Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 Juli 2023

Pembukaan KKN Kelompok 29 UNU Cirebon Disambut Hangat Perangkat Desa Tegalmulya

FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa Kelompok 29 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon menggelar kegiatan pembukaan KKN di Balai Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (29/07). 


Acara berlangsung pada pukul 08.00 pagi ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Tegalmulya, Salamun, SH dan dihadiri Ketua BPD, Ketua LPM, Sekretaris Desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim KKN kelompok 29.

KKN dengan tema “Penguatan Masyarakat Pesisir Dalam Menyongsong Era Society 5.0”, secara garis besar memberikan pesan kepada mahasiswa agar dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam mendukung kemajuan di Desa Tegalmulya.

Kepala Desa Tegalmulya, Salamun dalam sambutannya menyampaikan informasi seputar kegiatan masyarakat, kondisi lingkungan dan lainnya. Sekaligus memberikan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa dalam kegiatan  pengabdian pada masyarakat.

Salamun, SH, berharap dengan kedatangan tim KKN 29 diharapkan  membawa perubahan pada 
Desa Tegalmulya. 

“Saya harap untuk adik-adeik KKN bisa memaksimalkan potensi yang 
dimiliki oleh Desa Tegalmulya,” katanya dalam sambutan pembukaannya.

Menurutnya, dengan adanya acara pembukaan ini bisa menjadi awal yang baik dalam memulai kegiatan KKN di 
Desa Tegalmulya.

Demikian juga menurut Muhyi, selaku Ketua BPD setempat yang turut menyambut baik adanya program KKN di Desa Tegalmulya. Pihaknya menyambut baik dengan program KKN ini. 

Muhyi juga berharap semoga tim KKN kelompok 29 dapat merasa nyaman selama berada di Desa Tegalmulya.

Sementara menurut para mahasiswa Kelompok 29 UNU Cirebon yang tengah melaksanakan 
KKN dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, berharap sambutan hangat dari Kepala Desa Tegalmulya dan Ketua BPD Tegalmulya menjadi awal yang baik untuk kegiatan KKN mereka. (din)

Film MANTRA SURUGANA Cinema Visit di XXI Ramayana Cirebon

FOKUS CIREBON, FC -Di hari pemutaran perdana Film Mantra Surugana yang tayang serentak di bioskop Tanah Air tanggal 27 Juli, Peregrine Studios bersama Adhya Pictures dan ZK Digimax Cinema Visit di XXI Ramayana Cirebon, Sabtu, (29/7/2023).

Film Mantra Surugana diperankan aktor-aktor muda Indonesia berbakat seperti Sitha Marino, Cindy Nirmala, Fergie Brittany, Shabrina Luna, Rafael Adwel, Dewa Dayana, Yusuf Mahardika. FILM “MANTRA SURUGANA”, menceritakan tentang bangkitnya sosok iblis lewat mantra dan kutukan yang menghantui TANTRI (Sitha Marino) di sebuah asrama dan menemukan hubungan mengerikan dengan mantra dan kutukan di masa lalunya. Mantra dan kutukan itu membangkitkan Iblis Surugana yang meminta korban nyawa.

“Kami sangat senang tanggal 27 Juli, Film Mantra Surugana telah tayang di bioskop Tanah air secara serentak. Saya sudah tidak sabar mendengar komentar para penonton setelah menonton film ini. Kami berharap kerja keras dan dedikasi penuh yang kami curahkan untuk film ini mendapat apresiasi dari pecinta film Tanah Air khususnya genre horor. Menggarap film horor yang berkualitas memang butuh komitmen, untuk itu kami bangga dapat menghadirkan film ini yang kami pastikan menjadi tontonan film horor yang tidak biasa dan menambah deretan film horor yang layak dinikmati”, kata Chief Executive Producer Peregrine Studios, Ervina Isleyen.

Sutradara Film Mantra Surugana, Dyan Sunu Prastowo mengatakan, “Film Mantra Surugana penuh tantangan, karena film horor ini mengangkat tema dari tanah pasundan yang sarat akan kebudayaan sunda, pembuatannya pun membutuhkan proses panjang dengan melibatkan konsultan bahasa dan sejarah sunda kuno. Film ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, banyak pelajaran yang bisa kita ambil setelah menonton film ini. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk film horor di Indonesia”, ujar Dyan Sunu.

Dalam pembuatan Film Mantra Surugana menggunakan teknologi CGI (Computer Generated Imagery) untuk memaksimalkan visual di dalamnya agar bisa ditampilkan sangat menarik dan nyata, juga melibatkan penyanyi muda berbakat Sara Fajira dalam pembuatan Soundtrack Film Mantra Surugana.

Ditambahkan oleh lham Nurwansyah, Peneliti Naskah Sunda Kuno, “Saya bangga dapat menjadi bagian dari literasi di film ini. Meskipun mengusung genre horor, tapi film ini menyuguhkan jalan cerita baru yang tidak bisa ditebak. Film ini juga memperkenalkan kembali mantra yang memang

sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Sunda sejak zaman dahulu, dan mengangkat mantra Sunda kuno yang mungkin sebagian orang belum tahu. Selamat kepada Peregrine Studio yang mampu menghadirkan tontonan perpaduan hiburan dan edukasi budaya” ungkap Ilham.

Salah satu pemain utama Sitha Marino juga sudah tak sabar menunggu Film Manta Surugana tayang di bioskop tanah air. “Setelah saya menonton film ini sebelumnya di Gala Premiere minggu lalu dan saya sangat menikmati hasil akhirnya. Jadi saya semangat dan optimis film Mantra Surugana ini akan disukai oleh seluruh pecinta film horor di tanah Air, karena film ini akan menjadi film horor yang berbeda dari yang sudah ada”.

Ramaikan bioskop Tanah Air dengan Menonton Film Mantra Surugana mulai tanggal 27 Juli 2023 di Bioskop Kesayangan Kalian!


***

Ikuti terus kabar terkini dari PEREGRINE STUDIOS dan MANTRA SURUGANA di: Instagram: @peregrinestudiosid @adhyapictures @mantrathemovie

Twitter: @MantraFilm TiktTok: @mantrathemovie



TENTANG PEREGRINE STUDIOS

Peregrine Studios adalah sebuah studio film dan rumah produksi film layar lebar dan web series yang didirikan pada tahun 2022. Diprakarsai oleh Supardi Tan, Founder PT Digital Mediatama Maxima Tbk dan Co-Founder ZK International Group Co, Ltd, Ricky Wijaya, CEO Group Adhya dan Adhya Pictures, serta Felix Hamdany, CEO Harmoni Artha Indonesia.

Rumah produksi ini juga digawangi oleh dua sineas yang telah lama berkecimpung di dunia perfilman yaitu Ervina Isleyen (sebelumnya dikenal dengan nama Erna Pelita) yang sudah menjadi Produser sejak tahun 2003 dan Dyan Sunu Prastowo selaku Sutradara yang telah memulai karir sejak tahun 2005 dan melahirkan 10 karya film yang tayang di OTT dan 1 film layar lebar berjudul “Remember the Flavor”, menjadikan film ‘Mantra Surugana’ karyanya yang ke 12 di tahun 2023.

Peregrine Studios memiliki visi untuk dapat menjadi studio film yang memiliki kemampuan menciptakan, memproduksi, mendistribusikan konten orisinil berbasis lokal maupun internasional secara konsisten dan berkualitas, serta menyediakan fasilitas dan layanan produksi untuk mendukung perkembangan kreatif industri film di Indonesia.

Dalam beberapa tahun ke depan, PEREGRINE STUDIOS berencana melepas berbagai produk entertainment, termasuk di dalamnya kelanjutan Film MANTRA SURUGANA dan film-film lain yang mengangkat cerita misteri dari daerah lain di Indonesia.


TENTANG ADHYA PICTURES

Adhya Pictures merupakan anak perusahaan dari Adhya Group, yang secara khusus berkiprah di dalam industri film, sebagai Film distributor, aggregator, marketing promotion services, hingga sebagai investor

Adhya Pictures berkomitmen untuk mendukung dan memajukan industri film Indonesia di panggung lokal dan internasional melalu karya film yang berkualitas yang bisa dinikmati oleh audience Indonesia.

Adhya Pictures dan afiliasinya : Satria Dewa Studio, Kathanika Entertainment, Lumine Studio, Wong Vardha Entertainment, DAMN! I Love Indonesia Pictures, Peregrine Studios dan Kathanika Films akan terus menyajikan konten film dengan kualitas terbaik dan ikut meramaikan industri perfilman Indonesia.


TENTANG MANTRA DAN WARISANNYA

Film MANTRA SURUGANA, mengangkat Mantra Sunda dalam tradisi naskah lama. Ekspresi mantra diucapkan dalam bahasa Sunda kuno yang digunakan 5 abad silam. Mantra Sunda dipandang sebagai dokumen dan kearifan lokal budaya Sunda. Pengamal Mantra atau orang yang mengucapkan dan mengamalkan mantra tersebut menjadi suatu tujuan tertentu, beranggapan bahwa membaca Mantra sama dengan membaca Doa. Pada dasarnya Mantra adalah ekspresi doa, yang digunakan untuk suatu tujuan baik. Teks-teks Sunda klasik menyiratkan bahwa umumnya mantra digunakan untuk kebaikan, kesejahteraan, kesuburan dan kedamaian.

Mantra digunakan untuk menolak bala dan mara bahaya dalam upacara ruwatan. Sejak zaman Sunda kuno, laku ruwatan telah dilakukan untuk membersihkan lahan dari pengaruh buruk makhluk-makhluk jahat dan pengganggu, antara lain Udubasu, Kalabuat, Pulunggana, dan Surugana. Tapi ada juga yang menggunakannya untuk tujuan jahat untuk mencelakakan manusia.

Seiring bekembangnya kebudayaan Sunda, mantra bertransformasi dalam setiap zaman dan tetap eksis hingga saat ini di tengah masyarakat Sunda. Rajah, jangjawokan, asihan, adalah sebagian bentuk lain dari ungkapan mantra yang mengikuti konteks penyesuaian zaman dan penggunaannya di masyarakat. Antara lain dalam bentuk ungkapan bahasa, istilah, dan unsur kesakralannya. Namun selalu ada benang merah yang terbentang dari masa lalu hingga masa kini.

Kajian struktur dan makna mantra telah mampu menguak eksistensi dan fungsi Mantra dalam upaya mengungkap baik dan buruknya penggunaan Mantra. Mantra layak disikapi secara bijak agar Pengamal dan masyarakat awam dapat hidup berdampingan, selaras dan harmonis “MANTRA MENJADI BAGIAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUNDA”.

Naskah-naskah Sunda Buhun ‘Kuno’ termasuk salah satu unsur budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya masyarakat yang melahirkan dan mendukungnya, yang tertulis pada daun gebang, lontar, gebang, belahan bambu, dan kulit kayu (daluang). Secara umum isinya mengungkapkan peristiwa masa lampau yang menyiratkan aspek kehidupan masyarakat, terutama aspek sosial dan budaya.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: Endah Dwi Ekowati

Public Relations

HP: 0815-877-4220

Email: [email protected]

INFO FILM

JUDUL: MANTRA SURUGANA GENRE: HOROR

DURASI: 98 MENIT

KATEGORI USIA: 17+

SUTRADARA: Dyan Sunu Prastowo PRODUSER: Ervina Isleyen


PRODUSER EKSEKUTIF:

1. Supardi Tan

2. Ricky Wijaya

3. Felix Hamdany


CAST:

Sitha Marino sebagai Tantri

Cindy Nirmala sebagai Surugana & Dahlia Rania Putrisari sebagai Arum

Fergie Brittany sebagai Asta Shabrina Luna sebagai Fey Rafael Adwel sebagai Reza Dewa Dayana sebagai Mahesa Yusuf Mahardika sebagai Luki

Arswendy Bening Swara sebagai Arman Tegar Satrya sebagai Karta

Mike Lucock sebagai Jamal Messi Gusti sebagai Tantri Kecil.



 SINOPSIS FILM MANTRA SURUGANA

Sejak tinggal di asrama kampus, Tantri (17) mengalami berbagai kejadian menyeramkan. Asta, Fey, dan Reza, senior di kampus, curiga hal itu terjadi karena Tantri tinggal di kamar Arum, sahabat mereka yang tahun lalu hilang secara misterius dan diikuti pula oleh hilangnya mahasiswa lain bernama Luki.

Keesokan harinya, suasana kampus gempar. Tantri menemukan mayat Luki sudah membusuk. Kepada Asta, Tantri mengaku mendapat bisikan misterius kalau Luki bunuh diri secara mengerikan.

Menyadari Tantri mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, Asta dan teman-temannya minta Tantri mencari Arum. Di rumah Arum yang terbengkalai, Tantri menemukan buku kuno berisi Mantra. Mantra yang jika dirapalkan bisa membuat seseorang terbunuh. Ternyata ada rahasia yang dibawa mati Luki, yang menyeret nama Asta dan teman-temannya sebagai orang-orang yang dimantrai.

Niat menyelamatkan diri dari pengaruh Mantra malah berkembang menjadi bencana bagi Asta dan teman-temannya, juga bagi Tantri. Mantra yang telanjur terucap ternyata memanggil sosok pembalas dendam yang mengincar mereka. Dan dendam itu ternyata ada hubungannya dengan masa lalu masing-masing.

Tidak bisa tidak, Mantra harus dibalikkan, buku Mantra harus dihancurkan, atau mereka sendirilah yang hancur. (Nurdin)

Jumat, 28 Juli 2023

Desa Klangenan Kabupaten Cirebon Masuk Nominasi Lomba Ruang Lingkup Gelari Pelangi Tingkat Jawa Barat

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon, Dra. Hj. Nunung Roosmini mendampingi Tim Recheking Ruang Lingkup Gelari Pelangi tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa/Kecamatan Klangenan, Jum'at (28/7/2023).

Imron mengatakan, bahwa Gelari Pelangi adalah gerakan keluarga Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengelola ekonomi, pemberdayaan keluarga yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat.

"Gelari Pelangi ini akan menjadi tolak ukur pembangunan yang perlu mendapatkan prioritas penanganan secara terencana, terpadu, terstruktur, merata dan berkualitas yang bersendikan kearifan lokal melalui gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga," kata Imron.

Imron menjelaskan, ada beberapa program unggulan Gelari Pelangi di Kabupaten Cirebon, diantaranya gerakan gemar membaca, menggerakkan keluarga dalam hal pendidikan, keterampilan, penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki, serta pengembangan usaha peningkatan pendapatan keluarga, pembentukan dan pengembangan Koperasi.

"Gerakan gemar membaca bertujuan untuk membudidayakan minat baca melalui penyediaan taman bacaan. Menggerakkan keluarga dalam pendidikan dan keterampilan untuk anak sekolah maupun anak putus sekolah," lanjutnya.

"Penguatan ekonomi keluarga dengan pemanfaatan potensi sumber daya yang ada, serta mengembangkan kreativitas melalui UMKM berbasis teknologi informasi," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, Tim Penggerak PKK merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan yang tumbuh berkembang di tengah-tengah masyarakat. 

Pasalnya, mereka sebagai mitra pemerintah desa yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

"Dalam konteks masyarakat, keluarga merupakan unit terkecil yang sangat berarti dalam proses pembangunan, karena objektif keluarga merupakan parameter bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya," ungkap Imron.

Ia berharap, dengan adanya Tim Recheking Gelari Pelangi dari Provinsi Jawa Barat bisa membuat Desa Klangenan menjadi yang terbaik. 

"Semoga Desa Klangenan bisa menjadi juara pertama lomba Recheking ruang lingkup Gerali Pelangi tingkat Jawa Barat," harapnya. 

Di tempat yang sama, Kuwu Desa Klangenan Kabupaten Cirebon, Rahmat Hidayat menyambut baik dengan kedatangan Tim Recheking Jawa Barat dan Pemda Kabupaten Cirebon.

"Para ibu-ibu mempersiapkan untuk kegiaan ini dari subuh, tetapi yang saya senang, ini merupakan kebiasaan warga, tidak hanya untuk ikut lomba tetapi kebiasaan yang mereka persembahkan hari ini merupakan hal yang terbiasa dilakukan di Desa Klangenan," singkatnya. (di )

Kamis, 27 Juli 2023

Melalui FGD, Sekda Hilmy Minta Kawasan Perikanan Dipertahankan

 

KAB.CIREBON, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) merumuskan kebijakan penetapan kawasan budidaya perikanan Kabupaten Cirebon di Hotel Sutan Raja, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/7/2023).

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd mengungkapkan, pengelolaan kawasan budidaya perikanan sudah barang tentu menyesuaikan dengan tata ruang. 

Ia berharap pada diskusi hari ini, untuk ikut memikirkan bagaimana lahan-lahan perikanan juga diproteksi dengan sebaik-baiknya.

"Kalau di dunia pertanian kan ada LSD, LP2B. Kenapa tidak, di perikanan juga ada kawasan-kawasan perikanan yang dipertahankan, karena Indonesia memiliki peluang yang besar untuk pengelolaan perikanan dan konsumsi masyarakat terhadap ikan juga belum maksimal," kata Hilmy.

Ia menambahkan, dengan distimulasi kebijakan pemerintah ini, mudah-mudahan ikan bisa dicintai oleh masyarakat dan pemasaran produknya juga baik, serta sistem yang baik juga, sehingga perikanan ini menjanjikan.

"Berharap, perikanan ini tidak hanya di tatanan konsumsi saja, tetapi harus dikembangkan. Perikanan ini menjadi perikanan yang memiliki produktivitas tinggi dengan mengembangkan budidaya ikan yang sangat tinggi," lanjut Hilmy.

Menurut penelitian, masih kata Hilmy, Kabupaten Cirebon juga memiliki peluang di pengembangan budidaya ikan hias. Ia berharap dalam pertemuan ini, agar didorong tidak hanya dalam pengembangan ikan konsumsi, tetapi pengembangan ikan-ikan yang produktif pula.

"Jangan lupa marketnya, baik market yang lokal maupun market yang regional atau yang lebih besar lagi. Bagaimana caranya ikan ini tidak hanya untuk kebutuhan lokal saja, namun kebutuhan yang sifatnya ekspor juga dipenuhi," imbuhnya. (din)

Buah Mangga Kabupaten Cirebon Menjadi Komoditas Unggulan Pasar Ekspor

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong produktivitas pertanian mangga. Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak salah satu komoditas unggulan Kabupaten Cirebon itu bisa merajai pasar ekspor. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, buah mangga menjadi salah satu komoditas unggulan dari Kabupaten Cirebon. Beberapa jenis mangga, diantaranya diminati konsumen dari luar negeri. 

Ditambahkan Imron, beberapa tahun lalu, ada salah seorang petani yang mampu menemukan varietas mangga terbaru, varietas tersebut bernama Roman Ayu. 

Varietas teranyar itu memiliki ukuran lebih besar dibandingkan jenis lainnya. Hal tersebut menjadi semangat para petani lokal untuk bersaing merajai pasar ekspor. 

"Setiap petani yang menemukan mangga jenis baru, pemerintah akan bantu hingga mengenalkan kepada masyarakat. Intinya, kalau petani bisa hasilkan mangga kualitas mutu tinggi, maka akan layak ekspor," kata Imron saat ditemui di Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/7/2023). 

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ono Surono, S.T menyebutkan, dalam upaya mendongkrak komoditas mangga menjadi ekspor unggulan, pihaknya mendorong Kementerian Pertanian membangun pusat pembibitan mangga. 

Disebutkan Ono, komoditas mangga tidak hanya dimiliki Kabupaten Cirebon, melainkan ada Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang. 

"Melalui tempat pusat pembibitan itu, nantinya bisa dikerjasamakan dengan asosiasi petani mangga, salah satunya dari Kabupaten Cirebon," kata Ono. 

Menurut Ono, dibalik tingginya angka produksi mangga, hanya sebagian saja yang mampu menembus pasar ekspor.

"Syarat untuk ekspor itu banyak aturan, karena beberapa negara seperti Jepang itu ketat. Contoh, melarang lalat buah masuk dan mengatur kadar pestisida," ujar Ono. (din)

Selasa, 25 Juli 2023

Diskominfo Kabupaten Cirebon Maksimalkan Peran PPID

 

CIREBON -- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk meningkatkan keterbukaan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Salah satu upayanya adalah dengan melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkab Cirebon, Selasa (25/7/2023).

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd mengakui peran PPID selama ini belum maksimal. Padahal menurutnya, keterbukaan informasi merupakan sebuah tanggungjawab yang harus disediakan oleh pemerintah.

"Memang selama ini, menurut pandangan saya, peran PPID belum memuaskan. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan keterbukaan informasi sesuai amanat dalam peraturan perundangan," ujar Hilmy usai membuka kegiatan.

Disebutkannya juga, ada beberapa permasalahan krusial yang membuat tidak berjalannya peran PPID. Karena PPID melekat pada sekretaris OPD/SKPD, tambahnya, maka akan tidak berjalan efektif apabila terjadi pergeseran pejabat.

"Dengan demikian, akan kita formulasikan jika keterbukaan informasi ini akan tetap berjalan, meskipun adanya pergantian PPID," sambung Hilmy.

"Bisa juga kita dorong untuk semua masuk sistem, sehingga informasi apapun akan bisa tersampaikan tanpa terpengaruh perputaran," tambahnya.

Sementara itu, Kadiskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH., MH mengatakan, peserta kegiatan kali ini adalah seluruh PPID di lingkup Pemkab Cirebon. 

Dijelaskannya, peran Diskominfo dalam keterbukaan informasi ini bergantung pada kecepatan PPID dalam memberikan informasi.

"Kita juga akan menyiapkan sistem untuk menampung dan menyimpan semua informasi dan dokumentasi penting pemerintah, agar masyarakat bisa mengaksesnya," singkatnya.

Dalam kegiatan ini, selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon dan Kadiskominfo Kabupaten Cirebon, nampak hadir pula komisioner Komisi Informasi Daerah (KID) Kabupaten Cirebon sebagai pemateri. (din)

Minggu, 23 Juli 2023

Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 654 Cirebon, Ini Kata Wali Kota Cirebkn

KOTA CIREBON - Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-654 Cirebon, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyelenggarakan upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon, Rabu (19/7/2023).

Bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Cirebon, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menyampaikan, eksistensi Cirebon saat ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu dalam rentang waktu yang panjang.

Perjuangan dan keteladanan adalah nilai luhur yang harus tetap eksis dan menjadi kompas untuk melanjutkan arah pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Dalam suka cita peringatan hari yang paling bersejarah bagi kota yang kita cintai ini, sungguh tepat bagi kita untuk melakukan perenungan tentang apa yang telah, apa yang sedang dan apa yang akan kita lakukan untuk kemajuan Kota Cirebon,” ucap Eti.

Selama ini, kata Eti, seluruh elemen telah bersama-sama bekerja, mencurahkan setiap gerak dan pikiran kita dalam membangun Kota Cirebon dengan berpedoman pada visi yang telah ditetapkan, yaitu SEHATI: Kita Wujudkan Cirebon Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah.

“Kita harus selalu berbangga hati bahwa Cirebon sejak dulu adalah arena bagi para pejuang dan syuhada. Pangeran Walangsungsang dengan pandangan ke masa depan, melakukan babad alas tanah pesisir hingga berkembang menjadi pusat lalu lintas ekonomi,” tuturnya.

Dari fragmen kisah tersebut, lanjut Eti, dapat disimpulkan bahwa Cirebon adalah tempat tumbuhnya persatuan, terbinanya kerukunan dan terikatnya tujuan bersama dalam bingkai gotong royong.

“Tanah ini adalah tanah persatuan. Tempat hidup masyarakat yang berkomitmen untuk hidup beriringan, saling membantu dan bersama membangun tempat hidupnya,” paparnya.

Atas dasar itu, imbuh Eti, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengusung slogan ‘Cirebon Ngobeng Maning’. Karena mengingatkan bahwa kerja-kerja besar dalam pembangunan hanya dapat terwujud ketika dilaksanakan dengan semangat persatuan dan gotong royong.

“Ngobeng merupakan kearifan luhur yang dimiliki oleh kita. Sebagai wujud komitmen semua pihak yang senantiasa bersedia mengambil peran untuk menyukseskan pelaksanaan sebuah hajat besar,” terang Eti.

Di samping itu, sambung Eti, pada era disrupsi sekarang ini menuntut untuk meninggalkan ego sektoral. Perubahan terjadi begitu cepat dan persaingan begitu ketat. Sehingga tumbuhkanlah karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah dan berani untuk mengkreasikan hal-hal baru.

Perlu diingatkan kembali, pelaksanaan pembangunan sekecil apapun menuntut adanya konsolidasi dan sinergi dari seluruh kekuatan yang ada. Ini adalah kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan dan tantangan yang ada di masa mendatang.

Eti menambahkan, bahwa kepemimpinan Nashrudin Azis dan Eti Herawati menyampaikan terima kasih atas segala dukungan, kerja sama dan sinergi dari banyak pihak selama kepemimpinan kami.

“Kami memohon maaf apabila masih banyak harapan dan keinginan masyarakat Kota Cirebon yang belum terpenuhi dalam masa kepemimpinan kami. Di ujung masa kepemimpinan ini, kami berharap darma bakti kami selama ini dapat diterima oleh segenap masyarakat Kota Cirebon,” katanya.

Seusai upacara, Pemda Kota Cirebon memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang turut berkontribusi atas pembangunan dan kemajuan Kota Cirebon, mulai dari bidang keterbukaan informasi, seni budaya, hingga sosial dan lingkungan. (Anisa)