Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 Desember 2020

Pembebasan Tanah Seluas 8.540 Meter Persegi untuk Pengembangan Fakultas Hukum dan Syariah

Penandatanganan SPH


FOKUS CIREBON, (FC) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus melakukan transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Kali ini, IAIN Cirebon melakukan pembebasan nanah milik dua warga di Kelurahan Karyamulya, seluas 8.540 meter persegi. Tanah tersebut milik dua warga bernama Hj.Mimin dan H.Hanan. 

Pembebasan tanah tersebut secara resmi dilakukan dalam penandatanganan Surat Pelepasan Hak (SPH) dari pemilik tanah kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon di hadapan pejabat Notaris/PPAT Lia Amalia di lantai 2 Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jumat (11/12/2020).

Ketua Tim Rektor untuk Percepatan Pembangunan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Sugianto mengatakan, penandatanganan SPH atas tanah dari pemilik telah disepakati kedua belah pihak dengan skala kecil. 

Menurutnya, berdasarkan UU No 22 Tahun 2012 dan Keppres No 74 Tahun 2012, pelaksanaan skala kecil bisa dilaksanakan langsung oleh instansi yang memerlukan.

“Tentunya pada hari ini kami melakukan tahapan- tahapan dari bulan April hingga saat ini. Tadi sudah dilaksanakan tahapan penandatanganan pelepasan hak tanah di hadapan notaris. Pemilik tanah juga hadir dan tanda tangan sudah dilaksanakan secara baik sesuai aturan,” kata Sugianto.

Sugianto menambahkan, setelah penandatanganan SPH ini, tahapan selanjutnya yakni proses pelepasan pengurusan serifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Menurutnya, seluruh tanah pemilik berada di Kelurahan Karyamulya seluas total 8.540 meter persegi.

“Itu artinya sertifikat sudah dialihkan kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” katanya.


Sugianto juga mengatakan, tanah di Kelurahan Karyamulya ini rencananya akan dibangun tempat untuk kegiatan kampus. Sebab menurutnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon sedang melakukan transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. “Nanti ada pengembangan untuk Fakultas Syariah dan Fakultas Hukum,” ujarnya. (din)

Menyambut UIN, IAIN Cirebon Siap Bangun Gedung 3 Fakultas


FOKUS IREBON, FC- Menyembut Universitas Islam Negeri (UIN), tanah seluas 8.450 persegi milik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon yang berlokasi di Jalan Kandangprau, Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon diproyeksikan untuk 3 fakultas.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, ketiga fakultas tersebut yakni, Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.

Namun, kata dia, nampaknya pembangunan tersebut baru dapat dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang. Pasalnya, di tahun 2021 ini sejumlah anggaran masih terdampat refocussing untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga kita bisa berkarya,” ujarnya. (Nur)

Selasa, 08 Desember 2020

FUAD IAIN Cirebon Gelar Seminar Nasional Tentang "Ngaji Manuskrip Cirebon"

FOKUS CIREBON, (FC) - Laboratorium Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar Seminar Nasional.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu mengusung tema “Ngaji Manuskrip Cirebon Terkait Al-Qur’an, Tafsir, dan Hadis,” Senin, (7/12/2020).

Dr. H. Hajam, M.Ag, Selaku Dekan Fuad mengatakan dalam sambutannya, kajian ini merupakan kajian yang langka dan pertama kali dilakukan. 

“Harapannya semoga kajian ini menjadi rutin guna mengenai kajian-kajian naskah berupa naskah keagamaan, tasawuf, tafsir,  hadis, fiqih, nahwu, dan lain sebagainya,” kata Hajam. 

Ia menambahkan, Mudah-mudahan setelah kajian ini tetap berlanjut secara rutin, karena ini urgent berkaitannya dengan distensi keilmuan FUAD yaitu salah satunya mengkaji naskah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Dr. Hartati, MA mengaku, Seminar ini berawal dari perbincangan antara Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Hadis (ILHA) yang kemudian ditindaklanjuti. 

“Tujuan diadakan kegiatan ini untuk membekali mahasiswa  dan IAT untuk proposal baik proposal skripsi ataupun penelitian lainnya,” katanya. 

Ia berharap kajian ini dapat membantu pemerintah terutama Kemenag dalam wilayah kajian manuskrip terkait sumber data manuskrip di Cirebon.

M. Mukhtar Zaedin, selaku Narasumber menyampaikan, Manuskrip atau naskah kuno merupakan sumber informasi yang paling otentik pada masanya. 

“Ada dua aliran naskah kuno yaitu aliran pesantren dan aliran keraton. Tempat penulisan naskah terjadi hanya di dua tempat itu sebagai pusat pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, naskah itu hal yang amat penting sehingga perlu konservasi dan pemanfaatan.  Pemanfaatan yang paling utama adalah kajian.

“Saya menyambut baik Tafsir Hadis melakukan kajian terhadap naskah yang secara tidak langsung telah masuk dalam konservasi naskah kuno,” ujar Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon itu.

Dalam pemaparannya, ia berhasil mengidentifikasi naskah yang ada di Cirebon selama 20 tahun, kurang lebih ada 600 naskah kuno, di mana diklasifikasikan mengenai mushaf kurang lebih 20 naskah, naskah mengenai tafsir 2, dan hadis sampai hari ini belum menemukan.

“Naskah di Cirebon yang saya jumpai memakai 4 aksara, di antaranya aksara Arab,  Cacarakan,  aksara pegon serta aksara latin,” tandasnya.

Guru Besar di IAIN SNJ Cirebon Kembali Bertambah

 

Prof Dr H E Sugianto SH MH, guru besar di bidang Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah, IAIN SNJ Cirebon.


FOKUSCIREBON, (FC) - Kabar gembira datang dari kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, di mana saat ini memiliki guru besar baru di bidang Ilmu Hukum konsentrasi Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah. Dia adalah Prof Dr H E Sugianto SH MH.

Menurut informasi yang dihimpun, Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Sugianto telah ditetapkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Hukum tersebut terhitung sejak 1 November 2020 dengan angka kredit 894.

Dalam SK bernomor 117754/MPK/KP/2020 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen Menteri Pendidikan dan kebudayaan tersebut pun disebutkan, unit kerja Prof Sugianto di Kementerian Agama pada IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Alhamdulillah, tinggal menunggu pengukuhan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon saja dan waktunya kita masih menunggu,” kata Prof Sugianto, Selasa (8/12/2020).

Diketahui, dengan ditetapkanya Prof Sugianto sebagai guru besar, maka saat ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki 11 guru besar.

Untuk itu, menurut Prof Sugianto, penambahan jumlah guru besar tersebut tentu dapat menunjang dan mendorong rencana transformasi lembaga dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) yang ditargetkan dapat terwujud di tahun 2021 mendatang.

Terlebih, imbuh dia, guru besar di bidang Ilmu Hukum yang konsentrasinya Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah yang disandangnya, merupakan satu-satunya di wilayah III Cirebon.

“Tentu sangat berkontribusi besar terhadap rencana transformasi tersebut (IAIN menjadi UIN). Dengan adanya penambahan ini pasti berdampak pada penguatan transformasi dari IAIN ke UIN,” jelasnya.

Prof Sugianto mengungkapkan, saat ini IAIN Syekh Nirjati Cirebon telah membuka Program Magister (S2) Studi Perdata Islam (Akhwal Syakhshiyyah). Sehingga, dengan dimilikinya guru besar di bidang Ilmu Hukum, maka kampus setempat dapat membuka program doktoral atau S3 di bidang tersebut.

Karena, lanjut dia, selain harus memenuhi unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dengan membuat jurnal internasional terindeks scopus, dan pengabdian kepada masyarakat, syarat untuk menjadi guru besar pun salah satunya harus mengajar dan menguji tugas akhir mahasiswa di jenjang S3, yaitu disertasi.

“Saat ini prodi Ilmu Hukum di IAIN Syekh Nurjati Cirebon baru sampai jenjang S2 dan untuk jenjang S3-nya sedang digagas. Apalagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini akan menjadi UIN, maka pengembangannya akan lebih luas,” papar Prof Sugianto.

Untuk itu, menurut dia, dengan rencana transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN, maka penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di kampus setempat menjadi keharusan.

"Secara pribadi saya merasa bangga dapat berkontribusi terhadap pengembangan kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Semoga ke depan guru besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini semakin bertambah dan transformasi menjadi UIN dapat segera terwujud,” tandasnya. (din)














Isi Waktu Isolasi, Bupati Manfaatkan Baca Al-Qur'an dan Buku

Bupati Cirebon, Drs H Imron,M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) - Di hari ke enam menjalani isolasi mandiri, kesehatan Bupati Cirebon Drs H Imron,M.Ag, pasca terkonfirmasi positif covid 19, semakin membaik dan stabil. Bupati mengisinya dengan baca Al Qur'an dan buku.

Imron menganggap, bahwa kondisinya saat ini, memiliki hikmah tersendiri. Diantaranya, yaitu bisa beristirahat dan bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya cukup tersita oleh kesibukannya sebagai bupati.

Saat dihubungi oleh sejumlah wartawan melalu video call, Imron menceritakan tentang aktivitas kesehariannya selama menjalani isolasi. Ia mengaku sudah memiliki jadwal rutin, yang dilaksanakan tiap hari.

"Diantaranya yaitu mengaji Al-Qur'an dan baca buku," kata Imron.

Dalam setiap hari, Imron bisa membaca Al-Qur'an hingga empat juz . Ada beberapa waktu yang ia gunakan untuk membaca Al-Qur'an dan diselingi aktivitas lainnya, seperti membaca buku, membaca koran dan olahraga.

Imron menuturkan, setiap harinya ia bangun pada pukul 04.00 untuk bersiap melakukan sholat subuh. Setelah salat subuh, Imron melanjutkan aktivitasnya dengan membaca Al-Qur'an.

" Habis ngaji, dilanjutkan baca koran dan olahraga selama dua jam," kata Imron.

Usai olahraga, mantan kemenag ini melanjutkan aktivitasnya dengan mandi dan dilanjutkan dengan melakukan sholat dhuha. Usai melaksanakan salat dhuha, Imron kembali membaca Al-Qur'an, dilanjutkan membaca buku dan nonton tv.

Imron menyebutkan, bahwa aktivitasnya tersebut, dilakukan secara berulang setiap harinya. Hanya diseling dengan salat dan istirahat. 

Ia mengungkapkan, bahwa kesehatannya selalu diperiksa setiap hari oleh tim kesehatan. Beberapa hal yang diperiksa, seperti darah, jantung, fisik dan kolesterol. Bahkan saat ini, kondisi kolesterolnya sudah normal.

"Sebelumnya kolesterolnya tinggi, sekarang sudah normal," ujar Imron.

Imron mengaku belum melakukan swab yang kedua, untuk mengetahui kondisi terbarunya, apakah masih positif atau sudah negatif covid 19. Karena berdasarkan saran dari tim kesehatan, swab akan dilaksanakan pada hari kesepuluh isolasi.

Salah satu hal yang membuat kondisinya saat ini tetap prima, yaitu rasa optimisnya untuk bisa sehat dari virus covid 19. Selain itu, ia terus memanfaatkan waktu isolasinya dengan sesuatu yang ia senangi.

"Jangan jenuh, tapi dinikmati. Isolasi ini juga, akhirnya membuat beberapa aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan secara rutin, bisa dilakukan rutin. Seperti baca Al-Qur'an dan buku," kata Imron.

Menanggapi terkait vaksin covid 19 yang diinformasikan sudah tiba di Indonesia, Imron masih menunggu keputusan dari provinsi. Salah satunya, terkait berapa jatah yang akan diberikan untuk Kabupaten Cirebon.

Jika sudah ada keputusan jumlah kuota vaksin untuk Kabupaten Cirebon, pihaknya akan meminta dinas kesehatan, untuk segera menjemput bola vaksin tersebut ke provinsi.

"Agar segera diberikan kepada masyarakat," ujar Imron.

Jumat, 04 Desember 2020

Ditengah Menjalani Isolasi Mandiri, Bupati Imron Pimpin Kabupaten Cirebon Secara Virtual

FOKUS CIREBON, (FC) - Tiga hari pasca positif Covid-19 Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag kini menjalani isolasi mandiri dan tetap menjalankan roda pemerintaha secara virtual. 

Mantan kepala Kemenag tersebut bahkan merasa sehat dan tanpa merasakan gejala apapun, ia berpesan agar masyarakat Kabupaten Cirebon membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan mentaati protocol Kesehatan.

“Cukuplah saya yang sudah merasakan terconfirmasi Covid-19 dan saya  berdoa dan memohon kepada Allah SWT, semoga tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Cirebon yang terconfirmasi COVID-19.” ungkapnya.

Imron meminta kepada kepala SKPD beserta seluruh jajaran aparatur pemerintah Kabupaten  Cirebon untuk tetap melayani masyarakat dengan baik dan dengan ketat menerapkan protocol Kesehatan dalam semua  pelayanan

“Terima kasih  yang setinggi-tinginya kepada  Tenaga Kesehatan, Satgas Covid 19 yang terus berupaya melayani masyarakat di dalam masa pandemic covid-19  ini,” ucapnya.

Imron menegaskan bahwa covid itu ada dan tidak terlihat, oleh karenanya pihaknya mengajak agar secara Bersama-sama bergandengan tangan untuk menang melawan covid-19, 

“Insya allah  Cirebon akan segera terbebas dari COVID-19.” tutupnya. (Yar)

Kamis, 03 Desember 2020

Kondisi Stabil, Bupati Cirebon Diizinkan Untuk Lakukan Isolasi Mandiri

FOKUS CIREBON, (FC) -Perkembangan kesehatan Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag, pasca diinformasikan terkonfirmasi positif covid 19 kemarin, dalam kondisi stabil.

Direktur Rumah Sakit Arjawinangun, dr Bambang Sumardi menuturkan, bahwa hasil pemeriksaan fisik, bupati dalam kondisi baik dan stabil.

Bahkan, hasil dua pemeriksaan yang dilakukan kemarin, yaitu rontgen Thorax dan CT Scan, juga tidak ditemukan masalah. Sehingga berdasarkan hasil tersebut, tim dokter mengizinkan bupati jika ingin melakukan isolasi mandiri.

" Jika Pak Bupati menginginkan untuk isolasi mandiri, kami izinkan. Karena kondisinya bagus dan stabil," ujar Bambang, Kamis 3 Desember 2020.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter, tidak ditemukan juga tanda-tanda pneumonia. Hanya saja, kolesterolnya cukup tinggi.

Bambang menambahkan, tim dokter hanya menyarankan kepada bupati, untuk lebih menjaga kondisi badan dan makanan yang cukup.

"Tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Bambang.

Sebelumnya diinformasikan, Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag terkonfirmasi positif covid 19. Bupati sempat mengalami demam, sebelum akhirnya berinisiatif untuk melakukan swab.

Imron mengaku, swab yang ia lakukan, merupakan swab yang kelima kalinya. Ia juga belum tahu darimana dirinya bisa terkonfirmasi positif covid 19, karena selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Mohon doanya saja, semoga saya cepat sembuh dan pandemi covid 19 ini cepat selesai," kata Imron. (Agus)