Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 19 Februari 2020

Upaya Tingkatkan PAD, Kerjasama Instansi Lain Dibutuhkan


CIREBON, FC - Pemda Kota Cirebon berupaya keras untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai keterbatasan membutuhkan kerjasama dengan instansi terkait lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat menerima dan melakukan penandatanganan naskah kesepakatan bersama dengan PT Taspen (Persero) tentang Penyelenggaran Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jamiman Kematian (JKM) bagi pegawai non ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon, Pengelolaan Taman Sehati Taspen, serta Perjanjian Kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemda Kota Cirebon tentang sinergitas Program Intensifikasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Pemberdayaan Masyarakat di wilayah Kota Cirebon.

“Kami selalu berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” ungkap Azis. Upaya peningkatan PAD tersebut juga telah diupayakan di berbagai sektor.

Namun, lanjut Azis, tetap saja Pemda Kota Cirebon memiliki keterbatasan. Karenanya selama ini untuk melaksanakan pembangunan, Pemda Kota Cirebon masih sangat mengandalkan bantuan dari Pemprov Jabar dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kota Cirebon menurut Azis juga merupakan kota yang kecil dan luas yang terbatas. 

Hanya sekitar 38 ribu meter persegi dan jumlah penduduk sebanyak 360 ribu jiwa. “Namun di siang hari, jumlah penduduknya bisa mencapai 2 juta jiwa,” ungkap Azis.


Ini dikarenakan Kota Cirebon telah menjadi pusat perniagaan di 5 daerah di wilayah Cirebon. Bahkan hingga lintas provinsi, seperti dari Brebes dan Tegal. Karenanya tidak heran, lalu lintas di Kota Cirebon sangat padat.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Pemda Kota Cirebon tetap berupaya untuk meningkatkan PAD nya. “Salah satunya dengan menjalin sinergi dengan instansi terkait lainnya yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Untuk itu, Azis berterima kasih kepada PT Taspen yang sudah membangunkan taman di eks TPS yang ada di ruas Jalan Wahidin. Keberadaan taman diyakini bisa membantu Pemda untuk menata Kota Cirebon menjadi lebih indah dan hijau sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan berkunjung.

Pada kesempatan itu, Azis juga mengucapkan terima kasih kepada Bappenda Pemprov Jabar yang telah mengeluarkan program zonita pamor. 

Dengan begitu, bisa diketahui jumlah kendaran bermotor yang dimiliki warga Kota Cirebon, khususnya untuk aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon. 

Sehingga bisa diketahui secara pasti berapa pajak dari kendaraan bermotor yang sebenarnya bisa didapatkan oleh Pemda Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala PT Taspen Cabang Cirebon, Anne Rosfianti, bersyukur karena Pemda Kota Cirebon menyambut baik aturan pemerintah tentang regulasi baru, yaitu PP No 49 tahun 2018 tentang proteksi non PNS dalam hal kecelakaan kerja dan jaminan kematian. 

Sedangkan jumlah non PNS di Kota Cirebon ada sekitar 3 ribu orang.
Sedangkan Kepala Bappenda Pemprov Jabar, dr. Hening Widiatmoko, MA., menjelaskan jika ada jumlah kendaraan sekitar 188 ribu di Jabar. 

Tahun ini pajak yang ditargetkan sekitar Rp 96 miliar. Dari jumlah tersebut, 30 persennya untuk Pemda Kota Cirebon. (nur)

Soal PT Semen Gresik, Masyarakat Tuban Mendesak Ingin Bertemu Menteri BUMN


JAKARTA, FC- Perwakilan masyarakat Tuban, Jawa Timur mendesak bertemu Menteri BUMN Erick Thohir. Upaya ini dilakukan guna mencari solusi persoalan warga sekitar dari kehadiran PT Semen Gresik.

"Kami ingin bertemu Bapak Erick Thohir dan Dirut PT Semen Indonesia (induk perusahaan Semen Gresik) Hendi Priyo Santoso, karena kami ingin menyampaikan berbagai persoalan di sana.

Karena beberapa ratus kali kita aksi, tidak ada tindak lanjut pimpinan PT Semen Indonesia, dengan alasan yang tidak jelas.

Kepada Erick, mereka ingin menyampaikan tuntutan masyarakat yang mau terbebas dari polusi. Menurut Sunoto, setiap saat polusi berupa debu yang berterbangan, hadir di pemukiman warga sekitar pabrik semen itu," kata 

perwakilan masyarakat dari LSM Anak Bangsa Peduli Lingkungan (Abdul) Tuban, Sunoto, Rabu (19/2), saat berunjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Masyarakat bisa mati secara perlahan akibat kondisi ini.Mereka juga menuntut dihentikannya perusakan lingkungan di wilayah itu oleh PT Semen Gresik. Sebab kawasan Tuban terutama sekitar pabrik semen, debit airnya mulai menurun semenjak batu karst yang menjadi bahan baku semen sekaligus penyerap air, dieksploitasi tanpa henti oleh PT Semen Gresik.

"Maka dalam jangka panjang akan terjadi kekeringan, sumber air sulit. Ekosistem juga tidak berimbang, hewan seperti ular, tikus tidak bisa hidup. Penggunaan dana CSR perusahaan juga dinilai tak jelas atau tak tepat sasaran. Sebab, kata Sunoto, berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Tuban meningkat. Pada 2019, daerah itu naik di urutan kelima sebagai daerah termiskin di Jawa Timur," ujarnya.

Ini aneh, ada perusahaan BUMN raksasa di sana, tapi kemiskinan semakin meningkat. "Artinya CSR tidak tepat guna," ungkap Sunoto.

LSM Abdul juga mengkritisi reklamasi yang dilakukan PT Semen Gresik. Sunoto menilai, reklamasi yang diperintahkan dalam aturan yang ada, tak benar-benar dijalankan. Diskriminasi terhadap vendor-vendor tertentu menurutnya juga kerap dilakukan.

Di sana tidak ada reklamasi, ada pun abal-abal. Tapi di situ bukit yang masih asli, ditanami tumbuhan, lalu ditulisi 'Taman Reklamasi'.

"Hak-hak warga setempat juga disebut Sunoto tak dipenuhi perusahaan. Seperti hak untuk bekerja di pabrik semen BUMN itu. Ia mengatakan, teramat sedikit pegawai PT Semen Gresik, di luar buruh kasar, yang berasal dari warga sekitar.

Dari 100 orang warga yang melamar, bisa hanya tiga orang yang diterima. Kebanyakan berasal dari daerah lain," ujar Sunoto. (dade)

Disdik Jabar Fokus Pada Tujuh Program, Ini Kata Kadisdik..


JABAR, FC - Guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat (Jabar), tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar fokus pada tujuh program unggulan yang sesuai dengan visi Jawa Barat, yakni mewujudkan "Jabar Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi".

Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tahun 2020 di El Hotel Royale, Jln. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020).
Tujuh program unggulan tersebut, yakni Iuran Bulanan Peserta Didik (IBPD), Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU), Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Jabar Masagi, Beasiswa Jabar Future Leaders (JFL), Sekolah Terintegrasi Satu Atap, dan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.
Kadisdik menyatakan, semua program pendidikan bermuara dari program-program yang ada di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pemangunan dan Keuangan Daerah. Selain itu, perlu juga menyikapi Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Jadi, beberapa program yang dahulunya tidak ada, sekarang ada. Di Tahun 2019, kita sudah mulai melakukan penyelarasan,” ujar Kadisdik.
Selain itu, lanjut Kadisdik, program pendidikan akan terus memerlukan penyelarasan dan penyesuaian. Sehingga, program pendidikan di tahun 2021 akan mengalami perubahan cukup signifikan. Ini juga akan berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengawas, kepala sekolah, guru serta tenaga kependidikan. (nur)

Selasa, 18 Februari 2020

Pemkot Cirebon Dorong UMKM Untuk Bisa Tembus Pasar Eksapor

CIREBON, FC - Usai menerima kunjungan kerja perwakilan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negri (Kemenlu) RI, Rabu (18/2), Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyatakan jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk go internasional atau bisa menembus pasar ekspor.
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan pada agenda Sinergi Dan Outreach Diplomasi Ekonomi Dengan Stakeholders Daerah Kota Cirebon di Balaikota.
Menurut Azis, dirinya menangkap peluang dari Kemenlu RI yang siap memfasilitasi pelaku UMKM untuk ekspor.
Dijelaskan, kedatangan perwakilan Kemenlu RI ke Kota Cirebon untuk memberitahukan adanya peluang ekspor yang bisa diambil oleh kalangan pengusaha dengan bersinergi bersama Pemda Kota Cirebon.
Menurutnya, ada beberapa event di luar negeri yang menyediakan stand gratis untuk pelaku UMKM yang difasilitasi Kemenlu RI.
Sementara terkait pendanaan, tandas Azis, akan dicarikan solusi pendanaan yang berasal dari CSR atau partisipasi kalangan swasta, sebab untuk sumber dana tidak mungkin bisa ditutup dengan dana dari APBD-Perubahan.
“Info ini kami baru tahu sekarang, jadi belum bisa masuk penganggaran, maka akan dicarikan solusi lain,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementrian Luar Negeri RI, Rossy Verona menuturkan, ada banyak peluang di luar negeri yang bisa ditangkap oleh pelaku usaha di Indonesia, sebab untuk Kawasan Asia Pasifik dan Afrika terdapat 114 negara yang bisa dijadikan tujuan ekspor.
“Kami telah mendatangi sejumlah daerah seperti Aceh, Riau, Dumai dan Rembang terkait peluang ini,” tuturnya.
Rossy meminta, Pemda dapat berkolaborasi dengan Kemenlu RI untuk mendorong pelaku UMKM go internasional dengan cara melakukan pembinaan dan pemantauan terkait kemasan dan kualitas produk.
“Kami mencarikan peluang di luar negeri, dan harapannya Pemda menyiapkan UMKM unggulan yang produknya siap diekspor,” ujarnya.
Rossy menambahkan, selain memberitahukan adanya peluang ekspor, Kemenlu RI juga terus menjaring berbagai permasalahan yang dihadapi pengusaha yang memiliki orientasi ekspor.
“Program kolaborasi yang telah berjalan salah satunya dengan Blitar dan Surabaya, dan kami ingin hal itu juga berjalan dengan Kota Cirebon,” paparnya. (bam)

Warga Talun Sambut Lounching Rumah Gizi Dukung Program Pemerintah Dalam Penurunan Stunting


CIREBON, FC - Aisyiyah Kabupaten Cirebon menggelar festival rrumah gizi, dalam rangka hari gizi nasional.2019 dengan tema kolaborasi multi pihak untuk penurunan stunting, Selasa, (18/2/2020) di gedung pertemuan, Desa Sampiran, Kabupaten Cirebon.

Dalam festival rumah gizi tersebut, warda talun meyambut hangat kegiatan lounching rumah gizi program mampu Aisyiyah Kabupaten Cirebon. "Kegiatan ini untuk membantu pemerintah menurunkan stunting.

Maka yang menjadi obyek pada kegiatan tersebut adalah calon pengantin, ibu hamil, bayi di bawah usia lima tahun. Kata ketua penyelenggaraan saat memberikan sambutan dan penjelasan terkait program rumah gizi tersebut.


Panitia juga menyebut jika pada kegiatan tersebut sedikitnya melibatkan 200 peserta dan didomnasi wanita.

Sementara di lokasi kegiatan, tampak sejumlah makanan sehat, siap saji, dengan berbagai menu disajikan di rumah gizi dan menggoda selera makan setiap yang datang pada acara tersebut.


"Kami sebagai warga masyarakat sampiran menyambut baik dengan adanya lounching rumah giizi. Apagi tujuan dari rumah gizi tersebut dalam rangka membangun pemerintah daerah dalam menurunkan stunting," kata Banbang HS tokoh masyarakat Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 


Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat kecamatan, desa juga dari Pemkab dan pihak TNI/Polri (Koramil dan Polsek Talun). (din)

Senin, 17 Februari 2020

Walikota Cirebon : Pemda Dukung Perkembangan Universitas Di Kota Cirebon


CIREBON, FC - Pertumbuhan dan pembangunan pesat yang dilakukan Universitas Gunung Jati (UGJ) akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon. 

Pemerintah Daerah (Pemda) juga selalu berupaya untuk mendukung setiap perkembangan universitas yang ada di Kota Cirebon.

“Kurang dari 3 tahun, pembangunan yang dilakukan oleh civitas akademika UGJ sangat luar biasa,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, usai peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, meresmikan klinik dan apotek Cakrabuana YPSGJ serta laboratorium genetika Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ), Senin, 17 Februari 2020. 

Pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh UGJ tentu patut diapresiasi karena dampak dari pembangunan pesat yang dilakukan justru akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon.

“Pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh UGJ akan menarik minat mahasiswa yang berasal dari luar daerah untuk kuliah di Kota Cirebon,” ungkap Azis. 

Dari sini kemudian akan tumbuh rumah kos, rumah makan serta kebutuhan transportasi bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. “Perekonomian di Kota Cirebon tentu akan semakin maju,” ungkap Azis.

Karenanya, lanjut Azis, Pemda selalu mendorong dan mendukung terhadap pembangunan setiap universitas yang ada di Kota Cirebon. “Termasuk yang dilakukan UGJ kali ini,” ungkap Azis.

Apalagi UGJ menurut Azis telah berupaya keras untuk terus meningkatkan akreditasi dan kompetensi mereka hingga akhirnya bisa masuk menjadi salah satu universitas terpandang di Indonesia.

Selain itu, keberadaan klinik kesehatan yang dilengkapi dengan peralatan yang canggih, apotek dan laboratorium genetika membuat masyarakat Kota Cirebon tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk mendapatkan pelayanan tentang kesehatan. 

“Termasuk untuk memeriksa genetik misalnya, tidak perlu lagi keluar kota. Cukup di Kota Cirebon saja.Di UGJ ini, peralatannya juga canggih dan menggunakan teknologi terbaru,” ungkap Azis. 

Karena itu, Azis juga berharap ke depannya, UGJ akan semakin maju lagi tidak hanya di Kota Cirebon, namun juga secara nasional dan internasional.

Sementara itu, Rektor UGJ, Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menjelaskan jika klinik dan apotek serta laboratorium merupakan langkah awal bagi UGJ untuk bisa mendirikan rumah sakit pendidikan di UGJ. 


“Kami juga sangat berterima kasih kepada Wali Kota Cirebon yang terus menerus memberikan dukungan bagi UGJ,” ungkap Mukarto. 

Ditambahkan Mukarto, poliklinik , apotek dan laboratorium ini nantinya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh UGJ saja, namun juga terbuka untuk umum dan melayani masyarakat Kota Cirebon di bidang pelayanan kesehatan. (nur)

Sekolah Berprestasi, SDN Argasunya Masih Membutuhkan Pengembangan Ruang Kelas


CIREBON, FC - Sekolah berprestasi ini terus mengembangkan pendidikannya untuk semakin unggul di Kota Cirebon. Banyak hal yang kemudian dilakukan oleh para guru dan Kepala sekolah setempat. Diantaranya mengembangkan potensi siswa, salah satunya lewat kreasi seni dan budaya. 

"Untuk meningkatkan dan menggali potensi seni, para siswa-siswi sangat mencintai seni dan budaya, seperti qosidah dan lainnya. Sehingga potensi-potensi yang ada pada diri siswa bisa tersalurkan," terang Yusuf Hidayat, S.Pd kepada
fokuscirebon.com, Senin, (17/2/2020).

Yusuf menambahkan, SD Negeri Argasunya bukan saja ingin menempatkan seni dan budaya, seperti qosidah dan lainnya sebagai salah satu ekstrakulikuler (ekskul) yang diminati banyak siswa di sekolah ini, lebih dari itu, ingin mengangkat kearifan budaya lokal dan melestarikannya.

"Seni dan budaya yang diajarkan kepada siswa dilakukan dengan penuh perhatian dan tanggungjawab oleh para guru disini," ucapnya lagi.

Yusuf juga menegaskan, bahwa yang kita ajarkan kepada siswanya tersebut, juga untuk mengenalkan tentang seni dan budaya lainnya, ini untuk memperkaya pengetahuan para siswa tentang budaya daerah.


“Jadi selain mengenalkan budaya, manfaat lainnya adalah untuk menjaga budaya yang ada dari derasnya budaya asing dan nantinya anak-anak yang memiliki jiwa seni, kelak bisa menjadi agen pelestarian seni budaya dan akan memiliki rasa bangga terhadap budaya kita,” tuturnya.

Menurutnya peserta didik juga akan lebih bersemangat belajar apabila suatu bahan yang diajarkan tentang kreasi seni siswa sesuai dengan kebutuhan. Sumber belajar dapat berupa segala macam media yang dapat membantu serta memperkaya dan memperjelas pemahaman peserta didik terhadap seni budaya bangsa dan juga agar dapat membantu siswa memperkaya pengalaman dibidang seni budaya. 

Yusuf juga berharap, bahwa 
Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) harus berjalan selaras dan seimbang, hal itu untuk membangkitkan kesenian dan budaya yang ada, sekaligus untuk menjaga khasanah budaya dan mempromosikan kesenian yang ada di Cirebon.

"Mari terus perkenalkan seni dan budaya yang ada agar makin dikenal masyarakat kita," kata Yusuf Hidayat.

Yusuf juga menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya masih membutuhkan pengembangan ruang kelas siswa. Selain untuk memberikan kenyamanan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), juga kondisi ini yang diminta oleh para orang tua dan siswa.

"Ya, kami masih membutuhkan pengembangan ruang kelas baru, agar KBM semakin nyaman, hal ini yang diminta para orang tua dan siswa di sini," terangnya.

Saat ditanya kepada siswa, salah seorang siswa membenarkan jika masih ada kekurangan untuk ruang belajar. Siswa ingin masalah ini menjadi perhatian Pemkot dan segera bisa membangunnya.

'Kami bangga bisa bisa sekolah di sini, selain guru-gurunya penuh perhatian dalam soal prestasi sekolah, juga menuntut kami untuk menjadi siswa berprestasi di segala bidang, termasuk seni dan budaya yang kami senangi sebagai pelajaran ekstrakulikuler," tandasnya yang dibenarkan siswa lainnya. (din)