Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 08 Maret 2022

Sambut Bulan Suci Ramadhan, DKM NURROHMAN Gelar Kegiatan Isra M'raj


Kegiatan Isra Mi'raj Nabi Mumahhad SAW di Masjid Nurrohman, Kelurahan Larangan, Harjamukti Cirebon.


HARJAMUKTI, FC - Pengurus DKM dan Jamaah Masjid Nurrohman Kelurahan Larangan memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1443 H di Masjid setempat  (8/3).

Ketua DKM Nurrohman H. Maskud, S.Sos, M.Si didampingi Sekretaris Ujang Tohari dalam kesempatan acara tersebut  mengatakan digelarnya acara Isra Mi'raj ini sekaligus menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1443 H.

Kegiatan ini, juga dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT disertai  kesiapan Jamaah  Masjid Nurrohman dan warga RW 11 & 12 Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan pada tahun  ini.

H.Maskud, menyampaikan permohonan doa dari Jamaah sehubungan setelah bulan Suci Ramadhan tepatnya di bulan Syawal akan  dimulai renovasi pergantian keramik ruang utama diganti dengan Granit yang akan  menghabiskan biaya sebesar 128 juta.

Untuk itu pihaknya memohon kiranya yang mempunyai kelebihan rejeki untuk  menyisihkan sebagian dalam rangka pembangunan renovasi pergantian keramik dengan Granit.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darurrohim KH. Ade Abdurrohim Ahmad dalam Tausiyahnya mengatakan, bahwa peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW mengingatkan kepada kita semua tentang pentingnya meningkatkan kualitas ibadah Sholat karena itulah esensi dari  memperingati Isra Mi'raj ini dan tentunya harus benar-benar siap lahir dan bathin menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1443 H. (Didi)

Senin, 07 Maret 2022

Berat dalam Bertugas, Wakil Wali Kota Cirebon Apresiasi Kinerja Pemadam Kebakaran

CIREBON, FC – Petugas pemadam kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Cirebon tidak hanya menangani kebakaran. Melainkan beberapa persoalan kedaruratan lainnya yang terjadi di masyarakat.

Atas kinerja yang baik itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran di Dinas Damkar Kota Cirebon.

“Kinerja Dinas Damkar sudah sangat maksimal dan semoga terus dipertahankan, bahkan lebih baik lagi,” ungkap Eti saat menghadiri tasyakur peringatan HUT ke- 103 di kantor Dinas Damkar Kota Cirebon.

Eti menambahkan, petugas Dinas Damkar selain menangani persoalan yang berkaitan kebakaran dan antisipasinya, juga melayani persoalan lain. Semisal, penanganan terhadap temuan satwa membahayakan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah kita patut berbangga kepada Dinas Damkar. Melayani tidak hanya persoalan-persoalan yang terkait kebakaran di tengah masyarakat,” kata dia.

Di sisi lain, Dinas Damkar Kota Cirebon juga tengah mengupayakan peningkatan status tenaga honorer para petugasnya menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Sedang inventarisasi untuk PPPK dan menunggu jawaban dari pemerintah pusat. Semoga bisa dimudahkan, agar menjadi motivasi bagi para petugas di Dinas Damkar,” tuturnya. (Indah)

Sabtu, 05 Maret 2022

HMJ IQTAF Gelar Kajian Keadministrasian dan Markab

CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Kajian Keadministrasian dan MAKRAB (Malam Keakraban) selama dua hari satu malam, yakni 05-06 Maret 2022, di Curug Putri Palutungan-Kuningan.

Menyongsong lembaran baru dengan rasa optimis, acara tersebut terlaksana dengan lancar dan resmi dibuka oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Alfath Pangestu Danar, Sabtu, (05/03/2022).

Bertemakan PEKA “Pengukuhan Keadministrasian”, Ahmad Hamdani, selaku Ketua Pelaksana dalam acara, mengucapkan terima kasih dan menyampaikan permintaan maaf terkait acara tersebut. 

Hamdani juga menegaskan bahwa acara ini diharapkan dapat membuka visi pandangan para pejuang baru yang tergabung dalam barisan Himpunan Mahasiswa Jurusan agar lebih luas bahwasanya sebuah organisasi bukan hanya tentang belajar bagaimana bersosialisasi, dan berdiri di depan massa, tetapi juga tentang belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin, pentingnya sebuah birokrasi dan administrasi, dan terus meningkatkan kualitas diri.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pengurus, Kadiv Sekdiv, serta para anggota yang turut hadir dan menyumbangkan tenaga serta pikirannya sehingga acara ini dapat terealisasi dan berjalan dengan lancar. Saya juga mengucapkan mohon maaf atas segala kekurangannya, baik dalam segi tempat dan keadaan, terlepas dari itu semua, In Syaa Allah acara ini dapat bermanfaat bagi kita sekalian,” ucap Hamdani.

“Organisasi bukan hanya tentang belajar bagaimana bersosialisasi dan berdiri di depan massa, tetapi lebih luas daripada itu, sebuah wadah pengembangan menyajikan berbagai nilai dalam aspek kehidupan, dalam hal ini adalah menjadi pemimpin, setidaknya dapat memimpin diri sendiri sebelum berdiri di depan orang banyak, pentingnya sebuah birokrasi dalam hubungan formal, urgensinya administrasi dalam menunjang berbagai aspek dalam dunia organisasi, dan terus meningkatkan diri serta menjadi pribadi yang dapat dibanggakan,” tambahnya.

Kemudian dilanjut dengan MAKRAB yang mengusung tema “MANISAN (Malam Keharmonisan)”, Alfath Pangestu Danar, selaku Ketua Umum, juga menyampaikan perkataan dan perasaannya saat itu, Alfath mengucapkan terimakasih dan selamat atas terselenggaranya acara tersebut. 

Alfath menegaskan, tujuan diadakannya PEKA (Pengukuhan Keadministrasian) dan MANISAN (Malam Keharmonisan) untuk pembelajaran bagi seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) agar memiliki gambaran terkait administrasi persuratan, dan menjadi bekal untuk para sekretaris pelaksana di setiap kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF). 

Di samping itu, Alfath juga menegaskan bahwa diadakannya acara MAKRAB (Malam Keakraban) diharapkan mampu menumbuhkan rasa persatuan yang tidak terpisahkan, momen untuk saling mengenal dan menyatukan perasaan, momen menumbuhkan perasaan senasib dan seperjuangan, momen untuk membangun sebuah ikatan solid yang tidak tergoyahkan.

“Saya mengucapkan terima kasih dan selamat atas terselenggaranya acara ini, dengan diadakannya PEKA, para pengurus diharapkan mampu memiliki visi yang luas, dan bekal yang cukup untuk dunia administrasi dan persuratan, bekal yang nanti diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman untuk para sekretaris pelaksana di waktu ke depan,” ucap Alfath.

“Di acara MAKRAB juga dengan MANISAN sebagai temanya, saya harap para pengurus mampu membangun rasa persatuan, rasa memiliki, dan sebuah kesadaran untuk membantu HMJ mengepakkan sayapnya lebih tinggi lagi. Persatuan adalah sesuatu yang agung bagi sebuah wadah, manfaatkan momen ini untuk saling mengenal, mendekatkan, dan memahami satu sama lain. Tumbuhkan perasaan senasib dan seperjuangan dalam sanubari, bangun ikatan yang solid yang saling merangkul dan menguatkan, serta tidak tergoyahkan,” tambahnya.

Acara tersebut berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir, dibaluti dengan perasaan bahagia, diwarnai dengan senyuman-senyuman para pengurus dan anggota, juga para panitia yang sudah mengerahkan segalanya untuk acara. Besar harap dengan diadakannya acara PEKA dan MANISAN ini, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) semakin jaya dan menggelora kedepannya. (FC/din)


Jumat, 04 Maret 2022

Yayasan Wansakerta Manfaatkan Tanaman Liar jadi Obat Herbal

PROSES pengeringan tanaman liar di Saung Wangsakerta sebagai bahan dasar obat herbal yang mulai diminati masyarakat perkotaan.


CIREBON, FC - Upaya pemanfaatan tanaman yang tumbuh liar di pekarangan jadi komoditi bernilai ekonomi ini dilakukan oleh Yayasan Wangsakerta. Tanaman tersebut diperoleh dari ladang warga. Dibersihkan dijemur kemudian dikirim ke produsen obat herbal. 

Pendiri Yayasan Wangsakerta, Farida Mahri menuturkan, permintaan tanaman herbal dari kota besar terutama Jakarta tergolong tinggi. Seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengurangi konsumsi bahan kimia. 

Menurut Farida, ada beberapa tanaman yang tumbuh liar namun diminati pasar. Tanaman itu mudah didapat lantaran tak perlu ditanam. Hanya dibiarkan tumbuh kemudian dirawat seperlunya. 

Beberapa tanaman tersebut antara lain putri malu, sambiloto, sambung nyawa, bunga telang, daun kunyit, serei dan lainnya. Tanaman-tanaman ini mudah sekali tumbuh di sembarang tempat. Sehingga, masyarakat tak sulit. 

"Tapi kalau di Jakarta nggak ada lahan. Jadi manfaatin lahan yang masih banyak di Cirebon untuk tanaman yang bisa jadi bahan herbal," kata Farida saat ditemui.

Farida mengatakan, aneka tanaman tersebut dibeli oleh produsen obat herbal untuk beragam kebutuhan. Mulai dari suplemen untuk kekebalan tubuh sampai obat kuat. 

Farida menjelaskan, pemanfaatan tanaman liar ini dalam jangka panjang bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan bagi warga sekitar. Pasalnya, di sekitaran Saung Wangsakerta di Dusun Karangdawa, Setu Patok, Mundu, Cirebon masih banyak lahan yang ditumbuhi tanaman liar. 

Sembari berkebun urus tanaman utama, warga bisa mencari tanaman herbal secara cuma-cuma. Kemudian dikumpulkan di Saung Wangsakerta untuk dikeringkan dan dikirim ke produsen obat herbal. 

Meski baru merintis, olahan tanaman sebagai bahan dasar obat herbal sudah berhasil terkumpul. Di musim hujan tanaman-tanaman ini tumbuh subur. Namun pengeringannya masih terkendala minimnya sinar matahari. 

Farida berencana, jika permintaan tanaman ini stabil maka bakal digunakan sistem pengering otomatis. Pasalnya, di Suang Wangsakerta juga telah mampu memproduksi alat untuk mempermudah pekerjaan di bidang pertanian dan peternakan.

Di sisi lain, Akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wakhit Hasim mengungkapkan, kerja-kerja di bidang pemberdayaan sosial bisa dimulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Pemanfaatan tanaman liar bisa jadi alternatifnya. 

Di samping itu, kolaborasi antar pegiat sosial juga perlu dilakukan. Hal itu guna membangun jejaring berbasis kesadaran terhadap pentingnya pemberdayaan masyarakat desa. Dengan begitu, kerja-kerja sosial akan semakin solid dan organik.

Menurut Wakhit, kerja-kerja sosial tak bisa berlandaskan kepentingan profit bagi pegiatnya. Kerja sosial harus didasarkan pada kesamaan perspektif. "Kalau orientasinya materi, sebuah tim bisa bubar dengan mudah. Di sinilah pentingnya membangun sistem yang orientasinya pada kepentingan bersama membangun masyarakat," ujar Wakhit. (din)



BEM UNISBA Bandung Adakan Studi Komparatif Dengan DEMA FUAD di Kampus IAIN Cirebon

Ketua BEM UNISBA Bandung saat sesi foto bersama dengan Ketua DEMA FUAD IAIN Cirebon pada kegiatan Studi Komparatif di kampus IAIN SNJ Cirebon, Jum'at (4/3/2022).


CIREBON, FC - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (UNISBA) menginisiasi kegiatan studi komparatif dengan Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at (4/3/2022).

Permohonan studi komparatif ini pun diterima oleh DEMA FUAD yang melihat ini sebagai peluang pembelajaran, dan kegiatan ini menjadi momentum melebarkan sayap DEMA FUAD IAIN Cirebon dengan BEM Dakwah UNISBA. 

Ketua DEMA FUAD IAIN Cirebon, Omar menyatakan, saat ini bukanlah eranya berkompetisi melainkan eranya berkolaborasi, hal ini sepakat oleh kedua pihak. 

"Alhamdulillah, kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (UNISBA) melalui bidang Eksternal, kemudian memilih DEMA FUAD sebagai kunjungan studi organisasinya," kata Omar.

Omar juga bersyukur, baru satu tahun kepengurusan berjalan, DEMA FUAD sudah dilirik oleh organisasi kemahasiswaan lintas kampus, salah satunya UNISBA. 

"Kegiatannya dilakukan di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tepatnya di Auditorium FUAD selama sehari penuh," jelasnya.

Omar juga menjelaskan, bahwa tema pada kegiatan ini "Membangun Relasi, Menguatkan Komunikasi, Mempererat Silaturahmi" sangatlah cocok untuk tetap terjaganya komunikasi dan silaturrahmi.

"Ya, studi komparatif ini berarti membandingkan satu dua hal sehingga mendapatkan pembelajaran, hal ini perlu, tetapi jangan sampai terlalu mengangkat kata paling, maka mengedepankanlah kata saling di antara kita," kata Omar. 

Sementara itu, kedatangan BEM Dakwah UNISBA ke DEMA FUAD IAIN Cirebon disambut dengan penampilan tari tradisional, opening ceremony,dan dilanjutkan dengan sambutan kedua belah pihak, dan seterusnya ke studi komparatif 

Ketua BEM Dakwah UNISBA, Yusuf,  mengucapkan terima kasih atas sambutan hangatnya, dan berharap bisa mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.

Kedua organisasi ini pun memaparkan program kerja serta aktivitas kerjanya masing-masing yang diwakili oleh badan pengurus hariannya, dilanjut sesi sharing per-departemen untuk lebih dalam pendekatannya.

Di akhir acara, kegiatan diisi dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak dan dilanjut sesi foto bersama, kemudian ditutup dengan sayonara. (din)



Wabup Ayu Minta Pungli Diberantas

 

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing


CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing (Ayu), meminta segala bentuk pungli untuk segera diberantas. Terlebih pada sektor-sektor pelayanan publik. Hal itu diungkapkan Ayu saat menghadiri acara Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dilingkungan Disdik Kabupaten Cirebon, bertempat di hotel Patra, Jumat (4/3/2022).

Menurut Ayu, saat ini pemerintah sudah bergerak cepat dalam memberantas praktek pungli, terlebih untuk  pelayanan publik. Ini dibuktikan dengan telah ditetapkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016. Isinya, tentang Satgas Saber Pungli yang bertindak sebagai payung hukum saber pungli. 

Dia menilai, Perpres ini merupakan upaya yang sangat penting dalam mendorong pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

"Sudah ada Perpres yang menaungi masalah ini. Dengan begitu, pemerintah memang sangat serius memberantas pungli di manapun itu intansinya," kata Ayu.

Ayu menilai, pungli muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat. Seperti, meminta uang kepada masyarakat sebagai imbal jasa sebuah pelayanan, atau sejenisnya yang memang harusnya masyarakat tidak dipungut bayaran. Namun, kebiasaan itu dipandang lumrah, dengan alasan budaya ketimuran. 

"Justru kebiasaan ini lama-lama akan menjadi bibit-bibit korupsi yang nyata. Jadi, kebiasaan berperilaku koruptif yang selama ini dianggap wajar, dapat dinyatakan sebagai tindak pidana korupsi," ungkapnya.

Oleh karena itu, Ayu mengajak semua pihak untuk melakukan langkah kongkrit dalam pemberantasan pungli tersebut. Dia mencontohkan, pungli tidak terfokus urusan KTP, pengurusan sertifikat, masalah kepegawaian atau administrasi kantor saja. Namun, harus diberlakukan untuk seluruh layanan publik. 

"Termasuk layanan dan manajemen pengelolaan bidang pendidikan dan kesehatan. Pokoknya, hal-hal lain yang berkaitan dengan pungli harus kita hilangkan. Dengan kerjasama semua pihak, operasi pungli ini akan berjalan efektif," terangnya.

Ayu menambahkan, pemberantasan masalah pungli, tidak memandang besar kecilnya nilai. Tapi yang utama adalah, dengan adanya pungli, masyarakat kesulitan dalam memperoleh pelayanan.

Kalau pemberantasan pungli bisa dimaksimalkan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan meningkat. Di samping itu, keadilan dan kepastian hukum juga dapat ditegakkan. 

"Saya berharap kepada Disdik Kabupaten Cirebon, untuk serius menjalankan sosialisasi ini. Sebagai sebuah instansi dengan jumlah ASN yang besar, pasti akan sangat serius dalam pemberantasan praktek dan budaya pungli yang sering terjadi," tukasnya. (Indah)

Rabu, 02 Maret 2022

Wali Kota Cirebon: Untuk Keluar Level 4, Rawat Inap Rumah Sakit Harus Di Bawah 30 Orang Per 100 Ribu Penduduk Perminggu

CIREBON – Penurunan tingkat rawat inap pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon sudah terlihat. Namun belum memenuhi ketentuan pemerintah, sehingga Kota Cirebon masih berada pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., mengakui saat ini Kota Cirebon masih berada pada PPKM level 4. “Rawat inap masih tinggi. Masih 58 orang per 100 ribu penduduk per minggu,” kata Agus.

Untuk bisa keluar dari level 4, rawat inap di rumah sakit harus di bawah 30 orang per 100 ribu penduduk perminggu. Namun, lanjut Agus, tingkat rawat inap tersebut sudah mengalami penurunan.

Sebelumnya, tingkat rawat inap mencapai 72 per 100 ribu penduduk perminggu. “Turun 20 poin dan kecenderungannya menurun,” ujarnya.

Agus juga mengakui Pemda Kota Cirebon terus berupaya untuk menurunkan tingkat rawat inap. Pemda Kota Cirebon juga telah mengumpulkan direktur rumah sakit untuk bersama-sama berupaya menurunkan tingkat rawat inap ini.

Di antaranya dengan memfokuskan perawatan di rumah sakit untuk pasien dengan gejala sedang, berat dan kritis. “Kalau tanpa gejala dan bergejala ringan melakukan isolasi mandiri (isoman),” katanya.

Pada kesempatan itu, Agus menambahkan bahwa pelayanan kesehatan di Kota Cirebon selama ini masih menjadi rujukan pasien dari daerah lain.

Hal Ini bisa dilihat dari pasien yang rawat inap di rumah sakit di Kota Cirebon sebanyak 60 persen merupakan warga luar kota. Sedangkan mengenai isolasi terpadu, saat ini ketersediaan di rumah sakit masih cukup. 

Hanya saja, Agus meminta kepada rumah sakit jika ada tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19, bisa menyiapkan semacam ruangan untuk melakukan isolasi dan tidak dimasukkan ke ruang perawatan yang ada. (Bam)