke 12 Gua tersebut seperti Perawan Sunti, Bangsal Jinem, Gua Peteng dan Argojumut menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto. Selain itu juga bisa menikmati fasilitas lain yang ada di tempat tersebut seperti sepeda gantung dan ayunan.