This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 31 Mei 2021
Menteri Sandiaga Salahudin Uno di Desa Cibuntu Disambut Upacara Adat Si-Lengser Kuningan
Sabtu, 29 Mei 2021
Puluhan Masyarakat Terjaring Rapid Test Antigen, Satu Orang Dinyatakan Reaktif
FOKUS CIREBON, FC – Puluhan orang terjaring rapid test antigen di halaman Gedung Negara, Kota Cirebon, Sabtu, 29 Mei 2021. Pelaksanaan rapid test antigen ini dilakukan oleh Satpol PP Provinsi Jawa Barat.
Selain di halaman Gedung Negara, secara serentak rapid test antigen ini juga dilaksanakan di Jalan Tuparev, Jalan Jenderal Sudirman, serta kawasan Kedawung.
Sejak dimulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 58 orang mengikuti rapid test antigen tersebut, satu orang di antaranya dinyatakan reaktif.
“Kami Satpol PP Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan stakeholder Provinsi Jabar, termasuk Polda dan Kodam, juga bekerja sama dengan tingkat kota dan kabupaten, di antaranya kecamatan, Polsek, Koramil, juga Puskesmas, menggelar rapid test antigen ini” ujar Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Barat H. Khoirul Naim S.K.M., M.Epid., di sela meninjau pelaksanaan rapid test antigen di halaman Gedung Negara.
Menurutnya, Satpol PP Provinsi Jawa Barat turun untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan Covid-19 atas nama Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Divisi Komunikasi Publik Perubahan Perilaku dan Penegakan Aturan (KP4A).
“Rencana tiga hari kita akan melakukan rapid test antigen ini, yang dimulai hari ini, dan melibatkan berbagai unsur di kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya.
Satpol PP Provinsi Jawa Barat sendiri melaksanakan dua jenis operasi, yaitu bakti praja atau memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga, serta praja wibawa atau penegakan aturan.
“Kota Cirebon itu memang wilayah strategis, banyak mobilitas orang, dan ada kenaikan kasus sehingga menjadi zona merah, maka kita libatkan semua unsur untuk pelaksanaan operasi tersebut,” ujarnya.
Selain melaksanakan rapid test antigen di empat titik, menurut Khoirul, tim juga ada yang bergerak di ruang publik seperti pasar, alun-alun, juga pusat perbelanjaan.
“Untuk tim yangmobile ini tidak melakukan rapid test antigen, melainkan edukasi dan sosialisasi,” katanya.
Ia mengatakan, jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya petugas medis akan melanjutkan tes PCR. “Jika reaktif, kita akan koordinasi dengan wilayah di mana dia tinggal,” ujarnya.
Menurutnya, dengan pelaksanaan rapid test antigen ini, Satpol PP Provinsi Jawa Barat menargetkan edukasi kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan.
“Ingat, pandemi Covid-19 ini belum selesai, harus ada upaya bersama dalam penanganannya. Kita juga harus memastikan bahwa ruang publik juga harus patuhi kesehatan, penyelenggaranya harus siapkan sarana untuk protokol kesehatan,” tuturnya.
Menurutnya, dalam operasi ini, Satpol PP tidak menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. “Masih sanksi sosial, tapi pencatatan kita lakukan sehingga kita punyadata base jumlah pelanggar,” ujarnya.
Rencananya, pada Minggu, 30 Mei 2021, Satpol PP Provinsi Jawa Barat akan melakukan rapid test antigen di kawasan Bima, kemudian pada Senin, 31 Mei 2021, pelaksanaan rapid test antigen akan dilaksanakan di Cirebon Business Centre di kawasan Tuparev.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengungkapkan, Dinkes turut berkolaborasi bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan rapid test antigen selama tiga hari tersebut.
“Dinkes melakukan upayatracing dan testing
Ia menambahkan, tim Dinkes yang ditugaskan di pusat-pusat keramaian untuk melakukantracing dan testing
ga pukul 18.00 WIB, sebanyak 58 orang mengikuti rapid test antigen tersebut, satu orang di antaranya dinyatakan reaktif.
“Kami Satpol PP Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan stakeholder Provinsi Jabar, termasuk Polda dan Kodam, juga bekerja sama dengan tingkat kota dan kabupaten, di antaranya kecamatan, Polsek, Koramil, juga Puskesmas, menggelar rapid test antigen ini” ujar Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Barat H. Khoirul Naim S.K.M., M.Epid., di sela meninjau pelaksanaan rapid test antigen di halaman Gedung Negara.
Menurutnya, Satpol PP Provinsi Jawa Barat turun untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan Covid-19 atas nama Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Divisi Komunikasi Publik Perubahan Perilaku dan Penegakan Aturan (KP4A).
“Rencana tiga hari kita akan melakukan rapid test antigen ini, yang dimulai hari ini, dan melibatkan berbagai unsur di kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya.
Satpol PP Provinsi Jawa Barat sendiri melaksanakan dua jenis operasi, yaitu bakti praja atau memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga, serta praja wibawa atau penegakan aturan.
“Kota Cirebon itu memang wilayah strategis, banyak mobilitas orang, dan ada kenaikan kasus sehingga menjadi zona merah, maka kita libatkan semua unsur untuk pelaksanaan operasi tersebut,” ujarnya.
Selain melaksanakan rapid test antigen di empat titik, menurut Khoirul, tim juga ada yang bergerak di ruang publik seperti pasar, alun-alun, juga pusat perbelanjaan. “Untuk tim yangmobile ini tidak melakukan rapid test antigen, melainkan edukasi dan sosialisasi,” katanya.
Ia mengatakan, jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya petugas medis akan melanjutkan tes PCR. “Jika reaktif, kita akan koordinasi dengan wilayah di mana dia tinggal,” ujarnya.
Menurutnya, dengan pelaksanaan rapid test antigen ini, Satpol PP Provinsi Jawa Barat menargetkan edukasi kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan.
“Ingat, pandemi Covid-19 ini belum selesai, harus ada upaya bersama dalam penanganannya. Kita juga harus memastikan bahwa ruang publik juga harus patuhi kesehatan, penyelenggaranya harus siapkan sarana untuk protokol kesehatan,” tuturnya.
Menurutnya, dalam operasi ini, Satpol PP tidak menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. “Masih sanksi sosial, tapi pencatatan kita lakukan sehingga kita punyadata base jumlah pelanggar,” ujarnya.
Rencananya, pada Minggu, 30 Mei 2021, Satpol PP Provinsi Jawa Barat akan melakukan rapid test antigen di kawasan Bima, kemudian pada Senin, 31 Mei 2021, pelaksanaan rapid test antigen akan dilaksanakan di Cirebon Business Centre di kawasan Tuparev.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengungkapkan, Dinkes turut berkolaborasi bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan rapid test antigen selama tiga hari tersebut.
“Dinkes melakukan upayatracing dan testing
Ia menambahkan, tim Dinkes yang ditugaskan di pusat-pusat keramaian untuk melakukantracing dan testing
Kamis, 27 Mei 2021
Tingkatkan Penelitian Kuantitatif, Laboratorium Tafsir Hadis FUAD IAIN Cirebon Gelar Webinar Nasional
Panwas Nasional Dr Roqib M.Ag Lakukan Kunjungan dan Monitoring UM-PTKIN SSE IAIN Cirebon
FOKUS CIREBON, FC - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi kepada Panitia Lokal SSE UM PTKIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (25/5/2021).
Rombongan Panitia Nasional yang diwakili oleh Dr. Moh. Roqib, M.Ag, disambut langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta, M.Ag di ruang kerjanya.
Usai bertemu Rektor, rombongan langsung meninjau kegiatan Ujian SSE UM PTKIN Panlok IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berlokasi di Gedung M didampingi Kepala PTIPD IAIN Syekh Nurjati, Dr. H. Darwan, M.Kom.
Dr. Roqib, M.Ag yang saat ini menjabat Rektor IAIN Purwokerto, menyapa Panitia Lokal dan Para Pengawas. Bahkan, disela-sela monev, Dr Roqib juga menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan SSE UM PTKIN di IAIN Syekh Nurjati yang sudah sangat baik.
"Pelaksanaan SSE UM PTKIN IAIN SNJ Cirebon sudah sangat baik, semoga akan semakin baik lagi di tahun-tahun mendatang karena IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan bertransformasi menjadi UISSI (Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia) sehingga ujian SSE UM PTKIN dapat diadaptasi oleh PTKIN lainnya," ujarnya.
Dr Roqib juga menyampaikan selama pemantauan pelaksanaan ujian SSE UM PTKIN, tidak ada kendala yang berarti kecuali sinyal yang kurang kuat di beberapa tempat pelaksanaan ujian.
Selanjutnya, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor IAIN Purwokerto yang telah melaksanakan monev SSE UM PTKIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
"Sebagaimana disampaikan bahwa kita harus semakin baik dalam pelaksanaan ujian masuk ini karena kita akan menjadi pilot project dari Cyber University," katanya. (din)
Rabu, 26 Mei 2021
Devi Apriliyah Mahasiswi IAIN Cirebon Meraih Juara 1 Lomba Video Mahasiswa Kreatif Tingkat Nasional
Devi Apriliyah, Juara 1 pada lomba video mahasiswa kreatif tingkat nasional.
Pemkot Cirebon Tingkatkan Tracing dan Testing Pasca Libur Lebaran 2021
FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon intensifkan tracing dan testing di tingkat mikro pasca libur lebaran 2021. Tes rapid antigen kini juga bisa dilakukan di semua puskesmas di Kota Cirebon.
Horee.. !! Sekolah di Kota Cirebon, Pembelajaran Tatap Muka Siap Dibuka
FOKUS CIREBON, FC – Kabar gembira datang dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, di mana belajar tatap muka akan segera dibuka. Hal itu disampaikan Kadisdik terkait sekolah-sekolah di Kota Cirebon dari sisi infrastruktur sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. H Irawan Wahyono, M.Pd kepada media.
Dikatakannya, yang dimaksud infrastrukturnya sudah siap antara lain sudah adanya wastafel portable yang terpasang di beberapa titik di sekolah.
“Kami juga tetap mengikuti jika ada rekomendasi dari Satgas Covid-19, maupun Dinkes,” katanya.
Irawan mengatakan, pembelajaran tatap muka ini stakeholdernya bukan hanya dari Disdik saja, melainkan ada ikut serta dinas terkait dan bahkan yang utamanya adalah Dinkes.
“Kalau dinas terkait tidak merekomendasikan sekolah tatap muka, nanti dikoreksi oleh orang tua murid juga, jadi intinya kami melaksanakan sesuai dengan apa yang direkomendasikan” ucapnya.
Menurut Irawan, pihaknya sejauh ini baru menjalani komunikasi bersama Satgas Covid-19 Kota Cirebon, itu pun secara lisan, belum tertulis resmi.
“Dari Satgas merekomendasikan nanti simulasinya hanya guru, jangan bersama murid terlebih dahulu,” ucapnya.
Senada, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah X Jawa Barat, Dra. Hj. Ester Miori Dewayani M.M.Pd, mengatakan, sekolah tatap muka direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru, Bulan Juli.
“Nanti Adaptasi kebiasaan baru, prokes yang begitu ketat, dengan segala aturan dan ketentuan-ketentuan yang ada,” kata Ester.
Terkait simulasi, lanjut Ester, akan digelar simulasi guna memberikan pemahaman kepada para guru atau warga sekolah dalam menghadapi sekolah tatap muka nanti.
“Sekolah sudah dilakukan beberapa cek, ada juga evaluasi mulai dari sarana prasarana yang disiapkan, termasuk dengan vaksinasi, warga sekolah divaksin dua kali,” ungkapnya. (Nur)

















