Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 28 Mei 2023

Dukung Bisnis di Era Digital, PKPT IPNU-IPPNU IAIN Cirebon Gelar Seminar Kewirausahaan

CIREBON, FC - PKPT IPNU-IPPNU IAIN Cirebon menggelar seminar kewirausahaan sebagai bentuk dukungan bisnis di era digital. Seminar tersebut bertema "Bisnis Milenial di Era Digital" yang dilamsanakan di Masjid Miftahul Karim pada Minggu, 28 Mei 2023.

Ketua pelaksana dari kegiatan ini ialah Rekan Rizki Saputro. Ia menuturkan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini ialah untuk memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan .

Tujuannya agar mahasiswa dapat mengetahui ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan dalam kehidupan. "I hope that you can apply the knowledge of entrepreneurship in life yang artinya saya berharap kepada kalian agar dapat menerapkan ilmu tentang kewirausahaan dalam kehidupan," ujarnya.

KH. Agung Fadhil, M.Ag, pemateri pada seminar ini berpesan bahwa menjadi pengusaha itu sangat mudah. Menurutnya, menjadi pengusaha itu mudah, tidak ada syarat yang rumit. Tidak harus pintar berbahasa arab, tidak harus pintar berbahasa inggris.

Hal yang sama diungkapkan Anwar, dari PC IPNU Kota Cirebon, bahwa kita harus menciptakan peluang usaha karena seperti yang dikatakan Buya Hamka bahwa orang yang takut gagal adalah orang yang tidak pernah melangkah.

Sedangkan menurut Ketua PKPT IPNU IAIN Cirebon, Shidiq, berharap bahwa sebagai mahasiswa harus belajar banyak mengenai kewirausahaan.

"Semoga kita semua dapat belajar banyak terkait kewirausahaan yang mana semoga menjadi bekal untuk menjadi jiwa-jiwa pengusaha muda. Sebagai mahasiswa kita perlu belajar kewirausahaan agar kelak ketika lulus dapat merintis, tidak melulu mencari pekerjaan tapi kita dapat menciptakan pekerjaan sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, dihadiri oleh rekan dan rekanita PKPT IAIN Cirebon dan Masyarakat Umum. (Khansa Salsabila/kontributor)

Kamis, 25 Mei 2023

UM-PTKIN 2023 Berlangsung Mulai 29 Mei di 59 Lokasi

 


FOKUS CIREBON, FC - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2023 segera digelar. Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Imam Taufiq mengatakan UM-PTKIN akan berlangsung di 59 titik lokasi ujian yang telah disiapkan panitia.

UM-PTKIN 2023 digelar secara online-onsite antara 29 Mei hingga 8 Juni 2023. Para peserta akan menggunakan aplikasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Dengan SSE, ujian akan menggunakan komputer (PC/Laptop) yang disediakan panitia di ruang-ruang lokasi ujian.

Imam Taufiq yang juga Rektor UIN Walisongo, mengimbau para peserta untuk hadir tepat waktu sesuai jadwal yang tertera dalam kartu ujian UM-PTKIN

“Kami mengimbau para peserta UM-PTKIN datang tepat waktu, sesuai jadwal yang tertera pada kartu ujian dan membaca tata tertib dengan cermat, dan membawa dokumen yang diperlukan sesuai ketentuan,” ujar Imam Taufiq di Semarang, Kamis (25/5/2023).

Menurutnya, panitia nasional dan lokal telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut para peserta. Panitia juga telah melakukan uji coba perangkat teknologi informasi yang akan digunakan selama ujian berlangsung.

“Persiapan telah dilakukan dengan matang, semua perangkat ujian telah kami lakukan uji coba pada 23-24 Mei kemarin,” ujar Imam.

Panitia, lanjut Imam, juga telah menyiapkan fasilitas ujian untuk para peserta difabel. "Kami siap melayani para peserta difabel, petugas khusus telah disiapkan di masing-masing panlok. PTKIN harus menjadi tempat yang ramah kepada mereka yang berkebutuhan khusus," tutup Imam yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang.

Berikut daftar 59 lokasi UM-PTKIN 2023:

1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

3. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

4. UIN Alauddin Makassar

5. UIN Sunan Ampel Surabaya

6. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

7. UIN Raden Intan Lampung

8. UIN Sumatera Utara Medan

9. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

10. UIN Raden Mas Said Surakarta

11. UIN Raden Fatah Palembang

12. UIN Walisongo Semarang

13. UIN Mataram

14. UIN Ar-Raniry Banda Aceh

15. UIN Sultan Syarif Kasim Riau

16. UIN KH.Achmad Siddiq ( KHAS ) Jember

17. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

18. UIN Imam Bonjol Padang

19. IAIN Syekh Nurjati Cirebon

20. UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

21. UIN Salatiga

22. UIN Antasari Banjarmasin

23. IAIN Kediri

24. IAIN Kudus

25. UIN Profesor K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

26. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

27. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

28. IAIN Madura

29. IAIN Pontianak

30. UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi

31. IAIN Ponorogo

32. UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

33. IAIN Kendari

34. IAIN Bone

35. IAIN Palopo

36. IAIN Parepare

37. UIN Datokarama Palu

38. UIN Syahada Padangsidimpuan

39. UIN Mahmud Yunus Batusangkar

40. IAIN Metro Lampung

41. IAIN Langsa

42. IAIN Malikussaleh Lhokseumawe

43. IAIN Sultan Amai Gorontalo

44. IAIN Curup

45. IAIN Palangka Raya

46. IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

47. Universitas Singaperbangsa Karawang

48. IAIN Ternate

49. IAIN Manado

50. IAIN Kerinci

51. STAIN Bengkalis

52. IAIN Ambon

53. STAIN Majene

54. STAIN Mandailing Natal

55. STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

56. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

57. IAIN Takengon

58. IAIN Sorong

59. IAIN Fattahul Muluk Papua


Sebanyak 773 Wisudawan Ikuti Prosesi Wisuda Gelombang Dua


Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor KE XXVI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, gelombang ke dua, 25 Mei 2023, berjalan khidmat.



CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXVI gelombang dua, di salah satu hotel di Cirebon, Kamis, (25/5/2023).

Pada wisuda tersebut, ada sebanyak 773 wisudawan mengikuti prosesi wisuda  yang mengusung tema ‘Membangun Generasi Digital Menyongsong Cyber Islamic University’.

Sebelumnya, pada gelombang pertama prosesi wisuda digelar pada Rabu, 24 Mei 2023 dengan jumlah 758 wisudawan yang terdiri dari 220 wisudawan dari Fakultas Syariah, 249 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 207  wisudawan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Program Pascasarjana S2 sebanyak 69 wisudawan serta S3 sebanyak 13 wisudawan.

Sedangkan pada gelombang kedua digelar pada Kamis, 25 Mei 2023 diikuti sebanyak 773 wisudawan yang terdiri dari 599 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan 174 wisudawan dari Fakultas Ushuludin dan Adab.

Rektor IAIN Cirebon, Prof H Aan Jaelani MAg mengungkapkan, kampus setempat saat ini sedang berproses untuk transformasi kelembagaan menjadi Cyber Islamic University (CIU).

Menurut Prof Aan, tentu ini tidak lepas dari program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua.

“Kehadiran Cyber Islamic University ini untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespons kebutuhan di lapangan,” kata Prof Aan dalam pidatonya.

Dijelaskan, transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

“IAIN Cirebon memiliki kekuatan sebagai perguruan tinggi yang diberikan kepercayaan oleh Kementerian Agama RI untuk bertransformasi menjadi CIU dalam pembelajaran online secara penuh dengan menghadirkan Program Studi S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam tahun 2021,”  ujarnya.

Prof Aan juga memaparkan bahwa jumlah mahasiswa PJJ PAI IAIN Cirebon pada tahun 2021 dan 2022 lalu mencapai 2200 orang dari seluruh provinsi Indonesia. “Seluruh mahasiswa diberikan beasiswa selama menempuh studi melalui program LPDP,” katanya.

Sedangkan di tahun 2023 ini, program PJJ Non-PAI akan dibuka 7 program studi yang telah diusulkan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam untuk memberikan akses luas kepada seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah terpencil, terluar, dan terdalam.

“Program unggulan ini telah memposisikan IAIN Cirebon sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara daring,” tuturnya.

Kata Prof Aan, Pendidikan Jarak Jauh ini akan dikembangkan pula pada beragam bidang ilmu dari program studi yang menyelenggarakan pembelajaran offline dengan akreditasi unggul, baik jenjang pendidikan sarjana, magister, sampai doktor untuk merespon kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi industri global saat ini.

“CIU merupakan universitas dengan program kuliah yang sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan mengusung prinsip keterbukaan untuk pendidikan bagi semua orang di seluruh Indonesia dan luar negeri,” paparnya.

Lulusan program ini, menurut Prof Aan, memiliki prospek kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi digital dan memiliki keterampilan mumpuni untuk menjadi seorang profesional dalam bidang ilmunya. Hal ini tentu tak lepas dari sarana-prasarana dan proses pembelajaran yang didukung dengan teknologi yang canggih.

Aan memaparkan, sekarang ini  fenomena yang ada menunjukkan evolusi akademik dan pendidikan tinggi pada universitas generasi ke-4, yaitu universitas online dan digital.

Kata Prof Aan, hal ini sebagian besar disebabkan pandemi Covid-19 yang meluncurkan revolusi digital di bidang akademik dan pendidikan tinggi.

“Permintaan pendidikan tinggi dalam skala global telah mempengaruhi semua sistem pendidikan dan negara di seluruh dunia akibat penurunan ekonomi dan kebangkitan pendidikan digital,” jelasnya.

Ditegaskan Prof Aan, Pergolakan digital saat ini di sektor pendidikan dimotivasi oleh kenaikan biaya, peningkatan daya saing, dan peningkatan harapan, sehingga organisasi perlu mempersiapkan masa depan dengan menggunakan teknologi dan data baru untuk mengubah proses dan memodernisasi sistem.

Kebutuhan mahasiswa yang sekarang ini hidup dengan budaya digital menjadi paling penting sehingga melahirkan universitas siber. Istilah “dunia maya” dapat didefinisikan sebagai “ruang informasi jaringan, tetapi yang, dari bagian dalam komputer ke layar, mencapai kita dalam bentuk bahasa-bahasa yang dikenal, lisan, maya, bunyi dan segala campurannya.

“Jadi dunia maya hanyalah cara metaforis untuk menamai internet, jaringan dari jaringan,” katanya.


IAIN Cirebon dengan platform CIU adalah universitas sebagai tempat dunia maya. Universitas sebagai ekspresi identitasnya yang melibatkan aktor manusia dan non manusia menunjuk tempat di dunia maya.

Hubungan antara dosen dan mahasiswa akan dimediasi oleh perangkat teknologi, hanya mungkin terjadi interaksi antara aktor manusia dan non-manusia.

Faktanya, tanpa sinyal internet, tanpa berfungsinya semua perangkat elektronik yang diperlukan untuk membangun hubungan antara manusia, kelas, kuliah, dan lainnya, tidak akan terjadi.

Pembentukan jaringan aktor manusia dan non-manusia ini akan menghasilkan universitas dunia maya. Universitas siber seperti konsep “cyberplace” atau “tempat” diskusi dan apropriasi pengetahuan, konsep penelitian dan pengembangan ide ini, ketika ditransfer secara keseluruhan ke dunia maya, memunculkan refleksi tentang pentingnya fisik universitas.

Sementara istilah cyber university dapat dijelaskan dengan konsep network society yang mengilustrasikan peran universitas dalam proses konstruksi dan penyebaran pengetahuan. Perguruan tinggi sebagai agen utama diseminasi inovasi sosial karena suatu generasi demi generasi muda melalui tahapan ini dengan mengetahui cara-cara baru untuk berpikir, administrasi, bertindak dan komunikasi, dan membiasakan diri dengan mereka. Adanya perubahan dalam cara membangun dan mengelola pengetahuan universitas selama pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa inovasi pendidikan diadaptasi melalui universitas.

Model pendidikan yang efisien selalu berkaitan dengan visi masyarakat yang bentuknya berupa universitas sebagai tempat virtual. Dunia maya memperluas kemungkinan hubungan antara semua yang terlibat, baik aktor manusia maupun non-manusia.

Dalam masyarakat berjejaring, beberapa proses di tingkat global berlangsung dalam jaringan seperti komunikasi, ekonomi, hubungan sosial dan, tentu saja, pendidikan. Konsep masyarakat jaringan menempatkan model pendidikan jaringan sebagai prioritas, sehingga konsep pendidikan jaringan (network education) sebagai proses sosialisasi dan pengembangan otonomi yang bertujuan untuk integrasi sosial dan melibatkan perolehan pengetahuan, keterampilan, dan nilai.

Oleh karena itu, universitas siber terlibat dalam jaringan ini dan berdasarkan proses pengunggahan yang mendalam, universitas pasti ditempatkan di ruang virtual sebagai salah satu roda gigi jaringan pendidikan ini.

Dalam perencanaan universitas siber di IAIN Cirebon dibutuhkan perhatian khusus pada kebutuhan pasar untuk membuat keputusan tentang dukungan atas program akademik dan program apa saja yang akan kehilangan sumber daya, termasuk analisis keberhasilan universitas siber yang terkait dengan indeks kepuasan bidang akademik dalam bentuk kesuksesan individu pada mahasiswa dan kesejajaran universitas dengan tempat kerja dan kebutuhan mahasiswa untuk memimpin studi mereka sendiri dalam mencapai kesuksesan akademik.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, universitas siber harus mempertimbangkan desain antarmuka seluler untuk kenyamanan mahasiswa dalam kegiatan akademik, memiliki perpustakaan akademik yang secara global dapat memenuhi kebutuhan pendidikan akademik dan pembelajaran berkelanjutan, dan bahkan memiliki alur pembelajaran bagi pembelajar untuk kesuksesan diri di universitas.

Sistem perkuliahan pada universitas mengalami transformasi dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring pada masa pandemi Covid-19 yang menekankan pentingnya teknologi digital dalam perkuliahan, seperti belajar dari rumah melalui media dengan pemanfaatan teknologi digital.

Percepatan transformasi digital menyebabkan perubahan pada banyak aspek kehidupan termasuk cara mengajar dan belajar di kampus akibat pandemi.

Pada universitas siber, pembelajaran membutuhkan improvisasi untuk meningkatkan media yang digunakan dalam penyampaian materi perkuliahan melalui pembuatan video online, modul online, dan media lainnya.

Pada universitas siber, indikator kelangsungan akademik mahasiswa antara lain adanya ruang belajar offline, lokasi fasilitas pendukung studi, dan tingkat dukungan universitas pada program, seperti kursus online yang diberikan sepenuhnya kepada mahasiswa, blended learning yang dikenal dengan cross dan mixed-mode learning yang menggabungkan metode pedagogis online dan tatap muka, dan setiap mahasiswa memiliki afiliasi pribadi dengan anggota lain dari universitas siber dengan parameter integrasi akademik untuk pengembangan kompetensi, sehingga ketidakjujuran akademik harus dihilangkan karena dapat menurunkan kualitas pendidikan.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, universitas siber dapat mempersiapkan desain instruksional yang memudahkan mahasiswa dalam memahami pembelajaran seperti video tutorial-kuliah, menyusun model untuk evaluasi metrik bagi mahasiswa, dosen, lembaga, dan jenis pendidikannya yang berfokus pada pembuatan layanan dunia maya untuk pemantauan dan pengelolaan sumber daya dan proses produksi yang akurat untuk mencapai kualitas produk yang dibutuhkan.

Visi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul untuk Semua Tahun 2030 memiliki makna pemenuhan akses yang luas bagi seluruh masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi pada program pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang ditandai juga dengan masifnya budaya digital bagi keseluruhan aktivitas akademik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahun 2030, CIU ini diharapkan memiliki kontribusi yang nyata secara nasional dan internasional yang ditunjukkan dengan pendidikan bermutu dan keunggulan kompetensi lulusan yang turut berkontribusi dalam mewujudkan 17 SDGs (Sustainable Development Goals) atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) sampai tahun 2030.

Dalam pencapaian visi ini, nilai-nilai yang terkandung pada istilah “SIBER” adalah S = Sustainability (Keberlanjutan), I = Innovative (Inovasi Digital), B = Be Sincere (Menjadi Ikhlas Beramal), E = Environmental harmony (Keharmonisan Lingkungan), dan R = Resilience (Ketangguhan).

Nilai-nilai siber ini jika dimaknai menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Cirebon secara berkelanjutan bertujuan membentuk profil lulusan dengan kompetensi digital yang inovatif sesuai bidang keilmuan, memiliki keikhlasan beramal dalam kebekerjaan, adaptif dan responsif dalam mewujudkan lingkungan sekitar secara harmonis, dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.


Untuk mencapai visi tersebut, strategi IAIN Cirebon adalah melakukan inovasi dalam pendidikan futuristik dengan memperkuat kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui pengembangan model-model pendidikan dengan platform digital, pengembangan manajemen mutu akademik pada jenis pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang memberikan layanan luas pada seluruh masyarakat, membangun platform akademik berbasis Artificial Intelligence dan Big Data melalui Gedung Siber dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan integrasi keilmuan yang mengembangkan ilmu-ilmu keislaman pada seluruh rumpun ilmu pada kurikulum dan moderasi beragama untuk menghadirkan keberagaman dan persatuan pada semua kalangan, menyiapkan program universitas yang terintegrasi dengan upaya perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menghasilkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja, dan meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha untuk pengembangan kewirausahaan akademik, inovasi, dan terwujudnya budaya digital bagi peningkatan produktivitas dan kemandirian yang mendukung pendidikan inklusif bagi semua orang.

“Kami atas nama pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan terimakasih yang tuus dan mendalam atas kepercayaan Bapak/Ibu selaku orang tua mahasiswa yang telah mempercayai institusi sebagai tempat pendidikan dari para mahasiswa,” tandas Prof Aan. (din/Adv)

Innalillahi... IAIN Cirebon Berduka Wisuda Sarjana Ke XXVI Meninggal Dunia

FOKUS CIREBON, FC - Suasana duka tengah menyelimuti prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor Ke XXVI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, gelombang ke dua, yang digelar pada 25 Mei 2023.



Rasa duka tersebut dikabarkan setelah salah seorang wisudawati bernama Nurul Chafidzoh, kelahiran Indramayu 29 Mei 2001, dikabarkan wafat pada 24 Mei 2023.

Pranata Humas IAIN Cirebon, H.M.Arifin M.PdI menyatakan, rasa dukanya yang mendalam atas wafatnya adinda Nurul Chafidzoh, S.Pd karena sakit. Ucapan duka ini juga disampaikan atas nama civitas akademika kampus IAIN Cirebon.

"Innalillahi.. kami atas nama pribadi dan civitas akademika IAIN Cirebon turut berduka atas wafatnya adinda Nurul Chafidzoh, semoga almarhumah berpulang dalam keadaan husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya serta di tempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, aamin ya robbal 'alamiin," ucap Arifin, Kamis, (25/5/2023).

Menurut Arifin, almarhumah merupakan satu dari wisudawan sarjana, magister dan doktor IAIN Cirebon ke XXVI yang akan mengikuti prosesi wisudanya pada hari ini, 25 Mei 2023 di salah satu hotel di Cirebon.

Sedangkan untuk prosesi wisuda, informasinya almarhumah akan diwakilkan pihak keluarganya. "Selamat jalan Nurul, dan semoga keluarga yang di tinggalkannya selalu mendapat kekuatan dan ketabahan," tandasnya. (din)



Rabu, 24 Mei 2023

H. Akso M.Pd Menjadi Mahasiswa S3 Berprestasi Cumlaude di Wisuda XXVI IAIN Cirebon

 

Dr H Akso M.Pd, wisudawan berprestasi dengan predikat cumlaude dengan IPK 4.0 dan menjadi wisudawan XXVII IAIN Cirebon berusia tertua.



FOKUS CIREBON, FC - Usia bukanlah penghalang apalagi penghambat bagi seseorang untuk terus berkarya. Usia boleh senja, tapi semangat untuk mencari dan menuntut ilmu harus terus dilakukan. Hal itu yang dilakukan oleh Dr H Akso M.Pd, wisudawan IAIN Cirebon ke XXVI yang meraih prestasi cumlaude dengan nilai IPK 4.0 dan sebagai wisudawan tertua, yakni berusia 65 tahun.

Dr H Akso juga merupakan mantan Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2015 - 2019. DR H Akso juga merupakan pensiunan di lingkungan Kementerian Jakarta.

Saat dijumpai Fokus Cirebon, Dr H Akso mengaku merasa senang dan bangga bisa berhasil meraih gelar Doktor (S3) di bidang Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana IAIN Cirebon. 

"Untuk sebuah ilmu pengetahuan, janganlah menyerah apalagi berhenti karena umur. Jangan jadikan umur sebagai penghambat untuk berkarya, berapa pun usia kita, mencari ilmu pengetahuan adalah wajib bagi kita, agar kita dalam hidup selalu bisa berkarya, dan di dunia manapun pendidikan itu sampai S3, jika belum maka belum sempurna," paparnya.

Dr H Akso juga mengajak kepada siapapun untuk terus menimba ilmu, tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Ilmu pengetahuan adalah jendela dunia, barang siapa berilmu maka bisa menggenggam dunia. 

"Usia saya sekarang memang sudah 65 tahun, sudah bukan usia muda lagi, tetapi semangat saya untuk sebuah ilmu pengetahuan terus bak berusia muda, dan hari ini saya sangat bahagia, karena sudah bisa menyelesaikan S3," paparnya.

Terkait harapan IAIN ke depan, Dr H Akso menginginkan agar perubahan terus dilakukan di semua bidang. Apalagi sudah akan menjadi kampus Cyber University, tentu kesatuan, kekompakan, kebersamaan dan kerjasama sangat dibutuhkan.

Menurutnya, perguruan tinggi ini besar, maka tidak mungkin hanya dipoles oleh satu orang atau beberapa orang, maka semua harus ikut memolesnya. Kemudian juga mengambil potensi yang ada dan diberdayakan dengan baik. Seperti ahli IT, maka harus dipakai dengan baik, juga pada bidang -bidang dan ahli-ahli lainnya. "Jadi semua harus gerak, jangan diam dan saling menunggu," katanya.

Dr H Akso juga sedikit mengupas saat masih aktif bekerja di IAIN Cirebon, saat itu bersama tim melakukan pendampingan dan pengurus tanah untuk pengembangan kampus IAIN Cirebon di Indramayu. 

"Ya, saat itu saya bersama tim ke provinsi bahkan juga ke Pemkab Indramayu. Saat itu, saya harus berbuat dan apa yang bisa saya lakukan, maka saya lakukan dan semua yang dilakukan karena bersemangat untuk membangun kemajuan dan perubahan," tuturnya. 

Dr H Akso berharap, dengan Kesarjanaan S3 ini, pihaknya bisa mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang keagamaan, terutama di pendidikan yang tengah dikembangkan di lingkungan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. 

Demikian juga di IAIN Cirebon, jika dipercaya dirinya siap untuk mengelola Ma'had dan siap mengembangkan visi yang ada. (din)




Pemkab Cirebon Apresiasi Wajib Pajak Teladan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON -- Penerimaan pajak daerah selama ini, masih menjadi tulang punggung pendapatan asli daerah yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan. 

Setiap pajak yang diterima, akan dimanfaatkan sebaik mungkin demi keberlanjutan pembangunan daerah yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat. 

Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), memberikan penghargaan dan apresiasi kepada wajib pajak (WP) teladan masa pajak tahun 2022.

Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2023 di Patra Cirebon Hotel & Convention, Jl. Tuparev No. J1, Kedawung, Kabupaten Cirebon. 

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Bapenda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si.

Dalam sambutannya, Bupati Imron memberikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pembayaran pajak daerah. Ia menyebut, pembangunan bisa berlanjut dengan besarnya pajak yang disetorkan oleh WP. 

"Sebagaimana kita ketahui bersama, pelaksanaan pemberian penganugerahan wajib pajak teladan tahun 2023 adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka apresiasi dan terimakasih pemerintah daerah kepada wajib pajak atas kontribusi yang begitu besar dalam hal pembayaran pajak, guna membantu kelancaran pembangunan di Kabupaten Cirebon," ujar Imron.

Dijelaskan Imron, demi keberlangsungan dan berjalannya program kegiatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cirebon, perlu anggaran yang besar. 

Dirinya menyebutkan beberapa program kegiatan di Kabupaten Cirebon yang setiap tahun dilaksanakan, yang merupakan prioritas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pertama, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin (pbi) setiap tahun dibutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp90.103.267.740 untuk 350.610 jiwa. Selanjutnya, pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur, setiap tahun tidak kurang dari Rp100.987.576.500," jelas Imron 

"Dana Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 40 wilayah kecamatan se-Kabupaten Cirebon setiap tahun tidak kurang dari Rp70.343.851.316," lanjut Imron.

Di akhir sambutannya, Imron pastikan seluruh pendapatan yang diterima Pemerintah Kabupaten Cirebon, baik dari pajak daerah, retribusi daerah, dana bagi hasil pemerintah provinsi dan dana pemerintah pusat akan digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Sehingga, mari kita bersama untuk senantiasa meningkatkan dan menumbuhkembangkan kesadaran dalam pembayaran pajak," ungkap Imron.

"Mari kita bekerja cerdas, dilandasi dengan niat yang ikhlas untuk memajukan Kabupaten Cirebon, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan visi Kabupaten Cirebon yang dicita-citakan bersama," tutupnya. (din)

IAIN Cirebon Berkunjung Ke Malaysia, Sepakati Kerjasama Penguatan Program Kampus Siber Islam

MALAYSIA, FC - Madinah International University (MEDIU) Malaysia dan Jurusan BSA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyepakati tindak lanjut kerjasama dalam penguatan program kampus siber Islam dan kajian bahasa Arab Pesantren.

Hal ini dibahas dalam kunjungan resmi perwakilan IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Kampus MEDIU. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain: Rektor MEDIU, Dr. Abdullah Bin Saad Al-Arefi, Prof. Dr. Tayyeb Al-Mabruki, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Shomad Dukuri, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Asma Binti Abdurrahman, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan, dan Prof. Dr. Elsayed Salem, Direktur Hubungan Kerjasama.

Rektor IAIN Syekh Nurjati, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag menyatakan pada penandatangan MoU, bahwa kerjasama dengan MEDIU menjadi penting dalam merealisasikan penguatan program Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Hal ini secara konsisten akan dilakukan sebagai program prioritas IAIN Syekh Nurjati mewujudkan visi sebagai World Class University (WCU) dan Center for Excellences," tegas Aan.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Rektor MEDIU, di mana pihaknya menyambut baik tindak lanjut kerjasama yang dirumuskan, setelah keduanya melakukan perjanjian kerjasama pada 14 April 2023 lalu.

Menurutnya, kunjungan BSA menunjukkan keseriusan IAIN Syekh Nurjati dalam menjallin kerjasama dengan MEDIU, khususnya dalam pengembangan keilmuan jurusan Bahasa dan Sastra Arab. 

Selain itu, MEDIU juga merupakan perguruan tinggi Islam pertama di Malaysia yang menerapkan model pendidikan siber, dengan pengelolaan teknologi informasi yang terpadu dan futuristik.

Hal ini yang kemudian direspon dengan baik oleh delegasi BSA IAIN Syekh Nurjati, sebagai bagian dari civitas akademika PTKIN persiapan kampus Islam Siber pertama di Indonesia. 

Erfan Gazali, Kordinator program IMP menjelaskan bahwa aplikasi Learning Management System (LMS) bernama CMS yang dimiliki oleh MEDIU menjadi salah satu referensi model yang baik, karena telah meniadakan proses pengelolaan lembaga secara manual.

“IAIN Syekh Nurjati juga telah mengembangkan model LMS terpadu yang baik, dan momentum ini sekaligus sebagai benchmarking dalam meningkatkan performa dan inovasi digital yang perlu dilakukan,” tuturnya.

Kemudian, keduanya tidak hanya dalam pengembangan ilmu bahasa, studi Islam, pendidikan karakter, sejarah dan yang lainya menjadi penting untuk dipertahankan dan kembangkan.

“Potensi kerjasama MEDIU terkait pesantren akan dilakukan dengan program konkret, mengingat pesantren memiliki resources yang luar biasa,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Elsayed Salem menambahkan bahwa kerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati akan dlaksanakan dengan program-program nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan kelembagaan perguruan tinggi islam siber dan kajian manuskrip, serta pesantren. 

“MEDIU dan IAIN Syekh Nurjati dapat saling merujuk dalam pengelolaan kurikulum pendidikan Siber. Selain itu bukan tidak mungkin, BSA akan menjadi partner MEDIU di Indonesia dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana bagi alumni terbaiknya,” tandasnya. (din)