Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 01 Juni 2023

Tinjau Pelaksanaan UM-PTKIN 2023, Menag : Terbuka Bagi Semua Agama

 


SERANG, FC - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini meninjau pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2023 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Menag yang didampingi para Staf Ahli, Staf Khusus dan Tenaga Ahli ini mengapresiasi pelaksanaan seleksi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini, karena ternyata tidak hanya diikuti oleh calon peserta beragama muslim saja.

“Saya mengapresiasi dalam UM-PTKIN tahun ini ada calon mahasiswa non muslim yang mengikuti ujian," kata Menag yang hadir didampingi Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut, Selasa (30/5/2023).

Menteri Agama juga menyebutkan bahwa ujian masuk dilaksanakan secara online melalui sistem seleksi elektronik atau SSE agar objektif, adil, transparan, dan inklusif. “Seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses ke PTKIN tanpa memandang suku, asal daerah ataupun disabilitas,” tegas Menag.

Menag berharap UM-PTKIN tahun ini akan lebih baik dan memberikan hasil yang lebih valid dari tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga sempat menyapa para peserta serta mengecek sejumlah komputer dan jaringan internet untuk memastikan berjalannya SSE UM-PTKIN 2023 di UIN Banten.

SSE adalah aplikasi ujian yang menggunakan komputer (PC/Laptop). Melalui SSE, pelaksanaan ujian tidak lagi menggunakan kertas (paperless), baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban.

Turut menyambut Menag, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Wawan Wahyuddin, Wali Kota Serang dan Forkopimda Pemprov Banten.

Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Imam Taufiq menjelaskan bahwa dari 95.769 peserta, sebanyak 63 persen adalah peserta perempuan sisanya sebanyak 37 persen adalah laki-laki.

Dari sisi keagamaan, 98 persen beragama Islam dan 2 persen non muslim, terdiri dari 12 orang beragama Kristen, 2 orang beragama Hindu, Budha 2 orang, 1 orang beragama Katolik dan 7 orang penganut kepercayaan.

“Ini membuktikan bahwa UMPTKIN bersifat inklusif dan terbuka bagi semua agama” jelasnya.

Selain itu, UMPTKIN kali ini juga diikuti oleh 79 orang peserta difabel yang terdiri dari 22 orang tunadaksa, 29 orang tunagrahita, 16 orang tunanetra, 14 orang tunarungu dan 1 orang tunawicara. “Untuk peserta difable, panita akan melakukan pendampingan,” tambah Imam.

UMPTKIN akan berlangsung secara online-onsite selama 7 hari mulai 29 - 31 Mei dan 5 - 8 Juni 2023 di 59 titik lokasi ujian. “Setiap hari akan ada tiga sesi di setiap lokasi ujian dikalikan dengan jumlah peserta yang mendaftar di lokasi PTKI/N tersebut, sehingga jumlah sesi dimasing-masing titik lokasi berbeda-beda,” ungkapnya.

Imam menghimbau kepada para peserta untuk menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin dengan datang tepat waktu sesuai jadwal dan mengikuti semua tata tertib ujian. (din)

Viqia Wardana, Mahasiswa IAIN Cirebon Raih Medali Perak Dalam Ajang Olimpiade Sains Indonesia Tingkat Nasional

FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Viqia Sastrawardana, berhasil merebut piala perak pada kejuaraan Olimpiade Sains Indonesia 0.5 di Semarang. Mahasiswa semester 2, kelahiran Tanggerang 04 Juni 2004 ini, bangga dan bahagia karena berhasil mempersembahkan yang terbaik bagi kampusnya.

Kepada Fokus Cirebon, Viqia Sastrawardana mengaku sudah hampir satu bulan mempersiapkan diri dengan cara terus berlatih. Dia juga sudah sangat maksimal dalam laga ajang bergengsi ini, dengan bekal yang cukup dan motivasi yang kuat, Viqia terus berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Kejuaraan Olimpiade Sains Indonesia 0.5 yang diselenggarakan oleh Divya Cahaya Prestasi dengan jumlah peserta 250 mahasiswa, bertarung kuat untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. 

"Ya, saya membawakan materi terkait Interaksi Desa dan Kota, Dinamika Demografi, Konsep Geografi, Pembangunan Berkelanjutan, Dinamika Atmosfer, Dinamika Litosfer, Dinamika Hidrosfer, Tata kelola Ruang Kota dan Desa, Penanggulangan Bencana (Berbahasa Inggris), dan lainnya," terang Viqia.

Kendati demikian, Viqia mengaku bahwa lawan terberat pada ajang ini adalah Universitas Mataram, Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Syarif Kasim Riau, tetapi dengan motivasi kuat, membuat pribadi yang sinergi dan inovatif, sehingga membuatnya Juara.

Dari perjuangan yang ditoreh dengan kesuksesan ini, Viqia dipenghujung percakapan dengan Fokus Cirebon berharap, pendidikan di negara Indonesia merata satu sama lain dan terus berkembang, sehingga menciptakan inovatif dan motivatif bagi kalangan pelajar. (din)



Rabu, 31 Mei 2023

Bupati Cirebon Lepas 366 Calon Jemaah Haji Kloter 4

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama istri, Dra. Hj. Nunung Roosmini, melepas 366 calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon di Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (31/5/2023).

Dalam sambutannya, Imron menyampaikan selamat kepada ratusan warga Kabupaten Cirebon, yang pada hari ini akan bertolak ke tanah suci untuk melaksanakan salah satu rukun Islam tersebut.

“Calon jemaah haji ini adalah orang-orang pilihan. Apalagi, saat ini daftar tunggu haji di Kabupaten Cirebon itu 23 tahun,” kata Imron.

Imron berpesan, kepada seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama ibadah berlangsung. Hal ini dikarenakan cuaca di Arab Saudi tercatat mencapai 40 derajat celcius atau lebih panas dari Indonesia.

Menurutnya, calon jemaah harus mengikuti seluruh arahan dan petunjuk dari petugas pembimbing haji, agar tetap lancar selama proses ibadah serta kembali pulang dalam kondisi sehat.

“Arab saat ini sedang panas sekali. Dipastikan akan kaget, jemaah haji harus ikuti perintah pendamping, karena semua orang sedunia hadir di sana,” ujar Imron.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Dr. H. Moh. Ahsan, M.Ag menyebutkan, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon yang berangkat pada 2023 ini sebanyak 2.421 orang.

Ratusan orang tersebut, berangkat kedalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 4,7,13,16,19,21,23, dan 24. Berangkat perdana pada Kamis (1/6/2023) dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Pada 31 Mei ini, ada 374 orang yang berangkat. Dari jumlah tersebut, 366 merupakan calon jemaah haji dan 8 orang pendamping haji. Kloter perdana itu kloter 4,” ujar Ahsan. (din)

Serah Terima Hibah Aset Milik Daerah Kepada Desa Cirebon Girang Ditandai dengan Peletakan Batu Pertama


Kuwu Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE tengah menunjukkan surat dokumen pelimpahan aset daerah kepada Desa Cirebon Girang bersama Sekda didampingi Camat Talun, H Abadi dan Korwil.



FOKUS CIREBON, FC - Serah terima hibah aset milik daerah berupa bangunan gedung eks ruang guru dan ruang kelas SDN 1 Cirebon Girang kepada Desa Cirebon Girang yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Asisten Daerah (Asda)  Kabupaten, H. Muhammad Safrudin, berjalan sukses, Rabu, (31/5/2023).

Serah terima hibah kepemilikan aset ini, berupa dokumen yang diserahkan langsung oleh Bupati Cirebon melalui Asisten Daerah kepada Kuwu Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE di kantor desa setempat.

Serah terima aset ini digelar pada pukul 10.00 WIB dihadiri oleh unsur Muspika, tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur BPD, perangkat desa, Kecamatan dan para guru serta pegiat pendidikan.

Bupati Cirebon melalui Asisten Daerah Muhammad Safrudin menyatakan, serah terima aset ini merupakan tindak lanjut dari perjuangan Kuwu Desa Cirebon Girang untuk memanfaatkan aset daerah yang bisa dimanfaatkan oleh desa.

"Aset ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh desa untuk kemanfaatan bagi  masyarakat dan hibah ini bisa dikelola sebagai aset desa," terangnya.

Penyerahan dokumen aset milik daerah dari Bupati Cirebon melalui Asda Kabupaten Cirebon kepada Kuwu Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE di kantor Desa Cirebon Girang.

Kepala Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas hibah aset ini, mengingat perjalanan dan perjuangannya cukup panjang, di mana gedung ex ini sudah tidak digunakan lagi hampir selama tiga tahunan.

Dengan serah terima hibah aset daerah ini, Kuwu Cirebon Girang mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepercayaan pemerintah Kabupaten Cirebon kepada Pemerintah desa dalam hal ini Desa Cirebon Girang. 

"Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon atas hibah aset daerah ini dan nantinya akan dibangun gedung serba guna milik Desa Cirebon Girang. Tetapi dalam pembangunannya akan dilakukan secara bertahap mengingat anggaran. Yang pasti pada saat gedung serba guna ini sudah berdiri dan berfungsi nanti, akan menjadi manfaat bagi masyarakat di Desa Cirebon Girang," kata Kuwu Ruslani.

Peletakan batu pertama Gedung Serba Guna oleh Asisten Daerah Kabupaten Cirebon di Desa Cirebon Girang

Terkait pembangunan nanti, Kuwu Ruslani berharap adanya dukungan dari seluruh aparatur desa dan masyarakat terhadap pembangunan gedung serba guna agar bisa berjalan baik dan tidak berhenti ditengah jalan. Maka peran serta masyarakat Cirebon Girang, BPD dan LPM sangat dibutuhkan agar pembangunan gedung nanti bisa berjalan sesuai harapan," tandasnya (Bambang)

Selasa, 30 Mei 2023

Bupati Imron : PPKBD dan Sub PPKBD Garda Terdepan Pengendalian Penduduk

CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara pertemuan dengan Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) dan Sub PPKBD se-Kabupaten Cirebon di GOR Ranggajati, Kecamatan Sumber, Selasa (30/5/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Imron menjelaskan, ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan motivasi seluruh PPKBD dan Sub PPKBD dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana). 

Menurut Imron, salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, adalah terwujudnya keberdayaan masyarakat dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya, baik sebagai individu, keluarga maupun masyarakat. 

"Program keluarga berencana menjadi program andalan yang harus mendapatkan dukungan seluruh elemen masyarakat, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang potensial melalui pendekatan keluarga yang berkualitas, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya maupun aspek lainnya," kata Imron.

Imron mengungkapkan, program keluarga berencana di Kabupaten Cirebon dari tahun ke tahun sudah menunjukan keberhasilan. Demikian halnya dengan keberhasilan penyelenggaraan pembangunan kesehatan, yang pada prinsipnya memiliki keterkaitan erat dengan keberhasilan penyelenggaraan program keluarga berencana (KB).

Ia pun meminta kepada seluruh PPKBD dan Sub PPKBD, agar mendukung pelaksanaan program KB, memantapkan kelembagaan pengelolaan program KB di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta memanfaatkan dukungan dana, sarana dan metode operasional program KB di Kabupaten Cirebon.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan, bahwa PPKBD dan Sub PPKBD merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, juga sebagai indikator kemajuan yang telah dicapai oleh suatu daerah.

"Mereka semua bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam memberikan penyuluhan program keluarga berencana,” jelas Imron.

“Selain itu, bertujuan meningkatkan pembinaan kelangsungan penggunaan alat kontrasepsi, mendekatkan pelayanan kepada akseptor keluarga berencana yang berada di pedesaan, serta membantu menyebarluaskan gagasan keluarga berencana melalui kampung keluarga berencana, sehingga dapat membantu terwujudnya akseptor keluarga berencana yang lestari," sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes mengatakan, para PPKBD ini merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah untuk ikut mengendalikan penduduk, supaya masyarakat mau ikut KB. 

"Jumlah PPKBD mencapai 2.700 orang dari 412 desa," kata Eni.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini, target masyarakat untuk ikut KB sudah tercapai, karena mereka (PPKBD) memberikan konseling, serta penyuluhan dari jangka pendek ke jangka panjang.

"Mereka (PPKBD) ini, melakukan penyuluhan agar masyarakat mau ber KB. Yang tadinya mengunakan pil atau kondom, agar mau beralih ke Intrauterine device (IUD), Implan dan Metoda Operasi Wanita (MOW),” ungkap Eni.

“Bahkan, kalau misalkan istrinya bermasalah dan ada gangguan kesehatan, jadi suaminya yang ikut KB dengan metode Kontrasepsi Medis Operasi Pria (MOP)," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, para PPKBD mempunyai tugas, seperti penanganan stunting dan pendampingan, baik calon pengantin dan ibu hamil, maupun pasca persalinan dan juga sebagai duta balita. 

Namun, salah satu kendalanya adalah jarak, karena jarak di beberapa desa begitu jauh ketika melakukan penyuluhan KB.

Selain itu, minimnya alat transportasi, seperti sepeda, yang mereka keluhkan, juga terbatasnya alat komunikasi, seperti HP, karena tak mendukung untuk menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). (din)

Senin, 29 Mei 2023

Desa Sempiran Dinobatkan Juara 1 Sepak Bola Mini Antar Desa

FOKUS CIREBON, FC - Pencarian bakat di cabang olah raga sepak bola menjadi trand tersendiri. Apalagi di usia pemain anak anak, tentu potensi dan bakat di cabang olah raga ini sangat berkonstri besar terhadap keberlangsungan persepak.bolaan di Indonesia. Hal ini yang dilakukan oleh para panitia melalui kegiatan yang dikemas manis melalui 'Talun Nganeni'.

Pertandingan yang melibatkan sejumlah desa ini, di antaranya Desa Kecomberan, Desa Keompongan, Desa Cempaka, Desa Wanasaba Kidul, Desa Wanasaba Lor, Desa Kerandon, Desa Sarwadadi, Desa Sampiran, Desa Kubang, Desa Cirebon Girang dan Desa Ciperna.

Sebelas desa ini kemudian bertanding secara Play Fair dan satu sama lain saling ingin memasukan bola.ke dalam gawang lawan. 

Memang ada kelucuan di usia pemain 12 tahun, selain mereka masih anak-anak, para pemain sepakbola juga bak pemain profesional dengan gayanya masing-masing. 

Dalam kegiatan ini panitia mengualrkan sejumlah persyaratan bagi desa yang akan mengikutsertakan tim sepak bolanya, syarat-syarat-syarat tersebut di antaranya  pertama peserta didik SD/MI maksimal.kelas 6 (di bawah usia 12 tahun), atau kelahiran sesudah 01 Januari 2011.

Kedua, satu tim terdiri dari 14 pemain yang sudah terdaftar dan Ketiga mengisi formulir pendaftaran pada link yang tertera di bawah dan mengapload dokumen seperti surat keterangan domisili, fotocopy akte kelahiran dan fotokopi kartu keluarga (KK).

Yoni, Ketua RW setempat menyampaikan, bahwa tim sepak bola mini dari Desa Sampiran mampu menjadi Juara satu pada laga bergensi ini. 

Terbitnya juara satu tersebut, setelah tim sepakbola satu sama lain saling bekerjasama dalam berbagi bola di lapangan dan akhirnya mampu membobol gawang lawan. 

"Ini adalah bakat anak anak yang harus terus diasah melalui cabang olah raga. Dengan lomba-lomba yang digelar oleh panitia tentu akan berkonstribusi besar terhadap potensi atau skill yang dimiliki para peserta, jadi lomba seperti ini harus terus digelar agar potensi juga ikut dikembangkan," ujar Yoni.

Yoni juga berharap, kemampuan anak-anak dalam cabang olah raga ini harus juga menjadi perhatian bersama, termasuk dari pemerintah setempat, agar potensi atau skill mereka tetap mendapat perhatian.

"Kami atas nama masyarakat sangat bangga dengan permainan anak anak kami dan mereka sangat antusias dengan sepak bola ini. Semoga pertandingan yang sama kembali digelar sebagai bentuk perhatian mereka dan skill mereka selalu tetap terasah," tandasnya. (din)

2100 Peserta Ikuti SSE UM-PTKIN di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon hari ini menyelenggarakan kegiatan Pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE)  ujian masuk UM-PTKIN. Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan selama kurun waktu 7 hari, Senin, (29/5/2023).

Pada kegiatan SSE UMPTKIN ini, ada 4 harapan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag. Pertama pada pelaksanaan ujian ini diharapkan dapat berjalan tertib sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan.

Kedua, kita memperoleh hasil yang baik terkait calon mahasiswa yang nanti akan diterima di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan  Ketiga bagian dari penjaringan mahasiswa baru yang memiliki kualitas dan kompetensi yang diharapkan juga bisa menunjang peningkatan mutu akademik, khususnya di kalangan mahasiswa. 

Kemudian yang Ke empat Ujian UM-PTKIN ini diselenggarakan secara bersama seluruh PTKIN di Indonesia dan sistem penyeleksiannya dilakukan secara nasional, sehingga rekruitmen mahasiswa baru ini terjamin dari sisi objektifitas dan ke kejujuran akademika setelah nanti mereka diterima di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara hal teknis, disampaikan langsung oleh Koordinator SSE Panlok IAIN Syekh Nurjati, Dr H Darwan M.Kom, bahwa untuk SSE 2023 di IAIN Cirebon diselenggarakan selama 7 hari dengan total mahasiswa sebanyak 2100 orang. 

Pada setia harinya, kata Darwan, ada tiga sesi, di mana satu sesi ada 5 ruang dan 1 ruangnya 20 peserta. "Jadi selama satu sesi kita 100 peserta dengan total sehari 300 peserta," terangnya.

Keterangan yang sama disampaikan Wakil Rektor I, Prof Dr H Jamali, M.Ag, bahwa Sistem Seleksi Elektronik UM-PTKIN atau ujian mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dilakukan mulai hari ini yakni melakukan ujian Computer Base Test (CBT) yang dilakukan di masing-masing Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan ujian.

"Di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dimulai pada hari ini selama satu Minggu sekalipun ada jeda waktu libur dan pelaksanaannya dilakukan di ruang komputer yang disediakan panitia, di mana kegiatan dilakukan persesi dan setiap sesi diberi waktu sekitar 1, 5 jam. Maka di sini peserta harus on time, dan jika ada yang terlambat tetap diberikan untuk tetap bisa ujian tetapi tidak diberikan penambahan waktu," ujarnya.

Ini semua, tegas Prof Jamali, demi ketertiban dan ini aturannya dari pusat. Daerah-daerah atau perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan atau menyelenggarakan ujian ini semuanya diatur dengan regulasi pusat dan tidak boleh melakukan inovasi-inovasi dalam melakukan kegiatan ujian ini.

Prof Jamali juga menyampaikan, bahwa semua regulasi berjalan baik, mulai dari pendaftaran, penerimaan hingga sampai kepada ketentuan yang berhak mengikuti UM PTKIN.

"Jadi semua sudah diatur pada regulasi yang  dibuat oleh tim pusat. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami mengimbau kepada para peserta ujian ini agar tidak terlambat dan tidak menyia-nyiakan waktu yang telah tersedia sehingga kegiatan ini berjalan lancar, dan berharap pada proses ujian ini berjalan baik dan menghasilkan hasil yang baik pula," ungkapnya. (din)