Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 04 Desember 2023

IAIN Cirebon Susun RAB Pengelolaan BLU Yang Cermat, Tepat, Terperinci Berbasis Biaya Bukan Belanja

CIREBON, FC – Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU harus cermat, tepat, rinci yang berbasis pada biaya, bukan belanja. Dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan berisi program, kegiatan, target kinerja, dan anggaran BLU, kegiatan dilaksanakan di Grage Hotel. Rabu, (29/11/2023).

Kegiatan Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU, dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan didampingi Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom.

Prof. Aan menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) adalah landasan krusial bagi institusi. Ini tidak hanya sekadar rangkaian angka dan proyeksi, melainkan fondasi yang mengarahkan setiap langkah keuangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa fokus pada aspek biaya bukanlah semata-mata tentang penghematan, tetapi lebih kepada pengalokasian yang tepat dan bijaksana dari sumber daya keuangan. RBA menjadi instrumen untuk memetakan setiap pengeluaran dengan jelas, memastikan bahwa setiap investasi memiliki dampak yang diharapkan terhadap kemajuan institusi.

Prof. Aan juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak terkait dalam proses penyusunan RBA. Kolaborasi antara pimpinan, staf, dan unit terkait di institusi menjadi kunci untuk memastikan bahwa rencana yang disusun benar-benar mencerminkan visi bersama serta memperhitungkan semua kebutuhan dan aspirasi dari berbagai bidang.

Ia menegaskan bahwa RBA bukan hanya sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga sebagai alat evaluasi yang membantu dalam memantau kinerja keuangan dan kesesuaian dengan tujuan strategis institusi. Dengan demikian, RBA tidak hanya menjadi sekadar rencana statis, melainkan dokumen hidup yang terus diperbaharui sesuai dengan dinamika dan kebutuhan institusi.

“Kami fokus pada strategi yang berbasis biaya agar setiap langkah yang diambil memiliki nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan institusi,” ungkap Prof Aan.

Sementara itu, Prof Ilman menjelaskan bahwa dalam dokumen perencanaan bisnis dan anggaran tahunan yang diperbaharui, terdapat penjabaran program dan kegiatan yang mendukung visi dan misi IAIN Cirebon. Tidak hanya itu, dokumen ini juga mencantumkan target kinerja yang terukur serta alokasi anggaran yang sangat terperinci.

Perhatian utama terfokus pada aspek biaya yang mencakup perencanaan yang lebih akurat terhadap pengeluaran. “Kami berupaya memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki tujuan yang jelas dan memberikan dampak optimal bagi pengembangan lembaga,” tambah Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag.

Rapat tersebut bukan hanya sekadar pengumpulan data dan angka, tetapi juga merupakan wujud dari upaya konkret untuk menjadikan setiap langkah IAIN Cirebon lebih terukur, responsif, dan adaptif terhadap perubahan dinamika keuangan.

Keberhasilan rapat ini menandai komitmen kuat IAIN Cirebon dalam menjalankan tata kelola keuangan yang transparan dan efektif, yang tentunya akan memberikan landasan kokoh bagi pencapaian visi besar lembaga ini. (din)

Minggu, 03 Desember 2023

Pemkab Gelar Dialog Kajian Pemekeran Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar dialog kajian pemekaran Cirebon Timur, sebagai salah satu tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemekaran di Cirebon Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon ini, turut hadir Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Asisten Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon beserta jajaran, Sabtu (2/12/2023).

Dengan hadirnya DPRD Kabupaten Cirebon dalam kegiatan ini, diharapkan nantinya, keputusan mengenai Cirebon Timur bisa satu suara.

“Kalau masih ada anggota DPRD yang belum paham, bisa diobrolkan dalam dialog ini,” kata Imron.

Imron mengatakan, dalam kajian ini, pihaknya juga melibatkan akademisi dari Universitas Padjajaran, agar hasil dari kajian ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan tanpa intervensi.

Ia juga berharap, wacana dan dorongan adanya pemekaran Cirebon Timur ini, bukan hanya karena tujuan politis saja, namun demi kemaslahatan seluruh masyarakat.

“Semoga tujuan pemekaran ini, adalah untuk kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. M. Luthfi, S.T., M.Si menuturkan, bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya mendengarkan hasil awal tentang kajian Cirebon Timur.

Data yang didapat, nantinya akan ditindaklanjuti melalui Badan Musyawarah (Bamus) sebelum ke Sidang Paripurna.

Menurut Luthfi, kajian memang harus dilakukan dan menjadi syarat dilakukannya pemekaran sebuah wilayah. Dua kajian yang harus terpenuhi, yaitu kajian mengenai kewilayahan dan kapasitas.

“Ada beberapa tafsir mengenai aturan luas wilayah pemekaran, ini nanti akan dibahas,” ujar Lutfi.

Selain itu, kajian kapasitas juga sangat penting dilakukan. Agar nantinya, bisa dipastikan pada pemekaran ini, tidak terjadi defisit.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian, perkiraan berapa pendapatan yang akan didapatkan oleh Cirebon Timur.

“Jangan sampai, setelah pemekaran terjadi, malah tidak sesuai dengan harapan,” jelasnya. (din)

Cegah Banjir dan DBD, Pengurus DKM Maslicha Giat Bersih-Bersih Lingkungan Bersama Warga RW09 Bumi Arum Sari

CIREBON, FC - Pengurus DKM Maslicha adakan kerja Bakti bersama warga masyarakat RW 09 Bumi Arum Sari. Hadir  pada kegiatan ini, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pegiat pendidikan, tokoh pemuda dan Kadus Arum Sari Desa Cirebon Girang Jaja. 

Menurut Ketua DKM Suwaryo SE, kerja bakti ini bukan hal yang pertama, ini merupakan agenda bulanan. Dengan kerjabakti ini pihaknya menghaturkan terimakasih kepada warga masyarakat dan tokoh masyarakat yang begitu semangat bergotong-royong dalam membersihkan sekitar area masjid mau pun jalan-jalan di lingkungan RW 09. 

"Kerja bakti ini selain membersihkan lingkungan juga pengerukan drainase atau irigasi yang tersumbat sampah dan tanah, sehingga kita keruk dan kita bersihkan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah bersama bergotong-royong membersihkan lingkungan kita di RW 09 ini," ucapnya.

Mengenai kerja bakti ini, kata Suwaryo, SE karena mengingat sudah memasuki musim hujan. Sehingga untuk mengatasi dampak banjir dan terjadinya wabah BDB, maka kita bersama warga masyarakat segera mengadakan kerjabakti pembersihan lingkungan. (Bambang HS)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture

CIREBON, FC – IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture yang menampilkan tema utama “Upaya Meningkatkan Manfaat Sumber Daya Alam dan Fungsi Konservasi di Kawasan Gunung Ciremai.” Acara ini dibawakan oleh Prof. Dr. H. M. Subandi, seorang guru besar dari Universitas Islam Negeri Bandung yang berpengalaman dalam bidangnya. 

Bertempat di Ruang Auditorium FITK Lt. 5, kuliah umum ini dihadiri oleh pemangku jabatan, dosen, dan lebih dari seratus mahasiswa Tadris Biologi. Sabtu, (02/12/2023).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H. Saiffudin, M. Ag., menyatakan betapa pentingnya acara semacam ini bagi mahasiswa Tadris Biologi untuk mendalami konsep konservasi secara langsung dari ahlinya. 

Ia menggarisbawahi relevansi kegiatan ini dengan profil lulusan program studi tersebut, yakni menjadi pendidik yang kompeten dalam bidangnya. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan harapan untuk menggalakkan kegiatan akademik lainnya yang mendukung konsep Cyber Islamic University.

Ketua Jurusan Tadris Biologi, Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa konsep acara ini telah direncanakan jauh-jauh hari, dan pelaksanaannya pada saat ini memberikan nilai penting terutama bagi mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Biologi Konservasi. 

Ia menyampaikan harapannya bahwa acara ini menjadi landasan awal bagi mahasiswa untuk lebih memahami konsep konservasi serta pemanfaatan sumber daya alam dengan bijak, sejalan dengan semangat himpunan mahasiswa biologi dalam menerapkan prinsip kelestarian dan konservasi alam.

Prof. Dr. H. M. Subandi, Drs. Ir. MP., sebagai pembicara utama, dalam paparannya yang dimoderatori oleh Bambang Ekanara, M.Pd., menjelaskan tentang pentingnya kawasan Gunung Ciremai sebagai sebuah situs strategis dengan potensi yang besar. 

Dirinya menyoroti peran kawasan ini sebagai daerah peralihan yang vital bagi kehidupan masyarakat perkotaan Cirebon. Pemaparannya membahas konsep Kawasan Inti, Penyangga, dan Transisi dalam konteks kehidupan manusia dan biosfer UNESCO yang menekankan pentingnya keselarasan antara kehidupan dan biosfer.

Prof. Subandi juga menyoroti dampak pesatnya perkembangan di kawasan kaki Gunung Ciremai, terutama di wilayah Cirebon, yang menjadi pusat perdagangan, jasa, dan industri. Dia menekankan urgensi pelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai upaya yang sangat penting di tengah perkembangan pesat wilayah sekitarnya.

Kuliah umum ini memberikan pencerahan baru tentang upaya konservasi terhadap keanekaragaman hayati di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam bagi mahasiswa dalam merawat sumber daya alam di sekitar mereka. Dengan mengundang narasumber yang kompeten, acara ini diharapkan memberikan dorongan bagi pemahaman lebih luas tentang pentingnya konservasi alam bagi keberlanjutan lingkungan. (din)

IAIN Cirebon: Memimpin Revolusi Pendidikan Islam melalui Konten Video Kreatif

TANGGERANG, FC - Di tahun 2023 ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat langkahnya dalam menyongsong transformasi pendidikan Islam. 

Kali ini, SDM (Sumber Daya Manusia) beranggotakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dikirimkan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Produksi Vidio Media Pembelajaran/ Creative Content Program Jarak Jauh bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun anggaran 2023 di Universitas Terbuka (UT) selama empat hari, mulai 30 November hingga 3 Desember 2023. Minggu (03/12/2023).

Kegiatan pembuatan konten video pembelajaran ini tidak hanya menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi Cyber Islamic University (CIU) sebagai proyek percontohan dan program prioritas dari Kementerian Agama. Namun, juga sebagai langkah inovatif dalam memproduksi multimedia digital yang akan memperkuat posisi CIU dalam menyediakan Sumber Daya Pendidikan Islam Terbuka (Open Islamic Education Resources).

Momen pelatihan ini menyorot berbagai tahap kreatif, mencakup pra-produksi, proses produksi, dan pasca-produksi dalam pembuatan konten edukasi. Keistimewaan dari kegiatan ini terletak pada pengakuan hampir seluruh peserta oleh panitia UT. Setiap individu dihargai atas keahliannya dalam berbagai kategori: Oktavianus Bere sebagai Kameramen Terbaik, Mohamad Ardan Fahrobi sebagai Editor Terbaik, Slamet Pujianto sebagai Peserta Teraktif, dan Kelompok 2 yang dipimpin oleh Dr. Ayus Ahmad Yusuf sebagai Kelompok Terbaik.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani. M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para peserta dalam pelatihan ini. Beliau menekankan betapa pentingnya inisiatif semacam ini dalam mengembangkan pendidikan Islam melalui metode modern.

Tak ketinggalan, panitia UT turut memberikan apresiasi mendalam kepada semua peserta atas dedikasi mereka dalam menciptakan konten edukatif yang inovatif dan bermakna melalui produksi video.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam merangkul kemajuan teknologi dalam pendidikan Islam, menjadikan IAIN Cirebon sebagai pionir dalam menyediakan sumber daya belajar digital bagi komunitas Islam global. (din)

Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon gelar Diskusi Demokrasi di Kampus

CIREBON, FC - Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan berani mengadakan kegiatan bertajuk pesta demokrasi lewat program Diskusi Demokrasi yang mengangkat tema "Matinya Demokrasi Negara dimulai dari Matinya Demokrasi Kampus".

Kegiatan berlangsung dari siang sampai malam yang mulanya diadakan di Taman IAIN samping Masjid Al Jamiah berpindah ke ICC IAIN dikarenakan cuaca yang tak menentu.

Hujan bukanlah kendala bagi panitia SEMA-I dalam merealisasikan kegiatan, kegiatan dibuka oleh para Dekan yang terdiri dari Dekan FUA, Dekan FEBI, Dekan Fasya, dan Dekan FITK.

Di pembukaan kegiatan, diisi oleh sambutan-sambutan yang dimulai dari Ketua Pelaksana Omar Qad Panity, menyampaikan bahwa "Diskusi demokrasi berangkat dari kampus yang sedang tidak baik-baik saja dan gagalnya peranan eksekutif dalam mewadahi ruang diskusi terbuka, besar harapan sebagai mahasiswa tak hanya fokus pada isu kampus tetapi juga pada isu negara".

Ditegaskan juga oleh Ketua Senat Mahasiswa Institut, Agam Rahmat Prayogo. Bahwasanya "Agenda kita hari ini adalah salah satu upaya untuk menghadirkan senat di tengah teman-teman semua dan karena prihatin pada kampus yang demokrasinya telah mati, tak lupa mengapresiasi teman-teman panitia".

Mewakili Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya yang diwakilkan oleh salah satu Dekan. Dr. Anwar Sanusi M.Ag menyampaikan "Permohonan maaf atas pimpinan yang berhalangan hadir baik Rektor maupun Warek 3, oleh karena itu kami ber-4 disini hadir adalah bentuk dari demokratis itu sendiri. Demokrasi di kampus ini masih hidup".

Sesi pembukaan selesai diselingi oleh Live Music dan dilanjut pada sesi inti acara, Diskusi Demokrasi. Dihadiri oleh pemateri dari lembaga-lembaga seperti KPU, Bawaslu, dan LBH. Dan aktifis mahasiswa dari UI, UGM dan IAIN.

Dalam sesi diskusi, moderator acara Nafa Ananda memantik dengan melemparkan pertanyaan ke semua pemateri dengan bertanya apakah tema yang diangkat itu relevan? Menariknya, ada yang pro dan kontra.

Bapak H. Rasjid Ketua LBH Cirebon Raya menyampaikan itu tidak valid, sebab demokrasi sejatinya tidak akan mati, karena ada dalam diri individu masing-masing.

Dari KPU bapak Mardeko menjelaskan hal-hal dasar demokrasi lewat pemilu, sebab baginya mahasiswa adalah pemilih pemula yang perlu di edukasi.

Disambung oleh Nurul Fajri berbagi pengalamannya saat menjadi mahasiswa sampai sekarang di lembaga yang masih mengawal demokrisasi dari kampus ke pemerintahan.

Dari elemen aktifis mahasiswa juga tak kalah menariknya, Muh Kholid Presma UGM 2022 menyampaikan bahwa Demokrasi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Membawakan data merosotnya the democracy index dari tahun 2015 sebesar 7,03 sedangkan 2022 hanya 6,71 dan world press freedom index tahun 2015nya 59,5 sedangkan 2022nya 54,83. Keruntuhan Demokrasi pun tidak berlangsung begitu saja, ada beberapa momentum dari tahun 2022 ke 2023.

Kemudian dari Fahmi Farhan Mubarok ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa mengatakan peran mahasiswa memang betul mempengaruhi proses demokrasi negara, dan sedikit banyak membawakan regulasi yang mengatur jalannya demokrasi di kampus.

Dan pamungkas dari Ketua BEM UI 2023 Melki Sedek Huang, bahwa anak muda saat ini tak bisa hanya dimanfaatkan oleh kepentingan beberapa pihak, anak muda mesti bersuara dan kritis melawan kebijakan-kebijakan negara yang jauh dari kata demokratis. Dan itu pun dimulai dari ruang kita semenjak jadi mahasiswa. Pasalnya, saat kini ia juga sedang melakukan konsol di LBH Jakarta, dan berharap bisa sama-sama berjuang bersama.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang mana moderatori tidak membatasi pertanyaan dan antusias peserta membuat banyak pertanyaan masuk ke para pemateri, beragam peluru ada yang mengenai ke lembaga, di mana sejauh mana peran mereka menyentuh kampus, peluru ke aktifis mahasiswa menyikapi mahasiswa apatis dan politis yang lain saat ini. Bahkan sampai mempertanyakan kinerja atau peran ormawa dalam mengawal demokrasi kampus ini.

Dan sampai di penghujung acara seperti pada acara umumnya, ditutup dengan penyerahan cindemrata dan foto bersama. ICC menjadi saksi akan digelarnya ruang diskusi demokrasi untuk pertama kali dalam sejarah IAIN. (Ara)

Sabtu, 02 Desember 2023

PSGA IAIN Cirebon Gelar Pendidikan Publik Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan yang tergabung dalam serangkaian memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP). 

Pendidikan publik ini diselenggarakan di tiga tempat, yaitu Auditorium FITK, SBSN, dan FDKI, dengan mengangkat tema "Pencegahan Toxic Relationship Di Lingkungan Kampus". Acara dihadiri oleh mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, organisasi mahasiswa, dan unit kegiatan mahasiswa.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, seperti Suci Ramdaeni, Mpd (Aktivis Gender), Ida Ad’hiah, SE (Fahmina Institute), Mumtaz Afridah, M.Psi, Psikolog (Aktivis Gender), Alifatul Arifiati, SH (Fahmina Institute), Rani Ika Wijayanti, M.Med.Kom (Aktivis Gender), dan Sa’adah, S.Pd (WWC Mawar Balqis).

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang juga menjadi penggagas acara ini, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bukan hanya menjadi forum diskusi tetapi juga langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan. 

"Pendidikan publik ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif mahasiswa serta ormawa dalam memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam skala yang lebih luas dalam masyarakat," jelasnya.

Ketua Pelaksana Khaerul Anwar menyatakan kebanggaannya atas kesempatan yang diberikan. "Tentunya saya mewakili panitia tidak ada istilah menyerah dalam mewujudkan dan mensosialisasikan UU TPKS di lingkungan kampus serta memberikan edukasi tentang Kekerasan dalam Pacaran (KDP) bagi generasi muda," ungkapnya.

Para peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan serta kekerasan dalam pacaran (KDP). Acara ini menekankan urgensi peran setiap individu dalam menangani isu kompleks ini. 

Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon agar mereka menjadi agen perubahan yang efektif serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan damai bagi civitas akademik.

Dr. Masriah berharap agar pendidikan publik ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dapat memotivasi perubahan perilaku dan pola pikir di kalangan mahasiswa.

"Dengan melibatkan organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, dan mahasiswa umum, kita dapat menciptakan efek domino yang positif di seluruh kampus. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan seluruh mahasiswa," pungkas Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA.

Ketua Pelaksana Khaerul Anwar menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. 

"Terima kasih kepada para narasumber yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara, dan tentu saja saya ucapkan terima kasih kepada para hadirin yang hadir di sini," tutupnya. 

Acara ini diinisiasi sebagai langkah konkret dalam mendorong kampus menjadi lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi seluruh anggota civitas akademika. 

Melalui serangkaian sosialisasi dan diskusi interaktif, PSGA berharap peserta dapat lebih memahami dampak negatif kekerasan terhadap perempuan serta bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam mencegahnya. (Nisa)