Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 08 Februari 2020

Banjir Di MTs Negeri 1 Cirebon, Ini Kata Masyarakat


FOKUS CIREBON (FC) - Hampir setiap tahunnya, MTs Negeri 1 Cirebon menjadi langganan banjir. Namun pasca itu belum juga ada tindakan dari pihak sekolah. "Mestinya sudah ada tindakan, agar tidak menggangu KBM sekolah," ujar warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu, (8/2/2020).

Dirinya kerap mendapat pemandangan tak sedap, saat hujan deras mengguyur di wilayahnya dan merendam area di lingkungan MTs Negeri 1 Cirebon.

"Banjir memang tak diminta, tetapi mestinya pihak sekolah mengambil langkah lain guna mengantisipasi banjir susulan yang kerap terjadi setiap tahunnya. Apakah dengan membuat drainase (saluran pembuang) atau cara lain yang tidak.membuat lingkungan sekolah banjir kembali," katanya.

Rendaman air yang cukup tinggi di MTs Negeri 1 Cirebon ini juga terjadi di area lingkungan MAN 1 Kota Cirebon. Namun tidak sedalam yang terjadi di depan pintu masuk MTs Negeri 1 Cirebon. 

Jalan masuk ke MTs Negeri 1 ini memang terlebih dahulu mesti melintasi jalan lingkungan MAN 1 Kota Cirebon. Sehingga saat banjir terjadi, membuat siswa tidak ada pilihan untuk melepas sepatu atau basah-basahan.

"Kondisi ini memang juga membutuhkan perhatian pihak Pemkot Cirebon dan Kemenag untuk segera turun menangani banjir agar tidak menjadi langganan bagi MTs Negeri Kota Cirebon. 

"Ya, Pemkot Cirebon dan Kemenag juga harus turun tangan untuk memberikan perhatian pada masalah antisipasi banjir tersebut," ujar warga lainnya. (nur)


Lanal Cirebon Terjunkan Tim Satgas Penanggulangan Ke Lokasi Terdampak Banjir


FOKUS CIREBON - Cuaca hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat sore hingga Sabtu dinihari menyebabkan beberapa sungai di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon meluap seperti di daerah Kalijaga, Kriyan dan Mundu sehingga menyebabkan banjir dibeberapa titik.

Menyikapi situasi tersebut, Komandan Lanal Cirebon Letkol Laut (P) Agung Nugroho, S.E, M.Tr.Hanla memerintahkan Tim Satgas Penanggulangan Banjir Lanal Cirebon yang dipimpin oleh Pjs Pasops untuk mengerahkan personel sebanyak satu regu (15 Personel) dengan dilengkapi satu unit perahu karet, sepuluh  pelampung serta satu unit truk dan satu unit mobil ambulance.

Kemudian tim satgas ini diterjunkan kelokasi banjir di daerah Kalijaga Kramat Kota Cirebon dengan ketinggian air 1- 1,5 meter. 

Selanjutnya, Tim Satgas Banjir Lanal Cirebon melaksanakan proses evakuasi terhadap empat puluh orang warga Kalijaga Kramat ketempat yang lebih aman, Sabtu (8/2).

Lanal Cirebon juga mensiagakan 1 Regu Satgas Banjir yang terdiri dari 12 Personel, satu unit perahu karet, satu kendaraan truk di Mako Lanal Cirebon dalam rangka standby evakuasi warga yang terdampak banjir di Kota dan Kabupaten Cirebon dipimpin langsung oleh Danlanal Cirebon.

Selanjutnya Tim Satgas Banjir Lanal Cirebon bergabung dengan instansi lainnya seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota/Kabupaten Cirebon, Polres Cirebon Kota, Kodim Cirebon Kota dan Kabupaten Cirebon, Ditpolair Jabar/Cirebon untuk melaksanakan evakuasi terhadap warga Desa Suci Mundu Kabupaten Cirebon yang terkena dampak banjir dengan mengevakuasi 40   lansia, 9 balita, 15 perempuan dewasa, dan 7 orang anak-anak.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan, Tim Satgas Banjir Lanal Cirebon dengan kekuatan 30  orang personel, dua unit Perahu Karet, dua unit kendaraan truk, dan satu unit Ambulance distanbykan di Mako Lanal Cirebon yang sewaktu-waktu bisa digerakkan untuk membantu evakuasi warga bila terjadi banjir susulan. (dade)

Tingginya Curah Hujan Di Wilayah Cirebon, Sejumlah Permukiman Dilanda Banjir


FOKUS CIREBON – Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam hari, Jum'at (7/2/2020), kembali menggenangi sejumlah permukiman. Banjir ini  juga akibat sejumlah sungai meluap, seperti sungai Suba yang berada di daerah Drajat, Kota Cirebon.

Berdasarkan laporan, air mulai naik dan membanjiri sejumlah kawasan, seperti yang terjadi di kawasan Kalijaga,  Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. 
Air mulai membanjiri dan merendam permukiman di RT 08 RW 03 Kelurahan Kalijaga. Air mengalami peningkatan akibat luapan Sungai Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Selain di wilayah Kalijaga, kondisi di RT 01/RW01 Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota, debit air Sungai Suba terus naik dan sudah mentok jembatan. 
Banjir juga terjadi di wilayah Kriyan Barat Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk. Luapan air Sungai Kriyan memasuki area permukiman warga hingga  kedalaman 60 centimeter.
Banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon. Salah satunya di kawasan Griya Lobunta Lestari Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, air mulai masuk rumah setinggi betis orang dewasa.
Kemudian di jembatan merah, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon kondisi air juga mulai meluap. Akibatnya wilayah sekitar jembatan merah terjadi banjir dan air meluap ke jalan raya. 


Sementara itu Dinas (Dinsos) Kota Cirebon,  mendistribusikan makanan bagi warga yang terdampak banjir ke beberapa tempat serta mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan mereka.

"Kita sudah mulai distribusikan makanan bagi warga yang rumahnya terdampak banjir," kata Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon Iing Daiman di Cirebon, Sabtu, (7/2/2020).

Adanya pendistribusian makanan ini, diharapkan berharap warga yang terdampak banjir tidak kekurangan, terutama masalah makanan.

"Tim Tagana kami sejak semalam telah menyiapkan dapur umum dan pagi ini mendistribusikan makanan ke titik lokasi terdampak," ujarnya.  (nur)

Jumat, 07 Februari 2020

Geger, Lantamal III Menjadi Korban Penyenderaan Orang Tak Dikenal


PANDEGLANG - Kolonel Laut (S) Binsar M Sirait, S.E., M.Si., yang sehari-hari menjabat sebagai Asisten Personil (Aspers) Komandan Lantamal III menjadi korban penyanderaan oleh orang tak dikenal di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (6/2/).

"Peristiwa penyanderaan tersebut terjadi ketika Aspers Komandan Lantamal III sedang memberikan sambutan di SMKN 2 Pandeglang, secara tiba-tiba orang tak dikenal tersebut yang menyamar sebagai wartawan menyandera Aspers Komandan Lantamal III sambil mengacungkan senjata api.

Namun dengan kesigapan dari Prajurit TNI AL dapat melumpuhkan penyandera dari jarak jauh menggunakan tembakan jarak jauh (sniper)," kata Binsar.

Drama penyanderaan tersebut merupakan bagian dari simulasi pembebasan sandera pada kegiatan Sosialisasi Werving Taruna/Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL), Bintara, dan Tamtama TNI AL yang diselenggarakan di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kegiatan yang dihadiri 258 Siswa dan Siswi dari 10 SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Pandeglang tersebut bertujuan untuk memberikan sosialisasi penerimaan prajurit TNI AL kepada siswa dan siswi SMA dan SMK di Pandeglang.

"TNI AL disamping melaksanakan tugas pokok di bidang pertahanan laut, juga mampu sebagai pengamanan VVIP dan penanggulangan teror. Hal itulah yang disimulasikan pada drama penyanderaan Aspers Komandan Lantamal III di acara sosialisasi tersebut," ujarnya.

Sementata itu, Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, S.E,. M.M., yang ikut hadir pada acara sosialisasi tersebut dalam sambutannya merasa bangga karena dilaksanakannya Sosialisasi Werving di Kabupaten Pandeglang. Bupati berharap semoga banyak putra-putra daerah Kabupaten Pandeglang yang dapat mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AL.

"Selain Bupati Pandeglang, kegiatan juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Holil Badawi dan para guru pendamping dari tiap-tiap sekolah yang diundang," kata Irna. (dade)

Danlantamal IV Sambut Kedatangan KRI Bubara-868



KEPULAUAN RIAU - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bubara-868 disambut kedatangannya oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angktan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E, M.A.P, Kamis (6/2), di Dermaga TNI Angkatan Laut Mentigi Tanjung Uban Bintan Utara Kepulauan Riau.

KRI Bubara-868 adalah jenis kapal cepat hasil karya anak bangsa yaitu dari perusahaan PT.Caputra Mitra Sejati (CMS). Diresmikan dan dinyatakan bergabung untuk memperkuat Alutsista TNI AL khususnya Jajaran Satuan Patroli (Satrol) Lantamal IV Tanjungpinang pada tanggal 18 Desember 2019 oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E, M.M, pada Upacara Serah Terima dan Peresmian serta Pengukuhan di Dermaga Marina Ancol Batavia Jakarta Utara.

Setelah bersandar di Dermaga TNI Angkatan Laut Mentigi, Komandan KRI Bubara-868 Mayor Laut (P) Hanafi memberikan laporan atas bergabungnya ke jajaran Lantamal IV, kemudian Danlantamal IV didampingi oleh Ketua Korcab IV DJA I Ny. Musyarafah Ridwan mengalungkan bunga kepada Komandan KRI Bubara-868 sebagai tanda bergabungnya di Jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal IV.

Selanjutnya, Danlantamal IV beserta undangan berkesempatan meninjau situasi sarana dan prasarana yang dimiliki kapal tersebut. Diatas KRI Bubara-868, Danlantamal IV memberikan pengarahan kepada seluruh ABK untuk selalu semangat dan profesional sebagai pengawak KRI Bubara-868.

Hadir pada acara tersebut, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Kafasharkan Mentigi Kolonel Laut (T) Mulyatna, S.T., Karumkital Midiato Suratani Kolonel Laut (K) dr.Tanto Budiharto, Sp.JP, Dansatran Koarmada I Kolonel Laut (P) Rizal, Danwing Udara 1 Kolonel Laut (P) Gering Sapto Sambodo, M.Tr.Hanla,M.M, Para Kadis/Kasatker Lantamal IV, Para Koamndan KRI yang sandar di Dermaga TNI AL Tanjung Uban, Ketua Cabang 9 Korcab IV DJA I Ny Horas Sinaga, serta Pengurus Jalasenastri lainnya. (dade)

Kamis, 06 Februari 2020

Banjir Di Kecamatan Arjawinangun Termasuk Yang Terparah, Warga Evakuasi Barang-Barang Elektronik


FOKUS CIREBON - Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya sejak sore hingga malam hari, Rabu (5/2/2020), mengejutkan banyak pihak. Termasuk bagi warga di Kecamatan Arjawinangun, yang terpaksa harus mengevakuasi barang-barang elektronik lantaran air merendam hingga ruangan rumah.

Seperti diungkapan Hasan (47) warga setempat, bahwa banjir ini merupakan banjir yang terparah di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. "Ya, ini terparah mas dan kami warga langsung mengevakuasi barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi," paparnya.

Selain banjir yang datang mengejutkan, banyak juga warga setempat yang kalut dengan kondisi air yang terus meningkat, terutama saat air merendam rumah-rumah warga. 


Namun warga akhirnya tetap bersikap tenang, lantaran hujan mulai agak reda setelah deras pada sore hari. "Alhamdulillah, tidak apa-apa hanya kaget saja, karena air mulai merendam permukiman dan sekarang sudah kembali normal," kata Dadang, Kamis (6/2/2020) kepada media. (nur)

Kabupaten Cirebon Dilanda Banjir, Ratusan Warga Di Desa Bakung Lor Di Evakuasi


FOKUS CIREBON - Warga di Desa Bangkung Lor, Kecamatan Jamblang, terpaksa dievakuasi setelah wilayah dibagian barat Kabupaten Cirebon ini terdampak banjir, Rabu (5/2/2020).

Banjir yang tak disangka ini lantaran hujan deras yang turun di wilayah tersebut berintensitas tinggi, sehingga membuat sejumlah sungai pun meluap.

Oding Tuhrojin, warga setempat mengaku jika banjir ini termasuk banjir terparah yang dirasakan warga Bakung Lor. 

Warga pun yang mengetahui air mulai memasuki ruangan rumah-rumah warga langsung mengamankan sejumlah barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi.


"Ini banjir terparah dan merupakan dampak dari intensitas hujan yang cukup tinggi, ditambah lagi kiriman air dari hulu di Majalengka. Kami semua tentu kaget dan saling menyelamatkan barang-barang elektronik," paparnya.

Sementara itu, banjir yang mulai merendam permukiman warga sejak Rabu (5/2/2020), pukul 18.00 WIB tersebut, hingga Kamis (6/2/2020), pukul 08.00 pagi masih merendam sejumlah tempat. 


Kendati begitu, tim bantuan yang datang dari BASARNAS, Dinkes Kabupaten Cirebon, Polsek, Koramil dan komponen lain langsung melakukan pertolongan dan bantuan bagi warga terdampak banjir. (din)