Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 03 September 2023

Cirebonkab Saber Hoaks Sabet Penghargaan Anti Hoaks of The Year

 

KABUPATEN CIREBON -- Cirebonkab Saber Hoaks sabet penghargaan Jabar Saber Hoaks Award kategori “Anti Hoaks of The Year” dalam ajang Festival Literasi Digital (Viral) yang berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, pada Sabtu malam (2/9/2023).

Penghargaan yang diberikan dalam ajang Festival Literasi Digital (Viral) merupakan bagian dari acara West Java Festival 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH., MH.

Perlu diketahui, Cirebonkab Saber Hoaks merupakan Unit Saber Hoaks Daerah dan menjadi bagian dari replikasi Jabar Saber Hoaks yang dikelola oleh Diskominfo Kabupaten Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Sudaryanto menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Tim Cirebonkab Saber Hoaks, yang selama ini mempunyai peranan penting dalam memverifikasi informasi-informasi Hoaks yang tengah marak atau viral di masyarakat.

"Terimakasih kepada Tim Cirebonkab Saber Hoaks, terutama kepada Relawan TIK Kabupaten Cirebon yang selama ini mendukung dan membantu kami dalam memverifikasi informasi-informasi Hoaks di masyarakat, sehingga kami bisa meraih penghargaan ini." ujar Bambang.

Ia juga menyampaikan harapannya untuk Cirebonkab Saber Hoaks. "Dengan penghargaan ini, semoga kedepannya Cirebonkab Saber Hoaks bisa lebih masif lagi dalam hal memverifikasi informasi Hoaks, selain itu juga memberikan edukasi serta literasi digital kepada masyarakat terkait bahaya Hoaks," lanjutnya.

Senada dengan Bambang, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Cirebon, Eka Swandi, SE, berharap Cirebonkab Saber Hoaks bisa menjadi ujung tombak Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menghadapi hantaman Hoaks.

"Harapannya, semoga ke depannya kita bisa menjadi ujung tombak dalam menangani Hoaks yang tersebar di media sosial, khususnya Hoaks yang massif dan marak di lingkungan Pemkab Cirebon." ujar Eka. (din)

Sentuhan Program Desa Sejahtera Astra (DSA), Bikin Pesona Kota Tua Jamblang Makin Diminati Wisatawan

KOTA TUA JAMBLANG : Astra Group dengan program Desa Sejahtera Astra, bikin kota tua Jamblang makin mempesona dan diburu para wisatawan.



CIREBON - Daerah yang berada dihimpitan gunung dan laut, serta hamparan ladang sawah, Kabupaten Cirebon menyimpan berbagai potensi daerah yang unik dan menarik. Salah satunya adalah Desa Jamblang.

Desa Jamblang ini terletak di wilayah administratif kecamatan Jamblang kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Desa ini berlokasi di sebelah barat sekitar 10 KM dari pusat kota Cirebon.

Jamblang telah ada semenjak abad ke 12 masehi. Hal ini terbukti dengan beberapa peninggalan sejarah di kawasan ini, salah satunya adalah kota tua dengan ornamen rumah yang unik dan antik.

Desa Jamblang dikenal sebagai kawasan kuliner, salah satunya nasi jamblang yang sudah di kenal dan menjadi identitas tersendiri bagi Kabupaten Cirebon.


Sebagai kawasan kuliner tradisional khas Cirebon, nasi Jamblang, masih tak cukup kuat untuk mengangkat identitas Desa Jamblang yang masih memiliki potensi lain sebagai kota tua. 

Tapi semua menjadi indah akhirnya, setelah hadirnya Astra Group bersama kucuran dana CSR, memoles kota tua Jamblang menjadi kota bermagnet bagi para wisatawan. Oleh Astra Group, Jamblang dikembangkan menjadi wisata berbasis kawasan dengan program Desa Sejahtera Astra (DSA).

Menarik bukan ?, Mari kita dengarkan penuturan Dr Nurul Chamidah, Fasilitator DSA Jamblang, terkait program Desa Sejahtera Astra (DSA) ini. Menurutnya, secara organik, masyarakat dan potensi wisata di Kecamatan Jamblang sangat bisa untuk dikembangkan.

Ada lima desa, kata Dr Nurul Chamidah
 yang tergabung dalam DSA Jamblang, di antaranya Desa Jamblang dengan kota tuanya, Desa Wangunharja dengan pindangnya, Desa Sitiwinangun dengan produk gerabahnya, serta Desa Bakung Lor dan Bakung Kidul dengan produk tapai ketannya.

Namun berkat dorongan Astra, potensi-potensi yang ada kini menonjol dan  wisata berbasis kawasan Jamblang pun  mulai berkembang.

"Alhamdulillah, kita bersyukur karena wisata berbasis kawasan yang ada di Kecamatan Jamblang sudah mulai dikenal," ungkap Nurul.


Menurut Nurul, ide menjadikan Jamblang sebagai kawasan wisata bersama Astra dimulai sejak 2019.  Diawali dengan melakukan sosialisasi kepada stakeholder dan masyarakat.

"Kita ingin bangun mindset mereka, kami bersama Astra gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder. Lalu yang kita bangun SDM nya. Anak-anak mudanya kita ajak makan, kemudian kita diskusi terkait pengembangan kawasan wisata Jamblang ini," tuturnya.

Hasilnya pun positif. Pasca pandemi, kawasan wisata Jamblang pun diramaikan dengan beragam kegiatan seperti festival maupun pentas seni sebagai bentuk promosi.

Perjuangan yang tak harus mengenal lelah ini, semata untuk meminimalisir tantangan yang ada. Sebab apatisme masyarakat cukup tinggi. 

"Bahwa saya fokusnya ke manusia, ya apatisme masyarakat. Karena mereka sudah biasa sepi tiba-tiba ramai. Itu belum siap," kata Nurul. 

Kendati demikian, kata Nurul, perjuangan tak perlu lelah, masih terus dikembangkan, kawasan wisata Jamblang sudah menyedot 500 an wisatawan per bulan. Nurul berharap, masyarakat sekitar turut aktif mempercantik lingkungannya agar Jamblang makin ramai dikunjungi. (M.Nurudin)

Sabtu, 02 September 2023

Bupati Imron Apresiasi Program E-Pasport di Imigrasi Cirebon, Masyarakat Bebas Visa ke Negara Jepang

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Forkopimda menghadiri launching E-Pasport dan olahraga bersama di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Cirebon Kecamatan Kedawung, Sabtu (2/9/2023).

Imron mengapresiasi dengan adanya layanan paspor elektronik ini. Menurutnya, ini akan mempermudah masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait paspor elektronik, diantaranya paspor elektronik memiliki Chip Gen, yang mana menyimpan data biometrik pemilik paspor dan lebih aman. 

Bahkan, kata Imron, pemilik paspor elektronik bisa menggunakan fasilitas autogate. 

"Dengan autogate, kita tidak perlu lagi mengantre untuk melakukan pemeriksaan paspor secara manual. Cukup dengan meletakkan E-pasport pada mesin autogate, maka informasi pribadi kita akan terbaca secara otomatis dan pintu akan terbuka untuk memungkinkan masuk ke negara tujuan," katanya.

Imron mengungkapkan, untuk biaya pembuatan paspor sendiri cukup terjangkau. "Untuk PNBP paspor elektronik adalah Rp650 ribu," lanjutnya.

Ia menjelaskan, paspor elektronik memiliki keunggulan, yakni bebas visa ke negara Jepang serta dipermudah dalam aplikasi visa ke negara lainnya. 

"Berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Imigrasi tanggal 20 Juli 2023, Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Cirebon dapat menerbitkan paspor elektronik," ujar Imron.

"Alhamdulilah, masyarakat di wilayah Ciayumajakuning bisa terwujud dan terealisasi untuk memiliki paspor elektronik," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Imron selain launching E-Pasport, pihaknya juga menyelenggarakan olahraga bersama dengan turnamen tenis meja Forkopimda bekerja sama dengan panitia dari PTM SKP.

"Kegiatan olahraga bersama ini, selain untuk berkompetisi dalam turnamen, juga secara langsung bisa meningkatkan silaturahmi jajaran Forkopimda serta seluruh stakeholder terkait di wilayah Cirebon dan sekitarnya," tambah Imron.

Di tempat yang sama, Kepala Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Nur Raisha Pujiastuti mengatakan, kegiatan olahraga bersama Forkopimda ini sekaligus untuk mensosialisasikan E-Pasport yang ada di kantor Imigrasi Cirebon.

"Sekarang baru ke jajaran Forkopimda, nanti kita juga akan sosialisasi ke wilayah Ciayumajakuning tentang adanya E-Pasport ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, ada perbedaan untuk paspor biasa dan paspor elektronik, yakni dari segi harga dan keuntungannya.

"Untuk biaya pembuatan paspor biasa hanya Rp350 ribu, sedangkan paspor elektronik harganya Rp650 ribu, serta kalau yang elektronik ini bebas visa ke negara Jepang," jelasnya.

Terkait Bandara Kertajati, Raisha mengatakan bahwa Imigrasi Cirebon menyambut baik adanya bandara yang sudah beroperasi tersebut, seperti saat kemarin keberangkatan dan kepulangan jemaah haji, semua berjalan dengan lancar. (Anisa)

Lima Kandidat Balon Kuwu Desa Cirebon Girang Bakal Berebut Suara Masyarakat

 

CIREBON, FC - Semakin dekatnya jadwal pemilihan Kuwu di Desa Cirebon Girang, lima Bakal Calon (Balon) siapkan program kemenangan untuk berebut hati masyarakat. 

Konsep kemenangan akan digulirkan bersamaan dengan potensi yang dimiliki Desa Cirebon Girang, salah satunya terdapat banyak situs dan makam Kramat yang kerap dikunjungi wisatawan, belum lagi pergerakan ekonominya, seperti potensi kulinernya, sehingga Desa Cirebon Girang menjadi salah satu desa strategis yang ikut mendongkrak potensi-potensi di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Maka sangat wajar jika lima kandidat ini berebut kursi nomor satu di Desa Cirebon Girang, dan dipastikan kelima kandidat ini memiliki visi dan program untuk sebuah perubahan dan kemajuan di Cirebon Girang.

Namun semua tentu saja, dari lima kandidat Balon Kuwu, tergantung bagaimana cara dan strateginya dalam membangun kepercayaan para pemilih. "Ya kita lihat saja nanti bagaimana visi dan programnya, sebab masyarakat hanya ingin perubahan dan kemajuan," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, Desa Cirebon Girang sangat membutuhkan figur yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain penataan lingkungan, juga bagaimana potensi desa ini bisa digali sebagai desa yang maju.

"Siapapun harus bisa membangun kemajuan desa ini, apalagi bakal calon yang akan memimpin desa ke depan, tentu harus memiliki program yang jelas dan terukur untuk perubahan dan kemajuan desa, agar masyarakat semakin sejahtera, baik di bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang pemerintahan, bidang lingkungan, dan bidang lainnya," tandasnya.

Sementara itu, agar masyarakat Cirebon mengetahui dan lebih dekat dengan para calon, baik untuk melihat visi dan program, serta perubahan apa yang akan dibawa, inilah lima kandidat tersebut, di antaranya : 

  • 1.Yudi Rasudi 
  • 2.Deni Mulyadi
  • 3.Solehudin
  • 4.Jaelani
  • 5.Muhammad Oto Hafid. 

Reporter  : Bambang

Raka Ramandita Sukses Ukir Pretasi di Akademik

CIREBON, FC - Raka Ramandita Mahasiswa Semester lima Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon kembali meraih prestasi di dunia akademik. 

Ia berhasil meraih juara 2  dalam Lomba Esai Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon serta Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Putra pada Youth Festival Education yang diselenggarakan oleh HMP PAI UNIDA Gontor Tahun 2023.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap pencapaian gemilang para mahasiswa BSA ini. Beliau mengatakan.

“Prestasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa BSA memiliki potensi yang luar biasa dalam mengembangkan pemikiran dan pengetahuan mereka. Kami sangat mendukung upaya mereka dalam berkompetisi di tingkat lokal, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Maman Dzul’iman, S.Ag., MA, juga turut memberikan selamat kepada Raka Ramandita. 

“Kami bangga dengan pencapaian mahasiswa BSA ini. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam dunia akademik,” paparnya.

Pencapaian gemilang mahasiswa BSA ini semakin menegaskan bahwa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berprestasi di berbagai bidang. 

"Semoga prestasi ini akan terus memotivasi dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik," tandasnya. (Ara)

Jumat, 01 September 2023

Rektor IAIN Cirebon, Resmi Membuka Program Ma’had Al Jamiah Gelombang 1 Tahun 2023

FOKUS CIREBON, FC - Ma’had al Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan Pembukaan Program Mahasantri Mukim Gelombang 1 Tahun Akademik 2023/2024. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (29/08/2023) di Aula Ma’had Qodim.

Kegiatan ini dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Rektorat, Dekanat, dan Pascasarjana serta dihadiri juga oleh Kabiro AUAK. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bapak Warek III, Prof. Dr. Hajam, M.Ag, dilanjut dengan simbolik penyerahan Mushaf Al Quran kepada santri oleh Bapak Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag didampingi oleh seluruh jajaran pimpinan Kampus.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang diiringi oleh Group Hadlroh Mahasantri, kemudian acara dibuka pembawa acara dengan tiga bahasa oleh mahasantri, dan dilanjut dengan Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh salah satu Musyrif Ma’had.


Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Ismail, selaku Wakil Direktur bidang Kesantrian dan Kerjasama. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan yang berkenan hadir. “ Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor, Warek III, Ibu Kabiro, Para Bapak Ibu Dekan yang berkenan hadir dalam acara ini. Ini menjadi tanda bahwa beliau-beliau sangat mendukung segala program yang dicanangkan Ma’had Al Jamiah ini”, pungkasnya. Dalam sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa mahasantri mukim yang akan mengikuti program ini berjumlah sekitar 400 santri, dan ada kemungkinan bertambah karena masih kita buka pendaftaran.


Selanjutnya, Dr. Muhsin Riyadi, MA. Selaku  Direktur Ma’had al Jami’ah memberikan sambutan yang sangat antusias. Beliau mengawali sambutan dengan mengenalkan Pa Rektor dan Bu Kabiro serta menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan oleh para pimpinan kampus, “Kami sampaikan terima kasih Pa Rektor, Bapak Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Bu Kabiro Ibu Hj. Ir. Sunarini, M.Sc atas segala support dan dukungan untuk kita semua civitas Ma’had Al Jami’ah, saya yakin jika hal ini terus berlanjut, insyaAllah Ma’had ini akan menjadi meningkat dan lebih baik lagi”.

Selanjutnya Muhsin juga mengatakan “Kami juga didukung oleh para santri yang hebat, musyrif/ah dan mudabbir/oh yang kuat yang sangat luar biasa. Ma’had al Jami’ah juga hebat bukan karena Mudir atau Direkturnya yang hebat, semuanya karena ada Wakil Direktur dan Staf yang sangat hebat pula” Tuturnya.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag. Beliau berharap Kegiatan Pembukaan ini menjadi pembuka rangkaian program Mahad yang akan dilaksanakan berjalan lancar, sukses dan bermanfaat, serta menjadi awal untuk meraih cita-cita. 

“Dengan mengucapakan Bismillahirrohmanirroahim, Program Santri Mukim Mahad Al Jamiah Tahun Akademik 2023/2024 resmi kami buka” ujar beliau menutup sambutan.

Acara dilanjut dengan Tausiyah dan pembekalan untuk seluruh mahasantri baru oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag. Mengawali sambutan, beliau mengucapkan selamat datang kepada para santri yang sudah bisa menempati Ma’had al Jami’ah sebagai tempat tinggal untuk mencari ilmu. 

“Dunia ini adalah mimpinya orang yang hidup, mimpi itu tidak bisa di design. Segala sesuatu yang kita anggap baik itu sesungguhnya tidak ada yang baik. Harapan kita, angan-angan kita, cita-cita kita. Harus kita bangun disini di Ma’had al Jami’ah”, pungkas beliau memberikan semangat.

Dosen IAIN Cirebon Zahratus Saidah, MA.Pd Menjadi Pembicara di IAIN Pontianak

FOKUS CIREBON, FC - Di era post-truth yang serba digital sebagaimana saat ini, media baru (new media) seolah menjadi satu paket dalam kehidupan umat manusia, tak terkecuali umat muslim di Indonesia. 

Namun demikian, sebagai konsumen dari media-media baru ini, umat muslim di Indonesia tidak hanya mendapatkan keuntungan dari kemudahan-kemudahan dari kemajuannya, tetapi juga rentan menerima pengaruh-pengaruh buruk darinya.

Untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh buruk dari pemanfaatan media-media baru, umat muslim di Indonesia perlu memiliki kecerdasan literasi digital. Kenyataan ini mesti disadari betul oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia, sehingga media-media baru bisa dimanfaatkan untuk sesuatu hal yang produktif, dalam mencetak generasi-generasi muslim yang memiliki kecerdasan literasi digital, melalui proses pendidikan Islam di lembaga-lembaga pendidikan tersebut. 

Dalam konteks negara-bangsa (nation-state) ini juga penting, sebab tanpa kecerdasan literasi digital yang cukup, bangsa kita yang besar ini dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, akan mudah tersulut oleh api konflik. Maka, pendidikan Islam selayaknya bisa beririsan dengan pencerdasan literasi digital dan upaya membangun komitmen kebangsaan.

Tantangan inilah, yang menurut Wakil Dekan III, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dr. Sahrani, M.Pd masih menjadi pekerjaan rumah yang belum optimal diselesaikan dalam ranah pendidikan Islam di Indonesia. 

Hal ini disampaikannya pada kata sambutan, dalam momen kegiatan Guest Lecture Prodi Pendidikan Agama Islam dan Tadris Matematika bertema “Pendidikan Islam, Literasi Digital, dan Komitmen Kebangsaan”, 29 Agustus 2023, yang menghadirkan Zahratus Saidah, MA.Pd, dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai narasumber. 

Kecuali Zahratus Saidah ini, juga ada dua narasumber lain yang turut menjadi narasumber internal yaitu Bapak Hafizul, M.Pd, dan Ibu Putri Handayani Lubis, M.Si, dengan Moderator Ibu Hidayu Sulisti, M.Pd. Guest Lecture ini terselenggara sebagai bentuk realisasi dari Moa dan PKS yang pernah ditandatangani oleh pimpinan dekanat dan prodi sebelumnya.

Dalam Guest Lecture ini, Zahratus Saidah, MA.Pd memulai dengan pertanyaan, sudahkah media-media baru dimanfaatkan oleh kita untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan mencari informasi ke arah yang produktif? Sudahkah, kecanggihan media-media baru bisa dioptimalkan kita untuk membuat karya-karya digital yang bermanfaat. 

Pertanyaan ini menurutnya penting dijawab oleh pengelola prodi yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Sebab, seringnya kecanggihan media-media baru malah menjebak kita pada apa yang disebut dengan dehumanisasi.

Dosen dan mahasiswa di lingkungan fakultas ini mau tidak mau, suka tidak suka harus sadar dengan tren ini. Tren yang menggiring mereka, untuk bisa memahami: satu, etika digital (digital ethics), budaya digital (digital culture), keamanan digital (digital safety), dan keterampilan digital (digital skills).

Hafizul, M.Pd yang merupakan dosen Tadris Matematika di IAIN Pontianak dan juga pengurus Generasi Digital Indonesia (GRADASI) Kota Pontianak, mengatakan bahwa tantangan dari media-media baru ini mesti diikuti pencerdasan literasi digital.

Dengan kecerdasan ini, baik dosen atau mahasiswa di ranah pendidikan tinggi Islam memiliki kemampuan adaptasi yang baik dalam mendayagunakan teknologi digital atau media-media baru, dan memperoleh manfaat sebesar-besarnya darinya. Kecuali itu, kecerdasan literasi digital ini juga penting untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh buruk dari teknologi digital atau media-media baru.

Hal ini disetujui oleh Putri Handayani Lubis, M.Si, dosen di Prodi PAI IAIN Pontianak, dan alumni Lemhanas RI. Menurutnya, kecerdasan literasi digital dibutuhkan untuk mengoptimalkan berbagai manfaat dari media-media baru, dan juga membentengi diri dari dampak negatif dari media-media baru tersebut. 

Dalam konteks ketahanan nasional, media-media baru bisa jadi ancaman ketika ia dimanfaatkan secara kontraproduktif untuk memecah belah. Salah satunya adalah menyebar berita hoax melalui media-media sosial. 

Hal ini mungkin saja, sebab di era post-truth, kebenaran objektif atau fakta menjadi tidak begitu penting, dalam pembentukan opini publik, dibandingkan dengan emosi, keyakinan pribadi dan opini yang terbentuk. Sebab itu, kesadaran untuk “saring” sebelum “sharing” ini penting dibangun, tak terkecuali di lembaga pendidikan Islam.

Kegiatan Guest Lecture yang diadakan di aula senat lantai 4 gedung rektorat ini berlangsung sukses dengan peserta yang melibatkan dosen dan mahasiswa di lingkungan FTIK IAIN Pontianak. 

Pada kegiatan ini, Wadek III, FTIK IAIN Pontianak Dr. Sahrani mewakili Dekan memberikan sambutan, dan turut hadir jajaran pimpinan di FTIK IAIN Pontianak, di antaranya Helva Zurayah, M.Ag (Wadek II) dan Tommy Hardiansyah, MM (Kabag TU).

Kaprodi Pendidikan Agama Islam, Dr. Syamsul Kurniawan, S.Th,I, M.S.I menyambut baik kegiatan Guest Lecture ini,  bahwa Prodi Pendidikan Agama Islam berkomitmen untuk menjalin kerjasama antarperguruan tinggi, terutama pada penguatan atmosfer akademis, dan guest lecture ini salah satunya. 

"Pemilihan tajuk “Pendidikan Agama Islam, Literasi Digital, dan Komitmen Kebangsaan” ini hematnya sangat aktual, mengingat tren yang berkembang saat ini," tuturnya.

Kaitannya dengan ini menurutnya, agar tidak terjebak pada dehumanisasi akibat dari perkembangan media-media baru, maka pencerdasan digital adalah tantangannya.

"Pencerdasan digital ini relevan dengan kerja-kerja yang tersirat dari adagium Rene Descartes, cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada). Hanya saja tidak boleh kita berhenti di adagium ini saja, melainkan sampai pada adagium “lectio ergo sum” (aku membaca maka aku ada)," demikian ungkapnya.

Kegiatan Guest Lecture ditutup dengan pembaruan perjanjian Kerjasama antar Prodi Pendidikan Agama Islam IAIN Pontianak dengan Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan bertukar cenderamata. (Ara)