This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 01 Maret 2023
Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag Resmi Dilantik Sebagai Rektor IAIN Cirebon
Isi Kekosongan Jabatan Kabag Umum dan Pelayanan Akademik, IAIN Cirebon Gelar Uji Kompetensi
FOKUS CIREBON, FC - Guna menentukan pegawai yang memiliki kualifikasi untuk menduduki jabatan tertentu, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan uji kompetensi.
Uji kompetensi ini menurut Dr Asro'i, M.Pd, Ketua Tim Bagian Assement dan Pengembangan Pegawai di Biro Kepegawaian Sekertaris Jenderal Kementerian Agama adalah bagian dari upaya Kementerian Agama tentang merit sistem.
Merit sistem itu bahwa rotasi mutasi dan promosi pegawai didasarkan pada tiga aspek, pertama adalah kualifikasi, ini tentu dilihat dari jenjang pendidikan. "Pimpinan di sini tentu tahulah siapa yang memiliki kualifikasi atau tidak" katanya.
Kedua adalah kompetensi dan kompetensi ini harus diukur. Maka untuk mengukurnya itu harus menunjukkan kompetensi yang memang harus dilakukan atau dilaksanakan secara obyektif. "Nah hari ini adalah untuk memenuhi aspek yang kedua ini untuk bisa melihat bagaimana sih profil kompetensi pegawai yang akan didudukan ini," terangnya.
Lalu yang ketiga adalah kinerja. Pada kinerja ini yang g lebih tahu juga adalah para pimpinan di sini. Yakni bagaimana yang bersangkutan dalam melaksanakan proses kerja yang disusun, seperti perencanaan di awal tahun dan nilai di akhir tahun.
Ketiga aspek ini menjadi pertimbangan bahwa yang bersangkutan itu layak diangkat atau tidak , layak didudukan atau tidak pada jabatan tertentu.
Jika pada salah satu aspek ini tidak, maka tidak bisa didudukan, tetapi kala layak maka bisa didudukan. Oleh karena itu, jika sudah melalui uji kompetensi dan kinerjanya juga bagus, kualifikasi memenuhi maka yang bersangkutan bisa diusulkan untuk ditetapkan. "Siapapun yang ditetapkan itu adalah mereka yang memang memiliki kesesuaian memenuhi persyaratan dari tiga aspek itu," paparnya.
Sementara untuk SK, misalkan eselon 3 maka dari pihak IAIN memproses, pertama kualifikasi kompetensi, dilihat kinerjanya kemudian dirapatkan Baperjakat oleh pimpinan yang diketuai oleh Warek 2, Sekretarisnya Kepala Biro AUAK, anggotanya para dekan dan hasilnya diusulkan ke pusat yakni ke Biro Kepegawaian, Sekretaris Jenderal, dan SK nya akan ditetapkan dari tiga itu 1 akan di SK kan diambil sebagai Kepala Bagian sebagai pejabat administrator yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.
Harapannya tentu ke depan pemetaan kompetensi di IAIN ini tidak terbatas jumlahnya. "Ya sebaiknya memang agak luas lagi, besar lagi sehingga nanti selain yang 4 orang ini, IAIN atau lembaga punya tabungan, punya bank data. Suatu ketika pensiun, suatu ketika yang bersangkutan dimutasi atau tidak lagi menduduki jabatan itu sudah punya profil pegawai calon penggantinya. Itu jika memungkinkan diperluas uji kompetensinya sehingga nanti selain untuk kebutuhan rotasi promosi pimpinan juga mengetahui profil pegawai untuk didudukan, ditempatkan pada tempatnya Yang sesuai," tandasnya Dr Asro'i M.Pd
Sementara menurut Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon, Ir Hj Sunarini, M.Kom ini adalah kegiatan Assessment bagi calon peserta untuk menduduki jabatan administrator yaitu Kabag Umum dan Layanan Akademik.
"Jadi ini memang satu tahapan yang harus dilalui kalau kita mau mengisi kekosongan jabatan untuk administrator, dan nanti ini akan kita kirimkan hasilnya ke Sekretaris Jenderal sebelumnya kita rapatkan di internal yaitu lewat Baperjakat. Siapa 3 orang dari 4 orang yang ikut seleksi ini yang akan kita kirimkan ke sana. Nanti ditetapkan oleh Pak Sekjen," terangnya. (din)
Selasa, 28 Februari 2023
Dekan FUA Berikan Penghargaan Empat Mahasiswa Tercepat Tuntas Penulisan Artikel Ilmiah
FOKUS CIREBON, FC - Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas keterampilan academic writing di lingkungan mahasiswa.
Senin, 27 Februari 2023
Video Viral Korban Terbakar dalam Peristiwa Kebakaran Arjawinangun, Dipastikan Hoaks
KABUPATEN CIREBON - Video penemuan korban terbakar yang belakangan viral dan dinarasikan sebagai korban kebakaran di pabrik busa PT. Aiyi Indonesia Internasional Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dipastikan hoaks.
Dalam video itu, menunjukkan seorang pria merekam banyaknya korban jiwa yang terbakar akibat insiden kebakaran tersebut, sambil menghitung jumlah korban. Walaupun tidak disebutkan lokasi kejadian tersebut, namun banyak yang menarasikan sebagai korban kebakaran pabrik busa di Arjawinangun, yang terjadi pada Senin 27 Februari 2023 kemarin.
Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, melalui akun instagramnya @cirebonkabsaberhoaks, menyebutkan bahwa video tersebut bukan merupakan korban kebakaran di pabrik busa Arjawinangun.
"Melainkan peristiwa kebakaran pabrik kembang api di Tangerang Banten," tulis akun tersebut.
Penanggungjawab Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon sekaligus Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH, MH menuturkan bahwa peristiwa kebakaran pabrik kembang api tersebut, terjadi pada 26 Oktober 2017. Namun, video itu kembali disebar bersamaan dengan kebakaran yang terjadi di Arjawinangun.
Selain itu, ujar Bambang, kepastian bahwa adanya korban jiwa pada peristiwa kebakaran di Arjawinangun adalah bohong, karena pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Selain videonya memang salah, polisi juga sudah menyatakan tidak ada korban jiwa," ujar Bambang, Kamis (2/3/2023).
Ia juga menambahkan, informasi hoaks itu bukan hanya informasi yang memang sengaja dibuat untuk menyesatkan. Namun terkadang, ada juga informasi hoaks yang bersumber dari konten asli, tetapi dipadankan pada informasi yang salah.
"Dalam kasus ini, videonya memang benar, tapi informasinya yang salah," jelas Bambang.
Ia pun menambahkan, Saber Hoaks Kabupaten Cirebon yang diinisiasi oleh Diskominfo Kabupaten Cirebon, terus berupaya memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat tentang informasi hoaks.
Dalam pelaksanaannya, Saber Hoaks juga menggandeng Relawan TIK Kabupaten Cirebon, untuk menjadi bagian tim verifikasi informasi dari aduan warga yang masuk.
"Kami menggandeng Relawan TIK Kabupaten Cirebon untuk menjadi bagian Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, serta unsur masyarakat lainnya," ujar Bambang.
Sementara itu, Ketua Relawan TIK Kabupaten Cirebon, Akhmad Rofahan mengatakan, peristiwa-peristiwa besar yang sedang terjadi, berpotensi menjadi korban penyebaran hoaks.
Ia menyebut, banyak hoaks bermunculan biasanya pada saat terjadinya sejumlah peristiwa/bencana yang terjadi di Jawa Barat beberapa waktu lalu. Penyebaran hoaks ini, tentunya sangat meresahkan.
Biasanya, motif penyebaran informasi hoaks yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu selain dirinya tidak mengetahui informasi itu salah, mereka juga ingin menjadi orang yang paling pertama mengabarkan informasi terbaru.
"Karena ingin jadi yang terdepan mengabarkan, mereka lupa untuk melakukan verifikasi kebenarannya terlebih dahulu," kata Rofahan.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa penyebaran hoaks bisa mendapatkan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak cepat menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
"Kalau infonya belum jelas atau sumbernya tidak bisa dipercaya, jangan disebarkan," lanjut Rofahan.
Ia menambahkan, bagi warga yang ingin mengadukan atau mempertanyakan tentang kevalidan suatu informasi, bisa melalui media sosial resmi Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, baik itu di Instagram (@cirebonkabsaberhoaks), maupun Facebook (Saber Hoaks Kabupaten Cirebon). (Nur)
Top 15 Mahasiswa Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon Berhasil Menulis Artikel
FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 15 Mahasiswa berhasil tuntas menulis artikel ilmiah terstandar. Keberhasilan ini dicapai melalui kegiatan Academic Writing yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Acara dilaksanakan di Aula Lt. 5 Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sabtu-Minggu, 25-26 Februari 2023.
Kampus Unggul Terkemuka Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, adalah sosok yang menginisiasi kegiatan Academic Writing for Student. Agenda ini khusus dilaksanakan bagi mahasiswa FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
“Mahasiswa mesti mendapat dukungan fasilitas untuk mengembangkan kapasitas keterampilan. Salah satunya keterampilan menulis artikel untuk tujuan publikasi di jurnal ilmiah,” ungkapnya.
“Kampus unggul bisa terwujud melalui produktivitas publikasi ilmiah. Jika mahasiswa berhasil mempublikasikan artikel di jurnal ilmiah, tentu hal itu merupakan prestasi dan keunggulan,” lanjutnya.
“Kami optimis mahasiswa mampu menulis artikel dan mempublikasikannya di jurnal ilmiah. Academic Writing yang secara khusus diperuntukan bagi kalangan mahasiswa merupakan upaya menuju kampus terkemuka,” tuturnya.
Melatih Penggunaan Mendeley Kegiatan Academic Writing meliputi pra, pelaksanaan, dan pasca. Materi pra mencakup kerapian dalam menulis, penggunaan Mendeley, dan penyampaian modul latihan.
“Kerapian menjadi prinsip utama dalam menulis artikel ilmiah. Penggunaan manajemen pengutipan Mendeley sangat penting untuk kerapian tulisan dan validitas referensi. Mahasiswa kita arahkan supaya mampu mengoperasikan Mendeley. Juga diarahkan untuk menggunakan acuan modul latihan,” papar Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.
Saat pelaksanaan, mahasiswa dilatih praktik menulis artikel menggunakan acuan modul terstandar. Modul ini mencakup tahapan mulai Tahap 1 sampai Tahap 11. Setelah mahasiswa tuntas menulis artikel, dosen melakukan Re-See untuk meninjau kembali mana area yang harus dipotong, ditambah, dan ditata ulang.
65% Peserta Tuntas Menulis Artikel Peserta sebanyak 30 Mahasiswa yang merupakan utusan dari masing-masing program studi di lingkungan FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Yaitu Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Jurusan Ilmu Hadis (IH), Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (TAPSI), Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), dan Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Kegiatan Academic dilaksanakan secara hybrid yaitu model online (tanggal 21-24 Februari) dan model offline (tanggal 25-26 Februari). Di masa pra pelaksanaan berhasil 3 (tiga) Mahasiswa tuntas menulis artikel tanggal 24 Februari. Yaitu Raka Ramandita Jurusan BSA, Khilda Minhatul Maula Jurusan IH, dan Muhammad Ali Jurusan SPI.
Disusul tuntas menulis 6 (enam) Mahasiswa tanggal 26 Februari, yaitu Abdul Hamid Jurusan IAT, Khoirul Anam Jurusan IH, Mia Rahmayanti Jurusan IH, Aisyah Jurusan IH, Nurlelah Jurusan IAT, dan Rofingatun Nguluwiyah Jurusan SPI.
Lalu disusul pula oleh 6 (enam) Mahasiswa, yaitu Aminaturrahma Jurusan BSA, Salma Mumtazah Jurusan SPI, Ummu Aiman Jurusan BSA, Imas Dariah Jurusan SPI, Rizqi Alfarel Jurusan AFI, dan Silfa Tamami Solihati Jurusan AFI. Keenam peserta ini hanya tersisa penyempurnaan Tahap 10 dan Tahap 11.
Jadi seluruhnya ada 15 Mahasiswa yang dinyatakan tuntas menulis artikel terstandar. Bahkan, sisanya ada 4 (empat) Mahasiswa telah sampai Tahap 6, yaitu Hapiz Ilham Maulana Jurusan IH, Alfiyah Makarrim Jurusan TAPSI, Nurfadilah Jurusan IAT, dan Raihan Athaya Mustafa Jurusan AFI.
“Sebanyak 65% mahasiswa tuntas menulis artikel terstandar. Sebelumnya peserta 30 orang tapi di tengah jalan ada yang mengundurkan diri 7 orang karena alasan sakit dan terkendala tidak punya laptop. Jadi total jumlah peserta 23 orang dan berhasil tuntas menulis 15 orang,” ungkap Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.
Kegiatan dilaksanakan dengan strategi Writing Sprints di mana peserta mengerjakan tahapan secara balapan. Tiap tahap ada juara sebagai tercepat mengerjakan penulisan artikel ilmiah.
Kegiatan Academic Writing menggandeng Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ini merupakan agenda tindak lanjut kerja sama antara FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengaku senang bisa melaksanakan tindak lanjut kerja sama. “Ini merupakan bentuk kolaborasi yang menghubungkan potensi-potensi mahasiswa secara strategis,” tutur Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerjunkan Tim Kelas Menulis yaitu Hidayatul Fikra, Susanti Vera, dan Fitriani. Ketiganya bertugas menjadi fasilitator dalam kegiatan Academic Writing. Mereka adalah pengelola jurnal-jurnal mahasiswa di FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Peserta yang telah tuntas menulis artikel diarahkan menjadi pendamping untuk teman-temanya yang sedang mengerjakan tahapan. Karena target kegiatan Academic Writing ini seluruh peserta harus tuntas menulis.
Selanjutnya, para peserta Academic Writing disiapkan untuk membagikan pengalamannya kepada adik-adik angkatan. Para peserta lulusan pelatihan mendapat tugas untuk membentuk Kelas Menulis.
Dari Kelas Menulis itu pasti dihasilkan sumber daya terlatih dalam pelaksanaan penelitian, penulisan artikel dan publikasi ilmiah. Bukan itu saja tetapi mahasiswa akan aktif dalam kegiatan konferensi dan pengelolaan jurnal ilmiah.
“Penulisan yang dikerjakan oleh mahasiswa telah memenuhi standar. Sehingga dipastikan 15 artikel mahasiswa hasil kegiatan Academic Writing terbit di jurnal ilmiah dalam waktu yang tidak akan lama lagi,” tutur Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Kegiatan Academic Writing mendapat dukungan penuh dari jajaran pengelola jurusan, dosen-dosen, dan pengelola jurnal FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. “Kegiatan ini menjadi rintisan pembentukan Kelas Menulis menuju kampus unggul terkemuka,” pungkas Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag.
Dekan FUA IAIN Cirebon Resmi Membuka Kegiatan Workshop Pengembangan Life Skill dan Enterprenership
FOKUS CIREBON, FC - Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Membuka secara resmi kegiatan Workshop Pengembangan Life Skill dan Enterprenership bagi mahasiswa.
Anwar Sanusi mengatakan bahwa kegiatan ini hadir atas kegelisahannya menghadapi tantangan dunia akademik sehingga dirinya menggandeng Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. Wahyudi Darmalaksana, M.Ag sebagai pemateri dalam kegiatan penulisan Journal.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung sudah 800 mahasiswa yang berhasil menulis di journal baik sinta maupun scopus.
Maka kegiatan ini tentunya sangat diharapkan bisa membawa perubahan dalam menulis journal bagi mahasiswa FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa dari pengurus SEMA, DEMA dan HMJ serta mahasiswa perwakilan darii setiap jurusan. Kehadiran mereka tentu menjadi harapan bagi Fakultas Ushuluddin dan Adab membawa perubahan akademik mahasiswa dalam menulis di journal.
Acara pembukaan kegiatan Academic Writing for Student dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dengan di damping beberapa Ketua jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan beberapa dosen pengelola journal.
Bertindak sebagai MC Ananda Viviyen Jensifa Harahap dari Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah, dan dirigen oleh ayu amalia dari jurusan Perbannkkan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta qoriah Ananda Rossa mahasiswa Ilmu Hadis.
Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Aqidah Filsafat Islam (AFI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis (ILHA), dan Tasawuf Psikoterafi sangat antusias mengikuti sehingga ini menjadi indikator keberhasilan program Academic Writing for Student. (din)
Minggu, 26 Februari 2023
Rapat Kerja HMJ IQTAF Periode Baru, Kajur IAT Pentingnya Kolaborasi
FOKUS CIREBON, FC - Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMJ IQTAF) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Kerja (Raker). Selasa, 21 Februari 2023.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung FDKI ini resmi dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A., M.Si,. (09/02/2023).
Raker kali ini mengusung tema 'Aktualisasi Program Kerja yang Optimal Demi Terciptanya HMJ IQTAF yang Progresif dan Aktif'. Dengan adanya Raker ini diharapkan program kerja yang sudah dibentuk sebelumnya bisa berjalan dengan optimal agar terciptanya HMJ IQTAF yang progresif dan aktif sesuai dengan tema yang diusung kali ini.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Hilal Faqieh Fadhilah mengatakan Raker ini menjadi ajang untuk kita membuka lembaran baru di kepengurusan kali ini dan untuk membenarkan kepengurusan sebelumnya.
"Raker ini adalah ajang kita untuk memulai langkah baru, untuk memulai lembaran baru di kepengurusan yang sekarang, dan juga membenarkan kepengurusan yang lama di kepengurusan sebelumnya," ucap Faqieh.
Fachry Maulana Rivaldi, Ketua umum HMJ IQTAF Periode 2023-2024, dalam sambutannya mengatakan bahwa seperti yang dikatakan oleh kajur IAT, jadikan IAT sebagai rumah dimana sebagai pengurus harus bisa untuk merealisasikannya.
“HMJ Ibarat sebuah perahu dimana kita semua sebagai awak kapal nya, dan ketika di tengah laut perahunya bocor kita perbaiki bareng-bareng, dan ketika perahunya diterjal ombak kita hadapi bareng-bareng, dan itulah yang pak maimun maksud sebagai rumah," ucapnya.
Dalam sambutan berikutnya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) yang berhalangan hadir dan diwakili oleh wakilnya, Fahmi Jauharudin mengatakan bahwa dalam rapat kerja harus menjalankan beberapa prinsip dimana di dalamnya ada kepentingan HMJ untuk lebih maju lagi dan harus akuntable.
“Diharapkan dengan prinsip-prinsip tersebut gerbong kepengurusan kali ini, HMJ IQTAF mampu melaksanakan program kerja yang kongkrit dan memuaskan semua pihak di akhirnya," Jelas Fahmi.
Kemudian, Ketua Jurusan IAT, H. Muhammad Maimun, M.A., M.Si, menekankan pentingnya kolaborasi terutama untuk meningkatkan konten di media sosial yang ada, karena ciri khas dari program studi di IAT itu mengenai digital dan multimedia.
“Saya berharap yang mempunyai keahlian media terkait tentang tekniknya, bagi teman-teman yang punya bahan konten ada rekomendasi yaitu kolaborasi, karena tidak ada manusia yang hidupnya sukses sendiri pasti perlu untuk berkolaborasi," ucap Maimun.

















