Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 16 Januari 2024

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkab Cirebon Akan Perbanyak Ruang Berekspresi

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bakal memperbanyak ruang berekspresi. Upaya tersebut dilakukan, untuk mencegah aksi kekerasan dan gangguan ketertiban masyarakat yang dilakukan oleh geng motor.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) untuk memberikan ruang bagi yang ingin menyalurkan minat dan bakat.

Menurut Ayu–sapaan akrab Wabup Cirebon, jenis kenakalan remaja di Kabupaten Cirebon, diantaranya mengkonsumsi minuman beralkohol, vandalisme, hingga tawuran.

“Sesungguhnya, mereka itu kreatif, tetapi wadahnya saja yang kurang. Pemerintah Kabupaten Cirebon akan mengarahkan bakat apa yang bisa mereka kembangkan,” kata Ayu saat menghadiri Seminar Area Stage Art di Pasar Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (16/1/2024).

Ayu menyebutkan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan generasi emas. Hal ini dilakukan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, yang diharapkan oleh semua regenerasi.

“Anggota legislatif, bupati maupun wabup, pada generasi mendatang akan dijabat oleh anak-anak yang saat ini masih remaja,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Ayu, pemerintah daerah mengharapkan generasi muda di Kabupaten Cirebon bisa lebih pandai bergaul, agar tidak terjerumus ke dalam dunia kenakalan.

Menurutnya, kenakalan remaja menjadi salah satu penyebab terjadinya pengganguran.

“Tingkat pengangguran masih tinggi, walau saat ini sudah turun. Namun, hal ini menjadi salah satu penyebab dari kenakalan remaja. Kalau saja kita bisa membuka lapangan pekerjaan, saya rasa akan berkurang (pengangguran),” tutup Ayu. (din)

Rektor IAIN Cirebon Prof Dr H Aan Jalenai M.Ag Kukuhkan Lima Guru Besar

Pengukuhan Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2024

FOKUS CIREBON, FC - Lima Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari berbagai rumpun keilmuan dikukuhkan oleh Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag pada sidang senat terbuka, Selasa, 16 Januari 2024, di ruang Auditorium Pascasarjana IAIN syekh Nurjati Cirebon. 

Kelima Guru Besar tersebut yakni, Prof Dr Aris, M.Pd bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Islam, Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Umum, Prof Dr Asep Kurniawan M.Pd, bidang keilmuan : Manajemen Pendidikan Islam, Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, bidang keilmuan : Pendidikan Biologi dan Prof Dr Widodo Winarso, M.Pd.I bidang keilmuan : Psikologi Pendidikan Islam.

Pada kegiatan pengukuhan ini, kelima guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang diawali oleh Prof. Dr. Aris, M.Pd dengan judul “Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Persepektif Alquran”.

Dalam orasinya, Prof Dr Aris ,M.Pd,  Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam ini menjelaskan bahwa ada delapan prinsip pendidikan Islam. Dirinya juga menyatakan bahwa  aktifitas belajar sebagai aktifitas menuntut ilmu diharapkan bisa sukses, meskipun harus berhadapan dengan berbagai rintangan. Kemudian dalam pemaparan orasinya Prof Dr Aris M.Pd menjabarkan dari delapan prinsip pendidikan Islam tersebut.

Selanjutnya, orasi kedua disampaikan oleh Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag. pidato ilmiahnya bertemakan "Analisis Teoritis Pemberantasan Kemiskinan Melalui Pendekatan Pendidikan Islam," 

Menurut Prof Dr Yayat Supriyatna, kemiskinan masih menjadi masalah besar bagi umat Islam di berbagai belahan dunia Islam. Faktor-faktor penyebabnya di antaranya faktor alam, kolonialisme - akibat penjajahan, faktor siosio kultural akibat sikap apatis. Kemudian rendahnya budaya menabung, faktor daerah yang terisolasi, faktor stuktural akibat kekuasaan ekonomi yang tidak adil, pemilikan lahan dan modal yang monopoli.

Dalam pokok pikiran orasi tersebut, Prof Yayat menyampaikan beberapa solusi, yakni dari rendahnya budaya menabung, solusinya adalah budaya wajib investasi, hidup hemat, rajin menabung, mengurangi hidup konsumtif dan budaya berhutang tidak produktif.

Kemudian orasi ilmiah ketiga dilanjut oleh Prof Dr Asep Kurniawan, M.Ag dengan judul "The collapse of democrtaic principles in implementing schoool based management in silamic elementary svhools durung the Covid 19 pandemic".

Orasi ilmiah berikutnya disampaikan oleh Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, M.Pd dan orasi ilmiah terakhir oleh Prof Dr Widodo Winarsoz M.Pd.I. 

Setelah kelima guru besar menyampaikan pidato ilmiahnya, selanjutnya dilanjut pengukuhan guru besar oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag mengatakan dan kegiatan pengukuhan guru besar ini menyatakan, bahw dengan bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan IAIN Cirebon harus menjadi spirit dan daya juang kampus bagi penyelenggaraan perguruan tinggi.

"Kita akan menunggu output, oncoma dan impact dari para guru besar untuk berkarya, berinovasi melakukan pengabdian kepada masyarakat dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang bukan hanya sekadar memberikan kontribusi positif untuk kampus, tapi impactnya yang jauh lebih besar khususnya kepada seluruh masyarakat,” terang Prof Aan.

Kata Prof Aan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 860 Tahun 2021, IAIN Cirebon ditetapkan menjadi pilot project untuk berubah atau bertransformasi menjadi universitas siber atau universtias digital (UINSSC).

Hadir pada kegiatan pengukuhan guru besar ini, Dirjen Dikti RI, Pj Walikota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, serta sejumlah pejabat Pemda dan juga tamu undangan lainnya. (din)

Senin, 15 Januari 2024

Kerap Dilanda Banjir, Sungai Sigranala Desa Pegagan Kidul Dibersihkan

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi kegiatan Karya Bakti pembersihan sampah dan penanaman pohon oleh jajaran Korem 063/SGJ dan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Senin (15/1/2024).

Kegiatan Karya Bakti tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, LSM lingkungan hidup, BBWS, kecamatan dan desa.

Imron menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak, yang sudah terlibat dalam aksi bersih-bersih sampah dan tanam pohon.

“Cirebon sering banjir, dimana salah satu faktornya, yaitu banyaknya aliran sungai yang terhambat sampah. Sehingga, sekarang dilakukan pembersihan oleh gabungan TNI/ Polri dan semua lapisan masyarakat,” katanya.

Ia menyebut di wilayah Kabupaten Cirebon, ada beberapa titik yang sering dilanda banjir, mulai daerah timur, barat dan utara. Hal tersebut imbas dari pendangkalan sungai akibat tumpukan sampah.

“Memang kita pilih di wilayah Desa Pegagan Kidul, Kapetakan. Masalahnya, ada beberapa titik di Cirebon yang rawan banjir, imbas dari aliran sungai terhambat, salah satunya di Pegagan Kidul ini,” jelasnya.

Menurutnya, ini bukan hanya tugas dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, tetapi menjadi tugas kita bersama untuk menjaga alam.

“Kegiatan seperti ini harus terus diadakan, untuk pencegahan banjir di Kabupaten Cirebon,” pintanya.

Di tempat yang sama, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Letkol Inf Afriandy Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol mengatakan, pihaknya ingin melakukan normalisasi sungai.

Khususnya sungai yang terdapat banyak sampah dan tumbuhan liar, seperti di sepanjang aliran sungai Sigranala di Desa Pegagan Kidul. Menurutnya, hal tersebut dilakukan dalam rangka Karya Bakti TNI.

“Kita lihat banyak eceng gondok dan sampah plastik, sehingga kita angkut dan kita buang di tempatnya, agar aliran sungai tidak tersendat, yang nanti akan mengakibatkan banjir,” ujarnya.

Pada Karya Bakti ini, lanjut Bayu, pihaknya melibatkan ratusan personel gabungan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah kegiatan refleksi TNI, sehingga kita libatkan Polri, masyarakat, LSM, Pramuka, serta pemerintah untuk bersama-sama bergotong royong menanam pohon dan membersihkan sungai,” lanjutnya.

“Semoga dengan upaya ini, bisa memberikan dampak bagi lingkungan. Karena kita harus mencintai lingkungan dengan baik, agar tidak berimbas pada hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Ia juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat, agar peduli dengan kebersihan. Dan kegiatan Karya Bakti TNI ini tidak selesai pada hari ini saja, melainkan berkelanjutan.

“Kami ajak masyarakat, agar kegiatan ini tidak selesai hanya sampai disini saat Karya Bakti TNI. Tetapi harus dilanjutkan dengan membangkitkan kesadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan, yakni tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik,” pungkasnya. (din)

Wabup Ayu Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si 


CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan penurunan stunting di Posyandu Desa Mandala, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin (15/1/2024).

Wakil Bupati yang akrab disapa Ayu ini mengatakan, berdasakan analisa dan juga informasi dari sejumlah kepala puskesmas di Kabupaten Cirebon, bahwa stunting banyak disebabkan dikarenakan kesalahan pola asuh.

Salah satunya, yaitu kurangnya makanan bergizi yang diberikan kepada anak-anak. “Makanan bergizi itu tidak perlu mahal, seperti telur puyuh dan sayur mayur,” kata Ayu.

Ayu juga mendorong orangtua agar kreatif untuk membuat makanan anak, seperti mengemas ikan atau ayam dalam bentuk nugget. Karena, terkadang anak-anak butuh tampilan yang menarik.

“Banyak tutorialnya, manfaatkan kecanggihan di era internet saat ini, seperti di YouTube, TikTok dan lain-lain,” sambungnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk melakukan imunisasi secara lengkap kepada putra atau putrinya. Karena hal tersebut juga sangat berdampak terhadap kesehatan anak.

Kuwu Desa Mandala, H. Rodiah mengatakan, dengan adanya monev yang dilakukan Wabup Ayu beserta jajaran ke Desa Mandala, pihaknya merasa bangga.

Dirinya melaporkan, bahwa kegiatan di Posyandu di desanya, masyarakatnya sangat antusias dan meningkat. Karena keberhasilan itu, kuncinya terletak pada generasi penerus yang cerdas.

“Alhamdulillah, di Desa Mandala tidak ada gizi buruk. Kita mempunyai enam Posyandu, dan PR (pekerjaan rumah) kami tinggal dua Posyandu lagi yang belum dibangun,” kata Rodiah.

Rodiah mengharapkan, dengan terpenuhinya sarana dan prasarana pendukung (misal, Posyandu) kesehatan di Desa Mandala, sedikitnya dapat diperhatikan.

Maka ia meminta, agar pekerjaan rumah pembangunan Posyandu agar bisa segera direalisasikan. (din)

Jumat, 12 Januari 2024

Pisah Sambut Kapolresta Cirebon, Bupati Imron : Selamat Datang Kombes Pol Sumarni di Kota Wali

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara pisah sambut Kapolresta Cirebon dari pejabat lama Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H., dengan pejabat baru Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., di Hotel Aston Cirebon, Kamis malam (11/1/2024).

Imron mengatakan, selama kepemimpinan Kombes Pol Arif Budiman, Pemkab Cirebon selalu bersinergi dengan Polresta Cirebon.

“Selama dua tahun lebih, Pemkab Cirebon selalu bersinergi dengan Polresta Cirebon yang dipimpin oleh Kombes Pol Arif Budiman, karena Pak Arif orangnya sangat baik dan suka humor, namun bekerja secara profesional,” ujar Imron.

Imron menyebut, Kombes Pol Arif Budiman telah menorehkan prestasi yang cukup banyak selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cirebon, kami ucapkan selamat atas jabatan yang baru, dan semoga Kombes Pol Arif Budiman karirnya semakin maju dan sukses kedepannya,” tukasnya.

Imron juga mengucapkan selamat datang kepada Kombes Pol Sumarni, yang kini menjabat sebagai Kapolresta Cirebon yang baru.

“Semoga bisa bekerja sama dengan Pemkab Cirebon, dan bisa membawa kondusifitas Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi,” harap Imron.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni menyebut, jika dirinya masih memiliki keturunan Cirebon dan Indramayu. Sehingga ini merupakan panggilan dari leluhur untuk mengabdi di kota wali.

“Saya tidak menyangka akan berdinas di Polresta Cirebon. Padahal dulu saya sering keluar masuk Cirebon untuk sekedar kulineran makan jamblang, dan belanja batik ke Trusmi,” ujarnya.

Sumarni mengungkapkan, dirinya meminta doa restu dan dukungan selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.

“Saya orang baru, sehingga mohon doa restu dan dukungannya, agar selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kombes Pol Arif Budiman mengucapkan banyak terimakasih dan memohon maaf, bilamana selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon ada tutur kata dan perilaku yang kurang berkenan.

Arif bahkan mengenalkan sosok Kombes Pol Sumarni, yang kini menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.

Menurutnya, Kombes Pol Sumarni merupakan sosok Polwan pekerja keras, selain itu juga ia merupakan perwira terbaik Polri yang memiliki banyak prestasi.

“Kombes Pol Sumarni merupakan pekerja keras, bahkan hobinya cukup berbeda dengan yang lain, yakni naik motor. Itu dilakukan untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” lanjut Arif.

Arif juga meminta kerjasama dengan semua stakeholder, agar Polresta Cirebon di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sumarni, bisa lebih baik lagi.

Seperti diketahui, Kombes Pol Arif Budiman dipindahtugaskan menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri, dalam rangka mengikuti pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-33 T.A 2024.

Sedangkan Kombes Pol Sumarni, sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Metro Bekasi. (din)

Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Tangkap DPO Terpidana Herry Sutanto Yang Melarikan Diri Selama 16 Tahun

CIREBON - Herry Sutanto Bin Budi Sutanto terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi dalam proyek pelapisan (overlay) landas pacu Bandara Cakrabuana Kota Cirebon pada tahun 2005 berhasil ditangkap Tim Intelejen dan Tim Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota, Jum'at, 12 Januari 2024.

Tertangkapnya (DPO) terpidana Herry Sutanto Bin Budi Sutanto sekira pukul 19.20 WIB di Jalan Bahagia No 126 RT 01/05 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Mengenai terpidana Herry Sutanto, berdasarkan putusan Mahkamah Agung No 1015 K/ Pid.Sus/ 2008 menyatakan terdakwa Herry Sutanto bin Budi Sutanto terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana "Korupsi secara bersama-sama" dengan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000,- berikut membayar uang pengganti sebesar Rp 72.636.500,- dengan ketentuan apabila tidak bisa membayar dan tidak mempunyai harta benda mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan.

Terpidana Herry Sutanto sudah melarikan diri kurang lebih selama 16 Tahun sejak Tahun 2008.

Pada upaya penangkapan ini, sebelumnya Seksi Intelijen telah melakukan upaya pencarian dan telah dikirimkan surat permohonan bantuan  Adhyaksa Monitoring Center (AMC) kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagaimana surat dari Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Nomor : R-121/M.2.11/Dip.4/08/2022 tanggal 02 Agustus 2022.

Berdasarkan laporan pihak Kejaksaan Negeri Cirebon, bahwa selama proses penangkapan, terdakwa sempat tidak mau menyerahkan diri. Namun akhirnya terdakwa menyerahkan diri setelah tim menerobos masuk kedalam rumah

"Saat ini Terdakwa diamankan dan ditahan di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon," ujar sumber di Kejaksaan. (din)

Rabu, 10 Januari 2024

Wabup Ayu Meminta Perempuan di Kabupaten Cirebon Bisa Lebih Berdaya dan Mandiri

CIREBON, FC - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si melantik pengurus Wanita Tani (Watan) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Desa Keduanan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/1/2024).

Pada kesempatan tersebut, Ayu—sapaan akrab Wabup Cirebon mengatakan, bahwa anggota Watan tidak harus menanam padi di sawah atau berkebun, namun juga bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanam tanaman kebutuhan sehari-hari.

“Bisa menanam cabai atau tanaman obat keluarga,” ujar Ayu.

Dengan bergabungnya para perempuan dalam Watan ini, diharapkan nantinya para perempuan di Kabupaten Cirebon bias lebih berdaya dan mandiri. Karena menjadi anggota Watan, tidak melulu harus menjadi petani.

Menurut Ayu, para perempuan yang memiliki keahlian mengolah hasil pertanian atau perkebunan menjadi makanan, bisa juga tergabung dalam Watan ini.

“Watan ini juga bisa bagi perempuan yang memiliki keahlian membuat kue,” lanjutnya.

Intinya, lanjut Ayu, keberadaan Watan ini bukan hanya berkaitan dengan masalah pertanian saja, namun merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan perempuan agar lebih mandiri.

Ia juga mengungkapkan, bahwa Desa Keduanan ini sudah menyiapkan lahan seluas 2.000 meter, agar bisa dimanfaatkan oleh para anggota Watan untuk menanam berbagai tanaman yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebagai salah satu bentuk dukungan Pemkab Cirebon dalam program ini, pihaknya akan memberikan bantuan berupa bibit tanaman bagi Watan di Desa Keduanan ini.

“Nanti akan kami bantu bibit tanamannya,” tukas Ayu. (Nisa)