Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 03 November 2021

FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bekerjasama LPLM FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Menggelar Kegiatan Leadership Akademik

FITK IAIN SNJ Cirebon Hadiri Kegiatan Leadership Akademik hasil kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


FOKUS CIREBON - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerjasama degan Lembaga Pengembangan Leadership Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan Leadership Akademi, bertempat di UIN Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari sejak 30 Oktober hingga 2 November 2021 ini, dihadiri langsung oleh Dr. Saifudin, M.Ag, Wakil Dekan III FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam kegiatan ini, Dr Saifudin M.Ag  menyampaikan, bahwa tujuan program ini adalah mengapresiasi mahasiswa yang telah menorehkan prestasi bagi FITK baik ditingkat nasional serta internasional, dengan dibekali program lanjutan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengembangkan diri secara kompetitif,  disamping menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang lain untuk selalu mengembangkan bakat dan talenta serta percaya diri mendemontrasikannya dalam berbagai kompetisi.

"Lebih kurang  25 mahasiswa FITK yang memiliki prestasi serta dilibatkan sebagai peserta aktif dalam program ini," katanya.

Menurutnya, program yang menjadi piloting Dekan FITK ini akan dirancang berkelanjutan serta diharapkan menstimulasi prestasi kompetitif dan yang masif pada mahasiswa FITK. (din)

Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Hadiri Acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia

Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.


FOKUS COREBON - Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam M.Ag bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Arief Rachman, M.Si selama tiga hari, 22-24 Oktober 2021, mengikuti kegiatan Forum Dekan Ushuludin Se-Indonesia di Hotel Santika Premiere, Semarang. 

Kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan pada tahun 2020 tahun lalu, dan baru dilaksanakan tahun 2021 ini, karena  masih dalam suasana Covid-19, sehingga kegiatan tersebut tertunda.

Pada kegiatan ini, UIN Walisongo sebagai tuan rumah dan mengundang seluruh dekan di lingkungan fakultas Ushuluddin di seluruh Indonesa. 

Kegiatan ini mendapat tanggapan yang baik, sehingga tidak kurang dari 30 dekan berkumpul selama tiga hari membahas berbagai hal terkait dengan fakultas Ushuluddin.

Rektor UIN Walisongo dalam sambutan pembukaannya menyambut baik kegiatan tersebut, serta mendukung penuh kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kampus Merdeka dan Akreditasi Unggul di Program Studi Fakultas Ushuluddin” sebagai sebuah kegiatan yang mencoba untuk bersama-sama membahas implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) serta untuk mendapatkan akreditasi unggul di semua prodi atau jurusan di lingkungan fakultas Ushuluddin.

"Dalam kegiatan ini, para dekan membahas berbagai masalah terkait dengan upaya peningkatan kinerja Fakultas Ushuluddin," terang Rektor UIN Walisongo.

Rektor juga menjelaskan, ada sejumlah  materi pembahasan pada pertemuan tersebut, di antaranya membahas  Internasionalisasi dan Akreditasi Unggul, Implementasi MBKM dan Kurikulum MBKM, Profesorisasi dan Transformasi Tigas Akhir ke Artikel serta pemilihan dan Penetapan Pengurus Forum Dekan Fakultas Ushuluddin dan kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Terpadu oleh para Dekan di Fakultas Ushuluddin seluruh Indonesia.

Dari hasil.pembahasan tersebut, lanjutnya, ada beberapa hal yang bisa ditindaklanjuti sebagai hasil dari Forum dekan tahun ini, antara lain bahwa kegiatan yang bersifat internasional dapat dilakukan secara bersama-sama antara beberapa kampus. Sehingga kegiatan ini selain untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan terkini serta sebagai implementasi dari MOU yang ditandatangani. 

Adapun untuk kegiatan Akreditasi agar mendapatkan nilai Unggul, maka seluruh stakeholder harus berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan akreditasi tersebut. 

"Kebijakan MBKM, baik implementasi serta kurikulumnya, perlu duduk bersama membahas hal tersebut sehingga ada kesepakatan serta kesepahaman terkait pelaksanaannya," ujarnya.

Sedangkan proses pencapaian jabatan fungsional tertinggi, yaitu guru besar, perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan persyaratan utama dan nilai KUm yang harus dipenuhi oleh dosen yang bersangkutan. Sebuah penawaran menarik dari UIN bandung terkait dengan penawaran penulisan artikel yang dimuat di jurnal bereputasi sebagai pengganti skripsi.

Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon pada acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah.


Dalam pemilihan dan penyusunan Pengurus Forum Dekan Ushuluddin, terpilih Dr. Yusuf  Rahman, M,A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) didampingi Wakil ketua Umum, Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum (UIN Kalijaga Yogyakarta) serta Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag (UIN Walisonggo, Semarang) sebagai Sekretaris Jenderal. (din)

Pertemuan Virtual Pemkab Cirebon dengan Kemendagri Bahas Percepatan Pengentasan Kemiskinan

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri pertemuan secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Rabu (3/11/2021). Pertemuan tersebut membahas upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon diwakili oleh Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih dan Sekretaris Daerah Rahmat Sutrisno.

Berdasarkan pemaparan Plt. DirekturJenderal Bina Pembangunan Dalam Negeri Kemendagri Dr. Sugeng Hariyono, jumlah warga miskin di Indonesia per Maret 2021 mencapai angka 27.542.770 jiwa atau 10,14 dari total penduduk.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2021, upaya pemerintah dalam menangani kemiskinan ekstrem tidak boleh berhenti meskipun di tengah masa pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan agar angka kemiskinan mencapai 0 persen pada 2024.

Percepatan penanganan kemiskinan ekstrem harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi. Juga memastikan intervensi di sektor pendidikan, kesehatan, dan air bersih dapat diterima. "Pertajam juga basis data untuk ketepatan target dan upaya percepatan," kata Hariyono.

Dalam upaya penanganan kemiskinan ini pemerintah harus melibatkan sektor swasta untuk berperan sebagai off taker produk kelompok miskin esktrem, sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Dari program tersebut, pemerintah telah menetapkan tujuh provinsi dan 35 kabupaten sebagai lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem tahun 2021. Sementara, pada tahun 2022 di 25 Provinsi dan 212 kabupaten/kota.

Hariyono mengatakan, tugas dari pemerintah daerah yakni, menjadi koordinator pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem agar pelaksanaan program antar OPD tidak tumpang tindih dan lebih tepat.

Kemudian, menjembatani koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program lintas OPD dan lintas kementerian termasuk kepada pihak swasta,masyarakat, dan perguruan tinggi.

"Lalu harus memastikan ketersediaan anggaran program pengentasan kemiskinan dan memastikan program tersebut tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah melalui sumber-sumber pendanaan yang sah (CSR, BUMD, NGO dan sebagainya)," katanya. (din)

Selasa, 02 November 2021

IAIN Syekh Nurjati dan Pemda Kota Cirebon Deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dan Ketua LP2M IAIN Cirebon Dr H Ahmad Yani M.Ag pada acara deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji Se-Kota Cirebon, Selasa (2/11/2011).


FOKUS CIREBON - CIREBON – Gerakan Magrib Mengaji bertujuan untuk membina anak-anak agar memiliki akhlakul karimah. Magrib mengaji juga merupakan aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Dra. H. Nashrudin Azis, S.H., saat deklarasi dan peluncuran Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji se Kota Cirebon serta lokakarya dan penutupan kuliah kerja nyata (KKN) gemar mengaji tingkat Kota Cirebon yang digelar oleh LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Melalui KKN gerakan masyarakat magrib mengaji, kita kembali menyadari bahwa mengaji merupakan salah satu aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim Indonesia,” tutur Azis, Selasa (2/11/2021).

Masjid, surau, langgar dan musala senantiasa ramai karena aktivitas anak-anak yang mengaji usai shalat ashar dan magrib. “Mengaji di tempat tersebut telah menjadi lembaga pendidikan keagamaan non formal bagi anak-anak Indonesia,” tutur Azis. 

Sejak dini, anak-anak sudah diperkenalkan baca tulis Al Quran dan mengaji. Mereka juga mendapatkan pendidikan agama yang cukup di tempat tersebut.

Namun arus modernisasi saat ini telah menggeser nilai, budaya dan tradisi masyarakat. Tidak hanya masyarakat perkotaan, namun juga pedesaan. Sehingga terjadi perubahan sosial yang cukup signifikan di tengah-tengah masyarakat. 

“Tradisi baik yang telah tertanam mulai tergerus, salah satunya budaya mengaji di waktu magrib,” tutur Azis. Karenanya Azis menyambut baik terhadap kegiatan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menggiatkan kembali gerakan magrib mengaji. 

“Tidak berlebihan apabila saya mengatakan bahwa rekan-rekan mahasiswa telah berkontribusi dalam upaya pencegahan perubahan dan pergeseran sosial yang kini terjadi,” tutur Azis.

Dijelaskan Azis, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati telah melakukan upaya dan langkah konstruktif untuk menghidupkan dan mengembalikan kembali tradisi baik yang telah mengakar. “Yaitu memakmurkan musala, langgar dan masjid dengan aktivitas mengaji,” tutur Azis. 

Azis juga berterima kasih karena di masa pandemi Covid-19 yang penuh keterbatasan, mahasiswa mampu membuat banyak terobosan dan menyesuaikan kegiatan dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat.


Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Sumanta Hasyim M.Ag mengatakan, deklarasi dan launching ini merupakan kerjasama yang sinergis antara Pemda Kota Cirebon dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk bisa menumbuhkan budaya leluhur, yakni budaya mengaji. Menurut Sumanta, budaya Kota Cirebon adalah budaya yang dipenuhi nilai- nilai agamis sehingga Kota Cirebon disebut sebagai Kota Wali.

"Salah satu indikator budaya agamis, masyarakat Kota Cirebon menjadikan waktu antara maghrib sampai isya untuk mengaji di mushala atau masjid," kata Sumanta.

Menurutnya, banyak masyarakat yang menitipkan anak- anaknya untuk menjadi santri mushala untuk membaca, menulis dan bahkan bisa memahami isi Alquran. Sumanta berharap cita- cita bersama dan visi Kota Cirebon bisa terwujud.

"Alhamdulilah IAIN hadir bersama masyarakat untuk menumbuhkan kembali budaya yang sangat mulia ini. Ada tanggung jawab pribadi menjadikan anak- anak bisa membaca dan menulis serta memahami isi kandungan Alquran, karena Alquran adalah sumber kehidupan dalam agama," tuturnya.

Sumanta menambahkan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Cirebon. Sebab menurutnya IAIN lahir di Kota Cirebon.


"Sebagaimana tadi telah disampaikan panitia, dulu mahasiswa IAIN itu kuliah pertama kali di Cirebon dan di Masjid Attqwa serta beberapa tempat yang difasilitasi tokoh di Kota Cirebon," ungkapnya. (din)


Senin, 01 November 2021

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Menggelar Kegiatan Maulid Nabi Bersama Alumni PMII Lintas Generasi


FOKUS CIREBON - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon belum lama ini menggelar Peringatan Maulid Nabi bersama Alumni PMII Lintas Generasi.

Acara yang berlangsung di sekretariat PMII Cirebon itu diisi dengan pembacaan Barzanji dan ramah tamah antar alumni. Minggu, (31/10/2021).

Salah satu Alumni PMII Cirebon, Dr. H Ilman Nafi’an, M.Ag mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang sudah memfasilitasi acara Maulid Nabi ini.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh segenap panitia menjadi amal jariyah,” ujar Pembina PMII Cirebon itu.

Dalam kesempatannya itu, Ilman menegaskan bahwa gedung skretariat PMII Cirebon merupakan milik bersama alumni PMII Cirebon.

"Jadi, jika ada yang kangen dengan suasana di Cirebon, para Alumni silahkan untuk menginap di sini,” katanya.


Sementara itu, Ketua PC PMII Cirebon, Alisa Riska Maulidiya mengatakan, Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan atas dasar rasa cinta kepada Nabi.

“Sebagai umat Islam yang mengamalkan ajaran Islam Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah, sudah sepatutnya melakukan pujian dan menyambut dengan bahagia atas hari kelahiran manusia termulia yang membawa risalah Ajaran Islam bagi seluruh mahluk dialam semesta ini,” ujarnya.

Ia mengaku, Tujuan terselenggaranya peringatan Maulid Nabi ini untuk meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga dapat menambahkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Selain itu, juga untuk  mengamalkan Amaliyah menjaga tradisi Islam ala Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah karena PMII sebagai organisasi Kaderisasi menanamkan akidah itu kepada anggota dan kader nya untuk siap meneruskan tongkat estafet dan perjuangan para alim ulama untuk menyebarkan nilai-nilai dan ajaran paham Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah di bumi Indonesia dan Dunia,” imbuhnya.


Ia berharap, kelak diakui sebagai umatnya Nabi yang meneruskan risalah ajaran Islam Rahmatan Lil 'alamiin, sehingga mendapatkan syafa'atnya Nabi Muhammad SAW. 

“Tidak hanya memperingati Maulid Nabi, pertemuan ini juga sebagai penguatan Ukhuwah Islamiyyah serta menyambungkan silaturahim para anggota kader dan alumni PMII Cabang Cirebon lintas generasi,” tandasnya. (din)

Bangun Kerjasama dengan Keraton Kanoman, FSEI IAIN Syekh Nurjati Gagas Pariwisata Menjadi Ikon Cirebon

Sesi foto bersama : Para akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama pihak Keraton Kesultanan Kanoman usia kegiatan seminar di bangsal Keraton Kesultanan Kanoman, Senin (01/11/2021).


FOKUS CIREBON - Puncak Diesnatalis IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI) menggelar Seminar Peningkatan dan Pengembangan Paradigma Keagamaan di Bangsal Keraton Kesultanan Kanoman Cirebon, Senin (1/11/2021).

Kegiatan hasil kerjasama FSEI IAIN Cirebon bersama Keraton Kesultanan Kanoman ini disertai penandatanganan MoU terkait program wisata syariah.

Dalam kegiatan seminar ini, ratusan mahasiswa dan dosen FSEI ikut larut membahas materi pelestarian cagar budaya dan wisata syariah yang diprogram untuk menjadi ikon Cirebon.

Sementara tiga pemateri pada kegiatan seminar tersebut, di antaranya Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Dekan FSEI, Dr H Aan Jaelani M.Ag dan Ratu Mawar Kartina, SH MH dari pihak Keraton Kesultanan Kanoman.

Ratu Mawar Kartina kepada Fokus Cirebon menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang digagas IAIN Syekh Nurjati Cirebon terkait penggerak paradigma Keagamaan. 

Menurut Ratu Mawar, memang pada dasarnya Cirebon ini merupakan syiar Islam yang tentunya harus diperkuat dan hal ini sudah dilakukan oleh IAIN Syekh Nurjati sebagai akademisi.

Tentu juga sangat diperlukan dalam proses perjalanannya untuk membuka bagi semua lapisan masyarakat untuk melakukan penelitian terkait dengan sejarah, budaya dan adat yang ada di Cirebon ini.

Ratu Mawar juga menjelaskan bahwa berkaitan dengan Keraton Kanoman  sebagai salah satu destinasi wisata religi atau wisata syariah, sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun dengan adanya kegiatan yang digagas IAIN Syekh Nurjati ini, maka tentu wisata syariah yang ada, kita ingin kembali ditingkatkan dan lebih dioptimalkan karena Cirebon memiliki potensi itu.

"Ya, Cirebon itu memiliki potensi wisata syariah yang luar biasa, dan saya berharap dengan riset yang nanti akan dilakukan pihak IAIN Syekh Nurjati dapat menggali titik titik wisata tersebut dan kemudian bisa menjadi ikon Cirebon untuk menjadi pariwisata syariah," terangnya.

Kendati demikian, Ratu Mawar berharap, dalam penggalian titik-titik wisata syariah tersebut, tentu juga perlunya faktor-faktor pendukung, artinya, potensi-potensi yang ada di lingkungan wisata  dikembangkan. Sehingga kata Ratu Mawar, dengan meningkatnya wisata syariah, maka juga akan meningkatnya perekonomian masyarakat di sekitar tempat wisata tersebut.

"Ya, tentu saja kami ada harapan, karena di IAIN Syekh Nurjati itu ada Jurusan Pariwisata Syariah Islam, sehingga sangat memungkinkan sekali dengan kerjasama ini wisata syariah bisa berjalan lebih baik dan optimal. Apalagi pada kegiatan seminar dan kerjasama ini, baik pihak IAIN Syekh Nurjati maupun Keraton Kanoman bersama-sama mengimplementasikan gagasan-gagasan untuk meningkatkan pariwisata syariah di Cirebon," paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Aan Jaelani M.Ag menyatakan, seminar ini salah satunya bertujuan untuk pengembangan pariwisata halal atau pariwisata syariah di Cirebon. 

Pihaknya menyambut gembira, sebagimana disampaikan juga oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati,  bahwa pengembangan seluruh program kegiatan dengan stakeholder dalam hal.ini pengembangan pariwisata syariah dengan pihak Keraton Kanoman ini diharapkan bisa menjadi awal untuk pengembangan ilmu-ilmu keislaman di bidang pariwisata juga berkontribusi dalam beragam program pemerintah daerah di bidang pariwisata.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam memiliki agenda bahwa Keraton Kanoman ini mitra penting dan bukan hanya untuk pengembangan kompetensi mahasiswa atau capaian pengembangan lulusan mahasiswa tapi juga menjadi media pelatihan, pengembangan, dan inovasi terutama bagi mahasiswa dalam pengembangan pariwisata syariah yang berbasis tradisi atau ekonomi lokal.

"Kita berharap bahwa kerjasama ini akan ditindaklanjuti peningkatan kompetensi mahasiswa atau capaian lulusan mahasiswa juga dalam bidang kurikulum pariwisata syariah yang berorientasi pada pengembangan dan inovasi pada produk pariwisata lokal. Kemudian juga sebagai pengembangan riset di bidang pariwisata syariah sehingga inovasi ya g dihasilkan dalam riset tentang pariwisata ini menjadi bagian dari ikhtiar kita turut berkontribusi dalam pembangunan dan keberlanjutan peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya di Cirebon," jelas Aan.

Selain itu, kata Aan juga untuk pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. Maka tentu saja ke depan diharapkan para mahasiswa dan dosen bisa menjadi pengabdi di bidang pariwisata untuk turut serta terlibat aktif dalam.pengembangan, dalam merumuskan gagasan atau memberikan saran-saran yang konstruktif untuk pengembangan pariwisata syariah di Cirebon.

Kendati begitu, lanjut Aan, memang ada sejumlah kendala-kendala dalam pengembangan pariwisata syariah. Pertama program dan agenda yang terencana dan simultan, ini harus diperkuat dengan pengelolan yang baik, yang good governance, dan yang bisa secara inovasi membangun kota Cirebon sebagai ikon kota pariwisata.

Kemudian juga kolaborasi dan kemitraan dari beragam pihak dalam mengembangkan destinasi wisata penting sekali melibatkan banyak unsur, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, juga pihak-pihak pengelola destinasi wisata, seperti Keraton atau pengelola tempat wisata yang lain. 

"Dalam kerangka kemitraan ini, agenda dan program bersama bisa dijalankan dengan optimal, dan secara obyektif kami optimis bahwa Cirebon bisa menjadi ikon pariwisata. Hal ini bisa ditandai dengan peninggalan sejarah dan budaya yang secara otomatis menjadi ikon Cirebon. Tinggal bagaimana melakukan pengelolaan dan pemasaran yang inovatif berbasis media digital sehingga masyarakat dunia atau para wisatawan ini bisa mengetahui informasi awal tentang pariwisata di Cirebon," jelasnya.

Karena itu, tambah Aan, fasilitas juga harus lebih baik, salah satunya adalah transportasi. Karena salah satu daerah yang maju itu ditandai dengan adanya fasilitas transportasi yang baik dan dikontrol dengan teknologi yang canggih, kemudian kesadaran bersama dari pengguna lalu lintas dan juga penataan jalan yang rapih dan tertib.  

"Jika semua ini bisa terwujud baik, maka optimis Cirebon bisa menjadi ikon pariwisata di masa mendatang, jadi saya sangat optimis," tandas Dekan FSEI mengakhiri perbincangan dengan Fokus Cirebon. (din)








Tanamkan Kepedulian Sosial, Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Cirebon Gelar Baksos di Panti Beringin Bhakti Cirebon


FOKUS CIREBON - Upaya memanusiakan manusia serta menjalin silaturrahmi dengan masyarakat luas, UKM Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati melalui dua departemennya yakni Departemen Ekonomi Keumatan dan Departemen Kemuslimahan mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako di Jl Pangeran Cakrabuana, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, tepatnya di Yayasan Beringin Bhakti, Minggu (1/11/2021).

Selain penyaluran sembako, mahasiswa melalui Lembaga Dakwah ini juga menggelar berbagai kegiatan lainnya, seperti mengajar sambil bernyanyi, game dan lainnya. Hal ini sesuai dengan sangat yang tercantum pada tema kegiatan yakni “Berdedikasi dengan Aksi Berkiprah dengan Hati”.

Kendati begitu, kegiatan penyaluran sembako ini dilakukan dengan tetap menerapkan protocol distancing. Sedang isi sembako di antaranya masker medis, hand sanitaizer, beras karungan, gula, minyak, mie instan goreng, telor, susu kalengan, sarden maya, snack, air mineral, Al Qur’an dan ATK lainnya. 

Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kadadi, menyatakan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang menjadi  sponsor pada kegiatan ini. Baik kepada Yaum Cirebon, Rumah Amal Salman Cirebon, HMI Cirebon, Emina Cirebon, Layla Store, UKM Mart Bekasi, Fatimah Hijab dan jualanku store serta media patner yang telah membantu mensyiarkan acara kami ke platfrom media sosial.

"Kepada semua sponsor yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini kami ucapkan banyak terimakasih," katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa target kegiatan ini dibatasi oleh pihak panti Beringin Bhakti sebanyak 50 orang,  tetapi yang hadir pada acara tersebut ada sebanyak 30 orang.

"Acara bakti sosial yang diadakan Lembaga Dakwah Mahasiswa ini sangatlah menginspirasi remaja dan dewasa. Para mahasiswa mahasiswi di Lembaga Dakwah Mahasiswa ini juga sangatlah ikhlas dan sepenuh hati dalam menjalankan kegiatan ini. Semoga ini menginspirasi dan bermanfaat," ujarnya lagi.

Ketua Departemen Kemuslimahan, Atikah dan Depertemen Ekonomi Keumatan, Alwi, Lembaga Dakwah menjelaskan, bahwa hidup itu bukan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus perduli dengan lingkungan dan orang lain. "Ketika kita membantu urusan orang lain, maka Allah dan masyarakat akan membantu dan memudahkan urusan kita," terang keduanya.


Sementara itu, dalam kegiatan baksos ini pihak Panti Beringin Bhakti menyambut positif, mengingat kegiatan tersebut sangat memanusiakan manusia. Antara satu dan lainnya menghilangkan perbedaan dan saling menghormati serta menyayangi. 

Sikap-sikap ini ditunjukan langsung oleh para mahasiswa yang tergabung di Lembaga Dakwah Mahasiswa, mereka dengan sikap santun, lembut dan penuh kasih sayang berbaur dengan para anak anak panti.

Kepedulian mahasiswa IAIN Cirebon ini sebagai bukti bahwa setiap manusia adalah sama derajatnya dihadapan Allah SWT, sehingga para mahasiswa ini  mengajak kepada semua masyarakat peduli dan harus melek atas kepedulian dengan sesama. (din)