Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 31 Desember 2019

Seribu Orang Diprediksi Bakal Gebyarkan Semarak HAB Ke 74 Di IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon (SNJ), bakal memeriahkan peringatan HAB  ke 74, dengan kegiatan jalan santai dan bagi-bagi hadiah doorprize. Dalam kegiatan ini diprediksi seribu orang bakal menggebyar semarak HAB Ke 74 tersebut.

Peringatan HAB sendiri akan digelar pada 02 Januari 2020 nanti, dengan melibatkan seluruh unsur kampus dan keluarga (anak dan istri) para pegawai maupun dosen. 

"Kami panitia Jalan Santai keluarga besar IAIN syekh Nurjati Cirebon mengundang bapak ibu, baik dosen, karyawan maupun tenaga kontrak dilingkungan di IAIN agar mengikuti  acara jalan santai ini. Agar kegiatan ini semarak,  dimohon segenap bapak/ ibu  untuk dpt membawa keluarganya," ujar salah seirang panitia di Kehumasan IAIN SNJ Cirebon.

Ia juga menjelaskan seputar route yang akan dilalui peserta jalan kaki. Route tersebut adalah Start Pelepasan, peserta jalan santai dari Rektorat dan dilepas oleh Pak Rektor. Kemudin menuju Puslab di daerah Saladara sekaligus pembagian Kupon Jalan Santai.


Setelah itu, kembali menuju Pascasarjana dengan melalui jalan samping Akper Dharma Husada Persil dan masuk ke Pascasarjana melalui pintu belakang Ma'had Al jamiah.

Finish di gedung SBDN FITK dan dilanjutkan Pemotongan Kupon n memasukkan ke kotak dan dilanjutkab Pengundian Kupon di Gedung Pascasarjana.

Sementara hadiah "Doorprize" yang akan dibagikan diantaranya Kulkas 2 Pintu (1 buah), Mesin Cuci (1 buah), TV LED (1 buah), Sepeda (1 buah), Dispenser Besar (1 buah), Dispenser kecil (1 buah), Kompor Gas (1 buah), Magicom ( 4 buah), dan puluhan hadiah menarik lainnya. (nur)

DOSEN IAIN CIREBON IKUTI PIN-MB KEMENTERIAN AGAMA RI


FOKUS JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengadakan kegiatan Pendidikan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN-MB) di Pusdiklat Kemenag RI selama lima hari sejak tanggal 27-31 Desember 2019. 

Dosen PTKIN se-Indonesia sebanyak 58 orang menjadi peserta, mulai dari PTKIN di ujung barat yaitu UIN Ar-Raniry Banda Aceh hingga ujung timur yaitu IAIN Fattahul Muluk Papua. 

Dalam hal ini, Mohammad Andi Hakim dosen BSA dan Hasbiyallah dosen SKI FUAD IAIN Syekh Nurjati turut hadir sebagai peserta inti dalam kegiatan tersebut. Selain para dosen, sebanyak 100 mahasiswa diundang pula untuk mengikuti kegiatan PIN-MB tersebut.

Ruchman Basori selaku Kepala Subdirektorat Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menyampaikan urgensi pelaksanaan PIN-MB ditingkatan dosen dan mahasiswa untuk tangkal radikalisme di kampus-kampus Islam Negeri. 

Ruchman Basori juga menegaskan agama dan negara adalah hubungan mutualisme yang saling membutuhkan. Kehidupan bernegara membutuhkan nilai-nilai agama sebagai pemandu serta acuan di tengah kehidupan bangsa Indonesia yang plural.


“Cara pandang, sikap dan perilaku yang tidak berlebihan atau tidak ekstrem (moderat) adalah kunci mencapai kehidupan yang damai dalam beragama di negara Indonesia yang majemuk. Ditengah isu radikalisme yang memiliki kecenderungan meningkat, menjadi penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai toleran dalam beragama atau kita sebut moderasi beragama,” tegas Ruchman.

Forum dialog, diskusi dan asupan materi-materi terkait tema moderasi beragama diberikan kepada peserta secara intens, meliputi implementasi moderasi beragama, pemetaan keberagamaan di Indonesia beserta tantangannya, moderasi beragama di PTKIN, analisis sosial implementasi moderasi hingga diskusi mengenai resolusi konflik sosial keagamaan.

Disampaikan oleh Rumadi Ahmad salah satu pembicara dalam diskusi bahwa indicator keberhasilan moderasi beragama ada tiga yaitu komitmen bernegara, toleransi dan anti-radikalisme. 

Ketika seseorang memegang komitmen bernegara maka dapat dipastikan nilai toleransi dapat dipupuk dan pasti jauh dari sikap radikalisme.

“Indonesia tidak mewarisi tradisi penyebaran agama melalui kekerasan sehingga tidak ada alasan bagi seorang Indonesia menyimpan memori balas dendam kepada pemeluk agama yang berbeda. Sebaliknya, Indonesia mewarisi modal social kuat sebagai daya tangkal menghadapi radikalisme yaitu karakter khas Indonesia yang moderat, toleran, unggah ungguh, tepo seliro; sejarah penyebaran agama secara damai oleh para leluhur bangsa serta cara memahami agama dengan tidak mempertentangkan agama dengan kebudayaan dan kebangsaan” imbuh Rumadi menguatkan.


K.H Adnan Anwar juga menegaskan perlunya Bangsa Indonesia memperteguh cinta tanah air melalui sikap toleran dan laku moderat dalam beragama. 

Kesan yang sama dirasakan oleh Elina selama mengikuti PIN-MB yaitu semakin tergugah kesadaran bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai andil besar menjaga keutuhan NKRI lewat hal yang seringkali dianggap sepele oleh sebagian besar orang yaitu, toleran.

Kegiatan PIN-MB ditutup dengan evaluasi program dan penyusunan rencana tindak lanjut oleh para peserta dosen sebagai instruktur nasional untuk dilaksanakan di masing-masing unit kerjanya di PTKIN. 

Diantara RTL yang dihasilkan adalah berkaitan dengan program serta kegiatan di ranah advokasi, konseling, penelitian dan pengabdian masyarakat yang menekankan pada perspektif moderasi beragama yang dikemas dalam bentuk rumah moderasi beragama. (din)

Senin, 30 Desember 2019

Bupati Kuningan Lantik.203 Kepala Desa Terpilih


FOKUS KUNINGAN - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH Melantik dan Mengambil Sumpah 203 Kepala Desa terpilih Tahun 2019 yang dilaksanakan di Gor Ewangga Kuningan. Sabtu (28/12/2019). 
Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, SE, Wakil Bupati Kuningan H. M. Ridho Suganda, SH., M.Si Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH dan Yosa Octora Santono, S.Si., M.Si, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kuningan, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, SE, Kepala DPMD Kabupaten Kuningan Drs. Deniawan, M.Si, Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan Hj. Ika Acep Purnama, SE, Wakil Ketua TP. PKK Yuana Woelansarie, SH serta tamu undangan lainnya.
Setelah melaksanakan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah kepala desa, Bupati mengucapkan selamat dan sukses bagi seluruh kepala desa yang telah dilantik, karenanya prosesi pelantikan ini menjadi sakral dan penting bagi penyelenggaraan pemerintahan kedepan.
Menurutnya suksesnya pemerintahan baik nasional, provinsi maupun daerah juga atas berkat suksesnya penyelenggaraan pemerintahan desa yang terus bersinergi. 
“Di momentum yang sangat bersejarah ini, akan menjadi titik awal sebagai kepala desa dalam rangka membangun desa yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan sesuai dengan semangat undang-undang. Saya titip dalam menjalankan penugasan sebagai kepala desa wajib melaksanakan kebijakan pembangunan yang selaras dengan Visi Misi Kuningan MAJU, Jabar Juara Lahir Batin dan Indonesia Maju,” ungkap Bupati.

Ia juga menyampaikan kehadiran Wagub di pelantikan kepala desa ini sekaligus membawa keberkahan bagi Kuningan, dimana terdapat 6 desa yang mendapat di alokasi masing-masing 1 unit kendaraan MASKARA (Mobil Aspirasi Kampung Juara) yang diberikan kepada Desa Cibulan Kecamatan Cidahu, Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin, Desa Ancaran Kecamatan Kuningan, Desa Ciawigebang Kecamatan Ciawigebang, Desa Kadugede Kecamatan Kadugede, dan Desa Sadamantra Kecamatan Jalaksana.
Sementara itu Wagub Uu menitipkan pada seluruh kepala desa yang akan menjalankan tugasnya untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakatnya, memberikan rasa mudah masyarakat dalam memenuhi kehidupan hidupnya seperti akses pendidikan, ekonomi kesehatan dan lain-lain, serta memberikan rasa khusyu masyarakatnya untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan keprcayaannya masing-masing.
“Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat desa, dan bagi yang kades sudah dilantik saya ucapkan selamat untuk bertugas dalam membangun desa dan menjaga dan mengemban amanah masyarakat yang sangat mulia. Serta bangun selalu komunikasi dengan unsur pemerintah daerah,” ujar Wagub Uu. 
Menariknya pada pelantikan tersebut terdapat kepada desa tertua dengan umur 78 tahun dari Desa Kadurama dan kepala desa termuda dengan umur 28 tahun dari Desa Lengkong. (Pai)





Taekwondo, Olahraga Andalan Jabar dan Unggulan Kota Cirebon


FOKUS CIREBON - Dunia olahraga di Kota Cirebon membanggakan karena terus menunjukan peningkatan prestasi baik tingkat daerah maupun nasional. Kenaikan prestasi ditandai dengan atlet Kota Cirebon mempertahankan 10 besar Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 lalu di Kabupaten Bogor.

Demikian diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH usai membuka Pembukaan Kejuaraan Taekwondo Gubernur Jawa Barat Cup ke 3 Tahun 2019 di Stadion Bima, Jumat (27/12). 

Azis mengatakan prestasi yang sudah diraih selain masuk 10 besar ternyata medali yang diperoleh atlet jumlahnya meningkat.
“Alhamdulillah dunia olahraga Kota Cirebon terus menunjukan peningkatan luar biasa. Dan, taekwondo merupakan olahraga unggulan di Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Azis menambahkan Pemkot Cirebon juga memperhatikan cabang olahraga yang telah menunjukan prestasi pembinaan salah satunya taekwondo. Perhatian diberikan dengan memberikan fasilitas, pembinaan dan stimulus bila berhasil berprestasi.


“Saya juga senang pada kejuaraan kali ini jumlah pesertanya sangat banyak hingga 659 atlet. Ini membuktikan jika bibit taekwondo sangatlah banyak sehingga insyallah tidak kekurangan atlet nantinya. Saya berharap pembinaan dilakukan secara benar sehingga nantinya menjadi atlet andalan,” kata Azis.

Ketua Pelaksana, Dedi mengatakan kejuaraan diikuti 56 unit latihan atlet se Jabar dengan melibatkan 659 peserta. Kegiatan dilaksanakan untuk pembinaan dan evaluasi kemampuan atlet taekwondo tingkat Jabar.

“Kami mencari bibit atlet taekwondo tingkat Jabar yang sangat berpotensi. Taekwondo menjadi andalan Jabar untuk memperoleh medali dalam even nasional termasuk PON (Pekan Olahraga Nasional red.),” kata Dedi.

Kejuaraan ini, lanjut Dedi diharapkan meningkatkan keinginan para generasi muda untuk mengikuti pembinaan atlet taekwondo. Hal ini untuk menjadikan taekwondo olahraga berprestasi bagi provinsi Jabar. (bam)

Di Bekasi, Bayi Berusia 5 Bulan Butuh Pertolongan Medis


FOKUS BEKASI - Nazriel Kurniawan Saputra, bayi berusia 5 bulan, warga Kampung pendayakan RT. 009/005 Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi menderita penyakit Atresia Bilier (tertutupnya saluran empedu pada bayi yang baru lahir).
Meskipun kondisi ini jarang terjadi, atresia bilier termasuk kondisi serius yang berbahaya.
Untuk diketahui, saluran empedu adalah saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke usus 12 jari. Cairan empedu berperan dalam proses pencernaan lemak dan vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E dan K. Cairan empedu juga berfungsi membuang racun dan zat limbah lain keluar dari tubuh.
Pada bayi dengan atresia bilier, cairan empedu tidak bisa mengalir ke usus karena tertutupnya saluran tersebut. Akibatnya, cairan empedu menumpuk di dalam hati. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan hati, sehingga terbentuk jaringan parut (fibrosis), yang bisa mengakibatkan sirosis.
Tertutupnya saluran empedu ini dapat terjadi ketika masih di dalam organ hati maupun ketika sudah keluar dari organ hati.
Bayi yang menderita Atresia Bilier akan terlihat normal saat lahir, namun pada minggu kedua atau ketiga setelah dilahirkan, bayi akan mengalami penyakit kuning.
Berat badan bayi juga masih normal selama satu bulan setelah dilahirkan, namun kemudian akan mulai menurun. Penyakit kuning yang dialami seiring waktu juga akan bertambah parah.
Menurut informasi, Nazriel Kurniawan Saputra saat ini sedang dirawat intensif di IGD RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Endang Saputra, orang tua dari Nazriel kepada sejumlah wartawan saat mendatangi Sekretariat Bersama (Sekber) di Kelurahan Kebalen dan diterima langsung oleh Ketua Garda Muda Suryo Pranoto GMSP, Suthan Hasbullah menjelaskan, sejak lahir sudah ada tanda tanda Kuning pada kulit Nazriel.
“Sejak lahir saya lihat kulit Nazriel kok kuning, saya kira hanya bawaan bayi, nanti ketika dijemur di terik matahari juga hilang kuningnya. Akan tetapi lama kelamaan kok enggak hilang dan akhirnya saya konsultasi ke dokter, ternyata anak saya menderita Atresia Bilier dan sampai umur lima bulan ini masih belum sembuh dan bolak-balik melakukan pengobatan di RS. Cipto Jakarta,” bebernya.
Endang memohon agar mensupport kesembuhan Nazriel. Bahkan katanya, dirinya rela jika harus mendonorkan organ tubuhnya demi kesembuhan buah hatinya.
“Tolong bantu kami, sebagai orang tua, jika harus organ tubuh saya diambil untuk didonorkan, saya ikhlas,” ujarnya berharap.
Menanggapi itu, Suthan Hasbullah Ketua GMSP mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu agar ada solusi untuk kesembuhan Nazriel.
“Saya akan berkoordinasi dengan para donatur, terutama Pak H. Suryo Pranoto agar cepat teratasi dan ada solusi terbaik buat adik Nazriel,” ujarnya, Minggu (29/12).
Sementara itu, saat ini sedang dilakukan pendampingan advokasi Jamkeswatch Bekasi Utara bekerjasama dengan Jamkeswatch DKI Jakarta untuk prosesnya sambil dipantau lebih lanjut perkembangan ke depan.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui langsung kondisi Nazriel saat ini dan memberikan bantuan bisa menghubungi Kantor Bersama di Ruko Villa Mutiara Gading Blok C1 No. 52 Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan, Bekasi 17610 No. HP 082125359955, 082298380893. (de)

Rilis Akhir Tahun 2019, Polri Sukses Ungkap Berbagai Kasus Kejahatan Di Indonesia


FOKUS JAKARTA - Dalam rilis akhir tahun 2019, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri),  sukses mengungkap berbagai kasus kejahatan di Indonesia. 

Sejumlah capaian Polri di tahun ini dipaparkan dalam kegiatan yang digelar di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12). 

Selain awak media, turut hadir Kapolri Jenderal Idham Azis, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Asisten SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal, Karo Multimedia Brigjen Budi Setiawan, Karo Penmas Brigjen Pol Argo Yuwono dan jajaran Divisi Humas Polri lainnya. Juga hadir Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang, anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan  dan Muhammad Nasir Djamil.

Menurut Idham, berdasarkan catatan jumlah kejahatan yang dilaporkan ke kepolisian pada tahun 2019 menurun 53.360 kasus atau 19,3 persen, dengan kejahatan yang paling dominan adalah kejahatan konvensional. 

Kejahatan konvensional tahun ini, kata dia turun 10,5 persen dibanding 2018. Secara umum, kinerja penyidik dalam penyelesaian kejahatan konvensional pada tahun 2019 mengalami peningkatan 4,69 persen.

"Kejahatan terorisme sepanjang tahun 2019 menurun 10 orang sebesar 52,6 persen. Kita juga mengungkap kasus korban Novel Baswedan dengan menetapkan RM dan RB sebagai tersangka," kata Idham. 

Sementara kejahatan kekayaan negara seperti tipikor tahun 2019 meningkat sebanyak 32 kasus. Kerugian keuangan negara yang berhasil diungkap Polri tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun. 

"Jumlah kejahatan transnasional pada tahun 2019 mengalami penurunan 8.829 kasus atau 19,5 persen dan penyelesaian perkaranya pun mengalami penurunan sebanyak 3.213 kasus atau 9,8 persen. Namun secara umum kinerja Polri dalam penegakan hukum terhadap kejahatan transnasional meningkat sebesar 8,76 persen," ujarnya.

Adapun kontijensi dan kejahatan terhadap perempuan pada tahun 2019 meningkat 7 kasus dari 193 kasus pada tahun 2018, dan penyelesaian meningkat dari 128 menjadi 180 kasus pada tahun 2019. Kasus pemerkosaan pada tahun 2019 meningkat 1.326 kasus atau 38,9 persen dan KDRT mengalami penurunan 3.742 kasus atau 36,2 persen. 

Di sisi lain, menurut Idham Divisi Humas Polri juga melakukan peningkatan kinerja dengan mengelola media sosial secara optimal, dan sejumlah upaya lainnya. "Di media sosial mereka menemukan pemberitaan negatif, propaganda, mengelola isu yang menjadi trending topic," ungkapnya Idham. 

Sementara menurut Rustika, terdapat sebanyak 542.141 berita dari 2610 media online di Indonesia memberitakan tentang Polri sepanjang 1 Januari hingga 5 Desember 2019. Sejauh ini, kata dia rapor Polri berada di angka 68 jika dinilai dari framing pemberitaan media sepanjang 2019. Angka ini menurun dari tahun lalu di kisaran 72 persen di tahun 2018. Meski demikian, angka ini dinilai cukup bagus di tengah situasi politik yang cukup panas.

"Isu yang positif di Polri adalah soal pengamanan Pilpres/Pileg (2019), penanganan karhutla, narkoba. Isu yang perlu pengelolaan atau masih mendapat framing negatif adalah soal aksi mahasiswa," kata Rustika. 

Jumlah pemberitaan Kapolri Idham Azis di media online sejak diangkat menjadi Kapolri berjumlah 6583. Sejauh ini media memberikan framing netral positif sebesar 85 persen. Sentimen netral dan positif berasal dari berita pengangkatan dan berbagai apresiasi yang ditujukan pada Idham Azis. Salah satunya adalah kebijakan soal gaya hidup polisi yang dianggap sebagai sebuah gebrakan baru.

Menurut Rustika, strategi Divisi Humas Polri dalam mengelola media sejauh ini sudah baik. Namun, tetap perlu disempurnakan di tahun-tahun mendatang, mengingat situasi politik masyarakat mulai bergeser, karena era digital mempercepat perubahan.

Perlu ada pendekatan baru yang lebih menyentuh berkaitan dengan manajemen isu, dan bergandengan tangan dengan berbagai pihak. Mereka juga diminta mulai memperhatikan isu di media sosial dan menggunakan strategi baru dalam menanganinya. 

"Sentuhan emosional dan kedekatan dengan audience-nya perlu mendapat perhatian. Beberapa catatan penting adalah lebih cepat dan tanggap terhadap isu sensitif yang berkembang liar di media sosial, pemetaan isu dan aktor yang lebih baik, menambahkan influencer dengan menggandeng berbagai pihak," papar Rustika. 

Sementara Nasir, berpandangan prestasi Polri semakin baik setiap tahunnya. Dimulai dari pembinaan SDM, pembinaan penguatan organisasi di tubuh Polri dan pembentukan satgas-satgas dengan pola kerja yang dianggap luar biasa.

"Dengan prestasi polri yang kian membaik, kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat dengan menginginkan Polri hadir di tengah-tengah masyarakat," kata Nasir. 

Dengan prestasi dan kepercayaan masyarakat seperti sekarang, kata dia Polri diharapkan dapat terus memberikan yang terbaik untuk melayani masyarakat, dengan mempertahankan apa yang sudah dicapai. 

"Karena reformasi keamanan merupakan suatu hal integral demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan Polri telah melakukan hal tersebut dengan baik," tuturnya. 

Senada, Arteria mengatakan kinerja Polri kian membaik. Salah satunya diwujudkan dengan akuntabilitas serta transparasi informasi di tubuh Polri yang mengalami perubahan signifikan, sehingga mengundang perhatian masyarakat. 

"Masyarakat melihat Polri sebagai penegak hukum dengan tugas atau sisi humanis yang melekat dalam tubuh Polri, seperti penanganan bencana alam dan lain-lain," kata dia. 

Dalam pergantian pimpinan yang baru pun, imbuh Arteria, Idham tak meninggalkan program kerja yang digagas Kapolri sebelumnya, Jenderal (Purn) Tito Karnavian. Langkah mantan Kapolda Metro Jaya ini dinilai positif dan patut diapresiasi. 

"Harapannya kinerja Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat dapat semakin meningkat, sehingga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," tandas Arteria. (Sigit)

Banjir Bandang Putuskan Jembatan Penghuhung Di Sumatra Selatan


FOKUS LAHAT - Musibah alam, seperti angin puting beliung, gempa maupun banjir bandang, tak seorang pun mampu untuk mencegahnya. Kekuatan musibah alam.ini kadang juga dapat menghancurkan segala apa yang ada di permukaan bumi.

Seperti banjir bandang yang terjadi di daerah Desa Lesung Batu, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin 30 Desember 2019 sekitar Pukul 04.30. 

Banjir mengakibatkan jembatan Mulak Ulu putus. Jembatan itu menghubungkan jalan lintas Kabupaten Lahat dengan Jalan lintas Muara Enim.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan putusnya jembatan diduga disebabkan air sungai meluap akibat hujan deras yang mengguyur dari malam hingga pagi. 

Tak hanya itu sejumlah rumah warga desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai juga dikabarkan ikut hanyut terbawa arus yang sangat deras.

Menurut dia jembatan yang putus itu membuat sejumlah desa terisolir. "Sejumlah desa terisolir dan tidak bisa ke Lahat, seperti desa Lesung Batu, Desa Airpuar, Pajar Bulan, Mengkenang dan Lawang Agung," kata Ansori, Senin 30 Desember 2019.

Dia mengatakan banjir bandang juga terjadi di kawasan Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat. Banjir mengakibatkan tujuh rumah hancur di desa itu. 

"Tidak ada korban jiwa, 7 unit rumah rusak atau hanyut dan 73 rumah rusak ringan. Saat ini Tim BPBD telah mendirikan posko bantuan di lokasi," ujarnya. (rid)