Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 November 2020

HUT KORPRI, Imron Minta Pelayanan Masyarakat Dipercepat

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg


FOKUS CIREBON, (FC) -Pelayanan publik menjadi perhatian Bupati Cirebon, Drs H. Imron, M. Ag dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 KORPRI. 

Dalam sambutan saat pelaksanaan upacara HUT KORPRI di Halaman Kantor Bupati Cirebon, Imron mengingatkan kepada seluruh anggota KORPRI, untuk meningkatkan kinerja, terutama dibidang pelayanan publik. 

Imron juga mendorong kepada seluruh anggota KORPRI untuk bisa berinovasi dan melakukan terobosan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Bahkan Imron tidak segan-segan meminta agar pelayanan kepada masyarakat yang menyulitkan, bisa lebih dipermudah dan dipangkas. 

"Kecepatan melayani, menjadi kunci reformasi birokrasi," ujar Imron, Senin 30 November 2020.

Imron juga menegaskan, bahwa tugas birokrasi bukan hanya sekadar melayani, tapi juga memastikan masyarakat bisa terlayani dengan baik. 

Selain itu, pelayanan yang diberikan juga, harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan. Menurut Imron, saat ini bukan lagi saatnya pelayanan hanya berorientasi pada prosedur saja. 

"Namun harus lebih berorientasi pada hasil nyata. Sehingga, pelayanan harus dipercepat dan dipermudah," kata Imron. 

Ketua KORPRI Kabupaten Cirebon Iis Krisnandar menuturkan, ada sejumlah agenda kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Ke-49 KORPRI ini. 

Diantaranya, yaitu kegiatan bakti sosial untuk sejumlah panti di Kabupaten Cirebon. Selain itu, ada juga penyerahan kadedeuh untuk 591 anggota KORPRI yang sudah purna bakti. "Totalnya mencapai Rp 10Miliar," ujar Iis. 

Iis juga mengatakan, selain KORPRI dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, KORPRI juga harus jadi perekat bangsa. (Nur)

Minggu, 29 November 2020

HMJ IFTAQ IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Jurnalisme Wasathiyah: Membicang Jalan Tengah Idealisme dan Bisnis Media Arus Utama

FOKUS CIREBON, (FC) - Kajian al-Qur’an memang lah universal, ia tidak hanya melulu bergulat di kajian Agama saja. Namun juga pada kajian-kajian non agama, salah satunya tentang media.

Demikian disampaikan oleh Dr. H. Hajam, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sykeh Nurjati Cirebon saat membuka acara Rihlah Jurnalistik yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) pada Sabtu, 28 November 2020.

Acara yang berlangsung via zoom meeting itu mengusung tema “Jurnalisme Wasathiyah: Membicang Jalan Tengah Idealisme dan Bisnis Media Arus Utama” itu dihadiri narasumber Jurnalis Senior Media Indonesia Abdul Kohar, Pemimpin Redaksi Tirto.id Atmaji Sapto Anggoro dan dari Anggota Dewan Pers Asep Setiawan. 

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya, dan semoga acara ini menjadi motivator walaupun lulusan IAT tapi mampu membuat media dan jurnalistik yang sesuai dengan jati diri agama dan NKRI,” kata Hajam. 

Menurutnya, tema yang diusung sangat menarik, karena mengangkat  jurnalisme wasatiyah. Apalagi sedang muncul-munculnya ekstrimisme dan radikalisme serta peran media sangat penting agar pemberitaan media tidak ekstrim kanan atau kiri.

Abdul Kohar, selaku narasumber pertama menyampaikan, dua identitas hal antara idealisme dan bisnis bisa berjalan beriringan.  Idealisme butuh dikembangkan dan sebagai penggeraknya adalah bisnis.

“Karena itu pers harus tetap hidup berada di titik tengah. Dengan memperkuat dan fokus pada idealisme pers, pada hal-hal yang menjadi cita-cita pers didirikan,” ujar Dewan Redaksi Media Group itu.

Pasalnya, Media akan tetap hidup dalam situasi sekarang apabila bisa menjaga kuewarasan publik dengan bersikap independen,  jujur,  perspektif baik dalam masyakarat akan tetap dipercaya.

“Pers akan tetap hidup, juga idealisme harus terus berjalan dan harus hadir dalam ruang-ruang publik. Untuk tetap hidup dengan managemen yang sehat dan dengan ide-ide cemerlang,” tandasnya.

Sementara itu, Asep Setiawan selaku pemateri kedua mengatakan, ilmu jurnalisme wasatiyah ini adalah pengetahuan yang langka.

“Saya mencoba mengaitkan dan ternyata ada poin-poin secara implisit dalam kode etik jurnalistik, di sana sudah ada bagaimana jurnalisme harus mengambil jalan tengah,  sebagai mediator dengan penyambung lidah antara publik dengan stakeholder lainnya,” katanya. 

Ia menambahkan, pers Indonesia adalah wujud kedaulatan rakyat,  unsur ini sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis,” kata Anggota Dewan Pers itu.

“Selain itu, fungsi pers Nasional yaitu sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan lembaga ekonomi,” kata Asep.

Narasumber terakhir, Atmaji Sapto Anggoro, berdirinya tirto ini karena dilandasi dari keinginan naik kelas.

“Sekarang ini media berlomba untuk cepat-cepatan, tidak harus cepat cepat, karena ini multimedia boleh cepat boleh tidak, semua itu bisa dilakukan,” ungkapnya.

Ia meyakini bahwa orang kreatif tidak ingin menjadi seperti orang lain, tetapi ingin menjadi lain dari pada yang lain. (Nur)

Presiden RI Joko Widodo : Pemerintah Tengah Mempercepat Reformasi Birokrasi dan Struktural

 

Presiden RI, Ir Joko Widodo


JAKARTA, (FC) - Peringati HUT ke-49 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Presiden RI Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas semangat anggota Korpri di tengah situasi pandemi saat ini tetap menjalankan tugas pengabdian dari negara.

Di tengah kesulitan dan keterbatasan yang ada di tengah pandemi, Kepala Negara berharap agar hal itu tak menjadi penghalang bagi para ASN untuk dapat bekerja dengan sigap dan cepat.

“Saya tahu dalam menjalankan tugas dari negara pasti ditemui banyak kesulitan, pasti memiliki banyak keterbatasan. Namun, saya berharap kesulitan dan keterbatasan itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk dapat bekerja dengan sigap dan cepat untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan baik di bidang kesehatan maupun ekonomi,” ujar Presiden dalam sambutannya secara virtual sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (29/11/2020).

Ditegaskan Presiden, saat ini pemerintah harus terus mempercepat reformasi birokrasi dan struktural. Pandemi yang melanda saat ini memberi momentum perubahan fundamental dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa.

Menurut Presiden, para birokrat kini harus terbiasa memanfaatkan teknologi. Era pandemi sekarang ini adalah momentum sebagian besar birokrat harus bekerja dari rumah, mempercepat transformasi digital, serta menjadikan aparat birokrasi lebih adaptif dan lebih terampil memanfaatkan teknologi dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.

“Selain itu, reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan. Kelembagaan pemerintahan yang gemuk, tumpang tindih, dan tidak efisien harus segera diintegrasikan,” imbuhnya.

Jenjang eselonisasi yang panjang harus dapat dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan. SOP yang panjang dan kaku harus dapat diringkas dan lebih fleksibel serta berorientasi pada hasil. Konsekuensinya, kompetensi SDM aparatur sipil negara harus menyesuaikan.

Selain itu, Presiden melanjutkan, aparatur sipil negara juga harus tetap menjalankan tugas kebangsaan. Keberadaan ASN di seluruh wilayah Indonesia sampai ke pelosok perbatasan negara dan pelosok desa merupakan simpul pemersatu bangsa yang selalu mengamankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, setia menjaga dan tunduk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, terus menjaga nilai-nilai bhinneka tunggal ika, serta menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

“Keberadaan ASN di seluruh wilayah Indonesia juga harus bekerja untuk memotori pembangunan di seluruh pelosok Indonesia, menyampaikan prioritas program pembangunan nasional kepada masyarakat, aktif dalam pendidikan masyarakat, memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadi motor pembangunan dan perubahan, terutama untuk masyarakat di daerah-daerah pinggiran dan terpencil,” ucap Presiden.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden juga sekaligus mengajak seluruh anggota Korpri untuk menjadi bagian penting dari proses perubahan besar-besaran yang sedang pemerintah jalankan dan memberikan warisan berharga dalam sejarah perjalanan bangsa untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Maju. (Dade)

Pemkab Cirebon Apresiasi Pernikahan Winda-Biondi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

Prosesi Pernikahan Wida-Biondi yang menjadi percontohan dalam penerapan Prokes.

FOKUS CIREBON, (FC) - Pesta pernikahan dr Wida Rahmawati dan Biondo Bintang Prasetyo S.Hum  (Wida-Biondi),  Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan.

Hal ini sejalan dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang terus berupaya untuk menekan angka penyebaran covid 19. Salah satunya yaitu dengan menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam berkegiatan.

Penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan hajatan, terlihat dalam pelaksanaan hajatan yang digelar oleh Rahmat Sutrisno. Bukan sekadar menggelar hajatan, namun Rahmat juga sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan dalam acara pernikahan putrinya tersebut.

Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan, setiap tamu undangan harus melewati beberapa tahap, sebelum masuk ke area utama acara.

Saat tiba di lokasi acara, panitia akan memastikan seluruh tamu untuk menggunakan masker dan berjaga jarak. Selain itu, tamu juga nanti diwajibkan untuk menggunakan handsanitizer.

"Setelah itu, tamu baru diperbolehkan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu pemeriksaan suhu tubuh," ujar ketua panitia acara, Hilmy Rivai.

Hilmy melanjutkan, dalam tahap tersebut, tamu dipastikan memiliki suhu dibawah 37,5. Jika nanti ditemukan tamu yang memiliki suhu diatas 37,5, tamu tersebut tidak diperbolehkan untuk melanjutkan ke lokasi acara utama.

Tamu yang kedapatan memiliki suhu diatas 37,5, akan langsung diarahkan untuk melakukan rapid test yang sudah disediakan dilokasi acara. Jika nanti reaktif, maka pihak panitia akan langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk dilakukan swab.

"Jika non reaktif tapi suhunya diatas 37,5 tamu akan tetap diarahkan untuk meninggalkan lokasi acara," kata Hilmy.

Hilmy memastikan, bahwa acara pernikahan tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan, Nomor 382 Tahun 2020 terkait Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian covid 19.

Terkait proses perizinan, pihaknya juga sudah mendapatkan izin dari seluruh instansi terkait. Ia juga mengungkapkan, panitia akan mengatur batas maksimal jumlah tamu undangan yang berada di area utama. Selain itu, tamu juga diberikan batasan waktu berada di area utama.

"Maksimal 30 menit berada di area utama," kata Hilmy.

Data mengenai waktu dan jumlah tamu di area utama, nantinya akan tercantum dalam monitor yang terpasang disejumlah titik, seperti area parkir, ruang tunggu, ruang acara dan pintu keluar.

Sedangkan di area utama acara, tamu yang akan bertemu dengan kedua mempelai, tidak diperkenankan untuk berjabat tangan saat menyampaikan doa ataupun ucapan selamat.

Panitia tidak menyediakan makan ditempat, untuk menghindari adanya kerumunan dalam acara. Hilmy juga menuturkan, pihak panitia akan terus mengingatkan kepada seluruh tamu, untuk selalu menjaga jarak.

"Tidak ada makam ditempat, tapi nanti ada souvenir dan launch box," kata Hilmy.

Guna memastikan sterilnya tempat acara, pihak panitia juga sudah melakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan satu hari sebelum acara, sebelum acara dan setiap jeda sesi undangan.

Menurut Sekretaris Satgas percepatan penanganan penanggulangan  covid-19 Kabupaten Cirebon hajatan ini secara normatif sudah sesuai dengan aturan. 

Alex menuturkan kami berpegang pada protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kemenkes selanjutnya diatur oleh regulasi teknis dan selanjutnya diatur dengan regulasi daerah yang dibreakdown menjadi Perbup 477 dan Kepbup 53 berkenaan dengan monitoring evaluasi, kami berharap ini menjadi prototype atau contoh apabila akan mengadakan hajat di masyarakat.

Ipda mimid Kanit Sabara Polsek Kedawung mewakili Kapolsek kedawung menanggapi, menurut-nya; sebagai pengamanan pam terbuka dalam hajatan ini semua protokol kesehatan sudah diatur sedemikian rupa dan kami mendukung hajatan ini menjadi contoh bagi siapapun yang akan melaksanakan hajat.

Dengan teknis acara seperti ini, kegiatan jumlah tamu yang besar tetap bisa dilaksanakan, namun tetap melakukan pencegahan penyebaran covid-19. (Nur)

Jumat, 27 November 2020

HMJ IFTAQ IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Jurnalistik

FOKUS CIREBON, (FC) - Dalam rangka mengenalkan dunia jurnalistik, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar pelatihan jurnalistik.

Acara yang berlangsung via zoom meeting itu mengusung tema “Teknik Dasar Jurnalistik” dengan pemateri Taufik Hidayat selaku Pemimpin Redaksi pada surat kabar harian di cirebon. Jum’at, (27/11/2020).

Ketua HMJ IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil mengatakan dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari divisi Komunikasi dan Informasi di HMJ IQTAF.

“Tujuannya memang tak lain untuk memperkenalkan seputar dunia jurnalistik khususnya kepada mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan jurnalistik ini juga diharapkan mampu diterapkan pada karya ilmiah yang memang sudah akrab pada kehidupan mahasiswa

Taufik Hidayat, selaku pemateri menyampaikan dalam pendapatnya bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan.

“Menulis itu mudah dan menyenangkan dan berguna bagi diri sendiri apalagi bagi orang yang membacanya,” kata Taufik

Ia melanjutkan, tradisi menulis adalah tradisi intelektual, namun belum menjadi kultur di kalangan masyarakat kita, padahal media memberi ruang terbuka untuk ide-ide atau pikiran-pikiran orang.

“Menulis beritapun sangat mudah, namun ada rambu-rambu dalam menulisnya, 5W +1 H merupakan rumus berupa pertanyaan mengenai inti pokok suatu berita guna mengembangkan berita," tandasnya 

SEMA DEMA FUAD IAIN Cirebon Kaji RUU P-KS Bersama Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan

FOKUS CIREBON, (FC) -Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan menggelar webinar via Zoom meet. Kamis, (26/11/2020).

Merespon isu yang sedang hangat diperbincangkan mengenai dikeluarkannya RUU P-KS (Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual) dari Prolegnas prioritas tahun 2020 oleh badan legislatif DPR-RI, SEMA-DEMA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan menyelenggarakan webinar yang bertemakan "Tarik Ulur RUU P-KS: Seberapa Pentingkah RUU P-KS Bagi Korban Kekerasan Seksual?".

Menurut ketua pelaksana, Anjar Divoyanti mengatakan, dengan ditarik ulurnya RUU P-KS ini mengakibatkan muncul pertanyaan-pertanyaan mengenai keseriusan negara dalam memberikan payung hukum kepada para korban kekerasan seksual.

"Apakah negara merasa cukup dengan undang-undang yang ada sehingga tidak membutuhkan produk hukum baru? Padahal korban kekerasan seksual terus meningkat," ucap Anjar, sapaan akrabnya.

Harapan dari terlaksana webinar RUU P-KS ini peserta bisa menjadi sadar akan urgentnya RUU P-KS ini dan negara bisa memberikan payung hukum kepada korban dengan memberikan hukuman yang sesuai kepada pelaku serta memberikan pendampingan kepada korban atas trauma yang dirasakan, kata Anjar.

"Semoga peserta yang hadir dalam webinar tidak berhenti setelah mengetahui urgensi RUU P-KS bagi korban kekerasan seksual, tetapi bersama-sama terus mengkampanyekan RUU P-KS agar segera di sahkan menjadi Undang-undang," ujarnya.

Eva Zulfauzah, Ketua Umum SEMA FUAD mengatakan, kita sebagai mahasiswa, organisasi intra maupun ektra, komunitas, lembaga dan bersama masyarakat bersatu merapatkan barisan untuk terus menerus selalu mengawal dan mendukung RUU PKS.

"Bukan hanya itu, kita jadi menebar pengetahuan dan pemahaman kepada peserta untuk ikut berperan aktif dalam mengkampanyekan dan mencegah kekerasan seksual, bagaimanapun bentuk nya dan dimana pun tempatnya, mau itu di ranah kampus ataupun di masyarakat," tegasnya.

Dilanjut Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari juga mengatakan, dengan adanya isu-isu yang terjadi, seperti RUU P-KS diharapakan teman-teman mahasiswa bisa lebih peka dan membuka cakrawala.

"Teman-teman mahasiswa harus bisa lebih peka dan membuka cakrawala keilmuannya untuk mengkaji lebih dalam lagi. Dan tidak ceroboh dalam menilai suatu undang-undang yang dikeluarkan pemerintah," ucap Anton.


Meskipun dilaksanakan secara daring, acara yang diisi oleh Mumtaz Afridah, M. Psi (Psikologi dan Dosen BKI) dan Dra. Hj. Masrokhah (Direktur WCC Mawar Balqis) berjalan dengan lancar. (Nu'man)


Kamis, 26 November 2020

Tingkatkan Perekonomian Desa, Pemkab Cirebon Luncurkan BUMDES Mart

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC)  - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian di desa. Salah satunya adalah, bantuan Bumdes Mart, yang diberikan kepada empat desa terpilih di Kabupaten Cirebon.

Bumdes Mart ini, merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan dukungan Bank BJB, untuk bisa memfasilitasi desa, dalam menampung produk masyarakat dangdut meningkatkan perekonomian desa.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa  empat desa ini, merupakan desa terpilih dari 412 desa yang ada di Kabupaten Cirebon.

"Untuk tahun ini, ada empat desa yang difasilitasi Bumdes Mart, yaitu Desa Bobos, Desa Jatipancur, Desa Kebon Turi dan Desa Hulubanteng," kata Imron, Kamis 26 November 2020.

Ada beberapa kriteria yang membuat empat desa ini terpilih untuk mendapatkan bantuan Bumdes Mart, yaitu ketaatan terhadap pembayaran pajak selama dua tahun terakhir, ketaatan administrasi, kepengurusn BUMDes dan kelayakan usaha BUMDes.

Usaha yang dilakukan dalam BUMDes ini, bukan hanya berkutat pada penjualan barang pokok dan produk milik masyarakat saja, namun juga melayani sejumlah pembayaran lainnya, seperti pajak.

" BUMDes ini juga melayani transaksi non tunai," ujar Imron.

Imron berharap, desa yang mendapatkan bantuan BUMDes ini, nantinya bisa menjalankannya dengan profesional dan bisa menjaga kualitas dari produk yang dijualnya. Sehingga nantinya, BUMDes ini bisa bersaing juga dengan mini market yang sudah profesional.

" Harus profesional, kualitas terjamin dan harga standar," kata Imron. (Nur)