Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 November 2021

Sektor Pertanian Mampu Bertahan di Pandemi Covid 19


CIREBON - Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag, mendorong generasi milenial di Kabupaten Cirebon, memiliki minat menjadi petani. Hal tersebut lantaran sektor pertanian terbukti tidak terpuruk akibat pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19).

Imron mengatakan, Kabupaten Cirebon awalnya merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Barat. Namun, seiring waktu berjalan, regenerasi petani di wilayahnya itu tidak berjalan dan menyisakan petani berusia 40 tahun ke atas.

"Saya adalah keluarga petani, terbiasa bertani dan waktu itu petani muda sangat banyak. Tetapi, bergulirnya zaman, profesi petani mulai ditinggalkan anak muda karena dianggap kurang menjanjikan," kata Imron saat Sosialisasi Petani Milenial di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa, (9/11/2021).

Imron mengatakan, regenarasi petani perlu dilakukan lantaran kebutuhan pangan bakal terus meningkat. Bila proses regenerasi tidak berjalan, dikhawatirkan bakal terjadi krisis pangan.

"Kalau generasi milenial tidak tertarik, nanti akan membeli kebutuhan pangan dimana," katanya.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki program Petani Milenial. Sektor Pertanian, merupakan salah satu kekuatan perekonomian.

Program Petani Milenial digulirkan untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jawa Barat yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan di Jawa Barat.

"Kalau tidak ada upaya regenerasi, dikhawatirkan 10 tahun ke depan terjadi krisis pangan. Apalagi, Jawa Barat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 48,2 juta jiwa," ujarnya.

Benny mengatakan, jumlah petani di Jawa Barat saat ini mencapai angka 3.665.050. Dari jumlah tersebut, hanya 11,11 persen berusia di bawah 30 tahun. Jumlah itu, menurutnya masih relatif kecil.

Program Petani Milenial diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

"Seperti kata Pak Gubernur Jawa Barat, tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia," katanya. (din)

Senin, 08 November 2021

Komisi III DPRD Rapat Bersama Bahas R-APBD Disdik Kota Cirebon Tahun 2022 Disdik

CIREBON – Komisi III DPRD melaksanakan rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon di ruang Griya Sawala, Senin (8/11/2021). Rapat tersebut membahas tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Disdik Kota Cirebon 2022.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, DPRD sejatinya ingin mengetahui kejelasan tentang R-APBD 2021 Disdik Kota Cirebon. “Rapat ini agar kita tahu rencana pendapat dan belanja Disdik. Supaya anggaran yang digunakan bisa efektif dan efisien,” kata Tresnawaty usai rapat.

Tresnawaty mengaku telah mengevaluasi rincian R-APBD yang sudah disampaikan Disdik Kota Cirebon. “Nanti ada rapat lagi. Kita juga akan panggil per bidangnya, yakni GTK (guru dan tenaga kependidikan), Paud dan Pendidikan Non Formal, dan Pembindaan Pendidikan Dasar (Dikdas),” tuturnya.

Tresnawaty mendorong agar pembahasan rapat dan evaluasi tak terfokus pada anggaran. Sehingga, rapat bersama tiga bidang yang ada di Disdik perlu dilakukan untuk mengevaluasi program-program yang direncanakan.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cirebon, Irawan Wahono SPd MPd mengaku siap mengevaluasi perincian perencanaan anggaran yang telah disusun. Saat ini anggaran dari APBD masih terbatas.

Dalam rapat tersebut, Disdik juga mnyampaikan pagu anggaran 2022. Disdik telah menyusun R-APBD 2022, totalnya sebesar Rp 340.659.751.860. Total besaran R-APBD tersebut merupakan hasil penjumlahan antara Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang besarannya mencapai Rp 290.616.678.027, dan dana transfer pusat yang mencapai Rp 158.666.398.000.

“Dari APBD murni kita fokus alokasikan ke BOS daerah. Sebelum pandemi, BOS daerah itu Rp 300 ribu per siswa. Sekarang Rp 50 ribu per siswa. Inginnya kita bisa dikembalikan lagi (Rp 300 ribu per siswa),” kata Irawan. (din)

Sabtu, 06 November 2021

Bupati Imron : Keberadaan Jurnalis Jadi Bagian dari Tolok Ukur Kemajuan Daerah

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Hotel Aston, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/11/2021).

Pelaksanaan UKJ tersebut, diikuti puluhan jurnalis yang bertugas di wilayah Cirebon Raya sekitarnya. Para jurnalis itu, nantinya diuji tim asesor dari Dewan Pers dan perwakilan IJTI pusat.

Imron mengatakan, UKJ ini merupakan salah satu standar untuk mengukur kemampuan seseorang dalam profesinya. Hal itu berlaku pula bagi profesi lainnya, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Imron, wartawan itu memiliki tugas mulia. Namun, kalau tidak disertai kompetensi maka tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Harus mampu memberikan informasi kepada masyarakat. Tetapi, kalau kemampuannya tidak mumpuni, itu tidak efektif. Saya harap semua yang ikut tes dinyatakan kompeten," kata Imron.

Imron mengatakan, saat ini pemerintah daerah sudah membentuk Satgas Percepatan Investigasi. Hal tersebut dilakukan pemerintah daerah untuk 'menjemput' investor agar melakukan ekspansi ke Kabupaten Cirebon.

Keberadaan para jurnalis, lanjut Imron, menjadi salah satu tolok ukur kemajuan daerah. "Beberapa kebijakan dari pemerintah pusat, sebagiannya saya dapatkan dari teman-teman jurnalis. Jelas ini sangat membantu," katanya.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan, UKJ yang dilaksanakan di Cirebon ini merupakan rangkaian terakhir pada 2021. Diharapkan, tahun selanjutnya bisa diikuti lebih banyak peserta.

Menurut Herik, ini merupakan salah satu cara menciptakan pola kerja jurnalis agar dapat bekerja dengan baik. Semua orang bisa menjadi wartawan, namun tidak semuanya berkompeten.

"UKJ untuk mencegah terjadinya malpraktik profesi. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur keprofesionalitasan wartawan," katanya. (din)

Layanan Cirebon Siaga 112 Wakili Indonesia di Kompetisi ASEAN ICT Award

 


CIREBON – Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Enterpreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022. Sejumlah prestasi lainnya juga berhasil diraih oleh Pemda Kota Cirebon jelang akhir tahun.


Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP, menjelaskan IdenTIK merupakan transformasi dari program INAICTA serta ID.UP yaitu sebuah ajang kompetisi yang ditujukan untuk menggali produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karya anak bangsa terbaik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Harapannya agar produk TIK karya anak bangsa tersebut dapat bersaing di tingkat regional, bahkan internasional. “Pemda Kota Cirebon mengikuti kategori public sector dengan mengajukan dua layanan yaitu Cirebon Siaga 112 dan Wistakon,” tutur Ma’ruf, Sabtu (6/11/2021).

Ma’ruf bersyukur, kedua layanan  yang diajukan berhasil masuk lima besar kategori public sector. Bahkan Cirebon Siaga 112 meraih peringkat pertama di kategori tersebut. 

“Selanjutnya Cirebon Siaga 112  akan diikutsertakan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Award 2022,” tutur Ma’ruf.

Sejumlah penilaian melatarbelakangi hingga Cirebon Siaga 112 terpilih menjadi juara satu kategori public sector. Di antaranya layanan Cirebon Siaga 112 terasa sekali manfaatnya oleh masyarakat. Dapat menelpon melalui telepon genggam sekalipun tidak memiliki pulsa.

“Layanan Cirebon Siaga 112 merupakan inovasi yang dilakukan dengan kolaborasi dengan banyak pihak,” tutur Ma’ruf. Sehingga masyarakat cukup mengingat satu nomor yaitu 112 untuk semua layanan kedaruratan.

Penghargaan ini, lanjut Ma’ruf merupakan kado bagi layanan Cirebon Siaga 112 yang 29 Oktober lalu baru berulang tahun yang ketiga. Ke depannya layanan satu nomor kedaruratan ini akan terus diperbaiki dan ditingkatkan sehingga akan semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, media sosial (medsos) milik Pemda Kota Cirebon juga menjadi nominator pada Anugerah Media Humas (AMH) 2021. Sekalipun belum meraih juara, Pemda Kota Cirebon masuk 6 (enam) terbaik nasional Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 

Nominasi ini menjadi motivasi Pemda Kota Cirebon untuk meningkatkan citra positif Pemda dan memberikan informasi terbaik seluas-luasnya kepada masyarakat Kota Cirebon melalui media sosial dan website.

Bahkan tahun ini, lanjut Ma’ruf, mereka telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan UGJ untuk sinergitas program merdeka belajar kampus merdeka. 

“Setiap tahun selama 6 bulan mahasiswa fikom belajar di kita,” tutur Ma’ruf.  Setelah dibekali dengan sejumlah keterampilan, mereka akan disebar di 9 SKPD untuk membantu pengelolaan website dan medsos.

“Di era yang serba digital ini, Pemda Kota Cirebon ingin informasi yang disampaikan disalurkan mengikuti perkembangan masyarakat. salah satunya dengan menggunakan medsos,” tutur Ma’ruf. (din)

Jumat, 05 November 2021

LPM Bawa Kampus IAIN Cirebon Ke Posisi Unggul Setara Kampus Ternama di Indonesia

Kegiatan Efektifitas dan Efesiensi Pelaksanaan Audit Muti Internal (AMI) oleh LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon di salah satu hotel di Kota Cirebon, Jum'at (5/11/2021).


FOKUS CIREBON - Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Efektifitas dan Efesiensi Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) melalui Aplikasi IT. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kota Cirebon dan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Jum'at (5/11/2021).

Dihadapan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Ayus Ahmad Yusuf M.Si melaporkan bahwa kegiatan yang sudah berlangsung tiga minggu, dan minggu ke 4 masuk pada tahap penyelesaian ini, dilaporkan berjalan sukses.

Ayus menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka penilaian akhir hasil audit internal sehingga nanti berikutnya akan dilaksanakan kegiatan peninjauan manajemen. 

Selain itu, kegiatan ini juga sifatnya menyamakan persepsi hasil proses penilaian para auditor yang dilaksanakan kurang lebih 3 minggu kemarin. 

Ayus menjelaskan, bahwa selama tiga bulan itu, pihaknya melaksanakan auditor ini ke semua fakultas, ke semua program studi, ke semua pusat dan ke semua lembaga. Termasuk LPM juga di audit oleh para auditor. 

Kemudian, audit ini diikuti oleh 22 auditor dan kegiatan ini dilaporkan menggunakan dua aplikasi yaitu Aplikasi Si Borang dan Aplikasi E-Sandi. 

"Alhamdulillah selama proses 3 bulan, LPM bekerjasama dengan Tim PTIPD menyusun aplikasi ini dan ketika lounching pada saat itu, erornya tidak terlalu banyak, sekitar 2 persenan dan itu hanya karena pemahaman saja terhadap implementasinya. Jadi Alhamdulillah 2 aplikasi ini benar-benar bisa dilaksanakan," terangnya.

Selain itu, para auditor ini melakukan de evaluasi nya dengan aplikasi. Jadi para auditi mengisi data-data dan mengupload datanya dan para auditor melakukan proses audit dengan melihat aplikasi itu. 

"Alhamdulilah dengan menggunakan 2 aplikasi ini para auditor merasa terbantu dan disitu bisa tergambarkan kondisi existing dari masing-masing auditi itu," jelasnya.

Ketua LPM juga menjelaskan dengan menggunakan 2 aplikasi tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak ketinggalan dengan perguruan tinggi lain dan mulai menyamai sejumlah UIN ternama di Indonesia. 

"Nanti di tahun 2022, LPM akan menyusun lagi yakni audit manajemen resiko," tambahnya.

Mengenai audit manajemen resiko ini, kata Ayus, contohnya jika ada dosen yang tidak menyerahkan LPS maka apa resikonya bagi mahasiswa dan apa dampaknya bagi mahasiswa dan ini kita sedang bekerjasama dengan SPI dan sedang menyusun pedomannya, standarnya, manualnya dan juga membuat aplikasinya. Termasuk juga kita akan melakukan audit Web.

Sementara menurut Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag sebagaimana laporan Ketua LPM maka tentunya kita sambut baik dan bersama-sama bisa lakukan sosialisasi, kemudian memberikan citra yang baik bagi lembaga kita. 

"Saya berkali-kali memberikan suatu hasil audit kinerja kemarin dari Inspektorat Jenderal bahwa ada satu kelemahan di dalam tubuh kita, baik dari tenaga pendidik maupun kependidikan dan secara umum civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kelemahan itu adalah kita kurang melakukan upaya image buliding. Yakni bagaimana mencitrakan Perguruan Tinggi kita dan ini mendapatkan perguruan tinggi yang mendapatkan recovisi dari masyarakat. 
Jadi, seperti apa yang dilakukan oleh LPM mustinya kita sambut bersama dan kita suarakan melalui media yang kita miliki," pintanya.

Sehingga lanjur rektor, rasa kepemilikan kita terhadap lembaga itu harus dibesar-besarkan lagi volumenya. Jadi kita punya prestasi tapi kita diam, bahkan menutup prestasi itu dan itu sebagai bagian masa lalu. Itu yang tidak boleh terjadi pada diri kita.

Sumanta juga mencontohkan, bahwa UISSI itu melaju ke ranah internasional, hal itu ditandai dari ketika membuka technical meeting PJJ yang diikuti oleh peserta se nusantara. "Ini kan jelas bisa dilihat sebagai sebuah pengakuan, bahkan ada sejumlah kampus ingin belajar ke IAIN Cirebon terkait program PJJ ini," jelasnya.

Sehingga yang patut kita lakukan sekarang ada evaluasi dan kita juga harus bisa membranding program-program kita ke luar dan mengapa itu harus kita lakukan, karena kerja keras yang kita lakukan ini tentu saja harus bisa menampilkan diri dalam posisi mutu tapi pada siang hari kita harus terdengar keluar. Sehingga tras yang diberikan kepada kita pemerintah itu kita bisa mampu menampilkan sesuatu yang menjadi ekspetasi pemerintah untuk pilot projec PJJ PAI.


"Nah ini kan menurut kita prestasi ya, karena bisa sampai dalam tataran implemtasi. Kita di diberi proyek, kita menjalankan proyek, dan kita melaksanakan dari mulai perencanaan, sampai kita sudah dalam tataran implementasi pelaksanaan. Kita sudah melaksanakan teknikal meeting, kemudian nanti kita buka kelas itu, dan dikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia," tandasnya. 

Jadi catatan dari Inspektorat Jenderal kita, mari kita tindaklanjuti bersama dan ini bukan ditujukkan kepada rektor saja, tapi kepada seluruh civitas akademika. Bagaimana bisa membranding, bagaimana bisa melakukan image building kepada publik. (din)


Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Jalin Kerjasama PKM di Asy-Syafi'iyah dan Ormas NU Indramayu

INDRAMAYU, FC - Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir (IAT) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bekerjasama dengan Yayasan Asy-Syafi’iyah, TK al-Quran dan ormas NU mengadakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut, berupa kegiatan bakti sosial dan khitanan masal, bertempat di Yayasan Asy-Syafiiyyah, Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Yakni pada momentum Dzikir & Ijazah Hadiyu dan Tabligh Akbar dalam rangka Haul al-Magfurlah KH. Masduki.

H. Moh Imron, S.Sos Selaku Ketua KBIHU NU Cabang Jatibarang dan Sekaligus Ketua Tanfidziyah MWC NU Jatibarang menyatakan, bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Jurusan PMI STIDKI NU dengan keluarga besar Yayasan Asy-Syafi’iyah, TK al-Quran, ormas NU, dan masyarakat. 

H.Moh Imron menjelaskan, bahwa partisipasi dan kontribusi masyarakat Kecamatan Jatibarang sangat besar dalam pelaksanaan praktik keagamaan. 

Hal ini juga yang menjadi daya tarik untuk bekerjasama karena kampus tidak hanya berada di menara gading, tetapi kampus ikut partisipasi dalam menghidupkan suasana masyarakat dengan nilai-nilai Qurani.

“Kami sering menggelar kegiatan bersama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu ketika pelaksanaan manasik haji. Pak H. Maimun sebagai narasumber dan pembimbing KBIHU NU Cabang Jatibarang Indramayu dan begitu juga dengan praktik manasik kami sangat terbantu oleh dosen-dosen IAIN," paparnya.

Selain itu kerjasama selanjutnya yaitu pelaksanaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji. Untuk itu dirinya berharap, kerjasama ini terus menerus dilakukan untuk syiar Islam dan menebarkan islam moderat, islam wasathiyah, dan Islam rahmatan lil alamin.

Sobani, M.H.I. Ketua Yayasan Yayasan Asy-Syafiiyyah Desa Pawidean Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu sekaligus dosen Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam STIDKI NU Indramayu menyatakan, bahwa pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Pengabdian kepada masyarkat juga sebagai upaya kampus memiliki kontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. 

Dijelaskan, Kegiatan ini berawal dari keluarga untuk mendoakan orang tua kami dan guru kami yaitu pelaksanaan Haul pada malam hari dengan Dzikir dan Ijazah Hadiyu dan Tabligh Akbar, serta bhakti sosial dan khitanan masal.

"Alhamdulilah Kegiatan ini hasil kerjasama dengan MWC NU, banom dan lembaga-lembaga, serta perguruan tinggi seperti Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Jurusan PMI STIDKI NU Indramayu," terangnya .

Sedangkan menurut Muhammad Maimun, M.A., M.S.I, Ketua Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menjelaskan bahwa dalam kesempatan ini, kegiatan pengabdian masyarakat Jurusan IAT melibatkan dosen dan mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi mahasiswa dan dosen bagian dari proses integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada  pembelajaran dan pengabdian berbasis riset.

Karenanya, praktik amaliyah umat Islam sangat menarik untuk diteliti dengan pendekatan PAR, dan memperkenalkan Jurusan IAT pada masyarakat, jika ini kuliah, maka pilih jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon karena memiliki ciri khas pendidikan al-Quran dan Kajian al-Quran berbasis Teknologi dan Informasi.

Muhammad Maemun juga menjelaskan, jika tujuan pengabdian masyarakat Jurusan IAT dilakukan untuk dapat membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan dan tanpa mengharapkan atau memberikan sesuatu. 

"Kerjasama ini sangat penting bagi kampus untuk berbaur dan hidup bersama masyarakat dan sekaligus sarana media promosi penerimaan mahasiswa Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Dr. Didi Junaedi, M.A. bahwa dengan melalui doa yang kita panjatkan, kegiatan ini menjadi berkah dan anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua.

Didi juga berharap kegiatan ini semakin meneguhkan sinergitas kampus dengan seluruh komponen baik dengan masyarakat maupun dengan ormas NU, Muhammadiyah, dan berbagai pihak untuk membumikan Islam ramah.

"Jurusan IAT dengan khas pendidikan al-Quran dan Kajian al-Quran berbasis Teknologi dan Informasi dapat bersinergi dengan TK al-Quran Asy-Syafiiyyah," ucapnya.
 
Sedang menurut Hj. Tsamrotul Fikriyyah, S.H.I, bahwa TK al-Quran Asy-Syafiiyyah ini mengembangkan pendidikan dengan student center, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Harapan lainnya, tambah Tsamrotul Fikriyyah, bahwa di era sekarang ini,  penting untuk meningkatkan literasi digital dengan nilai-nilai al-Quran.

"Ini jadi landasan kerjasama antara TK al-Quran Asy-Syafiiyyah dengan Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tuturnya. 

Hal senada disampaikan Ir. H. Abdul Ghofur, jika dalam kegiatan ini, Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir bekerja sama dengan UPZNU LAZISNU Jatibarang untuk mengajak masyarakat dalam zakat, infak, dan sedekah.

"Kerjasama ini sangat baik dan perlu terus dijalin, kami berharap IAIN Syekh Nurjati Cirebon, diharapakan bersama-sama dapat menggaungkan praktik berzakat, infak dan shodaqoh," pintanya 

Ini dilakukan, kata Abdul Gofur, sebagai supaya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat meningkat. "Alhamdulillah, kami sudah memiliki Mobil Ambulan yang bisa digunakan oleh masyarakat juga," jelasnya.

Demikian juga disampaikan Hisam, Ketua HMJ IQTAF. Kata Hisam, HMJ IQTAF yang berkolaborasi dengan dosen dalam acara kerjasama ini, merupakan wujud implementasi kegiatan Pengabdian Masyarakat dan tentunya perlu ditindak lanjuti secara berkesinambungan.

"Kami sangat berterimakasih kasih kepada dosen jurusan IAT yang telah melibatkan dalam acara ini, karna ikut terlibat pengabdian kepada masyarakat ini, menjadi bagian dari penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian Kepada Masyarakat sehingga mahasiswa dapat belajar bersama masyarakat.

Harapan kedepannya semoga mahasiswa selalu diikutsertakan dalam acara-acara yang selalu diadakan oleh Jurusan IAT, dan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini mahasiswa dapat mengaktualisasikan apa yang didapatkan dalam perkuliahan. (din)

IAIN Cirebon dan UIN Raden Intan Lampung Teken Kerjasama MBKM Bersama 57 PTKIN di Indonesia

Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Juhri M.Ag bersama para Wakil Rektor 1 PTKIN se-Indonesia dalam acara penandatangan kerjasama MBKM, Jum'at (5/11/2021).  


FOKUS CIREBON - Wakil Rektor 1, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Juhri M.Ag bersama 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia menjalin kerjasama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Jum'at (5/11/2021).

Penandatanganan kerjasama tersebut, untuk mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). 

"Ya, IAIN Cirebon dan UIN Raden Intan Lampung bersama 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja sama (SPK/MoA). Kerja sama ini ditandatangani oleh para Wakil Rektor 1 dan Wakil Ketua (WK) I di NTB," jelasnya.

Wakil Rektor I, UIN RIL, Prof Dr Alamsyah MAg mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) ini direncanakan akan diperluas dengan perguruan tinggi umum lainnya.

Alamsyah menyampaikan, ada sembilan bidang MBKM yang disepakati dan akan dilaksanakan. 

Sembilan bidang itu, yakni pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, mengajar di sekolah, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi proyek independen, pengabdian kepada masyarakat, dan bela negara.

“Dengan MBKM ini maka perguruan tinggi akan semakin berkembang maju, terbuka di dalam dan luar negeri. Kemudian saling mendukung dan berkontribusi, memiliki visi dan misi yang ril, menjadikan dosen dan mahasiswa sebagai subyek pro aktif dalam pendidikan, bukan obyek yang terkungkung dalam kurikulum yang kaku, serta lulusan memiliki peluang masa depan lebih cerah,” tandas Wakil Rektor 1, Alamsyah. (din)