Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 17 Februari 2021

FKKC Siap Bangun Silaturahmi dan Bersinergi Terkait Program Pembangunan

Buapti Cirebon, H Imron M.Ag memberikan keterangan pers seusai melantik Muali, Ketua FKKC Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC – Pelantikan Ketua FKKC berlangsung khidmat dan sukses. Dalam kegiatan ini, Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi, sendiri yang melantik Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali, untuk masa bakti 2021-2024, Rabu (17/02/2021). 

Hadir dalam kegiatan teraebut para Ketua FKKC Kecamatan se-kabupaten Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Ketua DPRD, Dandim 0620, Kapolresta Cirebon dan undangan lainnya.

Sementara acara pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon Jalan RA Kartini, Kota Cirebon.

Bupati Imron mengatakan, dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantiknya FKKC ini, meminta kepada semua pengurus FKKC untuk terus menjalin silaturahmi dan bersinergi dengan perangkat daerah, agar pembangunan di desanya berdaya guna, bermanfaat untuk warga dan lingkungan nya.

Ia menegaskan, Kuwu adalah ujung tombak dalam program pemerintah daerah maupun pusat, Maka dari itu dirinya mengharapkan semua kuwu harus dapat menggali potensi desa berupa SDA dan SDM yang dimiliki.

“Kuwu sebagai ujung tombak pembangunan di desa bersama warga dengan ADD, DD, Bangub dan anggaran lainya, harus bisa menggali potensi desa agar ekonomi meningkat, warga sejahtera dan APBDes bertambah maju supaya menjadi desa mandiri,” tegas Imron.

Sementara, Kuwu Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, yang sekaligus merupakan sebagai Ketua FKKC terpilih, Kuwu Muali, dalam sambutannya mengatakan, dirinya siap untuk membangun silaturahmi dan bersinergi dengan instansi terkait dalam program pembangunan yang di prioritaskan dan diharapkan oleh masyarakat.

“Mari kita sama-sama menjaga marwah Kuwu untuk satu rasa, sama rasa dalam menjalankan program desa, supaya kuwu fokus dan bersatu dalam menjalankan tugasnya merealisasikan program pembangunan desa sesuai keinginan warganya,” pungkasnya. (Fiqi)





357 PPPK Terima SK Pengangkatan dari Bupati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 357 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) formasi 2019 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Penyerahan SK pengangkatan tersebut berlangsung di Aula Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/2/2021). 

Imron mengatakan, pada 2019 Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan perekrutan PPPK. Pengangkatan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. 

Imron meminta, tenaga eks honorer yang baru diangkat ini harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi positif untuk bangkit dari pandemi Covid-19. 

"Diminta berinovasi, harus bisa memberikan solusi. Meskipun pandemi, harus bisa menerapkan terbaik," kata Imron. 

Dari 357 pegawai PPPK, 196 merupakan tenaga pendidik (Dinas Pendidikan), 104 penyuluh pertanian (Dinas Pertanian), 52 tenaga kesehatan (Dinas Kesehatan), 2 tenaga kesehatan (RSUD Waled), dan 3 tenaga kesehatan (RSUD Arjawinangun). 

Imron mengatakan, setiap tahunnya kinerja ratusan PPPK ini akan dievaluasi dan akan kembali diperpanjang kontraknya bila bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). 

"Kalau tidak sesuai, tidak akan kami perpanjang, sebab masih banyak tenaga honorer yang punya kesempatan. Ada 11 ribu lebih orang," katanya. 

Raswid (54 tahun), tenaga penyuluh dari Dinas Pertanian baru saja diangkat menjadi PPPK selama 12 tahun menjadi tenaga honorer di Kementerian Pertanian.

Dengan adanya pengangkatan itu, Raswid mengaku bisa bernafas lega lantaran adanya peningkatan jumlah gaji yang didapatkan. Berbeda dengan saat menjadi tenaga honorer.

"Alhamdulillah ada perubahan, meskipun cuma bisa menikmati tiga tahun saja, soalnya tiga tahun lagi pensiun," katanya. (din)

Sinergiskan Program, KADIN - OJK Buka Kerjasama

FOTO BERSAMA : Usai pertemuan, dalam rangka menjalin kerjasama, KADIN - OJK berfoto bersama di Kantor OJK Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Kamar Dagang Indonesia (KADIN), bertandang ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo No 133, Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).

Dalam kunjungannya, KADIN membuka kerjasama melalui sinergitas program, Terutama mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon dalam segi keuangan untuk para pengusaha mikro, menengah dan kecil.

Ketua KADIN Kota Cirebon, Ismayasari mengatakan, audensi dengan OJK ini, bertujuan mensinergiskan program-program yang ada di KADIN, terutama mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon.

"Kita memang sepakat mengingat banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan, tentunya terkait hal-hal yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah, juga program-program yang langsung bisa disinergikan untuk para pengusaha, khususnya UMKM supaya bisa naik kelas seperti apa dan sebagainya," papar Ismayasari yang selanjutnya akan ditindaklanjuti pada pertemuan pembahasan draft MoU.

Ismayasari juga menjelaskan, bahwa pada kerjasama ini pihaknya bisa memberikan masukan data-data tentang UMKM yang ada di Kota Cirebon, kemudian juga kepuasan pertumbuhan ekonomi atau usaha dari UMKM.

"Secara teknis, pihak OJK bisa mendapat masukan data yang nantinya akan menjadi sebuah kebijakan dari OJK menyangkut langkah selanjutnya untuk para pengusaha tersebut," tuturnya.

KADIN sendiri, kata Ismayasari adalah sebuah wadah kumpulan para pengusaha yang ada di Kota Cirebon. Di dalamnya bukan hanya individu tetapi juga institusi atau organisasinya, sehingga kita akan sinergis dengan para stakeholder asosiasi.

Sedang kerjasama tersebut bisa melalui event-event yang menyangkut pertumbuhan ekonomi seperti pelatihan dan sebagainya kita bisa bersinergi dengan OJK, karena kita tersedia baik institusi, organisasi stakeholder atau pun dari pelaku usahanya.

Sementara menurut Kepala Kantor OJK Kota Cirebon, Budi Arief Wibisono, bahwa hasil pertemuan dengan KADIN paling tidak akan saling mensinergikan kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas kita dengan visi dan misi KADIN sendiri.

Seperti yang disampaikan dalam pertemuan tadi, Kata Budi, salah satunya KADIN akan mengggerakan ekonomi Kota Cirebon, dan itu akan kita fasilitasi, tentunya akan kita pertemukan dengan lembaga keuangan yang ada di Kota Cirebon, baik yang kita awasi secara langsung yaitu BPR-BPR maupun dengan lembaga keuangan yang tidak kita awasi secara langsung, seperti bank umum dan lembaga lembaga keuangan lainya.

"Kita harapkan dengan sinergi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon," ujar Budi Arief Wibisono.

Selain itu, lanjut Budi, sebagaimana tugas dan wewenang OJK, paling tidak dari industri keuangan yang ada di kota cirebon bisa dapat membantu membiayai jika ada kebutuhan kredit atau kebutuhan usaha dari pelaku UMKM yang difasilitasi oleh KADIN sebagai organisasi yang mewadahi pengusaha yang ada di Kota Cirebon.

Budi juga menjelaskan, bahwa target dalam jangka pendek dari kerjasama tersebut, yaitu mempertemukan antara pelaku-pelaku usaha yang memang layak dibiayai dengan industri jasa keuangan yang ada di Kota Cirebon.

Sementara itu, diakhir pertemuan KADIN- OJK, KADIN menyerahkan sinopsis program dan rencana aksi KADIN. penyerahan ini langsung diterima oleh OJK.

Ada tujuh prioritas program KADIN, di antaranya 1. Program rekrutmen, 2. Program education solution, 3. Program E-Global, 4. Program home business, 5. Program go up (UMKM), 6. Program KADIN Service, dan 7. Program event dan promotion.

Budi Arief Wibisoni diakhir perbincangannya menjelaskan, bahwa dari penyerahan sinopsis program dan rencana aksi KADIN, pihaknya akan terebih dahulu mempelajari dan mana yang bisa disinergikan dalam waktu pendek ini.

"Intinya kami suport, dan mudah-mudahan dari kerjasama ini, kita bisa memanfatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon," tandasnya. (Nurudin)

Selasa, 16 Februari 2021

Jalan Berlobang di Majasem Bikin Wanita Hamil 5 Bulan Terjungkal dan Luka Parah

Korban kecelakaan tunggal, akibat jalan berlobang di Jalan Raya Majasem Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021),  foto : (din)

FOKUS CIREBON, FC - Naas nian, pasangan suami istri (Pasutri) terjungkal dari atas sepeda motornya. Kecelakaan terjadi akibat ban sepeda motor bagian depan menghantam lobang jalan dan terjungkal seketika, Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 15.20 WIB.

Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah dibagian kaki dan tangannya. Warga pun langsung melakukan pertolongan.

"Istri saya sedang mengandung (hamil 5 bulan), tapi saya tidak tahu bagaimana kondisinya, karena istri masih merintih terus dan terlihat juga dibagian kaki dan tangannya luka semua, termasuk kaki dan tangan saya," ujar Satori yang tak lain suaminya.

Sementara warga yang memberikan pertolongan, Juju kepada media menyebut jika kerusakan jalan tersebut sangat membahayakan warga lainnya. 

Juju memastikan jika jalan berlobang tersebut tidak segera diperbaiki, bisa membuat banyak pengemdara yang menjadi korban.

"Jalan sudah rusak begini kok masih dibiarkan, PUPR Kota Cirebon ngapain dan kemana aja, masa tidak tahu, kan kantornya tidak jauh-jauh amet dari sini," katanya geram.

Sementara Husen, warga lainnya mnyesalkan sikap PU Kota Cirebon yang ttidak segara tanggap atas kondiso jalan kota yang sudah banyal yang rusak. 

"Jangan salahkan hujan, tapi lihat dulu kualitas jalannya, ini kan bisa berbahaya yang setiap saat bisa menghadang pengendara sepeda motor. Seharusnya segera diperbaiko, jangan tunggu banyak korban dulu, karena memang harus segera diperbaiki," pungkasnya. (din)

Jalan Berlobang di Majasem Kota Cirebon Makan Korban

BAHAYA : Hati-hati, jalan berlobang di Majasem, Kota Cirebon kerap makan korban


FOKUS CIREBON, FC - Kerusakan Jalan Raya Majasem kian mengkhawatirkan. Selain kerap banjir, jalan tersebut pun rusak dan berlobang. Akibatnya sepasang suami istri (Pasutri) terjungkal dan mengalami cidera kaki dan tangan.

"Kaki nya langsung memar dan berdarah, begitu pun dengan kondisi yang diboncengnya, luka parah di bagian tangan," ujar Tatang, warga yang ikut memberikan pertolongan kepada kedua korban yang terkapar di aspal, akibat sepeda motornya terjungkal akibat lobang jalan di depan SMK Gracika, Majasem, Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021).

Hal senada disampaikan Agus, bahwa kerusakan du Jalan Majasem memabg cukup parah, bahkan kerap makan korban. Namun sampai sekarang belum juga diperbaiki. 

"Pihak PUPR harus segera memperbaikinya, sebab kenyaman berkendara salah satunya sangat di tentukan oleh kelaikan jalan. Namun kita lihat jalan sudah tidak baik dan berbahaya bagi pengendara, mana sikap PU kota," katanya sedikit agak geram.

Sementara itu, Pasutri yang luka parah ini langsung dibawa untuk mendapatkan pengobatan dan keduanya berharap jalan tersebut segera diperbaiki agar tidak kembali makan korban. (Nur)

Wakil WaliKota Cirebon : Ada 130 RW Belum ODF, Ini Butuh Sinergitas Bersama

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Tantangan pembangunan sanitasi yang umumnya dihadapi di perkotaan, masih terkait dengan perilaku penduduk yang belum berhenti Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs.H.Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj.Eti Herawati, dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2021 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Eti, di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan saja yang sudah dinyatakan Open Defection Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Kita masih punya target 130 RW lagi yang belum ODF, dari 249 RW yang ada di Kota Cirebon,” tegas Eti. 

Untuk itu, sinergitas dan kebersamaan dibutuhkan agar bisa menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon.

Menurutnya, sinergitas dibutuhkan untuk menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon. Hingga akhirnya akan tercipta kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni warganya.

“Kita segera tuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon tercinta,” tegas Eti.

Jika sanitasi ini segera dilakukan, maka Kota Cirebon akan menjadi kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni sekaligus tempat bekerja warganya.

“Sejumlah permasalahan terkait sanitasi di Kota Cirebon diantaranya rumah warga sudah dilengkapi dengan wc, tapi buangan akhir tidak ke septic tank, ada yang membuang ke sungai, selokan, kebun hingga laut,” lanjut Eti.

Sejumlah warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau selokan juga masih enggan untuk membuat septic tank sendiri, pungkasnya.

Di sampaikan juga, masih ditemukan pula penduduk yang kurang mampu, memiliki lahan yang terbatas sehingga akhirnya memiliki masalah dalam pembangunan jamban.

Penuntasan permasalahan sanitasi ini tentu tidak mudah. Menurut Eti, Pemda Kota Cirebon tidak bisa bekerja sendiri. 

“Perlu dukungan bersama dari semua pihak,” ungkap Eti. 

Untuk itu Pemda Kota Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, lanjutnya.


Diantaranya sudah bermitra dengan Baznas Kota Cirebon dan Baznas Jawa Barat untuk bisa bersama-sama menyelesaikan sejumlah permasalahan sosial, termasuk sanitasi.

Selain itu, segenap instansi yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon juga diminta untuk saling memberikan dukungan. (din)



H Elang Tomy Iplaludin MPd : Mengabdi dan Bekerja Harus Totalitas

H. Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon


FOKUS CIREBON, FC -  Sosok H Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, dalam kesehariannya memang berbeda dengan kebanyakan Kepala Sekolah lainnya di Kota Cirebon. Sikapnya yang  santun dan berpengetahuan luas, membuat H Elang Tomy Iplaludin MPd  akrab dengan seluruh komponen di lingkungan pegiat pendidikan dan banyak memiliki teman. 

Ide cemerlangnya selalu ditunggu banyak pihak, terutama dalam kaitan dengan aspek kemajuan pendidikan. Dalam prinsip pengabdiannya sebagai ASN, bekerja baginya adalah tugas, dan tugas adalah amanah.

Jika pekerjaan belum selesai, dirinya tak pernah meninggalkannya. Sebab, katanya bekerja di bagian pengawasan dan pembinaan sangat membutuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi serta pelayanan menjadi prioritas utama.

“Sama seperti sekolah lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berbincang di kantornya.

Mama Elang, sapaan akrab sehari-hari, saat bekerja selalu menggunakan prinsip kehati-hatian, maksudnya dalam setiap pekerjaan selalu kembali diteliti. Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam bekerja.

Sementara itu, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, Mama Elang tak bisa tinggal diam, berbagai kesempatan selalu diambil dan dimanfaatkannya, sebab melayani harus total dan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. Inilah pendidikan, maka cermin kemajuan harus dimulai dari niat yang baik, bekerja dengan baik dan melayani sepenuh hati.

Dirinya menegaskan, bekerja itu prinsipnya harus saling bergotong rotong dan saling percaya, baik antar guru, staff TU maupun komponen lainnya di sekolah ini.

Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong kinerja yang baik dan  upaya menuju sekolah berprestasi. "Bekerja itu prinsipnya totalitas, dan di mana pun kita di tempatkan, visi pendidikan harus terus berjalan, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat, terwujud dari cara kita mengabdi dan bekerja di pedidikan. Inilah prinsip itu, cerdas, lugas dan berprestasi," katanya.

Diakui Mama Elang, keberhasilan memang selalu membuat semua bangga, tetapi dengan prestasi yang sudah diraih tidak cukup dengan rasa bangga saja, justru harus lebih digiatkan lagi, agar kemajuan pendidikan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua.

Mama Elang juga mengajak, semua komponen yang ada di lingkungan di mana dirinya mengabdi, harus terus bekerja dan berjuang untuk kemajuan pendidikan. Karena untuk membangun kemajuan tidak harus puas dengan sejumlah keberhasilan yang sudah diraih.

"Bekerja dan melayani harus terus dilakukan, Khususnya pendidikan dii SMPN 4 Kota Cirebon, agar terus maju dan berprestasi," tandas Mama Elang yang sudah berhasil membangun perubahan dan kemajuan di SMPN 10 dan SMPN 18. (din)