Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 31 Desember 2020

Pemkab Cirebon Tanggap Tangani Klaster Pesantren Gempol

FOKUS CIREBON, (FC) - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satuan Tugas Covid 19 langsung tanggap untuk melakukan penanganan klaster pesantren di Kecamatan Gempol.

Kepala Dinas Kesehatan  Pemkab Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, adanya klaster pesantren di Kecamatan Gempol tersebut, bermula saat adanya informasi mengenai, pengurus pondok pesantren yang mengalami gejala covid 19. Informasi tersebut, langsung direspon oleh Satgas Kabupaten Cirebon dan dibantu oleh Satgas Kecamatan Gempol.

Saat itu, beberapa pengurus dan santri mengalami keluhan penciuman dan rasa yang sudah tidak normal. Informasi tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan PCR.

"Pada 12 Desember, dua orang dinyatakan positif setelah dilakukan tes PCR," kata Eni, Kamis 31 Desember 2020.

Eni melanjutkan, pihaknya melakukan tracing kontak erat dengan dua orang yang terkonfirmasi positif. Didapatkan 46 orang yang diduga kontak erat dan kembali dilakukan tes PCR.

Pada 18 Desember 2020, satgas kembali melakukan tes PCR kepada 46 orang yang diduga kontak erat. Hasil pemeriksaan tersebut, menyatakan sebanyak 26 orang diantaranya positif.

" Positf ratenya mencapai 56.60 persen,"kata Eni.

Untuk memastikan penanganan terhadap klaster pesantren di Kecamatan Gempol tersebut. Pihaknya kembali melakukan dua kali pemeriksaan tes PCR, yaitu pada 25 Desember dan 28 Desember 2020.

Pada 25 Desember, satgas melakukan tes kepada 457 sampel. Dari jumlah tersebut, didapati sebanyak 120 diantaranya, dinyatakan positif.

Sedangkan pada 28 Desember 2020, dilakukan tes kepada 272 sampel. Pada pemeriksaan kali ini, didapati sebanyak 17 orang dinyatakan positif.

Selain melakukan tracing dan tes PCR untuk santri yang kontak erat, Satgas juga sudah melakukan pengobatan kepada sejumlah santri yang terkonfirmasi positif. 

"Kami juga sudah arahkan para santri yang negatif dipulangkan dan yang positif, untuk isolasi mandiri. Kami juga bantu dalam hal kebutuhan obat-obatan dan vitamin," ujar Eni.

Untuk saat ini, wilayah pondok pesantren, diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan juga pembagian alat pendukung protokol kesehatan, seperti masker. (nisa)

Share:

Sabtu, 26 Desember 2020

Geger, Teriak Minta Tolong, Ternyata Rumah Warga Kebakaran

FOKUS CIREBON, (FC) - Teriakan minta tolong keluar dari salah satu rumah warga. Membuat suasana pada pukul 09.00 WIB pagi, Sabtu (26/12/2020) mendadak geger. 


Tenyata penghuni rumah tengah meminta tolong akibat rumahnya terbakar. Warga pun dengan peralatan seadanya segera memberikan bantuan. Karena dikhawatirkan api semakin membesar, Pemadam kebakaran pun dikontak dan tak berselang lama kendaran pemadam tiba dan langsung berjibaku memadamkan api, hingga api yang semula membesar dapat dijinakan.

Rumah yang terbakar, diketahui milik Yono, anggota Sat Pol PP Kota Cirebon. Api diduga dari kosleting llistrik. Kebakaran sendiri diketahui setelah ada teriakan meminta tolong, dan warga yang mendengar teriakan tersebut langsung memberikan bantuan dan segera memberikan pertolongan dengan  memadamkan api dengan peralatan seadanya. 

Saat terjadi peristiwa kebakaran, pemilik rumah tengah berbaring sakit dan di rawat di rumah sakit, di rumah yang terbakar cuma ada anak dan menantunya. 


"Kerugian ditaksir puluhan juta, namun tidak ada korban jiwa. Peristiwa ini sudah ditangani Polsek Talun," terang warga di TKP.

Sementara itu, terbakarnya rumah warga ini berlokasi di Jalan Raya Albasia, Perumahan Bumi Arum Sari, Desa Cirebon Girang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. (bam)
Share:

Tahun ini, BAZNAS Kabupaten Cirebon, Salurkan Bantuan Sebesar 19 Milyar

FOKUS CIREBON, (FC) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cirebon, sudah menyalurkan bantuan sebesar Rp 19 Milyar pada tahun ini. Bantuan tersebut, diterima oleh lebih dari 81ribu warga.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Cirebon. Karena menurut Imron, Baznas sangat membantu dan mendukung terlaksananya program pemerintah kabupaten.

"Kalau tidak ada BAZ, kami cukup kewalahan," ujar Imron di Pendopo Bupati Cirebon, Sabtu 26 Desember 2020.

Dalam jangka waktu satu tahun ini, BAZNAS Kabupaten Cirebon, sudah mendistribusikan bantuan sebesar Rp 19 Milyar. Bantuan tersebut, diterima oleh 81ribu lebih warga Kabupaten Cirebon.

Imron menuturkan, berdasarkan data dari Dinas Sosial, terdapat 9.500 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Cirebon, yang perlu mendapatkan bantuan.

Melaui program dari BAZNAS Kabupaten Cirebon inilah, ratusan Rutilahu di Kabupaten Cirebon sudah berhasil diperbaiki. 

Ia mengungkapkan, bahwa untuk mendapatkan bantuan dari anggaran pemerintah, harus melalui proses yang cukup berliku. Untuk bisa mendapatkan bantuan tahun sekarang, maka harus diusulkan pada bulan Januari sampai Agustus pada tahun sebelumnya.

"Kalau diajukannya Oktober - Desember, anggarannya baru bisa didapatkan dua tahun kemudian," kata Imron.

Sehingga, dukungan dari BAZNAS ini, merupakan salah satu cara cepat untuk bisa merealisasikan kebutuhan warga, terutama yang mendesak.

Sehingga, Imron juga mendorong kepada masyarakat yang memiliki rezeki lebih, untuk bisa menyalurkannya melalui BAZNAS Kabupaten Cirebon.

Ketua BAZNAS Kabupaten Cirebon Budiman Mahfud menuturkan, bantuan yang disalurkan oleh BAZNAS juga, tidak lepas dari peran Bupati Cirebon.

Karena menurut Mahfud, besarnya dana yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Cirebon, terjadi pasca adanya intruksi yang dikeluarkan oleh Bupati kepada seluruh ASN Kabupaten Cirebon. 

"Pak Bupati mengintruksikan kepada seluruh ASN, untuk menyalurkan infaknya melalui BAZNAS Kabupaten Cirebon," ujar Mahfud.

Dari total sebanyak 13ribu ASN di Kabupaten Cirebon, Mahfud menyebutkan, bahwa sekitar 90 persen diantaranya, sudah menyalurkan infaknya melalui BAZNAS Kabupaten Cirebon.

Para ASN tersebut, setiap bulannya menyalurkan infak sebesar Rp 100ribu. Sehingga menurut Mahfud, dana yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Cirebon setiap bulannya, mencapai Rp 1 Milyar lebih.

"Semoga, kami juga menyalurkan lebih banyak lagi," kata Mahfud.

Pada kesempatan tersebut, Baznas juga menyalurkan bantuan untuk 31 lembaga, satu pondok pesantren, 8 rutilahu, dua pengobatan dan satu beasiswa. Total keseluruhan bantuan yang diberikan hari ini, yaitu Rp 623juta. (din)

Share:

Jumat, 25 Desember 2020

Mahasiswa BBC Turut Edukasi Warga dalam Pelaksanaan Protokol Kesehatan

FOKUS CIREBON, (FC) - Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC) turut serta mengedukasi warga dalam pelaksanaan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker. Jum’at, (25/12/2020)

Kegiatan yang berlangsung di depan kantor kelurahan Desa Buntet selepas shalat Jum’at itu merupakan salah satu agenda Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Dari Rumah (DR) yang mengangkat tema ““Membangun Desa Era Tatanan Hidup Baru Berbasis Information society”.

Salah satu mahasiswa KPM-DR, Siti Qoriyah mengatakan, pembagian masker ini adalah sebuah upaya untuk mendukung program pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan. 

"Karena salah satu program kerja KPM-DR kita adalah penanggulangan penyebaran Covid-19, makanya kita hari ini membagikan masker,”. Katanya.

H. Asep, Salah seorang warga Buntet mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kegiatan mahasiswa tersebut. 

“Terimakasih atas pembagian maskernya, kegiatan seperti ini membantu masyarakat, terutama dalam mengingatkan kembali pentingnya mematuhi protokol kesehatan", Tuturnya.

Selain dengan membagikan masker, para mahasiswa juga aktif menyebarkan informasi dan edukasi tentang Covid-19 melalui media Youtube, dan Media Sosial lainnya seperti Facebook, twitter, dan instagram. (Fas)

Share:

Rabu, 23 Desember 2020

Bupati Cirebon Lakukan Monitoring Pelaksanaan Natal secara Virtual

FOKUS CIREBON, (FC) - Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Natal disejumlah gereja di Kabupaten Cirebon, Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag bersama Forkopimda, melakukan monitoring secara virtual.

Bupati dan Forkopimda,  melakukan teleconference dengan tiga gereja di Kabupaten Cirebon. Teleconference dilakukan dengan pengurus gereja dan jemaat, yang usai melaksanakan kebaktian misa.

Imron mengaku cukup prihatin, dengan perayaan natal pada tahun ini, karena dilaksanakan dalam kondisi pandemi covid 19.

Namun ia berharap, kondisi tersebut tidak mengurangi sedikitpun kesakralan maupun kehidmatan dalam melaksanaan perayaannya.

"Kami memohon juga kepada jemaat, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Imron.

Imron juga mengungkapkan, bahwa angka penyebaran covid 19 di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 200 orang meninggal dunia dan 821 orang masih dalam perawatan rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Kondisi tersebut, membuat sejumlah gereja terpaksa melaksanakan kegiatan ibadah secara virtual atau dengan jumlah jemaat yang terbatas.

"Hal itu semua, demi untuk mencegah terjadinya penyebaran covid 19," kata Imron.

Namun menurut Imron, virus covid 19 juga menyadarkan kita semua, bahwa kita semua ini adalah manusia yang sama, walaupun berbeda suku, ras dan agamanya. Karena virus ini menyerang siapapun.

Oleh karena itu, Imron mengharapkan kerjasama seluruh pihak, untuk bisa bersama-sama dalam menanggulangi pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun ini.

"Kita harus bergandengan tangan. Dan situasi ini, menyadarkan kita semua, bahwa kita saling membutuhkan satu dengan lainnya," kata Imron.

Tidak lupa, Imron juga mengucapkan selamat natal dan tahun baru untuk seluruh warga Kabupaten Cirebon yang merayakannya. 

Ia berharap, tahun baru nanti, bisa diberikan keberkahan dan kedamaian, serta dihilangkannya virus covid 19 dari muka bumi.

"Semoga kita menghadapi situasi yang sulit ini, dengan keyakinan dan kedamaian, serta dipenuhi oleh kekuatan cinta," kata Imron. (Nur)

Share:

Selasa, 22 Desember 2020

Dirjen Dikti Kemenag RI Isi Kegiatan Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Lingkungan IAIN SNJ Cirebon

FOKUS CIREBON, (FC) - Prof Dr Suyitno M.Ag (Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI), mengisi kegiatan Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di lingkungan IAIN SNJ Cirebon, Selasa (22/12/2020) di Aula Rektorat, Lantai 3, kampus setempat.


Kegiatan yang dihadiri seluruh pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, mengusung tema 'Mewujudkan Perguruan Tinggi Islam yang Unggul dan Terkemuka di Era 4.0.

Dalam pemaparannya, Prof Dr Suyitno M.A menyampaikan bahwa tugas Kementerian itu memfasilitasi. Memfasilitasi ini adalah bentuk pelayanan yang harus diberikan berdasarkan tugas dan tanggungjawabnya.

Prof Dr Suyitno M.A juga menjelaskan, bahwa tantangan pengembangan pendidikan tinggi islam itu pertama modernitas kelembagaan, kemudian peningkatan mutu pendidikan, lalu penciptaan lulusan berkualitas dan berikutnya pengembangan pemikiran islam.

Pada peningkatan mutu kelembagaan itu, jelasnya,  meningkatkan mutu dan memperkuat kelembagaan pendidikan tinggi islam yang terbuka, modern, empiris-kontekstual dan proaktif. 

Sementara penciptaan lulusan berkualitas yakni melahirkan lulusan lulusan berkualitas, berdaya saing, menguasai IPTEK dengan tetap merujuk pada nilai-nilai islam. 

Sedang modernitas kelembagaan, berkembang menjadi institusi modern, namun tetap dapat memperkuat akar dan tradisi islam. 

Sementara itu, Rektor IAIN SNJ Cirebon dalam sambutannya menyampaikan, bahwa progres profil IAIN PTKIN di wilayah Jawa Barat bagian timur, oleh karena itu dari sisi biografis adalah IAIN yang menjadi pilihan daerah di sekitar kita, untuk itu animo masyarakat sangat tinggi dari tahun ke tahun, penghargaan dari SPAN PTKIN dari seluruh IAIN di Indonesia.

Demikian juga dilihat dari kacamata sejarah, IAIN sebagai lembaga pendidikan agama islam, pada tahun 60 an didirikan oleh para ulama di Cirebon.

Kemudian IAIN berdiri dari kebijakan pemerintah yang kemudian ditarik ke provinsi, yaitu di Bandung. "Jadi di Cirebion hanya fakultas tarbiyah bagian dari IAIN Bandung," paparnya

Setelah itu, pada tahun 1997 kata Sumanta, pihaknya mendapatkan kebijakan top-down dan fakultas itu ditransformasi menjadi STAIN Cirebon, karena nama Sunan Gunungjati sudah diambil Bandung.

Sehingga pada tahun 2007 itu, mencari nama, dan hasil sarasehan dari para ulama kemudian diusulkan nama Syekh Dahtul Kahfi atau Syekh Nurjati oleh KH Aqil Siraj dan kemudian oleh Suryadarma Ali diresmikan.

"Kita sudah 10 tahun bersama IAIN, dan kemudian IAIN juga sudah  persentasi menjadi UIN. IAIN Cirebon telah memenuhi sesuai PMA No 20 tahun 2020," terangnya. (din)
Share:

Senin, 21 Desember 2020

13 Pegawai ASN Dilantik Pejabat Fungsional, Ini Pesan Rektor IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON, (FC) - Sebanya 13 pegawai dari jabatan administrator dan pengawas dilantik dan  diambil sumpahnya pada kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat fungsional melalui mekanisme penyetaraan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (21/12/2020).


Dari 13 pegawai yang dilantik, terdapat 4 perempuan dan 9 pria. 

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag membacakan naskah pelantikan. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatangan fakta integritas. Kemudian dilanjutkan penyerahan petikan putusan Menteri Agama kepada salah satu pegawai ASN yang dilantik.

Dalam amanatnya, Sumanta mengatakan, bahwa penyetaraan jabatan ini tidak dapat dipisahkan dari tanggungjawab sebagai abdi negara yang selalu siap menjalankan tugas.

Sumanta juga berharap semua tetap pada posisi mengabdi dan menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi pada jabatan yang baru, tentu dituntut mampu menata dan bekerja penuh karya. 

Kita juga harus pada posisi integritas, dimana kita harus jujur, harus loyal kepada negara, kepada pimpinan dan harus dijalankan pada prilaku kita dengan penuh tanggungjawab.

"Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kepada kita kekuatan sehingga kita dapat melaksanakan amanah ini dengan sabaik mungkin," ujarnya.

Saat dihubungi, salah satu pegawai ASN yang dilantik Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), H.Mohammad Arifin mengatakan, kinerja pegawai akan lebih terarah setelah ada perubahan. Jabatan Arifin tadinya merupakan Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Cirebon.

“Berbagai program yang telah dicanangkan dapat tercapai dengan maksimal. Dengan pelantikan ini tentunya kami akan bekerja dengan lebih baik demi kemajuan kampus dan sesuai regulasi. Program yang telah disusun pun akan kami kerjakan dengan baik demi tercapainya hasil yang maksimal,” tandasnya.


Sementara itu, kegiatan pelantikan diselenggarakan di Aula Rektorat Lantai 3. Sejumlah pejabat dilibatkan, termasuk saksi, rohaniawan dan tamu undangan. (din)
Share:

Sabtu, 19 Desember 2020

Ketua SEMA IAIN Cirebon Terpilih Sebagai Koordinator Pusat Senat Mahasiswa PTKIN se-INDONESIA

SAMARINDA (FC) -  Kabar gembira datang dari kota Samarinda. Rohmawan, Ketua Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon terpilih sebagai Koordinator Pusat pada Forum SEMA PTKIN se-Indonesia.

Terpilihnya Rohmawan ini atas hasil musyawarah Silaturrahmi Nasional (SILATNAS) yang digelar selama empat hari, dari 17-20 Desember 2020 di IAIN Samarinda dan dihadiri sebanyak 20 SEMA PTKIN se-Indonesia.

Usai terpilih, Rohmawan berharap "Forum Senat Mahasiswa PTKIN Se-Indonesia ini dapat dimaksimalkan perannya dalam rangka mewadahi SDM unggul Senator Muda yang ada dilingkungan PTKIN dan mampu bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan tujuan bersama Forum tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh Mahasiswa PTKIN khususnya dan Mahasiswa Se-Indonesia umumnya.

Sementara harapan Rahmiyati, Ketua SEMA IAIN Samarinda, Forum SEMA ini kedepannya tetap solid dan selalu aktif dalam gerakan dan mengawal kebijakan di lingkungan PTKIN se-Indonesia serta kebijakan pada pemerintah di daerah maupun pusat. 

Sementara itu, kegiatan Silaturrahmi Nasional (SILATNAS) Senat Mahasiswa PTKIN se-Indonesia Ke 2 yang digelar oleh IAIN Samarinda, dibuka oleh Rektor IAIN Samarinda Prof. Dr. H. M. Ilyasin, M. Pd, Kamis (17/12/2020) dan dihadiri oleh para pimpinan lembaga IAIN Samarinda.

Rektor IAIN Samarinda menyambut  hangat para peserta SILATNAS SEMA PTKIN se-Indonesia. Dirinya mengenalkan bahwa IAIN Samarinda adalah representasi dari 2 provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sebab IAIN Samarinda ialah satu-satunya kampus PTKIN di wilayah ini yang akan segera bertransformasi menjadi UIN.

Forum Silaturrahmi Nasional SEMA kali ini mengambil momentum yang tepat. Disaat maraknya isu intoleransi, radikalisme dan lain sebagainya di luar sana, SEMA PTKIN mengangkat sebuah tema tentang moderasi beragama yang diharapkan mampu untuk menangkal isu-isu yang ada di Indonesia ini.

Rangkaian acara yang dilaksanakan berupa Seminar Nasional yang bertemakan "Integritas Senat Mahasiswa Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Lingkungan PTKIN", yang di isi oleh 2 narasumber yaitu Dr. Ruchman Basori M. Pd selaku Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Dirjen Pendis Kementrian Keagamaan, dan Dr. KH. Moh. Mahrus, S. Ag, M. Hi selaku Wakil Dekan 1 FEBI IAIN Samarinda.

Selanjutnya agenda kegiatan SILATNAS ini merumuskan mengenai AD/ART, pemilihan Koordinator Pusat dan Penentuan tuan rumah RAKERNAS selanjutnya.

Setelah menetapkan AD/ART yang diharapkan nantinya akan menjadi sebuah wadah yang sangat penting untuk membicarakan perihal kemahasiswaan di lingkungan PTKIN se-Indonesia.

Pada akhir persidangan menetapkan UIN Sultan Thaha Saefuddin Jambi menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional pada bulan 3 mendatang.

Agenda SILATNAS SEMA PTKIN ini ditutup oleh Dr. H. M. Abzar D., M.Ag pada sabtu sore di Auditorium 22 Dzulhijah. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada peserta atas partisipasinya untuk mengikuti agenda SILATNAS ini di IAIN Samarinda. (din)

Share:

Kabupaten Cirebon Raih Predikat Pemda Sangat Inovatif dari Kemendagri

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) - Pemerintah Kabupaten Cirebon mendapatkan predikat Pemerintah Daerah sangat inovatif dari Balai Penelitian Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri.

Predikat tersebut diberikan kepada Kabupaten Cirebon, dalam acara penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2020 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat 18 Desember, kemarin.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa Kabupaten Cirebon meraih indeks inovasi daerah sebesar 3.145, dengan jumlah total sebanyak 185 inovasi.

"Dengan rincian inovasi inisiatif 53, uji coba 71 dan penerapan sebanyak 61 inovasi," kata Imron, Sabtu 19 Desember 2020.

Imron menyebutkan, ada lima inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang mendapatkan penilaian indeks tertinggi, yaitu inovasi sistem pelayanan perizinan terpadu online DPMPTSP dan sistem informasi peresapan obat elektronik di RSUD Waled.

Sedangkan tiga lainnya, yaitu sistem informasi rekonsiliasi online (SIRAOS)-BAKD serta pendataan dan pengukuran tanah aset pemda dan updating database pertanahan yang dilakukan oleh Diskimrum.

"Yang mendapat nilai tinggi juga, yaitu Sistem Informasi Terpadu Kependudukan (Sintren), yang dilakukan  oleh Disdukcapil," kata Imron.

Imron mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut, Kemendagri memberikan penghargaan terhadap pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dengan dua kategori, yaitu terinovatif dan sangat inovatif.

Untuk penghargaan kategori terinovatif, diberikan kepada 10 Kabupaten/kota dan penghargaan kategori sangat inovatif, yang diberikan kepada 55 Kabupaten/Kota Se-Indonesia, termasuk didalamnya Kabupaten Cirebon.

Penghargaan ini ujar Imron, merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah, untuk memotivasi perbaikan penyelenggaraan pelayanan, yang menjadi kewenangan daerah.

"Saya ucapkan terima kasih, kepada OPD yang sudah melakukan inovasi dan semoga ini juga bisa memotivasi OPD lain untuk berinovasi," ujar Imron. (din)




 

Share:

Rabu, 16 Desember 2020

Pemkab Cirebon Terima Bantuan Empat Ventilator

FOKUS CIREBON, (FC) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, mendapatkan bantuan empat buah ventilator dari PT Dharma Group. Ventilator ini, nantinya akan digunakan, untuk mendukung penanganan pasien covid 19.

Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai menuturkan, bahwa Pemkab Cirebon mengucapkan terima kasih, atas bantuan empat ventilator ini.

Menurutnya, ventilator merupakan salah satu alat yang sangat dibutuhkan di rumah sakit. Apalagi, saat ini sedang terjadi pandemi covid 19, sehingga kebutuhan ventilator sangat terasa.

"Karena setiap hari, ventilator di rumah sakit,  ada saja yang membutuhkan," kata Hilmy, Rabu 16 Desember 2020.

Adanya ventilator ini, ujar Hilmy, sangat membantu penanganan pasien yang sedang dalam kondisi kritis, terutama untuk pasien covid 19. Rencananya, empat ventilator ini, akan digunakan untuk dua rumah sakit daerah, yaitu RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan, bahwa adanya bantuan empat ventilator ini, membuat jumlah ventilator di rumah sakit daerah menjadi bertambah.

Sebelumnya, RSUD Waled sudah memiliki lima ventilator. Sedangkan di RSUD Arjawinangun, sudah memiliki sebanyak dua ventilator.

" Dua rumah sakit tersebut, masing-masing akan menerima dua ventilator," kata Eni.

Sehingga dengan adanya bantuan ini, jumlah ventilator di RSUD Waled berjumlah 7 buah. Sedangkan di RSUD Arjawinangun berjumlah 4 buah.

Eni juga mengungkapkan, ventilator merupakan salah satu alat vital yang sangat dibutuhkan di rumah sakit. Apalagi, dengan adanya pandemi sekarang ini, ventilator yang ada, sering digunakan semuanya.

"Di RSUD Waled, lima ventilator pernah digunakan semua. Sehingga adanya bantuan ventilator ini, bisa untuk jaga-jaga," kata Eni.

Walaupun mendapatkan bantuan empat ventilator, Eni berharap alat ini tidak sampai digunakan.

Sementara itu, Direksi PT Dharma Group Irianto Santoso mengatakan, bahwa empat ventilator yang diberikan untuk Pemkab Cirebon, yaitu jenis Dharcov 23s. Dharcov sendiri diambil dari (Dharma Covid).

Irianto mengungkapkan, sebenarnya perusahaannya itu, lebih berpengalaman dalam hal mesin otomotif. Namun atas permintaan presiden, mereka berupaya untuk membantu mencipatkan alat kesehatan.

"Karena saat pandemi ini, alat kesehatan memang sulit dicari. Apalagi ventilator, yang kebanyakan masih impor," ujar Irianto.

Usaha yang dilakukannya akhirnya berhasil. Dimulai pada Maret 2020 lalu, perusahaan ini akhirnya bisa menciptakan ventilator pada bulan Mei. Sedangkan izin edarnya baru bisa keluar pada Juni lalu.

Sudah sekitar 100 buah ventilator yang mereka distribusikan kesejumlah rumah sakit di Indonesia. Irianto mengungkapkan, bahwa pembuatan ventilator ini, memang benar-benar bertujuan untuk membantu pemerintah

Sehingga pihaknya tidak mengkomersialkan. Walaupun ia juga mengakui, ada sejumlah perusahaan yang membeli ventilator buatannya.

"Tapi, itu juga untuk bantuan ke sejumlah rumah sakit," kata Irianto. (Nur)

Share:

Selasa, 15 Desember 2020

Hasil Swab Ketiga, Bupati Cirebon Dinyatakan Negatif Covid 19

 

Prosesi Swab ke tiga, hasilnya Bupati Cirebon negatif covid 19.


FOKUS CIREBON, (FC) - Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, dinyatakan negatif covid 19, usai menjalani uji swab yang ketiga kalinya. 

Sebelumnya, Imron juga pernah menjalani uji swab dua kali. Namun dari keduanya, hasilnya dinyatakan positif covid 19.

Saat dihubungi melalui panggilan video, Imron mengungkapkan, bahwa dirinya sudah menjalani swab yang dilakukan oleh tim kesehatan dari RSUD Arjawinangun Cirebon. 

"Hari ini sudah di swab, alhamdulillah hasilnya negatif," ujar Imron, Selasa 15 Desember 2020.

Walaupun sudah dinyatakan negatif, namun Imron belum bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Atas anjuran dari tim kesehatan, ia akan menjalani uji swab selanjutnya. 

Rencananya, Imron akan menjalani swab yang keempat kalinya besok. Jika hasilnya negatif, maka Imron sudah dinyatakan benar-benar sembuh dari virus asal Tiongkok itu. 

"Kata dokter, hasil negatifnya harus dua kali. Jadi, besok akan dilakukan swab lagi," katanya. 

Imron juga mengungkapkan, bahwa kondisi fisiknya saat ini cukup baik. Bahkan karena rutin berolahraga, berat badannya turun hingga dua kilogram.

Selain itu, kolesterol yang sempat dihawatirkan oleh tim dokter, juga sudah dinyatakan normal. Hingga hari ini, Imron sudah menjalani isolasi mandiri 15 hari lamanya. 

"Saya isolasi mulai tanggal 1 (Desember). Jadi, sudah sekitar 15 hari," ujar Imron. 

Untuk kedepannya, ia memastikan akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, ia juga akan lebih menjaga lagi ketika bertemu dengan para tamu. (Nur)

Share:

Senin, 14 Desember 2020

Sejumlah Anggota Dewan Terkonfirmasi Positif Covid 19, Kantor DPRD Kabupaten Cirebon Lockddown 4 Hari

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, terpaksa harus dilakukan lockdown selama 4 hari.


FOKUS CIREBON, (FC) -  Pasca diketahui adanya anggota dewan dan jajaran lainnya yang terkonfirmasi positif covid 19, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, terpaksa harus dilakukan lockdown selama empat hari.

Kabag Humas Pemkab Cirebon, Nanan Abdul Manan mengatakan, bahwa Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, dilakukan lockdown mulai dari 12 - 15 Desember 2020.

"Keputusan tersebut, berdasarkan rapat pimpinan dewan," ujar Nanan

Diketahuinya sejumlah anggota dewan dan jajarannya terkonfirmasi covid 19, yaitu setelah Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Kabupaten Cirebon, melakukan tes swab kepada seluruh anggota dewan dan jajarannya, yang bertugas di DPRD Kabupaten Cirebon, pada 8 dan 10 Desember 2020 kemarin.

Selama dilakukan lockdown, sejumlah anggota dewan dan jajaran lainnya, akan diberlakukan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO). 

"Ada beberapa kegiatan yang masih dilakukan di kantor, tapi sangat dijaga protokol kesehatannya," kata Nanan.

Masih adanya aktivitas di kantor, dikarenakan masih banyaknya agenda yang harus dilakukan oleh DPRD Kabupaten Cirebon, pada akhir tahun ini. Salah satunya, yaitu pembahasan mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Cirebon, tahun 2021.

Untuk saat ini, pembahasan RAPBD, masih dalam tahap evaluasi gubernur. Jika evaluasi dari gubernur sudah selesai, maka anggota dewan akan melakukan penyempurnaan hasil evaluasi gubernur.

"Hal tersebut sangat penting untuk segera diselesaikan. Kalau aktivitas di DPRD berhenti total, maka nantinya bisa menghambat penetapan APBD 2021," ujar Nanan.

Share:

Jumat, 11 Desember 2020

Di Swab Kedua, Bupati Cirebon Masuk Level Aman

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) - Pasca terkonfirmasi covid 19 sepuluh hari yang lalu, Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, menjalani uji swab yang kedua, untuk mengetahui kondisi kesehatnnya saat ini. 

Hasil yang didapatkan dari uji swab tersebut, Bupati Cirebon masih dinyatakan positif covid 19. Namun, kondisinya sudah bertambah membaik. 

Imron menuturkan, berdasarkan pernyataan tim dokter yang melakukan uji swab, saat ini dirinya berada di level 33-34.

"Level tersebut sudah aman, karena menuju sembuh. Beberapa hari lagi juga sembuh," ujar Imron, Jumat 11 Desember 2020.

Oleh karena itu, Imron juga tetap meminta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk kesembuhannya. 

Selama masa isolasi, Imron mengaku tidak merasakan gejala apapun. Pasca terkonfirmasi covid 19, ia langsung mendapatkan arahan dari tim dokter, untuk segala aktivitas yang dilakukan. 

Sehingga saat menjalankan isolasi, Imron tetap menjaga kebugaran badannya, dengan ruti melakukan olahraga. 

"Saat isolasi, saya isi kegiatannya untuk olahraga, baca qur'an dan buku," ujarnya. 

Selain itu, Imron juga menyarankan kepada warga yang sedang menjalani isolasi, agar memiliki optimisme untuk sembuh. Karena menurutnya, suasana hati yang optimis, sangat berpengaruh untuk pemulihan kesehatan. 

Imron juga kembali mengingatkan kepada warga Kabupaten Cirebon, untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Terutama menerapkan Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker (3M). 

Mantan Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon ini juga, meminta kepada satgas covid 19 Kabupaten Cirebon, untuk terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, terkait covid 19. Karena ia melihat, cukup banyak masyarakat yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan. 

"Agar pandemi covid 19 cepat selesai, harus ada kesadaran masyarakatnya," ujarnya. (Olan)

Share:

Pembebasan Tanah Seluas 8.540 Meter Persegi untuk Pengembangan Fakultas Hukum dan Syariah

Penandatanganan SPH


FOKUS CIREBON, (FC) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus melakukan transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Kali ini, IAIN Cirebon melakukan pembebasan nanah milik dua warga di Kelurahan Karyamulya, seluas 8.540 meter persegi. Tanah tersebut milik dua warga bernama Hj.Mimin dan H.Hanan. 

Pembebasan tanah tersebut secara resmi dilakukan dalam penandatanganan Surat Pelepasan Hak (SPH) dari pemilik tanah kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon di hadapan pejabat Notaris/PPAT Lia Amalia di lantai 2 Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jumat (11/12/2020).

Ketua Tim Rektor untuk Percepatan Pembangunan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Sugianto mengatakan, penandatanganan SPH atas tanah dari pemilik telah disepakati kedua belah pihak dengan skala kecil. 

Menurutnya, berdasarkan UU No 22 Tahun 2012 dan Keppres No 74 Tahun 2012, pelaksanaan skala kecil bisa dilaksanakan langsung oleh instansi yang memerlukan.

“Tentunya pada hari ini kami melakukan tahapan- tahapan dari bulan April hingga saat ini. Tadi sudah dilaksanakan tahapan penandatanganan pelepasan hak tanah di hadapan notaris. Pemilik tanah juga hadir dan tanda tangan sudah dilaksanakan secara baik sesuai aturan,” kata Sugianto.

Sugianto menambahkan, setelah penandatanganan SPH ini, tahapan selanjutnya yakni proses pelepasan pengurusan serifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Menurutnya, seluruh tanah pemilik berada di Kelurahan Karyamulya seluas total 8.540 meter persegi.

“Itu artinya sertifikat sudah dialihkan kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” katanya.


Sugianto juga mengatakan, tanah di Kelurahan Karyamulya ini rencananya akan dibangun tempat untuk kegiatan kampus. Sebab menurutnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon sedang melakukan transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. “Nanti ada pengembangan untuk Fakultas Syariah dan Fakultas Hukum,” ujarnya. (din)

Share:

Menyambut UIN, IAIN Cirebon Siap Bangun Gedung 3 Fakultas


FOKUS IREBON, FC- Menyembut Universitas Islam Negeri (UIN), tanah seluas 8.450 persegi milik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon yang berlokasi di Jalan Kandangprau, Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon diproyeksikan untuk 3 fakultas.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, ketiga fakultas tersebut yakni, Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.

Namun, kata dia, nampaknya pembangunan tersebut baru dapat dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang. Pasalnya, di tahun 2021 ini sejumlah anggaran masih terdampat refocussing untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga kita bisa berkarya,” ujarnya. (Nur)

Share:

Selasa, 08 Desember 2020

FUAD IAIN Cirebon Gelar Seminar Nasional Tentang "Ngaji Manuskrip Cirebon"

FOKUS CIREBON, (FC) - Laboratorium Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar Seminar Nasional.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu mengusung tema “Ngaji Manuskrip Cirebon Terkait Al-Qur’an, Tafsir, dan Hadis,” Senin, (7/12/2020).

Dr. H. Hajam, M.Ag, Selaku Dekan Fuad mengatakan dalam sambutannya, kajian ini merupakan kajian yang langka dan pertama kali dilakukan. 

“Harapannya semoga kajian ini menjadi rutin guna mengenai kajian-kajian naskah berupa naskah keagamaan, tasawuf, tafsir,  hadis, fiqih, nahwu, dan lain sebagainya,” kata Hajam. 

Ia menambahkan, Mudah-mudahan setelah kajian ini tetap berlanjut secara rutin, karena ini urgent berkaitannya dengan distensi keilmuan FUAD yaitu salah satunya mengkaji naskah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Dr. Hartati, MA mengaku, Seminar ini berawal dari perbincangan antara Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Hadis (ILHA) yang kemudian ditindaklanjuti. 

“Tujuan diadakan kegiatan ini untuk membekali mahasiswa  dan IAT untuk proposal baik proposal skripsi ataupun penelitian lainnya,” katanya. 

Ia berharap kajian ini dapat membantu pemerintah terutama Kemenag dalam wilayah kajian manuskrip terkait sumber data manuskrip di Cirebon.

M. Mukhtar Zaedin, selaku Narasumber menyampaikan, Manuskrip atau naskah kuno merupakan sumber informasi yang paling otentik pada masanya. 

“Ada dua aliran naskah kuno yaitu aliran pesantren dan aliran keraton. Tempat penulisan naskah terjadi hanya di dua tempat itu sebagai pusat pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, naskah itu hal yang amat penting sehingga perlu konservasi dan pemanfaatan.  Pemanfaatan yang paling utama adalah kajian.

“Saya menyambut baik Tafsir Hadis melakukan kajian terhadap naskah yang secara tidak langsung telah masuk dalam konservasi naskah kuno,” ujar Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon itu.

Dalam pemaparannya, ia berhasil mengidentifikasi naskah yang ada di Cirebon selama 20 tahun, kurang lebih ada 600 naskah kuno, di mana diklasifikasikan mengenai mushaf kurang lebih 20 naskah, naskah mengenai tafsir 2, dan hadis sampai hari ini belum menemukan.

“Naskah di Cirebon yang saya jumpai memakai 4 aksara, di antaranya aksara Arab,  Cacarakan,  aksara pegon serta aksara latin,” tandasnya.

Share:

Guru Besar di IAIN SNJ Cirebon Kembali Bertambah

 

Prof Dr H E Sugianto SH MH, guru besar di bidang Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah, IAIN SNJ Cirebon.


FOKUSCIREBON, (FC) - Kabar gembira datang dari kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, di mana saat ini memiliki guru besar baru di bidang Ilmu Hukum konsentrasi Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah. Dia adalah Prof Dr H E Sugianto SH MH.

Menurut informasi yang dihimpun, Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Sugianto telah ditetapkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Hukum tersebut terhitung sejak 1 November 2020 dengan angka kredit 894.

Dalam SK bernomor 117754/MPK/KP/2020 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen Menteri Pendidikan dan kebudayaan tersebut pun disebutkan, unit kerja Prof Sugianto di Kementerian Agama pada IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Alhamdulillah, tinggal menunggu pengukuhan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon saja dan waktunya kita masih menunggu,” kata Prof Sugianto, Selasa (8/12/2020).

Diketahui, dengan ditetapkanya Prof Sugianto sebagai guru besar, maka saat ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki 11 guru besar.

Untuk itu, menurut Prof Sugianto, penambahan jumlah guru besar tersebut tentu dapat menunjang dan mendorong rencana transformasi lembaga dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) yang ditargetkan dapat terwujud di tahun 2021 mendatang.

Terlebih, imbuh dia, guru besar di bidang Ilmu Hukum yang konsentrasinya Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah yang disandangnya, merupakan satu-satunya di wilayah III Cirebon.

“Tentu sangat berkontribusi besar terhadap rencana transformasi tersebut (IAIN menjadi UIN). Dengan adanya penambahan ini pasti berdampak pada penguatan transformasi dari IAIN ke UIN,” jelasnya.

Prof Sugianto mengungkapkan, saat ini IAIN Syekh Nirjati Cirebon telah membuka Program Magister (S2) Studi Perdata Islam (Akhwal Syakhshiyyah). Sehingga, dengan dimilikinya guru besar di bidang Ilmu Hukum, maka kampus setempat dapat membuka program doktoral atau S3 di bidang tersebut.

Karena, lanjut dia, selain harus memenuhi unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dengan membuat jurnal internasional terindeks scopus, dan pengabdian kepada masyarakat, syarat untuk menjadi guru besar pun salah satunya harus mengajar dan menguji tugas akhir mahasiswa di jenjang S3, yaitu disertasi.

“Saat ini prodi Ilmu Hukum di IAIN Syekh Nurjati Cirebon baru sampai jenjang S2 dan untuk jenjang S3-nya sedang digagas. Apalagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini akan menjadi UIN, maka pengembangannya akan lebih luas,” papar Prof Sugianto.

Untuk itu, menurut dia, dengan rencana transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN, maka penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di kampus setempat menjadi keharusan.

"Secara pribadi saya merasa bangga dapat berkontribusi terhadap pengembangan kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Semoga ke depan guru besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini semakin bertambah dan transformasi menjadi UIN dapat segera terwujud,” tandasnya. (din)














Share:

Isi Waktu Isolasi, Bupati Manfaatkan Baca Al-Qur'an dan Buku

Bupati Cirebon, Drs H Imron,M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) - Di hari ke enam menjalani isolasi mandiri, kesehatan Bupati Cirebon Drs H Imron,M.Ag, pasca terkonfirmasi positif covid 19, semakin membaik dan stabil. Bupati mengisinya dengan baca Al Qur'an dan buku.

Imron menganggap, bahwa kondisinya saat ini, memiliki hikmah tersendiri. Diantaranya, yaitu bisa beristirahat dan bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya cukup tersita oleh kesibukannya sebagai bupati.

Saat dihubungi oleh sejumlah wartawan melalu video call, Imron menceritakan tentang aktivitas kesehariannya selama menjalani isolasi. Ia mengaku sudah memiliki jadwal rutin, yang dilaksanakan tiap hari.

"Diantaranya yaitu mengaji Al-Qur'an dan baca buku," kata Imron.

Dalam setiap hari, Imron bisa membaca Al-Qur'an hingga empat juz . Ada beberapa waktu yang ia gunakan untuk membaca Al-Qur'an dan diselingi aktivitas lainnya, seperti membaca buku, membaca koran dan olahraga.

Imron menuturkan, setiap harinya ia bangun pada pukul 04.00 untuk bersiap melakukan sholat subuh. Setelah salat subuh, Imron melanjutkan aktivitasnya dengan membaca Al-Qur'an.

" Habis ngaji, dilanjutkan baca koran dan olahraga selama dua jam," kata Imron.

Usai olahraga, mantan kemenag ini melanjutkan aktivitasnya dengan mandi dan dilanjutkan dengan melakukan sholat dhuha. Usai melaksanakan salat dhuha, Imron kembali membaca Al-Qur'an, dilanjutkan membaca buku dan nonton tv.

Imron menyebutkan, bahwa aktivitasnya tersebut, dilakukan secara berulang setiap harinya. Hanya diseling dengan salat dan istirahat. 

Ia mengungkapkan, bahwa kesehatannya selalu diperiksa setiap hari oleh tim kesehatan. Beberapa hal yang diperiksa, seperti darah, jantung, fisik dan kolesterol. Bahkan saat ini, kondisi kolesterolnya sudah normal.

"Sebelumnya kolesterolnya tinggi, sekarang sudah normal," ujar Imron.

Imron mengaku belum melakukan swab yang kedua, untuk mengetahui kondisi terbarunya, apakah masih positif atau sudah negatif covid 19. Karena berdasarkan saran dari tim kesehatan, swab akan dilaksanakan pada hari kesepuluh isolasi.

Salah satu hal yang membuat kondisinya saat ini tetap prima, yaitu rasa optimisnya untuk bisa sehat dari virus covid 19. Selain itu, ia terus memanfaatkan waktu isolasinya dengan sesuatu yang ia senangi.

"Jangan jenuh, tapi dinikmati. Isolasi ini juga, akhirnya membuat beberapa aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan secara rutin, bisa dilakukan rutin. Seperti baca Al-Qur'an dan buku," kata Imron.

Menanggapi terkait vaksin covid 19 yang diinformasikan sudah tiba di Indonesia, Imron masih menunggu keputusan dari provinsi. Salah satunya, terkait berapa jatah yang akan diberikan untuk Kabupaten Cirebon.

Jika sudah ada keputusan jumlah kuota vaksin untuk Kabupaten Cirebon, pihaknya akan meminta dinas kesehatan, untuk segera menjemput bola vaksin tersebut ke provinsi.

"Agar segera diberikan kepada masyarakat," ujar Imron.

Share:

Jumat, 04 Desember 2020

Ditengah Menjalani Isolasi Mandiri, Bupati Imron Pimpin Kabupaten Cirebon Secara Virtual

FOKUS CIREBON, (FC) - Tiga hari pasca positif Covid-19 Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag kini menjalani isolasi mandiri dan tetap menjalankan roda pemerintaha secara virtual. 

Mantan kepala Kemenag tersebut bahkan merasa sehat dan tanpa merasakan gejala apapun, ia berpesan agar masyarakat Kabupaten Cirebon membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan mentaati protocol Kesehatan.

“Cukuplah saya yang sudah merasakan terconfirmasi Covid-19 dan saya  berdoa dan memohon kepada Allah SWT, semoga tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Cirebon yang terconfirmasi COVID-19.” ungkapnya.

Imron meminta kepada kepala SKPD beserta seluruh jajaran aparatur pemerintah Kabupaten  Cirebon untuk tetap melayani masyarakat dengan baik dan dengan ketat menerapkan protocol Kesehatan dalam semua  pelayanan

“Terima kasih  yang setinggi-tinginya kepada  Tenaga Kesehatan, Satgas Covid 19 yang terus berupaya melayani masyarakat di dalam masa pandemic covid-19  ini,” ucapnya.

Imron menegaskan bahwa covid itu ada dan tidak terlihat, oleh karenanya pihaknya mengajak agar secara Bersama-sama bergandengan tangan untuk menang melawan covid-19, 

“Insya allah  Cirebon akan segera terbebas dari COVID-19.” tutupnya. (Yar)

Share:

Kamis, 03 Desember 2020

Kondisi Stabil, Bupati Cirebon Diizinkan Untuk Lakukan Isolasi Mandiri

FOKUS CIREBON, (FC) -Perkembangan kesehatan Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag, pasca diinformasikan terkonfirmasi positif covid 19 kemarin, dalam kondisi stabil.

Direktur Rumah Sakit Arjawinangun, dr Bambang Sumardi menuturkan, bahwa hasil pemeriksaan fisik, bupati dalam kondisi baik dan stabil.

Bahkan, hasil dua pemeriksaan yang dilakukan kemarin, yaitu rontgen Thorax dan CT Scan, juga tidak ditemukan masalah. Sehingga berdasarkan hasil tersebut, tim dokter mengizinkan bupati jika ingin melakukan isolasi mandiri.

" Jika Pak Bupati menginginkan untuk isolasi mandiri, kami izinkan. Karena kondisinya bagus dan stabil," ujar Bambang, Kamis 3 Desember 2020.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter, tidak ditemukan juga tanda-tanda pneumonia. Hanya saja, kolesterolnya cukup tinggi.

Bambang menambahkan, tim dokter hanya menyarankan kepada bupati, untuk lebih menjaga kondisi badan dan makanan yang cukup.

"Tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Bambang.

Sebelumnya diinformasikan, Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag terkonfirmasi positif covid 19. Bupati sempat mengalami demam, sebelum akhirnya berinisiatif untuk melakukan swab.

Imron mengaku, swab yang ia lakukan, merupakan swab yang kelima kalinya. Ia juga belum tahu darimana dirinya bisa terkonfirmasi positif covid 19, karena selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Mohon doanya saja, semoga saya cepat sembuh dan pandemi covid 19 ini cepat selesai," kata Imron. (Agus)

Share:

Rabu, 02 Desember 2020

Bupati Cirebon Terkonfirmasi Positif Covid 19

FOKUS CIREBON, (FC) - Bupati Cirebon Drs H. Imron, M.Ag terkonfirmasi positif covid 19.hal tersebut diketahui, setelah mantan Kemenag Kabupaten Cirebon itu, melakukan uji swab kemarin. 

Imron mengatakan, bahwa dirinya selalu menerapkan protokol kesehatan dan rutin melakukan tes swab. Menurutnya, ia sudah melakukan empat kali swab, untuk mengetahui kondisi kesehatannya itu. 

"Swab yang kelima kalinya, dilakukan selasa kemarin. Dan ternyata dinyatakan positif," ujar Imron. 

Sebelum dilakukan swab, Imron mengaku sempat mengalami gejala demam. Namun kondisi tersebut sudah membaik. Untuk lebih mengetahui kondisi kesehatannya, ia kemudian meminta untuk dilakukan swab oleh tim medis dan ternyata hasilnya positif. 

Menurut Imron, saat ini kondisinya cukup stabil dan masih bisa menjalankan aktivitasnya melalui daring. Sehingga ia memastikan, aktivitas kepemerintahan tidak terganggu. 

Untuk tindaklanjut dari kondisinya tersebut, Imron menuturkan, bahwa seluruh keluarga dan crew sudah dilakukan swab. 

Imron juga meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. 

"Mohon doanya, agar saya segera diberikan kesembuhan dan pandemi covid 19 segera selesai," katanya. 

Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang menuturkan, bahwa menjalani pemeriksaan medis di RSUD Arjawinangun. Sebelum dinyatakan positif, bupati sempat mengalami demam dengan suhu sekitar 37,5 derajat. 

Untuk pemeriksaan lanjutan, pihaknya berencana untuk melakukan rontgen thorax dan juga CT Scan. Langkah selanjutnya, menunggu hasil dari kedua pemeriksaan tersebut. 

"Kalau hasilnya bagus, bisa isolasi mandiri. Tapi kalau kurang bagus, maka nanti harus dilakukan perawatan di rumah sakit," ujar Bambang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menambahkan, pihaknya juga sedang melakukan tracing yang melakukan kontak erat dengan bupati. 

Jika ada yang merasa pernah melakukan kontak erat dengan bupati dalam tempo 14 hari kebelakang. Ia meminta untuk bisa melakukan swab melalui Puskesmas terdekat, atau datang ke Dinas Kesehatan. 

"Satu minggu kedepan, kami juga akan melakukan pemeriksaan swab lagi kepada bupati," kata Eni. (Nur)

Share:

Terpilih Jadi Wabup, Ayu Siap Terima Masukan Masyarakat

Wahyu Tjiptaningsih, Wabup Cirebon terpilih untuk sisa jabatan 2019 - 2014


FOKUS CIREBON, (FC) - Wahyu Tjiptaningsih akhirnya terpilih menjadi Wakil Bupati Cirebon, mendampingi Bupati Cirebon, Drs H Imron,M.Ag. Sebelumnya, Imron yang diposisikan sebagai Wakil Bupati, naik jabatan menjadi bupati, menggantikan posisi Sunjaya Purwadi Sastra.

Dalam proses pemilihan Wakil Bupati Cirebon ini, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung, mengusulkan dua nama calon, yaitu Wahyu Tjiptaningsih dan Cunadi.

Sejak awal pencalonan, nama Ayu memang lebih banyak diprediksikan untuk memenangkan pemilihan ini. Hal itu kemudian dibuktikan, dengan hasil pemilihan yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu 2 Desember 2020.

Dalam pemilihan tersebut, Ayu unggul jauh dari lawannya, dengan mendapatkan dukungan sebanyak jumlah 36 suara. Sedangkan Cunadi, hanya mendapatkan 1 suara. Dengan kemenangan tersebut, Ayu nantinya akan menjabat Wabup Cirebon di sisa masa jabatan 2019-2024.

Proses pemilihan dihadiri sebanyak 49 anggota DPRD Kabupaten Cirebon. Namun dari jumlah tersebut, hanya 37 suara yang sah, sedangkan 10 suara lainnya tidak sah. Terdapat juga dua anggota DPRD Kabupaten Cirebon, yang berhalangan hadir dalam pemilihan.

Ayu mengucapkan terima kasih, kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada dirinya, terutama kepada Ketua Umum PDI Perjuangan.

Ia mengaku siap untuk menerima segala saran dan masukan, untuk bisa ikut mendorong Kabupaten Cirebon menjadi lebih maju lagi.

" Saya mengharapkan masukan dan saran dari seluruj elemen masyarakat, untuk bisa membangun Kabupaten Cirebon lebih maju," ujar Ayu.

Smeentara itu, Ketua Penitia Pemilihan Wakil Bupati Cirebon, Mustofa menuturkan, bahwa dengan berakhirnya pemilihan, maka berakhir pula tugas panlih.

Proses selanjutnya, yaitu pengurusan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan. Namun menurut Mustofa, hal tersebut bukan lagi merupakan tugas panlih.

"Namun merupakan tugas DPRD," ujarnya.

Dengan lengkapnya  pimpinan daerah di Kabupaten Cirebon, Mustofa berharap tugas yang dilakukan oleh pemerintah daerah bisa lebih maksimal lagi.

Selain itu, ia juga beraharap, sinergitas anatara pemerintah daerah dan DPRD untuk bisa lebih ditingkatkan lagi. Dengan harapan, penyelenggaraan pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan visi misi yang sudah direncanakan.

"Semoga dengan lengkapnya pimpinan daerah ini, visi dan misi Kabupaten Cirebon bisa terwujud," ujar Mustofa. (din)

Share:

LPM IAIN Cirebon Sukseskan Pelaksanaan Surveillence ISO 9001 : 2015

Rektor IAIN SNJ Cirebon bersama Ketua LPM IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON, (FC) - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan dengan tema Suksesksan Pelaksanaan Surveillence ISO 9001: 2015 di ruang Auditorium FITK kampus setempat, Rabu (3/12/2020).

Ketua LPM IAIN SNJ Cirebon, Dr Ayus Ahmad Yusuf SE, M.Si kepada Fokus Cirebon mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari kampus IAIN Syekh Nurjati terkait dengan penjamin mutu.

Kaitan dengan Penjaminan Mutu ini yang dilakukan secara nasional yaitu yang dilakukan dengan Badan Akreditasi Nasional, ada juga penjaminan muti bersertifikat internasional. 

"Jadi ini adalah sejenis sertifikat internasional sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan di Perguruan Tinggi dan ini adalah tahun ketiga, proses sertifikat ini berlakunya satu tahun, jadi setiap tahun kita melakukan surveillence ISO," katanya.

Dengan adanya sertifikat ini, nanti ada beberapa dokumen-dokumen ISO yang akan dilakukan proses surveillence. Artinya dengan adanya sertifikat ini berarti kita memiliki standar mutu secara internasional.

Ayus juga menjelaskan, item-item yang diangkat pada proses ISO di kampus ini dilakukan di semua aspek, seperti sisi SDM dan pelaksanaannya serta lainnya.

Menurut Ayus, nanti yang di surveillence terdapat enam item, di antaranya Rektorat, Akademik dan Kemahasiwaan, Lembaga Penjaminan Mutu sendiri, Pascasarjana dan Fakultas FUAD.

Untuk itu Ayus berharap, sesuai dengan Renstra kita bahwa saat ini adalah penguatan penjaminan mutu di IAIN SNJ Cirebon dan akan dilakukan setiap setahun sekali.

"Proses menjaga mutu itu sudah menjadi kewajiban kita, yakni IAIN SNJ Cirebon sebagai penyedia kegiatan pendidikan tinggi maka kita harus memastikan bahwa proses pelaksanaan kegiatan kegiatan di kampus itu dilakukan secara proses yang baik dengan memenuhi standar yang sudah disepakati. Baik itu standar akreditasi nasional maupun standar ISO. Artinya, dengan kita memenuhi aspek aspek standar itu untuk menjamin bahwa lulusan kita itu memiliki kualifikasi baik dan mereka bisa memiliki keunggulan dan ketika lulus mereka bisa diterima masyarakat dan bisa beraktualisasi diri. Dan ini harapan kedepan mutu itu menjadi sebuah aktifitas yang sifatnya habbit, kebiasaan kita semua," terangnya sambil menunjukkan sebuah tulisan TUVPainland Certified, yang artinya IAIN Cirebon sudah mendapatkan sertifikat ISO Internasional. (Nurudin)



Share:

Melestarikan Tradisi Leluhur Pesantren Benda Kerep yang Toleran

JEMBATAN PENGHUBUNG : Tampak pada jembatan terlihat bebatuan yang ditata dan tertali baja sebagai pegangan untuk penyebrangan warga Pesantren Benda Kerep. (dok, Indah)


FOKUS CIREBON, (FC) - Satu dari sekian banyak pesantren tua di Cirebon, Jawa Barat, adalah Pesantren Benda Kerep. Usianya sudah 194 tahun dengan berpegang teguh nilai-nilai yang diwariskan para pendahulunya. Pesantren dengan corak tradisional ini tak lantas menjadi eksklusif dalam aktivitas kesehariannya. 

Pesantren Benda Kerep berada di Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Kehidupan religius dan praktik tradisional yang masih kental di Pesantren Benda Kerep, yang juga mewarnai warga perkampungannya, menumbuhkan semangat keberagaman dan toleransi. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah aktivitas para santri dan warga Benda Kerep yang terbuka, menghargai, dan bekerja sama dengan masyarakat luas di Cirebon yang sangat heterogen, baik agama maupun etnisnya.

Menengok ke dalam perkampungan pesantren ini, pertama yang terdengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang bergema di setiap penjuru Benda Kerep. Terik matahari pukul 11.00 siang itu pun tak tampak mengusik para santri dan warga di sana yang tengah mengkhidmati ayat demi ayat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. 

Masjid tertua Pesantren Benda Kerep yang didirikan oleh Mbah Soleh 

Suasana seperti ini menjadi rutinitas para santri, laki-laki dan perempuan, sambil menunggu adzan salat Zuhur tiba.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.45. Terlihat para santri lalu-lalang bergegas mengambil air wudu untuk bersiap mengikuti salat Zuhur berjamaah. Suara bedug dipukul beberapa kali oleh pria paruh baya yang menjadi muadzin di masjid tertua pesantren itu. Di sana tak ada pengeras suara untuk mengumandangkan adzan, namun semua santri mendengarkannya dengan khidmat.

Bangunan rumah pertama yang ada di Kampung Pesantren Benda Kerep 

Kampung pesantren yang hanya dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga itu seakan terpisah dari pusat administrasi Kota Cirebon. Untuk masuk ke lokasi pesantren dari Kota Cirebon terhalang sungai yang cukup besar dan tidak ada jembatan untuk menyebranginya. 

Sedangkan ke arah selatannya berbatasan dengan hutan yang cukup lebat. Penduduk di sana nyaris terisolir dari hiruk-pikuk kehidupan modernitas Kota Cirebon. 

Setiap individu warganya masih memegang teguh budaya dan tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun dari leluhur sampai sekarang.

Pengasuh pesantren Benda Kerep, KH Muhammad Miftah atau orang-orang sekitar memanggilnya dengan sebutan Kang Miftah, menceritakan kepada Fokus Cirebon, bahwa sampai saat ini tidak ada satupun alat transportasi yang masuk dan melewati lingkungan pesantren.

Tidak ada barang elektronik seperti televisi, radio, pengeras suara dan jenis lainnya yang dipakai di lingkungan kampung pesantren. Ini semua bukan karena warga di sini tidak mampu membelinya. 

"Kami sengaja tidak menggunakanya demi menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya dari leluhur kami," jelas Kang Miftah saat ditemui di kediamannya yang merupakan rumah pertama yang ada di Kampung Pesantren Benda, Kamis (19/11). 

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga pesantren sesekali pergi ke kota membeli kebutuhan pokok. Mereka turun menyebrangi sungai melewati batu-batuan yang ditata dan tali baja sebagai pegangannya untuk meniti sampai di seberang. Di situ tidak ada akses jembatan untuk melewati sungai besar yang kadang airnya deras saat musim penghujan. 

Ini merupakan wasiat dari KH Maulana Muhammad Soleh atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Soleh, sang pendiri kampung Pesantren Benda Kerep yang melarang didirikannya jembatan. Mbah Soleh berwasiat agar tidak membuat jembatan. 

"Mungkin di dalamnya terdapat rahasia, sehingga saya tidak bisa memaksakan. Karena, katanya, kalau dari utara ke selatan memang tidak boleh dibangun jembatan, tapi kalau untuk menuju makam Mbah Soleh ada jembatan alternatif," ungkapnya.

Untuk menuju pasar terdekat yang jaraknya 7,1 km membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Biasanya warga berjalan kaki beberapa kilometer menuju kampung yang sudah dilalui kendaraan. Meski warga Pesantren Benda dikenal kuat mempertahakan budaya dan tradisi, namun mereka tidak menutup diri saat berada di lingkungan luar. Mereka tetap berbaur saling menghormati dan sangat menjunjung semangat toleransi, baik dengan sesama agama maupun dengan agama lain.

Nilai-nilai toleransi yang selalu ditinggikan ini sangat terlihat ketika tahun lalu delegasi dari 24 negara datang mengunjungi pesantren tertua di Cirebon itu. Mereka datang dalam rangka menghadiri budaya Jaga Kali yang biasa dilakukan tiap tahun.

Karena keterbukaan dan penghargaan warga pesantren terhadap para tamu dengan latar belakang identitas yang berbeda-beda sangat dimajukan, delegasi-delegasi yang berkunjung pun menghormati tradisi Pesantren Benda Kerep. Turis perempuan yang berbeda agama, datang dengan inisiatif pakaian tertutup dan menutupi kepalanya dengan kain. Begitu juga para santri dan warga di lingkungan pesantren, mereka menyambut para delegasi dengan antusias dan sangat menghormati keberagaman, baik perbedaan tradisi, budaya, agama, dan kebangsaan.

Sejatinya setiap tahun pesantren ini selalu ada kunjungan dari tamu-tamu dari berbagai negara, dan sudah barang tentu dari sekitar Cirebon dan masyarakat Indonesia lainnya dengan beragam latar belakang. 

"Dulu waktu saya melanjutkan pendididkan doktoral di California University, saya terbiasa menerima pebedaan dan keberagaman. Di saat idil fitri tiba, mereka yang bukan muslim biasa mengucapkan selamat Idul Fitri. Begitu juga disaat Hari Natal tiba, saya pun mengucapkan Selamat Natal pada mereka yang merayakanya. Nilai-nilai toleransi seperti itu saya terapkan juga di sini," jelas Kang Miftah sambil meminum kopi.

Nilai-nilai toleransi yang didorong pesantren tradisional di Cirebon ini sangat berarti bagi kehidupan masyarakat Cirebon yang meskipun relatif toleran, dengan cara beragama yang sangat moderat, tetapi kerap kali ditingkahi ideologi bahkan aksi warga yang berbasis kekerasan, seperti aksi terorisme di Polresta Cirebon atau penangkapan-penangkapan terduga teroris di Cirebon dan sekitarnya.

Budayawan yang menceritakan tentang Pesantren Benda, saat ditemui di Sangga Seni Kencana Ungu 

Apa yang diutarakan pimpinan Pesantren Benda Kerep terkait upaya menghidupkan toleransi ini juga diceritakan oleh budayawan Cirebon Sofyan Satari. Lelaki yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Kang Opang ini menuturkan bahwa Pesantren Benda Kerep merupakan tempat bersejarah, ketika zaman penjajahan Belanda, Pesantren Benda Kerep sempat menutup diri sekitar 100 tahun lamanya. Semua itu dikarenakan Pesantren Benda Kerep takut pengaruh-pengaruh kolonial masuk dan mengadu domba para santrinya.

"Pesantren Benda sebenarnya menjunjung tinggi nilai-nilat toleransinya sejak dulu. Tapi pesantren itu sempat menutup dirinya pada masa kolonial karena pada saat itu Mbah Soleh takut para santrinya terpecah-belah, diadu domba oleh Belanda," ungkapnya saat ditemui di Sanggar Seni Kencana Ungu (1/11).

Menurut Kang Opang, posisi Mbah Soleh dan pesantren saat ini non-kooperatif terhadap kebijakan para penjajah. Namun setelah era kolonial lewat, pada tahun 1980, Pesantren Benda Kerep mulai terbuka dan bekerja sama dengan masyarakat luas dari berbagai latar belakang.

Permadi Budiatna, kisah Kang Opang, adalah warga Cirebon beragama Kristen yang dengan baik diterima Pesantren Benda Kerep ketika membangun kerja sama mendirikan atau membangun listrik di kampung yang dulunya berdiri pohon benda yang sangat lebat dan rapat (kerep, bahasa Sunda). Sejak saat itu hubungan Permadi dengan pesantren sangat erat. 

Salah satu bukti toleransi yang saya ketahui adalah pada tahun 80-an, Pesantren Benda Kerep bekerja sama dengan seorang non-muslim untuk mendirikan listrik, ceritanya.

Sudut pandang lainnya mengenai toleransi Pesantren Benda Kerep dituturkan pula oleh Effendy yang merupakan tokoh agama Budha di Vihara Dewi Welas Asih, Cirebon. Ia berkawan baik dengan salah seorang warga Benda Kerep yang memegang adat istiadat yang sampai hari ini dilestarikan di pesantren.

Sebagai tokoh agama Budha, ia pun tidak canggung untuk memasuki wilayah pesantren. Ia bersama kawan akrabnya dari Benda Kerep pernah berkunjung ke Pesantren Benda. Ia pun merasa sangat lega karena etnis dan agamanya yang berbeda tetapi disambut hangat oleh para santri dan warga Pesantren Benda Kerep.

Effendy juga menganggap interaksi sehari-hari santri yang sekaligus warga Pesantren Benda Kerep dengan masyarakat luar sangat harmonis, termasuk dengan agama maupun etnis minoritas yang berbeda dengan mereka.

"Saat itu saya ikut dengan teman saya, orang Kampung Benda juga, dia mau mengambil pasir ke sana. Ketika saya sampai di Benda, warga pesantrennya menyambut saya dengan hangat. Mereka mengajak berbincang, dan lain-lain. Mereka memperlakukan saya layaknya seperti kawan-kawannya," tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Tedy, Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Cirebon. Ia mengaku dirinya belum pernah ke Kampung Benda, tetapi ia mengetahui keberadaan kampung tersebut langsung dari warga Kampung Pesantren Benda yang sering berhubungan, termasuk ketika mereka mengirim barang-barang material ke klenteng tempatnya beraktivitas.

Bangunan rumah pertama yang ada di Kampung Pesantren Benda Kerep 


Sebagaimana banyak diketahui, interaksi warga Kampung Pesantren Benda dengan masyarakat sekitar Cirebon di antaranya adalah mata pencaharian mereka yang menggali secara tradisional pasir dan batu-batu material untuk bangunan. Dari sanalah Tedy banyak bertemu dan bekerja sama dengan penduduk Kampung Pesantren Benda.

"Saya justru lebih kenal dengan masyarakta Bendanya yang bekerja di sini. Pas saya tanya dari mana, mereka jawab dari Benda," katanya saat ditemui di Klenteng Talang.

Ia juga berpendapat, jika Kampung Pesantren Benda yang masih tradisional merupakan aset negara yang harus dijaga, karena mereka mempertahankan tradisi atau adat dan istiadat yang sekaligus sangat ramah, sederhana, dan menghormati perbedaan.

"Saya rasa seharusnya keasliannya Pesantren Benda itu aset negara yang harus dijaga," imbuhnya.

Harapan-harapan masyarakat terhadap pesantren tersebut, sebenarnya semangat yang selalu diajarkan dan diwariskan Kang Miftah, sebagai pimpinan pesantren yang sangat berpengaruh, kepada para santri dan warganya untuk turut menghidupkan semangat keberagaman dan penghormatan hubungan lintas iman di Cirebon dan di manapun nantinya para santri bersosialisasi. Tidak ada halangan bagi relasi dan kerja sama antaragama, etnis, dan budaya-budaya yang berbeda.

Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) yang sedang menjelaskan kerja sama antara Klenteng Talang dan warga Kampung Pesantren Benda

“Pesantren sangat membolehkan para santri dan warga Pesantren Benda Kerep untuk mengucapkan Natal dan hari raya agama-agama lainnya kepada non-muslim yang sedang merayakan hari besar mereka," tegas Kang Miftah. (Indah)

Tulisan ini bagian dari program Story Grant Pers Mainstream Jawa Barat yang digelar oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) kerja sama dengan Friedrich-Naumann-Stiftung fur die Freiheit (FNF) dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 

Share:

Selasa, 01 Desember 2020

Pengganti Batik Merah, Pemkab Cirebon Launching Batik Mande Praja Caruban

FOKUS CIREBON, (FC) – Pemkab Cirebon akhirnya melaunching batik baru yang akan digunakan oleh seluruh pegawai dilingkup Pemkab Cirebon hingga ke pemerintah desa. Batik tersebut diberi nama Batik Mande Praja Caruban yang dilaunching di Studio Kaliandra Radar Cirebon, kemarin malam.

Tidak hanya pegawai dilingkungan Pemkab Cirebon, batik Mande Praja Caruban akan digunakan hingga ke tingkat pemerintah desa. Ya, batik tersebut nanti akan menjadi pengganti batik merah yang sudah ada. Design batik tersebut dihasilkan dari lomba atau sayembara design batik yang sudah diselenggarakan pada 2019 lalu yang hak ciptanya menjadi milik Pemkab Cirebon. 

Warna dasar dari batik tersebut perpaduan putih dan coklat dengan motif dominan mega mendung, padasan dan lain-lain yang dipadukan sedemikian rupa sehingga menjadi batik khas dengan ciri Cirebon yang sangat terlihat.

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg saat ditemui Radar mengatakan pihaknya sudah menerbitkan Peraturan Bupati terkait batik tersebut yang nantinya akan digunakan untuk menggantikan batik merah yang sudah ada.

“Sudah ada perbupnya, Ini hasil sayembara yang kemudian pemenangnya diberikan hadiah sementara hak dan motif batiknya digunakan oleh Pemda,”ujarnya.

Ditambahkan Imron, pihaknya sudah menerbitkan Perbup Nomor 47 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Bupati nomor 40 tahun 2019 tentang pakian dinas kepala daerah, wakil kepala daerah dan pegawai negeri sipil dilingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Untuk pembuatan batik ini Pemkab Cirebon memberdayakan 287 pengrajin batik yang terdiri dari 11 desa  dan dalam 3 Kecamatan yakni Kecamatan Plered, Tengah Tani dan Ciwaringin. Selain jaminan kualitas, pemesanan batik pada pengrajin langsung ini untuk mempercepat proses pemulihan perekonomian ditengah kondisi pandemi,”imbuhnya.

Sementara itu, Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon Drs H Hartono MSi kepada Radar mengatakan banyak filosofi yang terkandung dalam batik mande praja caruban yang nanti akan dilaunching oleh Bupati Cirebon tersebut.

Dijelaskannya, motif utama dari batik tersebut yakni Mande (Bale/Tajug) yang berarti suatu bangunan tempat berkumpul untuk berembuk, berbincang, musyawarah mengerjakan ilmu atau komunikasi lainnya, dimana pada jaman dahulu Mbah Kuwu memerintahkan kepada seluruh ki gede/kuwu untuk membangun mande yang fungsi utamanya adalah untuk syiar Islam.

Arti selanjutnya yakni Praja dimana pegawai pemerintah orang-orang yang beraktifitas di lingkungan pemerintah, Praja juga bermakna struktur pemerintah dengan seluruh komponen pendukungnya.

Sementara caruban artinya Cirebon yang menunjuk pada daerah Kabupaten Cirebon dengan segala keanekaragaman penduduknya, kekayaan alamnya serta aneka potensi budayanya, Mengunakan bahasa aslinya nama daerah Cirebon dimasa lalu, Caruban, yang berarti campuran untuk lebih memberikan kesadaran akan daerah yang multi kultur, terbuka dan toleran dengan segala potensi yang dimilikinya.

“Pakain batik ini akan digunakan pada minggu genap setiap hari Kamis. Akan dimulai pada Desember ini penggunaannya,”ungkapnya.

Untuk tahap pertama sambung Hartono pihaknya sudah memesan sebanyak 5000 potong kain batik ke pengrajin melalui Dinas UMKM yang memesan langsung ke pengrajin.

“Rencana launching ini sudah mundur tiga kali. Alhamdulillah baru bisa terealisasi saat ini,”pungkasnya.

Share:

Definition List

Unordered List

Support