Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 04 Januari 2020

Diapresiasi Sekolah Penuh Karya, Wali Kota Cirebon Beri Penghargaan Kepada Santa Maria


FOKUS CIREBONKetua Yayasan Santo Dominikus sebagai pengelola Sekolah Santa Maria, Suster Albertin, mengaku sangat bersyukur sekolah mereka mendapatkan penghargaan secara personal dari Wali Kota Cirebon. “Bagi kami ini hadiah besar, kami merasa disupport,” ungkap Albertin.

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis  SH menyatakan, bahwa Kebhinnekaan diminta untuk terus dijaga. Sekolah Santa Maria juga diminta untuk tak pernah bosan menyuarakan bhinnekaan tersebut.

Pernuataan tersebut disampaikan usai memberikan penghargaan dari Pemda Kota Cirebon kepada Yayasan Santo Dominikus, Santa Maria Kota Cirebon usai terselenggaranya konser Kebhinnekaan Suluh Nusantara, Kamis, 2 Desember 2019.


“Penghargaan ini sebagai bentuk rasa salut dari Pemda Kota Cirebon terhadap karya yang telah diberikan oleh sekolah Santa Maria,” ungkap Azis.

Apa yang telah dilakukan sekolah tersebut dalam Konser Kebhinnekaan Suluh Nusantara dengan melibatkan seluruh civitas akademika, mulai dari TK hingga SMA merupakan sesuatu yang luar biasa.

Pada kesempatan itu Azis juga mengingatkan jika Indonesia merupakan negara yang kaya dengan keberagaman. Baik itu bahasa, suku, agama, budaya dan lainnya
.”Namun karena keberagaman itu juga Indonesia lahir,” ungkap Azis.

Keberagaman dipersatukan melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti beraneka ragam suku, budaya, bahasa, agama dan lainnya namun tetap satu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Ini yang harus kita jaga hingga akhir hayat,” ungkap Azis.

Sekolah Santa Maria, lanjut Azis telah membuktikan dirinya sebagai penjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika tersebut.

Bahkan lebih dari itu, menurut Azis mereka telah membuktikan dirinya sebagai penjaga persatuan dalam keragaman melalui kegiatan yang telah mereka selenggarakan. 

“Ke depan saya berharap Santa Maria tetap terus berkarya, berjuang tiada henti untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia,” ungkap Azis.


Sebagai bentuk dukungan, Azis berjanji tahun depan Konser Kebhinnekaan Suluh Nusantara akan mendapatkan sokongan penuh dari Pemda Kota Cirebon. "Sehingga segala bentuk hambatan yang terjadi pada konser pertama tidak terulang kembali di konser kedua," kata Azis. (nur) 

Urai Kemacetan, Menteri Perhubungan Berencana Bangun Elevated Di Cirebon


FOKUS CIREBON - Kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik jalan kota, terutama pada perlintasan jalur Kereta Api membuat perhatian khusus Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.
Jika dilihat dari peta wilayak Kota Cirebon, sepertinya perlintasan jalur Kereta Api ini memang membelah wilayah Kota Cirebon. Ada sekitar 8 perlintasan yang harus dilintasi kemdaraan di jalan kota.
Selain itu, Kota Cirebon juga masuk ke dalam salah satu wilayah terpadat dalam lalu lintas kereta api. Dari informasi yang didapat, setiap tujuh menit sekali, kereta melintas di Kota Cirebon.
Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan di sejumlah ruas jalan. Seperti di kawasan Kartini Kota Cirebon, pengendara tak hanya harus mengurangi kecepatan, tapi juga ekstra sabar setiap melintas jalur kereta api.
Dari kondisi tersebut, pemerintah berencana membangun jalur kereta api baru di atas jalan raya atau elevated. Rencananya, pembangunan elevated tersebut diintegrasikan dengan rencana proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya.
Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, jalur elevated ini dianggap menjadi solusi mengatasi kemacetan khususnya di kota kecil seperti Cirebon.
"Iya tapi saya minta masyarakat harus siap menerima itu jangan ada masalah saat pembangunan berlangsung. Kalau saya tidak ke Cirebon juga saya tidak akan tahu masalah ini," kata dia belum lama ini.
Dia menyebutkan, rencananya proyek pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Surabaya akan dimulai pada 2021 mendatang. Saat ini, pemerintah mulai melakukan berbagai kajian.
Termasuk, sebut Budi, menghitung total biaya untuk proyek pembangunan jalur kereta api cepat dan elevated yang ada di Cirebon sendiri
"Kajian tahun 2021 dan proyek sendiri rencananya dimulai tahun 2022 dan tahun 2026 rencana kereta api cepat sudah mulai beroperasi termasuk elevated nya. Yang sedang dikaji itu Cirebon dan Semarang jadi kalau ada tim kami orang Jepang dan Perhubungan tolong disambut baik," kata Budi.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengaku sangat mengapresiasi upaya pemerintah pusat membangun elevated di Cirebon.
Azis mengaku, sebelumnya usulan mengurai kemacetan dengan memindahkan jalur kereta api tersebut sudah berulang kali, namun tidak pernah mendapat tanggapan baik.
Selain itu kata Azis, wilayah Kota Cirebon juga termasuk daerah kecil yang sangat padat penduduk. Banyak warga luar memilih bekerja di Kota Cirebon.
"Kalau siang warganya bisa sampai 2 juta lebih tapi kalau malam berkurang jadi 300 ribu sesuai data kependudukan asli warga Kota Cirebon," kata dia.
Sebagian besar wilayah yang dilintasi kereta api di Kota Cirebon adalah kawasan niaga. Otomatis, kehadiran kereta api di Kota Cirebon kerap dikeluhkan warga sekitar.
Azis mengaku pernah mengirimkan surat usulan terkait mengatasi kemacetan akibat jalur kereta api. Salah satunya membuat underpass atau fly over.
"Atau kereta apinya yang di atas dan semoga apa yang Pak Menhub sampaikan bisa segera diwujudkan. Kami sendiri akan bersiap meremajakan usulan alias memberi usulan lagi yang ke tiga ini ke Pak Menteri agar konsep bisa disesuaikan dengan apa yang sudah jadi kajian kami di Kota Cirebon," ujar Azis.
Kabar rencana pembangunan elevated di Cirebon juga mendapat tanggapan beragam dari warga. Sutinah (42), misalnya, warga Kesambi ini mendukung langkah Pak Menteri dan Walikota Cirebon ats rencana pembangunan elevated.
"Cirebon ini kota kecil, tapi padat penduduk. Belum lagi di Kota Wali ini banyak tempat-tempat priwisata yang memungkinkan banyaknya pengunjung dari luar kota masuk ke Kota Cirebon. Untuk aktivitas lendaraan warga kota dan sekitarnya saja, lalu lintas di perlintasan kereta api sudah macet memanjang, seperti di Jl RA Kartino dan Jl Lawanggada, Kesambi, tentu ini harus cepat diurai dengan program pembanguan tadi," kata Sutinah, Sabtu (4/01/2019), kepada wartawan. (nur)

Jumat, 03 Januari 2020

Ketua Umum Bhayangkari Dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Berikan Bantuan Korban Banjir


FOKUS JAKARTA--- Ibu Ketua Umum Bhayangkari Fitri Idham Azis dan Ibu Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto menyerahkan bantuan untuk korban banjir Jakarta, Kamis (2/1/2020). 

Fitri yang merupakan Ny. Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Ny. Nanny pasangan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kebon Pala dan Bidara Cina, Jakarta Timur. 

"Bantuan untuk korban banjir dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (Oase KIM) atau organisasi istri para menteri atau setingkat menteri Kabinet Indonesia Maju," kata Karo Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Budi Setiawan, Jumat (3/2). 

Untuk di Kebon Pala, bantuan diserahkan di posko pengungsian Gereja Katolik St. Agustinus, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Bantuan diserahkan secara simbolis, berupa sembako dan alat kebersihan. 

"Setibanya di posko pengungsian, Ibu Ketum Dharma Pertiwi dan Ibu Ketum Bhayangkari langsung menyapa para pengungsi yang berada di Aula Gereja, dan memberikan bantuan kepada perwakilan pengungsi secara simbolis," ujarnya. 

Seusai memberikan bantuan di Halim Perdanakusuma, rombongan menuju Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur. Setibanya di Kantor Kelurahan Bidara Cina, Ibu Ketum Dharma Pertiwi dan Ibu Ketum Bhayangkara langsung meninjau Posko Pengungsian dan berbincang dengan masyarakat korban banjir di wilayah itu. 

Seperti di Kebon Pala, penyerahan bantuan kepada perwakilan pengungsi kembali dilakukan. Turut hadir dalam penyerahan bantuan Ibu Wakil Ketua Umum Pia Ardhya Garini, Fahru Zaini dan istri Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto, Niken Arief.

Diketahui, banjir melanda Jabodetabek akibat hujan lebat mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (3/1/2020). Menurut Kementerian Sosial, total 26 orang meninggal dunia akibat banjir, dan 31.232 jiwa mengungsi. Jakarta Timur menjadi wilayah terdampak banjir paling parah di Ibu Kota. Sebanyak 13.516 warga Jakarta Timur dari sejumlah kecamatan, mengungsi ke Posko Pengungsian. (bam)

Pemkot Cirebon Ikut Peringati HAB Kementerian Agama Ke 74


FOKUS CIREBON - Agama dan negara (pemerintah) itu saling membutuhkan dan mengokohkan ungkap Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs. H. Anwar Sanusi, MPd dalam Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-74 Tingkat Kota Cirebon di Lapangan MAN 1, Jumat (3/1).

Anwar mengatakan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.

“Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan fundamen moral yang harus melandasi penyelenggaraan negara, pemerintahan dan pembangunan. Serta menyinari seluruh ruang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Anwar yang membacakan sambutan Menteri Agama RI.

Anwar menambahkan negara secara aktif melindungi hak dan kewajiban beragama dalam masyarakat serta kemerdekaan beribadat bagi setiap pemeluk agama. Dalam masyarakat serta kemerdekaan beribadat bagi setiap pemeluk agama.

“Tentunya dalam mengucapkan selamat memperingati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama. Kami berharap Kementerian agama dapat menyejukan semua,” kata Anwar.

Kementerian Agama dapat mengurangi paham-paham yang mengajarkan kekerasan. Sehingga peranan kementerian agama dapat mewakili pemerintah untuk menjalankan berbagai kegiatan keagamaan.


Kepala Kementerian Agama Kota Cirebon, Drs. Mulyadi, MAg mengatakan Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama.

“Alhamdulillah telah dilaksanakan puncak peringatan Hari Amal Bakti Kementerian ke 74. Dalam kegiatan melibatkan semua komponen termasuk ASN Pemerintah Kota Cirebon,” ujar Mulyadi.

Hal ini, tambah Mulyadi merupakan bukti nyata adanya kekompakan antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Daerah Kota Cirebon. 

Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga pada peringatan Hari Bakti 2020 telah menghibahkan dua bidang tanah kepada Kementerian Agama. Lokasi tanah hibah yakni Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon dan kantor KUA Harjamukti.


“Ini kado yang terindah bagi Kami dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon,” tandasnya.

Dua Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dikukuhkan Sebagai Instruktur Nasional


FOKUS CIREBON - Bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke 74, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyambut baik inisiatif berdirinya rumah moderasi beragama.

Seperti dilansir pada pemberitaan sebelumnya, PTKIN satu-satunya di Wilayah III Cirebon tersebut mengutus dua orang dosennya untuk mengikuti Pendidikan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN-MB) pada 27-31 Desember lalu.

Dr Hajam MAg, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab Dawkah (FUAD) dalam pertemuan terbatas dengan Instruktur dan Rektor menuturkan bahwa kedua dosen yang resmi dikukuhkan sebagai Instruktur Nasional adalah Mohammad Andi Hakim dari Jurusan BSA dan Hasbiyallah dari Jurusan SKI. 

“Keduanya telah dikukuhkan dan menerima mandat dari Kementerian Agama untuk mewujudkan program-program moderasi beragama di Kampus dan wilayah Cirebon, salah satunya dengan membentuk Rumah Moderasi sesuai arahan Dirjen Pendidikan Islam pada melalui surat edaran pada 29 Oktober 2019,” ungkap Hajam.

Senada dengan gagasan tersebut, Sumanta Rektor IAIN Syekh Nurjati menyambut baik dan mendukung penuh.

Menurutnya, Rumah Moderasi menjadi kebutuhan yang mendesak bagi PTKIN sebagai wadah melakukan pengkajian, penelitian dan advokasi masalah-masalah keberagamaan khususnya di Cirebon.

Pihaknya merasa kontribusi IAIN Syekh Nurjati yang sudah baik harus ditingkatkan melalui program-program yang transformatif dan solutif bagi kemajuan kehidupan beragama. 

“Rekomendasi ini segeraakan kami bahas dan matangkan melalui agenda Rapat Pimpinan terdekat, agar memiliki payung hukum dan dapat berkontribusi dengan optimal. 


Lebih khusus harapan saya rumah moderasi ini berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal Cirebon yang amat kaya,” tegas Sumanta.

Hal tersebut dikuatkan oleh Mahrus Elmawa, Kasi Penelitian Dirjen PendisbKemenag RI yang menganggap pentingnya rumah moderasi. 

Menurut Mahrus, rumah moderasi Cirebon and Moderation Studies dapat bersinergi dengan Cirebonese Corner, pusat kajian dan penelitian tentang Cirebon yang telahada di IAIN Syekh Nurjati. 

Mahrus yang pernah menjabat sebagai Kapus Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati tersebut menambahkan bahwa lembaga ini harus mampu menggali nilai-nilai moderasi melalui local genius masyarakat Cirebon. 

Pengkajian dan penelitian tentang Cirebon dalam konteks moderasi beragama harus dikerjakan secara sistematis, terstruktur dan berkesinambungan. 

“Cirebon Era abad ke-14 sesungguhnya meliputi wilayah se-Nusantara, sehingga sangat kaya akan tradisi dan nilai-nilai moderasi, bukti-bukti tersebut dapat kita saksikan dalam berbagai sumber peneltian yang otoritatif,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain Andi Hakim, salah satu instruktur nasional merasa bersyukur atas dukungan para pimpinan. 

Menurutnya, fungsi instruktur adalah membantu lembaga dalam upaya mempersiapkan dan menjalankan program-program moderasi beragama, khususnya melalui rumahbmoderasi. 

Melalukan sinergi dengan para senior yang memiliki kepakaran sebagai resources dalam konsep danbaktualisasi. 

“Moderasi Beragama menjadi salah satu agenda utama dalam RPJM Nasional 2020-2024, artinya keniscayaan program ini menuntut kerjasama lintas Kementerian danbLembaga, Kampus dan Masyarakat dalam mengawal kehidupan moderasi beragama di Indonesia. 

Senada denganbRektor, harapanya IAIN Syekh Nurjati dapat menjadi rujukan utama dalam pengkajian, penelitian dan advokasi moderasi beragama di Cirebon dan Indonesia” pungkas Andi. (nur)

Kamis, 02 Januari 2020

Semarak HAB Ke 74, Ratusan Peserta Jalan Santai Digoyang Hiburan Dan Hadiah "Doorprize"


FOKUS CIREBON - Ratusan peserta jalan santai HAB Ke 74, Kementerian Agama, IAIN Syekh Nurjati Cirebon digoyang hiburan dan banyak hadiah doorprize. Peserta yang sudah menunggu satu persatu mendapatkan hadiah, dari hadiah utama sebuah Kulkas dua pintu, Sepeda Gunung dan TV Led, hingga hadiah hiburan.

H.M. Arifin MAg, Humas IAIN SNJ Cirebon yang mengatur acara dan pembagian hadiah doorprize, langsung mengangkat tangan pertanda nomor kupon yang keluar berhak  mendapatkan hadiah hiburan, setelah itu, beberapa menit kemudian peserta kembali disuguhkan hiburan, membuat suasana selalu fresh dan menyenangkan.


Sementara  di lokasi acara, suasana peserta yang tengah menunggu giliran mendapatkan hadiah doorprize terlihat begitu familier. Satu sama lain seperti tak terbatas oleh jabatan. Saling guyub dan bercanda ria bak keluarga besar yang tengah bergembira.


"Saya sangat senang dengan acara ini, ini adalah keluarga besar, saya seperti berada di dalam keluarga besar. Apalagi jika nomor kupon jalan santai disebut angkanya, maka banyak suara beriuh tepuk tangan serasa bergembira saat saya maju dan mengambil hadiah," tutur karyawan IAIN yang mendapatkan sebuah hadiah dari kupon jalan santai. 


Sementara itu, peserta jalan santai berkumpul di area finish, yakni di gedung Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon. Mereka yang baru baru saja usai berjalan kaki di sepanjang jalan Perjuangan dan Jln Majasem, Kota Cirebon, akhirnya bersantai di tempat finish, sambil menunggu hadiah utama dari periangatan  HAB Ke 74, Kementerian Agama, di IAIN SNJ Cirebon. (din)

Peringati HAB Ke 74, IAIN Syekh Nurjati Cirebon Merajut Kebersamaan


FOKUS CIREBON - Ratusan peserta jalan santai HAB Ke 74, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis, (02/01/20) sekitar pukul 07.30 WIB secara resmi dilepas oleh Rektor IAIN  Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim  MAg dan langsung bergerak menuju route jalan yang sudah ditentukan pihak panitia.

Ratusan peserta jalan kaki (jalan santai), semula berkumpul dan start di halaman depan kantor Rektorat IAIN SNJ Cirebon dan mereka merupakan tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon, baik itu jajaran pimpinan, karyawan maupun dosen bersama keluarganya (anak dan istri).

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyatakan jika HAB ke 74 tahun ini bertujuan merajut kebersamaan. "Kita ingin kebersamaan selalu terbangun di lingkungan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon, dimana dengan kebersamaan semua akan nampak harmonis dan kemajuan bisa dibangun secara bersama-sama," ujarnya kepada fokuscirebon.com

Sumanta juga menegaskan, konsep familier bisa dilihat dari keikutsertaannya anak dan istri para karyawan, dosen maupun stakeholder dalam kegiatan HAB ke 74 ini.


Sementara itu, usai dibuka secara resmi, bak semut yang merayap, seluruh peserta langsung bergerak menuju titik-titik route jalan kaki. 

Tampak jajaran pimpinan IAIN SNJ Cirebon, seperti Rektor, Direktur Pasca Sarjana, Prof Dr H Dedi Djubaedi MA,  Prof Dr H Jamali MAg, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, sejumlah Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Biro AUAK, para dosen karyawan dan Kabag Humas serta kru dan lainnya juga ikut bergerak berjalan kaki menuju route yang ditentukan panitia.



"Ya, kami bangga dengan pelaksanaan HAB ke 74 ini, di mana situasi dan kondisinya seperti dengan keluarga sendiri, sangat familier dan terasa kebersamaannya, terimkasih kepada pihak panitia juga Rektor IAIN Cirebon, Bapak Sumanta," kata karyawan IAIN Cirebon di lapangan. (din)