Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 23 Maret 2020

Mereka Adalah Pahlawan, Menteri Agama Apresiasi Dedikasi Petugas Medis

Menteri Agama Republik Indonesia
JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan luar biasa yang dilakukan petugas medis. 
Mereka adalah para dokter dan perawat yang menangani pasien yang terindikasi kena wabah virus Korona (Covid-19) di seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada di Tanah Air. 
“Para dokter dan perawat yang menjalankan tugasnya dalam situasi darurat seperti saat ini, adalah benar-benar pahlawan kemanusiaan tanpa tanda jasa. Mereka berbuat demi menyelamatkan nyawa manusia. Bahkan sebagian ada yang meninggal akibat
terpapar Covid-19 karena berinteraksi dengan pasien," terang Menag di Jakarta, Minggu (22/03).
"Menolong dan menyelamatkan nyawa manusia adalah perwujudan dari fungsi kehalifahan manusia. Semua agama pasti menganjurkan yang sama. Mereka menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Kita semua wajib mengapresiasi, dan itu adalah ibadah yang sangat bernilai di mata Tuhan Yang Maha Esa,” sambungnya.
Menteri Agama lebih jauh meminta masyarakat dan umat beragama agar memercayakan penyelenggaraan jenazah pasien Covid-19 pada rumah sakit dan petugas medis yang telah punya standar penanganan yang aman. Namun, Menag juga mengingatkan para petugas yang mengurus jenazah agar tata cara penyelenggaraan jenazah menurut ajaran agama masing-masing tetap terpenuhi. Misalnya, untuk jenazah muslim tetap dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dikubur sebagaimana aturannya.
Dalam situasi darurat kesehatan sekarang ini, Menag mengajak umat beragama terus berikhtiar dan berdoa. Semoga Bangsa Indonesia memperoleh perlindungan dan pertolongan Tuhan. Lembaga pengelola dana sosial keagamaan agar memfokuskan programnya untuk penyelamatan kelompok rentan terdampak kondisi darurat ini. Misalnya, buruh, pekerja di sektor informal, penerima upah harian, dan warga miskin lainnya. Sehingga,  kebutuhan pokok dan fisik minimal mereka tetap terpenuhi sebagaimana mestinya. 
Ujian ini, kata Menag, diharapkan menguatkan kesadaran transedental umat beragama sebagai makhluk yang lemah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. "Mari jaga kesehatan diri, keluarga, lingkungan dan melindungi keselamatan bersama. Taati imbauan pemerintah yang pasti sudah disesuaikan dengan aturan agama, dan patuhi saran para ahli kesehatan," pungkasnya. 

Damkar Kota Cirebon Semprotkan Disinfektan Ke Tempat Ibadah, Perkantoran dan Tempat lainnya


CIREBON,FC - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dengan kekuatan armada /kendaraan Damkar melakukan penyemprotan disinfektan secara massal untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di sejumlah ruas jalan pada Senin (23/3).

Pemda Kota Cirebon sebelumnya juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan perkantoran, tempat ibadah, dan tempat yang masih cukup banyak dikunjungi masyarakat.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan, penyemprotan rencananya dilakukan secara teratur di area-area publik mulai dari Jalan Siliwangi, Kartini, Cipto Mangunkusumo, Sudarsono, Jalan Pemuda, dan Jalan Brigjen Dharsono dengan mobil pemadam kebakaran untuk mempersempit ruang gerak COVID-19.



Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis memimpin langsung penyemprotan desinfektan. (Foto: MP/Mauritz)
“Melalui penyemprotan ini kami ingin menggugah warga agar sama-sama menekan potensi penyebaran COVID-19 di Kota Cirebon,” katanya.

Azis mengungkapkan, secara bertahap seluruh area publik di Kota Cirebon akan diberikan penyemprotan disinfektan yang nantinya dibantu oleh petugas di kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.

“Pemda Kota Cirebon bertekad dan serius menangani pasien COVID-19 dan melakukan upaya-upaya pencegahan seperti dengan penyemprotan,” ujarnya. (Bam)

Warga Terdampak Virus Covid-19 Di Bekasi Akan di Cek Darah Dan Dahak


BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tes kesehatan berupa cek darah dan Dahak bagi warga terdampak virus Covid-19. 
Kita ketahui wilayah Jabodetabek menjadi episentrum penyebaran Virus Covid-19 dan di wilayah Bodetabek ini dan terakhir terdata sebanyak 41 orang dari 55 orang positif di wilayah Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebab dilakukan tes kesehatan di Kota Bekasi karena wilayah Bodetabek menjadi penyumbang terbanyak sebanyak 41 orang yang positif Covid-19 dari 55 orang se-Jawa Barat. 
Tes kesehatan dilakukan berupa pemeriksaan tes darah dan dahak.
“Saya hadir ke Kota Bekasi untuk berkordinasi dengan Walikota Bekasi dan mengecek kesiapan Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi untuk dipergunakan dalam pemeriksaan yang bakal direncakan digelar mulai Selasa atau Rabu pekan depan. Ini karena menunggu alat pendukung dari Pemerintah Pusat,” kata Ridwan Kamil, Minggu, (22/3/2020) di Area Stadion Patriot Chandrabaga kepada wartawan.
Ridwan Kamil mengatakan pada tahap pertama akan dilakukan pemeriksaan bagi warga dalam kategori atau kriteria sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 50 orang sekitar ODP, kemudian Pasien Dalam Pemantauan (PDP) beserta 50 orang masing-masing sekitar PDP, termasuk Positiv Covid-19 dan 50 orang sekitar Positif Covid -19.
Kemudian pemeriksaan kesehatan juga dilakukan bagi kriteria kedua, bagi petugas kesehatan dan mereka profesinya banyak berinteraksi dengan masyarakat seperti camat, lurah, pemuka agama, dan kiyai.
“Setelah tahap satu selesai masuk ke tahap dua untuk mereka yang ingin memeriksakan diri dan melaporkan untuk dites kesehatannya. Jadi diprioritaskan terlebih dahulu bagi warga disekitar ODP, PDP, Positi Covid dan profesi yang rentan terpapar dan berinteraksi dengan suspeck Covid-19,” kata Ridwan.
Lebih lanjut dikatakan Ridwan Kamil, secara teknis pemeriksaan kesehatan sedang disusun. Namun secara umum akan disiapkan pemeriksaan di tiga jalur. Kendaraan mobil, motor dan warga yang tidak berkendara. Jadi sistemnya mengelilingi stadion atau drive thru.
“Tersedia tenda untuk pendaftaran, pemeriksaan cek darah dan dari hasil cek darah ini langsung diketahui hasilnya. Pengambilan hasil tes diperoleh warga di sisi Timur Stadion Patriot Cahandrabaga. Kira-kira seperti itu yang akan kita lakukan,” ungkap Ridwan Kamil.
Pemeriksaan Tes dilakukan di tiga stadion di Jawa Barat. Pertama di lakukan di Stadion Patriot Chandrabaga untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Stadion kedua yakni Stadion Pakan Sari untuk Kota dan Kabupaten Bogor dan Depok. Stadion ketiga di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung.
Sembari memberikan penjelasannya, Ridwan Kamil juga berterima kasih kepada Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi yang telah bersedia bahu membahu melakukan upaya bersama bagi warga masyarakat di tengah pendemi Covid-19 di Jawa Barat. Terutama dapat dilakukan di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi.
Bagi Pemerintah Daerah Bodetabek, Ridwan Kamil berpesan agar terus memonitor langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta karena kondisinya serupa dan berdekatan.
“Mulai Minggu ini saya rekomendasi untuk tidak ada berkantor. Seperti jakarta selama seminggu dimasa kritis. sosial distanding atau hindari tempat umum berada di rumah saja. Arahan saya kebijakan DKI Jakarta di copy karena situasinya persisi, kotanya padat kemudian statistik ODP tertinggi sehingga dilakukan hal sama,” pungkas Ridwan Kamil.
Sementara itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan Pemeirintah Kota Bekasi mendukung upaya yang digagas Pemprov Jabar dalam pemeriksaan tes massal Covid-19 di Stadion Patriot. Ia menyadari Kota Bekasi masuk Zona Merah penyebaran karena sudah ada yang positif Covid 19.
“Kita menitikberatkan pemeriksaan kesehatan untuk ODP dan PDP dan interaksi lainnya bagi warga positif. Mudah-mudahan yang posiif ini bisa kita selesaikan rehabilitasinya,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi.
Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id terupdate pada Sabtu, 21 Maret 2020 pukul 18.21 WIB, terdata sebanyak 81 Orang Dalam Pamantauan terdiri dari 56 orang masih dalam proses pemantauan dan 25 orang selesai pemantauan.
Sementara, sebanyak 52 Pasien Dalam Pengawasan terdiri dari 45 orang masih dirawat dan 7 orang dinyatakan sehat dan sudah pulang. Untuk jumlah warga Positif Covid-19 sebanyak 9 orang dan sudah dirawat di RS Rujukan Covis-19, tidak ada yang melakuakan isolasi mandiri, belum ada yang dinyatakan sembuh dan ataupun meninggal. (*)

Sabtu, 21 Maret 2020

Mulai 16 Sampai 28 Maret 2020, IAIN Cirebon Menerapkan Perkualihan Dengan Cara Online

CIREBON, FC- Menyikapi pendemi corona covid 19, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengeluarkan surat edaran, salah satunya adalah mengganti perkuliahan tatap muka di kampus dengan melalui daring selama 2 pekan ke depan, yaitu mulai 16 sampai 28 Maret 2020.
Hal itu dilakukan sebagai upaya kewaspadaan dini, kesiapsiagaan, serta tindakan antisipasi pencegahan infeksi Covid-19 di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Dikeluarkannya surat edaran tersebut berdasarkan penetapan Pandemi Covid-19 oleh World Health Organization (WHO), Surat Edaran Kementerian Agama Republik lndonesia Nomor 13 Tahun 2020 tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, serta Tindakan Antisipasi Pencegahan lnfeksi Covid-19 di Lingkungan Kementerian Agama.
Selain itu juga berdasarkan Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pendidikan lslam Kementerian Agama Republik lndonesia Nomor: B-574.1/DJ.l/HM.0110312020 tentang Kesiapsiagaan Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia di Lingkungan Madrasah, Pondok Pesantren, dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Untuk itu, Rektor lAlN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg telah menetapkan langkah-langkah kebijakan untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan kampus tersebut.
Poin dari surat edaran tersebut yaitu, untuk kegiatan akademik, seperti perkuliahan di lingkungan lAlN Syekh Nurjati Cirebon terhitung sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020 dilakukan secara online (daring) dengan memaksimalkan Smart Campus atau menggunakan metode perkuliahan lainnya yang tidak menggunakan tatap muka langsung.
Kegiatan praktik (laboratorium, praktik lapangan, KKN, dan sejenisnya) dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain yang sesuai dengan perkembangan keadaan. Kegiatan Ujian Seminar Proposal dan Munaqosah tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan membatasai jumlah peserta/audien. 
Sedangkan untuk seluruh dosen, tenaga kependidikan, cleaning service dan satpam tetap beraktivitas sebagaimana mestinya. Apabila mengalamigejala demam, batuk, pilek, nyeritenggorokan, dan flu disarankan tidak masuk kerja dengan menyertakan surat keterangan dokter.

Kegiatan akademik atau non-akadernik yang melibatkan banyak peserta, baik di dalam maupun di luar kampus diimbau untuk ditunda pelaksanaannya. Bahkan, prjalanan Dinas Luar Negeri untuk dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ditunda sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
Terkait dengan agenda kunjungan yang sudah direncanakan dengan pihak-pihak luar agar dikoordinasikan kembali. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diimbau tidak melakukan perjalanan dinas dalam negeri yang tidak penting.
Seluruh unit di lingkungan lAlN Syekh Nurjati Cirebon harus menyediakan handwash pada KM/WC dan hand sanitizer di tempat-tempat tertentu.
“Sivitas akademika lAlN Syekh Nurjati Cirebon pun diimbau untuk tetap tenang, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan selalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam menghadapi situasi dan kondisi akhir-akhir ini,” pesan Sumanta dalam surat edaran tersebut. (din)

Polsek Kawasan Muara Baru dan Sat Kamla TNI AL Bersih-Bersih Lingkungan


JAKARTA, FC- Ditengah merebaknya wabah virus corona (Covid-19), membuat kita harus betul-betul menjaga kebersihan lingkungan kerja dan kebersihan diri kita dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun maupun antiseptic untuk mencegah wabah virus corona.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjangkit wabah virus corona, Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP Slamet Riyanto dan anggotanya bersama Sat Kamla TNI AL Muara Baru serta UPT PPSNZJ gotong royong membersihkan ruangan dan halaman serta Mushola Polsek Kawasan Muara Baru, Sabtu (21/30).

Untuk lebih aman dari wabah virus corona, seluruh ruangan Polsek dilakukan penyemprotan Disinfectant dari UPT PPSNZJ yaitu Bapak Supri selaku Kepala Bagian Umum UPT PPSNZJ, Inggit Setiawan selaku petugas penyemprotan, Rommy. AS selaku Asisten penyemprotan dan Eko. B Security UPT.

Dalam kegiatan tersebut Polri bersama TNI di bantu petugas penyemprotan dari UPT PPSNZ secara bersama - Sama melakukan penyemprotan di Mako Polsek Kawasan Muara Baru, Kemudian penyemprotan cairan Disinfectant di lakukan di masing-masing ruangan, Kamar mandi dan Mushola Polsek Kawasan Muara Baru.

Gejala Covid-19 mirip seperti gejala flu ataupun pilek. Pada mulanya, penderita merasa seperti demam dan kemudian diikuti dengan batuk kering. Setelah satu minggu akan mengalami tersengal-sengal.

Masa inkubasi-antara penularan dan menunjukkan gejala-adalah sekitar 14 hari, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun sejumlah peneliti mengatakan periode ini dapat memakan waktu 24 hari.

Virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

Gejala terjangkit virus corona yaitu Batuk, flu, demam hingga sesak nafas, virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya. Gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan. Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis.

Untuk mencegah dan mengurangi resiko terpapar virus corona adalah dengan menjalani pola hidup yang sehat dengan cara memberikan asupan makan yang sehat dan sempurna, istirahat cukup dan selalu cuci tangan usai ke tempat umum atau menyentuh alat-alat publik karena berpotensi mengandung virus yang disentuh oleh pengidap virus corona serta menggunakan masker saat di ruang publik.

“Semoga dengan kerja bakti membersihkan ruangan kerja dan halaman Polsek serta usaha yang kita lakukan dapat mencegah dan mengurangi resiko terpapar virus corona dengan tidak lupa kita selalu berdoa semoga dijauhkan dari segala penyakit," kata Riyanto. (dade)

Cegah Wabah Corona, Warga Tegal Gubug Sholawat Thoun Keliling Kampung


TEGAL GUBUG, FC - Berbagai macam cara masyarakat Indonesia menghadapi dan menangani mewabahnya virus Corona Covid 19. Salah satunya warga Tegal Gubug, Kabupaten Cirebon, melalui sholawat thoun keliling kampung (baritan), warga berharap kegiatan ini bisa menjadi tolak bala. 

Sholawat Thoun keliling kampung dimaksudkan untuk mendoakan bangsa dan rakyat Indonesia, khususnya daerah cirebon agar terhindar dari ganasnya virus Corona yang mewabah cepat di tanah air.

Warga setempat menilai bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk  tolak bala, maka sholawat thoun ini sangat baik dibaca dan diamalkan disaat situasi genting seperti ini.

Sementara kegiatan yang melibatkan ratusan bahkan ribuan warga ini, diikuti oleh seluruh warga, baik laki-laki, wanita maupun anak-anak. 

Mereka berharap dengan pembacaan sholawat Thoun secara berjamaah ini bisa menjadi doa  agar Allah SWT melindungi mereka dan masyarakat Indonesia. (nur)

Gubernur Tetapkan 8 Wilayah Di Jawa Barat Sebagai Zona Terpapar Virus Corona

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
JABAR, FC - Berdasarkan banyaknya sebaran data pasien positif corona di wilayah Jawa Barat, Pemprov Jabar menetapkan delapan wilayah di Jawa Barat sebagai zona merah virus corona baru (covid-19). 

Delapan wilayah berzona merah tersebut, masing-masing adalah Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

“Zona merah ini adalah wilayah-wilayah yang sudah ada warganya secara medis dinyatakan positif,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (21/3).

Kendati demikian, Emil mengatakan, dirinya tidak mau menggunakan istilah zona merah. Sebab menurutnya, hal tersebut akan membuat kepanikan untuk masyarakatnya.

Definisi ini masih akan kita terjemahkan mungkin istilahnya bukan zona merah tapi zona yang terpapar secara positif karena wilayahnya sangat luas, sehingga tidak memperpanik keluarga juga. 

"Jadi zona yang wilayahnya terpapar warganya secara domisili positif corona,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Ridqan Kamil mengaku akan lebih memperhatikan wilayah-wilayah yang warganya lebih banyak terjangkit positif corona.

“Sehingga bantuan logistik, kewaspadaan, komunikasi, pengetesan proaktif akan banyak dilakukan di zona-zona yang terpapar positifnya banyak,” tandasnya. (nur)