FOKUS CIREBON, (FC) - Wajahnya yang terbalut hijab dengan senyum manis penuh keakraban, terlihat jelas di pipi meronanya. Dia adalah satu wanita dari sekian mahasiswi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang memiliki talenta dan potensi besar dalam berbagai prestasi.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 09 Juni 2022
Cinta Almamater, Eva Mahasiswi KPI FUAD IAIN Cirebon Tunjukkan Berbagai Prestasi Kejuaraan
Rabu, 08 Juni 2022
Gegesik Kreatif Festival Sukses Tarik Perhatian Wamendes PDTT
Dikatakan Budi usai penutupan Gegesik Kreatif Festival, Rabu (8/6/2022). Pemerintah Kabupaten Cirebon terbukti turut serta dalam upaya pelestarian seni dan budaya yang ada. Tanpa keseriusan dari pemerintah daerah, Budi meyakini tidak akan terlaksana even yang sangat bagus ini.
"Pelaksanaan Gegesik Kreatif Festival dan Peresmian gedung kesenian ini membuktikan, bahwa bupati dan juga pemerintah daerah memiliki concern untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Cirebon. Kabupaten dan kota lainnya harus bisa mengikuti langkah Kabupaten Cirebon dalam menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya," tegas Budi.
Di samping itu juga, suguhan dan penampilan kesenian maupun budaya dalam Gegesik Kreatif Festival ini dinilai Budi sangat indah. Tari Topeng contohnya, disebutkan Budi memiliki detail rumit, sehingga dibutuhkan keseriusan dalam membawakannya.
"Saya yakin para penari ini tidak hanya menciptakan gerakan hanya dalam satu atau dua malam. Terlebih menyatukan gerakan banyak penari, itu sangatlah sulit tanpa latihan yang tekun. Semoga sukses terus seni dan budaya di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.
Mengenai dukungan pemerintah pusat, Budi menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk terus menjaga seni dan budaya yang ada, khususnya di Gegesik Kabupaten Cirebon. Dia mengatakan, seni dan budaya merupakan salah satu aset pariwisata yang harus terus dijaga. Termasuk perhatian kepada para pelaku seni, Budi menegaskan, akan berupaya membawa para pelaku seni dalam setiap kegiatan kementerian.
"Saya akan usulkan Gegesik Kreatif Festival ini ada setiap tahun dan bahkan bisa lebih meriah lagi. Untuk pelaku seni, selama ini Bali sudah terkenal, dan nanti mungkin pelaku seni dari Gegesik yang akan tampil dalam kegiatan, baik di Jakarta maupun dimana saja," ujarnya.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag yang menutup pelaksanaan Gegesik Kreatif Festival juga mengapresiasi semangat warga Kecamatan Gegesik dalam melestarikan seni dan budayanya. Dia menyebut, Kecamatan Gegesik ini sebagai salah satu pusat kesenian di Kabupaten Cirebon.
"Di Kecamatan Gegesik ini banyak sanggar tempat belajar kesenian, sehingga bisa menumbuhkan semangat di masyarakat dalam menjaga nilai-nilai seni dan budaya yang ada. Saya bangga acara yang berlangsung dari tanggal 1 Juni hingga 8 Juni 2022 ini, berlangsung meriah dan lancar," singkatnya.
Senada dengan bupati, Camat Gegesik, Indra Fitriani tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, serta mendukung terlaksananya Gegesik Kreatif Festival tahun ini. Menurutnya, tanpa dukungan semua pihak, terlebih panitia serta warga Gegesik itu sendiri, tidak mungkin diselenggarakan secara baik.
"Terima kasih kepada Pak Wakil Menteri Desa PDTT yang telah hadir dan mendukung, terima kasih kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. Termasuk juga panitia dan warga Gegesik yang tidak pernah lelah dalam pelaksanakan kegiatan ini. Tanpa bantuan dan dukungan semua pihak, acara Gegesik Kreatif Festival ini tidak akan terlaksana," ungkapnya. (Indah)
Semangat BMK 2022, Berikan Penjaminan Ikan Sehat dan Bermutu
CIREBON - Plt Kepala BKIPM Hari Maryadi menyatakan bahwa semangat Buka Mutu Karantina (BMK) tahun 2022 memberikan penjaminan ikan sehat dan bermutu. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam acara BMK tahun 2022, di Padepokan Anti Galau, Desa Sinarancang Kecamatan Mundu, Rabu (8/6/2022).
Menurutnya, BMK merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dan BMK memiliki tugas memastikan ikan-ikan yang akan dibudidayakan harus sudah sehat.
Masalahnya kata Hari, jika ikan-ikan tersebut sudah tidak sehat, maka dipastikan nantinya tidak layak untuk dikonsumsi.
"BMK itu tugasnya memastikan bahwa ikan-ikan yang akan dikirim itu sudah sehat dan layak untuk dibudidaya. Kalau bibitnya sudah sehat, nanti saat dikonsumsi juga akan sehat," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga memantau perkembangan pemeliharaan ikan. Jangan sampai saat dipelihara, menggunakan bahan-bahan berbahaya dan tidak ramah lingkungan.
"Jadi kita memastikan, bahwa ikan tersebut sehat dan bermutu. Sejak pembibitan, pemeliharaan dan saat dipanen harus memenuhi kaidah yang sudah ditentukan. Intinya, ikan saat dikonsumsi itu sudah sehat," jelasnya.
Dengan demikian lanjutnya, program pemerintah menjadikan ikan sebagai bahan pangan, bisa benar-benar diwujudkan. Salah satunya, masalah stunting yang saat ini masih cukup tinggi di Indonesia. Dengan mengkonsumsi ikan yang sehat, maka penyakit stunting akan segera bisa diatasi.
"Untuk itu, BKM perannya sangat penting. Kami memastikan ikan sebagai konsumsi masyarakat harus layak, karena pengaruhnya sangat besar untuk menunjang kesehatan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron meminta supaya masyarakat semakin banyak mengkonsumsi ikan. Entah itu ikan laut ataupun ikan tawar. Dengan kondisi wilayah Kabupaten Cirebon yang juga masuk dalam wilayah pantai, seharusnya masyarakat tidak kesulitan dalam mengkonsumsi ikan.
"Seharusnya masyarakat, terlebih yang tinggal di wilayah pantai, tidak kesulitan dalam mengkonsumsi ikan. Dengan adanya program ini, mungkin akan bisa meningkatkan kualitas ikan, khususnya air tawar," papar bupati.
Imron menambahkan, program BMK sangat membantu sekali, karena ikan yang dimakan masyarakat benar-benar layak untuk dikonsumsi. Tinggal bagaimana masyarakat mempunyai minat yang tinggi untuk banyak mengkonsumsi ikan.
"Ikan itu banyak sekali manfaatnya, terutama untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak. Dengan program BMK, otomatis kualitas ikan sudah benar-benar terjamin. Untuk itu, saya berharap masyarakat di Kabupaten Cirebon semakin sering mengkonsumsi ikan," tegasnya. (Indah)
Mahasiswa FITK IAIN Cirebon Berulang Kali Sabet Juara Nasional
Muhammad Rizal Pahlevy, sang juara dari FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sukses meraih juara 3 tingkat nasional.
FOKUS CIREBON, FC - FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus memboyong piala kejuaraan tingkat nasional, kali ini diraih oleh Muhammad Rizal Pahlevy, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Semester 4, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, (8/6/2022).
Selasa, 07 Juni 2022
Menilik Kisah Perjuangan Septi Gumiandari Hingga Meraih Gelar Profesor
FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menambah satu Profesor lagi. Profesor ke 12 di IAIN Cirebon ini diraih oleh Septi Gumiandari dengan angka kredit 967,5 kum, di bidang Ilmu Pemikiran Islam.
Prof Dr Septi Gumiandari, M.Ag pun bercerita banyak soal bagaimana dirinya berjuang hingga meraih gelar Profesor, dan tentu banyak hal yang sudah dilakukan Septi Gumiandari hingga sukses menjadi Profesor ke 12 di lingkungan Civitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Cerita itu, bermula selepas dari jabatan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) pada tahun 2019, Septi mulai belajar mendalami lebih intens dunia publikasi. Meski sebenarnya terkait dengan menulis dan meneliti sudah lama dilakukan, semenjak saya kuliah dan diangkat menjadi PNS, namun mempublikasikan karya hasil penelitian itu adalah hal yang berbeda.
Kata Septi, dalam publikasi karya itu, terdapat 2 (dua) hal penting yang harus dimiliki seorang penulis, yakni kemampuan kendali diri dan perubahan mindset. Menulis bukan hanya masalah kemampuan merangkai tulisan dan gagasan secara kognitif, tapi juga terkait dengan masalah Psikologis.
Kita perlu memiliki mental yang kuat untuk bisa menerima bila artikel kita di-reject berkali-kali, dikritisi dan direview sesuai dengan keinginan reviewers dan editors.
Dalam dunia publikasi, tidak selamanya artikel yang ditolak itu karena kualitasnya yang kurang baik, tapi bisa jadi karena masalah scope (ruang lingkup jurnal yang tidak sesuai dengan naskah yang dikirimkan), gaya selingkung jurnal yang berbeda dengan kebiasaan kita menulis, masalah antrian yang panjang dalam jurnal, dan lain-lain.
Karena itu, perubahan mindset dan menekan ego diri diperlukan dalam hal ini. Itulah mengapa prof. Irwansyah menyatakan: “dari authorship ke editorship.”
Dalam mempublikasikan karya, kita tidak bisa memaksakan keinginan kita sebagai author terhadap jurnal yang dituju, namun kita perlu tau keinginan editor, gaya selingkungnya, termasuk bagaimana menyenangkan pihak editor dengan men-submit artikel sesuai dengan pola penulisan dalam jurnal, segera memperbaiki catatan yang diberikan, dan mensitasi artikel-artikel yang ada di dalam jurnal yang dituju.
Intinya, kita tidak dapat mengendalikan orang lain termasuk editor dan reviewer jurnal, tapi kita bisa mengendalikan diri sendiri untuk menyesuaikan dengan keinginan mereka hehehe
Diakui Septi, dirinya baru mengenal beberapa jurnal internasional terindeks scopus dan masih terus perlu belajar lagi. Artikel yang terbit di di QIJIS (Qudus international Journal of Islamic Studies) itu sebetulnya factor lucky saja. Saya mengikuti konferensi yang diadakan di Kudus tahun 2019, dan ternyata artikel saya terpilih menjadi artikel yang dipandang layak published dalam jurnal terindeks scopus pada tahun 2020, padahal dari sisi kualitas, artikel saya masih sangat jauh dari sempurna. Karena itu, semuanya pasti ada rencana Tuhan di dalamnya.
"Saat ini, saya mulai belajar gaya selingkung artikel dalam jurnal internasional bereputasi di luar Indonesia. Dalam waktu dekat, artikel saya dengan judul: “Trajectory of Islamic Psychology; Problems and Prospects” dan “Islamic Resilience as Spiritual and Psychological Coping Strategies in Islamic Psychology in Pandemic Era” akan terpublikasi dalam jurnal HTS Teologiese Studies (Q1) dan AFKAR journal University Malaysia (Q2). Keduanya sudah melalui tahapan review konten, sekarang masuk pada tahap proofread bahasa. Mohon doanya, semoga segera dapat terpublikasi yaa," ujarnya.
Selain itu, lanjut Septi, proses pengajuan GB ia lakukan pada tahun 2021. Meskipun sejujurnya, Ia belum yakin betul dengan kapasitas diri untuk melaju ke jenjang professorship, namun karena kepangkatannya yang sudah lumayan lama (IV/c tahun 2013), dan beberapa teman serta bagian kepegawaian yang sudah mulai ‘gerah’ dengan mandegnya karir dirinya yang belum juga move on mengajukan kenaikan pangkat baru.
"Akhirnya, bismillah…. saya ajukan diri dengan bidang ilmu “Psikologi Pendidikan Islam” (sesuai dengan peminatan saya). Pengusulan tersebut ternyata tidak linier dengan ijazah S-3 (Pemikiran Islam) dan artikel persyaratan yang diminta, sehingga saya diminta merevisinya ke bidang ilmu “Pemikiran Islam”. Proses ini lumayan memakan waktu perenungan bagi kami (saya dan suami), wal-hasil, kami memutuskan untuk menerima revisi tersebut, dengan pola pikir: pemikiran Islam sangatlah luas, yang di dalamnya juga bisa mengokomodasi ilmu keislaman lainnya, termasuk Psikologi Pendidikan Islam yang saya minati. Hingga akhirnya per-April 2022, SK GB saya tersebut turun dengan bidang ilmu “Pemikiran Islam.” paparnya.
Life long learner. Dirinya ingin menjadi pembelajar sejati sampai kapan pun. Jabatan professor tidak boleh dianggap sebagai capaian akhir dari seorang akademisi. We are in process untuk selalu menimba ilmu pengetahuan Allah yang sangat luas itu. Bukankah belajar itu konsepnya sepanjang hayat? Apa yang kita ketahui pastinya sangat sedikit dari luasnya samudra pengetahuan yang hakiki (ilmu Allah).
"Bila kita merasa puas, merasa sudah menguasai dan berhenti menimba ilmu, kita sebenarnya telah terjebak pada arogansi intelektual. Bagi saya, professor itu hanyalah jabatan sematan dari kepangkatan karir dosen semata. Jadi, nothing to loose, apalagi harus menutup kran dan semangat saya untuk belajar. Mohon doa, semoga saya terus bisa belajar dan be socially humble karena saya bukanlah siapa-siapa," tandasnya.
UM-PTKIN 2022 Siap Dilaksanakan Secara Online, Peserta Segera Mempersiapkan Diri
FOKUS CIREBON, FC - Jika ingin diterima di perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, termasuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon, peserta diminta sudah harus mempersiapkan diri. Pasalnya, pelaksanaan uji coba UM-PTKIN akan dilaksanakan tanggal 7 hingga 11 juni 2022, sedangkan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 17 juni 2022.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peserta saat pelaksanaan ujian online dari lokasi masing-masing.
Ketua Panitia Nasional UM-PTKIN 2022, Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag, menyampaikan tahapan pendaftaran sampai finalisasi telah selesai dan pada hari ini dilakukan persiapan ujian secara online dengan menggunakan aplikasi SSE yang diikuti oleh calon mahasiswa PTKIN seluruh indonesia dengan diawasi langsung panitia lokasi masing-masing PTKIN, Selasa, (7/6/2022).
Panitia lokal (Panlok) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh Mahmudin, S.E (Kasubbag Akademik) menyampaikan, kegiatan persiapan berjalan lancar walaupun masih ada kendala terutama pada saat memulai ujian, masih banyak perserta yang terlambat.
"Alhamdulillah, pelaksanaan persiapan UM-PTKIN Tahun 2022 Panitia Lokasi (Panlok) IAIN Syekh Nurjati Cirebon berjalan lancar," jelasnya.
Untuk itu Mahmudi berharap, pada saat ujian para peserta sudah siap tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan (jadwal tertera di kartu peserta).
Sementara itu, Kepala PTIPD, Dr. H. Darwan, M.Kom menjekaskan terkait teknis kegiatan persiapan UM-PTKIN yang dilakukan selama 3 hari, calon peserta hadir secara online lewat aplikasi SSE sesuai dengan jadwal yang tertera di kartu peserta masing-masing. Beliau berharap untuk kelancaran jalannya kegiatan UM-PTKIN peserta diharapkan untuk mengikuti petunjuk yang ada di kartu peserta. (din)
Senin, 06 Juni 2022
Jelang Ujian SSE UM-PTKIN, Lakukan Persiapan Ini Sebelum Pelaksanaan Ujian
FOKUS CIREBON - Pelaksanaan UM-PTKIN 2022, memasuki tahap persiapan Ujian secara daring, hal demikian sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2022, Prof. Dr. Imam Taufiq,M.Ag, Senin (6/6/2022).
"Tahap pendaftaran hingga finalisasi telah selesai per hari ini, saat ini tengah dilakukan persiapan ujian secara online lewat Aplikasi SSE" terang Prof Imam.
Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan Seleksi UM-PTKIN tahun 2022 ini semuanya berbasis IT sehingga perlu sosialisasi kepada para user atau dalam hal ini para peserta ujian, masih menurutnya, uji coba pelaksanaan ujian akan memberi gambaran kepada peserta mengenai aplikasi SSE UM-PTIKN.
"Pelaksanaan secara online, berbasis IT kita berharap bersama dapat berjalan dengan optimal, oleh karenanya mulai besok selasa akan kami adakan uji coba serentak nasional, kami ingin para peserta adaptif dengan apilikasi yg kami bangun, sehingga pelaksanaan ujian dapat berjalan maksmal,"tambah Prof Imam.
Adapun uji coba ujian akan dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 11 juni 2022, sedangkan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 17 juni 2022.
Simak ulasan singkat mengenai ketentuan teknis pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2022, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peserta saat pelaksanaan ujian online dari lokasi masing-masing.
Uji coba ujian akan dilaksanakan pada 7-10 Juni 2022, sedangkan ujian akan dilaksanakan pada 14-17 Juni 2022. Berikut ini beberapa poin penting yang perlu disiapkan oleh peserta sebelum mengikuti ujian pelaksanaan SSE UM-PTKIN
1. Peserta wajib menggunakan perangkat mandiri, disarankan smartphone. Jika menggunakan laptop atau netbook atau notebook atau personal komputer atau PC desktop harus memiliki dan berfungsi dengan baik webcam/kamera depan, dan microphone;
2. Peserta wajib menyediakan koneksi internet menggunakan paket data dengan sinyal minimal 4 bar dan jaringan 3G/H+ atau yang lebih tinggi, koneksi internet juga dapat menggunakan wifi yang terhubung dengan jaringan internet;
3. Peserta melaksanakan Ujian SSE UM-PTKIN di tempat tinggal masing-masing atau tempat yang terjangkau jaringan seluler minimal H+ serta mematuhi peraturan PPKM yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Bagi Peserta yang mengalami kendala dalam mendapatkan jaringan seluler H+ di daerahnya wajib melaporkan ke Helpdesk melalui laman https://sapa.um-ptkin.ac.id guna menjadwal ulang pelaksanaan ujian SSE UM-PTKIN paling lambat 4 (empat) jam setelah ujian yang tercantum pada Kartu Peserta Ujian;
4. Peserta wajib melakukan physical distancing/jaga jarak radius minimal 3 (tiga) meter selama ujian berlangsung;
5. Peserta DILARANG membuka browser, aplikasi meeting, aplikasi remote, atau terkoneksi dengan layar tambahan;
6. Peserta wajib mengikuti Ujicoba Ujian UM-PTKIN sesuai sesi dan waktu yang tertera pada Kartu Peserta Ujian;
7. Peserta wajib mengikuti Ujian UM-PTKIN sesuai sesi dan waktu yang tertera pada Kartu Peserta Ujian;
8. Peserta wajib menyesuaikan waktu pada perangkat ujian dengan waktu yang tertera pada laman https://umptkin.ac.id;
9. Peserta wajib melakukan instalasi Aplikasi Ujian SSE UM-PTKIN;
10. Peserta wajib mengikuti tahapan kegiatan yang tertera pada Kartu Peserta Ujian;
11. Apabila peserta mengalami kendala teknis maka peserta dapat menghubungi Helpdesk melalui laman https://sapa.um-ptkin.ac.id.
Mekanisme alur ujian dan tata tertib ujian dapat dilihat pada kartu ujian masing-masing peserta, termasuk dalam hal ini tata cara instalasi aplikasi ujian SSE UM-PTKIN yang dapat diunduh pada laman https://um-ptkin.ac.id/home/aplikasi (rls/ff)


















