Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 30 November 2020

HUT KORPRI, Imron Minta Pelayanan Masyarakat Dipercepat

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg


FOKUS CIREBON, (FC) -Pelayanan publik menjadi perhatian Bupati Cirebon, Drs H. Imron, M. Ag dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 KORPRI. 

Dalam sambutan saat pelaksanaan upacara HUT KORPRI di Halaman Kantor Bupati Cirebon, Imron mengingatkan kepada seluruh anggota KORPRI, untuk meningkatkan kinerja, terutama dibidang pelayanan publik. 

Imron juga mendorong kepada seluruh anggota KORPRI untuk bisa berinovasi dan melakukan terobosan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Bahkan Imron tidak segan-segan meminta agar pelayanan kepada masyarakat yang menyulitkan, bisa lebih dipermudah dan dipangkas. 

"Kecepatan melayani, menjadi kunci reformasi birokrasi," ujar Imron, Senin 30 November 2020.

Imron juga menegaskan, bahwa tugas birokrasi bukan hanya sekadar melayani, tapi juga memastikan masyarakat bisa terlayani dengan baik. 

Selain itu, pelayanan yang diberikan juga, harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan. Menurut Imron, saat ini bukan lagi saatnya pelayanan hanya berorientasi pada prosedur saja. 

"Namun harus lebih berorientasi pada hasil nyata. Sehingga, pelayanan harus dipercepat dan dipermudah," kata Imron. 

Ketua KORPRI Kabupaten Cirebon Iis Krisnandar menuturkan, ada sejumlah agenda kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Ke-49 KORPRI ini. 

Diantaranya, yaitu kegiatan bakti sosial untuk sejumlah panti di Kabupaten Cirebon. Selain itu, ada juga penyerahan kadedeuh untuk 591 anggota KORPRI yang sudah purna bakti. "Totalnya mencapai Rp 10Miliar," ujar Iis. 

Iis juga mengatakan, selain KORPRI dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, KORPRI juga harus jadi perekat bangsa. (Nur)

Share:

Minggu, 29 November 2020

HMJ IFTAQ IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Jurnalisme Wasathiyah: Membicang Jalan Tengah Idealisme dan Bisnis Media Arus Utama

FOKUS CIREBON, (FC) - Kajian al-Qur’an memang lah universal, ia tidak hanya melulu bergulat di kajian Agama saja. Namun juga pada kajian-kajian non agama, salah satunya tentang media.

Demikian disampaikan oleh Dr. H. Hajam, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sykeh Nurjati Cirebon saat membuka acara Rihlah Jurnalistik yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) pada Sabtu, 28 November 2020.

Acara yang berlangsung via zoom meeting itu mengusung tema “Jurnalisme Wasathiyah: Membicang Jalan Tengah Idealisme dan Bisnis Media Arus Utama” itu dihadiri narasumber Jurnalis Senior Media Indonesia Abdul Kohar, Pemimpin Redaksi Tirto.id Atmaji Sapto Anggoro dan dari Anggota Dewan Pers Asep Setiawan. 

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya, dan semoga acara ini menjadi motivator walaupun lulusan IAT tapi mampu membuat media dan jurnalistik yang sesuai dengan jati diri agama dan NKRI,” kata Hajam. 

Menurutnya, tema yang diusung sangat menarik, karena mengangkat  jurnalisme wasatiyah. Apalagi sedang muncul-munculnya ekstrimisme dan radikalisme serta peran media sangat penting agar pemberitaan media tidak ekstrim kanan atau kiri.

Abdul Kohar, selaku narasumber pertama menyampaikan, dua identitas hal antara idealisme dan bisnis bisa berjalan beriringan.  Idealisme butuh dikembangkan dan sebagai penggeraknya adalah bisnis.

“Karena itu pers harus tetap hidup berada di titik tengah. Dengan memperkuat dan fokus pada idealisme pers, pada hal-hal yang menjadi cita-cita pers didirikan,” ujar Dewan Redaksi Media Group itu.

Pasalnya, Media akan tetap hidup dalam situasi sekarang apabila bisa menjaga kuewarasan publik dengan bersikap independen,  jujur,  perspektif baik dalam masyakarat akan tetap dipercaya.

“Pers akan tetap hidup, juga idealisme harus terus berjalan dan harus hadir dalam ruang-ruang publik. Untuk tetap hidup dengan managemen yang sehat dan dengan ide-ide cemerlang,” tandasnya.

Sementara itu, Asep Setiawan selaku pemateri kedua mengatakan, ilmu jurnalisme wasatiyah ini adalah pengetahuan yang langka.

“Saya mencoba mengaitkan dan ternyata ada poin-poin secara implisit dalam kode etik jurnalistik, di sana sudah ada bagaimana jurnalisme harus mengambil jalan tengah,  sebagai mediator dengan penyambung lidah antara publik dengan stakeholder lainnya,” katanya. 

Ia menambahkan, pers Indonesia adalah wujud kedaulatan rakyat,  unsur ini sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis,” kata Anggota Dewan Pers itu.

“Selain itu, fungsi pers Nasional yaitu sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan lembaga ekonomi,” kata Asep.

Narasumber terakhir, Atmaji Sapto Anggoro, berdirinya tirto ini karena dilandasi dari keinginan naik kelas.

“Sekarang ini media berlomba untuk cepat-cepatan, tidak harus cepat cepat, karena ini multimedia boleh cepat boleh tidak, semua itu bisa dilakukan,” ungkapnya.

Ia meyakini bahwa orang kreatif tidak ingin menjadi seperti orang lain, tetapi ingin menjadi lain dari pada yang lain. (Nur)

Share:

Presiden RI Joko Widodo : Pemerintah Tengah Mempercepat Reformasi Birokrasi dan Struktural

 

Presiden RI, Ir Joko Widodo


JAKARTA, (FC) - Peringati HUT ke-49 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Presiden RI Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas semangat anggota Korpri di tengah situasi pandemi saat ini tetap menjalankan tugas pengabdian dari negara.

Di tengah kesulitan dan keterbatasan yang ada di tengah pandemi, Kepala Negara berharap agar hal itu tak menjadi penghalang bagi para ASN untuk dapat bekerja dengan sigap dan cepat.

“Saya tahu dalam menjalankan tugas dari negara pasti ditemui banyak kesulitan, pasti memiliki banyak keterbatasan. Namun, saya berharap kesulitan dan keterbatasan itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk dapat bekerja dengan sigap dan cepat untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan baik di bidang kesehatan maupun ekonomi,” ujar Presiden dalam sambutannya secara virtual sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (29/11/2020).

Ditegaskan Presiden, saat ini pemerintah harus terus mempercepat reformasi birokrasi dan struktural. Pandemi yang melanda saat ini memberi momentum perubahan fundamental dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa.

Menurut Presiden, para birokrat kini harus terbiasa memanfaatkan teknologi. Era pandemi sekarang ini adalah momentum sebagian besar birokrat harus bekerja dari rumah, mempercepat transformasi digital, serta menjadikan aparat birokrasi lebih adaptif dan lebih terampil memanfaatkan teknologi dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.

“Selain itu, reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan. Kelembagaan pemerintahan yang gemuk, tumpang tindih, dan tidak efisien harus segera diintegrasikan,” imbuhnya.

Jenjang eselonisasi yang panjang harus dapat dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan. SOP yang panjang dan kaku harus dapat diringkas dan lebih fleksibel serta berorientasi pada hasil. Konsekuensinya, kompetensi SDM aparatur sipil negara harus menyesuaikan.

Selain itu, Presiden melanjutkan, aparatur sipil negara juga harus tetap menjalankan tugas kebangsaan. Keberadaan ASN di seluruh wilayah Indonesia sampai ke pelosok perbatasan negara dan pelosok desa merupakan simpul pemersatu bangsa yang selalu mengamankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, setia menjaga dan tunduk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, terus menjaga nilai-nilai bhinneka tunggal ika, serta menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

“Keberadaan ASN di seluruh wilayah Indonesia juga harus bekerja untuk memotori pembangunan di seluruh pelosok Indonesia, menyampaikan prioritas program pembangunan nasional kepada masyarakat, aktif dalam pendidikan masyarakat, memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadi motor pembangunan dan perubahan, terutama untuk masyarakat di daerah-daerah pinggiran dan terpencil,” ucap Presiden.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden juga sekaligus mengajak seluruh anggota Korpri untuk menjadi bagian penting dari proses perubahan besar-besaran yang sedang pemerintah jalankan dan memberikan warisan berharga dalam sejarah perjalanan bangsa untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Maju. (Dade)

Share:

Pemkab Cirebon Apresiasi Pernikahan Winda-Biondi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

Prosesi Pernikahan Wida-Biondi yang menjadi percontohan dalam penerapan Prokes.

FOKUS CIREBON, (FC) - Pesta pernikahan dr Wida Rahmawati dan Biondo Bintang Prasetyo S.Hum  (Wida-Biondi),  Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan.

Hal ini sejalan dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang terus berupaya untuk menekan angka penyebaran covid 19. Salah satunya yaitu dengan menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam berkegiatan.

Penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan hajatan, terlihat dalam pelaksanaan hajatan yang digelar oleh Rahmat Sutrisno. Bukan sekadar menggelar hajatan, namun Rahmat juga sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan dalam acara pernikahan putrinya tersebut.

Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan, setiap tamu undangan harus melewati beberapa tahap, sebelum masuk ke area utama acara.

Saat tiba di lokasi acara, panitia akan memastikan seluruh tamu untuk menggunakan masker dan berjaga jarak. Selain itu, tamu juga nanti diwajibkan untuk menggunakan handsanitizer.

"Setelah itu, tamu baru diperbolehkan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu pemeriksaan suhu tubuh," ujar ketua panitia acara, Hilmy Rivai.

Hilmy melanjutkan, dalam tahap tersebut, tamu dipastikan memiliki suhu dibawah 37,5. Jika nanti ditemukan tamu yang memiliki suhu diatas 37,5, tamu tersebut tidak diperbolehkan untuk melanjutkan ke lokasi acara utama.

Tamu yang kedapatan memiliki suhu diatas 37,5, akan langsung diarahkan untuk melakukan rapid test yang sudah disediakan dilokasi acara. Jika nanti reaktif, maka pihak panitia akan langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk dilakukan swab.

"Jika non reaktif tapi suhunya diatas 37,5 tamu akan tetap diarahkan untuk meninggalkan lokasi acara," kata Hilmy.

Hilmy memastikan, bahwa acara pernikahan tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan, Nomor 382 Tahun 2020 terkait Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian covid 19.

Terkait proses perizinan, pihaknya juga sudah mendapatkan izin dari seluruh instansi terkait. Ia juga mengungkapkan, panitia akan mengatur batas maksimal jumlah tamu undangan yang berada di area utama. Selain itu, tamu juga diberikan batasan waktu berada di area utama.

"Maksimal 30 menit berada di area utama," kata Hilmy.

Data mengenai waktu dan jumlah tamu di area utama, nantinya akan tercantum dalam monitor yang terpasang disejumlah titik, seperti area parkir, ruang tunggu, ruang acara dan pintu keluar.

Sedangkan di area utama acara, tamu yang akan bertemu dengan kedua mempelai, tidak diperkenankan untuk berjabat tangan saat menyampaikan doa ataupun ucapan selamat.

Panitia tidak menyediakan makan ditempat, untuk menghindari adanya kerumunan dalam acara. Hilmy juga menuturkan, pihak panitia akan terus mengingatkan kepada seluruh tamu, untuk selalu menjaga jarak.

"Tidak ada makam ditempat, tapi nanti ada souvenir dan launch box," kata Hilmy.

Guna memastikan sterilnya tempat acara, pihak panitia juga sudah melakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan satu hari sebelum acara, sebelum acara dan setiap jeda sesi undangan.

Menurut Sekretaris Satgas percepatan penanganan penanggulangan  covid-19 Kabupaten Cirebon hajatan ini secara normatif sudah sesuai dengan aturan. 

Alex menuturkan kami berpegang pada protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kemenkes selanjutnya diatur oleh regulasi teknis dan selanjutnya diatur dengan regulasi daerah yang dibreakdown menjadi Perbup 477 dan Kepbup 53 berkenaan dengan monitoring evaluasi, kami berharap ini menjadi prototype atau contoh apabila akan mengadakan hajat di masyarakat.

Ipda mimid Kanit Sabara Polsek Kedawung mewakili Kapolsek kedawung menanggapi, menurut-nya; sebagai pengamanan pam terbuka dalam hajatan ini semua protokol kesehatan sudah diatur sedemikian rupa dan kami mendukung hajatan ini menjadi contoh bagi siapapun yang akan melaksanakan hajat.

Dengan teknis acara seperti ini, kegiatan jumlah tamu yang besar tetap bisa dilaksanakan, namun tetap melakukan pencegahan penyebaran covid-19. (Nur)

Share:

Jumat, 27 November 2020

HMJ IFTAQ IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Jurnalistik

FOKUS CIREBON, (FC) - Dalam rangka mengenalkan dunia jurnalistik, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar pelatihan jurnalistik.

Acara yang berlangsung via zoom meeting itu mengusung tema “Teknik Dasar Jurnalistik” dengan pemateri Taufik Hidayat selaku Pemimpin Redaksi pada surat kabar harian di cirebon. Jum’at, (27/11/2020).

Ketua HMJ IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil mengatakan dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari divisi Komunikasi dan Informasi di HMJ IQTAF.

“Tujuannya memang tak lain untuk memperkenalkan seputar dunia jurnalistik khususnya kepada mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan jurnalistik ini juga diharapkan mampu diterapkan pada karya ilmiah yang memang sudah akrab pada kehidupan mahasiswa

Taufik Hidayat, selaku pemateri menyampaikan dalam pendapatnya bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan.

“Menulis itu mudah dan menyenangkan dan berguna bagi diri sendiri apalagi bagi orang yang membacanya,” kata Taufik

Ia melanjutkan, tradisi menulis adalah tradisi intelektual, namun belum menjadi kultur di kalangan masyarakat kita, padahal media memberi ruang terbuka untuk ide-ide atau pikiran-pikiran orang.

“Menulis beritapun sangat mudah, namun ada rambu-rambu dalam menulisnya, 5W +1 H merupakan rumus berupa pertanyaan mengenai inti pokok suatu berita guna mengembangkan berita," tandasnya 

Share:

SEMA DEMA FUAD IAIN Cirebon Kaji RUU P-KS Bersama Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan

FOKUS CIREBON, (FC) -Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan menggelar webinar via Zoom meet. Kamis, (26/11/2020).

Merespon isu yang sedang hangat diperbincangkan mengenai dikeluarkannya RUU P-KS (Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual) dari Prolegnas prioritas tahun 2020 oleh badan legislatif DPR-RI, SEMA-DEMA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan menyelenggarakan webinar yang bertemakan "Tarik Ulur RUU P-KS: Seberapa Pentingkah RUU P-KS Bagi Korban Kekerasan Seksual?".

Menurut ketua pelaksana, Anjar Divoyanti mengatakan, dengan ditarik ulurnya RUU P-KS ini mengakibatkan muncul pertanyaan-pertanyaan mengenai keseriusan negara dalam memberikan payung hukum kepada para korban kekerasan seksual.

"Apakah negara merasa cukup dengan undang-undang yang ada sehingga tidak membutuhkan produk hukum baru? Padahal korban kekerasan seksual terus meningkat," ucap Anjar, sapaan akrabnya.

Harapan dari terlaksana webinar RUU P-KS ini peserta bisa menjadi sadar akan urgentnya RUU P-KS ini dan negara bisa memberikan payung hukum kepada korban dengan memberikan hukuman yang sesuai kepada pelaku serta memberikan pendampingan kepada korban atas trauma yang dirasakan, kata Anjar.

"Semoga peserta yang hadir dalam webinar tidak berhenti setelah mengetahui urgensi RUU P-KS bagi korban kekerasan seksual, tetapi bersama-sama terus mengkampanyekan RUU P-KS agar segera di sahkan menjadi Undang-undang," ujarnya.

Eva Zulfauzah, Ketua Umum SEMA FUAD mengatakan, kita sebagai mahasiswa, organisasi intra maupun ektra, komunitas, lembaga dan bersama masyarakat bersatu merapatkan barisan untuk terus menerus selalu mengawal dan mendukung RUU PKS.

"Bukan hanya itu, kita jadi menebar pengetahuan dan pemahaman kepada peserta untuk ikut berperan aktif dalam mengkampanyekan dan mencegah kekerasan seksual, bagaimanapun bentuk nya dan dimana pun tempatnya, mau itu di ranah kampus ataupun di masyarakat," tegasnya.

Dilanjut Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari juga mengatakan, dengan adanya isu-isu yang terjadi, seperti RUU P-KS diharapakan teman-teman mahasiswa bisa lebih peka dan membuka cakrawala.

"Teman-teman mahasiswa harus bisa lebih peka dan membuka cakrawala keilmuannya untuk mengkaji lebih dalam lagi. Dan tidak ceroboh dalam menilai suatu undang-undang yang dikeluarkan pemerintah," ucap Anton.


Meskipun dilaksanakan secara daring, acara yang diisi oleh Mumtaz Afridah, M. Psi (Psikologi dan Dosen BKI) dan Dra. Hj. Masrokhah (Direktur WCC Mawar Balqis) berjalan dengan lancar. (Nu'man)


Share:

Kamis, 26 November 2020

Tingkatkan Perekonomian Desa, Pemkab Cirebon Luncurkan BUMDES Mart

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC)  - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian di desa. Salah satunya adalah, bantuan Bumdes Mart, yang diberikan kepada empat desa terpilih di Kabupaten Cirebon.

Bumdes Mart ini, merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan dukungan Bank BJB, untuk bisa memfasilitasi desa, dalam menampung produk masyarakat dangdut meningkatkan perekonomian desa.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa  empat desa ini, merupakan desa terpilih dari 412 desa yang ada di Kabupaten Cirebon.

"Untuk tahun ini, ada empat desa yang difasilitasi Bumdes Mart, yaitu Desa Bobos, Desa Jatipancur, Desa Kebon Turi dan Desa Hulubanteng," kata Imron, Kamis 26 November 2020.

Ada beberapa kriteria yang membuat empat desa ini terpilih untuk mendapatkan bantuan Bumdes Mart, yaitu ketaatan terhadap pembayaran pajak selama dua tahun terakhir, ketaatan administrasi, kepengurusn BUMDes dan kelayakan usaha BUMDes.

Usaha yang dilakukan dalam BUMDes ini, bukan hanya berkutat pada penjualan barang pokok dan produk milik masyarakat saja, namun juga melayani sejumlah pembayaran lainnya, seperti pajak.

" BUMDes ini juga melayani transaksi non tunai," ujar Imron.

Imron berharap, desa yang mendapatkan bantuan BUMDes ini, nantinya bisa menjalankannya dengan profesional dan bisa menjaga kualitas dari produk yang dijualnya. Sehingga nantinya, BUMDes ini bisa bersaing juga dengan mini market yang sudah profesional.

" Harus profesional, kualitas terjamin dan harga standar," kata Imron. (Nur)

Share:

Rabu, 25 November 2020

Antisipasi Membludaknya Pasien Covid 19, GOR Watuh Belah Sumber Siap Digunakan Tempat Isolasi

FOKUS CIREBON,  (FC) - Gedung Olah Raga (GOR) Watu Belah Sumber Kabupaten Cirebon, akan digunakan sebagai tempat isolasi, warga yang terkonfirmasi positif covid 19.

Penggunaan GOR ini, sebagai salah satu bentuk antisipasi membludaknya pasien covid 19 yang harus mendapatkan perawatan medis. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno mengatakan, penggunaan GOR ini, sebagai salah satu bentuk antisipasi pemerintah, dalam memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, terutama pasien covid 19.

Rahmat menuturkan, nantinya GOR Watu Belah ini, akan dikelola oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun. Namun dirinya belum bisa memastikan, kapan GOR ini akan mulai digunakan. 

"Karena akan dianalisa dulu kebutuhannya. Kalau sudah siap, baru dipergunakan," ujar Rahmat, Rabu 25 November 2020.

Rahmat juga mengungkapkan, bahwa Pemkab Cirebon juga mewacanakan untuk menempatkan warga yang OTG covid 19, di GOR Watu Belah. 

Karena menurut Rahmat, melonjaknya warga yang terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Cirebon ini, salah satunya karena warga yang OTG, masih berinteraksi dengan masyarakat lainnya. 

" Jadi rencananya, akan kita rawat. Agar tidak berinteraksi dengan yang lainnya," kata Rahmat. 

dr Bambang Sumardi, Direktur RSUD Arjawinangun Cirebon mengatakan, bahwa saat ini memang cukup mendesak untuk dilakukan penambahan tempat isolasi. 

Bambang juga menyebutkan, bahwa di RSUD Arjawinangun saat ini, sudah menambah tempat tidur, untuk pelayanan bagi penderita covid 19.

"Namun ternyata, masih ada yang masuk daftar tunggu," kata Bambang. 

Rencananya, ada dua lokasi yang akan digunakan sebagai tempat isolasi, yaitu GOR Watu Belah dan eks RSUD Arjawinangun. 

Namun menurut Bambang, untuk saat ini, pihaknya fokus untuk bisa sesegera mungkin menggunakan GOR Watu Belah. Karena untuk eks RSUD Arjawinangun, membutuhkan banyak perbaikan. 

"Jadi sekarang fokus ke GOR Watu Belah dulu," ujarnya. (Indah)

Share:

Selasa, 24 November 2020

Bupati Cirebon Apresiasi Langkah PMI Perangi Covid 19 Melalui Penyemprotan Disinfektan

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) -  Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah lokasi.  Penyemprotan ini, dilakukan dengan menggunakan tangki gunner milik PMI Provinsi Jawa Barat. 

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, penyemprotan ini dirasa sangat penting dilakukan, disaat jumlah terkonfirmasi positif di Kabupaten Cirebon terus meningkat.

Imron menjelaskan, hingga saat ini, tercatat sebanyak 317 warga Kabupaten Cirebon yang masih menjalani isolasi di rumah sakit, 374 isolasi mandiri dan 130 meninggal.

"Sedangkan 1204 terkonfirmasi positif lainnya, dinyatakan sembuh dan selesai isolasi," ujar Imron. 

Imron juga mengucapkan terima kasih kepada PMI Kabupaten Cirebon dan Jawa Barat, yang telah membantu Pemkab Cirebon dalam menangani covid 19. 

Menurut Imron, peran PMI sangat besar dalam penanganan covid 19 di Kabupaten Cirebon. Karena bukan hanya masalah penyemprotan kali ini saja, tapi juga PMI sudah membantu pengobatan pasien covid 19 dengan menggunakan plasma darah. 

"PMI sudah berhasil untuk memproduksi plasma darah dan sudah digunakan," kata Imron. 

Ketua PMI Jabar Irjen Pol Purnawirawan Adang Rochjana menuturkan, pihaknya memiliki dua alat spraying gun yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat. 

Dua alat tersebut sudah digunakan untuk melakukan penyemprotan, di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat. Untuk di Kabupaten Cirebon sendiri, rencananya penyemprotan akan dilakukan di Pasar Minggu Palimanan, Pasar Tegal Gubug, Pesantren Kempek dan alun-alun Ciledug. 

"Kemungkinan hanya satu hari. Tapi kalau ternyata kurang, nanti bisa ditambah," kata Adang. 

Adang menyebutkan, lokasi yang akan dilakukan penyemprotan, bukan hanya untuk lokasi yang zona merah saja. Namun juga zona lainnya, termasuk zona hijau. 

Karena menurut Adang, jika lalai dalam melakukan pencegahan diwilayah zona hijau, maka nanti bisa mengakibatkan zona tersebut berubah menjadi kuning atau merah. 

"Yang merah kita atasi, yang hijau kita pertahankan," kata Adang. 

Ketua PMI Kabupaten Cirebon Sri Heviyana menambahkan, bahwa produksi dan donor plasma di PMI Kabupaten Cirebon, berjalan dengan baik. Bahkan, plasma darah tersebut ditunggu oleh banyak rumah sakit di Kabupaten Cirebon. 

Heviyana mengatakan, sudah terdapat 21 orang  yang sudah melakukan donor plasma darah. Manfaat yang dihasilkan dari plasma darahpun, sudah banyak terlihat. 

"Pasien yang sudah akut, sudah membaik dan sudah mulai lepas oksigen, setelah menggunakan plasma darah," kata Heviyana. 

Untuk saat ini, banyak juga masyarakat yang sudah siap untuk menjadi pendonor plasma darah. Heviyana juga mengajak masyarakat yang memenuhi kriteria pendonor, untuk bisa ikut mendonorkan plasma darahnya. 

Untuk menjadi pendonor plasma darah, memang tidak sama dengan donor darah biasanya. Pendonor merupakan pasien covid 19 yang sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. 

"Selain itu, pendonor juga harus laki-laki," ujar Heviyana.

Share:

Senin, 23 November 2020

Pemkab Kuningan keluarkan Surat Rekomendasi Dukung Transformasi IAIN Cirebon Menjadi UIN

ASDA II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Kabupaten Kuningan, Dr Deni Hamdani MSi (kanan) bersama Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin MPdI (tengah) menunjukan surat rekomendasi transformasi lembaga dari IAIN menjadi UIN dari Pemda Kabupaten Kuningan, Senin (23/11/2020).


FOKUS CIREBON, (FC) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan memberikan dukungan terhadap transformasi IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). 

Bentuk dukungan tersebut, Pemkab Kuningan mengeluarkan surat rekomendasi transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Kabupaten Kuningan, Dr Deni Hamdani MSi menjelaskan, rekomendasi yang diberikan pihaknya tersebut sebagai bentuk dukungan demi terciptanya pendidikan di Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) dapat lebih maju.

“Dukungan ini tentu sangat mempertimbangkan sekali beberapa aspek untuk pembangunan, khususnya di bidang pendidikan,” jelas Deni, Senin (23/11/2020).

Terlebih, lanjut dia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon bukan saja kebanggaan warga Cirebon dan sekitarnya, tapi juga merupakan kebanggaan Kuningan. 

Pasalnya, kata Deni, banyak masyarakat Kabupaten Kuningan yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam satu-satunya di Ciayumajakuning.

“Sehingga transformasi IAIN Cirebon menjadi UIN ini pun menjadi suatu kebanggaan juga bagi warga Kuningan. Karena, jika sudah UIN maka program studi yang ada di IAIN Cirebon akan lebih berkembang dan luas,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, banyak alumni IAIN Cirebon di Kuningan yang terjun membantu masyarakat, seperti menjadi pegawai, ormas, dan lainnya demi membangun daerah. 

Untuk itu, hal ini merupakan salah satu bentuk kontribusi IAIN Cirebon terhadap kemajuan di Kuningan.

Bahkan, papar Deni, langkah yang tepat untuk menjawab situasi dan kondisi revolusi industri 4.0 saat ini adalah melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan. 

Maka untuk menyahuti tantangan zaman tersebut, pihaknya pun melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan, khususnya di wilayah Ciayumajakuning dan salah satunya dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dia mengungkapkan, ada beberapa hal yang akan dijajaki untuk dikerjasamakan, seperti pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT) dan Computer Based Test. (Nur)


Share:

Walikota Cirebon Positif Terpapar Virus Covid 19, Kini Tengah Menjalani Isolasi Mandiri

Rilis Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, yang dibacakan oleh Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, terkait positif terpapar virus covid 19


FOKUS CIREBON - Walikota Cirebon, Nashrudin Azis  mengakui bahwa dirinya saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah dinas sejak akhir pekan kemarin. Isolasi harus dilakukan karena dirinya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Namun kondisi saya saat ini membaik. Memang sebelumnya sempat flu, tapi saat ini kondisi saya sudah lebih baik,” ungkap Azis. 

Selama menjalankan isolasi, lanjut Azis, selain berada di bawah pengawasan tim medis, dirinya juga rajin berolahraga dan berjemur di pagi hari. Sehingga imunitas bisa meningkat.

Dijelaskan Azis, selama ini dirinya secara disiplin telah menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes). Mulai dari selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta selalu berusaha untuk menjaga jarak. Sehingga dirinya tidak mengetahui secara pasti dimana terpapar virus tersebut.

“Tapi hasil tes swab ajudan dan walpri saya, semuanya negatif,” ungkap Azis. 

Untuk itu, Azis meminta kepada siapa pun, terutama warga Kota Cirebon untuk secara disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena siapa pun bisa terpapar Covid-19.

“Saya juga mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk bisa menjalani isolasi dengan baik dan sembuh seperti semula,” ungkap Azis. 

Sedangkan untuk pemerintahan, tidak ada kendala yang dihadapi. Ini dikarenakan koordinasi antara wakil wali kota dan Sekretaris Daerah (Sekda) bisa berjalan dengan baik. 

Azis menyatakan, siapa pun bisa terpapar Covid-19. Sehingga Wali Kota meminta kepada setiap warganya untuk menjalankan protokol kesehatan disiplin.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan oleh Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Senin, 23 November 2020, di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon.

“Pandemi Covid-19 selama ini menjadi perhatian serius kita semua, termasuk Pemda Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Ini dikarenakan, siapa pun, tanpa mengenal pangkat dan golongan bisa terpapar virus tersebut. (din)

Share:

Minggu, 22 November 2020

Bupati Belitung Apresiasi Stand UPT Kewirausahaan AMB

Bupati Belitung, anggota DPRD dan Forkompinda memberikan apresiasi saat mengunjungi stand UPT Kewirausahaan Mahasiswa AMB


BELITUNG, FC - Dalam rangka menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat Belitung, pemerintah daerah menggelar Belitung Exfo 2020 bertempat di Taman Wisata Tannungpendam. 

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung berlangsung selama empat hari yakni dari tanggal 22 hingga 26 Nopember 2020 dengan diikuti kurang lebih 75 stand dari berbagai UMKM yang ada di Belitung. Salah satunya adalah UPT Kewirausahaan mahasiswa AMB.

Walaupun untuk kali pertama UPT Kewirausahaan mahasiswa AMB mengikuti ajang kegiatan Exfo ini, hal yang luar biasa Bupati, anggota DPRD Belitung dan Forkompinda memberikan apresiasi dengan mengunjungi stand UPT Kewirausahaan Mahasiswa AMB.

Disela-sela kunjungan ke stand UPT Kewirausahaan Mahasiswa AMB, Bupati Belitung, Sahani Saleh, S.Sos menyatakan mengapresiasi atas keikutsertaan mahasiswa AMB dalam kegiatan ini, apalagi produk yang ditampilkan merupakan hasil karya mahasiswa.

"Apresiasi saya untuk AMB mengingat baru pertama kali selama event ini digelar ada  perguruan tinggi yang ikut serta dengan menjual produk dari hasil buah karya sendiri dari mahasiswa," tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi,S.E,M.M yang juga Dosen AMB mengungkapkan kekagumannya kepada mahasiswa AMB atas partisipasinya dan komitmennya dalam kegiatan ini.

"Dengan adanya stand produk produk kegiatan kewirausahaan AMB ini menunjukan komitmen yang kuat dalam membentuk generasi masa depan yang berjiwa dan bermental wirausaha," ujarnya.

Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan, Eka Nuraini,S.Pd,M.Pd didampingi pembina UPT Kewirausahaan AMB, Berandi Suaryansyah,S.Pt.,M.M menjelaskan bahwa tujuan keikutsertaan UPT Kewirausahaan mahasiswa AMB dalam rangka untuk memperkenalkan produk kewirausahaan mahasiswa AMB ke masyarakat. 

Selain itu juga memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha sehingga bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya berorientasi mencari kerja tapi juga busa menciptakan lapangan pekerjaan dari berwirausaha.

"Hal ini sejalan dengan 8 program kampus merdeka, merdeka belajar yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang salah satunya adalah program kegiatan wirausaha," terangnya.

Eka Nuraini juga menegaskan, bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh mahasiswa berupa makanan khas negeri laskar pelangi telah mendapatkan merk dan level halal dari MUI, jelasnya. (din)

Share:

Jumat, 20 November 2020

Pemkab Cirebon Sigap Tangani Lonjakan Kasus Covid 19

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) - Lonjakan kasus terkonfirmasi covid 19 di Kabupaten Cirebon dalam beberapa hari ini, mendapatkan perhatian serius dari Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid 19 Kabupaten Cirebon. 

Salah satu klaster yang mendapatkan perhatian, yaitu munculnya klaster industri yang terjadi di perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power. 

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag meminta kepada pihak perusahaan, untuk tidak lengah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus covid 19 di lingkungan kerjanya. 

Imron menyebutkan, ia mendengar ada sekitar 86 karyawan di perusahaan pembangkit listrik tersebut, yang terkonfirmasi covid19. 

Ia mengapresiasi langkah Cirebon Power, yang berinisiatif akan menyewa salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri.

"Karena kalau tidak memiliki tempat khusus, tidak menjamin mereka tidak keluar atau berinteraksi dengan masyarakat lainnya," kata Imron. 

Imron juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya, untuk tidak bosan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait covid 19.

Ia menduga, salah satu faktor melonjaknya angka konfirmasi positif ini, dikarenakan masyarakat sudah jenuh dengan covid 19,sehingga abai menerapkan aturan protokol kesehatan. 

"Kalau kita, jangan sampai bosan. Terus berikan pemahaman kepada masyarakat," kata Imron. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, juga menyambut baik langkah Cirebon Power yang akan menyewa hotel. Karena hal tersebut bisa meminimalisir angka penyebaran covid 19.

Namun Eni juga menyoroti, sulitnya Pemkab Cirebon untuk bisa menyewa hotel, untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri. 

"Ada yang mau, tapi harus disewa selama sebulan penuh dan seluruh kamar," ujar Eni. 

Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari semua pihak, untuk bisa mengusahakan tempat isolasi mandiri. Karena menurutnya, saat ini tempat isolasi tersebut sangat dibutuhkan. 

Apalagi, Eni mencatat dalam beberapa hari ini, ada peningkatan cukup signifikan, terkait jumlah terkonfirmasi positif. 

Untuk hari ini, Dinkes mencatat ada sebanyak 83 kasus positif baru, sehingga jumlah total kasus covid 19 di Kabupaten Cirebon, berjumlah 1804 kasus. 

Selain itu ujar Eni, ada tren yang perlu diwaspadai dalam peningkatan kasus saat ini. Eni menyebutkan,  sebelumnya jumlah pasien yang bergejala berjumlah 30 persen dan tidak bergejala berjumlah 70 persen.

Namun saat ini, jumlah pasien bergejala dan tidak bergejala hampir seimbang. Dinkes mencatat, saat ini pasien bergejala berjumlah 837 dan tanpa gejala 967.

"Sekarang hampir imbang, bergejala 46 persen dan tidak bergejala 54 persen," kata Eni. 

Kondisi ini, mengakibatkan banyaknya pasien covid 19 yang tidak bisa terlayani, karena semua rumah sakit penuh. 

Padahal ujar Eni, hampir seluruh rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sudah menambah kapasitas untuk pasien covid 19.

Ia menyebutkan, RS Mitra Plumbon yang sebelumnya hanya menyediakan 25 kapasitas, sekarang bertambah menjadi  87 kapasitas. Begitu juga, sejumlah rumah sakit lainnya, seperti RS Waled dan Arjawinangun. 

"Tapi walaupun sudah ditambah. Ternyata masih belum bisa melayani pasien covid, karena ruangan penuh," kata Eni. 

Melihat kondisi seperti ini, Eni mengusulkan kepada Pemkab Cirebon, untuk menjadikan salah satu rumah sakit di Kabupaten Cirebon, menjadi rumah sakit khusus covid 19.

Share:

Dua Asesor Lakukan Asesmen Lapangan Untuk Akreditasi Prodi MPI

FOKUS CIREBON, FC- Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin Nur MPd menjelaskan, dua asesor, yakni Dr H Abdul Majid Khon MAg dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Prof Dr Sangkot Sirait MA dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lakukan asesmen untuk akreditasi prodi MPI.

"Target dari akreditasi prodi MPI adalah A dari nilai akreditasi minimal C. Karena kita sudah memersiapkannya selama dua tahun, tapi terkendala beberapa hal, sehingga akreditasi baru dilakukan sekarang," jelas Farihin, Jum'at (20/11/2020).

Terlebih, kata dia, sejak prodi ini dibuka pada tahun 2015, minat masyarakat untuk berkuliah di prodi MPI terus mengalami peningkatan. Awalnya, ungkap Farihi, MPI membuka hanya satu kelas, kemudian tahun berikutnya menjadi dua kelas, dan saat ini pihaknya telah membuka 3 kelas.

Menurut Farihin, secara perlahan minat masyarakat memang terus meningkat. Untuk itu, akreditasi ini untuk meningkatkan kualitas di MPI dan menyahuti onimo masyarakat yang begitu besar tersebut. Bahkan MPI ini sudah meluluskan 59 mahasiswa yang diwisuda di tahun 2020 ini

"Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melakukan Asesmen Lapangan untuk akreditasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini dipusatkan di Auditorium FITK lantai 5 kampus," terang Farihin.

Sementara menurut Prof Dr Sangkot Sirait MA mengungkapkan, pihaknya telah membaca borang untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi untuk menilai mutu dan kelayakan di MPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini.

"Kami sudah membaca borang dan memberikan penilaian apa yang kami pahami dari apa yang ditulis oleh prodi maupun fakultas. Hal itu untuk memenuhi salah satu kewajiban akredirasi," terang Sangkot.

Dalam kesempatan ini, dia meminta kepada prodi MPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menulis dan mengirimkan data yang terkait data alumni.

"Data-data terkait mahasiswa dan alumni belum tercover di borang dan nilainya juga kosong. Data itu ditunggu sampai malam ini," tandasnya. (Nur)

Share:

Pertimbangkan Masa Covid 19, Piknik Anak Yatim Besutan SEMA IAIN Cirebon Bekerjasama Ting Tung Managemen Diganti Kegiatan Santunan

Founder Ting Tung Management, Ciptadhi, saat menunjukkan proposal perubahan kegiatan dari Piknik Anak Yatim menjadi Santunan anak yatim.


FOKUS CIREBON, (FC) - Mengingat masih dalam masa Covid 19, kegiatan piknik bareng anak yatim hasil kerjasama Ting Tung managemen bersama Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon akhirnya dibatalkan dan diganti dengan kegiatan lain yakni pemberian santunan anak yatim dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

Demikian dinyatakan Founder Ting Tung managamen, Ciptadhi kepada fokuscirebon.com atas  pengganti kegiatan piknik bareng anak yatim ke Baturraden, Hotel Moroseneng, Owabong dan Taman Reptil yang digantikan dengan kegiatan santunan yang bertepatan dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan masih dalam masa Covid 19, Jum'at (20/11/2020).

Ciptadhi menjelaskan, bahwa sebelumnya kegiatan memang awalnya dijadwalkan untuk piknik bareng anak yatim yang akan dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 28-29 Nopember 2020. 

"Ya, karena masih dalam masa covid 19, kegiatan piknik ini terpaksa kita batalkan dan diganti dengan kegiatan santunan anak yatim. Hal ini untuk mengikuti imbauan pemerintah agar tidak berkerumun lebih dari 30 orang dan tetap melaksanakan protokol kesehatan," ujar Ciptadhi.

Mengenai kegiatan santunan sendiri lanjut Ciptadhi, rencana akan dilaksanakan pada Minggu (29/11/2020), bertempat di Majelis Taklim An-Nihayah, Desa Cipeujeuh Kulon, Kabupaten Cirebon.

Ciptadhi juga memberikan penjelasan bahwa untuk kegiatan ini pihaknya masih membuka donasi bagi masyarakat dan siapa saja yang ingin berdonasi atau berpartisipasi dengan Nomor Rekening 0110036736100, Bank BJB Kantor Kas Majasem a.n Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Bagi masyarakat yang ikut berdonasi dan sudah mentransfer dimohon konfirmasinya kepada panitia, melalui contact persons saudara Rohmawan dengan No Hp 083824080610.

Untuk tujuan kegiatan santuan anak yatim ini, kata Ciptadhi, pertama agar masyarakat turut terpanggil untuk selalu berbuat baik, kedua memberi kesempatan bagi para donatur yang hatinya terpanggil untuk turut berpartisipasi memberikan sumbangan untuk kelancaran program ini. Ketiga memberi kesempatan kepada anak anak yatim untuk menerima santunan dan keempat memberikan kesempatan belajar kepada seluruh panitia yang turut serta membantu kelancaran pelaksanaan program ini.

Sementara target anak yatim yang akan disantuni sebanyak 60 anak, binaan Majelis Taklim An-Nihayah. Dengan sumber dana dari para donatur perorangan, perusahaan-perusahaan swasta, BUMN, instansi instansi pemerintah atau sumber dana lainnya. (din)





Share:

Kamis, 19 November 2020

PKPT IPNU IPPNU IAIN Syekh Nurjati Cirebon Latih Potensi Kader melalui Public Speaking


FOKUS CIREBON, (FC) - Generasi muda adalah tonggak dari keberlangsungan kepemimpinan Negara, pola pikir yang baik dan juga dialektika berbicara perlu menjadi hal yang diajarkan sejak dini mungkin. Untuk itu Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan  Pelatihan Public Speaking, Kamis (19/11).


Penanggungjawab Kegiatan Rekanita Nurfauzah menyebutkan "Pelatihan yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Al-Ihya Kota Cirebon dihadiri oleh seluruh anggota PKPT IPNU IPPNU IAIN CIREBON dan juga peserta umum yang hadir dari berbagai tingkatan IPNU IPPNU Kota Cirebon dengan mengundang pemateri yaitu Kang Afif yang juga ahli dalam bidang tersebut", tuturnya.

Tujuan dengan adanya kegiatan ini diharapkan kader PKPT IPNU IPPNU IAIN CIREBON semakin berintelektual dan berani tampil di depan umum dengan gaya bicara yang baik menurut Ketua PKPT IPNU IAIN Cirebon Rekan Rizal.

Rizal mengharapkan "dengan adanya pelatihan ini, minimalnya PKPT IPNU IPPNU IAIN Cirebon mempunyai Master Of Ceremony (MC) yang handal dan bermanfaat bagi organisasi maupun masyarakat", tuturnya.

Respon baik dari kegiatan ini disampaikan oleh salah satu peserta yaitu Firman, dia menyebutkan bahwa audiens tidak hanya pasif sebagai pendengar melainkan ikut mencoba, praktek. Sehingga acara tidak terkesan monoton dan membosankan karena adanya interaksi antara narasumber dan para audien serta pembawaan narasumber yang baik dalam menyampaikan materi menambah suasana menjadi lebih bersemangat", pungkasnya. (Fas)

Share:

HIMABI IAIN Cirebon Usung Seminar Kepakaran BIPA dan Jurnalistik


FOKUS CIREBON, (FC) - Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan seminar kepakaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Jurnalistik, Kamis (19/11/2020).

Ketua umum HIMABI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Abdel Aziz menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan secara online ini untuk menjalankan salah satu program kerja di HIMABI, yaitu memerkenalkan jurusan ini ke masyarakat.

“Bahwa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia di IAIN Syekh Nurjati Cirebon mempunyai mata kuliah pilihan di semester 5, yaitu mata Kuliah BIPA dan Jurnalistik. Tujuan khususnya untuk memberikan gambaran kepada semester 1 dan 3 agar tidak kebingungan dalam memilih 2 mata kuliah pilihan tersebut,” jelas Abdel.

Dia memaparkan, seminar tersebut diisi para pemateri yang berkompeten di bidangnya. Seperti, materi BIPA dipaparkan oleh Sekretaris Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Dr Indrya Mulyaningsih MPd dan materi Jurnalistik diisi oleh dosen KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Arief Rachman SSos MSi.

“Pelaksanaannya dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, yaitu pada tanggal 18 November 2020, pukul 08:00-12:00 WIB,” papar Abdel.

Dia mengaku, walaupun kegiatan ini dikhususkan untuk Keluarga Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tetapi mahasiswa dari luar Tadris Bahasa Indonesia pun diperbolehkan mengikuti seminar tersebut.

Bahkan, lanjut Abdel, kegiatan seminar kepakaran BIPA dan Jurnalistik ini pun untuk menunjang “core business” di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia.

“Kegiatan ini memang dilakukan untuk bersinergi antara HIMABI dan Jurusan Tadris Bahasa Indonesia agar tercapainya visi dan misi, tujuan, dan profil lulusan,” tandasnya. (Nur)

Share:

Rabu, 18 November 2020

Seminar Kepakaran BIPA Diperkenalkan Kepada Masyarakat


FOKUS CIREBON, (FC) - Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan seminar kepakaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Jurnalistik, Kamis (19/11/2020).

Ketua umum HIMABI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Abdel Aziz menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan secara online ini untuk menjalankan salah satu program kerja di HIMABI, yaitu memerkenalkan jurusan ini ke masyarakat.

“Bahwa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia di IAIN Syekh Nurjati Cirebon mempunyai mata kuliah pilihan di semester 5, yaitu mata Kuliah BIPA dan Jurnalistik. Tujuan khususnya untuk memberikan gambaran kepada semester 1 dan 3 agar tidak kebingungan dalam memilih 2 mata kuliah pilihan tersebut,” jelas Abdel.

Dia memaparkan, seminar tersebut diisi para pemateri yang berkompeten di bidangnya. Seperti, materi BIPA dipaparkan oleh Sekretaris Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Dr Indrya Mulyaningsih MPd dan materi Jurnalistik diisi oleh dosen KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Arief Rachman SSos MSi.

“Pelaksanaannya dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, yaitu pada tanggal 18 November 2020, pukul 08:00-12:00 WIB,” papar Abdel.

Dia mengaku, walaupun kegiatan ini dikhususkan untuk Keluarga Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tetapi mahasiswa dari luar Tadris Bahasa Indonesia pun diperbolehkan mengikuti seminar tersebut.

Bahkan, lanjut Abdel, kegiatan seminar kepakaran BIPA dan Jurnalistik ini pun untuk menunjang “core business” di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia.

“Kegiatan ini memang dilakukan untuk bersinergi antara HIMABI dan Jurusan Tadris Bahasa Indonesia agar tercapainya visi dan misi, tujuan, dan profil lulusan,” tandasnya. (Nur)

Share:

Selasa, 17 November 2020

Pemkot Cirebon Santuni Warga Terdampak Program Kota Tanpa Kawasan Kumuh

FOKUS CIREBON - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyantuni warga di Kelurahan Panjunan yang terdampak proyek program kota tanpa kawasan kumuh.

Santunan rencananya dilakukan mulai Rabu 18 November 2020. Pemberian santunan berdasarkan regulasi yang ada dan dilakukan oleh tim terpadu dengan mempertimbangkan sejumlah parameter penilaian.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. H. Eti Herawati mengatakan warga yang terdampak adalah warga Kelurahan Panjunan tepatnya di RW 01 dan RW 10. “Setelah proses relokasi, maka awal 2021 sudah bisa dimulai proses lelang yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat,” katanya usai acara persiapan santunan untuk warga terdampak proyek, Selasa (17/11/2020).

Eti berharap dari program kota tanpa kawasan kumuh ini bisa menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah percontohan untuk daerah lain. “Tim terpadu sudah bekerja cukup lama dan melakukan koordinasi, konsultasi dan pembahasan bersama sejumlah pihak,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Drs. H. Agus Mulyadi M. Si., mengungkapkan ada 5 parameter penilaian dalam mengukur besaran santunan, adapun istilah yang digunakan adalah santunan sebab bangunan miliki warga yang terkena dampak proyek berada di atas tanah negara. 

“Santunan dalam bentuk cek dengan nama penerima, jadi hanya bisa dicairkan oleh pemilik bangunan,” ujarnya.

Agus menambahkan besaran santunan bervariasi tergantung nilai dari bangunan yang dimiliki warga mulai Rp1 juta hingga Rp26 juta dengan total penerima santunan 126 orang dengan jumlah 133 bidang bangunan. 

“Bangunan dibongkar sendiri oleh pemiliknya karena dari santunan itu ada alokasi untuk pembongakaran,” tambahnya. (Indah)


Share:

H. Ade Setiana, Sekda Kota Banjar Dukung Transformasi IAIN Cirebon Menjadi UIN

Sekda Pemerintah Kota Banjar, H.Ade Setiana Mendukung Transformasi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).


FOKUS CIREBON - Dukungan kembali mengalir, kali ini datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) pemerintah Kota Banjar, H Ade Setiana yang mendukung transformasi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Dukungan tersebut disampaikan H Ade Setiana pada kegiatan MoU Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan pemerintah daerah Kota Banjar, Selasa (17/11/2020).

H Ade Setiana menyatakan, selain menjabat sebagai Sekda, dirinya juga aktif sebagai pengajar pada salah satu Perguruan Tinggi yang ada di daerah Kota Banjar. 

Dirinya sangat mendukung atas transformasi atau perubahan tersebut, di mana transformasi ini diharapkan akan membawa pada banyak perubahan, khususnya di bidang pendidikan UIN Cirebon ke depan nya nanti.

"Ya, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan, saya sangat mendukung tansformasi atau perubahan dari IAIN menuju UIN Cirebon, dan Insya Allah nanti akan lebih luas lagi, lebih maju lagi dan bermanfaat bagi masyarakat, umumnya masyarakat indonesia," ujar H Ade Setiana.

Ade menjelaskan, jika perguruan tinggi sudah lintas daerah, lintas provinsi tentu juga akan lintas negara. Jadi artinya nanti UIN Cirebon akan semakin eksis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan akan melahirkan kader-kader bangsa yang potensial, yang akan memberikan konstribusi penbangunan bangsa dan negara yang ujung-ujungnya mensejahterakan masyarakat. 

Dukungan H Ade Setiana ini, dituangkan dalam video berdurasi 01 menit, 37 detik dan dirinya menyakini jika perjuangan transformasi kelembagaan dari IAIN Cirebon menuju UIN pasti sukses. "selamat berjuang"  tutunya. (din)






Share:

Kota Cirebon Siap Menerima dan Mendistribusikan Vaksin Covid 19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto.


FOKUS CIREBON, (FC) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengatakan, Kota Cirebon telah siap menerima dan mendistribusikan vaksin Covid-19. 

Menurut Edy, vaksin Covid-19 tersebut rencananya akan diterima dan didistrubusikan pada Januari 2021 mendatang.

“Untuk Kota Cirebon kita direncanakan menerima sampai 180 ribu vaksin, itu artinya untuk 180 ribu orang. Kita tidak pakai kouta tapi menyesuaikan data usia dari 18 sampai 59 tahun, semua daerah seperti itu,” kata Edy, usai melakukan penutupan sementara Apotek Pasuketan Grup, Selasa (17/11).

Edy menjelaskan, sesuai keputusan pemerintah pusat, vaksin itu 30 persennya diberikan gratis bagi masyarakat tidak mampu dan 70 persen sisanya berbayar. Artinya, lanjut Edy, untuk masyarakat yang mampu dianjurkan untuk membiayai sendiri vaksinasinya.

“Masalahnya yang ketidakmampuan ini dan dapat menjamin semua rakyat diimunisasi oleh vaksin. Berita terkini baru 30 persen (yang gratis). Kita utamakan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu, tapi nanti orang-orang yang mampu bayar sendiri, intinya di era sekarang ini free,” ujar Edy.

Namun, Edy menegaskan, salah satu syarat bisa dilakukan vaksinasi selain rentang umur 18-35 tahun, juga tidak memiliki penyakit bawaan.

Terkait kesiapan vaksinasi tersebut, lanjut Edy, Dinkes Kota Cirebon telah menyiapkan 22 puskesmas dan melatih tenaga vaksinatornya.

“Untuk vaksin kami sudah menyiapkan 22 puskesmas. Tenaga vaksinator juga sudah dilatih melalui online beberapa minggu yang lalu,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh instansi untuk bekerja sama dalam pemberian vaksin Covid-19 tersebut. (Indah)


Share:

Senin, 16 November 2020

Mita Sri Wahyuni Mahasiswi IAIN Cirebon Dinobatkan Juara 2 Dalam Lomba Protocol Fair 2020 UNPAD Bandung

Mita Sri Wahyuni Mahasiswi IAIN  Cirebon Bangga dengan torehan prestasinya hingga dinobatkan sebagai juara 2 Dalam Lomba Protocol Fair 2020 - UNPAD Bandung


FOKUS CIREBON - Prestasi gemilang kembali ditorehkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada lomba Protocol Fair 2020 yang diselenggarakan UNPAD Bandung, Minggu, (16/11/2020).

Prestasi gemilang tersebut diraih oleh Mita Sri Wahyuni, mahasiswi aktif IAIN Syekh Nurjati Cirebon, semester 5, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam '(KPI), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD).

"Yang dinilai artikulasi, cara penyampaiannya, gestur tubuh, kemudian kelancaran dalam bicara dan improvisasi yang tidak terpaku pada teksnya, alhamdulillah akhirnya keluar sebagai juara ke II," ujar Mita kepada Fokus Cirebon.

Mita mengaku, dalam kegiatan lomba tersebut sebelumnya terdapat 49 peserta, kemudian masuk pada seleksi final peserta menjadi15 irang, termasuk dirinya.

Tentu saja, keberhasilan yang mendulang prestasi ini sangat membanggakan bagi Mita Sri Wahyuni. Mahasiswa Jurusan KPI FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, termasuk membawa nama baik civitas akademika IAIN SNJ Cirebon.

"Saya berhasil menjadi juara 2 Protocol Fair 2020 yang digelar Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, Minggu pada (15/11). Tentu keberhasilan ini sekaligus membawa harum nama kampus tercinta saya di kancah Jawa Barat," kata Mita lagi. 

Mita juga menjelaskan, jika lomba ini diperuntukkan untuk teman-teman mahasiswa yang punya bakat di bidang public speaking khususnya di MC.

Mita hanya kalah dari Sri Sumaldani Tunke sebagai juara 1 dari Universitas Negeri Surabaya. Sementara juara 3 diraih Irma Yuliana dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Mita mengikuti lomba seputar public speaking khususnya di bagian MC atau pewara. "Kemarin saat babak penyisihan sudah ditentukan untuk membawakan acara untuk MC formal. Kemudian saat final, membawakan acara untuk MC semi formal," kata Mita.


Sebelum menampilkan kompetensinya di bidang publik speaking dan membuahkan hasil manis, Mita mengaku melakukan serangkaian persiapan. 

"Persiapannya suka latihan di depan kaca kalau malam-malam gabut, latihan pernapasan dan juga latihan vokal. Nggak lupa juga untuk menghindari makanan yang berminyak seperti gorengan dan minum air putih yang cukup," tandasnya. (Nur)
Share:

Penjajagan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pascasarjana IAIN Cirebon Kunjungi Kantor Ke Kantor Bupati.Banjar


FOKUS CIREBON, (FC) - Dalam rangka transformasi lembaga, IAIN Syekh Nurjati Cirebon berikut Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus melakukan penjajagan kerjasama dengan pihak luar. 


Seperti yang dilakukan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, melalui program kampusanya, Pascasarjana IAIN Cirebon berkunjung ke kantor bupati Banjar dalam rangka penjajagan terkait Tri Dharma perguruan tinggi. 

Dr. H. Didin Nurul Rosidin, S.Ag., Ph.D. (Wakil Direktur Pascasarjana) didampingi unsur pimpinan pascasarjana menjelaskan, kunjungan tersebut dalam proses penjajagan untuk pengembangan SDM di kota banjar. 

”Menjadi titik awal bagi peningkatan SDM yang ada di kota Banjar ini, kami dari perguruan tinggi ingin berperan sebagaimana amanat UU tentang perguruan tinggi. Bahwa salah satu fungsi utama adalah pengabdian masyarakat, pengajaran dan penelitian“ katanya.

Beliau menambahkan muara dari Tri Dharma adalah peningkatan SDM. Dari hasil penelitian bahwa Indonesia cukup tercecer, dimana level pendidikan masih agak jomplang, apalagi kurang dari satu dekade ke depan, Indonesia akan mengalami bonus demografi. (Wakil Direktur Pascasarjana). Selasa(16/11)

Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon menambahkan, intinya pihaknya ingin maksimalkan perannya sebagai perguruan tinggi, adapun bentuknya bisa melalui MoU yang proposalnya sudah diterima dan dipresentasikan.

"Alhamdulillah sudah diapresiasi oleh Bupati Banjar  Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si.  Sementara itu, sekda kota Banjar. Dr. Drs H. Ade Setiana, M.Pd merespon positif ajuan IAIN Syekh Nurjati Cirebon terkait MoU implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kota Banjar," teeangnya.

Dijelaskan, perguruan tinggi mempunyai keunggulan ketajaman analisiss dan independensi yang dibutuhkan dalampengembangan daerah. 

“MoU nantinya dalamberarti umum. Karena akademik itu punya ketajaman analisis dan independensi. Dalam jangka waktu ini akan dibikin payung besar, pelaksanaannya diserahkan ke pelaksana teknis dengan tim dari IAIN Cirebon," pungkasnya. (Nur)
Share:

Upaya Tertib Administrasi, IAIN Cirebon Buka Kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi Pegawai

FOKUS CIRENON - Sebagai bentuk penertiban administrasi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar sosialisasi cara Aktivasi Akun Sistem Informasi Pegawai (SIP) bagi para pegawai, Senin (16/11) di ruang senat kampus setempat. Acara ini merupakan bagian dari upaya tertib administrasi kepegawaian berbasis sistem dan jaringan terintegerasi.

Wakil Rektor II IAIN Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, pada era digital seperti saat sistem terpadu yang mudah dijangkau sangat dibutuhkan. Tam terkecuali pada manajemen kepegawaian di perguruan tinggi.

"Ini adalah hal yang perlu dilakukan. Karena SIP berkaitan dengan SDM di perguruan tinggi dan tuntutan administrasi yang kompleks," ungkapnya, kemarin.

Oleh karena itu, lanjut Kartimi, SIP tidak cukup dikelola secara konvensional. Harus mengguna sistem yang efektif, efisien dan mempunyai integrasi data yang terjamin. "Kita berharap bisa terintegrasi dan mudah-mudahan ke depan bisa diwujudkan," kata dia. 

SIP mencakup berbagai data dan manajemen kepegawaian. Mulai dari input data sampai laporan ke pemerintah. "Dari data pribadi, sistem pengelolaan BKD (beban kinerja dosen),  SKP (sasaran kinerja pegawai) dan seterusnya," kata Kartimi.

Hingga saat ini, baru dua item data kepegawaian yang sudah terintegerasi dalam SIP.  Yakni absensi dan LKD (laporan kinerja dosen) atau LKH (laporan kinerja harian). Namun begitu, akan ada pengembangan supaya lebih banyak sistem yang terintegerasi. 

"Hanya pada saat ini kepegawaian baru akan laiukan baru terkait dua absensi dan LKD atau LKH," terang Kartimi.

Di lokasi yang sama, Rektor IAIN Cirebon, Dr Sumanta Hasyim MAg menegaskan pengembangan SIP merupakan wujud kepedulian IAIN Cirebon pada pegawai. Lantaran, kata Sumanta, data yang terhimpun dalam SIP bisa dipakai untuk melancarkan tunjangan dan peluang karir pegawai.

"Sesungguhnya ini adalah jaringan aliran syaraf darah birokrasi yang itu semua akan nendukung memberikan gerak IAIN Syekh Nurjati. Dengan data yang valid akan berakibat pada kelancaran pada tunjuangan, menunjang karir dosen dan karyawan," tukas Sumanta. (Nur)

Share:

FKMTHI Wilayah Jawa Barat Resmi Dilantik

FOKUS CIREBON -  Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) Wilayah Jawa Barat resmi dilantik.

Pelantikan  yang berlangsung di ruang Auditorium Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon itu mengusung tema “Merajut Loyalitas, Menuju Organisasi yang Berintegritas”. Senin, (16/11/2020)

Ketua Pelaksana, Ida Safitri mengatakan, berterima kasih sebesar-besarnya bagi yang telah menyempatkan waktu  untuk bisa hadir dalam acara ini. 

“Saya juga memohon maaf apabila dalam penyambutan maupun pelayanan dari kami selaku tuan rumah kurang berkenan,” katanya.

Ia berharap, semoga FKMTHI khususnya wilayah Jawa Barat ini mampu menjadi organisasi yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi dan menjadi wadah bagi Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis se-Jaawa Barat untuk menjadi lebih baik lagi.

Muhammad Maimun, Selaku pembina FKMTHI Jawa Barat menyampaikan, FKMTHI Jawa Barat ini merupakan organisasi yang menjadi pelayan dan berkhidmat untuk melayani.

“Baik FKMTHI Jabar maupun Nasional semoga semakin jaya dan menjadi tauladan bagi seluruh mahasiswa Tafsir Hadis,” kata Maimun. 

Dalam kesempatan yang sama, M. Panji Romdoni selaku Koordinator FKMTHI Jawa Barat periode sebelumnya mengatakan, Setiap setiap pelantikan maka diminta pertanggung jawabannya,  setelah itu ada proses yang harus dilewati.

“Dalam organisasi, apabila memiliki banyak kesamaan maka tentu akan bersatu, namun  apabila memeiliki banyak perbedaan maka akan berpisah” ujarnya.

Ia menegaskan, walaupun banyak perbedaan tetapi harus mencari persamaan,  persamaanya yakni sama-sama mahasiswa yang menempuh jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir dan Ilmu Hadis.

Sementara itu, Koordinator Wilayah FKMTHI Jawa Barat terpilih, M. Ulyuddin mengucapkan terima kasih kepada panitia gabungan yang berkenan meluangkan waktu dan meluangkan  kesibukan untuk kesukseskan acara ini.

“Dalam kepemimpinan saya kedepan mempunyai satu visi dalam kepengurusan, yakni  kerja sama dan sama-sama kerja,” kata Ulyu.

Menurutnya, Latar belakang yang berbeda apabila kita berproses dengan membawa nama FKMTHI Jawa Barat maka kita satu. (Fas)

Share:

Jumat, 13 November 2020

IAIN Cirebon Siap Action Menjawab Permintaan Pemkab Indramayu


FOKUS CIREBON, FC- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjawab permintaan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang menginginkan pihak kampus setempat melakukan action pembangunan di tanah yang berlokasi di Blok Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisini, Kabupaten Indramayu yang diproyeksikan untuk kampus II IAIN Cirebon, Kamis (12/11/2020).

Sumanta mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sejumlah pembangunan di tanah hibah pemerintah daerah setempat tersebut. Seperti penanaman pohon, pemagaran, perbaikan jalan, dan sejumlah pembangunan lainnya.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan penanaman pohon di sana, karena kita juga kan harus menyiapkan bibitnya dulu. Kita sudah action, ini salah satu action kita,” ungkap Sumanta.

Setelah penanaman pohon tersebut, lanjut rektor, pihaknya juga akan melakukan pemagaran dan dilanjutkan dengan memperbaiki jalan. Bahkan, kata Sumanta, infrastruktur lainnya pun perlahan akan dibangun yang pada akhirnya akan dilakukan pembangunan bangunan intinya. (Nur)

Share:

Rektor IAIN Cirebon Buka Site Plant Kampus II Di Indramayu, Ketua DPRD Dukung Penuh

FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag melaksanakan kegiatan Presentasi terkait agenda besar yakni transformasi dari IAIN menuju UIN Syekh Nurjati Cirebon. 


Pengembangan kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon bikin sejumlah pihak penasaran. Salah satunya Ketua DPRD Indramayu, H Saefudin, SH. Apa benar di kampus II di Indramayu bakal dikembangkan fakultas dan jurusan yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan potensi yang ada di Bumi Wiralodra?

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta,M.Ag pun angkat suara. Sumanta menegaskan, saat ini pengembangan kampus II IAIN Cirebon terus dikebut. Bahkan pada 2022 bakal mulai dibangun sejumlah insfrastruktur pendukung. Seperti pemagaran areal kampus, akses jalan hingga penanaman pohon di areal Ruang Terbuka Hijau (RTH) kampus II.

Terkait fakultas dan jurusan yang dikembangkan, Sumanta berujar d kampus II bakal dibuka fakultas rumpun keilmuan umum menjurus ke teknis dan saintek. Menurut Sumanta, fakultas keagamaan hanya dikembangkan di kampus I.

“Di Cirebon fakultas agama, di Indramayu fakultas umum. Akan dikembangkan Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan dan yang umum itu di kampus II, Indramayu,” tegas Sumanta.

Dia menambahkan, pembukaan fakultas umum sesuai dengan potensi sumber daya di Indramayu. Sehingga diharapkan bakal mampu menggaet minat mahasiswa lokal untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tanah kelahiran.

Saat ini IAIN Cirebon tengah mempersiapkan banyak hal untuk kampus II. Mulai dari pembangunan gedung, struktur birokrasi hingga tenaga pendidik dan kependidikan. Sehingga pada saat kampus II dibuka semua unsur pendukung telah siap.

“Begitu kita buka tahun ajaran, kita sudah siapkan infrastruktur baik gedung, dosen dan strukturnya tidak satu-satu. Tapi berbarengan,” tegas Sumanta.

Mendengar penjelasan Sumanta, Ketua DPRD Indramayu, H.Saefudin,SH pun mendukung dibukannya kampus II IAIN Cirebon. “Tinggal menunggu rencana penganggaran. Dan pembangunannya lancar,” tegas Saefudin. (Nur)
Share:

Pemkab Cirebon Berikan Pengobatan Gratis Untuk 5600 Orang


FOKUS CIREBON - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 di Kabupaten Cirebon, diperingati dengan sejumlah kegiatan serba angka 56.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pengobatan gratis untuk 5600 pasien, pembagian 5.600 masker dan swab massal untuk 5.600 orang.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa dalam peringatan HKN ini, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Terutama kepada tenaga medis yang langsung menangani covid 19.

Imron menyebutkan, kesehatan tenaga medis sangatlah penting, ditengah wabah pandemi covid 19 ini. Karena menurutnya, beberapa puskesmas dan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sempat terhenti akibat adanya tenaga kesehatan yang terpapar covid 19.

"Hal tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Jadi, tenaga medis harus selalu menjaga kesehatannya," kata Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, alasan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada HKN ini serba angka 56, dikarenanya menyesuaikan dengan peringatan HKN yang ke 56.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam HKN kali inipun, menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami saat ini, yaitu terkait covid 19.

"Oleh karena itu, kami mengadakan swab massal untuk 5.600 orang dan pembagian 5.600 masker," kata Eni.

Pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 150 Viral Transport Medium (VTM) kepada 60 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tenaga kesehatan yang sedang menangani covid 19, pihakanya juga akan melakukan tepuk tangan massal selama 56 detik secara bersamaan.

"Ini merupakan bentuk dukungan kepada nakes yang tanpa lelah menangani covid 19," kata Eni. (Nur)

Share:

Definition List

Unordered List

Support