Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 08 April 2021

Bappenda Kabupaten Cirebon Beri Penghargaan kepada Teladan Pajak

Bupati Cirebon, H. Imron, M.Ag


KABUPATEN CIREBON, FC - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Cirebon, memberikan penghargaan kepada para teladan pajak tahun 2020.

Penghargaan tersebut berlangsung di Hotel Patra Cirebon Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/4/2021).

Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag menyebutkan, penghargaan tersebut diberikan karena wajib pajak tersebut membayarkan pajaknya tepat waktu. Penghargaan itu diberikan kepada 30 wajib pajak atau perwakilan perusahaan.

Selain itu, penghargaan itu pun berdasarkan Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi serta Peraturan  (Perda) nomor 2 tahun 2011 tentang pajak daerah.

"Penghargaan diberikan kepada perusahaan restoran, hotel, pariwisata, dan perusahaan lainnya," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Kamis (6/4/2021).

Kepala Bappenda Kabupaten Cirebon Drs.Erus Rusmana, M.Si mengatakan, tujuan penghargaan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran melaporkan pajak dan mampu memotivasi warga lainnya agar membayar pajak tidak melebihi jatuh tempo.

Selain itu, pajak yang dihimpun tersebut merupakan instrumen untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sehingga pembangunan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

"Maka dari itu, untuk masyarakat saya kasih stimulus pembayaran PBB, dimana masyarakat yang membayar sebelum jatuh tempo bisa dapat potongan," katanya. 

Erus mengatakan, pada 2020, Pemerintah Kabupaten Cirebon berhasil menghimpun Rp223 miliar.

Pencapaian tersebut, melebihi dari target awal sebesar Rp200 miliar. Pendapatab terbesar dari pajak hiburan, parkir, serta hotel.

Tahun ini, kata Erus, pihaknya membidik pendapatan dari pajak sebesar Rp259 miliar. "Saya optimis tahun ini bakal tercapai dan pandemi segera usai," kata Erus. (din)



Menyongsong Ramadhan, Baznas Kota Cirebon Gelar Touring Ramadhan Cemerlang


FOKUS CIREBON, FC - Menyongsong Ramadan yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Baznas Kota Cirebon menggelar Touring Ramadan Cemerlang, Kamis (8/4/2021). 

Dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati, Ketua Baznas Kota Cirebon M.Taufik S.Ag,  Dandim 0614 Kota Cirebon Letkol (Inf) Herry Indriyanto, juga Kapolres Cirebon Kota AKPB Imron Ermawan mengunjungi beberapa masjid yang terletak di Kelurahan Argasunya. 

Touring Ramadan Cemerlang ini bertema “Bersama SEHATI Menyongsong Ramadan Penuh Cinta”.

Dalam sambutannya, Eti mengungkapkan, Baznas sudah seringkali membantu dan bersinergi dengan Pemda Kota Cirebon. 

“Mudah-mudahan kegiatan berbagi ini tidak sampai sini saja, tapi terus berjalan secara berkala. Dan kegiatan ini tetap mengikuti protokol kesehatan,” ungkap Eti.

Dalam touring ini, ada lima mushola di Kelurahan Argasunya yang dikunjungi untuk kemudian diberikan bantuan berupa Al-Qur’an, alat shalat, sajadah, alat kebersihan masjid, santunan, serta paket sembako untuk marbot. 

Kelima mushola ini adalah Mushola Al-Akbar di RW 09 Cibogo, Mushola Al-Muhajirin di RW 08 Kopiluhur, Mushola Al-Muhyidin di RW 10 Kedung Jumbleng, Mushola Al-Iksan di RW 10 Kedung Jumbleng, dan Mushola Al-Ikhlas di Kedung Krisik Selatan.

Eti pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling membantu, terutama memasuki bulan suci Ramadan. 

“Di situasi sulit saat ini Pemda Kota Cirebon juga sekuat tenaga menghadirkan program pembangunan yang tertunda, yang penting warga sehat dan tidak ada gejolak sosial,” ujarnya.

Eti menambahkan, Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dengan berbagai keutamaan, pengampunan dan berkah. 

“Ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan juga merupakan perwujudan rasa solidaritas dan rasa ukhuwah yang berdasarkan iman kepada Allah SWT. Selain itu, bulan Ramadan juga merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman, memperkuat ketakwaan, memunculkan rasa cinta kepada keadilan dan persamaan derajat umat manusia,” tuturnya.

Ia pun berharap Ramadan yang sebentar lagi akan datang dapat menjadi wahana pembaharuan diri melalui pikiran dan tindakan yang mulia. 

“Hal tersebut harus teraktualisasi nyata melalui perbuatan amal, seperti memberikan sedekah kepada fakir miskin, memberikan bantuan kepada orang-orang yang tertimpa bencana dan yang membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengungkapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah bersinergi dalam kegiatan ini. Seperti Polres Cirebon Kota, CSB Mall, Swiss-Belhotel, Komunitas Motor John Cycle, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).


Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon M.Taufik S.Ag mengatakan, kegiatan ini digagas sesuai dengan petunjuk untuk menjaga protokol kesehatan. 

“Mushola-mushola di Argasunya juga sudah dibersihkan, kita mengunjungi beberapa mushola di Argasunya untuk melihat bagaimana kondisi di sana, mushola-mushola di sana perlu dan layak untuk disentuh,” ujar Taufik. (Nur)

Pemerintah Daerah Kota Cirebon Komitmen Ciptakan Kota Sehat untuk Dihuni Warganya


CIREBON, FC - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip., M.Si, mengatakan Pemda Kota Cirebon komitmen menciptakan kota sehat untuk dihuni warganya. 

Hal itu disampaikan usai Persiapan Pembinaan Kota Sehat Tahun 2021 di ruang Gotrasawala BP4D Kota Cirebon, Kamis, 8 April 2021. Untuk itu, Iing berharap dukungan semua pihak, termasuk masyarakat sangat dibutuhkan. 

“Kota sehat merupakan kondisi kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya,” ungkap Iing. 

Kota sehat ini bisa dicapai melalui terselenggaranya penerapan sejumlah tatanan dan  kegiatan yang saling terintegrasi antara masyarakat dan pemerintah. 

Untuk itu hari ini, lanjut Iing, mereka melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan dan kelurahan, forum komunikasi di tingkat kecamatan, pokja yang ada di tingkat kelurahan, puskesmas dan stakeholder lainnya. 

“Koordinasi ini dilakukan untuk persiapan pembinaan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jabar pada 20 April mendatang,” ungkap Iing. 

Pembinaan yang dilakukan ini juga sebagai langkah verifikasi Kota Cirebon sebagai kota yang sehat. 

Seperti diketahui, pada 2019 lalu Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wistara karena berhasil menyelenggarakan kabupaten/kota sehat untuk klasifikasi taraf pengembangan. 

Kota Cirebon berhasil memenuhi 5 tatanan yang diprasyaratkan diantaranya kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, kehidupan sosial yang sehat serta ketahanan pangan dan gizi. 

Tahun ini, persyaratan untuk menjadi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) ditambah satu indikator. Yaitu capaian Open Defecation Free (ODF) atau daerah yang bebas dari buang air besar (BAB) di sembarang tempat. Pada 2020 lalu di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan yang 100 persen ODF. 

Namun pada perkembangannya, hingga Maret 2021, sudah 18 kelurahan yang tingkat capaian ODFnya mendekati hampir 90%. 

“Untuk itu kita akan dorong agar capaian ODF bisa menyentuh angka 90 persen di 18 kelurahan,” ungkap Iing.

Dengan begitu Kota Cirebon bisa mengikuti verifikasi Kota Sehat kategori penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang capaian ODFnya minimal 80 persen. 

“Namun yang terpenting dari semua ini yaitu komitmen Pemda Kota Cirebon untuk menciptakan kota yang sehat dengan dukungan semua pihak,” tegas Iing. 

Termasuk dukungan dari masyarakat yang dengan sukarela mengubah perilaku mereka menjadi perilaku yang peduli terhadap kesehatan. (din)

Menyesuaikan 9 Standar Visitasi, FUAD IAIN Cirebon Jalin Kerja Sama Luar Negeri

Rapat Kerja (Raker) FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021), di Grage Hotel.


CIREBON, FC- Untuk menyesuaikan 9 standar persyaratan visitasi demi mencapai poin yang unggul, yakni  perlu adanya mahasiswa asing tengah melakukan upaya untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak di luar negeri.

Hal itu dinyatakan langsung oleh Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hajam, MAg disela-sela Rapat Kerja (Raker) FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Grage Hotel, Kamis (8/4/2021).

“Mahasiswa itu di masing-masing jurusan dan fakultas, tidak hanya FUAD saja ya, tapi juga fakuktas dan jurusan lain. Itu perlu ada mahasiswa asing untuk mencapai poin yang unggul,” kata Hajam.

Menariknya, kata dia, untuk menarik mahasiswa asing ini, pihaknya pun menghadirkan pihak dari luar negeri dalam rapim tersebut, yaitu dari Afrika, tepatnya dari Republik Madagaskan.

Karena, lanjut dia, tahun 2022 mendatang merupakan tahun visitasi untuk Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Filsafat Agama, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang berada di FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kita ingin bekerjasama dengan beliau untuk menerima mahasiswa asing. Kami juga mengajak beliau untuk tidak hanya mahasiswa FUAD, tapi juga untuk mahasiswa FSEI, FITK, dan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Silahkan disesuaikan dengan prodi yang dipilih,” paparnya.
 
Tidak hanya itu, Hajam mengungkapkan, ke depan pihaknya juga akan merangkul sejumlah pihak di Malaysia dan Brunai Darusalam untuk menarik mahasiswa berkuliah di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kebetulan dosen-dosen kita memiliki jaringan di berbagai negara. Jadi kita manfaatkan untuk menjaring mahasiswa asing,” terangnya.

Sementara itu, Kabag TU FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rifqi Muslim menambahkan, kerja sama tersebut memang agar masyarakat Republik Madagaskar berkuliah di Indonesia, yaitu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
 
“Tapi dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Karena, bahwa di Madagaskar tersebut, masyarakat muslim itu minoritas, hanya 25 persen saja yang muslim,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rifqi, kerja sama ini juga terkait kondisi perekonomian masyarakat di Madagaskar yang lebih rendah dibandingkan Indonesia. 

Sehingga, kata dia, pihaknya harus berani membiayai berbagai kebutuhan selama yang bersangkutan menempuh studi di kampus ini.

“Di Indonesia juga harus bisa membiayai all in, semuanya. Baik dari lifing kosnya, transportasinya, maupun studi kos pendidikannya,” tandas Rifqi. (din)

Rabu, 07 April 2021

Fifi Novianty, Alumni IAIN Cirebon Jadi Lulusan Magister Tercepat dan Terbaik di UIN Yogyakarta

FIFI NOVIANTY, M.Sos., alumni Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kembali berhasil lulus debfan predikat cumlaude di UIN Jogyakarta.

FOKUS CIREBON, FC - Pipi gadis cantik ini kembali merona. Setelah berhasil meraih gelar S1 dengan predikat cumlaude di IAIN SNJ Cirebon pada beberapa tahun lalu, kini kembali merajut sukses dengan predikat cumlaude di S2 nya di UIN Jogyakarta.

Pada tahun 2019 lalu, dia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon hanya dalam waktu 3,5 tahun dan menyabet predikat cumlaude.

Setelah lulus S1, Fifi langsung melanjutkan S2 dengan jurusan yang sama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dia berhasil masuk ke kampus itu melalui jalur prestasi dan kini telah dinyatakan lulus di jenjang S2-nya hanya dalam waktu 1,5 tahun dan kembali menyabet predikat cumlaude.

Atas prestasinya itu, gadis cantik kelahiran Cirebon ini pun berhasil menyandang predikat mahasiswa terbaik dan lulus tercepat Program Magister KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2021.

Di masa perkuliahan, Fifi menjadi asisten salah satu dosen Universitas Gajah Mada (UGM) dan ditunjuk menjadi asisten dosen untuk mengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagai asisten, dia mendapat tugas, seperti mengurus penyusunan dan publikasi jurnal terindeks scopus maupun mengajar di sejumlah kelas di UIN Yogyakarta.

Tidak hanya itu, Fifi pun membantu penyusunan sejumlah buku yang kini telah menjadi karya UGM. Seperti buku yang berjudul “Jurnalisme Muslim” dan buku Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM berjudul Universitas Gadjah Mada Berkhidmat Secara Manusiawi di Jalan Pengabdian kepada Masyarakat.

“Alhamdulillah, Bapak Ketua Prodi KPI S2 UIN Yogyakarta juga memberi kepercayaan kepada saya untuk mengajar di beberapa kelas S1 di UIN Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta,” jelas Fifi, Rabu (7/4/2021).

Dia mengaku, tugas sebagai asisten tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk dirinya. Karena, Fifi harus mengatur waktu dengan baik agar kewajibannya sebagai mahasiswa dan asisten dosen dapat dikerjakan dengan baik.

“Meski dengan banyak pekerjaan yang saya emban semasa kuliah, tapi Alhamdulillah perkuliahan saya tidak terganggu bahkan bisa menjadi lulusan tercepat dan terbaik. Yang penting harus bisa mengatur waktu agar semuanya dapat dikerjakan dengan baik dan terpenting jangan menunda-nunda pekerjaan, seperti tugas maupun revisian. Karena bagi saya jika menunda itu sama saja menunda kelulusan. Kuncinya itu aja,” ujarnya.

Bahkan, ungkap Fifi, kesempatan untuk menjadi asisten peneliti dan asisten dosen tersebut menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Pasalnya, dirinya bisa mendapat kesempatan mengerjakan berbagai hal yang luar biasa bersama orang-orang yang hebat dan mendapat ilmu yang sangat berharga.

“Saya mau mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosen S2 KPI UIN Yogyakarta, terutama kepada Bapak Kaprodi Dr. Hamdan Daulay, M.Si., M.A serta dosen UGM dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bapak Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D yang telah membimbing Tesis saya dengan sangat sabar dan luar biasa banyak sekali ilmu yang saya dapatkan,” tuturnya.

Juga, imbuh dia, kepada Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Bapak Dr. Hajam, M.Ag yang selalu menyemangati dirinya hingga bisa melewati segala rintangan dan sampai di posisi ini. Fifi mengungkapkan, mereka adalah orang-orang luar biasa yang telah membentuk pribadinya hingga seperti ini.

Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Hamdan Daulay, M.Si., M.A., memaparkan, proses perkuliahan yang Fifi jalani sebenarnya sama saja dengan mahasiswa lainnya. Hanya, kata dia, yang membuat cepat atau lambatnya perkuliahan adalah penyusunan penelitian sebagai tugas akhir.

“Proses perkuliahannya sama dengan yang lain, karena kita itu paket 4 semester, itu sudah ada paketnya. Semua mahasiswa sama, sama-sama rajin. Hanya proses pengerjaan tesis saja yang membedakan,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hajam, M.Ag mengungkapkan, dirinya telah mengenal Fifi sejak dia menempuh jenjang S1 di kampus setempat. Bahkan, dirinya pun mengetahui suka duka dan perjuangan anak pertama dari empat bersaudara ini untuk menyelesaikan perkuliahannya.

“Waktu S1 dulu toko orang tua Fifi itu terbakar dan itu membuat stabilitas perkuliahan Fifi terganggu. Tapi itu menjadi titik balik, dengan penuh semangat Fifi bangkit. Agar bisa tetap berkuliah Fifi berjualan roti di kampus sambil kuliah. Dia menjajakan roti ke teman-temannya dan dosen-dosen, dan saya menjadi salah satu pelanggan setianya juga,” ungkapnya.

Hajam mengaku, dirinya merasa bangga atas kegigihan Fifi tersebut hingga dia berhasil menyelesaikan S2. Untuk itu, kata dia, Fifi ini dapat menjadi contoh yang baik untuk ditiru oleh mahasiswa-mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah dan selalu semangat menghadapi berbagai kesulitan.

“Yang berbeda dari Fifi ini adalah semangatnya. Mudah-mudahan ini bisa dicontoh yang lain. Semoga Fifi juga tidak hanya berhenti di S2, saya inginnya Fifi melanjutkan S3. Selalu semangat dan terus melakukan yang terbaik,” harapnya. (din)

Rakernas Kementerian Agama, Kampus UISSI IAIN Cirebon Menjadi Tranding



CIREBON, FC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon tengah dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) menjadi perbincangan, khususnya di lingkungan Kementerian Agama. 

Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Saefudin Zuhri MAg mengungkapkan, perbincangan tersebut terkait ditunjuknya kampus ini menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).

"Mengapa tranding, karena dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri seluruh komponen di Kementerian Agama, Pak Menteri mengungkapkan tekadnya untuk mendirikan UISSI dan disebutkan Cirebonnya,” ungkap Saefudin dalam acara Penyelarasan Kurikulum dan Proposal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) kampus setempat di salah satu hotel di wilayah Kuningan, Rabu (7/4/2021).
 
Untuk itu, kata dia, hal ini merupakan mandat yang sangat luar biasa, karena disebutkan di dalam rakernas saat pembukaan. 

Bahkan, lanjut Saefudin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama pun menyampaikan capaian kinerja sekaligus strategi pencapaian kinerja di Kemenag pada tahun 2021 ini.

Karena itu, dari 7 agenda capaian itu, salah satu agendanya adalah pendirian UISSI di IAIN Cirebon. Itu jelas-jelas tertulis di situ, sehingga saat tanya jawab terungkap bahwa pendirian kampus siber ini tidak hanya untuk kampus keagamaan Islam, tapi juga di dalam lembaga pendidikan yang lain. 

"Jadi dapat dipahami, keinginan pendirian siber ini tidak hanya di lingkungan PTKIN, tapi juga di perguruan tinggi keagamaan yang lainnya juga,” ucapnya.
 
Berdasarkan target ketua UISSI, Saefudin menerangkan, pada Agustus 2021 ini proses perkuliahan berbasis siber harus sudah dimulai, yaitu yang menjadi pilot projeknya pada prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Untuk itu, bagi kita ada 7 hari kerja, tidak ada hari libur karena waktu yang sudah sangat mendesak. Ditambah lagi menjelang bulan puasa.

"Mungkin di bulan puasa ini ada beberapa hal kita berbagi dengan yang lain. Untuk itu sebelum bulan puasa mesti kita merampungkan tahapan-tahapan itu,” jelasnya. (Nur).


Selasa, 06 April 2021

Tingkatkan Kreatifitas Mahasiswa, HIMMAPIS IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Jurnalistik


FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (HIMMAPIS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung via google meet.

Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan Kecerdasan dan Kreatifitas Mahasiswa melalui Pers dan Jurnalistik" itu digelar Selasa, (6/04/2021).

Ketua Pelaksana, Khoirun Nisa Amarsya mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud implementasi dari program kerja HIMMAPIS periode 2021/2022.

"Berhubung saya anggota dari infokom, maka saya tergugah mengadakan kegiatan ini. Karena kegiatan ini merupakan salah satu momentum bagi Mahasiswa untuk bisa memahami teknik dasar jurnalistik dan bisa mengembangkan kreatifitasnya dalam tulis menulis," katanya.

Ia mengaku, setelah acara ini akan diadakan follow up guna mengasah kemampuan para peserta.

Respon positif dilontarkan juga oleh Ketua HIMMAPIS Abdul Khanan. Menurutnya kegiatan ini dapat menarik perhatian Mahasiswa mengenai dunia Pers dan Jurnalistik. 

"Jurnalistik memang sangat penting khususnya bagi mahasiswa, karena Mahasiswa memiliki dua peran yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai penulis," kata Abdul.

Artinya, lanjut Abdul, jurnalistik sendiri bukan hanya sekedar penyampaian berita, tapi memang seharusnya dimiliki oleh seluruh mahasiswa. Karena teknik jurnalistik juga dapat digunakan dalam karya ilmiah lain.

Ia melanjutkan, kegiatan ini merupakan suatu tuntutan dan memang kebutuhan bagi seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa MPI.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Jurusan Taqiyuddin merespon secara positif Talkshow ini. Paling tidak, kata dia, pemateri dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa MPI

"Bagus sekali materinya, pematerinya juga saya kira sudah berpengalaman. Begitu yang pernah saya lakukan saat jadi tutor/praktek jadi wartawan," pungkasnya. 

Sementara itu, Fasfah Sofhal Jami, selaku narasumber pada Talkshow kali ini menympaikan bahwa teknik dasar jurnalistik terdapat harus mengandung unsur 5W dan 1H.

"Saya kira kita semua sudah familiar sama istilah 5W 1H, karena pelajaran ini sebenarnya sudah diajarkan dalam bangku sekolah. Namun kali ini kita akan mengaitkannya dalam jurnalistik dasar," kata Fasfah

Menjadi pewarta itu, lanjut dia, harus jujur dan apa adanya, kita meliput sesuai fakta yang ad saja, tidak perlu ditambah-tambahin

"Ada banyak manfaat dalam mengkaji jurnalistik, selain kita belajar bagaimana meliput dan mempublikasikan sebuah berita, teknik jurnalistik juga dapat digunakan dalam penulisan karya ilmiah," tandasnya. (din)