Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 08 Juni 2022

Semangat BMK 2022, Berikan Penjaminan Ikan Sehat dan Bermutu

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


CIREBON - Plt Kepala BKIPM Hari Maryadi menyatakan bahwa semangat Buka Mutu Karantina (BMK) tahun 2022 memberikan penjaminan ikan sehat dan bermutu. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam acara BMK tahun 2022, di Padepokan Anti Galau, Desa Sinarancang Kecamatan Mundu, Rabu (8/6/2022). 

Menurutnya, BMK merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dan BMK memiliki tugas memastikan ikan-ikan yang akan dibudidayakan harus sudah sehat. 

Masalahnya kata Hari, jika ikan-ikan tersebut sudah tidak sehat, maka dipastikan nantinya tidak layak untuk dikonsumsi.

"BMK itu tugasnya memastikan bahwa ikan-ikan yang akan dikirim itu sudah sehat dan layak untuk dibudidaya. Kalau bibitnya sudah sehat, nanti saat dikonsumsi juga akan sehat," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memantau perkembangan pemeliharaan ikan. Jangan sampai saat dipelihara, menggunakan bahan-bahan berbahaya dan tidak ramah lingkungan. 

"Jadi kita memastikan, bahwa ikan tersebut sehat dan bermutu. Sejak pembibitan, pemeliharaan dan saat dipanen harus memenuhi kaidah yang sudah ditentukan. Intinya, ikan saat dikonsumsi itu sudah sehat," jelasnya.

Dengan demikian lanjutnya, program pemerintah menjadikan ikan sebagai bahan pangan, bisa benar-benar diwujudkan. Salah satunya, masalah stunting yang saat ini masih cukup tinggi di Indonesia. Dengan mengkonsumsi ikan yang sehat, maka penyakit stunting akan segera bisa diatasi.

"Untuk itu, BKM perannya sangat penting. Kami memastikan ikan sebagai konsumsi masyarakat harus layak, karena pengaruhnya sangat besar untuk menunjang kesehatan masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron meminta supaya masyarakat semakin banyak mengkonsumsi ikan. Entah itu ikan laut ataupun ikan tawar. Dengan kondisi wilayah Kabupaten Cirebon yang juga masuk dalam wilayah pantai, seharusnya masyarakat tidak kesulitan dalam mengkonsumsi ikan.

"Seharusnya masyarakat, terlebih yang tinggal di wilayah pantai, tidak kesulitan dalam mengkonsumsi ikan. Dengan adanya program ini, mungkin akan bisa meningkatkan kualitas ikan, khususnya air tawar," papar bupati.

Imron menambahkan, program BMK sangat membantu sekali, karena ikan yang dimakan masyarakat benar-benar layak untuk dikonsumsi. Tinggal bagaimana masyarakat mempunyai minat yang tinggi untuk banyak mengkonsumsi ikan. 

"Ikan itu banyak sekali manfaatnya, terutama untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak. Dengan program BMK, otomatis kualitas ikan sudah benar-benar terjamin. Untuk itu, saya berharap masyarakat di Kabupaten Cirebon semakin sering mengkonsumsi ikan," tegasnya. (Indah)

Mahasiswa FITK IAIN Cirebon Berulang Kali Sabet Juara Nasional

Muhammad Rizal Pahlevy, sang juara dari FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sukses meraih juara 3 tingkat nasional.


FOKUS CIREBON, FC - FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus memboyong piala kejuaraan tingkat nasional, kali ini diraih oleh Muhammad Rizal Pahlevy, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Semester 4, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, (8/6/2022).

M. Rizall meraih piala dalam lomba dai-Daiyah tingkat nasional di UIN Walisongo Semarang selama 3 Hari dari tanggal 6-8 Juni 2022.

Dalam lomba ini, diakuinya dengan konsep DUIT yaitu, Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal. Rizal berharap doanya semoga semuanya lancar.

"Ya, usaha yang kami lakukan yaitu mempersiapkan mental dan memiliki niat, Ikhtiarnya itu kita jauh dari Cirebon datang ke Semarang dan menampilkan yang terbaik dan Tawakal nya kita serahkan semuanya kepada Allah," kata M.Rizal kepada Fokus Cirebon.

Dalam lomba tersebut, aku Rizal, memiliki tantangan yang tinggi, mengingat pesertanya bagus-bagus dan mereka datang dari berbagai provinsi, baik dari Jakarta, Surabaya, malang, Surakarta dan berbagai daerah lainnya

Namun dengan kekuatan doa dan mental yang kuat, akhirnya melalui materi tentang pendidikan karakter di masyarakat, Rizal pun dinobatkan sebagai juara 3 (tiga).

Padahal pada mekanisme lomba juga sangat ketat, yakni harus melalui 3 baba, yakni pertama babak penyisihan, kedua babak semifinal, kemudian baru diambil 5 orang dan final diambil 3 orang.

Kemenangan yang diraih juga, lanjut Rizal, karena kuatnya motivasi dalam dirinya,  pertama datang dari diri sendiri, dengan mengingat satu riwayat bahwasanya salah satu tanda akhir zaman yaitu banyaknya penceramah dan sedikitnya ulama.

"Inilah motivasi terbesar saya, makanya saya pengen menjadi ulama dan penceramah ibarat sumur kalo banyak isinya enak buat diambil kalo sumur kosong isinya apa yang mau diambil, Alhamdulillah dapat dukungan dari kampus sebelum saya berangkat saya meminta restu dan doa ke ketua jurusan dan sekertaris jurusan," terangnya.

Di akhir perbincangan dengan Fokus Cirebon, Rizal menitip pesan kepada semua mahasiswa yang ingin dan tengah berlomba. 

Menurutnya tetaplah semangat dan terus kembangkan potensi yang ada. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya. (Udin)

Selasa, 07 Juni 2022

Menilik Kisah Perjuangan Septi Gumiandari Hingga Meraih Gelar Profesor

Dr Septi Gumiandari M.Ag, sukses meraih gelar Profesor.


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menambah satu Profesor lagi. Profesor ke 12 di IAIN Cirebon ini diraih oleh Septi Gumiandari dengan angka kredit 967,5 kum, di bidang Ilmu Pemikiran Islam.

Prof Dr Septi Gumiandari, M.Ag pun bercerita banyak soal bagaimana dirinya berjuang hingga meraih gelar Profesor, dan tentu banyak hal yang sudah dilakukan Septi Gumiandari hingga sukses menjadi Profesor ke 12 di lingkungan Civitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Cerita itu, bermula selepas dari jabatan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) pada tahun 2019, Septi mulai belajar mendalami lebih intens dunia publikasi. Meski sebenarnya terkait dengan menulis dan meneliti sudah lama dilakukan, semenjak saya kuliah dan diangkat menjadi PNS, namun mempublikasikan karya hasil penelitian itu adalah hal yang berbeda. 

Kata Septi, dalam publikasi karya itu, terdapat 2 (dua) hal penting yang harus dimiliki seorang penulis, yakni kemampuan kendali diri dan perubahan mindset. Menulis bukan hanya masalah kemampuan merangkai tulisan dan gagasan secara kognitif, tapi juga terkait dengan masalah Psikologis. 

Kita perlu memiliki mental yang kuat untuk bisa menerima bila artikel kita di-reject berkali-kali, dikritisi dan direview sesuai dengan keinginan reviewers dan editors. 

Dalam dunia publikasi, tidak selamanya artikel yang ditolak itu karena kualitasnya yang kurang baik, tapi bisa jadi karena masalah scope (ruang lingkup jurnal yang tidak sesuai dengan naskah yang dikirimkan), gaya selingkung jurnal yang berbeda dengan kebiasaan kita menulis, masalah antrian yang panjang dalam jurnal, dan lain-lain.  

Karena itu, perubahan mindset dan menekan ego diri diperlukan dalam hal ini. Itulah mengapa prof. Irwansyah menyatakan: “dari authorship ke editorship.” 

Dalam mempublikasikan karya, kita tidak bisa memaksakan keinginan kita sebagai author terhadap jurnal yang dituju, namun kita perlu tau keinginan editor, gaya selingkungnya, termasuk bagaimana menyenangkan pihak editor dengan men-submit artikel sesuai dengan pola penulisan dalam jurnal, segera memperbaiki catatan yang diberikan, dan mensitasi artikel-artikel yang ada di dalam jurnal yang dituju.

Intinya, kita tidak dapat mengendalikan orang lain termasuk editor dan reviewer jurnal, tapi kita bisa mengendalikan diri sendiri untuk menyesuaikan dengan keinginan mereka hehehe

Diakui Septi, dirinya baru mengenal beberapa jurnal internasional terindeks scopus dan masih terus perlu belajar lagi. Artikel yang terbit di di QIJIS (Qudus international Journal of Islamic Studies) itu sebetulnya factor lucky saja. Saya mengikuti konferensi yang diadakan di Kudus tahun 2019, dan ternyata artikel saya terpilih menjadi artikel yang dipandang layak published dalam jurnal terindeks scopus pada tahun 2020, padahal dari sisi kualitas, artikel saya masih sangat jauh dari sempurna. Karena itu, semuanya pasti ada rencana Tuhan di dalamnya.

"Saat ini, saya mulai belajar gaya selingkung artikel dalam jurnal internasional bereputasi di luar Indonesia. Dalam waktu dekat, artikel saya dengan judul: “Trajectory of Islamic Psychology; Problems and Prospects” dan “Islamic Resilience as Spiritual and Psychological Coping Strategies in Islamic Psychology in Pandemic Era” akan terpublikasi dalam jurnal HTS Teologiese Studies (Q1) dan AFKAR journal University Malaysia (Q2). Keduanya sudah melalui tahapan review konten, sekarang masuk pada tahap proofread bahasa. Mohon doanya, semoga segera dapat terpublikasi yaa," ujarnya.

Selain itu, lanjut Septi, proses pengajuan GB  ia lakukan pada tahun 2021. Meskipun sejujurnya, Ia belum yakin betul dengan kapasitas diri untuk melaju ke jenjang professorship, namun karena kepangkatannya yang sudah lumayan lama (IV/c tahun 2013), dan beberapa teman serta bagian kepegawaian yang sudah mulai ‘gerah’ dengan mandegnya karir dirinya yang belum juga move on mengajukan kenaikan pangkat baru. 

"Akhirnya, bismillah…. saya ajukan diri dengan bidang ilmu “Psikologi Pendidikan Islam” (sesuai dengan peminatan saya). Pengusulan tersebut ternyata tidak linier dengan ijazah S-3 (Pemikiran Islam) dan artikel persyaratan yang diminta, sehingga saya diminta merevisinya ke bidang ilmu “Pemikiran Islam”. Proses ini lumayan memakan waktu perenungan bagi kami (saya dan suami), wal-hasil, kami memutuskan untuk menerima revisi tersebut, dengan pola pikir: pemikiran Islam sangatlah luas, yang di dalamnya juga bisa mengokomodasi ilmu keislaman lainnya, termasuk Psikologi Pendidikan Islam yang saya minati. Hingga akhirnya per-April 2022, SK GB saya tersebut turun dengan bidang ilmu “Pemikiran Islam.” paparnya.

Life long learner. Dirinya ingin menjadi pembelajar sejati sampai kapan pun. Jabatan professor tidak boleh dianggap sebagai capaian akhir dari seorang akademisi. We are in process untuk selalu menimba ilmu pengetahuan Allah yang sangat luas itu. Bukankah belajar itu konsepnya sepanjang hayat? Apa yang kita ketahui pastinya sangat sedikit dari luasnya samudra pengetahuan yang hakiki (ilmu Allah). 

"Bila kita merasa puas, merasa sudah menguasai dan berhenti menimba ilmu, kita sebenarnya telah terjebak pada arogansi intelektual. Bagi saya, professor itu hanyalah jabatan sematan dari kepangkatan karir dosen semata. Jadi, nothing to loose, apalagi harus menutup kran dan semangat saya untuk belajar. Mohon doa, semoga saya terus bisa belajar dan be socially humble karena saya bukanlah siapa-siapa," tandasnya.




UM-PTKIN 2022 Siap Dilaksanakan Secara Online, Peserta Segera Mempersiapkan Diri

Persiapan UM-PTKIN Tahun 2022


FOKUS CIREBON, FC - Jika ingin diterima di perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, termasuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon, peserta diminta sudah harus mempersiapkan diri. Pasalnya, pelaksanaan uji coba UM-PTKIN akan dilaksanakan tanggal 7 hingga 11 juni 2022, sedangkan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 17 juni 2022. 

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peserta saat pelaksanaan ujian online dari lokasi masing-masing. 

Ketua Panitia Nasional UM-PTKIN 2022, Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag, menyampaikan tahapan pendaftaran sampai finalisasi telah selesai dan pada hari ini dilakukan persiapan ujian secara online dengan menggunakan aplikasi SSE yang diikuti oleh calon mahasiswa PTKIN seluruh indonesia dengan diawasi langsung panitia lokasi masing-masing PTKIN, Selasa, (7/6/2022).

Panitia lokal (Panlok) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh Mahmudin, S.E (Kasubbag Akademik) menyampaikan,  kegiatan persiapan berjalan lancar walaupun masih ada kendala terutama pada saat memulai ujian, masih banyak perserta yang terlambat. 

"Alhamdulillah, pelaksanaan persiapan UM-PTKIN Tahun 2022 Panitia Lokasi (Panlok) IAIN Syekh Nurjati Cirebon berjalan lancar," jelasnya.

Untuk itu Mahmudi berharap, pada saat ujian para peserta sudah siap tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan (jadwal tertera di kartu peserta).

Sementara itu, Kepala PTIPD, Dr. H. Darwan, M.Kom menjekaskan terkait teknis kegiatan persiapan UM-PTKIN yang dilakukan selama 3 hari, calon peserta hadir secara online lewat aplikasi SSE sesuai dengan jadwal yang tertera di kartu peserta masing-masing. Beliau berharap untuk kelancaran jalannya kegiatan UM-PTKIN peserta diharapkan untuk mengikuti petunjuk yang ada di kartu peserta. (din)

Senin, 06 Juni 2022

Jelang Ujian SSE UM-PTKIN, Lakukan Persiapan Ini Sebelum Pelaksanaan Ujian

FOKUS CIREBON - Pelaksanaan UM-PTKIN 2022, memasuki tahap persiapan Ujian secara daring, hal demikian sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2022, Prof. Dr. Imam Taufiq,M.Ag, Senin (6/6/2022).

"Tahap pendaftaran hingga finalisasi telah selesai per hari ini, saat ini tengah dilakukan persiapan ujian secara online lewat Aplikasi  SSE" terang Prof Imam.

Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan Seleksi UM-PTKIN tahun 2022 ini semuanya berbasis IT sehingga perlu sosialisasi kepada para user atau dalam hal ini para peserta ujian, masih menurutnya, uji coba pelaksanaan ujian akan memberi gambaran kepada peserta mengenai aplikasi SSE UM-PTIKN.

"Pelaksanaan secara online, berbasis IT kita berharap bersama dapat berjalan dengan optimal, oleh karenanya mulai besok selasa akan kami adakan uji coba serentak nasional, kami ingin para peserta adaptif dengan apilikasi yg kami bangun, sehingga pelaksanaan ujian dapat berjalan maksmal,"tambah Prof Imam.

Adapun uji coba ujian akan dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 11 juni 2022, sedangkan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 17 juni 2022.

Simak ulasan singkat mengenai ketentuan teknis pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2022, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peserta saat pelaksanaan ujian online dari lokasi masing-masing.

Uji coba ujian akan dilaksanakan pada 7-10 Juni 2022, sedangkan ujian akan dilaksanakan pada 14-17 Juni 2022. Berikut ini beberapa poin penting yang perlu disiapkan oleh peserta sebelum mengikuti ujian pelaksanaan SSE UM-PTKIN 

1. Peserta wajib menggunakan perangkat mandiri, disarankan smartphone. Jika menggunakan laptop atau netbook atau notebook atau personal komputer atau PC desktop harus memiliki dan berfungsi dengan baik webcam/kamera depan, dan microphone;

2. Peserta wajib menyediakan koneksi internet menggunakan paket data dengan sinyal minimal 4 bar dan jaringan 3G/H+ atau yang lebih tinggi, koneksi internet juga dapat menggunakan wifi yang terhubung dengan jaringan internet;

3. Peserta melaksanakan Ujian SSE UM-PTKIN di tempat tinggal masing-masing atau tempat yang terjangkau jaringan seluler minimal H+ serta mematuhi peraturan PPKM yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Bagi Peserta yang mengalami kendala dalam mendapatkan jaringan seluler H+ di daerahnya wajib melaporkan ke Helpdesk melalui laman https://sapa.um-ptkin.ac.id guna menjadwal ulang pelaksanaan ujian SSE UM-PTKIN paling lambat 4 (empat) jam setelah ujian yang tercantum pada Kartu Peserta Ujian;

4. Peserta wajib melakukan physical distancing/jaga jarak radius minimal 3 (tiga) meter selama ujian berlangsung;

5. Peserta DILARANG membuka browser, aplikasi meeting, aplikasi remote, atau terkoneksi dengan layar tambahan;

6. Peserta wajib mengikuti Ujicoba Ujian UM-PTKIN sesuai sesi dan waktu yang tertera pada Kartu Peserta Ujian;

7. Peserta wajib mengikuti Ujian UM-PTKIN sesuai sesi dan waktu yang tertera pada Kartu Peserta Ujian;

8. Peserta wajib menyesuaikan waktu pada perangkat ujian dengan waktu yang tertera pada laman https://umptkin.ac.id;

9. Peserta wajib melakukan instalasi Aplikasi Ujian SSE UM-PTKIN;

10. Peserta wajib mengikuti tahapan kegiatan yang tertera pada Kartu Peserta Ujian;

11. Apabila peserta mengalami kendala teknis maka peserta dapat menghubungi Helpdesk melalui laman https://sapa.um-ptkin.ac.id.

Mekanisme alur ujian dan tata tertib ujian dapat dilihat pada kartu ujian masing-masing peserta, termasuk dalam hal ini tata cara instalasi aplikasi ujian SSE UM-PTKIN yang dapat diunduh pada laman https://um-ptkin.ac.id/home/aplikasi  (rls/ff)


Jurusan PAI Siapkan Mahasiswa Berprestasi Di Pentas Nasional

Pentas Seni PAI siap gali talenta dan prestasi mahasiswa untuk berbagai ajang bergengsi di dalam dan luar kampus.

CIREBON, FC - FITK Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kian gencar melakukan pencarian potensi pada jati diri mahasiswa. Berbagai kegiatan pun digenjot, salah satunya melalui Pentas PAI, Senin, (6/6/2022).

Kegiatan yang murni melibatkan seluruh mahasiswa PAI ini, merupakan kegiatan monumental dan baru pertama kali digelar. 

Panitia Kegiatan Pentas PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Muthoharoh MPdI menjelaskan, kegiatan ini merupakan sarana untuk memunculkan berbagai talenta yang dimiliki mahasiswa PAI di kampus setempat.

Pada kegiatan ini, pihaknya juga menggandeng para dosen dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI.

Kendati Ini merupakan kegiatan pertama, tetapi kata Muthoharoh bukan yang terakhir. 

Bahkan Muthoharoh menegaskan, ke depan pihaknya dapat menyelenggarakan event yang lebih besar dengan peserta dari luar, baik itu  tingkat regional, nasional maupun  internasional.

Sementara itu, Ketua Jurusan PAI, Dr H Iwan M.Ag menyatakan, bahwa pihaknya akan terus membuka peluang seluas-luasnya, baik melalui kegiatan non akademik, maupun potensi yang digali secara akademik.

Menurut Iwan, Pentas PAI ini juga merupakan langkah untuk menjawab kerinduan terkait potensi-potensi yang ada di masyarakat, seperti MTQ, baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Kita ingin siapkan generasi berpotensi dan penuh talenta. Maka mahasiswa PAI ini kita siapkan sumber daya manusianya. Mudah-mudahan bisa berkontribusi pada event regional, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Iwan juga menegaskan, jika mahasiswa memiliki prestasi, maka akan dicatat dan mendongkrak akreditasi. Dan kita bersyukur bahwa akreditasi kita (PAI) sudah unggul. (Udin)

Sabtu, 04 Juni 2022

Menjelang Matahari Senja, Langit Memerah, Warga Teriak Kebakaran

Satu unit rumah warga terbakar, warga panik dan berlarian, sementara warga lain saling bahu membahu membawa air untuk memejamkan api ya g kian terus membesar.


CIREBON - Teriakan warga tampak riuh gemuruh di Kampung Tuk Saji RT 003 /  RW 001, Desa Kerandon, Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Sabtu, (4/6/2022).

Warga yang hilir mudik membawa berbagai peralatan seadanya tersebut, terjadi saat matahari menjelang senja dan warna langit berubah memerah disertai kepulan asap hitam tebal.

"Kebakaran", "kebakaran" teriak para warga berlarian. Mereka dengan air seadanya terus berupaya memadamkan api yang terus membakar satu unit rumah warga di blok setempat.

Berdasarkan kanal you tube berdurasi 30 detik yang beredar itu, tampak warga panik akibat api terus membumbung besar. Beredarnya informasi kebakaran ini, diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Namun tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran segera datang dan langsung melakukan pemadaman. Nampak pada you tube tersebut para petugas pemadam kebakaran dengan sigap langsung menjinakan api. 


Satu persatu sumber api dipadamkan melalui tembakan air yang dimoncongkan petugas ke sumber api. Dan dari kejadian tersebut, belum ada keterangan pasti mengenai penyebab dari kebakaran tersebut. (din)