Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 Juli 2023

MenpanRB Resmikan MPP, Bupati Imron: Ini Mudahkan Masyarakat Dapatkan Pelayanan

KABUPATEN CIREBON, FC - Setelah diaktifkan sejak enam bulan lalu, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon akhirnya diresmikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas di Kantor Kementerian PanRB, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Hadir langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, ST., M.Si dalam kegiatan tersebut.

Bupati Imron menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berkomitmen dalam mempermudah layanan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan membuka Mal Pelayanan Publik yang berisi gerai layanan dari beberapa instansi.

“Kita juga terus membenahi MPP Kabupaten Cirebon, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dipermudah dan ditingkatkan,” ujar Imron.

Di samping itu, Imron juga menilai dengan adanya MPP dapat membantu investor dalam mengetahui proses perijinan yang ditempuh. 

“Ayo kita ke Mal Pelayanan Publik, baik itu investor dan masyarakat yang membutuhkan layanan. Tidak hanya perijinan, tetapi layanan sosial dan perekonomian dasar untuk datang ke Graha Abiyasa, Kantor DPMPTSP Kabupaten Cirebon,” ajak Imron.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menerangkan, terdapat 36 tenan dan 99 layanan, baik dari instansi vertikal, BUMD maupun layanan pemerintah daerah lainnya. 

Dijelaskan juga, MPP ini hanya sebagai alat tercapainya pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini MPP Kabupaten Cirebon ikut diresmikan langsung oleh Menteri PanRB. Harapan kami, tentu kedepannya MPP Kabupaten Cirebon dapat berjalan optimal dan bisa mendongkrak pelayanan terhadap masyarakat,” singkatnya.

Untuk diketahui, dari 500 lebih kota/kabupaten yang ada, baru 134 yang memiliki MPP. 

Pada kesempatan kali ini, selain Kabupaten Cirebon, terdapat 13 MPP kota/kabupaten lainnya yang ikut diresmikan MenpanRB.

Fasilitas yang disediakan dalam MPP sendiri, tentu memiliki standar tinggi pelayanan. Diantaranya terdapat Ruang Laktasi, Ruang Bermain Anak, Pelayanan Ramah Disabilitas, Ruang Konsultasi, Pusat ATM hingga Pojok Baca. (din)

Kepala Desa Sindangheula Brebes Resmi Membuka KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 127 dan 133 IAIN Cirebon

BREBES, FC - Kepala Desa Sindangheula Daddy Suparman dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), H.Ismail Ridwan M.Si menghadiri acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri inisiatif kelompok 127 dan 133 IAIN Syekh Nurjati Cirebon Desa Sindangheula, Banjarharjo, Brebes, Kamis 13 Juli 2023

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana kelompok 127 Sesar Aprilliyanto,  menyampaikan bahwa Desa Sindangheula memiliki potensi SDA yang baik dan kreativitas masyarakat yang lebih maju. Hal itu dilihat dari beberapa usaha milik masyarakat, mulai dari Kopi, tape, opak dan masih banyak lagi. 

Selain itu, di Desa Sindangheula ini juga terdapat salah satu destinasi wisata yaitu curug tonjong yang terletak di Dusun Buadil. 

"Dari beberapa potensi desa yang ada tentu itu harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar ekonomi desa juga meningkat "ujar Sesar Sesar Apriliyanto.

Selanjutnya, pada kesempatan ini H. Ismail ridwan M.Si, selaku Dosen Pembimbing Lapangan berharap dengan adanya pelaksanaan KKN ini dapat menjadi pembelajaran serta pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang di dapat dari di perguruan tinggi agar bisa diterapkan dan berguna bagi masyarakat sekitar. 

Usai sambutan dosen pembimbing lapangan, acara kemudian dilanjut dengan  penyerahan simbolis kepada mahasiswa yang diberikan langsung oleh dosen pembimbing lapangan dan kepala desa sebagai bentuk pengabdian.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula, Daddy Suparman menerima dengan senang hati kedatangan mahasiswa KKN kelompok 127 dan 133 dai IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dady Suparman menyampaikan rasa terimakasihnya karena telah memilih Desa Sindangheula menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN tahun ini.

"Desa Sindangheula adalah desa yang pas untuk kalian melaksanakan KKN karena melihat dari potensi  desa yang ada," ujar Daddy Suparman yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan KKN Mandiri Inisiatif di desanya. (Red/Izzul)

Mahasiswa KKN Kelompok 116 IAIN Cirebon Menggelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Desa Paniis

KOMPAK : Mahasiswa kelompok 116 menggelar kerja bakti berupa kegiatan bersih-bersih di lingkungan Desa Paniis, Kabupaten Kuningan. 


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan Desa Paniis, Keccamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan pada (13/7/23).

Pelaksanaan kegiatan bersih-bersih dimulai pada pukul 9.30 WIB sampai pukul 16.00 sore. Masing-masing memiliki tugas memunguti sampah, menyapu, mencabut rumput dan penataan ulang tempat pembuangan sampah yang ada di lingkungan Dusun Pahing, Desa Paniis yang sudah lama tidak digunakan karena membludaknya sampah.

Gerakan ini merupakan salah satu program kerja dari mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, serta wujud nyata untuk membantu masyarakat Desa Paniis yang akhir-akhir ini tidak bisa membuang sampah pada tempat pembuangan sampah di karenakan TPS yang mereka gunakan penuh dengan sampah dan tidak dibereskan. 

Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati melakukan penataan ulang dan membereskan Tempat Pembuangan Sampah dengan harapan TPS tersebut dapat digunakan lagi oleh masyarakat sehingga tidak ada yang membuang sampah sembarangan apalagi membuangnya ke sungai, juga masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari serta bijak dalam membuang sampah.

Selain bermanfaat untuk masyarakat, kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kekompakan, dan kerjasama dalam tim. Sehingga terbentuklah kesadaran dan kepedulian sosial dalam merealisasikan kegiatan tersebut. (Red/Maulana)

PSGA IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Ugrading dan Raker Relawan PSGA 2023

 

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Cirebon kabinet Gender Equity menggelar kegiatan Ugrading dan Raker Relawan PSGA 2023 pada, Rabu-Kamis, (12-13/7/2023) di Gedung LP2M lantai 3, kampus setempat. 

Sebanyak 24 pengurus relawan mengikuti kegiatan tersebut, pengurus yang hadir merupakan dari 3 divisi, yaitu divisi riset, penulisan dan advokasi, divisi pelayanan dan Pendidikan, dan divisi pengembangan dan Kerjasama kelembagaan. 

Pengurus ini yang telah berhasil lolos dalam open rekrutmen melalui tes wawancara serta mengikut workshop penguatan kompetensi relawan PSGA pada tanggal 26-27 juni 2023. 

Ada beberapa kegiatan pada rangkaian acara tersebut, yakni pembukaan dilanjut pembahasan AD/ART PSGA dan presentasi program kerja dan penetapan kalender kegiatan pengurus relawan PSGA 2023. 

Ketua PSGA, Imelda Triadhari mengatakan,  PSGA merupakan wadah untuk kita menimba ilmu mengenai gender dan mencegah kekerasan seksual di lingkup kampus. Oleh karena itu perlu adanya rancangan program kerja yang strategis dan juga ad art yang mendukung terhadap jalannya organisasi.

Demikian juga menurut Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Dr. Masriah,M.Pd, bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari kepengurusan, karena dengan adanya pembahasan AD/ADT dan Program Kerja dapat memastikan bahwa seluruh pengurus relawan PSGA memiliki pemahaman yang jelas mengenai program kerja yang akan dilaksanakan serta aturan yang mengatur didalam kepengurusan.

Sehingga saat menjalani kepengurusan ini, katanya, kegiatan yang akan dilaksanakan ke depannya dapat terstruktur, efesien dan objektif. 

"Saya berharap pengurus periode ini menjalankan program kerja dengan sebaik-baiknya dan dapat terlaksana sampai akhir kepengurusan," turutnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ika Purnamasari berterima kasih atas kehadiran semua relawan PSGA dalam rapat kerja dan upgrading PSGA di LP2M. Kegiatan ini penting untuk memperbaharui kerja dan visi PSGA terhadap isu gender dan anak.

"Evaluasi pencapaian, perencanaan strategis dan kerjasama dengan berbagai pihak lainnya akan menjadi prioritas kami, dan PSGA berkomitmen untuk melindungi hak-hak perempuan, laki-laki dan anak-anak melalui penelitian, publikasi dan advokasi," terang Ika.

Maka, melalui kolaborasi yang kuat, kata Ika, kita dapat menciptakan dampak dan perubahan yang positif. 

"Terima kasih kepada tim relawan PSGA atas dedikasinya. Mari kita manfaatkan pertemuan ini untuk mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak anak," paparnya lagi.

Ika menjelaskan,pada dasarnya pengertian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) adalah dokumen atau pedoman yang ditulis oleh organisasi. Dokumen ini berisi aturan dan peraturan yang mengatur tugas dan hubungan antara anggota organisasi dan pelaksanaan perusahaan atau organisasi. Anggaran Dasar (AD) adalah bagian dari AD/ART yang memuat peraturan-peraturan umum dan pokok yang mengatur kehidupan organisasi. 

Di Samling itu, AD mengatur hubungan antara organisasi dengan anggotanya dan mengatur tata cara pemilihan anggota, menetapkan pimpinan, mengadakan rapat rutin, dan menghukum anggota yang melanggar. 

Sedangkan ART (pendapatan rumah tangga) merupakan salah satu komponen AD/ART yang merupakan definisi lain dari AD. ART memiliki aturan yang mengatur urusan internal organisasi, seperti administrasi, wewenang dan tugas direktur dan anggota, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan organisasi sehari-hari.

"Tujuan adanya pembahasan AD/ART adalah untuk memberikan pedoman yang jelas dan terstruktur kepada seluruh anggota organisasi. Selain itu AD/ART juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan, mengontrol perencanaan organisasi dan menjaga proses dan pelaksanaan kegiatan organisasi," paparnya.

Di samping itu program kerja merupakan sekumpulan rencana kerja yang telah disusun dan disepakati untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari program kerja adalah untuk memandu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Selain itu, program kerja juga dapat dijadikan acuan untuk mencapai tujuan saat melakukan pekerjaan, dan hasilnya akan dievaluasi pada akhir masa kepengurusan.

Dalam penyusunan program kerja, lanjut Ika, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama masa kepengurusan, waktu pelaksanaan yang dimana harus menentukan waktu pelaksanaan setiap program kerja, sasaran yang menjadi subjek kegiatan dalam satu periode, termasuk pembagian jobdesk siapa yang akan bekerja dan bagaimana pekerjaan akan didistribusikan. 

"Satu hal yang paling penting ialah perbaikan atau kemajuan program kerja dari periode sebelumnya yang dimana program kerja periode sekarang harus lebih baik dari sebelumnya," ungkapnya.

Mengenai pembahasan AD/ART dan program kerja sebaiknya dilakukan di awal setiap kepengurusan karena keduanya merupakan dokumen yang sangat penting dalam pekerjaan perencanaan. 

AD/ART terdiri dari peraturan perundang-undangan yang mengatur kegiatan dan hubungan antar anggota organisasi, sedangkan program kerja terdiri dari rencana kerja yang dirancang dan disepakati untuk diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. 

Hal ini dilakukan di awal setiap kepengurusan untuk memberikan instruksi yang jelas dan terstruktur kepada semua anggota organisasi dalam menjalankan kegiatan, menghindari konflik internal dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (din)

KKN Kelompok 80 Bantu DKM Al Muhajirin Bangkitkan Ekonomi Berbasis Masjid dan Keumatan

Mahasiswa KKN Kelompok 80 tengah foto bersama pasca penerimaan dan pembukaan KKN bersama Ketua RW 05 Sumber Asri dan pengurus DKM Al Muhajirin.
 


CIREBON, FC - Warna rumput hijau berbalut putih hitam, bak ombak laut menyapu semua tempat. Hal itu yang dilakukan para mahasiswa IAIN Cirebon yang tengah melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) lengkap dengan pakaian seragamnya sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa KKN 80 ini tak sungkan untuk menyapa dan bertemu warga, mulai dari sudut-sudut kampung Sumber Asri hingga ke bagian tengah. Dengan perasaan senang dan gembira warga pun menyambutnya.

Terlebih anak -anak dan remaja, bak bertemu kakak atau saudara yang lama tak bertemu, langsung saling berkenalan dan bersalaman. 

Rasanya anak-anak dan para remaja ini merasa begitu teduh dengan kedatangan para mahasiswa KKN 80 di kampung Sumber Asri, Desa Kecomberan.

Menyambut hangat sambutan warga, para mahasiswa KKN 80 pun langsung membuat sejumlah program kerja di RW 05 Sumber Asri. Seperti Maghrib mengaji, belajar pelajaran umum di sekolah, solat rawatib berjama'ah, kegiatan lomba-lomba menyambut tahun baru Islam 1 Muharam dan program lainnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa pun turut menggerakan unit usaha ekonomi berbasis masjid bernama Gerai La Tahzan. Mereka secara bergilir dan terjadwal bergantian standby di Gerai dan mahasiswa lainnya melakukan pendekatan kepada warga agar bersama mendukung dan membangkitkan kemajuan Gerai Lahtazan sebagai usaha ekonomi milik Masjid Al Muhajirin ini.

Selain itu, pertemuan-pertemuan kecil dan besar pun kerap dilakukan para mahasiswa KKN 80, baik bertempat di masjid maupun di Sekretariat KKN, termasuk pertemuan dengan warga dan para mahasiswa KKN juga mengikuti kajian subuh di masjid dan Ratiban Al Hadad di rumah salah satu tokoh masyarakat 

Ro'sin, Ketua KKN 80, Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon menyatakan, KKN 80 mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema besar KKN yakni 'Belajar Bersama Masyarakat Berbasis Masjid'.

Ro'sin mengaku sangat senang dan bangga dengan para anak-anak dan remaja Sumber Asri RW 05 yang begitu antusias saat mengikuti kegiatan Maghrib mengaji maupun pada kegiatan-kegiatan lainnya.

"Kami bangga dan senang, mereka begitu antusias dan kami semampu mungkin dengan keilmuan yang kami miliki ingin membaginya kepada anak-anak dan remaja juga kepada warga  pada kegiatan KKN di Sumber Asri Desa Kecomberan ini. Kami juga akan belajar banyak dengan warga terkait berbagai hal yang ada di masyarakat," kata Ro'sin didampingi Denis dan Adi Habib Kurniawan.

Sementara menurut Sembagi Arutala bersama rekannya Nurul Inayah menjelaskan, bahwa selain program Maghrib mengaji juga terdapat sejumlah program lainnya, seperti kegiatan 1 Muharam, 17 Agustusan dan kerja bakti bersama Ketua RW 05 serta kegiatan PKK dan kegiatan-kegiatan lainnya bersama warga.


Selain itu, juga ingin meningkatkan UMKM di Sumber Asri, di mana usaha-usaha ekonomi milik warga ingin kita carikan solusinya, terutama potensi-potensi untuk mengembangkan dan memajukannya. Sehingga nantinya akan ada ciri khas tersendiri dari usaha ekonomi warga yang bisa menjadi icon di Sumber Asri.

"Program KKN yang sudah kita rilis akan kita jalankan di Kampung Sumber Asri ini, tapi tentu saja kita akan buat skala prioritasnya, agar semua bisa berjalan dengan baik, termasuk peningkatan ekonomi berbasis masjid dan juga ekonomi berbasis keumatan atau sosial," terang Sembah dan Nurul yang diiyakan oleh teman-temannya, Nur Shinta Amelyan, Devina, Evi Sugiarti dan lainnya. (Nur)

   


Rabu, 12 Juli 2023

Mahasiswa IAIN Cirebon Dampingi UMKM Untuk Dapatkan Sertifikasi Halal

KUNINGAN, FC -  Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 115 IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Dr. Asep Kurniawan M. Ag selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) bekerjasama dengan Lembaga Halal IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program kerja tentang Pendampingan Proses Produk Halal, Rabu, (12/7/2023).

Hal ini sebagaimana merujuk pada Pasal 1 angka 1 PMA No. 20 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil, produk yang diwajibkan bersertifikasi halal adalah barang atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetika, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Namun masih banyak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang belum mengetahui serta memahami bagaimana sertifikat halal untuk suatu produk dapat diperoleh. Terlebih bagi para pelaku UMKM yang berada di daerah pedesaan.

mengenai proses produk halal, ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menjamin kehalalan produk meliputi penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, hingga penyajian produk.

Mahasiswa KKN yang diterjunkan di Dusun Manis, Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan , kuningan itu, pada Rabu 12 Juli 2023 melakukan pendampingan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal. Tiga produk UMKM tersebut antara lain Keripik Singkong, Keripik Pisang dan Rempeyek Abah Anggit Paniis yang berlokasi di Dusun Manis Desa Paniis. 

Proses Pendampingan Produk Halal dilakukan dengan sistem self-declare yang dimulai dari melakukan survei kepada masing-masing pelaku usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga verifikasi dan validasi.

Peserta KKN, Pendamping Produk Halal Lembaga IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wildan Sayuthi Mahatma menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan juga membantu para pelaku UMKM bisa memiliki sarana marketing yang bervariasi berbasis media sosial dan tempat penjualan seperti Facebook, Instagram, serta Shopee, yang dilakukan melalui teknologi digital. 

Dengan strategi ini maka secara langsung mampu meningkatkan dan mengembangkan nilai jual UMKM.

Perlu diketahui, sertifikasi halal menjadi komponen pokok yang perlu dimiliki pelaku UMKM terutama bagi produk makanan. Masyarakat atau konsumen tidak akan mempertanyakan kehalalan produk tersebut karena sertifikat halal ini berfungsi sebagai bukti bahwa sebuah produk yang dijual untuk dikonsumsi atau digunakan tidak mengandung komposisi yang diharamkan oleh syariat agama Islam. 

Pengajuan sertifikasi halal dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu pengajuan secara langsung melalui BPJPH atau Satgas Halal di daerah, dan secara elektronik menggunakan Sistem Informasi Halal (SI- Halal).

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon karena sudah membantu saya untuk mengurus proses mendapatkan sertifikasi halal. Program ini sangat bermanfaat bagi saya yang awam akan hal tersebut. Semoga setelah mendapatkan sertifikat halal, saya dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan, serta memberikan solusi yang tepat dan efektif dalam memasarkan produk. Semoga Mas dan Mbak diberi kesehatan selalu dan menjadi orang sukses nantinya,” ucap Ira pemilik usaha keripik Anggit Paniis. 

Terakhir, mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon berharap adanya kegiatan pendampingan proses produk halal ini akan terus berlanjut untuk KKN periode berikutnya. Sehingga seluruh UMKM yang ada di Desa Paniis bisa memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (din).

Selasa, 11 Juli 2023

Hadiri Sosialisasi ASN PPPK Guru, Bupati Cirebon: Guru Harus Jadi Suri Tauladan

 

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembukaan Rekening Tabungan, Sosialisasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)  dan Aktivasi BJB DIGI kepada Calon ASN Guru PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, bertempat di Convention Hall UMC Watubelah, Selasa (11/7/2023).

Tampak hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon dan Pimpinan Bank BJB Cabang Sumber pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Imron menyampaikan bahwa menjadi guru merupakan pekerjaan yang mulia.

"Guru juga harus bisa menjadi suri tauladan yang baik untuk muridnya. Selain itu, ibu dan bapak guru harus menjadi perekat bangsa dan agen perubahan bagi sekitarnya," ujar Imron.

Imron juga mengucapkan selamat kepada guru yang akan dilantik menjadi PPPK. "Kepada ibu dan bapak guru selamat berjuang, selamat mengabdi untuk bangsa dan negara," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto menjelaskan, bahwa pengangkatan ASN PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kali ini merupakan pengangkatan yang ketiga.

"Ini adalah pengangkatan PPPK yang ketiga sebanyak 965 orang, sebelumnya yang pertama itu sebanyak 1716, kemudian tahap kedua 2665,” jelas Ronianto.

Senada dengan Imron, Ronianto juga mengucapkan selamat atas diangkatnya 965 orang guru menjadi pegawai ASN PPPK.

"Kami ucapkan selamat dan selamat bergabung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, ditunggu karya bapak dan ibu sekalian di dunia pendidikan," lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga berharap, dengan banyaknya guru yang diangkat menjadi ASN PPPK akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cirebon.

Pimpinan Bank BJB Cabang Sumber, Taupan Selamat Wibawa menjelaskan, bahwa pengangkatan ASN PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon merupakan yang terbesar dan terbanyak di Indonesia.

"Pengangkatan ASN PPPK untuk lingkungan Dinas Pendidikan di Kabupaten Cirebon merupakan yang terbesar dan terbanyak di seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia," jelas Taupan. (din)