Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Agustus 2021

Diesnatalis IAIN Cirebon Ke 56, Begini Pesan Rektor

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag saat memberikan pidato pada acara diesnatalis IAIN SNJ Cirebon ke 56, di Auditorium Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon, lantai 3.


FOKUS CIREBON, FC - Senat Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Sidang Senat Terbuka dalam rangka kegiatan Diesnatalis IAIN SNJ Cirebon ke 56, Kamis (12/8/2021).

Kegiatan tersebut, sebelumnya diawali dengan prosesi yang melibatkan semua unsur pimpinan dengan pakaian khsusus dan dikawal pasukan Menwa memasuki ruang disnatalis. 

Kemudian acara dibuka langsung oleh Ketua Senat Institut, dan kemudian dilanjut mendengarkan pidato yang disampaikan langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag.

Dalam pidatonya, Sumanta mengingatkan bahwa diesnatalis ini sebagai sebuah refleksi dari perjalanan IAIN Cirebon. Di mana perjalanan masa lalu, kata Sumanta, adalah merupakan pijakan untuk melangkah ke masa depan.

"Ya, diesnatalis ini adalah sebuah refleksi, tapi kegiatannya kita gelar secara sederhana karena PPKM. tetapi dari sini kita ingin mengambil hikmah secara mendalam dari acara disnatalis, juga untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, menghargai perjuangan para pendiri IAIN Cirebon. Inilah yang ingin kita lakukan sebagai refleksi diesnatalis," ungkap Sumanta.

Terkait tema yang diangkat, Rektor Sumanta menyampaikan, bahwa memang yang dikedepankan  lembaga itu adalah mutu, dan  dengan mutu ini supaya lembaga bisa berkompetisi, bisa berbicara di tingkat lokal, nasional maupun global, karena mutu itulah yang menjadi identitas dan eksistensi sebuah lembaga.

Harapannya, kata Sumanta,  dengan diesnatalis ini seluruh civitas akademika IAIN Cirebon muncul kesadaran secara kolektif untuk bisa bersama-sama mengawal mutu, yakni mutu lembaga, mengawal pengembangan lembaga, di mana tahun-tahun sekarang ini kita tengah dihadapkan pada dua transformasi yakni transformasi kelembagaan dari institut menuju universitas dan  pelayanan keuangan dari Satker PNBP menuju Badan Layanan Umum (BLU).

"Internal stakeholder bisa mengawal bersama-sama, yakni mengawal lembaga, baik dalam pengembangan mutu maupun pelayanan, sehingga ini mewujudkan IAIN Cirebon sebagai PTKIN yang unggul," pintanya.

Pidato yang disampaikan Rektor Sumanta, juga menitikberatkan pada sejarah berdirinya IAIN Cirebon hingga para pendirinya. "Jangan lupakan sejarah, karena penuh proses dan perjuangan dalam perjalanan sejarah berdirinya lembaga ini," pesan Sumanta.


Sementara itu, Wakil Rektor III, Ilman Nafi'a, menjelaskan bahwa kegiatan diesnatalis ini sesungguhnya banyak, namun karena terkendala dengan pandemi covid 19, kegiatan dirancang sedemikian rupa dengan tetap menjalankan prokes yang ketat dan dilaksanakan pasca kegiatan diesnatalis.

"Diesnatalis ini sebenarnya puncak dari seluruh kegiatan, tetapi kita balik, karena masih dalam kondisi pandemi covid 19, kegiatan dilaksanakan setelah acara diesnatalis," terangnya.

Ilman juga menjelaskan, pada acara diesnatalis IAIN SNJ Cirebon ke 56 ini, sistemnya blanded, yakni ada yang offline dan online dan dengan tetap  menjalankan prokes.

Ilman juga mengupas tema yang diangkat dalam kegiatan diesnatalis. Menurutnya, IAIN komit terhadap bagaimana kampus menjadi lembaga yang unggul, sehingga bagaimana mewujudkan IAIN SNJ Cirebon menjadi Perguruan Tinggi Islam yang unggul, dan  seluruh kegiatannya dirancang untuk mewujudkan ini.

"Baik mahasiswa, dosen dan karyawanan serta lainnya diarahkannya kesana, yakni mewujudkan IAIN SNJ Cirebon menjadi Perguruan Tinggi Islam yang unggul," tuturnya.

Dalam kegiatan diesnatalis ini, kata Ilman, terdapat sejumlah kegiatan yang sudah disiapkan, dan yang paling dekat ini rencana akan ada vaksinasi yang  bekerjasama dengan pihak kepolisian, kemudian donor darah, kemudian festival seni  budaya dan penelitian mahasiswa, pekan olah raga dan seni dosen dan karyawan, saresehan alim ulama se wilayah 3 Cirebon, dan terakhir ziarah ke makam para mantan pimpinan IAIN Cirebon sekaligus istigosah.

Di akhir kegiatan, mahasiswa berprestasi yang meraih kejuaraan tingkat nasional,  Jawa dan Madura, tampil memukau dengan suara emasnya. Tepuk tangan 'aplause' mengalir dari audiens. (din)

Rabu, 11 Agustus 2021

Serap Aspirasi Warga, Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Canangkan Program Sampah

Berjabat Tangan, Kuwu Desa Kecomberan, Mastur memberikan ucapan selamat kepada Ketua RW baru Sumber Asri, Didi Supriyadi, pasca terpilih secara aklamasi.


CIREBON, FC - Pasca pemilihan Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi bersama berbincang bersama warga di kolam pemancingan. Didi sepakat program kedepan dicanangkan penanganan sampah, Rabu (11/8/2021).

Ketua RW 05 baru, Sumber Asri ini berharap, sampah yang setiap hari volumenya terus meningkat, akan segera diprogramkan penanganannya. 

"Selama ini sampah selalu menjadi masalah warga. Selain volumenya terus meningkat, pemandangan di bak pembuangan sementara dan  bau sampah sangat mengganggu warga," katanya.

Hal senada disampaikan H Agus, bahwa sampah memang terus menjadi problem warga. Namun Ketua RW 05 baru tidak menaikan iuran bulanan sampah warga, karena kondisi masih pandemik.

"Warga pasti ikut mensukseskan program ke RW an, tetapi pengurus RW yang baru juga harus melihat dan mendengar aspirasi warga. Agar semua program dapat berjalan, maka rapat pertama nanti sampah harus menjadi prioritas," tandasnya. (din)



Selasa, 10 Agustus 2021

Hari Jadi Cirebon Ke 652 Penuh Doa dan Pengharapan

KOTA CIREBON, FC - Hari Jadi Cirebon ke-652 tahun ini memang berbeda dengan tahun-baru sebelumnya, sekalipun tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Indonesia masuk di tahun pertama Pandemi Covid 19, namun tahun ini Hari Jadi Cirebon ke-652 penuh semangat dan pengharapan. 

Yakni, pengharapan agar seluruh masyarakat Kota Cirebon selalu sehat, kuat, dan bahagia, serta pandemi Covid-19 segera berakhir.

Demikian dikatakan oleh Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH usai apel dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke-652 di halaman Balaikota Cirebon yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (10/8/2021) yang bertepatan dengan 1 Muharram 1443 Hijriah.

Azis menjelaskan, kondisi saat ini masih tidak sehat. Merebaknya Covid-19 hingga dijadikan sebagai pandemi di hampir seluruh belahan dunia sangat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan manusia. 

Sehingga peringatan Hari Jadi Cirebon ke-652 tahun ini mengambil tema Cirebon Rahayu Kalis Saking Pancabaya. Tema tersebut sekaligus sebagai doa dan pengharapan agar masyarakat Kota Cirebon selamat dari halangan, rintangan, marabahaya, dan bencana.

Azis juga meminta kepada seluruh warga Kota Cirebon untuk memiliki hati yang kuat, sehat, dan bahagia di masa pandemi Covid-19 ini."Insya Allah, bersama-sama kita bisa menghadapi dan keluar dari pandemi Covid-19 ini,” ujarnya. (Heri) 

Pemkot Cirebon Berupaya Produk UMKM dan IKM Bisa Mendunia

CIREBON, FC – Wali Kota minta pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon pantang menyerah. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon senantiasa berupaya agar produk-produk UMKM dan IKM dari Kota Cirebon dapat mendunia.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat meresmikan Galeri UMKM di gedung Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM), Selasa, 10 Agustus 2021. 

“Saya berpesan kepada pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon, jangan pernah menyerah,” tegas Azis. 

Pelaku UMKM dan IKM diminta senantiasa berkarya untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Pelaku UMKM dan IKM telah membuktikan kemampuannya. Yaitu tetap bertahan sekalipun di masa krisis.  Termasuk pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon.

“Mereka telah menghasilkan berbagai produk yang berkualitas,” tegas. Bahkan kemasannya pun sangat menarik dilihat.

Pemda Kota Cirebon, lanjut Azis, juga senantiasa mendorong agar produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM di Kota Cirebon bisa go internasional. 

“Masyarakat Kota Cirebon juga saya minta untuk turut mendukung UMKM dan IKM di Kota Cirebon,” harap Azis. 

Caranya, dengan membeli produk-produk yang dihasilkan serta mengajak kerabat dan saudara untuk turut membeli produk yang mereka hasilkan. 

“Untuk ASN saya minta juga senantiasa membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM kita,” ungkap Azis.

Galeri UMKM dan IKM terletak di lantai pertama gedung DPUKM Kota Cirebon. Gedung bertingkat 4 yang baru dibangun dan representatif digunakan tidak hanya untuk kegiatan perkantoran namun juga berbagai kegiatan lainnya. 

Dengan telah digunakannya gedung baru tersebut Azis berharap dapat memberikan semangat baru dan meningkatkan kinerja bagi ASN yang berdinas di DPUKM Kota Cirebon.

Sementara itu, Kepala DPUKM Kota Cirebon, drh. Maharani Dewi, menjelaskan galeri ini ditempati oleh 98 perajin dengan 400 produk. “Mulai dari craft, fashion, kuliner dan lainnya,” ungkap Maharani. Semuanya berasal dari pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon.

Semua pelaku UMKM di Kota Cirebon dapat memamerkan produk yang dihasilkan di galeri tersebut. Syaratnya menurut Maharani juga mudah, yaitu hanya memiliki KTP Kota Cirebon, memiliki produk sendiri dan memiliki izin usaha. (Bam)

Jumat, 06 Agustus 2021

Pascasarjana IAIN Cirebon Menjadi Tempat Ujian Kompetensi dan Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Profesi


FOKUS CIREBON, FC - Wujud penjabaran visi misi Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati yang terus dikembangkan mendapat tempat di hati masyarakat. Selain itu eksistensinya banyak dijadikan sebagai rujukan dalam studi banding kampus lain, Pascasarjana Juga kini terus  meningkatkan kiprah dan perannya sebagai center of exellence dengan melakukan berbagai kerjasama. 

Terakhir, kerjasama tersebut dilakukan dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Hukum Kontrak Indonesia (LSP HKI) pimpinan Sabela Gayo, SH, MH, Ph.D, CPL, CPCLE, ACIArb, CPM, CPrM. 

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MOU) dan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati dengan Ketua LSP HKI pada hari Jum"at, 6 Agustus 2021 bertempat di Ruang Rapat Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Acara tersebut dihadiri oleh H. Didin Nurul Rosidin, MA, Ph.D, wakil Direktur Pascasarjana, Prof Dr. H. Sugianto, SH, MH, ketua Prodi S2 dan S3 HKI dan Drs. H. Ikhwan Fauzi, M.Si, Kasubag TU Pascasarjana dari pihak Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Sementara dari pihak LSP HKI  selain Sabela Gayo juga Muhammad Alfarabi dan dua dari DPC PERKAHFI Cirebon Raya. 

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag, menyambut baik Kerjasama ini sekaligus menekankan ambisi Pascasarjana untuk berperan lebih maksimal baik dalam peningkatan mutu akademik tapi juga dalam bidang lainnya. 

Apalagi jika dikaitkan dengan rencana IAIN Syekh Nurjati menjadi BLU sekaligus a full fledged University. 

Sementara itu, ketua LSP HKI, Sabela Gayo, Ph.D, sangat bahagia bisa bekerjasama dengan lebih banyak lagi Perguruan Tinggi termasuk Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati dalam peningkatan kompetensi profesi yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi di era yang semakin kompetitif ini. 


Dalam kesempatan itu juga, Sabela Gayo yang menjadi Pimpinan Dewan Sengketa Nasional menjelaskan bahwa berdasarkan MOU ini, Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan memiliki dua peran penting yaitu Tempat Ujian Kompetensi (TUK) dan Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Profesi yang nantinya akan diresmikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Dengan status tersebut, Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon bisa berperan meningkatkan mutu SDM berbagai profesi baik di wilayah Cirebon maupun lainnya. (din)

Agustuas 2021, Pengerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan Dimulai

CIREBON, FC – Ini menjadi kabar gembira, semula kawasan pesisir yang umumnya dipandang kumuh, kedepan akan menjadi kota cantik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan ke Kota Cirebon.

Keseriusan Pemkot Cirebon ini ditandai dengan dimulainya pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Panjunan, Kota Cirebon. 

Pengerjaan ini akan menata kawasan yang semula kumuh menjadi rapi dan tertata baik. Sementara sosialisasi Pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan, Kota Cirebon hari ini, Jumat, 6 Agustus 2021 digelar di aula Kantor Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. 

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati berharap pengerjaan ini nantinya tidak menemukan kendala. "Kalau masyarakat sudah beres,” ungkap Eti. 

Ditambahkan Eti, penataan kawasan kumuh yang masuk dalam program Kotaku diharapkan dapat mengubah wajah pesisir Kota Cirebon.

“Ya, menjadi kawasan pesisir yang cantik serta dapat menjadi daya tarik baru wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon,” tuturnya.

Eti juga meminta kepada semua pihak untuk dapat membantu terwujudnya program ini. Termasuk meminta peran serta dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk bisa mengeruk sungai di kawasan Panjunan. 

“Hari ini saya akan kejar CSR Pelindo. Sehingga pembangunannya bisa dilakukan serempak,” ucap Eti.

Untuk diketahui, bahwa pengentasan kawasan kumuh di Panjunan, Kota Cirebon merupakan bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). 

Penataan Kotaku dilakukan di RW 01 dan RW 10 Kelurahan Panjunan dengan anggaran sekitar Rp 11 miliar secara multi years. Pengerjaan Kotaku dilakukan Agustus 2021 hingga Maret 2022.

Ada pun penataan yang dilakukan diantaranya peningkatan drainase, peningkatan jembatan, pembuatan TPS 3R, pembuatan IPAL  komunal, pedestrian, ruang terbuka publik, pekerjaan proteksi kebakaran dan lainnya.

Program ini merupakan upaya strategis yang dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. 

Tujuannya untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Program Kotaku dilaksanakan di 34 provinsi yang tersebar di 269 kabupaten/kota pada 11.067  desa/kelurahan dengan sasaran penanganan seluas 23.656 hektar.


Sementara itu, Indra Gunawan, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Barat, menjelaskan kegiatan sosialisasi yang digelar hari ini dengan maksud meminta izin jika program ini segera dilakukan. “Kita kulonuwun,” ungkap Indra.

Selanjutnya pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Panjunan yang telah kontrak sejak seminggu lalu akan dimulai Agustus 2021 dan berakhir Maret 2022. (Heri)

Kamis, 05 Agustus 2021

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Rotasi, Mutasi dan Promosi Yang Akan Digelar Pemerintah Kota Cirebon

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto saat memberikan tanggapan atas rencana Pemkot Cirebon yang akan menggelar rotasi, mutasi dan promosi.

CIREBON – Kabar akan digelarnya rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV oleh Pemerintah Kota Cirebon bulan Agustus 2021, mendapat sorotan Anggota Komisi 1 DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, Rabu (5/8).

Menurut Tunggal Dewananto, bahwa penempatan ASN pada keahliannya saat rotasi harus benar-benar diperhatikan pihak Pemerintah daerah.

“Fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN yang terkena itu,” kata Dewa.

Dewa mengungkapkan, ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu.

“Jangan sampai salah penempatan yang akan membuat kerjanya kurang maksimal,” ungkapnya.

Dewa berharap rotasi menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. Kemudian, kata dia, DPRD pun agar bisa dilibatkan karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota.

“Misalnya, ASN A pindah ke sini dan lainnya, kami pun bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon,” ujarnya.

Jangan sampai, kata Dewa, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan.

“Harus proporsional sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya. (Nur)