Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 18 Juli 2020

Suara Jeritan Seorang Wanita Udang Perhatian Warga, Ternyata Rumahnya Kebakaran


CIREBON, FC - Seorang wanita berlari sambil menggendong buah hatinya, berteriak sambil menangis membuat warga berdatangan, ternyata rumahnya kebakaran, Sabtu (18/7/2020).

Rumah yang berada di komplek perumahan.Sumber Asri, Desa Kecomberan, Talun, Kabupaten Cirebon mendadak mengeluarkan asap hital tebal dari atap rumah. 

Saat warga mencoba menolong dengan memadamkan api dengan perlengkapan seadanya, api masih terlihat memerah di ruang tengah dan kamar. 

Warga pun secara bergotong royong melakukan pemadaman dengan menyiramkan air yang fidaoat dari sumur warga yang tidak jauh dari rumah yabg terbakar.

"Alhamdulillah, api sudah dapat dipadamkan, padahal untuk mendapatkan air masih sulit, karena satu hari kemarin tengah ada perbaikan di saluran air PDAM, sehingga air tidak ngocor," kata warga Sumber Asri.

Tak berselang lama, mobil.Damkar dua unit datang dari Kota dan Kabupaten Cirebon, lalu langsung melakukan penyiraman keseluruh ruangan yang terbakar. 



"Alhamdulillah, api sudah benar-benar padam, dan kami.masih belum mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut. Namun dugaan sementara dari konsletin listtik,," ujar warga lainnya. (Olan)

Jumat, 17 Juli 2020

Ultah ke-44, Lewat Partainya 'Wanita Emas' Ingin Bantu Rakyat


JAKARTA - Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni atau 'Wanita Emas', berulang tahun ke-44 tahun pada hari ini. Harapan dan doa pun ia panjatkan. "Semoga Allah memberikan umur panjang," kata Hasnaeni, Jumat (17/7). 

Bukan hanya bagi diri sendiri, Hasnaeni juga memiliki harapan bagi Partai Emas dan bangsa Indonesia di momen bertambahnya umur. 

"Semoga dengan hadirnya Partai Emas ini, bisa membawa Indonesia menjadi Indonesia emas dan bisa mengeluarkan Indonesia dari kemiskinan," ujarnya.

Bersama Partai ia ingin menyejahterakan masyarakat, termasuk para kader. Pihaknya juga bercita-cita membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat. 

"Dan bisa memberikan kepastian hidup buat rakyat Indonesia. Ketika dia ingin menyekolahkan anak, dia tahu menyekolahkan anak di mana, ketika dia sakit dia tahu berobat di mana, ketika dia akan tinggal dia tahu tinggal di mana. Ketika ingin bekerja rakyat Indonesia tahu akan bekerja di mana," ungkap Hasnaeni. 

Melalui Partai Emas, di momen peringatan hari lahirnya Hasnaeni juga ingin memberikan jaminan di hari tua kepada masyarakat. 

"Ketika masyarakat di hari tua ingin ada yang mengurus, dia tahu siapa yang akan mengurus. Dengan adanya Partai Emas semoga Indonesia akan bisa keluar dari kemiskinan, dan membawa Indonesia menuju Indonesia emas dan masa kesejahteraan," tandas Hasnaeni. (gus)

Wakil Walikota Cirebon : Kegiatan Peningkatan Peran Posyandu Harus Digulirkan


FOKUS CIREBON - Kegiatan peningkatan peran Posyandu harus digulirkan. Dengan begitu, masyarakat akan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu, bayi serta anak balita.

Bukan sekadar menimbang saja, Posyandu menjadi salah satu alternatif bagi upaya peningkatan derajat kesehatan berbasis masyarakat. Seperti di Posyandu Kurma RW 18 Karyamulya yang baru resmi dibuka.

Semangat dan terus berperan aktif para kader Posyandu Kurma, berikan pelayanan yang optimal. Jika ibu dan anak sehat, maka masyarakat sehat pun akan terwujud. (din)

Rektor IAIN Cirebon, Ancaman Radikalisme Bagi Usia Muda Harus Diwaspadai


CIREBON, FC - Rektor IAIN SNJ Cirebin, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, bahwa ancaman radikalisme bagi usia muda harus diwaspadai, mengingat hasil penelitian UIN Jogyakarta dan UIN Jakarta, kerawanan berada di antara usia 15 sampai 24 tahun dan usia 16 sampai 18 tahun. 

"Tentu ini sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih mewarnai mereka," ujar Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dua periode ini.

Kata Sumanta, usia 15 tahun masih sangat memiliki akses terhadap literatur keagamaan linier, persoalannya justru  terletak pada pemilihan topik yakni jihad dan khilafah, dua tema ini yang cenderung paling banyak diminati, dan  Ini adalah dari hasil penelitian UIN Jakarta dari 16 sampai 18 kota di Indonesia. 

Untuk itu, IAIN SNJ Cirebon ikut mengambil peran untuk bagaimana mewujudkan moderasi beragama, baik dalam kontek agama maupun pengamalannya, sehingga dilaksanakanlah kegiatan seminar International Moderation in Islam seri 1.

Seminar webinar yang diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama & FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, membedah radikalisme dan intoleransi.

Dalam seminar webinar tersebut, atau International Online Seminar for Moderation in Islam I, dengan tema Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices diikuti oleh hampir seluruh PTKIN di indonesia.

Dalam.seminar internasional ini, sebagai Opening Speech yakni Dr.H.Sumanta, M.Ag Rector of IAIN Syekh Nurjati dan Keynote Speaker, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Minister of Religious Affair RI.

Turut hadir sebagai Speakers dalam kegiatan seminar Zoom tersebut, diantaranya Lukman Hakim Saifuddin (Minister of Religious Affair, 2014-2019), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D. (Head of BPIP RI), dan Adis Duderija, Ph.D. (Senior Lecturer In the Study of Islam and Society at Griffith University, Australia), serta Alissa Qotrunnada Wahid (National Coordinator Gusdurian, Indonesia), dengan moderator Mamay Mudjahid, M.Hum dan Host H. Debi Fajrin Habibi, M.Pd.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Jendral (Purn) Ir Fachru Rozi menyatakan bahwa merujuk hasi riset baik dari lembaga penelitan kampus dan juga kementerian agama yang tengah marak tentang sikap intolerasi ancaman radikalisme serta etnimisme pada remaja usia 15 hingga usia 24 tahun.

Pada kondisi tersebut, dimungkinkan mereka sangat mudah dipengaruhi oleh yang memiliki ilmu agama yang tinggi, tetapi radikal. Maka, untuk itu kondisi ini jika tanpa diimbangi dengan ilmu agama yang mendalam, mereka di usia yang dimaksud sangat mudah dipengaruhi oleh sikap radikal.

Untuk itu dunia pendidikan harus dapat mengajarkan dan menekankan pentingnya aspek moderasi beragama tidak secara formalistik dan tekstual. 

Dipenguhujung seminar internasional webiner ini, Menteri Agama secara resmi meluncurkan Rumah Moderasi Beragama. (din)







Kamis, 16 Juli 2020

Peresmian Gedung Baru SBSN FITK, Rektor IAIN Cirebon Sampaikan Terimkasih Atas Bantuan Kementerian Agama RI


FOKUS CIREBON  - Rektor IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg pada sambutan virtualnya di Seminar Online Nasional dan Peresmian Gedung SBSN, FITK IAIN SNJ Cirebon, mengucapkan terimkasih atas bantuan tersebut kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (16/7/2020).

Sumanta mengatakan, pembangunan Ruang Kuliah Baru (RKB) ini, merupakan bantuan dari Kementerian Agama RI pada tahun 2019 sebesar Rp 30 miliar dan sudah terserap 100 persen. 

"Kami civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengucapkan terimkasih kepada kementerian agama RI atas bantuan gedung SBSN ini," kata Sumanta.

Sumanta juga menjelaskan, sebelum dibangun pak direktur sempat meninjau ke kampus IAIN SNJ Cirebon dan setelah itu, bantuan turun.

"Kini tiga fakultas sudah menempati gedung baru. Mudah mudahan sarana dan prasarana yang ada dapat dipelihara dan dirawat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik," pinta Dr H Sumanta kepada seluruh civitas akademika IAIN SNJ Cirebon.


Selain itu, Sumanta juga memberikan informasi seputar aktivitas kampus, mulai dari pimpinan hingga kabag dan staff dilingkungan IAIN Cirebon terkait upaya transformasi alih status dari institut ke universitas yang masih terus berjalan.

Semetara soal moderisasi, kata Sumanta secara virtual pihaknya sudah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pencegahan radikalisme, baik melalui webinar maupun sebelum Covid 19 dilakukan melalui diskusi-diskui maupun kajian serta seminar-seminar.

"Ini adalah komitmen kami di civitas akademika IAIN SNJ Cirebon untuk kehidupan  keberagamaan yang moderat, mencegah dan memerangi hoax maupun radikalisme," ujar Sumanta. 

Sementara itu, pada kegiatan seminar online nasional dan peresmian gedung baru SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon yang dilangsungkan secara virtual ini, dihadiri langsung Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg, Warek 1, Dr H Saefudin Zuhri MAg, Kepala Biro AUAK Drs Subarja MPd, Dekan FITK, Dr H Farihin MAg, para Kabag, Kasubag, staff dan dosen dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.



Sementara peresmian gedung baru SBSN, FITK IAIN SNJ Cirebon secara virtual diresmikan langsung oleh Plt Dirjen Pendis Prof Dr Phill Kamaruddin Amin melalui Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof Dr Phill Arskal Salim. (din)










Dirjen Pendis RI Resmikan Gedung Baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon


FOKUS CIREBON - Gedung baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN SNJ Cirebon, Kamis (16/7/2020), secara virtual diresmikan Dirjen Pendis RI, melalui Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof Dr Phill Arskal Salim.

Peresmian gedung baru FITK ini bersamaan dengan kegiatan Seminar Online Nasional FITK IAIN Cirebon yang mengusung tema 'Reorientasi Pendidikan Islam melalui Optimalisasi Spirit Adaptive, Responsive, Innovatif dan Futuristic (ARIF) di Era New Normal untuk penguatan nilai-nilai moderasi Islam".

Seusai meresmikan gedung baru SBSN, FITK IAIN SNJ Cirebon, Prof Dr Arskal Salim, Direktur Pendidikan Islam dalam sambutannya mengatakan, dengan melihat tayangan video gedung baru SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon, selain megah bisa menjadi satu-satunya gedung perguruan tinggi yang representatif di Cirebon.

"Dengan tiga gedung baru di IAIN Cirebon saat ini, yang dimiliki tiga fakultas, semuanya memang merupakan bantuan SBSN, diharapkan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat di Cirebon, di Jawa Barat dan di Indonesia," ucapnya.

Kendati begitu, Arskal Salim menekankan bahwa yang terpenting kemanfaatan gedung tersebut adalah bukan karena bangunannya yang dibangun, tetapi justru bagaimana membangun manusianya.

Arskal Salim juga mengungkapkan rasa banggnya atas kepemimpinan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg yang tetap bertahan di kantor gedung lamanya, sementara untuk dibawah, seluruhnya dibangun dengan fasilitas dan gedung baru.

"Saya bangga dengan kepemimpinan Pak H Sumanta yang kehidupannya bersahaja, tetap bekerja di kantor lama sementara bawahan sudah menempati fasilitas dan gedung-gedung baru, ini membuktikan kepemimpinannya sangat bersahaja dan mudah- mudahan mampu mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas," paparnya.

Sementara terkait tema yang diusung pada Seminar Online Nasional FITK IAIN SNJ Cirebon, Arskal Salim membedah ada sejumlah rekomendasi, terutama terkait soal tantangan di era IT, digital dan teknologi.

Yakni bagaimana IAIN Cirebon mampu memberikan nilai nilai, kemudian nilai tersebut memberikan eksen moderasi pada keberagamaan kita. Terutama dalam kontek eksen dan prilaku kita dalam kehidupan beragama inilah moderasi tersebut.

Arskal Salim juga berharap, IAIN Cirebon di era 4.0 ini mampu  mengkonsep agar pendidikan lebih bermutu untuk menjawab tantangan ke depan dalam  memenuhi dunia kerja.

Kemudian tantangan berikutnya adalah bagaimana pendidikan dapat mencetak lulusan yang moderat.


Kemudian, lanjut Arskal Salim, teknologi yang berkembang saat ini juga menampilkan efek negatif, termasuk hoax. Demikian juga dengan ngetrennya ketenaran, atau popularitas, di mana mereka yang populer akan lebih dipandang dan terkenal ketimbang kepakaran atau mereka yang berilmu.

"Ini jelas menjadi tantangan tersendiri di era teknologi, maka pendidikan harus bisa menjawabnya," pintanya.

Sementara dengan kondisi negara kita di tengah Covid 19, kemampuan dosen sangat dituntut skill nya, termasuk bagaimana mempersiapkan sistem pembelajaran darring.


"Jadi menurut saya tema seminar ini sangat baik, karena mengangkat spirit adaptif, responsive, innovatif dan futuristik. Ini sangat sesuai dengan apa yang saat ini tengah dibangun pendidikan di indonesia," ujarnya, sambil mengucapkan selamat kepada seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon atas peresmian gedung baru SBSN FITK, semoga bermanfaat. (din)





Gedung Baru Lantai Lima SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon, 100 Persen Rampung

FOKUS CIREBON - Gedung lima lantai SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon akhirnya diresmikan secara resmi,Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA melalui Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Dr M Arskal Salim GP MAg meresmikan gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon secara online, Kamis (16/7/2020).
Dalam kesempatan itu, Arskal Salim mengatakan, gedung yang dibangun menggunakan anggaran dari Surat Berharga Syariah Negara(SBSN) tahun 2019 ini didaulat menjadi gedung perkuliahan yang paling megah dan representatif di Cirebon. 
Hal itu diungkapkannya setelah melihat tayangan video gedung tersebut yang dilengkapi berbagai fasilitas yang cukup modern.
Mudah-mudahan gedung SBSN yang akan dimanfaatkan FITK ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan membawa berkah. Karena bagaiamna pun, membangun gedung kuliah itu tidak hanya membangun fisiknya saja. Namun yang lebih penting adalah membangun manusianya yang ada di fakultas ini oleh tenaga pendidika dan kependidikan,” paparnya.
Bahkan, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, peresmian ini memiliki nilai historis tersendiri bagi kampus setempat, khususnya FITK. Pasalnya, dibandingkan dua fakultas lainnya, yaitu Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), FITK menjadi fakultas terakhir yang memiliki gedung baru ini. Dan pembangunan gedung 3 fakultas tersebut, seluruhnya menggunakan anggaran dari SBSN. 
“Allahamdulillah, pembangunan gedung ini diberi bantuan yang sumbernya dari SBSN sebesar Rp30 miliar. Dari jumlah tersebut hampir terserap semuanya, yaitu 99,97 persen atau sekitar Rp29.991.912.000,” ungkap Sumanta.
Menurut dia, dibandingkan IAIN lainnya di Indonesia, bantuan sebesar Rp30 miliar yang diterima IAIN Syekh Nurjati Cirebon tersebut tergolong cukup besar. Karena IAIN lainnya menerima di bawah jumlah tersebut. Untuk itu, Sumanta berharap FITK dapat memanfaatkan gedung tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dengan support keluarga besar Kementerian Agama, Alhamdulillah IAIN Cirebon mendapat bantuan yang cukup tinggi dibandingkan IAIN lainnya. Ini suatu kebahagiaan sendiri bagi kami, khususnya Sivitas IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Karena semua fakultas sudah menempati gedung yang baru. Mudah-mudahan sarana dan prasarana ini kita jaga bersama agar kita bisa memberikan pelayanan terbaik untuk semua stakeholder,” ujarnya. 
Sementara itu, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Dr H Farihin Nur MPd memaparkan pembangunan gedung tersebut dimulai pada bulan Mei hingga 31 Desember 2019. Gedung ini, imbuhnya, terdiri dari 5 lantai. Lantai pertama untuk perkantoran, lantai 2 hingga 4 untuk perlukiahan, lantai 5 untuk beberapa kantor jurusan dan auditorium.
“Alhamdulillah, gedung ini sudah rampung 100 persen dengan memiliki banyak fasilitas di dalamnya. Yaitu untuk kegiatan perkuliahan, perkantoran,  penelitian, dan sebagainya. Untuk kegiatan operasional di gedung ini sebenarnya sudah dimulai sejak 27 Juni lalu. Bahkan, beberapa minggu kemarin juga digunakan untuk sidang munakosah. Sedangkan untuk ruang perkuliahan belum digunakan karena masih menerapkan pembelajaran daring. Mudah-mudahan gedung ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum,” tandasnya. (din)