Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 28 April 2021

LP2M IAIN Cirebon Gelar Ramadhan Menyapa On The Spot dan Membagikan Paket Sembako di Masjid Nurul Amal Harjamukti

Kegiatan Ramadhan Menyapa On The Spot beserta pembagian paket sembako di Masjid Nurul Amal, Kelurahan Larangan, Harjamukti, Kota Cirebon.


CIREBON, FC - Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPkM) LP2M IAIN Syekh Nurjati mengadakan kegiatan Ramadhan Menyapa On The Spot session yang ke enam, Rabu (28/4/2021).

Kegiatan dilangsungkan di Masjid Nurul Amal, Jalan Ciremai Raya Kelurahan Larangan Harjamukti, Kota Cirebon dan berjalan baik dan sukses.

Ada yang berbeda dengan agenda Ramadhan Menyapa On The Spot edisi keenam ini, dalam kesempatan ini LP2M menghadirkan dan bisa menyapa para marbot Masjid sekitar 30an orang sebagai tamu undangan untuk hadir dalam kegiatan tersebut, dan berkesempatan mendapatkan paket sembako dari LP2M IAIN Syekh Nurjati.

Atas nama LP2M, H. Mahbub Nuryadien, M.Ag menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, khususnya pengurus DKM Masjid Nurul Amal yang sudah bersedia menjadi tempat kegiatan Ramadhan Menyapa On The Spot ini.

"Termasuk kepada Telkomsel yang selalu rutin terus ikut andil sehingga kegiatan session ke enam ini”, ujarnya dalam sambutannya yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Mutawally Cilimus Kuningan.

“Kegiatan Ramadhan Menyapa ini sudah berjalan selama 12 tahun, dan di tahun ini alhamdulillah kami bisa menambah format kegiatan yang lebih variatif. Selama 12 tahun Ramadhan Menyapa ini kegiatannya hanya live di RCTV, tetapi pada kesempatan ini bisa turun ke lapangan menyapa kamunitas tertentu, seperti Anak yatim, Abang Ojol, Abang Becak, Panti Jompo, dan Marbot Masjid”, ujar H. Mahbub Nuryadien, M.Ag.

Kegiatan yang dirancang dengan term Dakwah, Edukasi, dan Solidarity ini seperti biasa diisi dengan Materi. Session keenam ini materi disampaikan oleh H. Mahbub Nuryadien, M.Ag. Topik materi pada yang disampaikan Puasa sebagai Sarana Tazkiyatunnafs. 

Puasa adalah Ibadah khusus dan berbeda dengan ibadah lainnya. Puasa akan dinilai langsung oleh Allah Swt. Puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada orang lain yang mengetahuinya. 

Amalan puasa berasal dari niat batin, hanya Allah saja yang mengetahuinya dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalkan syahwat, menjaga lisan dari ucapan kotor dan keji, serta pandanga mata yang mengandung maksiat.

Namun yang lebih utama lagi, pada ibadah puasa ini hati harus terus dijaga dari hal-hal yang membatalkan nilai atau pahala puasa, seperti meninggalkan ghibah (menceritakan keburukan orang lain), namimah (adu domba), Fitnah, sifat takabbur (sombong) dan lainnya.

"Dari sudut pandang ini, Ibadah puasa bisa menjadi sarana penyucian hati atau jiwa," tandas H. Mahbub Nuryadien, M.Ag.

Sementara itu, kegiatan selanjutnya ditutup dengan penyerahan paket sembako kepada para Marbot Masjid sekitar kelurahan Harjamukti.

Penyerahan secara simbolik diberikan oleh H. Mahbub Nuryadien, M.Ag kepada Bapak Udin Syamsudin perwakilan Pengurus DKM Nurul Amal, dan dilanjut dengan buka puasa bersama. 

Hadir dalam kesgeiatan tersebut, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), H. Mahbub Nuryadien, M.Ag., Kasubag LP2M IAIN Bapak H. Ibnu Sina, M.Si, dan Sekretaris PD DMI Kota Cirebon Bapak Didi Sunardi, SE sekaligus Wakil Sekretaris PW DMI Jawa Barat.  (din)

Senin, 26 April 2021

Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Terdampak Covid 19

Sekda Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, bersama Ketua Baznas Kota Cirebon, Mohamad Tafuik S.Ag pada kegiatan penyaluran bantuan terdampak Covid-19, di Gedung Baznas Kota Cirebon.

CIREBON, FC - Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, menyatakan, bantuan yang diberikan Baznas Kota Cirebon diharapkan memberikan nilai produktif, sehingga dampak pandemi Covid-19 bisa dilewati dengan baik. 

Hal itu disampaikan 
pada kegiatan penyaluran bantuan terdampak Covid-19, di Gedung Baznas Kota Cirebon, Jalan Kanggraksan, Senin, 26 April 2021. 

Menurut Agus Mulyadi, bantuan yang diberikan diharapkan bisa menjadi bagian dari penambahan dan penguatan modal. “Semoga yang diberikan hari ini bisa memberikan nilai produktif,” kata Agus.

Dijelaskan, Baznas Kota Cirebon hari ini menyalurkan dana bantuan kepada pekerja harian sebanyak 17 orang dan pelaku UMKM sebanyak 23 orang. Masing-masing mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 1,5 juta. 

Untuk itu Agus berharap,  bantuan yang diberikan Baznas Kota Cirebon bisa digunakan dengan baik, maka mereka dapat mengajukan penambahan modal ke Pemda Kota Cirebon.

“Sehingga modal bisa bertambah lagi dan usaha bapak dan ibu menjadi besar,” ungkap Agus. 

Dijelaskan Agus, pandemi Covid-19 memberikan dampak ke berbagai sektor, termasuk sektor UMKM dan pekerja harian. Perekonomian keluarga menjadi terganggu dan banyak  yang tidak bekerja lagi.

“Walaupun kita tahu sebentar lagi lebaran,” ungkap Agus. Namun Agus berharap bantuan yang diberikan tidak dihabiskan untuk belanja konsumtif. 

Pada kesempatan itu, Agus juga kembali mengingatkan kepada yang hadir dan masyarakat Kota Cirebon untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. “Ada himbauan pemerintah untuk tidak mudik, kami minta untuk dipatuhi,” pinta Agus. 

Sehingga upaya penanggulangan Covid-19 di Kota Cirebon tidak kembali ke titik nol dengan melakukan berbagai pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Apalagi saat ini  kasus Covid-19 di Kota Cirebon sudah melandai. Lebaran ini kuncinya. Kita lengah, maka kita akan kembali ke titik nol,” ungkap Agus. 

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon, Mohamad Taufik, menyatakan bahwa Baznas Kota Cirebon mendapatkan amanah untuk menyalurkan bantuan dari Gubernur Jawa Barat. 

Bantuan tersebut merupakan kepedulian dari ASN Jabar terhadap masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Cirebon. “Penerimanya ada beberapa sektor, namun untuk hari ini baru dibagikan kepada 40 orang,” ungkap Taufik. 

Mulai dari UMKM, pekerja harian, marbot, guru honorer, pelajar dan mahasiswa, bantuan pengobatan dan pemulihan kesehatan, serta bantuan paket kesehatan lembaga pendidikan dan pesantren. 

Total dana yang akan disalurkan sebesar Rp 236.950.000 yang diberikan bertahap hingga Mei mendatang. Penerima bantuan akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu. 

“Prosesnya di dahului dengan kami meminta data dari 22 kelurahan di Kota Cirebon,” ucap Taufik. 

Data tersebut kemudian dilakukan assessment, selanjutnya dikirimkan ke provinsi. Oleh Pemprov Jabar kembali diverifikasi apakah calon penerima bantuan pernah mendapatkan bantuan lainnya. Setelah disetujui, baru akan dibagikan. 

Bantuan yang diberikan hari ini, lanjut Taufik, merupakan jaring pengaman sosial, membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. 

“Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak konsumtif,” ungkap Taufik. 

Jika berdasarkan pantauan, unit usaha yang diberikan bantuan berkembang dan memberikan dampak positif, maka bantuan modal bisa diberikan kembali. (Heri)

Jumat, 23 April 2021

Wakil Gubernur Jabar Bersama Wakil Walikota Cirebon Lakukan Safari Ramadhan Ke Masjid Al Hikmah Nuansa Majasem

Wakil Gubernur Jabar, H. Uu Ruzhanul Ulum, saat melakukan safari Ramadhan 1442 H/2021 didampingi Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati di Masjid Al Hikmah RW 15 Nuansa Majasem, Kota Cirebon.

CIREBON, FC – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengajak kepada warga Kota Cirebon untuk kembali berikhtiar, menggerakkan roda-roda perekonomian. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jabar, H. Uu Ruzhanul Ulum, saat melakukan safari Ramadhan 1442 H/2021 yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati di Masjid Al Hikmah RW 15 Nuansa Majasem, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Jumat, 23 April 2021.

“Kehadiran kami disini menunjukkan kebersamaan antara Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kota Cirebon,” ungkap Uu. 

Kebersamaan tersebut merupakan kekuatan, terutama kekuatan untuk memulihkan perekonomian di Jabar karena terkena dampak pandemi Covid-19. 

Karenanya pada kesempatan itu Uu mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk kembali berikhtiar dengan bekerja di bidangnya masing-masing. “Sehingga roda perekonomian di Jabar bisa kembali bangkit,” harap Uu. 

Uu juga mengaku bersyukur karena penanganan Covid-19 di Kota Cirebon sudah berlangsung dengan baik, sehingga tidak ada lagi zona merah dan oranye di Kota Cirebon. 

Kondisi ini menurut Uu merupakan modal bagi Kota Cirebon untuk kembali bekerja dan berikhtiar untuk menggerakkan roda perekonomian.  

Pada kesempatan yang sama, Uu juga kembali meminta kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah pusat untuk tidak mudik dulu tahun ini. 

“Pemerintah Provinsi Jabar akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat dengan cara membangun 133 posko penyekatan di perbatasan,” ungkap Uu. 

Larangan mudik pada lebaran 2021  memiliki tujuan yang baik, yaitu mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, menghaturkan terima kasih kepada Pemprov Jabar yang memiliki perhatian khusus kepada Pemda Kota Cirebon.

“Sebelumnya Pak Wagub sudah datang, kita sama-sama berkunjung ke pesantren di Argasunya,” ungkap Eti.

Beberapa hari lalu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, juga datang untuk meresmikan Alun-alun Kejaksan dan Creative Center. 

“Ini menunjukkan perhatian yang luar biasa dari Pemprov Jabar kepada Kota Cirebon,” ungkap Eti. 

Pada kesempatan itu, Eti juga menyatakan bahwa Pemda Kota Cirebon bertekad untuk menyukseskan program Jabar Juara. 


“Pembangunan yang dilakukan di Kota Cirebon juga bertujuan untuk membahagiakan warga kami,” ungkap Eti. 

Dengan warga yang bahagia, maka pembangunan juga bisa berjalan dengan baik.

Creative Center Dapat Memacu Pelaku industri Kreatif di Kota Cirebon


CIREBON, FC– Revitalisasi alun-alun dan pembangunan Creative Center merupakan cara Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil untuk menaikkan kualitas peradaban. 


Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan industri kreatif sebagai salah satu daya tarik wisatawan berkunjung. 

“Saya memang jor-jor an membangun dua hal, alun-alun dan creative center,” ungkap Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil, ST., MUD. 

Bagi Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, pembangunan kedua tempat tersebut merupakan cara untuk menaikkan kualitas peradaban bangsa Indonesia. 

Alun-alun, lanjut Kang Emil, bisa menjadi ruang demokrasi, yang kaya dan miskin bisa datang ke tempat yang sama, tempat menyampaikan pendapat, kesenian, ekonomi dan lainnya. 

“Masyarakat yang sebelumnya tidak datang menjadi datang, yang dulunya diam menjadi terinspirasi,” ungkap Kang Emil. 

Sedangkan gedung Creative Center merupakan wadah bagi anak-anak muda di Ciayumajakuning untuk berekspresi. 

“Kalau ingin menghancurkan sebuah bangsa, hancurkan pemudanya dengan narkoba, berita hoax dan konten negatif ,” ungkap Kang Emil. 

Untuk itu gedung Creative Center sangat dibutuhkan sebagai sarana berekspresi anak-anak muda untuk menghasilkan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning. 

“Perjuangan untuk sampai dengan hari ini tidaklah mudah,” ungkap Kang Emil.

Seiring dengan ketiadaan fungsi  Bakorwil, gedung negara menjadi sepi. Tak ingin terbengkalai, setelah melakukan istikharah, maka gedung negara harus dimanfaatkan untuk warga Ciayumajakuning. 

Kang Emil juga mengungkapkan keharuannya karena yang menjadi arsitek  Creative Center merupakan guru dan seniornya, Ahmad Djuhara, yang telah meninggal karena terpapar Covid-19 di awal April tahun lalu. 

“Untuk itu saya akan memberi nama ruang kreatif Ahmad Djuhara,” ungkap Kang Emil. 

Ahmad Djuhara merupakan orang yang kreatif dan Kang Emil berharap bisa menularkan semangat kreativitas generasi muda di Ciayumajakuning. 

“Saran saya, berikan juga tempat untuk selfi di sini. Halaman belakang masih luas,” ungkap Kang Emil. 

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., menjelaskan pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan. “Termasuk sektor pariwisata,” ungkap Azis.

Banyak pelaku industri pariwisata yang harus gulung tikar karena tidak mampu bertahan. 

Selain itu, banyak pula SDM pada bidang industri pariwisata yang harus kehilangan pekerjaan karena tempat bekerjanya berhenti beroperasi. 

“Karenanya, kami merasa sangat terhormat  dan sangat berterima kasih saat kota kami dipilih menjadi salah satu kota di Jabar yang mendapatkan pembangunan creative center dari Pemprov Jabar,” ungkap Azis. 

Keberadaannya diyakini Azis mampu mengakselerasi pengembangan industri kreatif di Kota Cirebon. 

Pemda Kota Cirebon juga berkomitmen untuk memfungsikan Creative Center ini semaksimal mungkin. Sehingga Kota Cirebon dapat menjadi kota yang kreatif dan menjadikan industri kreatif sebagai salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon. 

“Besar harapan saya, peresmian Creative Center dapat memacu pelaku industri kreatif di Kota Cirebon untuk terus mengembangkan kreativitas mereka,” harap Azis. 

Sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Cirebon bisa meningkat. Ini juga selaras dengan visi dan misi Pemda Kota Cirebon, yaitu menjadikan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah. 

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Boy Iman Nugraha, ST.menjelaskan pembangunan creative center selama dua tahun yaitu 2019 dan 2020 sebenarnya dianggarkan Rp16 miliar.

“Namun baru terlaksana Rp5,2 miliar,” ungkap Boy.

Pembangunan Creative Center juga merupakan program strategis dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dengan tujuan untuk meningkatkan nilai kreativitas di wilayah Ciayumajakuning. 

Yaitu dengan menyediakan ruang workshop, galeri, ruang pamer, studio dan ruang interaksi serta kolaborasi pelaku kegiatan dan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning. 

“Sehingga diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning,” ungkap Boy. (Agus)

Kamis, 22 April 2021

Berdoa Keselamatan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Istighosah Virtual


CIREBON, FC - Upaya pencegahan sekaligus dijauhkan dari virus Covid 19, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis malam (22/4/2021), menggelar kegiatan istighosah secara virtual.

Istighosah ini digelar sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT yang dilakukan melalui doa dan zikir, dengan tujuan agar seluruh pimpinan, dosen dan karyawan mendapat perlindungan sekaligus dijauhkan dari bahaya pandemi virus corona.

"Ya, ini untuk mendoakan  kesembuhan pimpinan, dosen dan karyawan dari virus Covid 19 dan kita semua selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT," ujar Paranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.PdI.

Sementara terkait istighosah, terang Arifin, kegiatannya langsung dipandu oleh Drs KH Amir M.Ag, Direktur Ma'had Al Jami'ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Dr KH Slamet Firdaus MA, Dosen FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan pengantar Dr H Ahmad Yani M.Ag selaku Ketua Satgas Covid 19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Arifin juga mengatakan, Istighosah ini dilakukan sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah SWT, untuk meminta keselamatan dari virus Covid 19.

"Pendemi Covid 19 masih harus terus diwaspadai. Selain penyebarannya sangat signifikan, virus yang tak bisa dilihat mata telanjang ini mampu menyerang siap saja. Maka dengan Istighosah ini diharapakan doa yang kita munajatkan dikabul oleh Allah SWT," kata Arifin.

Arifin juga menjelaskan, Istighosah yang digelar bertepatan dengan malam Jum'at dan masuk di 10 hari kedua di bulan ramadhan, kegiatannya dilaksanakan pada pukul 20.30 WIB usai shalat tarawih. 

Sementara dalam rangkaian istighosah tersebut, kata Arifin, diisi dengan membaca surah yasin, membaca hijb masker rabany serta zikir dan doa.

"Menurut hemat saya sebagai umat beragama, berdoa menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita dan bangsa Indonesia, temasuk bagi keselamatan dan perlindungan keluarga besar di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tuturnya.

Sebab berdoa, kata Arifin, sama dengan merupakan ikhtiar batin untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar kita semua diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menerima ujian, cobaan, musibah dan marabahaya termasuk pandemi virus Corona.

Sementara itu, Istighosah yang diikuti oleh seluruh unsur di lingkungan kampus IAIN Cirebon, selain dilakukan secara virtual juga tetap menjalankan protokol kesehatan.


Sementara itu, Ketua Satgas Covid 19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr  H Ahmad Yani M.Ag mengucapkan rasa terimakasinya atas partisipasi seluruh keluarga besar IAIN Cirebon hingga terselenggaranya istighosah dengan harapan doa yang dimunajatkan terkabul oleh Allah SWT.

"Kami haturkan kepada segenap Bapak/Ibu Dosen dan Karyawan IAIN Syekh Nurjati Cirebon atas partisipasinya dalam Kegiatan Istighosah Virtual malam ini Untuk kesembuhan Pimpinan dan Keluarga Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sedang diuji Covid-19. Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah Covid-19 dari Pimpinan dan Saudara-saudara kita, dan kita semua terbebas dari wabah ini," harapnya. (din)

Gubernur Jawa Barat Resmikan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmikan Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon.

CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil resmikan alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon. Gubernur juga berpesan agar pemimpin senantiasa membahagiakan warganya. 

“Alun-alun ini sangat istimewa,” ungkap Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD, usai meresmikan Alun-alun Kejaksan. 

Keistimewaan tersebut diantaranya keberadaan Alun-alun Kejaksan bisa menyelesaikan permasalah kemacetan di Kota Cirebon dengan adanya basement atau ruang bawah tanah yang digunakan untuk parkir. Basement Alun-alun Kejaksan mampu menampung sekitar 70 mobil dan 120 motor.

Tidak hanya basement saja, alun-alun Kejaksan juga memiliki dimensi sejarah yang sangat diperhatikan dalam pembangunannya. 

“Termasuk adanya tugu proklamasi ini,” ungkap Kang Emil, begitu biasa gubernur Jabar disapa.

Selanjutnya Kang Emil mempersilahkan kepada warga untuk memanfaatkan Alun-alun Kejaksan dengan baik. “Saya titip jaga kebersihan,” ungkap Kang Emil. 

Selain itu kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon Kang Emil juga berpesan untuk memanjakan tamu yang datang dan gembirakan warganya. 

“Manjakan tamu yang datang dengan fasilitas yang nyaman, manjakan warganya dengan jalan yang lancar, kota yang bersih, jalan kaki yang nyaman, tidak banjir,” ungkap Emil. 

Pada kesempatan yang sama Kang Emil juga mengungkapkan tahun ini revitalisasi alun-alun Kasepuhan juga akan dilakukan. Seiring dengan adanya tol Cipali, pariwisata di Kota Cirebon bisa menyaingi Kota Bandung. 

“Khusus Cirebon kita akan perbanyak hibah bus pariwisata, seperti bandros,” ungkap Emil.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, berharap kedepannya alun-alun Kejaksan sebagai ruang terbuka publik dapat difungsikan sebagai tempat edukasi, interaksi, sosial, berdiskusi dan refreshing.

“Sehingga indeks kebahagiaan warga Kota Cirebon akan meningkat,” ungkap Azis. 

Azis juga mengungkapkan saat perencanaan, terdapat banyak saran yang diantaranya agar alun-alun tetap memiliki fungsi tempat salat id dan menampilkan harmoni antara unsur tradisional dan modern.

“Hingga jadilah alun-alun seperti yang sekarang ini,” ungkap Azis. 

Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon dilengkapi fasilitas lapangan utama dan paviliun upacara sehingga dapat digunakan untuk upacara hari besar nasional dan tempat olahraga, taman yang berisikan tanaman hias dan pohon-pohon tinggi, serta shelter untuk pedagang kaki lima (PKL). 

Selain itu, alun-alun Kejaksan juga memiliki bangunan-bangunan lain untuk menambah fungsi yang telah ada. Seperti gerbang masjid yang menjadikan alun-alun Kejaksan menyatu dengan masjid raya At Taqwa, basement yang berfungsi sebagai tempat parkir, gerbang utama yang berbentuk candi Bentar dengan tinggi sekitar 9 meter serta Plaza Memorial.

“Pada Plaza Memorial yang didalamnya terdapat memorial sejarah tugu proklamasi yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis. 

Selain itu masih ada pula microlibrary yang berfungsi sebagai taman baca dan playground atau tempat bermain anak. 

Sedangkan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Boy Iman Nugraha, ST, menjelaskan alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon merupakan salah satu program strategis Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil.

“Dibangun dengan total dana sekitar Rp44 miliar selama dua tahun anggaran yaitu 2019-2020,” ungkap Boy. (Olan)

BRT Trans Cirebon Menjadi Kendaraan Umum Modern Dengan Fasilitas Full AC dan Wi-fi Gratis

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon, menjadi pilihan transportasi baru warga Cirebon (Kota dan Kabupaten Cirebon).


CIREBON, FC –  Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon, mulai resmi beroperasi usai dilaunching oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj. Eti Herawati pada Senin (12/4/2021) lalu.

Sejak itu, Trans Cirebon melayani warga yang ingin merasakan naik kendaraan umum modern tersebut. Dapat disebut modern karena bus ini dilengkapi fasilitas terkini, seperti Wi-Fi gratis dan kamera pemantau (CCTV) serta full AC.

Bahkan, yang lebih menarik minat masyarakat untuk naik bus berwarna biru tersebut, tidak dikenakan tarif sejak hari pertama launching sampai tanggal 25 April 2021 mendatang.

Dilihat dari unggahan media sosial resmi milik pengelola BRT Trans Cirebon @brttranscirebon, antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk memanfaatkan transportasi ini. Terlebih di Bulan Ramadan ini, banyak warga yang mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan berkeliling Cirebon naik BRT.

Salah seorang warga yang ditemui saat menikmati perjalanan keliling Cirebon dengan naik BRT, Saeful (28) mengungkapkan, bus ini cukup nyaman, selain fasilitas yang ada di dalam bus, semua yang sudah terjadwal pun berjalan sesuai. 

“Saya naik bus ini dari Halte Kecamatan Kejaksan tepat di jam pemberangkatan 16.01 WIB, saya datang beberapa menit sebelumnya, dan benar bus datang tepat waktu,” ungkapnya.

Diungkapkan Saeful, fasilitas yang tersedia khususnya Wi-Fi gratis sangat bermanfaat untuk mengisi waktu sampai dirinya tiba di tempat tujuan. 

Menurutnya, kecepatan WiFi di BRT terbilang cepat, terlihat dari banyaknya anak-anak yang bermain game online saat naik bus ini dan tidak ada satupun yang mengalami loading. 

“Naik BRT Trans Cirebon di masa pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan juga diterapkan, sebelum naik saya dicek suhu tubuh dan disediakan hand sanitizer di pintu masuk,” katanya.

Terkait masih gratis naik BRT sampai 25 April 2021, Saeful mengungkapkan, di dalam bus petugas pun memberi penjelasan cara pembayaran non tunai apabila masa gratis tersebut selesai. 

“Saya dicontohkan membayar tiket dengan cara non-tunai, harga tiketnya sendiri itu Rp 5000 untuk umum dan Rp 3500 untuk pelajar,” ucapnya.

Tidak hanya pembayaran non-tunai seperti menggunakan OVO, Gopay, Shopee Pay dan sejenisnya melalui QRIS. Naik Trans Cirebon juga bisa bayar tunai.

Terkait kapasitas, di dalam bus keluaran Isuzu ini, bisa masuk 30 orang penumpang untuk sekali jalan, akan tetapi mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19, jadi hanya 50 persen dari jumlah tersebut

Sementara, Sopir BRT yang saat itu bertugas, Robi mengungkapkan, membawa bus ini tidak bisa sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang, semua harus di halte yang sudah disediakan.

“Kami ada jadwal tiba di halte, jadi kami tidak bisa naik turunkan penumpang selain di halte,” ungkap pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir angkutan ekspedisi tersebut.

Menurutnya, bus ini pun berhenti sekitar 1-2 menit di setiap halte, baik ada penumpang yang menunggu ataupun tidak, kecuali di Halte Dukuh Semar, bus berhenti sedikit lama sekitar 15 menit. “Kecepatan pun tidak melebihi 40 km/jam,” ujarnya.

Selain di Kecamatan Kejaksan, halte juga ada di Balai Kelautan, Yos Sudarso, Karang Anom, Dukuh Semar, SMPN 8 dan Monumen Juang.

Saat ini, koridor yang beroperasi yakni koridor satu jalurnya dari Terminal Dukuh Semar – Jalan Pesantren – Jalan Ahmad Yani – Jalan Brigjend Dharsono – Jalan Kedawung – Jalan Pilang Raya – Jalan Slamet Riyadi – Jalan Diponegoro – Jalan Samadikun – Jalan Sisingamangaraja – Jalan Benteng – Jalan Yos Sudarso – Jalan Kesunean – Jalan Kalijaga – Jalan Ahmad Yani (Via bawah) – Jalan Pesantren.

Untuk koridor berikutnya nanti akan ada halte melewati Kabupaten Cirebon, pengelola masih mempersiapkannya.

Diketahui, Wali Kota Cirebon, Drs H. Nashrudin Azis SH mengungkapkan, sudah dua tahun BRT diterima Pemda Kota Cirebon, namun tak kunjung dioperasionalkan.

Bahkan ada sejumlah pihak yang akhirnya menyarankan agar BRT itu dikembalikan lagi. “Tapi masa kita yang minta lalu kita yang mengembalikan,” ungkap Azis. 

Untuk itu pihaknya berupaya dengan segala potensi yang dimiliki agar BRT Trans Cirebon ini bisa beroperasi. 

“Alhamdulillah akhirnya kerjasama hari ini bisa terwujud. Sehingga bisa mengoptimalkan pemanfaatan BRT Trans Cirebon untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Azis.

Keberadaan BRT Trans Cirebon diyakini akan membuat Cirebon menjadi kota yang semakin maju. 

“Salah satu ciri kota yang maju yaitu adanya angkutan umum massal seperti bus,” ungkap Azis. 

Selanjutnya jika dalam pengoperasian BRT Trans Cirebon ini ada sejumlah kendala, Azis meminta dinas terkait dan pengelolanya untuk tidak patah semangat. 

“Yang membuat saya bahagia, BRT Trans Cirebon mengoptimalkan pembayaran secara digital dengan melibatkan Bank Indonesia dan BJB,” ungkap Azis. (Nur)