CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil resmikan alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon. Gubernur juga berpesan agar pemimpin senantiasa membahagiakan warganya.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 22 April 2021
Gubernur Jawa Barat Resmikan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon
BRT Trans Cirebon Menjadi Kendaraan Umum Modern Dengan Fasilitas Full AC dan Wi-fi Gratis
CIREBON, FC – Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon, mulai resmi beroperasi usai dilaunching oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj. Eti Herawati pada Senin (12/4/2021) lalu.
Sejak itu, Trans Cirebon melayani warga yang ingin merasakan naik kendaraan umum modern tersebut. Dapat disebut modern karena bus ini dilengkapi fasilitas terkini, seperti Wi-Fi gratis dan kamera pemantau (CCTV) serta full AC.
Bahkan, yang lebih menarik minat masyarakat untuk naik bus berwarna biru tersebut, tidak dikenakan tarif sejak hari pertama launching sampai tanggal 25 April 2021 mendatang.
Dilihat dari unggahan media sosial resmi milik pengelola BRT Trans Cirebon @brttranscirebon, antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk memanfaatkan transportasi ini. Terlebih di Bulan Ramadan ini, banyak warga yang mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan berkeliling Cirebon naik BRT.
Salah seorang warga yang ditemui saat menikmati perjalanan keliling Cirebon dengan naik BRT, Saeful (28) mengungkapkan, bus ini cukup nyaman, selain fasilitas yang ada di dalam bus, semua yang sudah terjadwal pun berjalan sesuai.
“Saya naik bus ini dari Halte Kecamatan Kejaksan tepat di jam pemberangkatan 16.01 WIB, saya datang beberapa menit sebelumnya, dan benar bus datang tepat waktu,” ungkapnya.
Diungkapkan Saeful, fasilitas yang tersedia khususnya Wi-Fi gratis sangat bermanfaat untuk mengisi waktu sampai dirinya tiba di tempat tujuan.
Menurutnya, kecepatan WiFi di BRT terbilang cepat, terlihat dari banyaknya anak-anak yang bermain game online saat naik bus ini dan tidak ada satupun yang mengalami loading.
“Naik BRT Trans Cirebon di masa pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan juga diterapkan, sebelum naik saya dicek suhu tubuh dan disediakan hand sanitizer di pintu masuk,” katanya.
Terkait masih gratis naik BRT sampai 25 April 2021, Saeful mengungkapkan, di dalam bus petugas pun memberi penjelasan cara pembayaran non tunai apabila masa gratis tersebut selesai.
“Saya dicontohkan membayar tiket dengan cara non-tunai, harga tiketnya sendiri itu Rp 5000 untuk umum dan Rp 3500 untuk pelajar,” ucapnya.
Tidak hanya pembayaran non-tunai seperti menggunakan OVO, Gopay, Shopee Pay dan sejenisnya melalui QRIS. Naik Trans Cirebon juga bisa bayar tunai.
Terkait kapasitas, di dalam bus keluaran Isuzu ini, bisa masuk 30 orang penumpang untuk sekali jalan, akan tetapi mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19, jadi hanya 50 persen dari jumlah tersebut
Sementara, Sopir BRT yang saat itu bertugas, Robi mengungkapkan, membawa bus ini tidak bisa sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang, semua harus di halte yang sudah disediakan.
“Kami ada jadwal tiba di halte, jadi kami tidak bisa naik turunkan penumpang selain di halte,” ungkap pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir angkutan ekspedisi tersebut.
Menurutnya, bus ini pun berhenti sekitar 1-2 menit di setiap halte, baik ada penumpang yang menunggu ataupun tidak, kecuali di Halte Dukuh Semar, bus berhenti sedikit lama sekitar 15 menit. “Kecepatan pun tidak melebihi 40 km/jam,” ujarnya.
Selain di Kecamatan Kejaksan, halte juga ada di Balai Kelautan, Yos Sudarso, Karang Anom, Dukuh Semar, SMPN 8 dan Monumen Juang.
Saat ini, koridor yang beroperasi yakni koridor satu jalurnya dari Terminal Dukuh Semar – Jalan Pesantren – Jalan Ahmad Yani – Jalan Brigjend Dharsono – Jalan Kedawung – Jalan Pilang Raya – Jalan Slamet Riyadi – Jalan Diponegoro – Jalan Samadikun – Jalan Sisingamangaraja – Jalan Benteng – Jalan Yos Sudarso – Jalan Kesunean – Jalan Kalijaga – Jalan Ahmad Yani (Via bawah) – Jalan Pesantren.
Untuk koridor berikutnya nanti akan ada halte melewati Kabupaten Cirebon, pengelola masih mempersiapkannya.
Diketahui, Wali Kota Cirebon, Drs H. Nashrudin Azis SH mengungkapkan, sudah dua tahun BRT diterima Pemda Kota Cirebon, namun tak kunjung dioperasionalkan.
Bahkan ada sejumlah pihak yang akhirnya menyarankan agar BRT itu dikembalikan lagi. “Tapi masa kita yang minta lalu kita yang mengembalikan,” ungkap Azis.
Untuk itu pihaknya berupaya dengan segala potensi yang dimiliki agar BRT Trans Cirebon ini bisa beroperasi.
“Alhamdulillah akhirnya kerjasama hari ini bisa terwujud. Sehingga bisa mengoptimalkan pemanfaatan BRT Trans Cirebon untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Azis.
Keberadaan BRT Trans Cirebon diyakini akan membuat Cirebon menjadi kota yang semakin maju.
“Salah satu ciri kota yang maju yaitu adanya angkutan umum massal seperti bus,” ungkap Azis.
Selanjutnya jika dalam pengoperasian BRT Trans Cirebon ini ada sejumlah kendala, Azis meminta dinas terkait dan pengelolanya untuk tidak patah semangat.
“Yang membuat saya bahagia, BRT Trans Cirebon mengoptimalkan pembayaran secara digital dengan melibatkan Bank Indonesia dan BJB,” ungkap Azis. (Nur)
Rabu, 21 April 2021
IAIN Cirebon Ikut Kompetisi IPPBMM Ke VIII di IAIN Sunan Kalijaga Jogyakarta
Sabtu, 17 April 2021
Saling Berbagi di Momen Ramadhan 2021, Disdik Jabar Canangkan Program Rantang Siswa
BANDUNG, FC - Siswa didik di Jabar, baik itu SMA, SMK dan SLB diajak untuk dapat saling berbagi di momen Ramadan 2021 ini. Hal tersebut seiring dengan hadirnya program 'Rantang Siswa' yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.
Melalui program ini, setiap siswa maupun siswi akan memberikan satu porsi makanan untuk tetangga atau warga yang membutuhkan.
"Makanan itu bisa buatan rumah atau masakan yang mereka buat sendiri untuk disampaikan kepada tetangga, kolega, teman, anak yatim lansia dan sebagainya. Lalu mereka foto dan kirim ke #rantangsiswa di Instagram," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, Sabtu (17/4/2021).
Dedi mengaku, ditargetkan ada 50 ribu rantang yang dapat dibagikan hingga Sabtu 24 April 2021 nanti. Namun dia optimis dapat melebihi angka tersebut bilamana satu sekolah terdapat 100 siswa yang turut serta menjalani kegiatan ini.
"Sekarang yang sudah konfirmasi di SMA ada 25.500, SMK 14.400 dan SLB 2.100, jadi baru 42.500. Nah, target yang ditetapkan oleh panitia 50 ribu. Tapi pada tanggal 24 (April) saya punya keyakinan itu bisa mencapai 80 ribu. Itu tersebar di 27 kabupaten/kota," paparnya.
Dedi menyampaikan, Rantang Siswa ini merupakan kepanjangan dari Program Milenial Smart Tren Ramadan Virtual yang diluncurkan, Jumat (16/4/2021). Gagasan yang melibatkan Kemenag dan Ikatan Remaja Mesjid ini diharapkan bisa menumbuhkan budi pekerti guna membentuk siswa yang mutakin.
"Menjadi mutakin harus memiliki 3T, yakni taklim (pembelajar), ta'dib (pembiasaan), dan takzim (santun)," ucapnya.
Selain Rantang Siswa, Dedi menambahkan, dalam Program Milenial Smart Tren Ramadan juga terdapat sejumlah kegiatan yang dapat diikuti oleh siswa maupun siswi.
Program yang dilaksanakan mulai 16 April hingga 11 Mei 2021 ini akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), Kajian Islam di Sekolah (KIDS), menulis mushaf Al-Qur'an hingga Buka Bersama On The Screen (BUBOS).
"Untuk penulisan mushaf di tanggal 17 Ramadan, ada 165 sekolah yang terlibat dan ada 9.965 siswa akan menulis mushaf," katanya.
Selain untuk siswa, rangkaian kegiatan ini juga diperuntukkan bagi guru melalui program "Sapa Bataru". Nantinya, seluruh guru di perumahan Bataru akan mengadakan buka bersama di halaman rumah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Kita dari Disdik akan melihat melalui drone dan menyapa langsung dari sini," ucap dia.
Dedi menegaskan, sejumlah kegiatan dalam Milenial Smart Tren Ramadan dikemas agar pelaku pendidikan dapat membiasakan diri dalam menyikapi adaptasi kebiasaan baru. Terlebih untuk para anak didik, di mana selama satu tahun mengalami pandemi Covid-19 mempengaruhi psikologis mereka.
"Terlebih, nanti mulai Juli kita akan mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Karena itu ini menjadi salah satu persiapan kami di Jawa Barat," pungkasnya. (Sugeng)
Atalia Praratya Ridwan Kamil Positif Terpapar Covid 19
BANDUNG, FC - Pergerakan Virus Covid 19 masih harus terus diwaspadai. Selain yang terpapar jumlahnya cukup signifikan, imbauan pemerintah dengan tetap melakukan Prokes pada setiap aktivitas, bisa menjadi salah satu kunci dalam pencegahan. Karena virus covid 19 bisa menyerang siapa saja.
Di tempat terpisah, tersiar kabar jika Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil positif Covid-19.
Hal itu disampaikan langsung Atalia melalui akun resmi instagramnya.
“Hari pertama masih kaget baru dikabari. Bingung ketularan di mana karena memang saya ketemu banyak sekali orang dan masyarakat,” kata Atalia dalam video yang ia unggah pada Sabtu (17/4/2021).
“Saya berharap teman-teman dan juga orang-orang dekat dengan saya tidak ada satupun yang tertular,” imbuh Atalia.
Atalia menuturkan, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat dalam setiap kegiatannya, terutama memakai masker.
Ia pun selalu membawa dan menggunakanhand sanitizer.
“Saya termasuk orang yang apik sekali menggunakan masker. Ke mana-mana juga suka diingatkan hand sanitizer, tetapi kehendak Allah SWT seperti itu, dan agak kaget. Mohon doa dari semuanya,” ucap Atalia.
Meski terkonfirmasi positif Covid-19, Atalia mengaku kondisinya saat ini baik-baik saja. “Tidak terasa apa-apa, penciuman normal, hanya kemarin, kepala sedikit pening. Saya pikir karena kehujanan,” katanya.
Atalia meminta kepada orang-orang yang pernah berkontak dengannya untuk memeriksa dan memantau kesehatannya.
“Keluarga besar Pakuan (rumah dinas) alhamdulillah, termasuk Pak Gubernur, Arka, Adc, Walpri, dan lain-lain nonreaktif semua,” kata Atalia.
“Kepada yang merasa ada kontak erat dengan saya, mohon sekali untuk segera melakukan pemeriksaan,” harap Ketua Tim TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil.
Sumber: Humas Provinsi Jabar (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Provinsi Jabar Setiaji)
Jumat, 16 April 2021
Tahun 2021 Ini, DRKP Kota Cirebon Targetkan Fasum dan Fasos di 5 Perumahan Kepada Pemkot
CIREBON, FC – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon menargetkan lima perumahan bisa menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemda Kota Cirebon pada tahun ini.
Kepala DPRKP Kota Cirebon Ir. H. Agung Sedijono, M.Si mengatakan, dari 108 perumahan di Kota Cirebon, baru empat perumahan yang telah menyerahkan fasum dan fasosnya kepada Pemda Kota Cirebon.
“Empat perumahan yang sudah menyerahkan fasum dan fasosnya adalah Perumnas, Vila Kecapi, Permata Harjamukti serta Taman Kalijaga Permai,” ujar Agung, Jumat (16/4).
Penyerahan fasum dan fasos perumahan sendiri telah diatur dalam Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman di Daerah, juga diatur di dalam Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan dan Permukiman di Kota Cirebon.
Menurut Agung, target lima perumahan bisa menyerahkan fasum dan fasos tersebut bukan hal mustahil.
“Tentu dengan segala daya upaya kita akan lakukan, diantaranya pendekatan dengan pengembang perumahannya. Jika diserahkan maka fasum dan fasos itu menjadi aset Pemda, dan kalau bicara aset itu maka kita harus tertib.
Agung menambahkan, dari 108 perumahan yang tersebar di Kota Cirebon, 43 pengembang di antaranya sudah terlacak oleh DPRKP.
“Kepada 43 pengembang ini kita terus lakukan pendekatan. Sisanya, ada 70 pengembang perumahan yang sudah susah dicari, banyak di antaranya perumahan yang mereka dirikan ditinggalkan kemudian mereka banting setir ke sektor lain,” katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini memang baru empat perumahan yang diserahkan fasum dan fasosnya kepada Pemda.
“Saat diserahkan kepada Pemda, kondisi fasum dan fasos itu harus dalam keadaan baik, mungkin itu kendala bagi pengembang, harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaiki fasum dan fasosnya sebelum diserahkan,” katanya.
Agung menambahkan, penyerahan fasum dan fasos tidak perlu menunggu sebuah perumahan rampung dibangun, melainkan bisa secara bertahap.
“Para pengembang ini rata-ratanya ingin menyerahkan saat sudah selesai pembangunan, padahal bertahap bisa saja. Untuk pembangunan itu kan butuh waktu lama, sehingga ketika pembangunan selesai fasum dan fasosnya sudah rusak,” ujarnya.
Menurutnya, ketika fasum dan fasos belum diserahkan kepada Pemda, maka masyarakat turut dirugikan karena perbaikan fasum seperti jalan akan mengandalkan pihak pengembang semata.
“Ketika sudah diserahkan kepada Pemda, maka dinas terkait bisa melakukan perbaikan fasum dan fasos tersebut,” tuturnya. (Nur)
Kamis, 15 April 2021
Kota Cirebon Tempati Urutan Ke 4 Memperbaiki Data Penerima Bantuan Program BPNT di Jabar
CIREBON, FC – Kota Cirebon menempati urutan keempat dari 27 kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat yang berhasil memperbaiki data penerima bantuan program Sembako atau yang sebelumnya bernama Bantuan Pangan non Tunai (BPNT).
Sebagai urutan di nomor empat ini, Kota Cirebon telah memperbaiki data sebanyak 99,25 persen atau hampir 100 persen dari total penerima bantuan sebanyak 21.980 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindung Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Dra Hj Santi Rahayu M.Si mengatakan, keberhasilan Kota Cirebon ini diungkap dalam Rakorda Tim Koordinasi dan Pelaksana Penyaluran Program Sembako di Bandung, yang digelar 5 April lalu.
"Dengan kita ada di urutan keempat ini artinya kita serius memperbaiki data bersama Kemensos RI (Kementerian Sosial Republik Indonesia) agar bantuan program Sembako tersebut tepat sasaran,” ujar Santi, Kamis (15/4/2021).
Ia menyebutkan, dalam Rakorda tersebut difokuskan untuk membahas perbaikan data. Sebab Kemensos RI terus melakukan perbaikan data, dan hingga saat ini terus berlangsung.
“2021 ini memang fokusnya perbaikan data, diharapkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sudah sinkron dengan Disdukcapil. Kita juga di daerah intens melakukan perbaikan dan selalu berkoordinasi dengan Disdukcapil, makanya Alhamdulillah perbaikan data tersebut cepat mendekati 100 persen, meskipun Kemensos RI masih belum selesai melakukan perbaikan data tersebut,” tuturnya.
Kota Cirebon sendiri memiliki 21.980 KPM program Sembako. Setelah dilakukan perbaikan data 99,25 persen, perbaikan tersebut kini di angka 20.073 KPM.
“Sisanya mungkin masih bertahap. Kemensos RI melakukan perbaikan data ini, karena untuk update data barangkali ada KPM yang telah meninggal dunia, pindah domisili dan sebagainya,” ungkapnya.
Pada penyaluran sembako Maret-April lalu, DSPPPA menyalurkan kepada 12.383 KPM. Sebab, menurut Santi, saat itu perbaikan data baru mencapai di angka 12.383.
“Namun beberapa hari yang lalu angka perbaikan data ini sudah di 20.073,” ujarnya.
Sementara itu, Faisal Ardi selaku Koordinator Daerah Program Sembako Kota Cirebon mengatakan, KPM yang kini datanya masuk ke angka 20.073 tersebut bisa mendapatkan program Sembako untuk periode Maret-April.
“Misalnya saat datanya masih 12.383, ada KPM yang tidak menerima Sembako Maret-April, namun setelah diperbaiki dia masuk ke data yang 20.073, maka dia bisa dapat Sembako Maret-April secara menyusul,” ujarnya.
Faisal menambahkan, KPM yang menerima bantuan program Sembako ini tidak boleh beririsan dengan program lainnya seperti bantuan sosial tunai (BST).
“Makanya ketika sudah dapat bantuan program Sembako, maka dia tidak akan dapat BST, dan sebaliknya,” ujarnya.
Program Sembako sendiri merupakan bantuan dari Kemensos RI kepada KPM yang berisi aneka pangan yang memenuhi protein nabati, hewani, vitamin dan mineral dengan kalkulasi Rp200 ribu per KPM.
Bantuan non tunai ini diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang yang bekerjasama dengan bank.
Sejak pandemi Covid-19, jumlah bantuan naik menjadi Rp200 ribu dari sejak semula Rp110 ribu, kemudian sempat Rp150 ribu. (din)



















