Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 15 Maret 2022

Selangkah Lagi, IAIN Cirebon Bertransformasi Menjadi UISSI

CIREBON, FC – Selangkah lagi, rencana alih status IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) dan dibukanya program Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan Agama Islam (PJJ-PAI) di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan (FITK) kian nyata.

Kini, IAIN Cirebon mewacanakan dibukanya Program PJJ di semua fakultas yang ada di IAIN Cirebon. Wacana ini diwujudkan dengan mengajukan 5 prodi yang berakreditasi A atau unggul untuk membuka program PJJ. Langkah pertama dalam mewujudkannya dengan menyusun proposal pembukaan PJJ berbagai jurusan tersebut.

Berkenaan dengan ini, LPM Melakukan Pendampingan Penyusunan Proposal PJJ 5 Jurusan di IAIN Cirebon ini. Antara lain Prodi Tadris ILmu Pengetahuan Sosial (T-IPS), Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Prodi Aqidah Filsafat Islam (AFI), Prodi Sejarah Peradaban Islam ( SPI), dan Prodi Hukum Keluarga (HK).

“Ada prodi lain yang menyusul selain PAI untuk PJJ yang akreditasinya A. Ini sedang dibahas dalam FGD ini, proposalnya kemudian nanti disubmit di BAN PT, turun persetujuan kemudian nanti di SK kan oleh Kemenag,” kata Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.

Sementara itu, Kepala LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ayus Ahmad Yusuf SE MSi mengatakan, pengajuan PJJ baru pada lima jurusan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Prodi PAI sendiri telah mengawali membuka program PJJ di IAIN Cirebon.

Ayus menambahkan, FGD Penyusunan Proposal PJJ Baru ini dilakukan sebagai langkah awal pengajuan program PJJ. Ayus juga mengatakan, penyusunan proposal oleh masing-masing prodi yang diajukan untuk selanjutnya di submit ke Diktis.

“Dalam kaitan dengan hal ini, LPM melakukan pendampingan penyusunan proposal PJJ lima jurusan di IAIN Cirebon,” pungkasnya. (din)

Senin, 14 Maret 2022

Angka Stunting di Kabupaten Cirebon, Lumayan Tinggi

SUMBER, FC - aat ini, angka stunting di Kabupaten Cirebon lumayan tinggi. Kisarannya ada pada angka 9,4 persen. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan dini dari semua pihak, agar Kabupaten Cirebon benar-benar terbebas dari stunting. Demikian dikatakan Bupati Cirebon, Imron, saat memberikan sambutan pada acara Rakor Pokja Stunting tingkat Kabupaten Cirebon, bertempat di Hotel Apita, Senin (14/3/2022).

Imron menyebutkan, peran serta semua pihak sangat diperlukan. Hal itu, dikarenakan program stunting merupakan program yang sangat penting.  Pencegahan, adalah prioritas utama yang harus dilakukan oleh masyarakat. Untuk itu, dirinya meminta agar wanita hamil diberikan pengetahuan seputar bahaya dan pencegahan stunting.

"Diperlukan peran serta semua pihak. Masyarakat harus bersama-sama melakukan pencegahan dini, terlebih kepada wanita hamil. Wanita hamil harus diberikan pengetahuan secara mendalam terkait bahayanya stunting," ungkap Imron.

Justru, lanjut Bupati, pencegahan akan semakin susah manakala stunting sudah dirasakan pada bayi yang baru lahir. Untuk itu, harusnya sebelum pernikahan, semua wanita sebetulnya wajib mengetahui apa dan bagaimana bahaya, serta pencegahan stunting. Dengan begitu, stunting akan bisa dicegah sedini mungkin.

"Diberi pengetahuan mengenai stunting, lebih baik diawal sebelum melakukan pernikahan. Asupan gizi yang baik, tentu akan mencegah sedini mungkin para wanita hamil terkena stunting. Dan ini harus secepatnya disosialisasikan," ucapnya.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah mengaku, Dinkes sudah melakukan berbagai upaya menangani persoalan stunting. Hal tersebut dilakukan mulai tingkat desa sampai tingkat kabupaten. Untuk itulah, perlu adanya rapat percepatan untuk menangani masalah stunting.

"Rapat ini tujuannya mengetahui dan memahami peran SKPD, terkait dalam menyusun analisa situasi dari semua sektor. Ini terkait bagaimana bisa merumuskan kegiatan intervensi masalah stunting," paparnya.

Nantinya, tambah Neneng, pembahasan tersebut akan diikuti oleh banyak peserta. Termasuk diantaranya SKPD terkait, PKK dan ketua Karangtaruna Kabupaten Cirebon. Diharapkan, nantinya ada kesamaan persepsi dalam menangani dan mencegah stunting di Kabupaten Cirebon.

"Targetnya Kabupaten Cirebon bebas stunting. Meskipun banyak kendala, tapi kami tetap fokus dan berusaha, karena dibantu peran serta masyarakat yang peduli dengan masalah ini," tukasnya. (Red/indah)

Bupati Cirebon Salurkan CSR BPR Astanajapura

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag pada kegiatan penyaluran CSR dari Bank BPR Astanajapura, Kab Cirebon.


CIREBON, FC - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., menyalurkan Corporate Social Responsibility dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Astanajapura, Senin (14/3/2022). 

Dalam kesempatan tersebut, bupati memberikan secara simbolis, CSR untuk dua mushola dan madrasah di Kabupaten Cirebon. 

Imron mengatakan, bahwa dukungan dari berbagai pihak, untuk memberikan bantuan dalam bidang pendidikan, sosial dan keagamaan. 

"Karena kalau semuanya dari pemerintah, sangat terbatas dananya," ujar Imron. 

Apalagi, jika pengajuan tersebut dilakukan melalui anggaran pemerintah, maka prosesnya akan lumayan lama. Sehingga, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada BPR Asjap yang sudah memberikan CSR untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. 

Imron berharap, BPR Asjap bisa bertambah maju dan berkembang, sehingga nantinya anggaran CSR yang bisa diberikan kepada masyarakat, bisa lebih besar. 

Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Cirebon, mengikuti jejak yang sudah dilakukan oleh BPR Asjap. 

"Karena CSR perusahaan itu, merupakan bagian hak dari masyarakat sekitar," katanya. 

Sementara itu, Direktur BPR Astanajapura, Multahibun menuturkan, total dana CSR yang disalurkan yaitu sebesar Rp 180 juta. Pada hari ini, ada tiga lembaga yang mendapatkan bantuan CSR. 

"Namun masih banyak lagi CSR yang akan disalurkan," ujar Multahibun. 

Ia mengatakan, BPR Asjap akan selalu berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Cirebon dalam mendistribusikan CSR. Ia juga bersyukur, bahwa pada tahun kemarin, BPR Asjap masih bisa mencatatkan laba. 

Multahibun juga mengatakan, pihaknya sangat berharap, pada tahun ini akan ada peningkatan pendapatan. Karena ia menilai, saat ini masalah Covid-19 sudah mulai landai, sehingga perekonomian diharapkan bisa menjadi lebih bangkit. 

"Tahun ini, target pendapatan BPR Asjap sebesar Rp 7 Milyar," katanya. (Bam)

Mahasiswa PIAUD IAIN Cirebon Mampu Ukir Prestasi Dikancah Nasional

CIREBON, FC - Kiprah mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dikancah nasional diapresiasi pejabat kampus. Salah satunya Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafi’a MAg.

Dalam kesempatan Pelantikan dan Rakernas Ikatan Mahasiswa PIAUD Seluruh Indonesia ke-III Periode 2021-2023 di IAIN Cirebon, Dr Ilman Nafi’a mengatakan, telah banyak mahasiswa PIAUD mengukir prestasi di tingkat nasional.

“Kreasi mahasiswa PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon selalu berbasis pada prestasi dan output karya. Makanya banyak sekali karya-karya yang dihasilkan oleh mahasiswa PIAUD,” kata Ilman, Senin (14/3).

Menurutnya, mahasiswa PIAUD kerap mengharumkan nama IAIN Cirebon melalui karya lada beragam ajang baik di level lokal, regional, maupun nasional. Hal itu membuktikan kepiawaian mahasiswa PIAUD menunjukan eksistensi akademis.

“Beberapa kegiatan seni khususnya biasanya anak-anak berprestasi mendominasi banyak dari mahasiswa-mahasiswa PIAUD. Karena mereka memang dari awal sudah diajarkan dosennya untuk punya emosi seni. Baik yang bersifat lokal, regional maupun nasional,” kata dia.

Untuk itu, ujar Ilman, mahasiswa PIAUD sangat diharapkan menjadi delegasi IAIN Cirebon dalam kegiatan-kegiatan bergengsi. Semangat mahasiswa PIAUD tak diragukan. Sehingga pihaknya optimis bisa memetik hasil manism

“Kita berharap ke depan, mahasiswa-mahasiswa PIAUD bisa didelegasikan untuk kegiatan nasional. Karena persoalan pendelegasian mahasiswa IAIN Cirebon itu adalah keberanian mahasiswa itu sendiri untuk tampil di muka umum. Singapura, Malaysia, Australi itu banyak,” jelas Ilman.

Kiprah mahasiswa PIAUD juga dapat disaksikan melalui kanal-kanal YouTube yang dibuat mahasiswa. Dari pantauan Ilman, telah banyak tayangan edukatif yang diproduksi mahasiswa PIAUD. Itu bisa dimanfaatkan para orang tua agar menambah wawasan dalam mendidikan anak usia dini.

“Saya berbahagia beberapa mahasiswa PIAUD yang berprestasi bisa masuk-masuk channel YouTube untuk memberi tahu tentang bagaimana pentingnya pendidikan usia dini. Beberapa karyanya bisa disaksikan mahasiswa lain,” jelas Ilman.

Sementara itu Ketua Pelaksana Pelantikan dan Rakernas Ikatan Mahasiswa PIAUD Seluruh Indonesia ke-III Periode 2021-2023, Devi A menjelaskan, dukungan dan bimbingan para dosenlah yang membuat kiprah mahasiswa PIAUD diakui secara luas.

Dia berharap, melalui wadah bersama, mahasiswa PIAUD seluruh Indonesia dapat berkontribusi bagi kemajuan pendidikan anak usia dini melalui karya. (din)

CIREBON, FC – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 menjadi ajang strategis bagi para pemangku kebijakan, guna merumuskan arah pembangunan tahun depan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati dalam sambutannya saat Musrenbang RKPD tahun 2023, di Ballroom Hotel Prima, Senin (14/3/2022).

Disampaikan Fitria, Musrenbang RKPD ini merupakan forum antarpemangku kepentingan, dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah.

“Dengan tujuan untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif di bidang perencanaan pembangunan daerah,” kata Fitria.

Ia menambahkan, pada tahun 2021 yang lalu, anggota DPRD Kota Cirebon telah melaksanakan 3 kali Kegiatan reses, yaitu masa persidangan I pada Maret, masa persidangan II pada Mei dan masa persidangan III pada Oktober.

“Selanjutnya hasil reses yang merupakan aspirasi masyarakat tersebut telah dihimpun dan dirangkum dalam bentuk pokok-pokok pikiran DPRD yang sudah terinput dalam SIPD,” jelasnya.

Fitria mengingatkan, bahwa pokok-pokok pikiran DPRD yang telah terakomodir pada SKPD dari hasil reses anggota DPRD pada tahun perencanaan sebelumya, yaitu 2020 dan 2021 tidak terealisasi.

“Dikarenakan pandemi Covid-19 yang mengharuskan Pemerintah Kota Cirebon melakukan refocusing (anggaran belanja) untuk melakukan pencegahan dan penanggulangannya,” kata Fitria.

Selanjutnya, sebagai bentuk komitmen DPRD memberikan dukungan dengan menyetujui untuk menggeser anggaran pokok-pokok pikiran DPRD guna kebutuhan belanja penanggulangan Covid-19.

“Walaupun timbul kekecewaan pula dari kami bahwa komitmen tersebut tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Menurut Fitria, dalam Perubahan APBD 2021 yang lalu ternyata masih banyak anggaran infrastruktur yang muncul dan terealisasi, namun mengesampingkan anggaran pokok-pokok pikiran DPRD sebagai program prioritas.

“Tentunya kami sebagai penyelenggara pemerintahan daerah sangat prihatin dengan kondisi tersebut,” katanya.

DPRD Kota Cirebon berharap, Musrenbang RKPD dapat menghasilkan perencanaan pembangunan dengan mempertimbangan, mengakomodir, serta merealisasikan aspirasi masyarakat.

“Baik melalui pokok-pokok pikiran DPRD maupun aspirasi yang terakomodir oleh instansi terkait,” kata Fitria.

Selain itu, Fitria juga mengingatkan, tahun perencanaan 2023 ini menjadi sangat penting dalam rangka menuntaskan dan menyelesaikan visi-misi yang diusung walikota dan wakil walikota. Sebab, 2023 menjadi tahun terakhir masa jabatan walikota dan wakil walikota.

“Oleh karena itu kami mendukung langkah-langkah bapak (walikota) dalam menyusun penyelarasan dan percepatan program prioritas oleh masing-masing SKPD,” katanya.

Seperti diketahui, masa jabatan Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH dan Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati akan berakhir pada 12 Desember 2023 mendatang. (din)

Minggu, 13 Maret 2022

BRIGADE CAKRA Rayon Talun Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu

Ketua Rayon BRIGADE CAKRA Talun, Samdi ST, bersama pengurus dan para anak yatim piatu saat berbahagia makan bersama di Waroeng Bancakan Talun, Minggu (13/3/2022).


CIREBON, FC - Rasa bahagia sangat terlihat di wajah parah pengurus BRIGADE CAKRA Rayon Talun pada kegiatan berbagi kasih dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu yang datang dari sejumlah desa di Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan makan bersama di Waroeng Bancakan Cirebon ini, merupakan salah satu program kerja BRIGADE CAKRA Rayon Talun untuk bisa berbagi kebahagiaan. 

"Ini merupakan program BRIGADE CAKRA Rayon Talun untuk berbagi kebahagiaan bersama mereka dan mudah-mudahan ke depan, kegiatan bakti sosial kita akan terus berjalan untuk masyarakat Kecamatan Talun," ujar Ketua Rayon, Samdi ST, saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan makan bersama dengan para anak yatim piatu di Waroeng Bancakan, Talun, Minggu (13/3/2022).

Menurut Samdi, kegiatan ini semula akan menghadirkan para pengurus BRIGADE CAKRA tingkat Kabupaten Cirebon, namun mengingat masih dalam kondisi Covid 19, kegiatan cukup diinisiasi oleh para Pengurus BRIGADE CAKRA Rayon Talun. 

Samdi juga menjelaskan, sebanyak 60 pengurus Rayon Talun, bersatu ikut larut dalam kebahagiaan bersama para anak yatim piatu ini. 

"Kegiatan ini merupakan salah satu dari program kami, dan program lainnya ke depan, kami akan menggelar bakti sosial dan program-program kemasyarakatan dengan tujuan BRIGADE CAKRA Rayon Talun bisa terus membangun kebersamaan dengan rakyat dan memajukan masyarakat di semua aspek di Kecamatan Talun," katanya.

Kegiatan ini, lanjut Samdi, juga dijalankan  dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan, di mana para pengurus dan para anak yatim piatu diwajibkan mengenakan masker dan mencuci tangan.

Sementara itu, dengan pakaian seragam lengkap, para pengurus BRIGADE CAKRA Rayon Talun, juga memberikan motivasi kepada para anak yatim piatu untuk semangat belajar dan saling memperkenal diri, sehingga tampak rasa persaudaraan di antara mereka begitu kuat dalam menciptakan rasa kekeluargaan. 

Ketua Rayon BRIGADE CAKRA Talun, Samdi, ST, saat memberikan santunan dan pembagian masker kepada para anak yatim piatu yang dilakukan satu persatu.


Demikian juga rasa bahagia terlihat jelas di raut wajah para anak yatim piatu. Satu sama lain saling melempar senyum kebahagiaan. 

"Saya senang dengan kegiatan ini, semoga BRIGADE CAKRA Rayon Talun menjadi organisasi yang besar dan sangat dicintai masyarakat," ujar salah seorang pengantar anak yatim piatu pada acara tersebut. 

Di akhir acara, kegiatan ditutup dengan ramah tamah, makan bersama dan  pemberian santunan. (din) 

Wakil Wali Kota Cirebon Dukung Bela Diri Pencak Silat Menjadi Eksteakuriker di Sekolah

CIREBON, FC – Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mendukung jika seni bela diri pencak silat menjadi ekstrakurikuler, mulai tingkat SD hingga SMA.

Hal itu disampaikan Eti menanggapi pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., usai menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW PPSI) Jawa Barat periode 2022-2027, di Pendopo Bupati Cirebon Jalan Kartini Kota Cirebon, Sabtu (12/3/2022).

“Saya setuju dan mendukung jika seni bela diri pencak silat menjadi ekstrakurikuler di sekolah, sebagaimana disampaikan Pak Uu,” ungkap Eti.

Dengan begitu, Eti meyakini, akan semakin banyak atlet pencak silat yang terlahir di Jawa Barat dan berprestasi, mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia.

“Jawa Barat merupakan tanah legenda yang melahirkan banyak orang-orang hebat dan para juara,” katanya.

Sementara itu, Uu berharap, seni bela diri pencak silat menjadi ekstrakurikuler di sekolah, mulai SD hingga SMA. Sebagai warisan leluhur, seni bela diri pencak silat harus dilestarikan. 

“Pengurus PPSI bisa datang ke bupati atau wali kota, mengusulkan seni bela diri pencak silat menjadi ekstrakurikuler,” kata Uu. (Indah)