Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 10 Februari 2022

Raker HMJ KPI Angkat Semangat Kinerja dan Aktualisasi Melalui Program Kerja Pengurus

Rapat Kerja Pengurus HMJ KPI, IAIN Sykeh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC -Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam, telah melaksanakan Rapat Kerja (RAKER), pada Kamis, 10 Februari 2022 yang bertempat di Auditorium Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Lantai 4.

Adapun tema yang diambil dari Raker ini yaitu “Mengoptimalisasi Pengimplementasian Pengurus HMJ KPI yang Bersinergis, Berintegritas serta mampu Mengaktualisasikan Program Kerja dengan Relavan.

Tema ini bermaksud agar kepengurusan HMJ KPI pada periode ini bisa optimal dalam melaksanakan program kerja dengan lebih nyata, sehingga kedepannya HMJ KPI bisa lebih maju dan lebih baik lagi.

“Rapat kerja ini bertujuan untuk memfiksasi program kerja setiap bidang yang ada di HMJ KPI periode 2022-2023,” ucap Ketua Umum Lestari Setia Budi saat memberikan sambutan. 

Menurutnya, sebelum dilaksanakannya raker, pihaknya terlebih dahulu sudah melaksanakan pra-raker, selain itu juga agar semua pengurus HMJ KPI mengetahui proker bidang satu dengan bidang lainnya.

Dijelaskan, pada kegiatan ini, masing-masing pengurus tiap bidangnya memaparkan program kerja yang saat itu diawali oleh bidang Kominfo yang terdiri dari Public Relation dan Media, yang kedua dari bidang Kajian dan Keilmuan, kemudian dilanjut dari bidang Kewirausahaan, kemudian bidang Minat dan Bakat. Serta yang terakhir dari BPH Umum.

Pada kepengurusan HMJ KPI di periode 2022-2023 ini, terdapat bidang baru yaitu bidang Minat dan Bakat yang difokuskan untuk mengembangkan, mewadahi minat dan bakat mahasiswa KPI, terutama di lingkup media dan komunikasi.

Rapat yang berkonsep semi formal ini dihadiri oleh SEMA F, DEMA F, dan Demisioner HMJ KPI dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di KPI ini, kita memiliki dua aspek penting yaitu dakwah dan komunikasi, yang mana nantinya, kedua hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan platform yang ada, kita bisa memanfaatkan Media Sosial yang sudah menjadi alat untuk berdakwah. (Red/Eva)

Rabu, 09 Februari 2022

Tanamkan Jiwa Mahasiswa Inovatif dan Produktif di Kepengurusan Baru, HMJ IQTAF Gelar Rapat Kerja Pengurus

Raoat kerja Pengurus HMJ IQTAF IAIN Syekh Nurjati Cirebon usung tema 'Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif'.


CIREBON, FC - Ketua Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, MA, M.Si secara resmi membuka rapat kerja (Raker) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (09/02/2022), 

Kegiatan bertema "Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif", berharap di masa mendatang, melalui kepengurusan yang baru, HMJ IQTAF terus berkembang, terus mengepakkan sayapnya dan mengayomi elemen-elemen di dalamnya serta menjadi lebih baik dari periode-periode sebelumnya.

Alfath Pangestu Danar, selaku Ketua Umum periode 2022-2023 menyampaikan permintaan maaf apabila kurang maksimalnya acara disebabkan pandemi Covid Omnicron, yakni varian baru yang memaksa keadaan untuk tetap menjaga jarak dan menghindari keramaian. 

Di samping itu, Alfath juga menegaskan bahwa Rapat Kerja ini merupakan jembatan awal untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki lembaran lama dalam masa kepemimpinan yang sekarang. 

Dengan Program Kerja yang mantap, kreatif, dan inovatif, diharapkan mampu mendirikan pondasi yang kuat, teguh, dan utuh dalam kepengurusan.

"Mohon maaf dalam penyelenggaraan raker ini kurang maksimal, misalnya pengurus yang hadir sedikit karena adanya pembatasan. Semoga untuk kepengurusan yang selanjutnya bisa lebih baik dalam penyelenggaraan setiap prokernya." ucap Alfath.

Kemudian dalam sambutan berikutnya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Omar Qad Panity, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan pesan berupa harapan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) dapat selalu menjadi orang-orang yang selalu berpikir tentang ide.

"Meng-upgrade HMJ dengan program kerja yang sistematis, memiliki badan otonom jurnal dan tetap melaksanakan protokol kesehatan." ucap Omar.

"Rapat kerja itu analoginya seperti sholat, kita sholat harus rapat dan lurus, maka dengan rapat ini kita saling merangkul, mengajak bukan mengejek, saling merapatkan dan lurus, maksudnya kita punya satu tujuan, satu vision di bawah pimpinan nahkoda Ketum Alfath bersama pengurusnya," tambahnya.

Setelah itu, ada beberapa pesan dari Wakorwil Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits se-Indonesia (FKMTHI) yang turut hadir dalam acara, Abdul Aziz Shutadi, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya raker ini, diharapkan HMJ IQTAF lebih baik dan lebih maju.

"Setiap program-program harus selaras dengan visi dan misi jurusan. Lalu, program-program yang dilaksanakan pun harus sesuai kebutuhan mahasiswanya itu sendiri. Dalam pembuatan program kerja, perhatikan masa depan mahasiswa, masa depan organisasi, dan masa depan lembaga institut." ucap Aziz.

"Mahasiswa Tafsir Hadits membuat program kerja harus bisa menjawab tantangan masyarakat, misalnya radikalisme, kekerasan seksual, dan politisasi ayat Al-Qur'an. Mahasiswa Tafsir Hadits harus bisa berperan dalam mengatasi hal tersebut," tambahnya.

Pada waktu yang sama, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A, M.S.I, juga menyampaikan pentingnya menjadi pribadi yang produktif, dengan slogannya "just do it" diharapkan HMJ IQTAF mampu menghasilkan karya yang luar biasa dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam program kerja ini, mahasiswa hanya menyepakati program-program yang sudah dirancang dengan pengesahan program kerja. Untuk HMJ IQTAF sendiri sudah memiliki sound system dan kamera untuk menunjang kegiatan HMJ kedepannya," ucap Maimun.

"Semuanya harus kreatif, inovatif, dan mempunyai rasa memiliki. Hal yang terpenting adalah just do it, kegiatan HMJ harus disampaikan kepada dunia, dan wadahnya harus dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak biasa dan mampu menjadi harapan bangsa kedepannya," tambahnya. (din)

Pererat Persaudaraan di Ormawa, DEMA FUAD adakan "GO FUAD"

Sesi foto bersama, usai kegiatan "Go FUAD" 


CIREBON, FC - Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah ((FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan "GO FUAD"  atau Gathering Ormawa FUAD. 
Kegiatan tersebut diluncurkan oleh pengurus periode 2022/2023 dengan tujuan mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) DEMA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Ya, ini menjadi program kekinian atau event baru yang ada di kepengurusan periode 2022/2023, dengan tujuan mempererat persaudaraan di Ormawa FUAD," terang Omar, Ketua Umum DEMA FUAD, Rabu (09/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

Menurut Omar, kegiatan yang diadakan pada 05 Februari 2022 ini, bertempat di Laboratorium TV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kampus II Majasem, digelar setelah diadakannya musyawarah kerja DEMA guna membicarakan rancangan kerja ke depan di internal kepengurusan.

"Pada kegiatan ini, kami tetap menerapkan protokol kesehatan, dan dihadiri oleh tamu undangan Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Fakultas, Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut, dan segenap delegasi mahasiswa jurusan," jelasnya.

Kegiatan dengan tema "Konstruksi Tiga Sisi, Solusi Satu Visi", kata Omar,  Konstruksi tersebut berarti membangun, Tiga Sisinya diibaratkan tiga aspek penting fakultas, yakni (Ushuluddin, Adab, dan Dakwah). Sedang Solusi Satu Visi nya adalah DEMA FUAD selalu berupaya menjadi solusi untuk pembangunan fakultasnya.

"Alhamdulillah, rangkaian demi rangkaian kegiatan terlaksana denga baik. Bahkan antusiasme dan keseruan peserta terlihat saat gathering, dan terus berlanjut hingga sampai pada sesi penyampaian aspirasi untuk DEMA FUAD.," papar Omar yang juga menegaskan bahwa kita ini adalah "We'are one big family".


Sementara itu, Ketua Umum DEMA Institut, Fauzi, menyatakan bahwa kita harus bisa berada pada dua barisan, satu sisi sebagai lembaga dan satu sisi sebagai mahasiswa. "Sehingga ada keseimbangan," tuturnya. (din)




Wakil Walikota : Kritikan Pers Harus Disikapi Sebagai Motivasi Untuk Perbaikan

CIREBON – Kehadiran Pers di Indonesia, khususnya Kota Cirebon, dirasakan telah berkontribusi banyak terhadap suksesnya program pembangunan. Kritik maupun masukan dari pers bagi penyelenggara pemerintahan mesti disikapi sebagai motivasi untuk perbaikan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon Raya di Jalan Dukuh Semar, Rabu (9/22/2022).

“Kritik maupun masukan dalam bentuk pemberitaan dari insan pers menjadi bahan introspeksi untuk kami bekerja lebih baik lagi,” ungkap Eti.

Ia menambahkan, pihaknya sejauh ini masih dan akan terus berkomitmen mendukung kerja-kerja para insan pers dalam menjalankan tugasnya. Sinergi Pemda Kota Cirebon dengan insan pers pun, diakui Eti, telah terjalin sangat baik.

“Melalui fungsi kontrol maupun informasinya, pers kami anggap sebagai mitra strategis di luar lingkungan pemerintahan. Tidak hanya diingatkan, tapi sering juga kita mendapatkan masukan yang baik dari sahabat-sahabat para insan pers,” tutur Eti.

Eti menambahkan, di tengah arus deras digitalisasi dan informasi yang demikian kencang hari-hari ini, insan pers telah mampu menjadi referensi bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi.

“Kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan insan pers diatur oleh kode etik. Sehingga produknya pun dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu hal penting dalam menangkal hoaks dan sebagainya,” kata Eti.

Ia mencontohkan, ketika pandemi Covid-19 terjadi, selain penanganan secara medis, hal penting lainnya adalah menjaga masyarakat dari “serangan” berita bohong atau hoaks.

“Alhamdulillah pers di Kota Cirebon menjalankan perannya dengan baik, dalam hal edukasi maupun informasi saat masa pandemi,” katanya. (Bam)

Selasa, 08 Februari 2022

Rekruitmen Aparatur Desa Sampiran, Dilakukan Sesuai Mekanisme Peraturan Bupati

Kuwu Sujito saat memberikan penjelasan seputar pengisian kekosongan aparatur di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 


CIREBON, FC - Adanya kekosongan sejumlah aparatur Desa Sampiran, Kecamatan Talun, membuat Sujito yang baru dilantik sebulan satu Minggu ini langsung melakukan pembenahan di internal desa dengan membentuk tim seleksi yang dinahkodai oleh Ketua BPD setempat.

Menurut Kuwu Sujito kepada fokus Cirebon, bahwa open rekruitmen tersebut dilakukan oleh tim seleksi melalui sarana media sosial (medos) yang disebar kepada warga. 

Proses rekruitmen ini, kata Sujito dilakukan secara transparan dan sesuai mekanisme Peruturan Bupati No 22 Tahun 2018 tentang seleksi calon perangkat daerah.

"Alhamdulillah, hasil penjaringan tim seleksi banyak pendaftar yang berminat menjadi calon aparatur desa. Namun tim seleksi dalam menentukan siapa calon pendaftar yang layak, dilihat dari  persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar," ujarnya, Selasa, (8/2/2022).

Selain itu, kata Sujito, pihaknya sudah meminta kepada tim seleksi untuk bekerja sesuai mekanisme Perbup dalam memilih calon perangkat desa, dan mereka harus profesional, serta calon aparatur yang terpilih bisa berjalan se-visi dengan Kuwu. 

Hal ini, kata Sujito, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Maka tim seleksi diminta bekerja dengan baik dan dilakukan secara selektif agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Pengisian kekosongan tersebut, lanjut Sujito, juga agar pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. "Ya, kami sudah meminta agar para calon aparatur terpilih bisa sejalan dengan langkah dan program desa yang kami canangkan," ujarnya.

Dijelaskan Sujito, bahwa persepsi dan visi yang sama akan memberikan keserasian langkah dan program antara aparat dengan kuwu, dan penyamaan visi kerja ini semata untuk  pelayanan kepada masyarakat. (din)

Tex Center IAIN Syekh Nurjati Cirebon Kerjasama KPP Pratama Cirebon Satu Menggelar Pelatihan Relawan Pajak

Pelatihan pengisian SPT Pribadi bagi 42 relawan hasil seleksi yang dilakukan Tex Center bekerjasama KPP Pratama Cirebon Satu di Gedung PTIPD.

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Tex Center bekerjasama dengan KPP Pratama Cirebon satu mengadakan kegiatan pelatihan pengisian SPT pribadi atau perorangan kepada 42 mahasiswa sebelum mereka terjun ke lapangan. 

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PTIP IAIN SNJ Cirebon ini diikuti oleh sebanyak 42 relawan pajak hasil seleksi Tex Center.

Dosen Akutansi Syariah, pada Jurusan Akutansi Syariah, dan juga Wakil Tex Center, Haulah Nakhwatunnisa, M.Si menjelaskan bahwa Tex Center sudah berdiri sejak 3 tahun lalu, dan ini merupakan tahun ketiga. Tujuannya adalah untuk pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. 

Haulah Nakhwatunnisa, M.Si menyampaikan, pada tahun ini Tax Center mencakup dari beberapa divisi, yakni divisi pendidikan, pelatihan dan riset, divisi sosialisasi dan pelayanan. Dan divisi komisi komunikasi dan informasi dan divisi pusat kreatif.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini Tax Center juga melakukan open rekruitmen. Open rekruitmen tersebut terus mengalami peningkatan, dan di tahun ketiga ini kita bukan bukan saja hanya untuk mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, tetapi dibuka untuk seluruh mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Baik FSEI, FUAD maupun FITK

"Alhamdulillah animonya sangat baik dan hal itu bisa dilihat dari data yang ada pendaftarnya sudah mencapai 124 mahasiswa," katanya. 

Dijelaskan bahwa untuk open rekruitmen ini ada beberapa tahap yang harus ditempuh, pertama pendaftaran, lalu tahap seleksi pemberkasan, sehingga dari 124 pendaftar hasil seleksi pemberkasan terjaring 68 mahasiswa yang lolos pemberkasan. 

Setelah lolos pemberkasan lalu dilakukan tahap wawancara. Pada tahap wawancara ini terdapat beberapa penilaian-penilaian yang ditanyakan kepada calon relawan, di antaranya ada integritas, profesionalitas dan kedisplinan. "Jadi ada 5 komponen penilaian," ujarnya.

Kemudian dari hasil wawancara tersebut, kita jaring dan ada 42 mahasiswa yang terjaring. "Alhamdulillah, kalau dua tahun lalu hanya ada dari FSEI, namun pada tahun ini yang terjaring ada dari dua fakultas yang lain juga, yakni mahasiswa FUAD dan FITK," tuturnya.

Dijelaskan Kembali setelah ada  perekrutan, dan di bulan februari -maret ini adalah laporan pribadi dan SPT Badan, maka sebelum mahasiswa terjun ke lapangan, Tax Center bekerjasama dengan KPP Pratama satu melakukan kerjasama yakni dengan mengadakan pelatihan.

"Hari ini adalah hasil kerjasama Tax Center dengan KPP Pratama satu dengan mengadakan pelatihan di gedung PTIPD dengan melibatkan dua narasumber yakni bapak Tohirin dan Bapak Tresnawanto, yakni tim penyuluh dari KPP Pratama Cirebon Satu," terangnya.

Nanti pada pelatihan tersebut, imbu Haulah akan dijelaskan bagaimana cara pengisian Pelaporan SPT pribadi atau perseorangan. Untuk ke depannya nanti akan ada pelatihan lagi untuk SPT Badan. 

Harapan dengan adanya kegiatan pelatihan SPT perorangan ini, jelas Haulah,  agar para calon relawan bayar pajak ini, yakni mahasiswa-mahasiswa ini untuk.memahami bagaimana cara pengisiannya sebelum mereka terjun ke lapangan. 

"Mahasiswa-mahasiswa atau para relawan pajak ini, nanti akan di tempatkan di KPP atau di Mall-Mall atau di Tex Center," ungkapnya.  (din)

DPRD Kota Cirebon Rekomendasikan Pemkot Pemkot Untuk Berkonsultasi Ke ATR

CIREBON, FC – DPRD merekomendasikan Pemerintah Kota Cirebon untuk berkonsultasi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) mengenai usulan rencana pencabutan atau revisi Perda Nomor 8/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cirebon 2011-2031.

Upaya tersebut dilakukan sebagai jalan keluar adanya perbedaan persepsi antara DPRD dan Pemerintah Kota Cirebon, terkait apakah perlu pencabutan perda atau cukup hanya dilakukan revisi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH menjelaskan, rencana Pemkot Cirebon menyampaikan usulan dua raperda, yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan pencabutan atas Perda Nomor 8/2012 tentang RTRW tahun 2012-2031, mendapat tanggapan berbeda dari DPRD Kota Cirebon.

Terkait usulan Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung, bisa diakomodir DPRD. Baik usulan melalui mekanisme ditetapkan prolegda oleh Bapemperda terlebih dahulu atau langsung ditetapkan. Namun begitu, tetap ada penyampaian dari eksekutif ke Bapemperda DPRD.

Sedangkan untuk usulan pencabutan Perda RTRW, masih berbeda pandangan dengan DPRD. Tim Asistensi Pemkot Cirrbon berpandangan perlu dilakukan pencabutan. Namun DPRD menilai cukup direvisi.

“Solusi dari hasil rapat, perubahan nomenklatur perda itu dikonsultasikan dulu dengan Kementerian ATR,” kata Dani, usai rapat dengan Tim Asistensi Pemkot Cirebon di Griya Sawala gedung DPRD, Selasa (8/2/2022).

Pihaknya juga meminta Pemkot Cirebon segera menyiapkan materi teknis terkait rencana peninjauan kembali terhadap Perda RTRW. “Karena ini menyangkut pelayanan publik, terutama masalah perizinan,” ujar Dani.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Drs Sumantho menyampaikan, Pemkot Cirebon dalam waktu dekat segera mengusulkan revisi Perda RTRW dan Raperda Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

Pemkot juga akan konsultasi ke Kementerian ATR terkait revisi materi rancangan nomenklatur Perda RTRW agar tidak terjadi kekosongan hukum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Syaroni ATD MT mengatakan, berdasarkan PP Nomor 21/2021 ketentuan peninjauan kembali (PK) dan revisi Rencana Tata Ruang (RTR) menjadi kewenangan daerah.

PK RTR dilakukan maksimal satu kali dalam lima tahun. Perubahan itu terjadi jika perubahan lingkungan strategis berupa, bencana alam skala besar, perubahan batas teritorial negara, perubahan batas daerah, atau perubahan kebijakan nasional bersifat strategis. (din)