Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 01 Juli 2022

Cegah Meluasnya PMK, Pemkab Rapatkan Tim Satuan Tugas

KABUPATEN CIREBON - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Cirebon terus meluas. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat dengan mengumpulkan sejumlah pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan PMK Kabupaten Cirebon, Kamis (30/6/2022) di Hotel Sutan Raja Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno M.Si mengatakan, PMK ini menyerang hewan mamalia berkaki empat, berkuku genap seperti kerbau, sapi, kambing dan domba. 

Dijelaskan Rahmat, PMK ini juga memiliki tingkat mortalitas tinggi, seperti berkurangnya produksi susu hingga kematian hewan.

"Bahkan dapat mengakibatkan pembatasan perdagangan (hewan), baik skala regional, nasional maupun internasional bagi negara yang terinfeksi PMK," ujar Rahmat.

Ditambah Rahmat, selain dampak langsung dari penurunan produksi peternakan dan pembatasan perdagangan, PMK juga memberikan dampak yang serius bagi aspek sosial dan industri pariwisata. 

"Mengingat arti pentingnya penyakit ini dan dampaknya secara global, maka penting untuk menyusun langkah strategis pencegahan dan penanganan penyakit PMK tersebut," tambah Rahmat.

Disebutkan Rahmat, laporan dari Dinas Pertanian tanggal 28 Juni 2022, penyebaran PMK di Kabupaten Cirebon sudah terjadi pada 48 desa di 22 kecamatan. Hewan yang terjangkit PMK terdiri dari 1149 ekor sapi potong, 25 ekor sapi perah, 178 ekor kerbau dan 10 ekor domba.

"Penanganan sementara PMK yang telah dilaporkan UPTD Puskeswan adalah 3 ekor mati, 244 ekor sembuh, serta ada 37 ekor yang dipotong paksa," terangnya.

Atas kondisi tersebut, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Cirebon telah melakukan langkah strategis lintas sektoral dalam rangka pengendalian PMK. 

Di antaranya, pemberian bantuan obat dan sarana prasarana PMK, serta melaksanakan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan hasil ditetapkannya Pergeseran Alokasi Dana Belanja Tak Terduga, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2022 tentang Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku serta kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H.

"Kami juga sudah melakukan Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku di Kabupaten Cirebon Tahun 2022. Satuan Tugas Penanganan PMK tersebut mempunyai tugas antara lain, mengkoordinasikan seluruh kegiatan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku," katanya.

Diakhir, Sekda menyampaikan, satgas juga telah memitigasi resiko kesehatan hewan dan lingkungan, serta pengaruhnya pada aspek ekonomi, sosial dan budaya.

"Saya sangat mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Penanganan PMK di Kabupaten Cirebon Tahun 2022 ini. Diharapkan, dengan diselenggarakannya rapat koordinasi ini dapat merumuskan langkah yang tepat dan strategis, sehingga terwujud sinergitas dari Tim Gugus Tugas dalam rangka Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak di Kabupaten Cirebon," tutupnya.(indah1)

PKK Jabar Minta Pemanfaatan Pekarangan Tidak Sebatas Lomba

KABUPATEN CIREBON - Tim Recheking Lomba Pemanfaatan Pekarangan sebagai sumber karbohidrat Jawa Barat, berharap masyarakat bisa terus melanjutkan penanaman berbagai tanaman pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, walaupun tidak lagi berbalut lomba. 

Hal tersebut dikatakan salah seorang perwakilan tim recheking, Sri Yosi usai pembukaan penerimaan tim recheking, Jumat (1/7/2022) di Desa Kedung Bunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan Sri Yosi, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber karbohidrat sangat bermanfaat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat bisa terus melanjutkannya meskipun sudah tidak dalam nuansa lomba.

"Untuk jangka pendek, dapat memenuhi kebutuhan gizi, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber kegiatan ekonomi produktif. Sedangkan untuk jangka panjang, kemandirian pangan keluarga akan terjaga dan akhirnya pada peningkatan kesejahteraan," ujar Sri Yosi.

Ditambahkannya, Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat bersama Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Jawa Barat mengapresiasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten hingga desa yang telah bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan lomba ini. 

Dijelaskan Sri Yosi, untuk finalis tahun ini, hanya terdapat tujuh lokasi yang akan dinilai di Jawa Barat.

"Oleh karena itu, kita berharap momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain untuk kesejahteraan masyarakat dalam bidang kemandirian pangan, daerah juga dapat mempromosikan potensi lainnya yang ada. Pemilihan tanaman jagung juga selain karena memiliki kandungan karbohidrat tinggi, proses pembudidayaannya juga mudah, sehingga kita berharap warga bisa melanjutkannya di kemudian hari," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengaku bangga dengan kesiapan seluruh pihak dalam mengikuti lomba kali ini. Bahkan, Imron juga mengapresiasi langkah pemerintah Desa Kedung Bunder yang telah menganggarkan untuk pemanfaatan lahan pekarangan warganya.

"Kecamatan Gempol ini memang cukup banyak potensi yang bisa dimanfaatkan. Termasuk juga lahan pekarangan, yang saya harap, warga disini bisa ikut serta dalam melakukan penanaman tanaman pangan. Ini sangat baik agar ketahanan pangan masyarakat kedepannya dapat lebih terjaga," singkat bupati. (Indah)

Wakil Rektor, Saefudin Zuhri : BLU itu Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kepada Mahasiswa

CIREBON, FC - Setelah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dinyatakan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Badan Layanan Umum (BLU) oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka secara otomatis peningkatan kualitas pelayanan harus diprioritaskan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri M,Ag menyikapi langkah IAIN Cirebon ke depan setelah resmi menjadi BLU.

Hal itu, kata Saefudin, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) nomor 252/KMK.05/2022 terkait perubahan tata kelola keuangan dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negera Bukan Pajak (PNBP) menjadi BLU telah diterima IAIN Cirebon.

Pelaksana Harian (PLH) Rektor IAIN Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri MAg menjelaskan, disahkannya IAIN Cirebon menjadi BLU bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa. Sebab, kewenangan mengelola keuangan bakal lebih luas.

"Dengan adanya SK dari Kementerian Keuangan, maka resmi pengelolaan keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon berubah menjadi BLU. Implementasinya sudah kita rancang sejak jauh hari sebelumnya," ujar Saefudin. 

Dia berujar, dengan menjadi BLU, IAIN Cirebon berwenang mencari pendapatan selain dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan DIPA APBN. Pasalnya, aset dan fasilitas yang dipunyai IAIN Cirebon dapat pula dikomersilkan. Hasilnya dikelola dan digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan peningkatan pelayanan. 

Wakil Rektor II IAIN Cirebon, Dr Kartimi MPd mengatakan, proses BLU IAIN Cirebon berbarengan dengan IAIN Salatiga. Kedua PTKIN ini sama-sama sedang melalukan transisi implementasi BLU sepenuhnya berpedoman Surat Tindak Lanjut S-130/PB.5/2022 dari Kemenkeu per Kamis, 30 Juni 2022.

"Tahapannya mengacu pada aturan yang dibuat Kementerian Keuangan. IAIN Syekh Nurjati Cirebon diberi pedoman upaya apa saja yang harus dilakukan setelah ditetapkan menjadi BLU," ujar Kartimi. 

Upaya yang ditempuh, kata Kartimi antara lain meminta ijin dan membuka rekening BLU ke KPPN setempat berdasarkan PMK Nomor 182/PMK.05/2017 tentang Pengelolaan Rekening Milik Satuan Kerja Lingkup Kementerian Negara/Lembaga.

Yakni Rekening Operasional BLU untuk menampung seluruh penerimaan atau pengeluaran PNBP BLU. Rekening Operasional penerimaan dan pengeluaran tersebut tidak boleh digabungkan dalam satu rekening.

Kemudian menyempurnakan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan keuangan, pengelolaan aset dan pengelolaan barang dan jasa sesuai dengan Peraturan Kemenkeu.

Selanjutnya, kata Kartimi, IAIN Cirebon juga Menyusun Rencana Bisnis Anggaran (RBA) tahun 2022 dan 2023, dengan berpedoman pada Rencana Strategis Bisnis BLU dan DIPA 2022 paling lambat 6 (enam) bulan dan disampaikan kepada Direktorat PPK BLU.

Menurut Kartimi, dengan menjadi BLU, IAIN Cirebon siap menjadi PTKIN yang unggul menerapkan pelayanan prima pada mahasiswa. "Karena pendapatan yang kita miliki tidak disetorkan ke negara, tapi bisa kita kelola sendiri untuk pelayanan kepada mahasiswa," jelas dia. 

Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon, Ir Hj Sunarini MKom mengatakan, dari segi kepegawian, SDM IAIN Cirebon sangat siap menjalankan BLU. Pasalnya, para pegawai bakal dibekali dengan peningkatan kapasitas SDM. 

Selain itu, sistem kerja pegawai juga bakal diorientasikan pada sistem digital. "Kalau dulu manual kalau sekarang transformasi digital," jelas Sunarin. (din)

Bupati Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

KABUPATEN CIREBON -, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan Gebyar Kabupaten Cirebon Katon Bersihe, Jumat (1/7/2022) di Lapangan Alun-alun Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Masyarakat yang mengikuti kegiatan diberikan sejumlah doorprize menarik dan juga logam emas mulia sebagai hadiah utama.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, Gebyar Kabupaten Cirebon Katon Bersihe merupakan langkah strategis Pemkab, guna mengurangi kapasitas sampah. Karena, lanjut Imron, masyarakat sudah diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah.

"Saya kali ini di Kecamatan Plumbon, mengajak kuwu dan juga masyarakat untuk bisa mengurangi volume sampah sejak dari rumah. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dan itu sebenarnya sangat bermanfaat untuk bersama," ujar Imron.

Dikatakan Imron, pemilahan sampah ini bisa juga untuk meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat. Pasalnya, dari sekian sampah hasil rumah tangga, masih ada beberapa jenis sampah yang dapat dimanfaatkan.

Di samping itu, Imron juga meminta kepada desa untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam mengelola sampah. Dengan menyediakan Tempat Pengelolaan Sampah, Imron melihat volume sampah di kabupaten akan berkurang.

"Dari tingkatan keluarga sendiri, bisa memilah sampah mana yang masih bernilai dan mana yang sudah tidak bisa digunakan. Untuk tingkat desa, jika memang ada tempat pembuangan dan pengelolaan sampah, maka semua sampah rumah tangga bisa dibuang di tempat sampah milik desa. Terkecuali sudah overload, maka baru dilimpahkan ke kabupaten," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan S.Sos M.Si mengakui pihaknya sudah melakukan berbagai langkah dalam menangani permasalahan sampah ini. Salah satunya adalah, pembentukan bank sampah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

"Saat ini bank sampah memang baru aktif di lingkungan pegawai Dinas Lingkungan Hidup saja. Tetapi, kita juga sudah ada Bank Sampah Induk (BSI), yang dapat menerima hasil dari Bank Sampah Unit. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini juga kita berharap setiap desa membentuk Bank Sampah Unit agar masyarakat bisa ikut menabung di bank sampah," terang Iwan.

Selain itu juga, Iwan sebut masyarakat bisa memanfaatkan pegiat lingkungan hidup saat memiliki sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sebagai contoh, banyak pegiat kesenian yang memanfaatkan limbah rumah tangga untuk diolah menjadi suatu barang yang bernilai lebih tinggi dari sekedar sampah.

"Sejauh ini banyak juga yang memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dijadikan sebuah kerajinan tangan. Masyarakat yang sudah memilah sampah bisa menghubunginya untuk menjual limbah yang dimiliki," tambahnya.

Diakhir, Iwan sebut pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan sampah. "Sesuai dengan visi misi Pak Bupati, yaitu tahun 2024 bebas sampah, kita terus berupaya dengan kemampuan yang kita miliki agar visi misi tersebut bisa terwujud. Sejumlah pihak juga sudah kita gandeng, termasuk desa agar permasalahan sampah ini bisa diselesaikan secara bersama-sama," imbuhnya. (Indah)

SEMA IAIN Cirebon Menjadi Tuan Rumah Muskerwil SEMA PTKIN Se-Indonesia

FOKUS CIREBON, FC - Senat Mahasiswa (SEMA) PTKIN Wilayah-II mengadakan Dialog Kebangsaan dan Musyawarah Kerja SEMA PTKIN se-Indonesia Wilayah II bertempat di aula Pascasarjana Lantai 3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Muskerwil ini mengusung tema "Revitalisasi Gerakan SEMA PTKIN Se-Indonesia Wilayah-II Lebih Adaptif Responsif Inovatif & Futuristik Serta Berperan Aktif Dalam Mengawal Strategi Kebijakan dan Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi".

Acara dihadiri oleh para pejabat daerah dan anggota Dewan serta koordinator Pusat dan Koordinator Wilayah SEMA PTKIN, di antaranya IAIN Kudus, UIN Semarang, UIN Salatiga, UIN Pekalongan, UIN Purwokerto, UIN Jogja, UIN Bandung, IAIN Cirebon, UIN Jakarta , UIN Surakarta dan UIN Banten. 

Pada kegiatan ini, juga diadakan Dialog Kebangsaan dengan membahas topik 'Strategi Pemulihan Kebijakan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19'.

Rifqi Fadhillah, Ketua SEMA IAIN Cirebon sebagai tuan rumah menyambut kedatangan para delegasi Wilayah II dengan sangat antusias dan memohon maaf apabila dalam penerimaan dan jamuan yang diberikan masih jauh dari kata maksimal.

"Saya sangat berterimakasih atas kedatangannya para Pimpinan Senat Mahasiswa se-Wilayah 2 di Cirebon, semoga selama kegiatan disini memiliki kesan yang baik dan saya memohon maaf apabila dalam penerimaan dan jamuan yang diberikan masih jauh dari kata maksimal," tuturnya.

Muhammad Mukhlis menuturkan harapannya setelah adanya acara ini semoga dapat mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah terkait isu daerah maupun nasional.

"Kita sebagai generasi milenial  mudahan-mudahan kedepannya bisa mengawal secara penuh kebijakan-kebijakan mulai dari ranah kampus, daerah, dan sampai negara", tuturnya.

Sama halnya dengan Rohmawan, selaku Koordinator Pusat SEMA-PTKIN menyampaikan harapannya semoga tema yang di usung bisa di implementasikan dalam gerakan membangun. 

"Dengan tema yang di usung oleh pemerintah semoga dapat diimplementasikan dalam gerakan membangun, maka kami mengajak untuk komitmen dalam mendukung program pemerintah pasca pandemi," tegasnya. (din)

Pusat Perpustakaan IAIN Cirebon Jalin Kerjasama Dengan 17 Perpustakaan PTKIN Se-Indonesia.

FOKUS CIREBON, FC - Kerjasama ini merupakan komitmen bersama para peserta Diklat PJJ Pusdiklat sebagai penguatan antar Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Negeri dalam memberikan pelayanan dan pengembangan koleksi perpustakaan yang diikuti oleh 30 perwakilan dari perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Negeri yang terdiri dari kepala perpustakaan dan pustakawan.

Penandatangan MoA dilaksanakan pada hari Rabu 22 Juni 2022 di Balai Pusdiklat Kementerian Agama RI pada acara Bimtek Strategis Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Adminitrasi Kementerian Agama RI Jakarta selama 3 hari tanggal 22 sd 24 Juni 2022 sebagai kegiatan lanjutan Diklat PJJ Pusdiklat Kementerian Agama RI yang sudah dilaksanakan pada tanggal 13 sd 27 April 2022 secara online. 

IAIN Cirebon mengutus 3 Pustakawan untuk mengikuti Diklat dan Bimtek startegis, yaitu Tohirin, S.Ag, S.IPI, Rosyidah, S.Ag, dan Eka Cahya Nugraha, S.I.Pust.

Tujuan dan harapan dari kerjasama ini adalah membangun jejaring lebih luas dalam penguatan antar perpustakaan Perguruan Tinggi di Lingkungan Kementerian Agama Islam Negeri dalam memberikan pelayanan dan pengembangan koleksi.

Berikut daftar Perpustakaan PTKIN  yang ikut dalam penandatangan kerjasama/MoA  dengan perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yaitu :

Perpustakaan IAIN Kudus, Perpustakaan IAIN Pekalongan, Perpustakaan IAIN Kediri, Perpustakaan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Perpustakaan IAIN Parepare, Perpustakaan IAIN Fattahul Muluk Papua, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Perpustakakaan IAIN Batu Sangkar, Perpustakaan IAIN Ponorogo, Perpustakaan IAIN Bone, Perpustakaan IAIN Kendari, Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Perpustakaan IAIN Lhokseumawe, Perpustakaan IAIN Sorong, Perpustakaan STAIN Bengkalis, Perpustakaan STAIN Mandailing Natal Aceh, Perpustakaan UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi.

Kegiatan Bimtek Strategis Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi ini akan berakhir pada hari Jum’at 24 Juni 2022. (din)

Para Kiyai dan Budayawan Apresiasi Progam Penerjamahan Alqur'an Basa Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Para Kiyai Pondok Pesantren, budayawan dan para ahli bahasa Cirebon mengapresiasi langkah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Puslitbang LKKMO Balitbang Diklat Kemenag RI melakukan penerjemahan Al Qur'an dalam bahasa Cirebon. 

Hal ini nampak dari antusiasme mereka dalam kegiatan Validasi Al Qur'an Bahasa Cirebon yang berlangsung selama 3 hari dari 28 sampai dengan 30 Juni 2022 di Grage Sangkan Hotel Kabupaten Kuningan. 

"Kegiatan validasi adalah tahapan kedua yang dilakukan setelah tahapan pertama selesai dilakukan, yakni proses penerjemahan (alih bahasa) yang dilakukan selama 2 tahun dari tahun 2020 hingga 2022," ungkap kang Yani, sapaan akrab Ahmad Yani, selaku ketua Pelaksana Program yang juga Ketua LP2M disela-sela kegiatan validasi berlangsung. 

Sementara itu, dukungan para Kiyai Pondok Pesantren, budayawan dan akademisi nampak dalam keikutsertaan mereka dalam kegiatan validasi ini, antara lain: KH. Wawan Arwani, KH. Yahya Abdullah (Buntet Pesantren), KH. Abdul Basith (Ponpes Susukan), KH. Zamzami dan KH. Lukmanul Hakim (Ponpes Babakan Ciwaringin) dan Nyai Hj. Nihayatul Muhtaj (Ponpes Gedongan).

Sementara yang mewakili budayawan dan Lembaga Bahasa Cirebon antara lain drh. H. Bambang Irianto, M. Muchtar Zaedin, Akbar Sucipto, Dody Yulianto, Supali Kasim, Sapta Guna, Yatna Supriatna serta Dr. H. Casta, M. Pd selaku narasumber. 

KH. Zamzami mengungkapkan dirinya bangga dengan program Penerjemahan Al Qur'an Bahasa Cirebon, bahasa Cirebon diambang kepunahan, selama ini mayoritas pesantren yang masih menggunakan bahasa Cirebon yakni pada kajian kitab kuning.

"Saya yakin nanti bila terjemahan ini sudah selesai bahasa Cirebon akan mendunia, bahkan dirinya mengaku belum tidur karena semalaman membaca dan ikut melakukan validasi terjemahan tersebut, dan saya siap untuk memfasilitasi  kegiatan Validasi Juz berikutnya di Pondok Pesantren yang saya kelola," ungkap KH Zamzani penuh antusias. 

Hal senada diungkapkan KH. Yahya Abdullah dari Buntet Pesantren, ketika dirinya mendapatkan undangan kegiatan validasi, yang ada adalah semangat, semangat untuk hadir dan belajar lagi tentang bahasa Cirebon, dan dirinya merasa bangga dan mengapresiasi langkah LP2M dan Puslitbang LKKMO Kemenag. 

Sementara dari kalangan budayawan kang Made Casta yang juga menjadi narasumber  mengungkapkan bahwa dirinya bangga dengan program ini, karena hal ini akan mengangkat derajat Bahasa Cirebon dalam kancah kehidupan beragama. 

Adapun yang menjadi latar belakang kegiatan penerjemahan Al Qur'an Bahasa Cirebon ini menurut Kang Yani didampingi Tim penerjemah (M. Muchtar Zaedin, Dr. Hj. Eva Nur Arah, M. Hum dan drh. Bambang Irianto,  dkk) adalah dalam upaya melakukan konservasi terhadap Bahasa Cirebon juga memperkenalkan Bahasa Cirebon dalam ragam bahasa dakwah kepada masyarakat Wilayah Cirebon. 

Sejak tahun 2019 rintisan penerjemahan Bahasa Cirebon telah dimulai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang disambut baik oleh Puslitbang LKKMO Balai Diklat Kemenag RI.

Ketua Tim Pelaksana program, Ahmad Yani mengatakan bahwa program ini dimulai pada tahun 2020, diawali tahapan persiapan dengan melakukan kajian dan FGD dengan para akademisi, ulama, budayawan dan pakar Bahasa Cirebon, yang membahas tentang urgensi, tujuan, sasaran strategi pelaksanaannya. 

Pada tahun 2020-2021 dimulai proses alih Bahasa. Masih menurut Kang Yani sapaan akrab Ahmad Yani, bahwa dirinya akan mengawal proses ini sampai dengan tuntas, ia merasa bangga dengan kegiatan ini. Karena akan bermanfaat untuk merawat dan melestarikan bahasa Cirebon serta mengembangkan dakwah  qur'an dalam ragam bahasa daerah. 

Kang Yani  mengaku dirinya didampingi Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta, M. Ag telah menghadap Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag untuk meminta dukungan agar hasil terjemahan Alquran basa Cirebon ini dapat diterbitkan dan disebarluaskan kepada masyarakat, sekolah-sekolah, madrasah yang ada di Wilayah Cirebon. 

Sementara itu, Kapuslitbang LKKMO Balitbangdiklat Kemenag RI Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M. Ag mengatakan bahwa Puslit sangat konsen mendorong dan memfasilitasi Kegiatan Penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Daerah, dengan tujuan untuk melakukan konservasi bahasa daerah dan membumikan Al Qur'an dengan pendekatan Kearifan lokal.

Arskal menegaskan bahwa dirinya sangat konsen mengawal proses penerjemahan ini, menurutnya sampai saat ini Puslitbang LKKMO sudah memfasilitasi 24 terjemahan Al Qur'an ke dalam bahasa daerah, di antaranya Bahasa Aceh, Minangkabau, Madura, Banyumasan, Sunda, dll. termasuk Bahasa Cirebon. (din).