Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 11 Februari 2020

Majelis Hakim Tolak Gugatan 'Wanita Emas' Dalam Perkara Pembatalan AJB


JAKARTA, (FC) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan 'Wanita Emas' atau Hasnaeni dalam perkara pembatalan akta jual-beli (AJB) rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Alasannya, majelis hakim yang diketuai Dedy Hermawan menganggap bukti-bukti yang diserahkan penggugat tak mencukupi. Kuasa hukum Hasnaeni kecewa dengan putusan ini. "Kita kecewa dengan putusan majelis hakim," kata kuasa hukum Hasnaeni, Mai Indradi, Selasa (11/2), usai sidang.

Atas itu, pihak Hasnaeni akan mengajukan banding. Rencananya mereka akan memperkuat bukti-bukti. "Nantinya kita akan memperkuat bukti-bukti di memori banding," ujarnya.

Sementara itu, Hasnaeni mengaku janggal dengan putusan hakim. Sebab dalam perjanjian tertulis  yang ditandatangani notaris yakni Rosita Rianauli Sianipar, dijelaskan bahwa akta jual-beli (AJB) berlaku apabila pembayaran dilakukan pembeli rumah.

Batas pembayaran diberi tenggat waktu hanya satu hari, yakni pada 10 Oktober 2016, sesuai dengan yang dijanjikan pembeli. Jika tidak, AJB batal berlaku atau batal. "AJB itu cacat hukum," ungkap Hasnaeni.

Kasus yang diduga melibatkan PT Reliance Management Capital ini sebelumnya pernah dilaporkan Hasnaeni ke Bareskrim Polri pada 2016, dan prosesnya hingga kini masih berjalan.

"Kan jelas-jelas di dalam surat itu AJB hanya berlaku satu hari. Apabila tidak memenuhi kewajibannya maka AJB itu tidak berlaku. Kenapa majelis hakim menolak (gugatan), ada apa?," tandas mantan bakal calon gubernur DKI Jakarta ini. (dade)

Sukseskan Literasi Dan Akreditasi, SDN Argasunya Butuh Adanya Gedung Perpustakaan


FOKUS CIREBON Hingga saat ini, SD Negeri Argasunya yang berada di Jalan Pramuka, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, belum juga memiliki bangunan perpustakaan. Padahal minat baca siswa di sekolah ini cukup tinggi. Demikian pengakuan siswa setempat kepada media fokuscirebon.com, saat berkunjung ke SDN Argasunya, Selasa, (11/2/2020).

Saat dibincangi awak media, siswa kelas V ini mengatakan, jika keberadaan perpustakaan tersebut  sangat dibutuhkan.

"Minat baca kami terkendala dengan belum dimilikinya gedung perpustakaan. Selama ini kami merindukan sekolah memiliki gedung perpustakaan, sehingga kami memiliki pengetahuan lain dari buku-buku yang ada di perpustakaan," tandas mereka para siswa SDN Argasunya Kota Cirebon.


Lokasi tanah yang disiapkan untuk gedung perpustakaan
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala SD Negeri Argasunya Kota Cirebon, Yusuf Hidayat S.Pd membenarkan dari apa yang dikeluhkan para siswanya, jika sekolahnya sampai saat ini belum memiliki gedung perpustakaan.
Bahkan Yusuf menunjukkan kepada media fokuscirebon.com untuk melihat denah tanah kosong dibagian belakang samping ruang kelas siswa.
"Mengenai soal lokasi tempat, lahan di sekolah masih dapat di bangun gedung perpustakaan, dan keberadaan gedung perpustakaan  nantinya banyak kegunaannya bagi siswa dan sekolah," ujarnya saat menunjukkan lahan kosong yang bisa dipergunakan untuk membangun gedung perpustakaan.
Masih kata Kepsek, dengan adanya sarana perpustakaan, pelayanan bisa semakin cukup dan memadai, sebab rata-rata siswa disini sudah bisa membaca dan minat pembacanya cukup tinggi.


"Kami sudah mempersiapkan tanah, kurang lebih seluas 4 x 8 meter persegi untuk lokasi pembangunan perpustakaan jika nantinya akan ada bantuan yang diberikan pemerintah, dan cukup untuk satu gedung perpustakaan,"  katanya. (din)

Senin, 10 Februari 2020

Pemkot Dan Lanal Cirebon Berembuk Lokasi Dibangunnya Monumen Kapten Samadikun


FOKUS CIREBON - Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon masih berembuk soal lokasi baru pembangunan Monumen Kapten Samadikun dan KRI Gajah Mada 408.

Hal itu dilakukan sebab pembangunan monument tersebut tidak memungkinkan dibangun di tengah laut seperti yang sebelumnya direncanakan oleh Pemda Kota Cirebon dan Lanal Cirebon.

Danlanal Cirebon Letkol Laut Agung Nugroho, SE, mengatakan selain karena kekurangan dana, lokasi awal pembangunan monument Kapten Samadikun dan KRI Gajah Mada 408 di perairan Cirebon termasuk jalur pelayaran kapal, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu jalur pelayaran kapal.


Dia menuturkan rencana pembangunan monumen yang telah dirancang sejak 2018 lalu, juga dimonitoring oleh Markas TNI AL di Jakarta dan ketika ada kendala, muncul arahan dan atensi agar lokasi pembangunan monumen Kapten Samadikun dan KRI Gajah Mada 408 direvisi atau dipindahkan.

“Maka dari itu kami mengajak Pemda Kota Cirebon untuk kembali berembuk soal kemungkinan lokasi lain,” katanya saat pemaparan rencana perubahan lokasi pembangunan monumen Kapten Samadikun dan KRI Gajah Mada 408 di Kantor Wali Kota Cirebon, Senin (10/02/2020).

Pada saat yang sama, Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH mengungkapkan untuk rencana revisi pembangunan monumen Kapten Samadikun dan KRI Gajah Mada 408 perlu dicarikan beberapa alternatif dan solusi untuk mengatasi beberapa kendala yang dihadapi seperti masalah keterbatasan dana.

“Lokasi lain yang perlu dipertimbangkan yaitu Pos I Pelabuhan Cirebon atau di areal Cirebon Waterland yang tak jauh dari lokasi awal,” ujarnya.

Azis menambahkan keberadaan monumen Kapten Samadikun dan KRI Gajah Mada 408 sangat penting untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan yang gugur di perairan Cirebon, selain itu lokasi monumen nantinya akan menjadi destinasi wisata sejarah bagi masayakat.


“Sementara ini kami bersama Lanal Cirebon akan mencari sejumlah alternatif lain agar pembangunan monumen berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tambahnya. (Muis)

Minggu, 09 Februari 2020

TNI AL Turunkan Stagas Banjir Sedot Underpass Gandhi Kemayoran Jakarta Pusat Yang Terendam Banjir


JAKARTA, (FC) - Jalan lintas bawah atau underpass Gandhi di Kemayoran Jakarta Pusat kembali tergenang banjir akibat hujan deras melanda Jakarta yang terjadi sejak jumat dini hari hingga sabtu pagi. Sebelumnya kawasan itu juga tergenang banjir beberapa waktu lalu, namun dapat diatasi oleh Tim Satgas Penanggulangan Banjir Gabungan.

TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmada I kembali menurunkan Tim Satgas Banjir yang dipimpin oleh Perwira Pelaksana (Palaksa) Denma Koarmada I Letkol Laut (P) Maswedi, M.Tr.Opsla untuk membantu melaksanakan penyedotan air underpass Kemayoran yang mencapai ketinggian hingga lima meter, Minggu (9/2).

Kegiatan penyedotan air underpass Kemayoran dimulai sejak pukul 07.45 Wib dengan menggunakan sembilan unit pompa air yang melibatkan Tim Satgas Penanggulangan Banjir Gabungan terdiri dari Koarmada I sebanyak satu set, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) sebanyak dua unit, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak dua unit, Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Pusat sebanyak 3 unit, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Utara sebanyak satu unit.

Palaksa Denma Koarmada Letkol Laut (P) Maswedi, M.Tr.Opsla menyampaikan bahwa kegiatan penyedotan air underpass Kemayoran kali ini akan dilaksanakan secara maksimal dengan memanfaatkan peralatan dan mengerahkan kekuatan personel yang ada, dan diperkirakan selesai hingga malam hari sehingga dapat kembali dilalui oleh kendaraan. (dade)

Guskamla Koarmada I Tangkap Kapal Ikan Asing Di Perairan Zee Indonesia


BELAWAN, FC- KRI Kerambit-627 dibawah BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) KHF 1960 asal Malaysia yang sedang melakukan aktifitas illegal fishing di wilayah Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Minggu (9/2).

Penangkapan berawal saat KRI Kerambit-627 melaksanakan patroli terbatas di wilayah Perairan ZEE Indonesia, mendapatkan kontak kapal yang dicurigai melakukan aktifitas illegal.

Menindaklanjuti hal tersebut, dengan sigap KRI Kerambit-627 melaksanakan Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, dokumen, dan ABK kapal tersebut. 

Dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan nama kapal KIA KHF 1960, Bendera Malaysia, Tonage 65 GT, Jumlah ABK 5 orang WNA Thailand, Muatan ikan campur sekitar 100 kg, posisi di Perairan ZEE Indonesia Timur Laut Belawan.

Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, S.T, memberikan apresiasi kepada seluruh personel KRI Kerambit-627 dibawah BKO Guskamla Koarmada I atas keberhasilannya menangkap KIA tersebut.

Selanjutnya Komandan Guskamla Koarmada I juga memberikan direktif kepada seluruh unsur yang dibawah BKO Guskamla Koarmada I yang sedang melaksanakan Operasi Benteng Samudera-20 dan Operasi Pamtas RI-Singapura senantiasa selalu melaksanakan tugas pokoknya secara optimal, sehingga perairan wilayah kerja Guskamla Koarmada I aman dari segala potensi pelanggaran hukum.

Kebersilan Guskamla Koarmada I dalam menangkap KIA KHF 1960 asal Malaysia di Perairan ZEE Indonesia tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah dan komitmen Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., untuk menindak tegas segala bentuk kegiatan illegal yang terjadi di wilayah kerja Koarmada I.

Untuk proses hukum lebih lanjut, Komandan Guskamla Koarmada I memerintahkan Komandan KRI Kerambit-627 untuk mengawal dan menyerahkan kapal ikan tersebut kepada penyidik Lantamal I Belawan. (dade)

Naning Priyatningsih SPd M.Pd, Pemimpin Perekat Kebersamaan, Menuju SMAN 3 Unggul Dan Berprestasi


FOKUS CIREBON - Semangat Naning Priyatningsih SPd, MPd, kepala sekolah SMA Negeri 3 Kota Cirebon tak pernah pudar untuk berkiprah memajukan pendidikan. Tekad kuatnya membawa SMAN 3 Kota Cirebon sebagai rumah prestasi pendidikan terus dibangun dan dilakukan. 
Tekad tersebut dilakukan bersamaan dengan berbagai terobosan yang dilakukannya sebagai tanggungjawab kepala sekolah untuk membangun prestasi dan kemandirian sekolah.
“Dari sisi pengabdian dan pengalaman, sosok Naning adalah usia matang dalam kepemimpinan, mendidik dan memenej  SMAN 3 Kota Cirebon. Sehingga sangat yakin jika kepemimpinan beliau akan membawa perubahan bagi SMAN 3 Kota Cirebon menjadi sekolah terbaik di Jawa Barat,” terang Yudi Ardiansyah M.MPd, M.Hum, pegiat pendidikan di Kota Cirebon, Rabu, (19/2/2020).
Menurut Yudk, banyak hal yang sudah dikiprahkan Bu Naning dalam kepemimpinannya sebagai pendidik. Maka sangat dimungkinkan jika kepemimpinannya saat ini sebagai kepala sekolah akan membawa SMAN 3 Kota Cirebon menjadi sekolah berprestasi di Jawa Barat dan nasional.
Sosoknya pun diketahui sebagai perekat kebersamaan di semua lapisan, termasuk di dunia pendidikan dan sekolahnya. “Ini kelebihan dimiliki sosok Naning yang kini memimpin di SMAN 3 Kota Cirebon,” ujar Yudi.
Sementara menurut Aktivis Pendidikan untuk Anak Bangsa, Jajang Badruzaman, gagasan-gagasan cemerlang sangat mendukung bagi keberhasilan SMAN 3 Kota Cirebon meraih berbagai prestasi siswa dan sekolah. Baik akademik, olahraga maupun seni lokal dan lainnya dan itu harus dimiliki oleh seorang figur kepala sekolah.

“SMAN 3 Kota Cirebon memamng menjadi rumah prestasi, rumah seni dan budaya, serta rumah pendidikan baggi anak-anak bangsa. Berbagai prestasi sudah saya dengar dannini sangat membangakan bagi nama baik pendidikan di Kota Cirebon dan di Jawa Barat," tadasnya.  
Saat ditanya di lingkungan SMAN 3 Kota Cirebon, sosok Naning dipercaya sebagai figur yang selalu menjaga kebersamaan. Bahkan tidak hanya itu, sosoknya juga selalu menjaga kondusivitas serta bertekad untuk terus mengembangkan prestasi sekolah dan anak didik di SMAN 3 Kota Cirebon. (nurudin)

Sabtu, 08 Februari 2020

Curah Hujan Masih Tinggi Warga Diminta Waspada


FOKUS CIREBON - Hujan deras disertai angin yang masih terus mengguyur wilayah Cirebon dan sekitarnya,  masih harus diwaspadai. Pasalnya, banjir akibat derasnya hujan dan luapan air sungai terus terjadi di sejumlah tempat. 

Seperti yang terjadi pada Jum'at malam (7/2/2020), beberapa tempat yang terdampak banjir terpaksa harus mengevakusi warga dari air yang merendam permukiman mereka.

Berdasarkan data dilapangan, banjir semalam terjadi di sejumlah tempat, diantaranya di Rw 03 dan Rw 08 Kalijaga Kramat, Rw 16 RT 02 Pronggol Kriyan Timur, dan Rw 01 Rt 01 Gang Cepun Kelurahan Drajat.

Banjir dengan ketinggian hingga 70 cm di Kalijaga Kramat disebabkan oleh meluapnya sungai Suba dan kiriman air dari Kabupaten Kuningan.

Luapan sungai yang sama juga menyebabkan banjir di Kelurahan Drajat hingga 150 sentimeter.

Sementara kawasan Kriyan Timur tergenang air setinggi 60 cm karena sungai Kriyan tidak dapat menampung debit air yang besar.

Sedikitnya 50 rumah warga terdampak banjir dan 15 rumah di Perumahan Buana Kalijaga tergenang air.

Warga yang terdampak banjir sementara diungsikan di posko Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, terdiri dari perempuan 13 orang, lansia 7 orang, anak-anak 8 orang, dan bayi 16 orang.

Sementara curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanggul di sekitar Kesunean jebol menyebabkan sedikitnya 100 rumah di Kesunean Selatan Rt 07, Rt 08, dan Rw 09 Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon terendam air hingga setinggi 100 cm.

Hal yang sama juga terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon, banjir merendam 4 Kecamatan dengan ketinggian hingga 130 cm. Banjir tersebut terjadi di wilayah Mundu Pesisir juga di wilayah Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Terkait banjir tersebut, Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon sudah berada di sejumlah titik rawan bencana. Bersama petugas lainnya dan warga mereka tengah siaga satu dalam penanganan banjir.  (nur)