Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Maret 2020

Sukabumi Diguncang Gempa, Sejumlah Rumah Alami Kerusakan


JAKARTA, FC - Beredar di sebuah  media sosial (medsos) terkait sejumlah rumah yang rusak akibat gempa yang terjadi dan juga laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang melaporkan bahwa sedikitnya tiga warga mengalami luka ringan pascagempabumi bermagnitudo 4,9 di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3). Ketiga warga tersebut masing-masing Hanna (Laki-laki), Mimin (Perempuan), dan Andi Maulana (Laki-laki) warga Kalapa Nunggal, Sukabumi.

Selain itu, BPBD Kabupaten Sukabumi juga melaporkan bahwa gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bogor juga memverifikasi bahwa terdapat rumah yang rusak akibat gempa  di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masing-masing 1 unit rumah di Desa Gunung Bunder, 1 unit rumah di Desa Cibunian, 6 unit rumah di Desa Purwabakti, 1 unit rumah di Desa Cibitung Kulon dan 1 unit rumah di Desa Pasarean.

Berdasarkan laporan, gempa terasa di sejumlah wilayah meliputi; Kota Bogor sekitar 4-6 detik, terasa sedang hingga kuat di Kota Sukabumi sekitar 4-5 detik, terasa lemah di Kabupaten Lebak, Banten dan terasa lemah di Jakarta sekitar 5-8 detik dan terasa sedang di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Sementara ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi telah menuju ke Kecamatan Kalapa Nunggal untuk melakukan kaji cepat. Menurut laporan, kendala sementara di lapangan adalah padamnya listrik di dua desa. Namun hal itu merupakan bagian dari prosedur keamanan yang dilakukan oleh PLN terkait gempa. Di sisi lain, TRC BPBD Kabupaten Bogor juga bergerak menuju ke Kecamatan Pamijahan untuk kaji cepat.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi pada pukul 17.18 WIB tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault).


Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB


IAIN Cirebon Terpilih Menjadi Tuan Rumah Even Internasional, Icon - UCE


JAKARTA, FCKegiatan berkelas internasional akan digelar di Kota Cirebon. Pada kegiatan ini IAIN Cirebon dipastikan akan menjadi tuan rumah Icon-UCE (International Conference on University Community Enggagement).
Event internasional ini digelar tiap dua tahun, untuk mendiskusikan, memamerkan, dan meningkatkan networking penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan masyarakat terutama yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). 
Kepastian IAIN Cirebon sebagai lokasi Icon-UCE tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 752 Tahun 2020 tentang Penetapan Tuan Rumah Kegiatan The 4th Icon-UCE 2020.
"Icon-UCE 2020 akan diselenggarakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah di antaranya karena Cirebon telah memiliki best practices atas penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat yang sangat baik," terang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Arskal Salim, dalam pertemuan koordinasi penyelenggaraan Icon-UCE, di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/03/2020).
Pertemuan ini digelar antara Diktis dengan IAIN Syekh Nurjati. Hadir, Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, dan Kepala Seksi Pengabdian kepada Masayarakat, Abdul Basir, Kepala Seksi Penelitian dan Pengelolaan Hak Kekataan Intelektual, Mahrus, dan Kepala Seksi Publikasi Ilmiah, Iwan Yusuf. 
Sementara dari pihak IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tampak hadir Rektor IAIN Syekh Nurjati, Sumanta, Wakil Rektor bidang Administrasi, Adib, Kepala Biro, Subarja, Kepala LP2M, Ahmad Yani, dan beberapa ASN di lingkungan IAIN dan Diktis.
"Pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat seperti Participatory Action Research (PAR) juga lekat dengan dosen-dosen di lingkungan IAIN Syekh Nurjati," sambungnya.
Menurut Arskal Salim, Icon-UCE akan dihadiri sejumlah akademisi dari berbagai negara. Ajang ini juga akan mendiseminasikan hasil-hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan PTKI kepada para pemangku kepentingan. “Icon-UCE akan mengukur sejauhmana dampak program-program perberdayaan itu terhadap peningkatan kapasitas di masyarakat secara nyata,” papar Arskal. 
“Sejumlah pendekatan dalam kegiatan pengabdian masyarakatpun akan didiskusikan dalam event tersebut, sehingga pada gilirannya terdapat keterkaitan yang erat antara proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian di perguruan tinggi kita,” lanjutnya.
Rektor IAIN Syekh Nurjati, Sumanta, menyatakan kesediaan dan kesiapannya sebagai tuan rumah Icon-UCE. “Sejumlah infrastruktur transportasi untuk menuju Cirebon, saat ini sudah representatif. Bandara International Kertajati, stasiun kereta api, dan akses perjalanan tol sudah tersedia. Demikian juga ketersediaan hotel, kuliner, dan wisata religi, serta pusat-pusat pendidikan dan pondok pesantren serta desa-desa binaan juga sangat lengkap. Intinya, IAIN Cirebon dan masyarakat Cirebon dengan melibatkan pemerintah daerah sekitar insya Allah akan siap menjadi tuan rumah,” ungkap Sumanta.
Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menyatakan Icon-UCE 2020 di IAIN Cirebon ini merupakan event kali keempat. “ICON-UCE pertama tahun 2014 di UIN Alauddin Makassar. Disusul tahun 2016 di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan tahun 2018 di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang,” ungkap Suwendi.
Dia berharap Icon-UCE tahun ini akan melahirkan terobosan akademik dalam penguatan pemberdayaan masyarakat di kampus. Pada aspek penguatan metodologi misalnya, metodologi pemberdayaan masyarakat itu memiliki varian yang sangat banyak; ada PAR (Participatory Action Research), CBR (Community Based Research), ABCD (Asset Based Community Development), Service Learning dan lain-lain. Beberapa metode pemberdayaan itu belum menjadi disiplin pengetahuan yang diajarkan secara khusus di lingkungan PTKI. Sementara program pemberdayaan masyarakat dan praktik Kuliah Kerja Nyata sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat setiap tahun bahkan setiap semester selalu diselenggarakan. Hal ini perlu didiskusikan, dimatangkan, dan diberikan catatan kritis bagaimana metodologi pemberdayaan ini didiseminasikan kepada mahasiswa dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.

“Jika sebelum riset kita diwajibkan untuk menguasai metodologi risetnya, maka sebelum turun melakukan program pemberdayaan masyarakat dan KKN, maka perlu diberikan pengetahuan metodologi pemberdayaan masyarakat secara memadai,” jelas doktor lulusan UIN Jakarta.
Icon-UCE rencananya diselenggarakan pada pertengahan Juni 2020. Para akademisi dan aktivis pemberdayaan masyarakat dari dalam dan luar negeri akan diundang dalam kegiatan ini, termasuk di antaranya melalui call for paper terseleksi. (din)

Selasa, 10 Maret 2020

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Musnahan Barang Bukti Jenis Shabu


JAKARTA, FC - Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan pemusnahan barang bukti Narkotika sejenis Shabu, Selasa (10/3), saat acara Konferensi Pers, di Lapangan Promoter Polres Pelabuhan Tanjung.

Pemusnahan Barang Bukti yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, S.I.K., dengan didampingi oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si. Hadir dalam pemusnahan barang bukti Narkotika, yaitu Kejaksaan Negeri Jakarta Utara diwakili oleh Kasubsi Pra Penuntutan Iskandar, S.H., M.H, Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Suhadin, Puslabfor Mabes Polri Iptu Amel, S.Si, KPU Bea Dan Cukai Tanjung Priok diwakili Kepala Seksi Penindakan, Irwan Patonding, Perwakilan dari IPC PT. Pelindo dua Cabang Tanjung Priok, Makmur, dan Pos Bantuan Hukum Jakarta Utara Nursugiyatmi, S.H.

Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok memusnahkan ribuan barang bukti narkoba dari berbagai jenis, hasil pengungkapan bekerja sama dengan Bea Cukai, Pelindo, dan PT Pelni Pelabuhan Tanjung Priok dari bulan November 2019 hingga Februari 2020. "Barang bukti yang dimusnahkan dengan cara dibakar dan diblender kemudian dimasukkan ke dalam air, diantaranya 4640 gram sabu-sabu, 18585 butir ekstasi, dan 3430 gram ganja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes POL Yusri Yunus, S.I.K.

Total harga dipasar gelap Narkotika Rp. 18.582.790.000 dan dapat berpotensi menyelamatkan orang korban narkoba sejumlah 133.275 orang.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si, mengatakan empat orang tersangka yang diduga sebagai bandar dan pengedar narkoba, diantaranya JS, HK, MS, dan IS yang merupakan jaringan narkoba antar pulau, jaringan Aceh-Kepri-Jakarta, Jaringan Kepri-Madura, dan Jaringan Kepri-Jakarta.

"Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 114, pasal 112, pasal 132 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun dan maksimal hukuman mati," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si. (dade)

Majelis Sholawat Basyairul Khairaat Akan Dibuka Di Desa Sampiran Talun


TALUN, FC - Dalam waktu dekat ini, Desa Sampiran, akan dibuka Majelis Sholawat Basyairul Khairaat, karangan Syekh Abdul Qodir Al Jalani, RA. "Insya Allah dibuka di bulan Syawal 1441 H, di lapangam tengah PGB/baperkam, Blok Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Panitia majelis juga tokoh masyarakat, Bambang HS mengatakan, bahwa kegiatan Majelis Sholawat Basyairul Khairaat ini akan dilakukan setiap bulan (sebulan sekali).

Sementara tujuan pembukaan majelis ini membina dan mengembangkan ajaran islam dalam rangka membentuk  masyarakat betaqwa kepada Allah SWT dan mencintai Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya serta alim ulama penyambung dakwah Rasulullah SAW.

Kemudian tujuan berikutnya sebagai ajang berlangsungnya silaturrahmi massal yang dapat menghidup suburkan dakwah dan ukhuwah islamiyah. Juga sebagai sarana dialog yang berkesinambungan antara ulama dengan umat.

Tujuan lainnya media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat khususnya dan bangsa pada umumnya. Selain itu bertujuan sebagai sarana kegiatan yang positif untuk anak muda aebagai generasi peneru ya g berakhlakul karimah.

"Acara pada pembukaan majelis ini nanti, dianyaranya tahlil, sholawat Basyairul.khairaat, tausiyah, ksmudian doa penutup. Dan majelis ini adalah majelis milik bersama," ucap Bambang.


Bambang juga menjelaskan, bahwa keuangan majelis ini didapat dari keuntungan penjualan produk-produk Merchandise Majelis.


"Untuk kelancaran kegiatan ini, kami membuka bantuan lain (pihak luar), baik bantuan dana, barang maupun tenaga dari seluruh warga demi segera terselesainya pembangunan sekretariat majelis ini," ucap Bambang. (nur)

Senin, 09 Maret 2020

Menristek Resmikan Penamaan Gedung I dan II BPPT, Berikan Penghargaan Bagi Para Tokoh Berjasa


JAKARTA, FC - Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN, Bambang P.S. Brodjonegoro, didampingi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, meresmikan penamaan Gedung  I dan II BPPT, menjadi Gedung Soedjono Djoened Poesponegoro untuk Gedung I, dan Gedung B.J. Habibie, untuk Gedung II, Senin (9/3), di Kantor BPPT, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan penamaan gedung baru merupakan penghargaan bagi tokoh bangsa, yang memiliki jasa besar dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.

"Soedjono adalah Menteri Riset Pertama di Indonesia, dan BJ Habibie, adalah Bapak Teknologi Bangsa yang juga Presiden Ketiga RI. Habibie jugalah yang menjadi pendiri BPPT," kata Hammam.

Keduanya merupakan tokoh teknologi Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengkajian dan penerapan Iptek, untuk kemajuan bangsa Indonesia pada eranya masing-masing.

Prif. Dr. Soedjono Djoened Poesponegoro menjabat sebagai Menteri Riset Tahun 1962 sampai tahun 1966, di bawah Kabinet Kerja III, Kerja IV, dan Dwikora I.

"Adapun pada saat itu, Menristek bernama Menteri Urusan Research Nasional, yang berada dibawah Menteri Kordinator Kompartemen Pembangunan," ujarnya.
                      
Lebih lanjut, kata Hammam mengungkapkan Soedjono merupakan tokoh ilmuwan Indonesia terkemuka serta pionir dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia baik di bidang kedokteran serta beberapa cabang ilmu pengetahuan lainnya.

Prof. B.J Habibie adalah sosok yang mengabdi selama 20 tahun sejak 26 Maret 1973 hingga 16 Maret 1998, sebagai Menteri Negara Riset, dan Teknologi, merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
                   
"Habibie pun kemudian diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia ketiga, setelah sebelumnya menjadi Wakil Presiden Kabinet Pembangunan VII. Dikatakan Kepala BPPT, bahwa pihaknya juga memberi nama Auditorium BPPT sebagai Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo. Soemitro adalah Menteri Negara Riset RI, pada Kabinet Pembangunan II, 28 Maret 1973 sampai 28 Maret 1978," ungkap Hammam.
         
Sementara itu, kata Hammam mengatakan kiprah Soemitro sebagai Menristek di era awal masa pembangunan Indonesia pun sangat besar, karena Soemitro merupakan sosok pendorong awal mula tumbuhkembangnya pengusaha lokal di Indonesia ini. (dade)

IAIN Batusangkar Sumatra Barat Buka Kerjasama Dengan IAIN Cirebon

KERJASAMA : IAIN Batusangkar, Sumatra Barat dan IAIN SNJ Cirebon, Jawa Barat, membuka kerjasama di Bidang Pendidikan, Pertukaran Dosen dan lainnya. Kegiatan MoU tersebut berlangsung  di Ruang Rektorat,  lantai 3,  kampus IAIN Cirebon, Senin (9/3/2020).

PERJUANGAN, FC - Kunjungan IAIN Batusangkar, Sumatra Barat ke IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Jawa Barat, Senin (9/3/2020) mendapat sambutan hangat dari seluruh pimpinan IAIN SNJ Cirebon. Kunjungan ini dalam rangka penandatangan nota kesepahaman antar kedua perguruan tinggi negeri.

Dalam diskusi di ruang Rektorat IAIN SNJ Cirebon, Lantai 3, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyampaikan bahwa pada kedua perguruan tinggi ini ada kesamaan yakni sama-sama tengah berjuang untuk transformasi dari IAIN ke UIN.

Selain itu, kata Sumanta, pada pertemuan ini juga dimungkinkan ada banyak informasi dari kedua perguruan tinggi yang juga bisa dikerjasamakan. 

Terkait IAIN Cirebon, Sumanta juga menjelaskan sedikit perjalanan sejarah pendidikan yang digagas Syekh Nurjati hingga banyak mahasiswa luar negeri yang datang ke Cirebon saat itu.

"Atas nama jajaran pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kami mengucapkan terimakasih atas kunjungan ini dan memang kami memiliki kesamaan terkait misi transformasi ke UIN juga kesamaan lainnya dan ini bisa kita bangun melalui kerjasama," paparnya.

Sumanta juga menjelaskan, penandatangan nota kesepahaman ini dapat dijadikan sarana untuk sharing berbagai informasi dari kedua kampus. 

"Baik IAIN Syekh Nurjati Cirebon maupun IAIN Batusangkar sama-sama tengah berupaya untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)," kata Sumanta.

Dari pertemuan ini, Sumanta berharap nota kesepahaman bisa dibreakdown oleh fakultas dan lembaga, salahsatunya dengan melakukan pertukaran dosen atau berbagai hal lainnya untuk peningkatan mutu semua unit di kedua kampus.

"Dengan penandatangan kerja sama ini tentu kita saling mendapatkan program-program yang infotif untuk pengembangan ekonomi syariah. Seperti halnya zakat, infaq, sodaqoh yang telah dilakukan IAIN Batusangkar," tuturnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Batusangkar, Dr H Kasmuri MA menjelaskan, jika kampus yang dipimpinnya saat ini memiliki 4 mahasiswa luar negeri, yakni dari negara Kamboja. Karena saat ini umat Islam di negara tersebut memang tengah membutuhkan bantuan, khususnya perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Terkait MoU ini, Kasmuri menjelaskan, bahwa dari kerjasama kedua perguruan tinggi banyak yang bisa dikembangkan, baik itu di bidang pendidikan, tukar menukar dosen, maupun penulisan jurnal, dan lain sebagainya.

"Saya melihat IAIN Cirebon juga kemajuannya sangat pesat, banyak akreditasinya dan kemajuan jumlah mahasiswanya sangat pesat yang mungkin bisa ditiru IAIN Batusangkar. Melalui kerja sama ini mungkin ada yang bisa ditiru IAIN Cirebon dari IAIN Batusangkar, maupun IAIN Batusangkar meniru IAIN Cirebon. Dari kerja sama yang urgen untuk dilaksanakan mungkin tukar menukar dosen dan KKN mahasiswa," paparnya.

Kasmuri juga mengajak Rektor IAIN Cirebon untuk membuka mahasiswa luar negeri, seperti dari Negara Kamboja, yang selama ini sudah menjadi mahasiswa IAIN Batusangkar dan biaya sepenuhnya ditanggung Batusangkar.


"Jika pak rektor berminat, kami bisa membantu untuk membuka komunikasi ini," kata Kasmuri, Rektor IAIN Batusangkar mengajak Rektor IAIN Cirebon untuk menerima mahasiswa luar negeri. (din)



Kepsek SMPN 2, Tinjau Fasiltas Sekolah Yang Rusak

Kepsek SMPN 2 Kota Cirebon, Dr Hj Ani Rusnaneni MPd bersama staf bagian Sarpras Sekolah meninjau sejumlah fasilitas sekolah yang rusak. 
CIREBON, FC -  Dr Hj Ani Rusnaeni MPd yang baru beberapa hari menjadi Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Cirebon, bersama bagian Sarpras sekolah langsung meninjau sejumlah fasilitas sekolah yang rusak. 

Ani Rusnaeni berharap, sekolah yang memiliki visi 'unggul dalam mutu, teruji dalam prestasi dengan dilandasi iman dan taqwa' ini, bisa menjadi sekolah percontohan dengan fasilitas yang baik dan mencukupi.

Ani bersama bagian Sarpras sekolah terlihat tengah berkeliling sekolah meninjau kondisi fasilitas yang dimiliki SMPN 2 Kota Cirebon. 

Sambil menunjuk ke aras plafon atap luar kantornya, tampak lobang besar terlihat mata telanjang dan membuat pemandangan kurang sedap bagi yang berkunjung ke SMPN 2 Kota Cirebon.

Dengan kondisi tersebut, Ani berharap ada segera upaya perbaikan agar fasilitas gedung sekolah pada bagian atap tersebut  tidak bertambah rusak.

"Dalam wawasan wiyatamandala, sekolah itu merupakan lingkungan pendidikan dan kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggungjawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolah, dan antar guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan," paparnya.


Unuk itu Ani Rusnaeni berharap, dalam upaya melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar yang efektif dan efesien untuk mendapat kan hasil yang optimal, maka seluruh fasilitas sekolah, idealnya harus baik untuk menunjang unggul dalam mutu dan teruji dalam prestasi, tandasnya. (din)