Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 22 Oktober 2020

Peringati Hari Santri Nasional, PCNU Kab Belitung Bagikan 1000 Masker Kepada Masyarakat

PERINGAT HARI SANTRI TAHUN 2020 : PCNU Kabupaten Belitung bagikan 1000 masker kepada masyarakat, Kamis (22/10/2020). 


BELITUNG - Dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2020, PCNU Kabupaten Belitung melaksanakan kegiatan NU dengan membagikan 1000 masker kepada masyarakat. 

Kegiatan pembagian masker ini dilakukan di tiga lokasi, yakni  Taman Kota Tanjungpandan, Simpang Empat Air Rayak dan Simpang Empat Jl.Patimura dengan melibatkan seluruh Banom NU, seperti  PC.Muslimat NU, Fatayat NU, PC.Ansor, Sakorcab Banser, Lazisnu dan LBMNU.  

Ketua PCNU Kab.Beliting,  Drs.H.Huziadi Husin, M.Si mengemukakan bahwa dalam memperingati HSN Tahun 2020 ini, PCNU Kab.Belitung menggelar dua kegiatan yaitu Istighotsah kubro dan doa untuk keselamatan bangsa serta pembagian masker kepada masyarakat.

Pembagian masker sendiri dilaksanakan untuk mendukung program Pemda Belitung mengkampanyekan dan menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memakai masker di masa pandemi untuk mencegah penularan virus Covid 19 dik Kabupaten Belitung.

Sementara menurut Sekretaris PCNU Kab.Belitung Farid Wajdi, S.Ag, M.Si, PCNU Kab.Belitung akan senantiasa mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menangani penularan virus Covid 19.

Selain itu, penanganan Covid 19 ini tidak cukup dilakukan secara ikhtiar lahiriyah saja, tetapi juga diperlukan ikhtiar rohaniyah. 

"Inilah mengapa selain pembagian masker juga dilaksanakan istighotsah kubro. Sehingga perlu diseimbangkan antara iman dan imun," ujar Farid, Kamis (22/0/2020).


Faridjuga menegaskan, bahasa penerapan protokol kesehatan itu penting, tetapi lebih penting lagi ada peningkatan protokol keimanan masyarakat. 

Hal ini sejalan dengan tema HSN Tahun 2020 yakni 'Santri Sehat Indonesia Kuat. Sehat secara fisik dan kuat pondasi keimanan dan ketaqwaan', tandasnya. (Nur)

Hari Santri, 150 Ribu Masker Dibagikan ke Pesantren dan Warga Cirebon

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg.


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Sebanyak 150ribu masker akan didistribusikan kesejumlah pesantren dan masyarakat umum di Kabupaten Cirebon. Masker tersebut merupakan bantuan dari Aice yang bekerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor. Pembagian masker di Kabupaten Cirebon ini, merupakan lokasi pertama dari 20 kota kabupaten yang akan dilaksanakan kegiatan serupa.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengucapkan terima kasih kepada Aice dan juga GP Ansor, atas bantuan masker yang akan dibagikan kepada pesantren dan waraga Kabupaten Cirebon ini. Karena menurut Imron, masker merupakan hal penting dalam pencegahan penyebaran virus covid 19.

“Karena dalam gerakam 3 M, salah satunya adalah menggunakan masker,” kata Imron.

Imron mengungkapkan, karakter masyarakat dalam menggunakan masker memang berbeda-beda. Ada yang memilki masker namun tidak memiliki kesadaran untuk menggunakannya, ada yang mau menggunakan masker tapi tidak memiliki masker, bahkan ada yang tidak faham sama sekali manfaat dari menggunakan masker.

Oleh karena itu, ia sangat mendukung dan mengapresiasi sekali, adanya bantuan 150ribu makser untuk masyarakat dan santri Kabupaten Cirebon ini. Karena menurut Imron, walaupun saat ini beberapa aktivitas sudah mulai diperbolehkan, namun protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan.

“Saekarang kecamatan di zona hijau sudah mulai ada yang sekolah tatap muka. Tapi harus tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Imron.

Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor sekaligus Kepala Densus 99 GP Ansor Mohammad Nuruzzaman meyakini kampanye masker akan menginspirasi kalangan masyarakat akar rumput dalam menghindari penularan virus covid-19. Menurutnya, kombinasi dari edukasi, dukungan masker dan keterlibatan berbagai pihak adalah kunci dari pencegahan penularan dan penguatan aspek psikologis masyarakat melawan virus berbahaya ini.

“Saat kegiatan masyarakat mulai meningkat, kedisiplinan menggunakan masker menjadi upaya terbaik menghindari virus covid. GP Ansor, kalangan santri, dan semua elemen masyarakat Cirebon menjadikan distribusi masker dari Aice ini, sebagai momen penyadaran kita semua,” kata Nuruzzaman.

Kegiatan distribusi masker medis berkualitas dan vitamin penguat imunitas melawan virus ini, Aice Group dan GP Ansor ditujukan ke lapisan masyarakat terbawah. Berbagai kalangan mulai dari petugas kebersihan, petugas pemakaman, pedagang informal, dan masyarakat akar rumput dijadikan target utama kegiatan ini. GP Ansor menjadikan tingginya aktivitas guyub kalangan masyarakat bawah dalam soal ekonomi, sosial dan budaya sebagai dasar pemikiran lahirnya kegiatan ini.

“Semangat Santri Sehat dan Indonesia Kuat, dibarengi jutaan masker yang dibagikan Aice Group, Insya Allah akan memperkuat rakyat. Kami berterimakasih atas gerakan yang diinisiasi Aice Group, KSP, Pemda dan berbagai elemen masyarakat. Semoga masker yang dibagikan di momen Hari Santri ini menjadi penyelamat kita semua. Amin,” harap Nuruzzaman.

Sementara itu, Sylvana, juru bicara  Aice Group mengatakan, bahwa pihaknya menyediakan sebanyak 20juta masker medis, yang dibagikan di 20 Kota Kabupaten di Indonesia. Untuk distribusi masker yang bekerjasama dengan GP Ansor, pihaknya menyediakan sebanyak 5 juta masker.

“Kerjasama dengan GP Ansor sebanyak 5 juta masker, 150ribu makser diantaranya didistribusikan di Cirebon,” kata Sylvana.

Sylvana menyampaikan, bahwa misi kemanusiaan yang dibangunnya bersama dengan GP Ansor, KSP, Pemerintah Daerah dan banyak lembaga kemasyarakatan lain merupakan pendekatan pentahelix dalam melawan covid-19.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini berangkat dari semangat kolektivitas seluruh anak negeri. Mulai dari Pemerintah Pusat dan Daerah yang berbasis komunitas akan menitikberatkan kepada peran dari tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta yang dikombinasikan dengan komunikasi publik lewat media massa akan mengefektifkan penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Sejak awal pandemi di April lalu, kami merasakan betul bahwa kita perlu bekerjasama. Kami membangun fundamentalnya lewat kombinasi pendekatan psikologis dan logistik. APD bagi Nakes covid-19 dan sejuta es krim Aice dilengkapi dengan edukasi publik terus berlanjut dalam misi kemanusiaan 20 juta masker ini,” jelas wanita yang menjabat Brand Manager Aice Group ini. (din)

Rabu, 21 Oktober 2020

Bupati Cirebon Buka Pelaksanaan BMSS di Desa Wilulang

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag secara resmi membuka kegiatan BMSS, di Desa Wilulang, Rabu (21/10/2020).


CIREBON -Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag secara resmi membuka kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BMSS), di Desa Wilulang Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon, Rabu (21/10/2020). 

Bupati Imron mengatakan, bahwa program BMSS ini, merupakan bukti wujud komitmen dan kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon, bersama TNI dan masyarakat, dalam upaya mensejahterakan masyarakat. 

Karena menurut Imron, program ini nantinya diharapkan bisa ikut membantu Pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam pengentasan kemiskinan, keterisolasian wilayah dan juga mendukung terjadinya akselerasi pembangunan di desa.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemda dan TNI, untuk mensejahterakan masyarakat,” ujar Imron.

Imron menyebutkan, kegiatan BMSS ini nantinya, akan melaksanakan kegiatan dalam bentuk fisik dan non fisik. Kegiatan fisik seperti pembangunan Tembok Penahan tanah (TPT), pengurugan dan pemadatan jalan. Sedangkan kegiatan non fisik, yaitu berupa penyuluhan, pelayanan dan pembinaan.

Imron berharap, kegiatan ini juga nantinya bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun wilayahnya. Selain itu, Imron juga meminta masyarakat untuk bisa menjaga hasil fisik yang sudah dibuat dalam kegiatan ini. “Agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak,” kata Imron.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Cirebon, Imron juga mengucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, yang telah memilih Desa Wilulang Kecamatan Susukan Lebak ini, sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan BMSS.

Sementara itu, Dandim 0620/Kab Cirebon, Letkol Inf Sugir menuturkan, bahwa untuk bisa merealisasikan kegiatan fisik dan non fisik dalam BMSS ini, ia berharap adanya dukungan dari seluruh unsur, terutama masyarakat setempat.

"Harus ada gotong royong dalam kegiatan ini, agar target yang diharapkan bisa tercapai,” kata Sugir.

Sugir juga menuturkan, salah satu tujuan kegiatan BMSS ini adalah, untuk terciptanya pemerataan pembangunan diseluruh wilayah. Menurutnya, pemerataan pembangunan tersebut, nantinya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kegiatan BMSS juga akan melaksanakan kegiatan non fisik. Dalam kegiatan non fisik, pihaknya akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Diharapkan melalui program non fisik tersebut, akan timbul kesadaran dalam kehidupan bermasayarakat. Selain itu, program tersebut juga bertujuan untuk memantapkan rasa kebangsaan dan faham kebangsaan.

“ Hal ini juga, nantinya akan meningkatkan semangat nasionalisme dan kebangsaan,” kata Sugir. (din)

Jaga Kebugaran Tubuh, Seluruh Personil Polres Kepulauan Seribu Ikuti Tes Kesamaptaan Jasmani


KEPULAUAN SERIBU - Dalam rangka menjaga kebugaran tubuh, Bagian Sumber Daya Manusia Polres Kepulauan Seribu melakukan tes kesamaptaan jasmani kepada seluruh personel Polres dan Polsek Jajaran yang dilaksanakan di halaman Kantor Perwakilan Polres Kepulauan Seribu Marina Ancol. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, mulai Senin-Rabu (21/10/2020).

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag Sumda) Polres Kepulauan Seribu AKP Jupriono mengungkapkan, untuk tes kesamaptaan jasmani dengan melakukan kegiatan lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, push up, sit up, pull up dan shuttle run.

“Kegiatan ini untuk mengukur kekuatan stamina dan ketahanan fisik personel agar selalu bugar dan bersemangat dalam melaksanakan tugas,” kata Jupriono, di sela kegiatan.

Lebih lanjut, Jupriono mengungkapkan, tes kesamaptaan jasmani berguna untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan fisik dan kesehatan personel, baik Polri maupun ASN yang berdinas di Polres dan Polsek jajaran Polres Kepulauan Seribu.

Tes kesamaptaan ini katanya, rutin dilaksanakan secara periodik setiap 6 bulan sekali dan pelaksanaannya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Tercatat 324 personel Polres Kepulauan Seribu telah mengikuti kegiatan ini, selama kegiatan berlangsung berjalan dengan lancar,” ujarnya. (Muh)

Selasa, 20 Oktober 2020

Cegah Penyebaran Covid 19, Walikota Cirebon Minta ASN, BI dan BJB Sosialisasikan Transaksi Non Tunai


CIREBON - Wali Kota Cirebon meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menyosialisasikan penggunaan transaksi non tunai. Di masa pandemi Covid-19 penggunaan transaksi non tunai sangat bermanfaat mencegah penyebaran virus tersebut.

“Mohon kepada ASN di Kota Cirebon, bersama dengan Bank Indonesia dan BJB untuk bisa menyosialisasikan penggunaan sistem transaksi non tunai ini,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., di sela-sela Webinar Sosialisasi Electronic Traading Platform (ETP) dan Launching QRIS Pemda Kota Cirebon di ruang Adipura Kencana, Selasa, 20 Oktober 2020. 

Dijelaskan Azis, pembayaran non tunai ini merupakan solusi yang sangat tepat untuk melakukan transaksi tanpa tatap muka.

Di masa pandemi Covid-19 ini kegiatan tatap muka memang diminimalkan. Dengan melakukan transaksi non tunai maka bisa mengurangi resiko tertular dari Covid-19. Sayangnya, masih banyak warga Kota Cirebon yang belum terbiasa dan belum maksimal menggunakan android yang dimiliki untuk transaksi keuangan non tunai. 

Untuk itu diperlukan sosialisasi dan edukasi terus menerus dan Azis berharap ASN di lingkungan Pemda Kota Cirebon bisa melakukannya.

Selanjutnya penggunaan transaksi non tunai di lingkungan Pemda Kota Cirebon akan diperluas. Jika sebelumnya hanya digunakan untuk retribusi parkir di satu ruas jalan, tahun ini akan diperluas di 14 jalan lagi, sehingga total menjadi 15 ruas jalan. 

Tidak hanya itu, penggunaan transaksi non tunai juga akan dilakukan untuk pembayaran uji KIR serta pembayaran PBB-P2 di lingkungan Pemda Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala KPw BI Cirebon, Bakti Artanta menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 membuat pembayaran non tunai melalui QRIS saat ini sudah cukup tinggi. 

“Pada Maret ada 35 ribu merchant yang menggunakannya tapi saat ini sudah 82 ribu merchant yang menggunakannya,” ungkap Bakti.

Data tersebut menurut Bakti merupakan penggunaan QRIS untuk wilayah Ciayumajakuning. Dengan melakukan transaksi non tunai atau digital, banyak keuntungan yang didapatkan. 

Diantaranya berkurangnya kontak dan menghindari penyebaran Covid-19 mengingat uang merupakan salah satu media yang bisa menyebarkan virus Covid-19.

Adanya pandemi Covid-19 diakui Bakti turut meningkatkan penggunaan QRIS. Namun mereka menargetkan lebih banyak lagi penggunaan QRIS di wilayah Ciayumajakuning, termasuk di Kota Cirebon. 

Untuk itu, sosialisasi diberikan kepada ASN dengan harapan mereka paham dan mengerti apa itu pembayaran non tunai. Nantinya mereka yang akan menjadi garda terdepan untuk melakukan sosialisasi kembali dan mengajak masyarakat untuk menggunakan transaksi non tunai. 

“Sehingga nantinya tercipta digital ekonomi atau lingkungan digital,” ungkap Bakti.

Senin, 19 Oktober 2020

Luncurkan Tiga Tuntutan, Mahasiswa Cirebon Kembali Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja

Aksi Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cirebon (GMC) kembali tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (19/10/2020).


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Mahasiswa yang  tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cirebon (GMC), kembali menggelar aksi penolakan terhadap UU Onmibus Law Cipta Kerja. Dalam aksi ini, sejumlah aparat kepolisian dan TNI mengawal ketat jalannya aksi tersebut, Senin (19/10/2020).

Ratusan mahasiswa dengan sejumkah atribut, memulai aksinya dengan cara melakukan longmarch dari kampus UMC di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon dan berakhir di perempatan lampu merah, Jalan Brigjen Darsono (Bypass), Kota Cirebon.

Sambil membakar ban, mereka pun berorasi dan menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk mencabut Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Kedua, mendesak aparat kepolisian untuk tidak bertindak represif terhadap massa aksi di berbagai daerah.

Ketiga, mendesak pemerintah untuk mencabut surat edaran Mendikbud No: 1035/E/KM/2020. Karena poin 4 dalam surat edaran tersebut berbunyi: mengimbau para mahasiswa/i untuk tidak turut serta dalam kegiatan demonstrasi/unjuk rasa/menyampaikan aspirasi yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan para mahasiswa/i di masa pandemik ini.

Korlap aksi, Diding Wardiyan mengatakan, bertepatan dengan momentum 1 tahun dilantikanya Jokowi-Amin Ma’ruf menjadi presiden-wapres, menjadi catatan kelam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karena telah memberikan kado kekecewaan terhadap rakyat Indonesia berupa UU Cipta Kerja.

"Ini adalah refleksi 1 tahun kegagalan rezim Jokowi melalui UU Cipta Kerja, dan kami menyatakan mosi tidak percaya," ujarnya.

Mereka juga menyatakan Pemerintah dan DPR-RI gagal di dalam mewujudkan cita-cita bangsa memberikan kesejahteraan dan keadilan yang tercantum pada pembukaan UUD 1945. (Nur)


Plasma Darah Buatan PMI Kabupaten Cirebon, Mulai Digunakan

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni


CIREBON - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, mulai memproduksi plasma darah, hasil donor dari penyintas covid 19. Plasma darah ini, nantinya digunakan untuk proses penyembuhan pasien covid 19 di Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, bahwa sudah ada dua pendonor plasma darah, yang plasmanya akan digunakan sebagai terapi penyembuhan pasien covid 19.

"Dari dua pendonor tersebut, menghasilkan sekitar 1.200 cc plasma darah," ujar Eni, Sabtu 17 Oktober 2020.

Plasma darah buatan PMI Kabupaten Cirebon, sudah mulai digunakan untuk melakukan terapi kepada dua pasien, yang berada di Rumah Sakit Mitra Plumbon dan RSUD Waled.

Terapi plasma darah, hanya diberikan kepada pasien covid 19 dalam skala berat. Eni menyebutkan, bahwa dua pasien yang mendapatkan transfusi plasma darah tersebut, dalam kondisi berat dan kritis.

"Pasien yang mendapatkan terapi plasma, dalam kondisi berat dan kritis," kata Eni

Namun berkat pengobatan dengan terapi plasma ini, keduanya sudah mengalami perkembangan yang menggembirakan.

Untuk pasien dalam kondisi berat, saat ini sudah melepas alat bantu oksigen. Sedangkan yang kritis sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Saat ini, sudah ada dua lagi calon pendonor plasma darah, yang akan dilakukan di PMI Kabupaten Cirebon. Pihaknya juga terus mengupayakan, untuk kembali mendapatkan donor palsma darah, yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Oleh karena itu, tim medis yang melakukan penanganan terhadap pasien covid 19, selalu mengedukasi pasien tersebut, untuk mau mendonorkan plasma darahnya, jika sudah sembuh.

"Karena ada standar tertentu, siapa yang bisa mendonorkan. Jadi tidak sembarang orang," kata Eni

Selain dua pasien yang mendapatkan terapi plasma darah dari PMI Kabupaten Cirebon, sebelumnya juga sudah ada dua pasien yang mendapatkan terapi plasma darah.

Dua pasien tersebut berasal dari Rumah Sakit Waled Cirebon. Keduanya mendapatkan terapi plasma, yang didapatkan dari RSPAD Gatot Subroto. Dua pasien ini, sudah dinyatakan sembuh.

"Jadi sudah ada empat orang yang terapi plasma darah. Dua diantaranya sudah sembuh dan dua lainnya masih perawatan," ujar Eni.