This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 06 Agustus 2020
Letkol Kav Ricky Arinuryadi Resmi Jabat Dandim 0608/Cianjur
Rabu, 05 Agustus 2020
Gubernur Jawa Barat Meminta Daerah Galakan Penggunaan Masker
FOKUS CIREBON - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat melakukan rapat dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota dan Kabupaten Cirebon menjelaskan jika perang mereka menghadapi Covid-19 masih lama.
Untuk itu, Gubernur Jawa Barat, mengingatkan kepada kepala daerah yang ada di wilayahnya untuk senantiasa menjaga semangat dan kekompakan. Termasuk perekonomian untuk diperkuat kembali.
“Forkopimda harus kompak dan saling mengingatkan. Jaga kesehatan mental dan fisik. Vaksin saat ini akan diuji coba, namun kemungkinan baru bisa digunakan seluruh masyarakat sekitar 6 hingga 7 bulan lagi," ungkap Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil juga mengingatkan agar pemerintah daerah semakin menggalakkan penggunaan makser.
“Hasil penelitian, menggunakan masker itu sama dengan melakukan lockdown,” ujarnya.
Bedanya, kalau lockdown menimbulkan beragam dampak, hingga resesi ekonomi, sedangkan jika menggunakan masker, orang tetap bisa beraktivitas.
Panduan untuk menggunakan masker juga ada, yaitu Peraturan Gubernur yang juga mengatur sanksi. Sanksi disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan, bisa sanksi sosial maupun sanksi berupa denda.
Dalam masa adaptasi kebiasaan baru, Emil juga meminta kepada pemerintah daerah untuk kembali menguatkan ekonomi berdasarkan ciri khasnya masing-masing. Untuk Kota Cirebon diminta memperkuat sektor pariwisata.
Bahkan Emil yakin pariwisata di Kota Cirebon bisa lebih cepat pulih dibandingkan Bali.
“Tarik wisatawan lokal dengan sebanyak-banyaknya,” ungkap Emil.
Sedangkan di Bali sangat bergantung dengan wisatawan dari luar negeri. Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon diminta untuk memperkuat sektor pertanian.
“Di masa pandemi, sektor pertanian paling bisa bertahan terhadap krisis,” ungkap Emil.
Namun Emil meminta pertanian yang berbasis 4.0, menggunakan teknologi dalam pengolahan hingga distribusinya.
Kepada pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon Emil juga meminta untuk memaksimalkan penyerapan belanja pemerintah.
Ekonomi jalan karena 4 faktor, yaitu karena adanya ekspor, investasi, daya beli serta belanja pemerintah. Tiga faktor pertama menurut Emil hancur karena adanya Covid-19, yang tertinggal yaitu belanja pemerintah.
Untuk itu, kepada pemerintah daerah diminta untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dan mereka juga telah mendapatkan pinjaman dari pemerintah pusat untuk melaksanakan sejumlah program padat karya untuk masyarakat.
Emil meminta dana yang ada dimanfaatkan untuk memutar roda perekonomian masyarakat.
Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, mengungkapkan jika adanya dana pinjaman untuk melaksanakan pembangunan merupakan kabar baik yang mereka terima.
“Karena sejumlah dana pada APBD 2020 telah kena refocusing,” ungkap Azis.
Dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian yang sudah hilang yang dipacu melalui belanja pemerintah daerah.
Untuk penggunaan masker, jajaran Pemda Kota Cirebon juga akan semakin menggencarkan razia.
“Apalagi penggunaan masker sama dengan melakukan lockdown,” ungkap Azis.
Yang berbeda selama menggunakan masker orang bisa tetap produktif, sehingga roda perekonomian bisa berjalan.
Sedangkan lockdown justru berdampak buruk bagi perekonomian. “razia berkala akan kita gencarkan,” ungkap Azis.
Aturannya sudah ada, yaitu Peraturan Gubernur yang juga mengatur sanksi baik berupa sanksi sosial maupun sanksi denda.
Pemda Kota Cirebon menurut Azis, bahkan siap untuk menerapkan sanksi berupa denda dengan melihat situasi di lapangan. (Yono)
DPRD Kota Cirebon Hadiri Rapat Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Bersama Gubernur Jabar
FOKUS CIREBON - Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd menghadiri rapat tugas percepatan penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Hotel Prima, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Rabu (5/8).
Affiati mengingatkan kepada masyarakat, khususnya warga Kota Cirebon agar mewajibkan diri menggunakan masker. Sebab, pencegahan wabah Covid-19 itu sebenarnya bergantung pada diri masing-masing sejauh mana bisa melindungi diri dengan cara menerapkan protokol kesehatan. 
Dia juga berharap antar Forkopimda Kota Cirebon bisa saling berkerjasama dan saling mendukung dalam upaya-upaya pencegahan Covid-19. (din)
Ngaji Online Bersama Pakar Dan Dekan FUAD, Wakil Walikota Menerima Buku "Rukun Kebahagiaan"
Soal Rotasi dan Promosi, DPRD Tekankan Penempatan Yang Proporsional
Selasa, 04 Agustus 2020
HUT RI Ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 Tetap Digelar
FOKUS CIREBON - Di masa pandemi, Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 75 yang dirangkai dengan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 tetap digelar.
Perayaan lebih sederhana, namun tetap khidmat serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah maju.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon yang juga ketua panitia HUT RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651, Ma’ruf Nuryasa, AP, menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada peringatan HUT RI ke 75 yaitu Indonesia Maju.
“Sedangkan tema HUT Kota Cirebon ke 651 tahun ini mengambil tema semangat membangun bersama,” ungkap Ma’ruf.
Tema tersebut tercermin dari logo HUT ke 651 yang dipilih tahun ini.
Logo HUT Kota Cirebon tahun ini memperlihatkan api yang berkobar namun dengan angka 651. Angka 6 berwarna biru, sekaligus merefleksikan gambar udang.
“Kota Cirebon dikenal sebagai kota udang,” jelasnya.
Sedangkan angka 5 berwarna merah menggambarkan kepala burung garuda dengan tatapan mata yang tajam sebagai akulturasi semangat peringatan hari jadi Kota Cirebon yang berbarengan dengan HUT RI, Cirebon untuk Indonesia.
“Sedangkan angka satu yang bewarna hijau sebagai penutup angka sekaligus menjadi simbol kesatuan,” papar Ma’ruf.
Tagline Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 yaitu Memayu Charuban Jati yang berarti mempercantik dan memperindah.
Melalui tema dan tagline di hari jadi ke 651 Pemda Kota Cirebon mengajak kepada seluruh masyarakatnya bersama-sama membangun, mempercantik dan memperindah sebagai upaya melindungi Cirebon baik lahir maupun batin.
Untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI, agendanya telah ditetapkan oleh sekretariat negara. Sejumlah acara ada yang dihilangkan namun ada pula yang tetap digelar. Seperti pengibaran bendera pusakan yang pesertanya dibatasi. Begitu juga dengan paskibraka yang pesertanya juga dibatasi.
“Untuk acara veteran tetap ada, tapi ada yang berubah tahun ini,” ucap Ma’ruf.
Yaitu bukan para veteran yang datang dan berkumpul ke Balaikota Cirebon, namun Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon yang mendatangi mereka.
“Dilakukan tanggal 14 Agustus 2020 usai sidang paripurna DPRD Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf.
Nantinya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama dengan DPRD serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kota Cirebon akan dibagi-bagi menuju rumah veteran.
“Jadi sekarang, kita yang mendatangi mereka,” tutunya lagi.
Saat ini sudah ada 75 veteran yang tercatat untuk didatangi di peringatan HUT RI ke 75.
Sedangkan untuk hari jadi Kota Cirebon ke 651 sejumlah agenda juga akan digelar. Diantaranya Gerakan Cirebon Bermasker yang digelar di sejumlah titik untuk mencegah kerumunan orang.
“Ada 7 ribu masker yang siap dibagikan sekaligus gerakan sosialisasi bahwa pandemi Covid-19 masih ada,” pungkas Ma’ruf.
Juga diagendakan bebersih tajug dan tempat ibadah yang ada di Kota Cirebon mulai 5 Agustus mendatang. Targetnya 300 lokasi.
Pada 20 Agustus 2020, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, akan mencanangkan dibukanya Wi-fi yang ada di setiap kantor pemerintahan, bahkan hingga tingkat kelurahan, untuk siswa yang saat ini tengah belajar daring. Juga disiapkan aplikasi yang akan dijalankan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon.
“Aplikasi ini bisa digunakan untuk anak-anak sekolah yang saat ini tengah belajar daring,” kata Ma’ruf.
Pada 20 Agustus, kita akan lakukan streaming selama 651 menit mulai dari jam 8 pagi. “kita lakukan city branding,” jelasnya.
Berbagai segmen akan digelar, seperti budaya serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Cirebon. Juga akan diberikan giveaway atau hadiah untuk masyarakat Kota Cirebon dengan hadiah-hadiah yang menarik.
“Sebelumnya, 15 Agustus, ada festival tari topeng di 6 lokasi, 5 tarian secara serempak,” tandas Ma’ruf.
Semua kegiatan, katanya, dirancang dengan tetap meminimalkan kerumunan orang dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. (cpi)



















