Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 19 Juli 2023

Hari Jadi ke-654 Cirebon, Masyarakat Semakin Sejahtera

 

CIREBON, FC – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-654 Cirebon berlangsung khidmat, Rabu (19/7/2023), di ruang utama Griya Sawala gedung DPRD.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana menyampaikan, Hari Jadi Cirebon yang diperingati setiap tanggal 1 Muharam atau bertepatan dengan tahun baru hijriah selalu menyimpan makna di balik perayaannya. Ia mengajak semua pihak untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas kehendaknya, Cirebon tetap berdiri kokoh dengan kemajuan masyarakatnya semakin sejahtera.

Sejalan dengan rasa syukur tersebut, tak lupa Ruri mengingatkan agar momentum ini dimaknai juga dengan meneladani dan memberikan penghargaan kepada para pendahulu, yang mampu merintis serta membangun Cirebon seperti sekarang ini.

“Penetapan Hari Jadi Cirebon didasari pada Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 24/1996 tentang Hari Jadi Cirebon yang jatuh pada tanggal 1 Muharam 791 Hijriah. Momen ini sekaligus menjadi momentum untuk bertafakur, introspeksi diri, evaluasi dan refleksi terhadap kiprah kita dalam membangun dan memajukan Kota Cirebon,” ujar Ruri saat memimpin rapat.

Dalam kesempatan tersebut, Ruri memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH serta Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati yang telah memimpin dan membangun Kota Cirebon ke arah lebih baik. Ruri mendorong agar semua pihak dapat mendukung kinerja keduanya sampai masa jabatannya berakhir pada akhir Desember 2023.

“Kami juga mengajak seluruh aparatur pemerintahan, lembaga dari seluruh masyarakat Kota Cirebon, untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi Kota Cirebon yaitu SEHATI. Kita wujudkan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis sejarah,” kata Ruri.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menuturkan, peringatan ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian serta karya bakti seluruh perangkat pemerintahan kepada masyarakat. Selama memimpin Kota Cirebon, kata Azis, pihaknya selalu didukung oleh jajaran legislatif dan Forkopimda yang secara harmonis berkolaborasi memajukan Kota Cirebon.

Hal ini terbukti ketika Kota Cirebon mampu bangkit kembali pasca pandemi Covid-19. Semua upaya pemulihan terus dilakukan hingga kondisi keuangan dan ekonomi daerah dapat pulih secara signifikan.

“Melalui kemitraan dan kolaborasi tersebut, dari 2018-2022 Kota Cirebon berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan 2 tingkat internasional, 75 penghargaan nasional dan 93 penghargaan provinsi. Di tahun 2022 juga, Kota Cirebon mengalami inflasi terendah di Jawa Barat sebesar 4,86 persen. Bahkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Cirebon meningkat 0,64 poin dari tahun sebelumnya,” papar Azis.

Pada peringatan Hari Jadi ke-654, tambah Azis, tema besar yang diusung adalah Cirebon Ngobeng Maning. Slogan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kota Cirebon memiliki semangat tinggi, gotong royong, dan keikhlasan untuk mengambil peran masing-masing dalam sebuah hajat besar. Khususnya membawa Cirebon menjadi lebih sejahtera.

Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dr HC H Mochamad Ridwan Kamil ST MUD. Menurutnya Kota Cirebon sebagai salah satu kota tertua di provinsi ini telah berkembang begitu pesat hingga mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan, ke depan potensi ekonomi Kota Cirebon akan semakin berkembang. Khususnya dengan diresmikannya Tol Cisumdawu dan beroperasinya Bandara Kertajati yang mulai melayani sejumlah penerbangan lokal maupun internasional.

“Kami ucapkan selamat Hari Jadi Kota Cirebon ke-654. Hampir setengah triliun selama lima tahun bantuan keuangan, 1.500 bantuan rutilahu, dua alun-alun dibangun, creative center Ciayumajakuning juga ada di Kota Cirebon. Saya apresiasi, Kota Cirebon adalah kota terbaik dalam penanganan inflasi. Ini berkat kerja, kekompakan, kondusifitas dari pemerintah daerah,” ungkap Emil.

Dia menambahkan, seluruh pihak harus terus melakukan inovasi dan terobosan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Cirebon. Di mana untuk sekarang, hal tersebut sudah menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Berita baik datang minggu ini, penanganan kemiskinan terbaik di Pulau Jawa adalah Jawa Barat, berkurang orang miskinnya sekitar 310 ribu jiwa dalam dua tahun terakhir. Artinya penanganan kemiskinan dari berbagai program ini, termasuk di Kota Cirebon sudah berhasil. Tingkat kemiskinan turun ke angka 7,6 persen. Nasional yang 9,3 persen. Itu sedikit gambaran kinerja kami,” ujarnya. (din)

Senin, 17 Juli 2023

Ribuan Warga Cangkol dan Mahasiswa IAIN Cirebon Meriahkan Peringatan 1 Muharam

 

CIREBON, FC - Tahun baru Hijriyah adalah momentum untuk hijrah, dari hal buruk menjadi hal baik. Sekitar ribuan warga di Desa Cangkol Kecamatan Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memperingati tahun baru Islam dengan menggelar pawai obor keliling, pada Selasa malam (18/07/23).

Kemeriahan dalam peringatan 1 Muharram 1445 Hijriyah ini tak hanya diikuti oleh kalangan anak-anak, tetapi juga dari kalangan remaja-remaja dan dewasa.

Menurut Sobirin, warga Cangkol Tengah, bahwa pawai obor ini bisa dibilang baru pertama kali karena sebelumnya terjadi  Pandemi, sehingga dari 4 kali mahasiswa KKN di sini baru ini diselenggarakan pawai obor tersebut.

"Kegiatan pawai obor ini melibatkan sejumlah mahasiswa KKN dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon," terangnya kepada media.

Demikian juga menurut Ketua DIM Bahrul Fakah, Wahab, bahwa pawai obor ini bisa berjalan sukses juga karena ada peran mahasiswa KKN yang ikut mengawal dan menjaga agar pawai tetap kondusif.

Adapun rute keliling, kata Wahab, dimulai dari Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol, menuju kelurahan Lemahwungkuk melewati gang Deli Raya, jalan Ariodinoto, jalan Merdeka, jalan Pengampon, tiba di jalan Lemahwungkuk, dan kembali lagi ke jalan Ariodonoto, masuk ke gang Deli Raya, dan sampailah ke Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol.

Semaraknya pawai obor ini, karena melibatkan banyak orang dan unsur masyarakat dan pendidikan. Seperti dari  madrasah, unsur masyarakat juga para mahasiswa. 

Kemudian kemeriahan juga oleh Grup Marching Band Mertapada dari salah satu MI di sana, sehingga tak hanya cahaya-cahaya api dari obor, lampion-lampion yang berkilauan, saja. Tetapi juga ada musik riang gembira yang amat epik dibawakan.

"Beginilah kolaborasi nyata yang ada di masyarakat, sudah seharusnya kemeriahan memperingati tahun baru Islam itu semeriah malam ini" ujar Omar Qad Panity CEO Kolaborator Kebaikan ID yang juga ikut terlibat pada kegiatan tersebut.B

Sementara itu, Bara Abdul Aziz, mahasiswa KKN Gemar Mengaji di Desa Cangkol menyatakan, bahwa acara ini sangat meriah, Antusiasme warga menggelora, dan uniknya substansi pawai diiringi oleh hadroh, sholawat, serta tim marching band yang membuat acara semakian luar biasa.

"Semoga ini bukan menjadi pawai obor yang terakhir kali dan bisa dijadikan acuan untuk tahun-tahun mendatang. (Red/Aldi)

Bupati Imron Lantik 965 Guru dan 16 Tenaga Teknis menjadi PPPK

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik dan mengambil sumpah PPPK jabatan fungsional tenaga guru dan tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Pelantikan sendiri dilakukan di Grand Ballroom Apita Hotel, Kecamatan Kedawung, Senin (17/7/2023).

Imron mengatakan, para PPPK baik dari tenaga guru dan tenaga teknis, merupakan formasi pada tahun 2022 yang lalu.

"Ada 965 PPPK tenaga guru yang sebagian besar adalah para tenaga honorer yang telah mengabdi di Kabupaten Cirebon selama bertahun-tahun, serta 16 tenaga teknis yang mengikuti pengambilan sumpah dan dilakukan pelantikan," kata Imron.

Ia mengungkapkan, pelantikan PPPK ini merupakan sebuah anugerah tiada tara dalam mewujudkan tekad suci dan pengabdian pada bangsa dan negara. 

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa visi pendidikan Indonesia adalah menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif dan berkeadilan, yang mampu menghasilkan individu yang cerdas, berdaya saing, berkepribadian unggul, serta memiliki moralitas dan kepedulian sosial. 

Selain itu, kata Imron, salah satu unsur penunjang dari ketahanan nasional adalah keberhasilan dari pembangunan pendidikan, karena di era sekarang dan kedepan, ancaman ketahanan nasional bukan hanya ancaman berupa perang konvensional.

Akan tetapi, ancaman dalam berbagai bentuk gangguan budaya-budaya yang melemahkan generasi bangsa melalui kemajuan teknologi informatika yang membentuk sebuah budaya baru, yaitu budaya digital. 

"Untuk mewujudkan visi dan menyikapi tantangan kedepan, perlu sebuah kebijakan untuk menambah kuantitas dan kualitas tenaga kependidikan, terutama tenaga fungsional guru," ungkap Imron.

Imron berharap, dengan peningkatan status kepegawaian menjadi motivasi bagi para guru untuk lebih meningkatkan profesionalime dalam proses pencapaian visi pendidikan.

"Tugas para guru yang tidak kalah penting, yakni harus mengajarkan pendidikan moral dan budaya untuk melindungi generasi bangsa dari budaya negatif akibat perkembangan teknologi," sambungnya.

"Saya yakin dan percaya, bahwa saudara-saudara akan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya," ujar Imron.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto, S.Pd., MM mengatakan dengan adanya pengangkatan ratusan guru honorer menjadi tenaga PPPK ini, secara aspek sudah sangat ideal. 

Pasalnya, dengan adanya tambahan tenaga pendidik ini mutu pendidikan di Kabupaten Cirebon akan baik.

Bahkan, Ronianto menyebut tenaga guru honorer kategori P2 dan P3 tinggal 1800 orang. Ia meyakini tahun sekarang ketegori tersebut akan terselesaikan.

"Sisa tenaga guru honorer kategori P2 dan P3 tinggal 1800 orang. Tahun ini, mudah-mudahan bisa terselesaikan dan bisa dilantik," singkatnya. (din)

Minggu, 16 Juli 2023

Mahasiswa KKN Kelompok 80, Gelar Semarak Lomba Tahun Baru Islam di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri

Aida Diva Rafani, salah satu peserta gebyar Tahun Baru Islam 1445 H, tengah mengikuti lomba hapalan surat juz 30 dan sambung ayat, dengan Juri Ustadz Syamsudin Saeful Razak, Si, MA  dan Ustadz Samsul Ma'arip, S.Pd.



CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 80 IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Kampung Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon sukses menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memperingati 1 Muharam 1445 H, Minggu, (16/7/2023)

Tampak terlihat anak usia dini, hingga remaja tumpah ruah di serambi masjid Al Muhajirin untuk  turut meramaikan kegiatan, dengan mendaftarkan diri sebagai peserta pada lomba-lomba yang digelar panitia dari mahasiswa KKN.

Evi Sugiarti, mahasiswa KKN Kelompok 80 mengaku, kepanitiaan 1 Muharam ini sebagai wujud nyata mahasiswa dalam melaksanakan KKN di masyarakat dan ini akan kita lakukan bukan saja di program kemasjidan tetapi juga program sosial atau kemasyarakatan lainnya.

 "Ya, kami para mahasiswa IAIN Cirebon  tengah melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan mahasiswa KKN Kelompok 80 lainnya, Hikmani Maulida dan Putri, bahwa kegiatan KKN di kampung Sumber Asri RW 05 Desa Kecomberan ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang harus dijalankan karena akan menghadapi banyak hal di masyarakat. 

"Intinya, kami dan rekan-rekan mahasiswa KKN Kelompok 80 siap menjalankan tugas KKN ini dengan penuh tanggungjawab dan dilaksanakan sebaik mungkin. Karena hasil-hasil dari KKN ini akan memberikan nilai positif bagi kami kelak ketika kami benar-benar berada di tengah masyarakat," tutur Hikmani dan Putri yang dibenarkan oleh rekannya, Bella dan mahasiswa KKN lainnya. 

Sementara itu, kegiatan memperingati tahun baru Islam 1445 H di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri tersebut, digelar beberapa perlombaan, seperti lomba adzan, lomba mewarnai, lomba hapalan surat pendek, lomba sambung ayat dan jenis lomba lainnya. 

Habib dan Denis mahasiswa KKN lainnya  juga menyatakan, selain memperingati tahun baru Islam, mahasiswa KKN Kelompok 80 juga akan mengadakan sejumlah  kegiatan lainnya di Kampung Sumber Asri. 

"Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Kemerdekaan RI, yakni 17 Agustusan, dan bulan tersebut tentu menjadi momentum nasional yang diperingati oleh semua daerah di nusantara. Tak terkecuali di Kampung Sumber Asri  juga akan digelar beberapa perlombaan hingga pada malam puncak nanti," katanya saat bersama Ketua KKN  Kelompok 80, Ro'sin.


Sementara itu, Ketua DKM Al Muhajirin, Gaos Asy'ari S.Ag mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian dan kerjasama yang diberikan para mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 80 di Kampung Sumber Asri.

Menurut Gaos Asy'ari, keterlibatan mahasiswa yang tengah menjalankan KKN ini, adalah sebagai bentuk dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Tentu ini akan memberikan nilai positif kepada mereka pasca mereka menuntaskan seluruh rangkaian pengabdiannya di program KKN ini.

"Program keterisian masjid ini sesungguhnya sangat banyak, namun kami melaksanakannya sesuai regulasi yang sudah kami rancang dan diserahkan kepada masing-masing bidang, sehingga dalam program setahun ke depan ini, sudah banyak yang dilakukan," ujarnya. 

Program.kwguatan yang dimaksud kata Gaos Asy'ari di antaranya, kegiatan Ratiban Al Haddad, Yasinan, Marhabanan, Kajian Subuh, kegiatan Hari Besar Islam (PHBI), pembacaan satu hari satu hadits, penyembelihan hewan qurban (idul adha) dan masih banyak lagi program lainnya.


Maka dengan adanya mahasiswa KKN ini, tentu keterisian masjid semakin terbantu dan keterlibatan mereka diberbagai program kemasjidan. Termasuk turut membantu pada salah satu program ekonomi berbasis masjid bernama Gerai La Tahzan yang saat ini tengah terus dikembangkan kemajuannya.

"Mudah-mudahan, program kemasjidan lainnya bisa dilaksanakan bersamaan dengan adanya mahasiswa KKN ini. Karena memang ini sesuai dengan tema besar KKN mereka yakni 'Belajar Bersama Masyarakat Berbasis Masjid', ungkap Gaos Asy'ari didampingi Wakil Ketua DKM Masjid Al Muhajirin Sumber Ari. (Nur)

Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 Menjadi Peserta Ruwatan Pasca Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Di Desa Mertasinga

Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, kemudian paginya dilanjut dengan kegiatan ruwatan.


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Sanggar Kencana Unggu menggelar kegiatan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dan Tradisi Ruwatan di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu, (15/7/2023).

Tetua Adat Mertasinga sekaligus pemilik Sanggar Kencana Ungu, Pangeran Mama Elang Panji Jaya menjelaskan, bahwa pagelaran yang diadakan ini adalah kegiatan rutinitas sanggar seni kencana ungu yang setiap tiga tahun sekali diadakan Ruwatan Murwakala atau bocah panas. 

Tujuannya adalah pertama mempertahankan tradisi yang hampir punah, kedua memperkenalkan kepada generasi muda seperti dan mahasiswa yang nanti ketika terjun ke masyarakat bisa menyebarluaskan tradisi ini di Kota Cirebon 

Dalam pagelaran seni tersebut, kata Elang Panji, yang ditampilkan hanya wayang kulit yang dilaksanakan semalam suntuk, kemudian dilanjut ruwatan di pagi hari ketika fajar mulai muncul.

Menurut Elang Panji, Wayang Kulit ini di Cirebon sejarahnya sejak tahun 1478 di mana ketika itu pernikahannya Kanjeng Pangeran Sunan Gunung Jati dengan Nyi Mas Pakung Wati. 

Terkait Pegelaran Wayang kulit semalam, kata Elang Panji itu ada dua episode,  pertama menceritakan tentang Galuh dengan Serempeng yang dimulai dari jam 20.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB,  itu cerita umum dan kedua menceritakan tentang tradisi ruwatan itu sendiri.

Kata Elang Panji, ada pesan moral yang disampaikan dari pagelaran seni wayang kulit tersebut, pertama adalah itu tidak lepas dari perilaku kita, pendidikan kita sebagai salah satu gambaran bahwa jangankan sinatria seorang raksasa saja bebasan (kromo) itu suatu contoh yang baik. 

Kemudian, yang kedua merupakan suatu bentuk gambaran hidup kita bahwa wayang itu adalah kita di dunia nyata. Ketiga adalah suri tauladan dan dari sini  bisa diterapkan kepada diri kita pribadi atau pun orang di sekeliling kita, keluarga bahkan sampai anak didik kita. Lalu yang Ke empat, iramanya serasi di mana antara wayang dan lagunya itu tidak asal-asalan, dan Kelima untuk hiburan.

Sementara itu, usai pagelaran seni, acara dilanjutkan dengan acara Ruwatan. "Sejak tahun 60 an atau 70 an, kalau ruwatan pasti sebelumnya itu wayang dulu seperti tadi, kalau mau ruwatan langsung ya harus jam 5 karena waktu fajar itu dasar hukumnya dari ayat al-quran yaitu surat Al Ashr," papar Elang Panji Jaya.

Sedangkan tujuan diadakannya ruwatan ini adalah untuk memperkuat tradisi seni budaya 'ruwatan' yang hampir punah. Kemudian kedua untuk suri tauladan kita semua, karena di dalam ruwatan itu banyak sekali manfaat dan kegunaannya.

Manfaat pertama yaitu untuk menghilangkan kebel, kedua insya allah untuk rezeki dan usaha yang maju, kemudian juga untuk yang susah nikah agar didekatkan jodohnya, dan cepat nikah.


Dalam kegiatan ruwatan ini, sedikitnya ada 43 orang yang terlibat, yakni 18 laki-laki dan 18 perempuan serta 7 orang (borongan).

"Selain jumlahnya yang cukup banyak, pada Ruwatan ini ada beberapa kegiatan, di antaranya pertama kita harus mempersiapkan sarananya seperti sajen-sajennya, kedua lakonnya Batarakala, Ketiga ritualnya yaitu memakai baju ihrom dan setelah itu di mandika dan kain itu dibuang dan tidak boleh dipakai lagi," terangnya 

Sedang yang terlibat pada kegiatan tersebut, yakni jajaran pemerintah daerah, Kadis Budpar, Sekdis Budpar, Kabid Budpar, Kesultanan Kacirebonan, dan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati cirebon yang sedang KKN di Desa Mertasinga serta juga menjadi peserta ruwatan. (din)


Sabtu, 15 Juli 2023

KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menggelar Workhsop Sejarah dan Kebudayaan Di Desa Paniis

KUNINGAN, FC – Kelompok 115 KKN Mandiri Inisiatif IAIN Syekh Nurjati  Cirebon, mengadakan kegiatan seminar & workshop sejarah dan kebudayaan Desa Paniis dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. 

Acara seminar & workshop ini diadakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023, bertempat di balai desa Paniis. Program KKN ini diinisiasi oleh mahasiswa dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tahun ini mengangkat tema “Eksplorasi Sejarah dan kebudayaan lokal Desa Paniis” sebagai fokus utama kegiatan.

Pada acara seminar ini, dibuka oleh salah satu jajaran perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakatpun ikut andil hadir dengan antusias.

Kesenian tradisional pada pengenalan ini merupakan salah satu alat musik tradisional asli Kuningan yang terbuat dari bambu dan merupakan salah satu icon Kesenian yang sampai saat ini masih eksis dalam bidang kesenian yaitu alat musik tradisional dan angklung. 

Dalam hal ini perlu adanya dorongan dan pengenalan kembali dalam mengupayakan sejarah serta Kesenian tradisional desa Paniis dalam acara seminar ini.             

Program diadakannya kegiatan  ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengeksplor serta mengembalikan sejarah dan kesenian akan Desa Paniis. 

Karena perlu diketahui bahwa sejarah asli desa Paniis ini minim sekali diketahui oleh masyarakat dalam desanya sendiri, dan alat musik tradisional juga sudah minim diketahui oleh masyarakat dan anak muda. 

Kegiatan workshop dan seminar ini diisi oleh pemangku sejarawan Desa Paniis yaitu bapak Moh. Saap dan kebudayaan lokal bidang seni oleh Aki Otoy.

Dalam materi sejarah, Saap menyampaikan  temua-temuan peninggalan palisan, seperti bebatuan, makam, arca dan juga lainnya. Dan juga menjelaskan asal usul desa Paniis itu sendiri. 

.Sedangkan dalam penyampaian materi kebudayaan lokal yaitu Aki Otoy menyampaikan bahwa asal mulai Kesenian angklung dan calung ini yaitu terbuat dari potongan bambu yang di pukul guna untuk mengusir burung di sawah, dalam hal itu sehingga terinspirasi dan jadilah sebuah alat musik yang bernama angklung dan calung. 

Perlu di ketahui diadakannya kegiatan ini yaitu memberikan nilai positif dan dukungan dari masyarakat setempat, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan ke depannya ada pelatihan dan kelanjutannya sehingga masyarakat khususnya anak muda bisa tau akan sejarah dan alat musik tradisional desa Paniis. (ta)

Jumat, 14 Juli 2023

Rilis Kampung SDGs, Jurusan Sosiologi Agama IAIN Cirebon Buka Kerjasama Dengan Kelurahan Argasunya Harjamukti

ARGASUNYA, FC - Mendukung Capaian SDG’s, Jurusan Sosiologi Agama Melaksanakan Launching Kampung SDGs dan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pencegahan Stunting.

Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Argasunya merillis kampung SDGs pada Kamis, 13 Juli 2023. 

Kampung SDGs merupakan bagian dari perwujudan program Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Sosiologi Agama sekaligus sebagai kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama bersama pemerintah Kelurahan Argasunya. 

Kampung SDGs ke depannya akan menjadi laboratorium sosial mahasiswa dan dosen di Jurusan Sosiologi Agama. 

Selain itu, melalui kampung SDGs diharapkan mampu mendukung pembangunan di wilayah Argasunya dan menjadi solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi.

Menurut Ketua Jurusan Sosiologi Agama, Musahwi, M.Sosio, tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Argasunya merupakan bagian dari dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung pembangunan yang sedang digalakan oleh pusat sampai ke daerah khususnya terkait penanganan stunting.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengambil titik lokasi di RT 05 RW 09 Kampung Cibogo Kelurahan Argasunya dan dihadiri oleh Narasumber dari Pengelola Daycare Syekh Nurjati, Ibu Lutfatulatifah, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari kalangan orang tua maupun remaja.

Menurut Kasi Pemerintahan Umum dan Trantib Kelurahan Argasunya, Bapak M Haryono, edukasi tentang stunting sangat dibutuhkan mengingat angka stunting di Kelurahan Argasunya cukup tinggi sekitar 200 anak”.

Ke depannya diharapkan kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama dan Kelurahan  Argasunya dapat berjalan dengan baik sehingga pihak jurusan mampu mendorong pembangunan di wilayah kelurahan dan mampu menjadikan argasunya sebagai laboratorium sosial untuk mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegratif. (din)