Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 01 Oktober 2023

Kabupaten Cirebon Terima Program PUGAR dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag


KABUPATEN CIREBON -- Kabupaten Cirebon mendapatkan Program Pembantuan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2023. Dua desa di Kecamatan Suranenggala, yaitu Desa Muara dan Karangreja menjadi lokasi dalam program tersebut.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, Pugar merupakan salah satu strategi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas garam rakyat. 

Tujuan program itu, lanjut Imron, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas, menjamin kontinuitas dan membangun kelembagaan usaha garam rakyat. 

“Empat tujuan itu dilakukan berdasarkan fakta, bahwa petambak garam cenderung masih berusaha secara individual dengan kepemilikan lahan yang terfragmentasi dan pemanfaatan teknologi sederhana,” ujar Imron saat menghadiri Sosialisasi Pugar di Hotel Sutan Raja Cirebon.

Atas dasar permasalahan tersebut, diperlukan program pengintegrasian lahan yang dapat menyatukan sumber daya pemilik garam agar dapat dikelola secara terpadu. 

Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata Imron, menyambut baik adanya program tersebut, karena berupaya memfasilitasi upaya pengembangan usaha garam rakyat yang diberikan untuk Kabupaten Cirebon.

“Kami berharap, dengan adanya program ini, usaha pergaraman di Kabupaten Cirebon dapat berkembang dan dapat mensejahterakan masyarakat, serta dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian target produksi garam nasional,” lanjutnya.

Direktur Jasa Kelautan KKP, Dr. Miftahul Huda, M.Si menyebutkan, Pugar merupakan implementasi dari teknis berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Ada empat pendekatan dalam program tersebut, yakni meningkatkan produktivitas, kualitas, kontinuitas, dan kelembagaan usaha (korporatisasi).

“Jenis bantuan yang diberikan, diantaranya saluran air, integrasi lahan garam, geomembran, alat uji mutu, excavator, gudang garam, learning and business center, hingga alat angkut,” terang Miftahul.

Ia menyebutkan, program serupa pernah dilaksanakan di Kabupaten Cirebon sejak tahun 2011. Terakhir pada 2019, Kabupaten Cirebon mendapatkan alokasi anggaran hingga Rp14 miliar.

“Cirebon adalah satu dari 64 kabupaten di Indonesia yang merupakan sentra ekonomi garam rakyat. Maka dari itu, sangat pantas mendapatkan program tersebut,” kata Miftahul. (Ara)

Mahasiswa Prodi PGMI IAIN Cirebon Raih Emas di PLP Internasional Malaysia

CIREBON, FC – Siti Nurlaela Sari, seorang mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon tengah menjadi sorotan atas pencapaiannya yang mengesankan. 

Dari Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Siti Nurlaela Sari berhasil meraih kesempatan emas untuk mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PLP) Internasional di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Malaysia.

Dengan semangat yang tinggi dan tekad yang kuat, Siti Nurlaela Sari memutuskan untuk mengambil langkah besar ini dalam mengejar pendidikan dan pengalaman internasionalnya. PLP Internasional di SIKK Malaysia merupakan sebuah peluang yang sangat langka dan bergengsi bagi mahasiswa perguruan tinggi, khususnya pada Prodi Pendidikan Guru MI/SD di Indonesia.

Dalam wawancara, Siti Nurlaela Sari menyatakan, “Saya sangat bersyukur dan antusias atas kesempatan ini. Ini adalah impian yang menjadi kenyataan bagi saya. Saya berharap dapat memanfaatkan pengalaman ini sebaik mungkin untuk mengembangkan diri dan membawa manfaat bagi pendidikan di Indonesia.”

Sementara itu, Dr. H. Saifudin, M.Ag (Dekan FITK) menyambut baik program PLP Internasional ini. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa program PLP internasional ini sudah dicanangkan dengan matang sebagai upaya untuk menghasilkan lulusan-lulusan terbaik di fakultas yang ia nahkodai. “PLP Internasional menjadi penting untuk diterapkan guna memperluas jaringan internasional dan mengembangkan kualitas intelektual, serta memperkuat skill berinteraksi sosial, teamwork, dan negosiasi mahasiswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag juga menegaskan pentingnya penguatan rekognisi internasional, di mana mahasiswa perlu mendapatkan akses pada academic experiential opportunity yang berorientasi global. Oleh karenanya, PLP Internasional menjadi sebuah harapan bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang terbaik dan berkualitas sehingga dapat menuju World Class University. 

“IAIN Syekh Nurjati terus mendorong civitas akademika dalam program dan kegiatan bertaraf global. Sebab, hal itu menjadi keharusan untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman budaya, dan meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa dalam lingkungan internasional,” pungkasnya.

Kesempatan emas yang diraih oleh Siti Nurlaela Sari ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan Indonesia memiliki potensi besar dalam bersaing di tingkat global. Semangat dan dedikasi mahasiswa seperti Siti Nurlaela Sari adalah cerminan dari generasi muda yang berkomitmen untuk mengembangkan diri dan memajukan bangsa melalui pendidikan.

Semua mata tertuju pada perjalanan Siti Nurlaela Sari dalam PLP Internasional di SIKK Malaysia, dan harapan besar mengiringi langkahnya. Keberhasilannya adalah inspirasi bagi banyak mahasiswa dan generasi penerus di Indonesia, khususnya di Prodi PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Dekan FITK Berkomitmen Tingkatkan Kualitas dan Relevansi Pendidikan Islam

CIREBON, FC -FORDETAK adalah wadah yang mempersatukan para dekan, akademisi, dan pengajar tarbiyah dan keguruan dari berbagai institusi pendidikan tinggi di seluruh tanah air.  

Pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah mengikuti kegiatan Fordetak (Forum Dekan Fakultas Tarbiyah) dengan mengirimkan 6 orang delegasi  yang dipimpin oleh Dekan FITK Dr. H. Saifudin, M.Ag. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 27 sd 29 September 2023 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Menurut Dr. H. Saifudin, M.Ag. (Dekan FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Keikutsertaan FITK IAIN Cirebon dalam kegiatan Fordetak yang bersifat rutin ini, namun kegiatan kali ini sedikit berbeda karena disandingkan dengan sejumlah kegiatan seperti penandatanganan Naskah Kerjasama antara FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan FITK IAIN Metro dan FITK IAIN Kendari, serta rapat koordinasi seluruh pimpinan fakultas dan PPG.

Rapat koordinasi pimpinan fakultas dan PPG, meliputi Rakor Wadek 1, Rakor Wadek 2 dan Rakor Wadek 3 serta kegiatan PPG sehingga mengundang banyak peserta. FITK UIN Sunan Kalijaga selaku penyelenggara telah memaksimalkan kegiatan Fordetak ini menjadi forum koordinasi tata kelola dan forum akademik karena peserta juga menjadi peserta seminar internasional. ungkap Dr.Saifudin.

Lanjut Dr. Saifudin, dengan mengikuti kegiatan Fordetak ini diharapkan FITK mampu meningkatkan kualitas pengelolaan tridharma perguruan tinggi secara optimal serta lebih memaksimalkan sinergi dalam mengelola akademik, keuangan, dan kemahasiswaan.

“Melalui kolaborasi yang sinergis, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan Islam dengan menghadirkan terobosan-terobosan dan gagasan-gagasan yang inovatif”. ujar Dr. Saifudin.

Dan segera kami akan menindaklanjuti rekomendasi hasil rapat koordinasi wadek 1, wadek 2 dan wadek 3 dari kegiatan tersebut. Sementara itu untuk kegiatan PPG menekankan pentingnya tertib pelaporan baik akademik maupun keuangan.

“Di era yang penuh tantangan ini, kami menyadari bahwa tugas kami sebagai pemimpin pendidikan tidaklah mudah. Namun, dengan semangat kebersamaan, kerjasama yang kokoh, dan niat tulus untuk kemajuan pendidikan Islam, kami yakin dapat menghadapinya dengan baik”.pungkas Dr. Saifudin. (din)

Sabtu, 30 September 2023

Menteri LHK-RI Tinjau Lokasi Kebakaran Sampah Kopiluhur

CIREBON, FC – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK-RI) Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., meninjau lokasi kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Sabtu, (30/9/2023).

Pengecekan dilakukan, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa TPA Kopiluhur terbakar berulang kali dalam kurun waktu tiga pekan. Kebakaran serupa bukan hanya terjadi di Kota Cirebon, melainkan ada 15 lokasi kebakaran TPA di Indonesia.

“Saya mengikuti perkembangan, sudah sebulan lebih TPA sampah seperti ini terbakar dan yang terdata di kami ada 15 lokasi. TPA di Sarimukti di Bandung salah satunya,” ujar Siti Nurbaya.

Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, hampir sebagian area TPA terbakar. Hanya spotnya kecil-kecil, jadi kebakaran mudah dipadamkan. Kedatangan ke TPA, hanya ingin memastikan sudah tidak ada titik api yang menyala.

“Pada dasarnya, ketika sampah menimbulkan gas metana, maka akan muncul percikan api. Api membesar disebabkan angin besar. Kami ingin pastikan penanganan kebakaran sesuai prosedur,” terangnya.

Siti juga menyampaikan terimakasih, kepada pemerintah daerah, jajaran TNI dan Polri yang telah bahu membahu memadamkan api di TPA Kopiluhur. Pihaknya berharap, kebakaran di tempat tersebut tidak terjadi kembali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, M.A.P., menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang berada di dekat TPA Kopiluhur. Pasalnya, banyak warga mengeluh sesak nafas akibat asap kebakaran.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat, akhir-akhir ini panas begitu tinggi. Kebetulan RW 08 paling dekat dengan TPA Kopiluhur, sehingga terdampak asap,” ucapnya.

Selain menemui warga, Eti juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut berupa makanan dan minuman, makanan cepat saji, susu dan lainnya.

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan penanganan kebakaran TPA Kopiluhur cepat selesai. Sehingga tidak ada lagi warga yang merasakan dampak akibat dari kejadian tersebut,” katanya. (din)

Hadirkan Habib Hasanain, Warga Sumber Asri Bakal Padati Perayaan Maulid Nabi SAW

CIREBON - Nanti malam, warga Sumber Asri dan jamaah lainnya akan memadati Masjid Al Muhajirin untuk menghadiri pengajian Akbar, Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada perayaan Maulid Nabi ini, panitia menghadirkan mubaligh kondang, Al Habib Hasanain bin Muhammad LC, Pengasuh Ponpes Jagasatru, juga Ketua MUI Kota Cirebon, Sabtu, (30/9/2023).

Ketua pelaksana kegiatan, Ustad Gito mengatakan, peringatan Maulid Nabi SAW sudah direncanakan pada sebulan sebelumnya. Panitia yang dibentuk sudah juga mempersiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan kegiatan tersebut. 

Demikian juga dengan berbagai persiapan yang ada, seluruhnya sudah dikoordinasikan melalui beberapa kali rapat sebagai bentuk laporan dan evaluasi kepanitiaan, sehingga hal-hal yang menjadi kendala, baik teknis maupun non teknis sudah dibahas dan dimusyawarahkan di dalam rapat.

"Alhamdulillah, nanti malam tinggal pelaksanaannya. Kami mengundang penceramah yakni Habib Hasan dari Pengasuh Ponpes Jagasatru sekaligus Ketua MUI Kota Cirebon," terangnya.

Dalam hal ini, ustad Gito berterimakasih kepada seluruh warga Sumber Asri yang sudah bergotong royong untuk ikut mensukseskan kegiatan pengajian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW nanti malam.

"Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua dan juga menjadi spirit atau semangat syiar Islam, agar kelak kita semua mendapatkan syafaatnya Nabi Muhammad SAW," paparnya.

Sementara itu, menurut Ketua DKM Al Muhajirin Sumber Asri, Ustad Gaos Asy'ar S.Ag, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini akan dilaksanakan pada malam Minggu, ba'da Isya.

Menurut Ustad Gaos, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Masjid Al Muhajirin, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun ini akan diisi dengan Siraman Rohani oleh Habib Hasanain. 

"Maka pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara serta keluarga besar Mesjid Al Muhajirin  atas terselenggaranya acara Maulid Nabi Muhammad SAW pada malam nanti. 

Menurut Ustad Gaos, peringatan maulid ini sangat penting artinya, untuk merajut tali silaturrahmi yang lebih kuat, sekaligus menanamkan rasa kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW yang sepatutnya menjadi contoh dan teladan dalam menjalani kehidupan ini.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita  semakin cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW, dan juga sekaligus  bisa memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah di Masjid Al Muhajirin. Mari kita semarakan syiar Islam melalui berbagai kegiatan di masjid, dan menjadikan masjid sebagai basis kekuatan Islam," tandasnya. (Ara)

Rabu, 27 September 2023

Dua Desa di Kecamatan Suranenggala Menjadi Lokasi Program PUGAR KKP 2023

CIREBON, FC - Kabupaten Cirebon mendapatkan Program Pembantuan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2023. Dua desa di Kecamatan Suranenggala, yaitu Desa Muara dan Karangreja menjadi lokasi dalam program tersebut.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, Pugar merupakan salah satu strategi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas garam rakyat. 

Tujuan program itu, lanjut Imron, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas, menjamin kontinuitas dan membangun kelembagaan usaha garam rakyat. 

“Empat tujuan itu dilakukan berdasarkan fakta, bahwa petambak garam cenderung masih berusaha secara individual dengan kepemilikan lahan yang terfragmentasi dan pemanfaatan teknologi sederhana,” ujar Imron saat menghadiri Sosialisasi Pugar di Hotel Sutan Raja Cirebon.

Atas dasar permasalahan tersebut, diperlukan program pengintegrasian lahan yang dapat menyatukan sumber daya pemilik garam agar dapat dikelola secara terpadu. 

Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata Imron, menyambut baik adanya program tersebut, karena berupaya memfasilitasi upaya pengembangan usaha garam rakyat yang diberikan untuk Kabupaten Cirebon.

“Kami berharap, dengan adanya program ini, usaha pergaraman di Kabupaten Cirebon dapat berkembang dan dapat mensejahterakan masyarakat, serta dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian target produksi garam nasional,” lanjutnya.

Direktur Jasa Kelautan KKP, Dr. Miftahul Huda, M.Si menyebutkan, Pugar merupakan implementasi dari teknis berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Ada empat pendekatan dalam program tersebut, yakni meningkatkan produktivitas, kualitas, kontinuitas, dan kelembagaan usaha (korporatisasi).

“Jenis bantuan yang diberikan, diantaranya saluran air, integrasi lahan garam, geomembran, alat uji mutu, excavator, gudang garam, learning and business center, hingga alat angkut,” terang Miftahul.

Ia menyebutkan, program serupa pernah dilaksanakan di Kabupaten Cirebon sejak tahun 2011. Terakhir pada 2019, Kabupaten Cirebon mendapatkan alokasi anggaran hingga Rp14 miliar.

“Cirebon adalah satu dari 64 kabupaten di Indonesia yang merupakan sentra ekonomi garam rakyat. Maka dari itu, sangat pantas mendapatkan program tersebut,” kata Miftahul. (Ara)

Selasa, 26 September 2023

Tangani Kemiskinan Ektrem, Wabup Ayu Ajak Kuwu Urus Adminduk Warganya

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan ektrem di wilayahnya.

Pasalnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kurang lebih 81 ribu masyarakat Kabupaten Cirebon masuk kategori miskin ektrem.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si mengajak semua stakeholder, terutama para kepala desa (kuwu) untuk memanfaatkan program-program dari pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

"Banyak program-program dari pemerintah pusat dan provinsi yang memang belum diketahui oleh para kepala desa (kuwu)," kata Ayu--sapaan akrab Wabup Cirebon, saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanggulangan Kemiskinan di Desa Buyut, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Senin (25/9/2023).

Ayu mengatakan, berdasarkan amanat UU 1945 pasal 34, fakir miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab negara. Artinya, kita sebagai pelayan masyarakat, harus siap kapan saja untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kita sebagai pemerintah daerah, camat, kuwu, diamanatkan oleh negara agar mengurusi masyarakat yang memang membutuhkan, dimulai dari Adminduk," ujarnya.

Menurutnya, Adminduk sangatlah penting kebutuhannya untuk masyarakat. Pasalnya, segala bantuan dari pemerintah dilihat dari Adminduk itu sendiri.

Ayu menjelaskan, miskin ektrem ini merupakan masyarakat yang memiliki pendapatan kurang dari Rp10.000 per harinya dan kebanyakan mereka tidak memiliki Adminduk, sehingga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Mereka yang punya penghasilan Rp10.000 per hari, lansia, ODGJ dan penyandang disabilitas yang tidak bisa bekerja itu, masuk kategori miskin ekstrem dan mereka malas untuk mengurus Adminduk," lanjut Ayu.

Sehingga, kata Ayu, kepala desa (kuwu) harus jemput bola untuk membantu masyarakat yang belum memiliki Adminduk tersebut.

"Ini yang harus didorong kepada para kepala desa, untuk terjun langsung mendata, mana masyarakat yang memang tidak mampu dan tidak memiliki Adminduk. Sehingga ketika ada bantuan, mereka akan mendapatkannya," jelasnya. (Nisa)