Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 31 Mei 2021

Menteri Sandiaga Salahudin Uno di Desa Cibuntu Disambut Upacara Adat Si-Lengser Kuningan

Tari Si Lengser, Adat Kuningan, sambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, di Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.


FOKUS CIREBON, FC - Kunjungan Menteri Pariwisata RI, Sandiaga Salahudin Uno, ke Desa Wisata Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat, Senin, (29/5/2021), disambut hangat Bupati Kuningan.

Di lokasi Cibuntu, tepatnya di kantor Desa Cibuntu, Sandiago Uno juga disambut adat sunda Kuningan dengan nama familier Si-Lengser. Tampak penyambutan dilakukan dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Selain itu, di sejumlah titik di lokasi Cibuntu juga terlihat para petugas rapid test menyiapkan diri bagi para tamu dan undangan yang hadir. Bahkan setiap yang datang wajib megenakan masker dan mencuci tangan.

Pos pengamanan juga terlihat di sejumlah titik, baik dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, maupun petugas kesehatan.

Diketahui, Desa Cibuntu memang memiliki tempat pariwisata yang sudah mendunia. Selain lokasinya berada di bawah gunung Ciremai, udara di sana pun dingin dan sejuk. 

Pemandangan di lokasi wisata Cibuntu, begitu asri. Selain juga terdapat air terjun, kolam terapi ikan, bukit-bukit, kuliner dan taman yang tertata indah.

"Desa pariwisata Cibuntu ini sudah dikenal luas, selain di Indonesia juga mancanegara, kami sebagai warga sangat bangga dengan aset wisata desa ini," kata Dadang, mengaku sebagai warga, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. (din)

Sabtu, 29 Mei 2021

Puluhan Masyarakat Terjaring Rapid Test Antigen, Satu Orang Dinyatakan Reaktif


FOKUS CIREBON, FC – Puluhan orang terjaring rapid test antigen di halaman Gedung Negara, Kota Cirebon, Sabtu, 29 Mei 2021. Pelaksanaan rapid test antigen ini dilakukan oleh Satpol PP Provinsi Jawa Barat. 

Selain di halaman Gedung Negara, secara serentak rapid test antigen ini juga dilaksanakan di Jalan Tuparev, Jalan Jenderal Sudirman, serta kawasan Kedawung. 

Sejak dimulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 58 orang mengikuti rapid test antigen tersebut, satu orang di antaranya dinyatakan reaktif. 

“Kami Satpol PP Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan stakeholder Provinsi Jabar, termasuk Polda dan Kodam, juga bekerja sama dengan tingkat kota dan kabupaten, di antaranya kecamatan, Polsek, Koramil, juga Puskesmas, menggelar rapid test antigen ini” ujar Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Barat H. Khoirul Naim S.K.M., M.Epid., di sela meninjau pelaksanaan rapid test antigen di halaman Gedung Negara.

Menurutnya, Satpol PP Provinsi Jawa Barat turun untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan Covid-19 atas nama Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Divisi Komunikasi Publik Perubahan Perilaku dan Penegakan Aturan (KP4A).

 “Rencana tiga hari kita akan melakukan rapid test antigen ini, yang dimulai hari ini, dan melibatkan berbagai unsur di kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya.

Satpol PP Provinsi Jawa Barat sendiri melaksanakan dua jenis operasi, yaitu bakti praja atau memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga, serta praja wibawa atau penegakan aturan.

 “Kota Cirebon itu memang wilayah strategis, banyak mobilitas orang, dan ada kenaikan kasus sehingga menjadi zona merah,  maka kita libatkan semua unsur untuk pelaksanaan operasi tersebut,” ujarnya.

Selain melaksanakan rapid test antigen di empat titik, menurut Khoirul, tim juga ada yang bergerak di ruang publik seperti pasar, alun-alun, juga pusat perbelanjaan. 

“Untuk tim yangmobile ini tidak melakukan rapid test antigen, melainkan edukasi dan sosialisasi,” katanya.

Ia mengatakan, jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya petugas medis akan melanjutkan tes PCR. “Jika reaktif, kita akan koordinasi dengan wilayah di mana dia tinggal,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pelaksanaan rapid test antigen ini, Satpol PP Provinsi Jawa Barat menargetkan edukasi kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan. 

“Ingat, pandemi Covid-19 ini belum selesai, harus ada upaya bersama dalam penanganannya. Kita juga harus memastikan bahwa ruang publik juga harus patuhi kesehatan, penyelenggaranya harus siapkan sarana untuk protokol kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya,  dalam operasi ini, Satpol PP tidak menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. “Masih sanksi sosial, tapi pencatatan kita lakukan sehingga kita punyadata base jumlah pelanggar,” ujarnya.

Rencananya, pada Minggu, 30 Mei 2021, Satpol PP Provinsi Jawa Barat akan melakukan rapid test antigen di kawasan Bima, kemudian pada Senin, 31 Mei 2021, pelaksanaan rapid test antigen akan dilaksanakan di Cirebon Business Centre di kawasan Tuparev.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengungkapkan, Dinkes turut berkolaborasi bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan rapid test antigen selama tiga hari tersebut. 

“Dinkes melakukan upayatracing dan testing sebelum Lebaran, begitupun setelah libur Lebaran kita melakukan hal yang sama, dan saat ini kita berkolaborasi dengan Satpol PP Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim Dinkes yang ditugaskan di pusat-pusat keramaian untuk melakukantracing dan testing ini akan langsung melakukan rapid test antigen begitu ada warga yang melanggar protokol kesehatan. “Misalnya, ada yang tidak pakai masker, dia pasti langsung kita tindak," katanya.

ga pukul 18.00 WIB, sebanyak 58 orang mengikuti rapid test antigen tersebut, satu orang di antaranya dinyatakan reaktif.

“Kami Satpol PP Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan stakeholder Provinsi Jabar, termasuk Polda dan Kodam, juga bekerja sama dengan tingkat kota dan kabupaten, di antaranya kecamatan, Polsek, Koramil, juga Puskesmas, menggelar rapid test antigen ini” ujar Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Barat H. Khoirul Naim S.K.M., M.Epid., di sela meninjau pelaksanaan rapid test antigen di halaman Gedung Negara.

Menurutnya, Satpol PP Provinsi Jawa Barat turun untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan Covid-19 atas nama Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Divisi Komunikasi Publik Perubahan Perilaku dan Penegakan Aturan (KP4A). 

“Rencana tiga hari kita akan melakukan rapid test antigen ini, yang dimulai hari ini, dan melibatkan berbagai unsur di kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya.

Satpol PP Provinsi Jawa Barat sendiri melaksanakan dua jenis operasi, yaitu bakti praja atau memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga, serta praja wibawa atau penegakan aturan. 

“Kota Cirebon itu memang wilayah strategis, banyak mobilitas orang, dan ada kenaikan kasus sehingga menjadi zona merah,  maka kita libatkan semua unsur untuk pelaksanaan operasi tersebut,” ujarnya.

Selain melaksanakan rapid test antigen di empat titik, menurut Khoirul, tim juga ada yang bergerak di ruang publik seperti pasar, alun-alun, juga pusat perbelanjaan. “Untuk tim yangmobile ini tidak melakukan rapid test antigen, melainkan edukasi dan sosialisasi,” katanya.

Ia mengatakan, jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya petugas medis akan melanjutkan tes PCR. “Jika reaktif, kita akan koordinasi dengan wilayah di mana dia tinggal,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pelaksanaan rapid test antigen ini, Satpol PP Provinsi Jawa Barat menargetkan edukasi kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan. 

“Ingat, pandemi Covid-19 ini belum selesai, harus ada upaya bersama dalam penanganannya. Kita juga harus memastikan bahwa ruang publik juga harus patuhi kesehatan, penyelenggaranya harus siapkan sarana untuk protokol kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya,  dalam operasi ini, Satpol PP tidak menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. “Masih sanksi sosial, tapi pencatatan kita lakukan sehingga kita punyadata base jumlah pelanggar,” ujarnya.

Rencananya, pada Minggu, 30 Mei 2021, Satpol PP Provinsi Jawa Barat akan melakukan rapid test antigen di kawasan Bima, kemudian pada Senin, 31 Mei 2021, pelaksanaan rapid test antigen akan dilaksanakan di Cirebon Business Centre di kawasan Tuparev.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengungkapkan, Dinkes turut berkolaborasi bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan rapid test antigen selama tiga hari tersebut.

“Dinkes melakukan upayatracing dan testing sebelum Lebaran, begitupun setelah libur Lebaran kita melakukan hal yang sama, dan saat ini kita berkolaborasi dengan Satpol PP Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim Dinkes yang ditugaskan di pusat-pusat keramaian untuk melakukantracing dan testing ini akan langsung melakukan rapid test antigen begitu ada warga yang melanggar protokol kesehatan. “Misalnya, ada yang tidak pakai masker, dia pasti langsung kita tes di tempat,” katanya. (din)

Kamis, 27 Mei 2021

Tingkatkan Penelitian Kuantitatif, Laboratorium Tafsir Hadis FUAD IAIN Cirebon Gelar Webinar Nasional

Webinar Nasional Laboratorium Tafsir Hadis FUAD IAIN SNJ Cirebon dalam rangka membantu dosen dan mahasiswa dalam melakukan penelitian.


FOKUS CIREBON, FC - Laboratorium Tafsir Hadis (TH) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Webinar Nasional.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu mengangkat tema “Desain Penelitian Kuantitatif Pada Teks Al-Qur’an Hadis dan Sosial Keagamaan. Kamis, (27/5/2021).

Kepala Lab TH, Dr. Hj. Hartati, MA mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini yakni untuk membantu dosen atau mahasiswa yang akan melakukan penelitian.

“Sementara ini, di IAIN Cirebon kebanyakan dosen menggunakan kualitatif, sementara kuantitatifnya masih minim,” katanya.

Ia menegaskan, penelitian dengan kuantitatif merupakan tuntutan zaman, bisa juga digunakan mahasiswa untuk memenuhi proposal penelitian skripsi.

Senada dengan itu, Wakil Dekan I FUAD, Dr. Arief Rachman, M.S.I mengaku, di IAIN Cirebon kurang memahami dalam metode penelitian kuantitatif.

“Mungkin belum familiar, akademisi seyogyanya menguasai keduanya, yakni metode kualitatif dan kuantitatif,” ujarnya.
 
Dr. Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani, M.Ag, selaku narasumber pertama menyampaikan, wilayah penelitian kuantitatif dalam kajian Al-Qur’an dan Hadis diantaranya ada pada substansi teks Al-Qur’an, Matan Hadis,Tafsir dan Syarah, sejarah tafsir, Metodologi Tafsir, dan Living Qur’an Hadis atau peran Al-Qur’an Hadis dalam kehidupan dan pemikiran Islam.

“Dalam substransi, dapat dilakukan dengan meneliti teks, Metode kuantitatif akan menghasilkan produk Informasi pengetahuan yang sifatnya eksploratif atau menjelajah dunia teks kemudian dikuantifikasi,” kata Izzah.

Setelah meneliti teks, lanjut Izzah, selanjutnya hasil penelitian kualitatif tersebut menjadi instrumen atau alat ukur, bisa juga untuk mendukung penelitian kualitatif.
 
Sementara itu, Budhi Gunawan, MA, Ph.D selaku narasumber kedua menjelaskan, Metode Kuantitatif dan Kualitatif adalah dua metode penelitian yang berbeda, Keduanya tidak saling menggantikan.

“Keduanya memiliki Kekuatan dan Logika yang berbeda, yang bermanfaat untuk digunakan dalam mempelajari persoalan penelitian yang berbeda,” ujar pria dari Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran itu.

Ia melanjutkan, salah satu metode yang berasosiasi dengan penelitian kuantitatif adalah survey.
 
“Suatu rancangan survai akan memberikan suatu Deskripsi Numerik atau Deskripsi Kuantitatif dari beberapa Fraksi atau bagian Populasi, cara pengumpulan data seperti itu memungkinkan peneliti untuk membuat Generalisasi hasil penelitian dari sampel ke populasi,” kata Budhi. (Jamil)

Panwas Nasional Dr Roqib M.Ag Lakukan Kunjungan dan Monitoring UM-PTKIN SSE IAIN Cirebon

Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Dr Roqib M.Ag melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi ke IAIN Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi kepada Panitia Lokal SSE UM PTKIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Selasa (25/5/2021).

Rombongan Panitia Nasional yang diwakili oleh Dr. Moh. Roqib, M.Ag, disambut langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta, M.Ag di ruang kerjanya. 

Usai bertemu Rektor, rombongan langsung meninjau kegiatan Ujian SSE UM PTKIN Panlok IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berlokasi di Gedung M didampingi Kepala PTIPD IAIN Syekh Nurjati, Dr. H. Darwan, M.Kom. 

Dr. Roqib, M.Ag yang saat ini menjabat Rektor IAIN Purwokerto, menyapa Panitia Lokal dan Para Pengawas. Bahkan, disela-sela monev, Dr Roqib juga menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan SSE UM PTKIN di IAIN Syekh Nurjati yang sudah sangat baik.

"Pelaksanaan SSE UM PTKIN IAIN SNJ Cirebon sudah sangat baik, semoga akan semakin baik lagi di tahun-tahun mendatang karena IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan bertransformasi menjadi UISSI (Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia) sehingga ujian SSE UM PTKIN dapat diadaptasi oleh PTKIN lainnya," ujarnya.

Dr Roqib juga menyampaikan selama pemantauan pelaksanaan ujian SSE UM PTKIN, tidak ada kendala yang berarti kecuali sinyal yang kurang kuat di beberapa tempat pelaksanaan ujian.

Selanjutnya, Rektor IAIN Syekh Nurjati  Cirebon menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor IAIN Purwokerto yang telah melaksanakan monev SSE UM PTKIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Sebagaimana disampaikan bahwa kita harus semakin baik dalam pelaksanaan ujian masuk ini karena kita akan menjadi pilot project dari Cyber University," katanya. (din)

Rabu, 26 Mei 2021

Devi Apriliyah Mahasiswi IAIN Cirebon Meraih Juara 1 Lomba Video Mahasiswa Kreatif Tingkat Nasional

 

Devi Apriliyah, Juara 1 pada lomba video mahasiswa kreatif tingkat nasional.


FOKUSCIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Devi Apriliyah, gadis kelahiran Kabupaten Majalengka, berhasil meraih juara 1 pada Lomba Video Kreatif tingkat nasional.

Tentu ini menjadi prestasi tersendiri yang sangat membanggakan bagi keluarga serta kampusnya di mana Devi menimba pendidikan.

Saat dihubungi fokuscirebon.com, mahasiswi Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUDI) IAIN SNJ Cirebon, semeter 4/B ini, mengaku mengikuti ajang lomba video kreatif mahasiswa tingkat nasional tersebut, motivasi terbesarnya datang dari orang tua yang selalu men-support dan mendo'akan setiap langkah terbaik yang diambil oleh anaknya. 

"Saya juga ingin memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mengikuti event-event lomba dan termasuk lomba video pembelajaran kreatif mahasiswa, meskipun sempat merasa pesimis karena tingkat nasional. Tetapi alhamdulillah dengan keyakinan yang kuat saya berusaha dan berjuang dengan semangat yang menggebu dan berhasil sebagai juara," katanya, Rabu, (26/5/2021). 

Bagi Devi, juara bukanlah hal utama. Semua kata Devi, harus dilakukan dengan iringan do'a dan usaha yang tepat, maka usaha tersebut tidak akan menghianati hasil.

"Ini persiapan menuju lomba yang saya lakukan, yakni meminta doa dari orang tua juga orang-orang terdekat dan doa ini yang mengantarkan saya keperlombaan" terangnya.

Devi juga mengaku, dirinya  memberanikan diri mencoba sesuatu hal yang belum pernah sebelumnya dia lakukan, yaitu lomba video kreativitas pembelajaran jarak jauh.

"Ya tentu saja, saya selaku pelajar yang menghadapi pembelajaran daring, sangat ingin bisa melakukan terobosan baru sehingga pembelajaran bisa lebih optimal. 

Artinya, kata Devi, dalam konteks ini pembelajaran daring anak usia dini perlu sesuatu hal yang menarik, hal yang mampu menggugah minat anak. 

Selain itu, Devi mencoba mengulik beberapa aplikasi pendukung dalam proses pembuatan video dengan melihat video-video tutorial youtube, dan juga webinar/kajian yang berkaitan dengan pembelajaran anak usia dini selama pandemi ini.

"Alhamdulillah, prosesnya tidak ada kendala yang berarti, hanya saja waktu saya membuat video waktu itu sedang bulan suci ramadhan, tetapi saya lakukan dengan sangat antusias meski posisi sedang berpuasa. Alhamdulillah hasilnya berkah," terangnya.

Dijelaskan, saat mengikuti lomba tersebut, Devi harus bersaing dengan 21 peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk peserta dari tuan rumahnya, UNUGIRI Bojonegoro.

Sedangkan lomba digelar secara online, dan softfile video nya dikirim via email, Instagram dan google formulir.

"Lomba video pembelajaran  kreatif mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PIAUD UNUGIRI BOJONEGORO 2021 ini, saya ikuti dengan persaingan yang sangat ketat, tapi alhamdulillah berkat dukungan keluarga dan semua pihak, saya keluar sebagai juara," tuturnya.

Dalam lomba ini, dukungan, motivasi, inspirasi dan do'a terus berdatangan dari para dosen PIAUD IAIN Cirebon yang hebat dan berkualitas.

"Bagi saya, dukungan ini adalah salah satu yang terpenting, karena itu menambah power dan semangat dalam diri untuk terus bisa memberikan yang terbaik," katanya.

Devi juga mengaku jika lomba ini adalah lomba pertama baginya. Karena sebelumnya lomba yang diikuti adalah lomba puisi, ajang duta, cipta puisi dan lain-lain.

Untuk itu, Devi memberikan saran, bahwa selama pandemi banyak sekali waktu yang kita miliki selama menjadi mahasiswa yang pembelajarannya daring. 

"Mari kita manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dengan berprestasi dan terus meningkatkan kualitas diri. Mencoba itu adalah hal terbaik dibanding penyesalan. Jadi, tidak ada alasan untuk diam diri, ambil langkah pasti dan jangan mudah berbangga diri," katanya.

Sementara harapannya adalah semoga dengan prestasi yang telah diraih, bisa menjadi motivasi dan inspirasi untuk selalu berkarya, berinovasi, kreatif dan responsif terhadap kemajuan jaman, dan tentu bisa mengahrumkan nama baik keluarga, jurusan, dan kampus tercinta. Terutama bagi diri sendiri dan teman-teman jurusan PIAUD IAIN Cirebon," ucapnya. 

Sementara itu, Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin, M.Pd.I menyatakan rasa bangga atas perjuangan dan prestasi yang diraih Devi. 

"Kami sangat bangga dan selamat buat Devi, semoga pada ajang lomba lainnya selalu sukses. Demikian juga bagi mahasiswa IAIN Cirebon pada umumnya, juga semoga bisa ikut memberikan nama baik bagi kampusnya dengan motivasi sebagai juara pada level dan tingkat apapun," tandasnya. (din)

Pemkot Cirebon Tingkatkan Tracing dan Testing Pasca Libur Lebaran 2021


FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon intensifkan tracing dan testing di tingkat mikro pasca libur lebaran 2021. Tes rapid antigen kini juga bisa dilakukan di semua puskesmas di Kota Cirebon. 


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan sejak berakhirnya libur Idulfitri 2021, pemerintah pusat sudah mengingatkan ke setiap pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan di tingkat mikro. “Itu juga kami lakukan saat ini,” ungkap Agus, Selasa, 25 Mei 2021. 

Setiap camat, lurah hingga RW dan RT diminta untuk melakukan pengawasan terhadap orang yang baru bepergian dari luar kota.

Mereka yang baru bepergian dari luar kota juga diminta terlebih dahulu untuk melakukan isolasi mandiri sebelum membaur dengan masyarakat.

Masuknya Kota Cirebon ke zona merah, lanjut Agus, sebagai dampak meningkatnya tracing dan testing yang telah dilakukan pasca libur Idulfitri 2021. “Sebelumnya, sejumlah langkah antisipasi juga telah kami lakukan,” ungkap Agus. 

Langkah antisipasi tersebut di antaranya meningkatkan kapasitas ruang isolasi sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Cirebon. Seperti RSD Gunung Jati dan RS Ciremai yang semula memiliki kapasitas 100 tempat tidur ditingkatkan menjadi 140 tempat tidur. Bahkan jika terjadi outbreak, mereka juga akan mendirikan tenda di hotel Ono’s, tempat isolasi mandiri terpusat yang telah disewa oleh Pemda Kota Cirebon. 

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Bastijan, S.K.M., menjelaskan atas perintah Satgas Penanganan Covid-19, mereka telah melakukan tes rapid antigen di sejumlah tempat keramaian. “Kita telah mulai sejak Jumat, 21 Mei, lalu,” ungkap Bastijan. 

Dimulai dari dua pusat perbelanjaan yaitu Pusat Grosir Cirebon (PGC) dan Cirebon Super Blok (CSB). Keesokannya dilanjutkan di Toserba Asia dan Surya. 

Sedangkan pada Minggu, 23 Mei 2021, rapid antigen dilakukan di alun-alun Kejaksan. “Sejumlah pengunjung yang tidak menggunakan masker langsung kami tes rapid dan hasilnya negatif,” ungkap Bastijan. 

Selanjutnya pengunjung tersebut segera diberikan  masker dan diingatkan untuk selalu menggunakan masker saat bepergian. 

Hari berikutnya, tes rapid antigen dilakukan di Yogya Junction dan Yogya Grand Center. Dari hasil tes di tempat keramaian, tidak ditemukan adanya pengunjung yang positif. “Semua negatif,” ungkap Bastijan.

Selanjutnya, untuk mempermudah dan memperluas layanan, sejak 18 Mei 2021 tes rapid antigen telah tersedia di semua puskesmas di Kota Cirebon. “Diberikan secara gratis untuk masyarakat Kota Cirebon,” ungkap Bastijan. 

Untuk itu, masyarakat yang membutuhkan layanan tes rapid antigen diimbau untuk mendatangi puskesmas terdekat sebelum bepergian. (Heri)

Horee.. !! Sekolah di Kota Cirebon, Pembelajaran Tatap Muka Siap Dibuka

Kadisdik Kota Cirebon, Dr. H Irawan Wahyono, M.Pd.
  

FOKUS CIREBON, FC – Kabar gembira datang dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, di mana belajar tatap muka akan segera dibuka. Hal itu disampaikan Kadisdik terkait sekolah-sekolah di Kota Cirebon dari sisi infrastruktur sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. H Irawan Wahyono, M.Pd kepada media.

Dikatakannya, yang dimaksud infrastrukturnya sudah siap  antara lain sudah adanya wastafel portable yang terpasang di beberapa titik di sekolah. 

“Kami juga tetap mengikuti jika ada rekomendasi dari Satgas Covid-19, maupun Dinkes,” katanya.

Irawan mengatakan, pembelajaran tatap muka ini stakeholdernya bukan hanya dari Disdik saja, melainkan ada ikut serta dinas terkait dan bahkan yang utamanya adalah Dinkes. 

“Kalau dinas terkait tidak merekomendasikan sekolah tatap muka,  nanti dikoreksi oleh orang tua murid juga, jadi intinya kami melaksanakan sesuai dengan apa yang direkomendasikan” ucapnya.

Menurut Irawan, pihaknya sejauh ini baru menjalani komunikasi bersama Satgas Covid-19 Kota Cirebon, itu pun secara lisan, belum tertulis resmi. 

“Dari Satgas merekomendasikan nanti simulasinya hanya guru, jangan bersama murid terlebih dahulu,” ucapnya.

Senada, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah X Jawa Barat, Dra. Hj. Ester Miori Dewayani M.M.Pd, mengatakan, sekolah tatap muka direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru, Bulan Juli. 

“Nanti Adaptasi kebiasaan baru, prokes yang begitu ketat, dengan segala aturan dan ketentuan-ketentuan yang ada,” kata Ester.

Terkait simulasi, lanjut Ester, akan digelar simulasi guna memberikan pemahaman kepada para guru atau warga sekolah dalam menghadapi sekolah tatap muka nanti. 

“Sekolah sudah dilakukan beberapa cek, ada juga evaluasi mulai dari sarana prasarana yang disiapkan, termasuk dengan vaksinasi, warga sekolah divaksin dua kali,” ungkapnya. (Nur)