Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 02 Juli 2022

Duta Dari Dua Kelurahan Kecamatan Lemahwungkuk Raih Gelar Jaka dan Rara Kota Cirebon 2022

Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati


CIREBON - Kesuksesannya patut diapresisi, Qinthara Riella, duta Rara Puteri Pariwisata perwakilan Kelurahan Kasepuhan berhasil meraih juara utama. Berpasangan dengan M. Farrel, duta Putera Pariwisata Jaka dari Kelurahan Panjunan. Keduanya sama-sama dari satu Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirobon.

Keduanya berhasil menyisihkan rival lainnya dari perwakilan kelurahan lain. Tercatat finalis adalah 11 pasangan Jaka Rara dari total pendaftaran awal di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon sebanyak 68 peserta. 

Dalam ajang Grand Final di Hotel Luxton Sabtu (2/7) malam hingga dini hari 00.30, sebanyak 11 pasangan dipilih enam pasangan. Enam pasangan diseleksi ketat lima juri profesional menjadi tiga pasang. Dari tiga pasangan terseleksi, dipilih satu pasangan juara utama Jaka dan Rara. 

Materi seleksi seputar pengetahuan tentang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Baik skala lokal, regional, nasional bahkan internasional. Menyampaikan dengan bahasa Indonesia, juga ada yang bahasa Inggris.

Selama acara Grand Final Jaka Rara itu suasana berjalan meriah, semarak dan seru. Para finalis masing-masing membawa sporter dengan yel-yel dan atribut poster lainnya. 

Acara pendukung lainnya menambah suasana acara terasa berkelas nasional dengan tanpa meninggalkan kekhasan budaya Cirebon. Seperti opening dance tarian para Jaka Ratu diiringi lagu Kota Cirebon yang dipopulerkan Diana Sastra. 

Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati didampingi Kadisbudpar Agus Sukmanjaya, S.Sos dan Kadis PUTR Dr Irawan Wahyono, M.Pd tampak begitu menikmati acara grand final hingga berakhir dini hari pukul 00.30.

Begitu juga Lurah Kesepuhan Deny Rochman, S.Sos., M.PdI juga hadir bersama undangan SKPD, camat dan lurah lainnya.

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menyatakan, Jaka Rara 2022 tidak hanya sebagai duta dalam mempromosikan kebudayaan dan pariwisata. 

Lebih dari itu,  berharap Jaka Rara berkontribusi dan membantu Pemda Kota Cirebon dalam menginformasikan berbagai  program dan potensi dari Kota Cirebon.

Pengumuman terpilihnya Jaka Rara asal Kelurahan Panjunan dan Kasepuhan itu berlangsung dalam Grand Final Jaka Rara 2022, di Hotel Luxton Kota Cirebon, Sabtu (2/7/2022) malam. (den)



Kewirausahaan KPI 2022 Dibanjiri Respon Positif

FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon  menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan yang dilaksanakan secara tatap muka di Gedung Aula Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan turut mengundang berbagai ORMAWA Kampus.

Workshop Kewirausahaan ini merupakan suatu pelatihan dengan tujuan untuk menjadi wadah para mahasiswa yang ingin tau bagaimana strategi dalam berbisnis serta pengelolaan investasi untuk wirausaha muda.

Narasumber workshop sangat menarik, menghadirkan Hestu Wibowo (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon), Atiyallah Aditya (Founder of Hex.id), Khairin, S. Hum (Praktisi pasar modal).

Workshop bidang Kewirausahaan HMJ KPI dibanjiri respon positif dari berbagai pihak. Partisipan turut aktif dalam rangkaian acara, seperti Tanya jawab serta quiz yang disediakan.

Ucapan Terima kasih kepada berbagai pihak serta Bank Indonesia, Emina, Baskoro, Ruang Komunikasi sebagai sponsor yang telah melancarkan acara Workshop Kewirausahaan. (Eva)


Jumat, 01 Juli 2022

Walikota Cirebon Ajak Para Nelayan Berasuransi

FOKUS CIREBON, FC - Selama ini nelayan telah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan perikanan dan kelautan serta pembangunan ekonomi masyarakat pesisir di Kota Cirebon. 

Terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap yang sudah melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Gerai Kepesertaan pada Asuransi dan Jaminan Hari Tua bagi Nelayan di Kota Cirebon, Jumat (1/7).

"Saya berharap para nelayan dapat memahami, menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya berasuransi, dan membangun keinginan untuk ikut serta berasuransi secara mandiri,"kata Eti Herawati 

Lanjut Eti, hal ini tentu saja semata-mata untuk memastikan bahwa hak-hak dan kewajiban nelayan menjadi jelas serta akan terlindungi dalam kegiatan usaha perikanan. (din)

Pemda Kota Cirebon Terus Menekan Angka Stunting

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Daerah Kota Cirebon berupaya untuk menekan angka stunting atau pelambatan tumbuh kembang anak.

Salah satu upayanya adalah melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). 

Persoalan stunting Kota Cirebon menempati posisi 10 besar dari bawah di tingkat Jawa Barat. 

Sosialisasi Gemarikan ke masyarakat terus berjalan. Baik melalui RW, Puskesmas, Posyandu dan lainnya. (Heri)

Cegah Meluasnya PMK, Pemkab Rapatkan Tim Satuan Tugas

KABUPATEN CIREBON - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Cirebon terus meluas. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat dengan mengumpulkan sejumlah pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan PMK Kabupaten Cirebon, Kamis (30/6/2022) di Hotel Sutan Raja Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno M.Si mengatakan, PMK ini menyerang hewan mamalia berkaki empat, berkuku genap seperti kerbau, sapi, kambing dan domba. 

Dijelaskan Rahmat, PMK ini juga memiliki tingkat mortalitas tinggi, seperti berkurangnya produksi susu hingga kematian hewan.

"Bahkan dapat mengakibatkan pembatasan perdagangan (hewan), baik skala regional, nasional maupun internasional bagi negara yang terinfeksi PMK," ujar Rahmat.

Ditambah Rahmat, selain dampak langsung dari penurunan produksi peternakan dan pembatasan perdagangan, PMK juga memberikan dampak yang serius bagi aspek sosial dan industri pariwisata. 

"Mengingat arti pentingnya penyakit ini dan dampaknya secara global, maka penting untuk menyusun langkah strategis pencegahan dan penanganan penyakit PMK tersebut," tambah Rahmat.

Disebutkan Rahmat, laporan dari Dinas Pertanian tanggal 28 Juni 2022, penyebaran PMK di Kabupaten Cirebon sudah terjadi pada 48 desa di 22 kecamatan. Hewan yang terjangkit PMK terdiri dari 1149 ekor sapi potong, 25 ekor sapi perah, 178 ekor kerbau dan 10 ekor domba.

"Penanganan sementara PMK yang telah dilaporkan UPTD Puskeswan adalah 3 ekor mati, 244 ekor sembuh, serta ada 37 ekor yang dipotong paksa," terangnya.

Atas kondisi tersebut, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Cirebon telah melakukan langkah strategis lintas sektoral dalam rangka pengendalian PMK. 

Di antaranya, pemberian bantuan obat dan sarana prasarana PMK, serta melaksanakan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan hasil ditetapkannya Pergeseran Alokasi Dana Belanja Tak Terduga, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2022 tentang Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku serta kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H.

"Kami juga sudah melakukan Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku di Kabupaten Cirebon Tahun 2022. Satuan Tugas Penanganan PMK tersebut mempunyai tugas antara lain, mengkoordinasikan seluruh kegiatan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku," katanya.

Diakhir, Sekda menyampaikan, satgas juga telah memitigasi resiko kesehatan hewan dan lingkungan, serta pengaruhnya pada aspek ekonomi, sosial dan budaya.

"Saya sangat mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Penanganan PMK di Kabupaten Cirebon Tahun 2022 ini. Diharapkan, dengan diselenggarakannya rapat koordinasi ini dapat merumuskan langkah yang tepat dan strategis, sehingga terwujud sinergitas dari Tim Gugus Tugas dalam rangka Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak di Kabupaten Cirebon," tutupnya.(indah1)

PKK Jabar Minta Pemanfaatan Pekarangan Tidak Sebatas Lomba

KABUPATEN CIREBON - Tim Recheking Lomba Pemanfaatan Pekarangan sebagai sumber karbohidrat Jawa Barat, berharap masyarakat bisa terus melanjutkan penanaman berbagai tanaman pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, walaupun tidak lagi berbalut lomba. 

Hal tersebut dikatakan salah seorang perwakilan tim recheking, Sri Yosi usai pembukaan penerimaan tim recheking, Jumat (1/7/2022) di Desa Kedung Bunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan Sri Yosi, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber karbohidrat sangat bermanfaat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat bisa terus melanjutkannya meskipun sudah tidak dalam nuansa lomba.

"Untuk jangka pendek, dapat memenuhi kebutuhan gizi, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber kegiatan ekonomi produktif. Sedangkan untuk jangka panjang, kemandirian pangan keluarga akan terjaga dan akhirnya pada peningkatan kesejahteraan," ujar Sri Yosi.

Ditambahkannya, Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat bersama Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Jawa Barat mengapresiasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten hingga desa yang telah bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan lomba ini. 

Dijelaskan Sri Yosi, untuk finalis tahun ini, hanya terdapat tujuh lokasi yang akan dinilai di Jawa Barat.

"Oleh karena itu, kita berharap momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain untuk kesejahteraan masyarakat dalam bidang kemandirian pangan, daerah juga dapat mempromosikan potensi lainnya yang ada. Pemilihan tanaman jagung juga selain karena memiliki kandungan karbohidrat tinggi, proses pembudidayaannya juga mudah, sehingga kita berharap warga bisa melanjutkannya di kemudian hari," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengaku bangga dengan kesiapan seluruh pihak dalam mengikuti lomba kali ini. Bahkan, Imron juga mengapresiasi langkah pemerintah Desa Kedung Bunder yang telah menganggarkan untuk pemanfaatan lahan pekarangan warganya.

"Kecamatan Gempol ini memang cukup banyak potensi yang bisa dimanfaatkan. Termasuk juga lahan pekarangan, yang saya harap, warga disini bisa ikut serta dalam melakukan penanaman tanaman pangan. Ini sangat baik agar ketahanan pangan masyarakat kedepannya dapat lebih terjaga," singkat bupati. (Indah)

Wakil Rektor, Saefudin Zuhri : BLU itu Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kepada Mahasiswa

CIREBON, FC - Setelah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dinyatakan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Badan Layanan Umum (BLU) oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka secara otomatis peningkatan kualitas pelayanan harus diprioritaskan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri M,Ag menyikapi langkah IAIN Cirebon ke depan setelah resmi menjadi BLU.

Hal itu, kata Saefudin, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) nomor 252/KMK.05/2022 terkait perubahan tata kelola keuangan dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negera Bukan Pajak (PNBP) menjadi BLU telah diterima IAIN Cirebon.

Pelaksana Harian (PLH) Rektor IAIN Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri MAg menjelaskan, disahkannya IAIN Cirebon menjadi BLU bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa. Sebab, kewenangan mengelola keuangan bakal lebih luas.

"Dengan adanya SK dari Kementerian Keuangan, maka resmi pengelolaan keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon berubah menjadi BLU. Implementasinya sudah kita rancang sejak jauh hari sebelumnya," ujar Saefudin. 

Dia berujar, dengan menjadi BLU, IAIN Cirebon berwenang mencari pendapatan selain dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan DIPA APBN. Pasalnya, aset dan fasilitas yang dipunyai IAIN Cirebon dapat pula dikomersilkan. Hasilnya dikelola dan digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan peningkatan pelayanan. 

Wakil Rektor II IAIN Cirebon, Dr Kartimi MPd mengatakan, proses BLU IAIN Cirebon berbarengan dengan IAIN Salatiga. Kedua PTKIN ini sama-sama sedang melalukan transisi implementasi BLU sepenuhnya berpedoman Surat Tindak Lanjut S-130/PB.5/2022 dari Kemenkeu per Kamis, 30 Juni 2022.

"Tahapannya mengacu pada aturan yang dibuat Kementerian Keuangan. IAIN Syekh Nurjati Cirebon diberi pedoman upaya apa saja yang harus dilakukan setelah ditetapkan menjadi BLU," ujar Kartimi. 

Upaya yang ditempuh, kata Kartimi antara lain meminta ijin dan membuka rekening BLU ke KPPN setempat berdasarkan PMK Nomor 182/PMK.05/2017 tentang Pengelolaan Rekening Milik Satuan Kerja Lingkup Kementerian Negara/Lembaga.

Yakni Rekening Operasional BLU untuk menampung seluruh penerimaan atau pengeluaran PNBP BLU. Rekening Operasional penerimaan dan pengeluaran tersebut tidak boleh digabungkan dalam satu rekening.

Kemudian menyempurnakan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan keuangan, pengelolaan aset dan pengelolaan barang dan jasa sesuai dengan Peraturan Kemenkeu.

Selanjutnya, kata Kartimi, IAIN Cirebon juga Menyusun Rencana Bisnis Anggaran (RBA) tahun 2022 dan 2023, dengan berpedoman pada Rencana Strategis Bisnis BLU dan DIPA 2022 paling lambat 6 (enam) bulan dan disampaikan kepada Direktorat PPK BLU.

Menurut Kartimi, dengan menjadi BLU, IAIN Cirebon siap menjadi PTKIN yang unggul menerapkan pelayanan prima pada mahasiswa. "Karena pendapatan yang kita miliki tidak disetorkan ke negara, tapi bisa kita kelola sendiri untuk pelayanan kepada mahasiswa," jelas dia. 

Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon, Ir Hj Sunarini MKom mengatakan, dari segi kepegawian, SDM IAIN Cirebon sangat siap menjalankan BLU. Pasalnya, para pegawai bakal dibekali dengan peningkatan kapasitas SDM. 

Selain itu, sistem kerja pegawai juga bakal diorientasikan pada sistem digital. "Kalau dulu manual kalau sekarang transformasi digital," jelas Sunarin. (din)