Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 Mei 2020

Berbagai Kajian Tetap Jalan, PSGA dan LP2M IAIN Cirebon Menyiasati Melalui Diskusi Online


CIREBON, FC - Kondisi distansing sosial dan PSBB, tak membuat IAIN Cirebon berhenti untuk beraktifitas.  Berbagai kajian tetap dilakukan, seperti kegiatan diskusi online yang digelar Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN SNJ Cirebon. 

Pada kegiatan ini, salah satu tema tentang perempuan dari berbagai sudut menjadi menarik yang dapat dikaji melalui diskusi online. PSGA melalui melalui perangkat yang ada, mencoba ikut membedah tema ini dengan menghadirkan narasumber DR Hj Septi Gumiandari MAg dan DR Didi Junaedi MA dengan moderator Muhsin Riyadi MA pada Senin (11/5/2020), melalui aplikasi zoom.

Ketua PGSA IAIN Cirebon, Ery Khaeriyah SAg MA mengatakan, meski ruang terbatas, PSGA tetap melakukan kajian dengan perangkat yang ada. "Terima kasih atas partisipasi dan supportnya dalam diskusi online PSGA, nanti kita lanjutkan lagi di waktu yang sama dengan link berbeda, dan Insya Allah nanti kami bagikan lagi," katanya.

Sementara Ketua LP2M IAIN Cirebon, DR H Ahmad Yani MAg mengaku bangga dan menyampaikan apresiasinya. Pihaknya mendukung penuh kajian keilmuan berbasis online. Hal itu sejalan dengan fungsi Perguruan Tinggi sebagai pusat pendidikan. (din)





Minggu, 10 Mei 2020

BAZNAS Dorong Masyarakat Khusus Mitra Binaan Untuk Terus Berinovasi


JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong masyarakat khususnya mitra binaan untuk terus berinovasi dalam himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Melalui BAZNAS Microfinance Desa, Kelompok Mitra Bersama 14 asal Kelurahan Manggis Ganting, Bukittinggi, Sumatera Barat, yang merupakan binaan BAZNAS beralih profesi baru dengan memproduksi masker yang saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat saat pandemi.

Awalnya para anggota kelompok merupakan pengusaha konveksi dan bordir. Namun akibat adanya pandemi Covid–19, omset usahanya mengalami penurunan mencapai 80 persen. Dari yang sebelumnya bisa mendapatkan omset Rp8.000.000 perbulan, turun menjadi Rp2.000.000.

Kepala BAZNAS Microfinance, Noor Aziz mengatakan sebagai pendamping usaha, BAZNAS berupaya untuk menjaga para kelompok binaan agar tetap mandiri dan produktif dalam kondisi krisis Covid-19. Produksi masker kain menjadi peluang yang sangat memungkinkan untuk dijalankan disamping kebutuhan di masyarakat yang masih tinggi.

“Saat ini mitra binaan BAZNAS sudah mampu memproduksi 1.500 masker selama dua pekan. Selain penjualan dilakukan di kota Bukittinggi, pemasaran juga dilakukan hingga Bandung, Jawa Barat melalui pemasaran online. Omset yang telah diperoleh selama dua pekan menjalankan usaha mencapai Rp5.840.000. Jumlah ini meningkat jika dibandingan dengan pendapatan per bulan pada usaha sebelumnya,” kata Noor Aziz, Minggu (10/5).

Noor Aziz menambahkan masker yang dihasilkan oleh kelompok Mitra Bersama 14 merupakan masker kain sesuai dengan standar anjuran pemerintah yang dapat menutupi hidung hingga dagu.

“Pendamping lapangan dari BAZNAS juga memperhatikan kualitas hasil masker yang akan dijual ke masyarakat. Harapannya dengan situasi seperti ini, kelompok dapat memproduksi masker dengan jumlah besar untuk mengakomodir kebutuhan pasar dalam upaya pencegahan Covid-19, sekaligus dengan begitu dapat meningkatkan omset pendapatan kelompok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan, Randi Swandaru mengatakan BAZNAS terus memaksimalkan potensi usaha setiap mustahik agar tetap stabil di tengah krisis, sembari tetap  menyumbang manfaat kepada masyarakat.

“BAZNAS berkomitmen akan mendampingi mustahik dalam kondisi apapun. Semoga usaha ini bisa semakin berkembang untuk menggerakkan kembali roda ekonomi para mitra binaan dalam kondisi pandemi ini,” ungkap Randi.

Pendamping dari BAZNAS Microfinance bersama Kelompok Mitra Bersama 14 saat memproduksi masker di Kelurahan Manggis Ganting, Bukittinggi, Sumatera Barat. (dade)

Melalui Halaqah Virtual, HMJ IQTAF IAIN Cirebon Angkat Tema Membumikan Alqur'an


CIREBON, FC - Dalam rangka memperingati hari besar Islam Nuzulul Qur’an, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar Halaqah Virtual.

Kegiatan yang berlangsung di WhatsApp Grup (WAG) itu mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Upaya Membumikan Alqur’an. Minggu, (10/5/2020).

Dini Suryani, Ketua Pelaksana mengatakan, Dengan mengingat dan memperingati Nuzulul Qur'an merupakan suatu hal yang harus diingat dan terus selalu ada dalam hati.

“Seperti yang kita ketahui, peristiwa ini merupakan peristiwa besar, yakni turunnya Alqur'an atas kebesaran Allah dan terdapat Rahmat serta karunia didalamnya,”. Katanya.

Oleh karenanya, lanjut dia, bukan saja merayakan atau mengingat saja, tetapi harus kita pupuki keimanan kita dengan selalu belajar dan belajar serta memahami Alqur'an.

Ketua HMJ-IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil mengungkapkan, Agen perubahan yang melekat pada diri mahasiswa harus juga diaplikasikan dalam mengamalkan ajaran Alqur’an kepada masyarakat.

“Akhir-akhir ini, sering kita jumpai orang-orang yang tanpa dasar menafsirkan Alqur’an, ia hanya dilandasi nafsu belaka. Maka dari itu, mahasiwa khususnya mahasiswa Ilmu Alqur’an dan Tafsir harus bisa menyajikan isi Alqur’an dengan moderat dan menyejukkan,” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, MA, M.S.I berpesan, selain memperingati Nuzulul Qur’an, kajian ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk kelak terjun di masyarakat.

“Jika sudah dilandasi pemahaman yang moderat, tentu kedepan bakal menyajikan pemahaman Alqur’an yang sejuk kepada masyarakat,”. Katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Ahmad Royhan Firdausy selaku pemateri kajian menyampaikan, Seorang mahasiswa harus berani untuk tampil di masyarakat untuk berbagi apa yang sudah dipelajari.

“Karena, sangat disayangkan jika ilmu-ilmu tersebut hanya bertumpuk dalam lembaran dan terpaku pada sebuah teori saja, sedangkan orang-orang di sekitarnya dibiarkan dalam kesesatan”. Ujar alumni Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta itu.

Ia menegaskan, tentunya jalan dakwah yang dipilih ini haruslah sejuk, damai, menginspirasi dan memotivasi. 

“Mahasiswa memiliki peran penting bagi Agama, negara dan bangsa. Langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk ikut andil memberikan perubahan ke arah yang lebih baik ini ialah dengan meningkatkan ibadah kepada Allah Swt. dan kepedulian kepada sesama tanpa memandang latar belakang agama, aliran, organisasi dan sebagainya”. Katanya.


Ia melanjutkan, Jika hal sederhana tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka ia akan menjadi mahasiswa Qur’ani yang sanggup membumikan nilai-nilai Alqur’an dalam kehidupan. (din)

Jumat, 08 Mei 2020

PermataBank Menunaikan ZIS Dalam Kondisi Pandemi Covid-19


JAKARTA-- PermataBank menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) sebesar Rp21.104.046.148 melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Karena dalam kondisi pandemi dan untuk menjalankan protokol pencegahan Covid-19, penyerahan pembayaran zakat dilakukan secara simbolis, secara online dan disiarkan secara live melalui kanal youtube BAZNAS TV, Jumat (8/5).

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Herwin Bustaman selaku Direktur Unit Usaha Syariah sekaligus sebagai Dewan Pengawas UPZ PermataBank, didampingi Komisaris Independen PermataBank sekaligus dewan Pembina Haryanto Sahari, dan Dewan Pengawas Syariah Unit Usaha Syariah PermataBank Prof Dr Jaih Mubarak, sekaligus sebagai Dewan Pengawas serta Habibullah, selaku Ketua Pengurus UPZ PermataBank, kepada ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA. CA, dengan didampingi oleh Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta.

Herwin menyampaikan “Dana ZIS ini berasal dari stakeholder PermataBank Syariah, dan program-program penyalurannya merupakan bentuk kepedulian PermataBank kepada masyarakat dan lingkungan. Dana ini dikelola secara transparan melalui kerjasama dengan Badan Amil Zakat yang memiliki reputasi dan pengalaman dalam pengeloaan dana zakat dan dana lainnya.”

Pembayaran zakat PermataBank ke BAZNAS ini merupakan yang pertama kalinya setelah lebih dulu mereka membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. UPZ ini berfungsi untuk melayani dan memudahkan para karyawan dan nasabah menunaikan zakat, infak dan sedekah mereka.

Bambang Sudibyo menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya UPZ PermataBank yang langsung menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. BAZNAS akan mengoptimalkan dana yang terhimpun ini sehingga semakin banyak mustahik yang menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual.

“Terima kasih kepada PermataBank atas kepercayaannya untuk menuaikan ibadah Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS. Meskipun saat ini sedang dalam kondisi yang sulit karena pandemi Covid-19, PermataBank tetap berkomitmen menunaikan kewajiban zakatnya. Semoga UPZ PermataBank mampu menjalankan perannya dengan maksimal dalam mengelola lebih zakat, Infak dan Sedekah,” kata Bambang.

Langkah dari PermataBank ini diharapkan dapat menginisiasi perbankan, maupun perusahaan lainnya untuk bisa mendorong karyawan dan keluarga besarnya menunaikan zakat melaui BAZNAS. BAZNAS terus berupaya berjuang untuk menjalankan amanah dalam mengelola zakat dan mendistribusikannya kepada mustahik yang memerlukan.

"Dalam momentum krisis Covid-19, semoga Zakat, Infak, dan Sedekah dari PermataBank ini dapat membantu dalam penanganan Covid-19 dan juga meringankan beban masyarakat yang terdampak lewat program-program yang telah dijalankan oleh BAZNAS. UPZ menjadi salah satu bagian dari pengumpulan zakat yang terus mengalami peningkatan dari segi penghimpunan karena meningkatnya kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Diharapkan pengelolaan zakat makin efektif dan efisien, sehingga semakin banyak lagi masyarakat yang membutuhkan dapat dibantu lewat gerakan zakat. Zakat adalah bagian penting yang wajib dijalankan oleh umat Islam. "Semoga Zakat dari PermataBank membawa keberkahan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Bambang. (dade)

Kamis, 07 Mei 2020

BAZNAS Bantu Anak-Anak Yang Tak Bisa Belajar Di Sekolah Akibat Pendemi Covid-19


JAKARTA, FC-- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut membantu anak-anak yang tak bisa belajar di sekolah akibat pandemi Covid-19 dengan cara memfasilitasi belajar di rumah di Desa Ndoriwoy, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan edukasi itu berlangsung menarik karena anak diajak belajar dengan cara yang bebeda, yakni melalui media gambar.

Awalnya, anak-anak diberi kertas bergambar yang berisi informasi dasar tentang Covid-19, kemudian anak diminta untuk mewarnainya. Gambar yang diberikan pun bervariasi, yakni gambar berbentuk virus corona, gambar dari akibat jika terjangkit virus corona, dan gambar cara melakukan pencegahan Covid-19.

Kegiatan belajar tak hanya sebatas mewarnai, namun anak-anak juga diberi penjelasan dari masing-masing kertas gambar yang mereka terima. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini tentang bahaya virus corona dan cara melakukan pencegahannya kepada anak.

Program BAZNAS melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) ini mendapat apresiasi penuh dari warga setempat. Tercatat 20 anak mengikuti acara ini dengan didampingi para orangtuanya. Mereka pun dengan antusias dan semringah mengikuti panduan yang diberikan dan berhasil menyelesaikan gambar dengan baik. Setelah selesai, gambar yang sudah diwarnai dapat dibawa pulang dan bisa dipasang di rumah masing-masing.

Kepala Lembaga ZCD Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tatiek Kancaniati, mengatakan pihaknya ingin agar kegiatan ini bisa berguna dan berkelanjutan di tengah pandemi Covid-19. Ia juga berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para keluarga bisa lebih intens menjaga dan mengedukasi anak tentang kesehatan dan pengetahuan terkait virus corona. "Kegiatan ini sebagai pendukung tambahan bidang pendidikan yang dilakukan inisiatif sahabat ZCD yang ke depannya akan berkelanjutan," kata Tatiek, Kamis (7/5).

Proses edukasi ini juga sebagai upaya preventif untuk mengajak anak terus aktif belajar, dan memberi kesempatan kepada orangtua untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan anak-anaknya. "Pasalnya, selama ini, anak-anak tersebut minim memiliki ruang edukasi tentang virus corona dan cara pencegahannya. Kegiatan serupa seperti ini rencananya akan dilakukan kembali di dusun-dusun lain sebagai ajang edukasi bagi anak di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Randi Swandaru menambahkan, dalam upaya mengantisipasi krisis Covid-19, dia menekankan perlu adanya upaya dalam membantu anak mendapatkan pendidikan yang layak, meski tak bisa ke sekolah.

"Program ini merupakan upaya BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak di masa pandemi corona di Indonesia. Kegiatan positif harus terus digaungkan agar menambah kepercayaan diri masyarakat untuk bisa keluar dari situasi sulit seperti sekarang ini," ungkap Randi.

Pendamping BAZNAS membantu anak-anak mustahik mengenal bahaya Covid-19 dengan memfasilitasi belajar lewat gambar di Desa Ndoriwoy, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. (dade)

Walikota Cirebon Monitoring Sejumlah Pusat Perbelanjaan dan Mall

Walikota Cirebon saat melakukan kegiatan monitoring di sejumlah pusat perbelanjaan dan Mall
CIREBON, FC -  Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat diberlakukan pada 6 Mei 2020 lalu, di hari ke dua, pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon, Walikota Drs H Nashrudin Azis SH memonitor sejumlah pusat perbelanjaan dan mall.
PSBB sendiri akan berakhir pada 19 Mei 2020 mendatang.
"Tujuan monitoring ini untuk  memberikan pemahaman bahwa semua toko wajib tutup kecuali yang mendapat pengecualian seperti toko yang berkaitan dengan kebutuhan pokok, makanan dan kesehatan," kata Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH, Kamis (7/5/2020).
“Restoran masih bisa tetap buka asal hanya melayani pembeli take away (dibungkus),” ujar Azis.
Azis mengatajan, toko-toko yang telah dikunjungi akan dipantau, jika mereka tidak mematuhi aturan PSBB maka diambil langkah tegas.
Dari hasil monitoring, kata Azis,  pemilik usaha masih bingung, toko miliknya masuk kategori yang ditutup atau mendapat pengecualian, maka dari monitoring ini semua diberikan pemahaman dan penjelasan.
“Masih kami temukan ketidakdisiplinan terhadap PSBB, maka kami mengajak partisipasi masyarakat untuk disiplin,” jelasnya.
Azis juga menegaskan, yang lebih penting dari stuasi ini adalah kesadaran masyarakat tentang PSBB sebagai upaya penting dalam pencegahan penyebaran virus Covid 19. (Olan)

Kios Pakaian Di Pasar Celancang Terbakar, Tiga Unit Mobil Damkar Dikerahkan


CIREBON, FC – Pasar tardisional di Desa Purwawihangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, tiba-tiba ramai orang. Pasalnya, satu unit kios pakaian di Pasar Celancang tersebut terbakar. 
Api yang terus membesar dan menggumpalkan asap hitam ke udara ini, akhirnya mampu ditaklukan setelah didatangkan tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar).
Sekitar 1 jam, petugas Damkar berjibaku memadamkan kobaran api, yang dibantu pihak TNI/Polri dan petugas lainnya.
Peristiwa terbakarnya kios pakaian itu sendiri terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (6/5/2020) malam. Belum ada keterangan resmi apa penyebab terbakarnya kios pakaian tersebut. 
Namun berdasarkan informasi di lapangan, diduga api berasal dari  instalasi listrik yang sudah lama, sehingga menyebabkan arus pendek.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun arus lalu lintas di jalur Cirebon-Indramayu beberapa semoat terjadi kepadatan kendaraan, akibat banyaknya warga yang datang ke lokasi kebajaran, sehingga arus lalu lintas beberapa menit harus berjalan merayap. (Pai)