This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 12 Agustus 2021
Diesnatalis IAIN Cirebon Ke 56, Begini Pesan Rektor
Rabu, 11 Agustus 2021
Serap Aspirasi Warga, Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Canangkan Program Sampah
Selasa, 10 Agustus 2021
Hari Jadi Cirebon Ke 652 Penuh Doa dan Pengharapan
KOTA CIREBON, FC - Hari Jadi Cirebon ke-652 tahun ini memang berbeda dengan tahun-baru sebelumnya, sekalipun tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Indonesia masuk di tahun pertama Pandemi Covid 19, namun tahun ini Hari Jadi Cirebon ke-652 penuh semangat dan pengharapan.
Yakni, pengharapan agar seluruh masyarakat Kota Cirebon selalu sehat, kuat, dan bahagia, serta pandemi Covid-19 segera berakhir.
Demikian dikatakan oleh Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH usai apel dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke-652 di halaman Balaikota Cirebon yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (10/8/2021) yang bertepatan dengan 1 Muharram 1443 Hijriah.
Azis menjelaskan, kondisi saat ini masih tidak sehat. Merebaknya Covid-19 hingga dijadikan sebagai pandemi di hampir seluruh belahan dunia sangat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan manusia.
Sehingga peringatan Hari Jadi Cirebon ke-652 tahun ini mengambil tema Cirebon Rahayu Kalis Saking Pancabaya. Tema tersebut sekaligus sebagai doa dan pengharapan agar masyarakat Kota Cirebon selamat dari halangan, rintangan, marabahaya, dan bencana.
Azis juga meminta kepada seluruh warga Kota Cirebon untuk memiliki hati yang kuat, sehat, dan bahagia di masa pandemi Covid-19 ini."Insya Allah, bersama-sama kita bisa menghadapi dan keluar dari pandemi Covid-19 ini,” ujarnya. (Heri)
Pemkot Cirebon Berupaya Produk UMKM dan IKM Bisa Mendunia
CIREBON, FC – Wali Kota minta pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon pantang menyerah. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon senantiasa berupaya agar produk-produk UMKM dan IKM dari Kota Cirebon dapat mendunia.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat meresmikan Galeri UMKM di gedung Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM), Selasa, 10 Agustus 2021.
“Saya berpesan kepada pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon, jangan pernah menyerah,” tegas Azis.
Pelaku UMKM dan IKM diminta senantiasa berkarya untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.
Pelaku UMKM dan IKM telah membuktikan kemampuannya. Yaitu tetap bertahan sekalipun di masa krisis. Termasuk pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon.
“Mereka telah menghasilkan berbagai produk yang berkualitas,” tegas. Bahkan kemasannya pun sangat menarik dilihat.
Pemda Kota Cirebon, lanjut Azis, juga senantiasa mendorong agar produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM di Kota Cirebon bisa go internasional.
“Masyarakat Kota Cirebon juga saya minta untuk turut mendukung UMKM dan IKM di Kota Cirebon,” harap Azis.
Caranya, dengan membeli produk-produk yang dihasilkan serta mengajak kerabat dan saudara untuk turut membeli produk yang mereka hasilkan.
“Untuk ASN saya minta juga senantiasa membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM kita,” ungkap Azis.
Galeri UMKM dan IKM terletak di lantai pertama gedung DPUKM Kota Cirebon. Gedung bertingkat 4 yang baru dibangun dan representatif digunakan tidak hanya untuk kegiatan perkantoran namun juga berbagai kegiatan lainnya.
Dengan telah digunakannya gedung baru tersebut Azis berharap dapat memberikan semangat baru dan meningkatkan kinerja bagi ASN yang berdinas di DPUKM Kota Cirebon.
Sementara itu, Kepala DPUKM Kota Cirebon, drh. Maharani Dewi, menjelaskan galeri ini ditempati oleh 98 perajin dengan 400 produk. “Mulai dari craft, fashion, kuliner dan lainnya,” ungkap Maharani. Semuanya berasal dari pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon.
Semua pelaku UMKM di Kota Cirebon dapat memamerkan produk yang dihasilkan di galeri tersebut. Syaratnya menurut Maharani juga mudah, yaitu hanya memiliki KTP Kota Cirebon, memiliki produk sendiri dan memiliki izin usaha. (Bam)
Jumat, 06 Agustus 2021
Pascasarjana IAIN Cirebon Menjadi Tempat Ujian Kompetensi dan Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Profesi
Agustuas 2021, Pengerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan Dimulai
CIREBON, FC – Ini menjadi kabar gembira, semula kawasan pesisir yang umumnya dipandang kumuh, kedepan akan menjadi kota cantik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan ke Kota Cirebon.
Kamis, 05 Agustus 2021
Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Rotasi, Mutasi dan Promosi Yang Akan Digelar Pemerintah Kota Cirebon
CIREBON – Kabar akan digelarnya rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV oleh Pemerintah Kota Cirebon bulan Agustus 2021, mendapat sorotan Anggota Komisi 1 DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, Rabu (5/8).
Menurut Tunggal Dewananto, bahwa penempatan ASN pada keahliannya saat rotasi harus benar-benar diperhatikan pihak Pemerintah daerah.
“Fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN yang terkena itu,” kata Dewa.
Dewa mengungkapkan, ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu.
“Jangan sampai salah penempatan yang akan membuat kerjanya kurang maksimal,” ungkapnya.
Dewa berharap rotasi menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. Kemudian, kata dia, DPRD pun agar bisa dilibatkan karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota.
“Misalnya, ASN A pindah ke sini dan lainnya, kami pun bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon,” ujarnya.
Jangan sampai, kata Dewa, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan.
“Harus proporsional sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya. (Nur)



















