CIREBON, FC - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (UNISBA) menginisiasi kegiatan studi komparatif dengan Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at (4/3/2022).
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 04 Maret 2022
BEM UNISBA Bandung Adakan Studi Komparatif Dengan DEMA FUAD di Kampus IAIN Cirebon
Wabup Ayu Minta Pungli Diberantas
Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing
CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing (Ayu), meminta segala bentuk pungli untuk segera diberantas. Terlebih pada sektor-sektor pelayanan publik. Hal itu diungkapkan Ayu saat menghadiri acara Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dilingkungan Disdik Kabupaten Cirebon, bertempat di hotel Patra, Jumat (4/3/2022).
Menurut Ayu, saat ini pemerintah sudah bergerak cepat dalam memberantas praktek pungli, terlebih untuk pelayanan publik. Ini dibuktikan dengan telah ditetapkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016. Isinya, tentang Satgas Saber Pungli yang bertindak sebagai payung hukum saber pungli.
Dia menilai, Perpres ini merupakan upaya yang sangat penting dalam mendorong pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
"Sudah ada Perpres yang menaungi masalah ini. Dengan begitu, pemerintah memang sangat serius memberantas pungli di manapun itu intansinya," kata Ayu.
Ayu menilai, pungli muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat. Seperti, meminta uang kepada masyarakat sebagai imbal jasa sebuah pelayanan, atau sejenisnya yang memang harusnya masyarakat tidak dipungut bayaran. Namun, kebiasaan itu dipandang lumrah, dengan alasan budaya ketimuran.
"Justru kebiasaan ini lama-lama akan menjadi bibit-bibit korupsi yang nyata. Jadi, kebiasaan berperilaku koruptif yang selama ini dianggap wajar, dapat dinyatakan sebagai tindak pidana korupsi," ungkapnya.
Oleh karena itu, Ayu mengajak semua pihak untuk melakukan langkah kongkrit dalam pemberantasan pungli tersebut. Dia mencontohkan, pungli tidak terfokus urusan KTP, pengurusan sertifikat, masalah kepegawaian atau administrasi kantor saja. Namun, harus diberlakukan untuk seluruh layanan publik.
"Termasuk layanan dan manajemen pengelolaan bidang pendidikan dan kesehatan. Pokoknya, hal-hal lain yang berkaitan dengan pungli harus kita hilangkan. Dengan kerjasama semua pihak, operasi pungli ini akan berjalan efektif," terangnya.
Ayu menambahkan, pemberantasan masalah pungli, tidak memandang besar kecilnya nilai. Tapi yang utama adalah, dengan adanya pungli, masyarakat kesulitan dalam memperoleh pelayanan.
Kalau pemberantasan pungli bisa dimaksimalkan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan meningkat. Di samping itu, keadilan dan kepastian hukum juga dapat ditegakkan.
"Saya berharap kepada Disdik Kabupaten Cirebon, untuk serius menjalankan sosialisasi ini. Sebagai sebuah instansi dengan jumlah ASN yang besar, pasti akan sangat serius dalam pemberantasan praktek dan budaya pungli yang sering terjadi," tukasnya. (Indah)
Rabu, 02 Maret 2022
Wali Kota Cirebon: Untuk Keluar Level 4, Rawat Inap Rumah Sakit Harus Di Bawah 30 Orang Per 100 Ribu Penduduk Perminggu
CIREBON – Penurunan tingkat rawat inap pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon sudah terlihat. Namun belum memenuhi ketentuan pemerintah, sehingga Kota Cirebon masih berada pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., mengakui saat ini Kota Cirebon masih berada pada PPKM level 4. “Rawat inap masih tinggi. Masih 58 orang per 100 ribu penduduk per minggu,” kata Agus.
Untuk bisa keluar dari level 4, rawat inap di rumah sakit harus di bawah 30 orang per 100 ribu penduduk perminggu. Namun, lanjut Agus, tingkat rawat inap tersebut sudah mengalami penurunan.
Sebelumnya, tingkat rawat inap mencapai 72 per 100 ribu penduduk perminggu. “Turun 20 poin dan kecenderungannya menurun,” ujarnya.
Agus juga mengakui Pemda Kota Cirebon terus berupaya untuk menurunkan tingkat rawat inap. Pemda Kota Cirebon juga telah mengumpulkan direktur rumah sakit untuk bersama-sama berupaya menurunkan tingkat rawat inap ini.
Di antaranya dengan memfokuskan perawatan di rumah sakit untuk pasien dengan gejala sedang, berat dan kritis. “Kalau tanpa gejala dan bergejala ringan melakukan isolasi mandiri (isoman),” katanya.
Pada kesempatan itu, Agus menambahkan bahwa pelayanan kesehatan di Kota Cirebon selama ini masih menjadi rujukan pasien dari daerah lain.
Hal Ini bisa dilihat dari pasien yang rawat inap di rumah sakit di Kota Cirebon sebanyak 60 persen merupakan warga luar kota. Sedangkan mengenai isolasi terpadu, saat ini ketersediaan di rumah sakit masih cukup.
Hanya saja, Agus meminta kepada rumah sakit jika ada tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19, bisa menyiapkan semacam ruangan untuk melakukan isolasi dan tidak dimasukkan ke ruang perawatan yang ada. (Bam)
Untuk Tingkatkan Pelayanan, Damkar Kota Cirebon Butuh Kendaraan Operasional Baru Saat Terjadi Kebakaran
CIREBON, FC – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKAR) Kota Cirebon merayakan Hari Jadi DAMKAR KE 103. Perayaan HUT ini dilaksanakan setiap tahunnya, tepatnya setiap tanggal 1 Maret.
Puluhan Mahasiswa IAIN Cirebon Ikuti Program Leadership Akademik di UIN Kalijaga Yogyakarta
CIREBON, FC - Sebanyak 25 mahasiswa IAIN berprestasi mengikuti program Leadership Akademik, bertempat di UIN Kalijaga Yogyakarta sejak Sabtu hingga Rabu (2/3/2022).
Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurhjati Cirebon, Dr SAifudin MAg, mengatakan, kegiatan Leadership Akadmik yang diikuti oleh 25 mahasiswa tersebut merupakan kerjasama antara FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Lembaga Pengembangan Leadrship Mahasiswa (LPLM) FITK Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam kegiatan ini, Saifudin menyampaikan, tujuan program tersebut adalah untuk mengapresiasi mahasiswa yang telah menorehkan prestasi bagi FITK baik di tingkat nasional serta internasional.
Dengan dibekali program lanjutan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengembangkan diri secara kompetitif, disamping menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang lain untuk selalu mengembangkan bakat dan talenta serta percaya diri mendemontrasikannya dalam berbagai kompetisi.
“Lebih kurang 25 mahasiswa FITK yang memiliki prestasi serta dilibatkan sebagai peserta aktif dalam program ini,” katanya.
Menurutnya, program yang menjadi piloting Dekan FITK ini akan dirancang berkelanjutan serta diharapkan menstimulasi prestasi kompetitif dan yang masif pada mahasiswa FITK. (FC/din)
Selasa, 01 Maret 2022
Wali Kota Cirebon Apresiasi Sikap GP Ansor dan Banser Yang Selalu Menjaga Sikap Baik Dalam Setiap Menyikapi Persoalan
CIREBON, FC – Kerukunan dan harmoni antarwarga di Cirebon tidak perlu diragukan lagi. Kendati kondisi sosial masyarakatnya beragam. Justru sikap toleransi antarwarga di Cirebon sejauh ini berjalan sangat baik.
Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., usai menemui aksi damai massa GP Ansor dan Banser yang berasal dari kota dan Kabupaten Cirebon, Selasa (1/3/2022), di depan Balai Kota Cirebon.
“Kami Pemerintah Daerah Kota Cirebon maupun saya secara pribadi merasa bersyukur dan bangga kepada Ansor dan Banser,” ungkap Azis, menanggapi aksi damai bertajuk Jaga Toleransi itu.
Menurut Azis, Ansor dan Banser dalam menghadapi setiap persoalan tidak mendahulukan emosinya. Hal ini dapat menjadi contoh yang baik dalam menyikapi suatu persoalan.
“Ini sungguh luar biasa. Ini yang perlu kita contoh. Bagaimana kita berorganisasi tanpa mendahulukan rasa emosinya dalam menghadapi suatu persoalan,” tuturnya.
Azis menambahkan, dalam menyikapi suatu persoalan perlu menggunakan akal yang sehat. Akal sehat akan berfungsi jika hatinya sejuk dan emosi yang terkendali.
“Banser dan Ansor telah menunjukkan kedewasaannya. Bisa tegas, tapi tetap mendahulukan logika di dalam bertindak. Buktinya, teman-teman Banser dan Ansor datang ke sini dengan wajah senyum. Walau di dalam dirinya terlihat kekuatan luar biasa,” terangnya.
Mengenai toleransi antarwarga di Cirebon, Azis mengatakan, sikap tersebut sudah ada dan terjaga sejak lama. Kendati masyarakat di Cirebon heterogen, memiliki keragaman, baik etnis maupun agama.
“Cirebon ini sebuah daerah yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Sikap toleransi warga di Cirebon sangat baik. Hidup rukun di tengah keberagaman. Hal ini harus dipertahankan bersama-sama,” katanya.
Azis menemui massa aksi damai dengan duduk lesehan di trotoar depan Balai Kota Cirebon. Ia membaur bersama massa aksi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker. (Heri)
HUT Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Ke 64, Ini Pesan Wali Kota Azis
CIREBON – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata berinovasi. Hal ini semata-mata demi memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
“Saya selalu ingatkan perusahaan daerah milik Pemda Kota Cirebon harus berkembang dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan,” ungkap Azis, usai menghadiri peringatan HUT ke-64 Perumda Tirta Giri Nata, Senin (1/3/2022).
Azis mengapresiasi perbaikan manajemen yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata. Meski dari sisi produksi mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.
“Manajemen sudah sangat baik, tinggal mengoptimalkan sisi produksi setelah dua tahun terdampak pandemi,” katanya.
Wali Kota Ingatkan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata untuk Inovatif Wali Kota Ingatkan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata untuk Inovatif
Azis mengingatkan, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata harus mampu menekan angka kebocoran, hingga batas maksimal 20 persen. Tak dipungkiri, menurutnya, salah satu penyebab kebocoran karena pipa yang termakan usia.
“Jaringan pipa milik Perumda Air Minum Tirta Giri Nata sejak zaman Belanda. Maka sudah saya sampaikan harus ada revitalisasi jaringan pipa tersebut,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sopyan Satari, S.E., M.M., mengatakan, untuk mendeteksi kebocoran pihaknya menggunakan sistem distrik meter air. Cara kerjanya dengan melokalisir air di suatu wilayah dan memasang meter induk air.
“Air yang masuk ke meter induk berapa dan ke pelanggan berapa. Selisihnya adalah kebocoran. Di situ petugas bisa melacak dan langsung memperbaiki,” tuturnya. (Indah)











