Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 25 Maret 2021

LKPJ Akhir Tahun 2020 Disampaikan Wali Kota Cirebon Dalam Rapat Paripurna DPRD

Wali Kota Cirebon, Drs  H Nashrudin Azis SH


FOKUS CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020 ke DPRD Kota Cirebon melalui rapat paripurna yang digelar di Ruang Griya Sawala Kantor DPRD Kota Cirebon, Kamis (25/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon menyampaikan langsung nota pengantar LKPJ.

“Genap satu tahun pandemi Covid-19 merebak di Kota Cirebon. Tepat ketika kita tengah melaksanakan salah satu kewajiban kita dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah ini,” kata Nashrudin Azis.

Merebaknya pandemi Covid-19, lanjut Azis, berakibat pula pada terhambatnya pelaksanaan pembangunan di Kota Cirebon, sehingga menimbulkan beberapa permasalahan, antara lain, meningkatnya persentase penduduk miskin dari 8,41% pada tahun 2019 menjadi 9,52% pada tahun 2020.

Menurunnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon, dari 74,92 poin pada tahun 2019 menjadi 74,89 poin pada tahun 2020.

“Menurunnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Cirebon, Dari 6,29% pada tahun 2019 menjadi -0,99% pada Tahun 2020. Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka dari 8,98% pada tahun 2019 menjadi 10,97% pada tahun 2020,” jelasnya.

Azis mengatakan, dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 beserta dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya, Pemda telah melakukan perubahan arah kebijakan pembangunan, serta penyesuaian APBD Kota Cirebon Tahun 2020.

Perubahan dan penyesuaian tersebut dilakukan sesuai amanat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor: 119/2813/SJ dan Nomor :177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020 dalam rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

“Berdasarkan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 53 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, Anggaran Pendapatan Daerah tahun 2020 mengalami penyesuaian dari target Rp 1.770.976.050.000,00 (satu triliun tujuh ratus tujuh puluh miliar sembilan ratus tujuh puluh enam juta lima puluh ribu rupiah) menjadi Rp 1.753.548.842.253,00 (satu triliun tujuh ratus lima puluh tiga miliar lima ratus empat puluh delapan juta delapan ratus empat puluh dua ribu dua ratus lima puluh tiga rupiah) atau mengalami penyesuaian sebesar 0,98%,” katanya.

Selanjutnya, Azis menyampaikan, anggaran belanja juga mengalami rasionalisasi dan refocusing untuk belanja pencegahan dan penanganan dampak Covid-19. Total belanja daerah tahun 2020 mengalami penyesuaian dari Rp 1.812.628.021.740,00 (satu triliun delapan ratus dua belas miliar enam ratus dua puluh delapan juta dua puluh satu ribu tujuh ratus empat puluh rupiah) menjadi Rp 1.752.057.609.358,00 (satu triliun tujuh ratus lima puluh dua miliar lima puluh tujuh juta enam ratus sembilan ribu tiga ratus lima puluh delapan rupiah) atau mengalami penurunan sebesar 3,34 %.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, memasuki awal Tahun 2021, tepatnya di bulan Februari 2021, kita telah mulai melakukan proses Vaksinasi sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu dilaksanakan melalui 3 Tahapan,” jelasnya.


Ia berharap agar pada Tahun 2021, semua cobaan dan ujian ini akan segera berakhir, dan dengan semangat baru, serta mewujudkan agenda-agenda penting yang tertunda di Tahun 2020 ini.

“Fokus utama adalah pada penanganan kesehatan, pemulihan dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial yang sudah kami rencanakan pada agenda pembangunan tahun 2021. Harapan kita semua agar tahun 2021 menjadi tahun awal kebangkitan kembali Kota Cirebon, terutama pada sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang sempat terpuruk sejak pandemi Covid-19 berlangsung,” ungkapnya. (Nur)

Fauziah Hasni Mahasiswa IAIN Cirebon Juara 1 Lomba Puisi Indonesia Skill ASEAN

 

Fauziah Hasni, Mahasiswa Semeter VI Jurusan PGMI, IAIN SNJ Cirebon saat mempersiapkan diri untuk lomba puisi Imdonesia Skills ASEAN.


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Fauziah Hasni, menorehkan prestasi gemilang di tingkat ASEAN. Wanita kelahiran Cirebon, 08 Agustus 2000 ini sudah mengarumkan nama baik kampusnya.  

Fauziah Hasni dinobatkan juara 1 pada kejuaraan lomba puisi Indonesia skills ASEAN yang diselenggarakan di Banten, setelah bersaing ketat dengan peserta dari Brunai Darusslam dan Singapure.

"Bagi saya yang terberat yakni peserta dari Brunei Darussalam dan Singapure. Tetapi alhamdulillah, dengan modal tekad yang kuat, saya berhasil menjadi juara," katanya saat berbincang dengan fokuscirebon.com, Kamis (25/3/2021).

Menurut Fauziah, ada banyak hal yang menjadi pengalaman baru pada perlombaan tersebut. Selain bertemu dengan berbagai karakter peserta dari sejumlah negara ASEAN, Ia juga harus meyakinkan diri untuk mampu menjadi juara dari 2.024 peserta. 

"Ini juga yang menjadi tantangan saya, melihat jumlah peserta yang begitu banyak dari luar indonesia dan dari Indonesia sendiri. Apalagi mereka bagus-bagus, tapi saya tetap meyakinkan diri harus bisa keluar menjadi juara, kuncinya adalah optimis," kata Fauziah, sambil tersenyum, karena bisa membuktikan diri keluar sebagai juara.

Ditanya persiapan apa saja yang dilakukan dalam menghadapi lomba ASEAN tersebut, Fauziah mengungkapkan, dimulai dari mempersiapkan teks puisi dengan membaca banyak puisi karya sastrawan nasional maupun internasional, untuk sebagai gambaran diksi dari puisi yang ingin dirinya kirimkan. "Untuk persiapan tersebut saya membutuhkan waktu seminggu," katanya.



Selain optimisme yang tertanam pada dirinya, Fauziah juga bisa melangkah mantap pada perlombaan tersebut, karena kampus IAIN SNJ Cirebon sangat mendukung dalam perlombaan tersebut.

Sementara diakhir perbincangannya, Fauziah berharap, semoga kampusnya  mengembangkan kembali mahasiswa yang mengikuti lomba nasional maupun internasional," ucap mahasiawi semeter VI Jurusan PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini. (din)

Rabu, 24 Maret 2021

529 Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Wisuda Ke XXI di Swiss-Bellhotel

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag tengah melakukan prosesi wisuda di Swiss-Bellhotel, Rabu (24/3/2021).


FOKUS CIREBON, FC -  Rasa bangga dan bahagia terlihat di raut wajah para wisudawan dan wisudawati IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mereka dengan pakaian toga, satu-persatu mulai memasuki ruangan Audotorium Swiss-Bell Hotel, Rabu (23/3/2021) untuk mengikuti prosesi wisuda offline.

Prosesi wisuda ke XXII dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Berbagai macam perasaan masih menyelimuti para wisudawan. Namun dengan pembacaan SK tersebut, mereka wisudawan mulai sumringah dan satu persatu mulai dilakukan simbolis pindah kuncir dari peci toga wisuda mereka.

Berdasarkan data yang diperoleh fokuscirebon.com di lapangan, ada sekitar 800 lebih mahasiswa IAIN SNJ Cirebon yang di wisuda ke XXII. Dari jumlah itu, 529 mahasiswa di wisuda hari ini, sisanya besok, Kamis (25/3/2021), yang dibagi ke dalam dua gelombang.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, M.Ag dalam pidato wisuda menegaskan tentang Pendidikan integratif sebagai dasar transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Menurut Sumanta, integrasi ini sangat diperlukan dalam pendidikan sebagai upaya untuk memadukan ilmu agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dengan ilmu umum (Islamic Science). 

Untuk implementasiannya, proses integrasi ilmu agama dan ilmu umum harus mampu menawarkan muatan nilai kearifan budaya lokal (local wisdom) yang merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang universal.

Karena bagaimana pun, kata Sumanta, hubungan Islamic Science dan Dirasah Islamiyah yang integratif memiliki konsekuensi dan implikasi berupa perluasan akses pendidikan ilmu keagamaan sekaligus penyelenggaraan pendidikan yang mampu menjabarkan nilai-nilai universal Islam. 

"Inilah yang menjadi spirit mentransformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Sumanta dihadapan ratusan wisudawan.

Dalam mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengupayakan rekonstruksi paradigma keilmuan yang multidisipliner dengan menjadikan agama sebagai basis ilmu pengetahuan. 

Tujuannya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu mengembangkan bukan sekedar proses pendidikan searah, tetapi proses pendidikan multidimensi yang mampu menyeimbangkan antara akal dan wahyu sehingga mampu mewujudkan pengembangan spiritual, intelektual, dan sosial dari seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Oleh Karena itu, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN harus dibarengi dengan semangat pembangunan lembaga pendidikan integratif sebagai tataran operasional pendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran yang bersumber dari ayat qauliyah dengan ayat qauniyah secara utuh. 

Selanjutnya, proses integrasi keilmuan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat dirumuskan dengan mengedepankan tiga aspek yaitu turats, manhaji, dan ma’rifah/nadzariyah. 

"Pada tataran implementasi ketiga aspek tersebut harus mampu untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. Aspek turats dibutuhkan dalam proses integrasi keilmuan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai basis ontologis dalam penggalian sekaligus pengembangan kajian keilmuan bagi seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon," paparnya.

Sementara aspek manhaji, katanya, itu menjadi model penguatan kajian keilmuan sebagai basis epistemologis dalam pelaksanaan integrasi keilmuan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Sedangkan aspek ma’rifah dan nadzariyah merupakan basis aksiologis integrasi keilmuan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Integrasi keilmuan antara agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dan umum (Islamic science) bukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan. Namun mengingat bahwa semua keilmuan lahir dari basis ontologis, epistemologis dan aksiologis dan ternyata basis 
keilmuan Islam dan umum berbeda, maka perlu diperlukan paramater-parameter tertentu sehingga tercapai tujuan-tujuan tersebut.



Dijelaskan, untuk mencapai hal tersebut tidak cukup dengan memberi justifikasi ayat Al-Quran pada setiap penemuan dan keilmuan, memberikan label Arab atau Islam pada istilah-istilah keilmuan dan sejenisnya, tetapi perlu ada pergeseran 
cara pandang (shifting paradigm) pada basis-basis keilmuan Barat agar sesuai dengan basis-basis khazanah keilmuan Islam yang berkaitan dengan realitas metafisika, religius dan teks suci. 

"Bekal dari konseptual dan kecambah di atas maka arah kebijakan lembaga mendorong IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan transformasi kelembagaan menjadi sebuah Universitas. Dengan konsep tersebut, seluruh rumpun dan kajian keilmuan yang ada diiharapkan mampu bersinergi dan saling melengkapi pada tataran metodologis," tuturnya lagi.

Hal ini, katanya, mampu dilihat bagaimana universitas menyahuti kebutuhan masyakarat serta mampu menjawab sebuah tantangan dengan basis keilmuan yang multidisipliner. 

Demikian juga transformasi merupakan suatu perubahan secara kualitatif baik itu secara struktur, sifat dan bentuk. Sehingga dalam konteks ini, proses transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati mendorong perubahan secara esensialistik untuk menuju Universitas yang berbasis pada rumpun keilmuan yang terintergrasi dengan keilmuan yang lainnya. 

"Transformasi kelembagaan meniscayakan struktural dan perluasan akses pendidikan yang sedang dijalani. Sehingga akses pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menimba ilmu-ilmu keislaman yang dipadu dengan ilmu umum," tandasnya. 

Sementara itu, Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon, H Muhamad Arifin M.PdI menyatakan bahwa wisuda ke XXII ini dibagi ke dalam dua gelombang, dan pada gelombang pertama ini berjalan sukses. 

"Alhamdulillah, semua berjalan baik, wisuda ini merupakan wisuda gelombang pertama, sisanya dilakukan besok Kamis, karena memang dibuat dua gelombang. Kami dari unsur panitia sudah melaksanakan segala hal teknis yang berhubungan dengan wisuda ini dan hasilnya prosesi wisuda berjalan lancar dan sukses. (din)



Selasa, 23 Maret 2021

Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, PSGA IAIN Cirebon Siap Bentuk Dewan Etik dan Miliki Kantor UPT

Pemaparan Materi : Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta) tengah memberikan materi tentang kekerasan seksual pada kegiatan workshop studi gender dan anak di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Naela Farah, M.Ag berkeinginan memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai wujud pelaksanaan SOP.

UPT ini, katanya, akan dijadikan sebagai tempat atau ruang tersendiri dalam penanganan berbagai laporan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Selain itu, akan dibentuk Dewan Etik yang sistemnya atau sifatnya Ad Hoc. Yakni jika ada laporan kasus kekerasan kita tangani dengan membentuk ad hoc.

"Alhamdulillah, Rektor IAIN Cirebon pada tanggal 19 Nopember 2020 sudah mengeluarkan Surat Peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dan ini sangat diapresiasi oleh semua pihak, kita tinggal menyosialisasikan SOP nya dan membentuk Dewan Etik ketika nanti ada kasus kekerasan seksual. Peraturan ini memang juga anjuran dari Kementerian Agama RI serta Komnas Perempuan," paparnya.

Terkait Komnas Perempuan, lanjut Naela, pihaknya saat itu ikut menghadiri workshop di Jogyakarta bersama Komnas Perempuan, bahwa Komnas Perempuan mempresentasikan  jika Perguruan Tinggi juga rentan dengan kekerasan seksual. Sehingga diharuskan setiap Perguruan Tinggi memiliki SK tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS).

Untuk itu, kata Naela, sebagai bentuk pelayanan, pihaknya sangat berharap segara memiliki kantor pelayanan, yakni UPT. Kantor inilah nanti sebagai tempat penanganan berbagai laporan kekerasan seksual.

"UPT ini sangat penting peranannya sebagai penjabaran dari pelaksanaan SOP, jadi ya PSGA harus segera memiliki kantor pelayanan, UPT ini," tandas Naela kepada fokuscirebon.com pada acara Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat. (din)

RSUD Waled Peringati Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ke 539 dengan Kegiatan Khitanan Massal

Prosesi khitanan massal di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon disaksikan langsung oleh Bupati Cirebon, H Imron M.Ag, Selasa (23/3/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Memperingati Hari Jadi Ke 539 Kabupaten Cirebon, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled menggelar khitanan massal. Kegiatan tersebut juga dilakukan di RSUD Arjawinangun, Selasa (23/3/2021).

"Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam perayaan hari jadi ini dimeriahkan secara sederhana. Sebab, sampai saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19. Salah satu kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Cirebon ini adalah khitanan massal di RSUD Arjawinangun,” papar bupati Imron.

Imron menjelaskan, khitanan massal ini dilakukan di Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

Imron menjelaskan, kegiatan khitanan massal tersebut digelar di di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di mana nama yang terdaftar 24 orang di RSUD Arjawinangun dan 39 orang di RSUD Waled. Semuanya adalah  warga Kabupaten Cirebon,” terangnya.

Dijelaskan, slain khitanan massal,  Pemkab Cirebon juga akan menampilkan sejumlah seni budaya untuk meriahkan hari jadi ini.

“Nanti ada kegiatan seni budaya, seperti di Kecamatan Suranenggala ada pagelaran seni. Tetapi dilakukan secara virtual karena untuk menekan adanya kerumunan warga,” tururnya.

Sementara Direktur RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi menyatakan, dari sekitar 24 anak yang ikut  program khitanan massal ini, seluruhnya gratis. Mereka  semua adalah warga Kabupaten Cirebon wilayah barat.

"Selain khitanan massal, kita juga ingin mengadakan pengobatan gratis. Namun karena masih di masa pandemi, program jadi agak sulit dilakulan. Karena kami  menghindari kerumunan, sehingga baru bisa khitanan massal saja yang kita lakukan. Itu pun kami tempatkan di gedung yang baru,” tuturnya.

Khitanan massal ini, kata Bambang, pihaknya tetap menerapkan prokes dalam pelaksanaannya. (Olan)

PSGA IAIN Cirebon Adakan Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak

Ketua LP2M, didampingi Kepala Pusat Studi Gender dan Anak IAIN SNJ Cirebon pada kegiatan Workshop di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.


FOKUS COREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar workhsop penguatan kompetensi relawan studi gender dan anak, Selasa (23/3/2021), di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, LP2M IAIN Cirebon, Naela Farah M.Ag mengatakan kegiatan workshop ini bertujuan sebagai peningkatan kapasitas relawan dalam rangka memartabatkan kampus IAIN Cirebon dari berbagai kasus gender dan kekerasan anak.

Pihaknya mengaku sudah memiliki SOP bagi penanganan korban, dan SOP ini dalam waktu dekat akan segera  disosialisasikan ke seluruh komponen kampus.

Pada kegiatan ini, lanjutnya, selain mengejar output juga apa yang harus dilakukan, karena targetnya adalah untuk meningkatkan rasa aman di lingkungan kampus dari kekerasan seksual.

"Jadi inti dari workshop ini adalah untuk mencari atau menentukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan Tim PSGA untuk merealisasikan  program dalam rangka penanganan berbagai bentuk kekekarasan seksual.

Naela Farah juga menyinggung soal kekerasan di lingkungan kampus yang dilakukan melalui survai melalui google form yang disebar ke semua kalangan kampus.

Tim PSGA menemukan terjadinya kekerasan yang bukan saja berbentuk kekerasan seksual tetapi kekerasan verbal yang dialami oleh para mahasiswa di lingkungan kampus.

"Dari hasil suvei ini lalu kami menerbitkan SOP yang langsung ditandatangi Pak Rektor dan SOP tersebut akan segera kami sosialisasikan kepada semua kalangan di lingkungan kampus," tandasnya kepada fokuscirebon.com.

Sementara itu, Ketua LP2M, Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan bahwa ini adalah kegiatan Pusat Studi Gender dan Anak yang merupakan di bawah koordinasi LP2M, karena ada tiga pusat yakni pusat gender dan anak, pusat penelitian dan pusat pengabdian kepada masyarakat.

Intinya, kegiatan ini agar PSGA memiliki relawan, yakni relawan yang kompeten yang nantinya dapat memberikan advokasi terhadap studi gender dan perlindungan anak.

"Jadi bertujuan untuk memperkuat kompetensi relawan. Inilah tujuan workshop tersebut," ucapnya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Workshop PSGA.

Sementara itu, Workshop dengan tema "Trend Kekerasan Struktural di Masyarakat Jawa Barat, Konseling dan Management Pemulihan Korban Kekerasan Sruktural-Gender," mengahdirkan sejumlah pembicara dari luar kampus, seperti Irma Martam, Psy.MPH (mantan Direktur Pulih Institute Jakarta), kemudian Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta), dan moderator Farida Mahri (Ketua Pengurus Yayasan Wangsakerta Cirebon). (din)

Rayakan Hari Jadi Ke-539 Kabupaten Cirebon, Bupati Hadiri Khitanan Massal di RSUD Arjawinangun

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, FC- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun menggelar khitanan massal dalam rangka Hari Jadi ke-539 Kabupaten Cirebon di Aula RSUD setempat, Selasa (23/3/2021). 

Kegiatan khitanan massal tersebut dihadiri langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag. 

Menurut Imron, Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam perayaan hari jadi ini dimeriahkan secara sederhana. Sebab, sampai saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19. 

"Salah satu kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Cirebon ini adalah khitanan massal di RSUD Arjawinangun," katanya. 

Imron menjelasakan, khitanan massal ini dilakukan di Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. 

"Kita lakukan khitanan massal di RSUD Arjawinangun sebanyak 24 orang dan untuk RSUD Waled sebanyak 39 orang yang sudah terdaftar. Itu semua warga Kabupaten Cirebon," ujarnya. 

Selain khitanan massal, lanjut Imron, Pemkab Cirebon akan menampilkan sejumlah seni budaya untuk meriahkan hari jadi ini. 

"Nanti ada kegiatan seni budaya, seperti di Kecamatan Suranenggala ada pagelaran seni. Tetapi dilakukan secara virtual karena untuk menekan adanya kerumunan warga," katanya. 

Sementara itu, Direktur RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi mengatakan, ada sekitar 24 anak yang ikut program khitanan massal gratis ini. 

"Semua anak yang ikut dikhitan ini semuanya warga Kabupaten Cirebon wilayah barat," katanya. 

Bambang juga menjelaskan, selain khitanan massal, pihaknya ingin sekali mengadakan pengobatan secara gratis. Akan tetapi di masa pandemi ini sulit untuk dilakulan. 

"Kami dari RSUD Arjawinangin inginnya sih ada pengobatan gratis. Akan tetapi kami menghindari kerumunan, sehingga baru bisa khitanan massal saja yang kita lakukan. Itu pun kami tempatkan di gedung yang baru," katanya. 

Ia pun menuturkan, dalam kegiatan khitanan massal ini, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. 

"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam khitanan massal. Saya tidak menginginkan terjadi penularan di acara ini," kata Bambang. (din)