Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Mei 2020

BAZNAS Bantu Anak-Anak Yang Tak Bisa Belajar Di Sekolah Akibat Pendemi Covid-19


JAKARTA, FC-- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut membantu anak-anak yang tak bisa belajar di sekolah akibat pandemi Covid-19 dengan cara memfasilitasi belajar di rumah di Desa Ndoriwoy, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan edukasi itu berlangsung menarik karena anak diajak belajar dengan cara yang bebeda, yakni melalui media gambar.

Awalnya, anak-anak diberi kertas bergambar yang berisi informasi dasar tentang Covid-19, kemudian anak diminta untuk mewarnainya. Gambar yang diberikan pun bervariasi, yakni gambar berbentuk virus corona, gambar dari akibat jika terjangkit virus corona, dan gambar cara melakukan pencegahan Covid-19.

Kegiatan belajar tak hanya sebatas mewarnai, namun anak-anak juga diberi penjelasan dari masing-masing kertas gambar yang mereka terima. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini tentang bahaya virus corona dan cara melakukan pencegahannya kepada anak.

Program BAZNAS melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) ini mendapat apresiasi penuh dari warga setempat. Tercatat 20 anak mengikuti acara ini dengan didampingi para orangtuanya. Mereka pun dengan antusias dan semringah mengikuti panduan yang diberikan dan berhasil menyelesaikan gambar dengan baik. Setelah selesai, gambar yang sudah diwarnai dapat dibawa pulang dan bisa dipasang di rumah masing-masing.

Kepala Lembaga ZCD Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tatiek Kancaniati, mengatakan pihaknya ingin agar kegiatan ini bisa berguna dan berkelanjutan di tengah pandemi Covid-19. Ia juga berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para keluarga bisa lebih intens menjaga dan mengedukasi anak tentang kesehatan dan pengetahuan terkait virus corona. "Kegiatan ini sebagai pendukung tambahan bidang pendidikan yang dilakukan inisiatif sahabat ZCD yang ke depannya akan berkelanjutan," kata Tatiek, Kamis (7/5).

Proses edukasi ini juga sebagai upaya preventif untuk mengajak anak terus aktif belajar, dan memberi kesempatan kepada orangtua untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan anak-anaknya. "Pasalnya, selama ini, anak-anak tersebut minim memiliki ruang edukasi tentang virus corona dan cara pencegahannya. Kegiatan serupa seperti ini rencananya akan dilakukan kembali di dusun-dusun lain sebagai ajang edukasi bagi anak di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Randi Swandaru menambahkan, dalam upaya mengantisipasi krisis Covid-19, dia menekankan perlu adanya upaya dalam membantu anak mendapatkan pendidikan yang layak, meski tak bisa ke sekolah.

"Program ini merupakan upaya BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak di masa pandemi corona di Indonesia. Kegiatan positif harus terus digaungkan agar menambah kepercayaan diri masyarakat untuk bisa keluar dari situasi sulit seperti sekarang ini," ungkap Randi.

Pendamping BAZNAS membantu anak-anak mustahik mengenal bahaya Covid-19 dengan memfasilitasi belajar lewat gambar di Desa Ndoriwoy, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. (dade)

Walikota Cirebon Monitoring Sejumlah Pusat Perbelanjaan dan Mall

Walikota Cirebon saat melakukan kegiatan monitoring di sejumlah pusat perbelanjaan dan Mall
CIREBON, FC -  Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat diberlakukan pada 6 Mei 2020 lalu, di hari ke dua, pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon, Walikota Drs H Nashrudin Azis SH memonitor sejumlah pusat perbelanjaan dan mall.
PSBB sendiri akan berakhir pada 19 Mei 2020 mendatang.
"Tujuan monitoring ini untuk  memberikan pemahaman bahwa semua toko wajib tutup kecuali yang mendapat pengecualian seperti toko yang berkaitan dengan kebutuhan pokok, makanan dan kesehatan," kata Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH, Kamis (7/5/2020).
“Restoran masih bisa tetap buka asal hanya melayani pembeli take away (dibungkus),” ujar Azis.
Azis mengatajan, toko-toko yang telah dikunjungi akan dipantau, jika mereka tidak mematuhi aturan PSBB maka diambil langkah tegas.
Dari hasil monitoring, kata Azis,  pemilik usaha masih bingung, toko miliknya masuk kategori yang ditutup atau mendapat pengecualian, maka dari monitoring ini semua diberikan pemahaman dan penjelasan.
“Masih kami temukan ketidakdisiplinan terhadap PSBB, maka kami mengajak partisipasi masyarakat untuk disiplin,” jelasnya.
Azis juga menegaskan, yang lebih penting dari stuasi ini adalah kesadaran masyarakat tentang PSBB sebagai upaya penting dalam pencegahan penyebaran virus Covid 19. (Olan)

Kios Pakaian Di Pasar Celancang Terbakar, Tiga Unit Mobil Damkar Dikerahkan


CIREBON, FC – Pasar tardisional di Desa Purwawihangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, tiba-tiba ramai orang. Pasalnya, satu unit kios pakaian di Pasar Celancang tersebut terbakar. 
Api yang terus membesar dan menggumpalkan asap hitam ke udara ini, akhirnya mampu ditaklukan setelah didatangkan tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar).
Sekitar 1 jam, petugas Damkar berjibaku memadamkan kobaran api, yang dibantu pihak TNI/Polri dan petugas lainnya.
Peristiwa terbakarnya kios pakaian itu sendiri terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (6/5/2020) malam. Belum ada keterangan resmi apa penyebab terbakarnya kios pakaian tersebut. 
Namun berdasarkan informasi di lapangan, diduga api berasal dari  instalasi listrik yang sudah lama, sehingga menyebabkan arus pendek.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun arus lalu lintas di jalur Cirebon-Indramayu beberapa semoat terjadi kepadatan kendaraan, akibat banyaknya warga yang datang ke lokasi kebajaran, sehingga arus lalu lintas beberapa menit harus berjalan merayap. (Pai)

Selasa, 05 Mei 2020

Cegah Penyebaran Virus Covid-19, Damri Mulai Memberhentikan Operasi Bus


JAKARTA, FC- Menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), Damri mulai memberhentikan operasional bus dengan tujuan keluar dan/atau masuk wilayah yang ditetapkan PSBB mulai 24 April sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Namun, sebagai perusahaan yang bergerak dibidang transportasi darat dengan angkutan penumpang dan barang, Damri mulai mengembangkan salah satu segmen usahanya yakni layanan operasional logistik melalui bus atau yang dikenal dengan angkutan barang.

"Dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk mendapatkan rekomendasi pengakutan barang tersebut," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra, Selasa (5/4), di Jakarta.

Nico, mengungkapkan selama pandemic Covid-19, Bus Damri akan tetap beroperasi, namun tidak membawa penumpang hanya membawa paket barang. Layanan logistik ini dalam rangka mendukung program Pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Dengan adanya inovasi layanan ditengah wabah Covid-19 diharapkan dapat membantu masyarakat dan memberikan solusi untuk memudahkan pengiriman barang tanpa harus mengantar ke alamat tujuan. Kami mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan kemudahan layanan kami dalam menunjang distribusi kebutuhan logistik,” ujarnya. (dade)

Lembaga Zakat Community Development Tebar 2 Ton Bibit Kering


JAKARTA, FC -- Dalam upaya meningkatkan perekonomian selama berlangsungnya krisis Covid-19, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga Zakat Community Development bersama kelompok Mustahik binaan Al Barokah Tambaksari melakukan kegiatan tebar bibit kerang di Dusun Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kegiatan tebar bibit kerang ini menjadi salah satu kegiatan BAZNAS untuk menjaga ketahanan pangan di desa, dengan penambahan modal untuk budidaya kerang. Sebanyak 2 ton bibit kerang yang didatangkan dari daerah Tuban dengan harga Rp3.800 per kilogram, disebar di lahan seluas 3 hektare. Nantinya akan menyusul sebanyak 30 ton bibit kerang untuk 5 kelompok binaan nelayan yang ada di Desa Bedono.

Kepala Lembaga Program ZCD Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tatiek Kancaniati mengatakan kegiatan ini awalnya ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan, namun harus tertunda akibat wabah Covid-19.

“Melihat kondisi Desa Bedono yang sebagian besar masyarakatnya terdampak abrasi air laut membuat sulitnya kehidupan di sana dalam mencari mata pencaharian. Ditambah kondisi pandemi Covid-19 membuat ekonomi menjadi semakin serba sulit. Kehadiran bantuan BAZNAS dengan penebaran bibit kerang ini untuk meningkatkan pendapatan dengan membangun sistem mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan," kata Tatiek, Selasa (5/5).

Lebih lanjut, Tatiek mengungkapkan sudah ada dua kelompok kerang dara yang berhasil dan menjadi mandiri dalam membudidayakan kerang. Adapun di tahun ini akan ada kelompok baru yang akan diberdayakan membudidayakan kerang dengan target penerimaan manfaat sebanyak 220 Kepala Keluarga (KK).

“Kegiatan ini tak hanya sekadar memberikan bantuan bibit kerang, namun melalui program ini juga diharapkan dapat menggerakkan warga desa setempat untuk bangkit dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang sangat berdampak terhadap perekonomian. Saat ini diperlukan kontribusi BAZNAS dalam langkah-langkah upaya percepatan, utamanya untuk menjaga perekonomian di desa, agar tidak semakin terpuruk," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Randi Swandaru menyebut BAZNAS telah menjalankan berbagai program untuk memberdayakan masyarakat yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi Covid-19 .

"Dalam kondisi pandemi ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak agar mampu bertahan di tengah himpitan ekonomi. Pemberdayaan menjadi salah satu jalan untuk membantu mereka tetap produktif dan mandiri dalam menopang perekonomian keluarganya,” ungkap Randi.

Desa Bedono merupakan salah satu desa di Jawa tengah yang lahan desanya menjadi tidak produktif karena abrasi. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami kemiskinan karena masalah ini. Diharapkan dengan adanya budidaya kerang ini masyarakat bisa kembali produktif dan mampu terangkat perekonomiannya dan berdaya dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19. (dade)

Cilegon Diguyur Hujan, Empat Kecamatan Terendam Banjir


CILEGON, FC - Di tengah warga menjalani stay at home, hujan terus mengguyur di Kota Cilegon. Akibatnya banjir meluas di 4 Kecamatan di Kota Cilegon, Senin (4/5/2020). 

Informasi yang berhasil dihimpun, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Gerem. Sejumlah komplek perumahan seperti Puri Kratau Hijau, Arga Baja Pura terendam dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.

Selain Kelurahan Gerem, banjir parah juga terjadi di Kelurahan Citangkil Kecamatan Citangkil. Dimana, ketinggian air sampai dengan pinggang orang dewasa atau sekitar 100 cm. 

" Ya, banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di wilayah Cilegon Barat, Banten yang terjadi pada Senin," kata warga yang berdoa banjir bisa segera surut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Erwin Harahap mengungkapkan, banjir yang melanda wilayah Cilegon Barat disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Selain itu, Erwin juga menduga salah satu penyebab banjir tersebut adalah terdapat curahan air yang cukup deras dari atas wilayah perbuktikan.

“Banjir ini menyebabkan Cilegon Barat lumpuh, Masigit, Grogol, Cibeber. Kemudian yang longsor di daerah Gerem Atas,” paparnya.
Erwin berharap, banjir di Cilegon Barat bisa segera surut dan pihaknya bisa segera mengatasi,  karena sejauh ini telah mengganggu situasi dan kondisi masyarakat yang sedang diimbau berdiam diri di rumah. (Roy)

Senin, 04 Mei 2020

Kasus ODP, PDP Di Bekasi Mulai Menurun


BEKASI - Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada angka tren kemajuan baik ODP, PDP maupun yang terkonfirmasi positif. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, terus bekerja.

Setelah mengalami kenaikan pada akhir April 2020 lalu, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi sejak empat hari terakhir kembali mendatar. Tercatat sejak tanggal 1-4 Mei 2020 tidak ada penambahan kasus baru.
Menurut laman resmi pikokabsi.bekasikab.go.id, mencatat kasus baru positif Covid-19 pernah stabil selama 5 hari dari 21-25 April 2020 dengan jumlah kasus bertahan di angka 63. Namun setelah itu angka terkonfirmasi positif terus bergerak hingga menyentuh angka 88 kasus.
Meski demikian, yang cukup melegakan, pada angka 88 tersebut kasus positif Covid-19 kembali stabil dan tidak mengalami kenaikan selama empat hari. Sampai Senin (04/05/20) jam 08.00 WIB jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih bertahan di angka 88 kasus.
“Alhamdulillah, kasus positif, ODP dan PDP cukup landai. Semoga awal Mei ini jadi kulminasi dan selanjutnya terus turun,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, Minggu (04/05/20).
Selain itu kasus ODP dan PDP di Kabupaten Bekasi juga mengalami penurunan. Per tanggal 4 Mei 2020, kasus ODP turun dari 491 menjadi 425 kasus atau berkurang sebanyak 66 kasus. Kemudian untuk PDP juga turun dari 119 ke 101 kasus atau berkurang sebanyak 18 kasus.
Pihaknya menyebutkan, pemeriksaan dan pelacakan kasus Covid-19 pada April 2020 gencar dilakukan, tapi kasus positif, ODP dan PDP menunjukkan grafik yang landai.
“Kasus ODP dan PDP terus turun. Hari Senin (04/05) Bapelkes sudah mulai meluluskan ODP yang diisolasi selama 14 hari. Semoga ini menambah energi kita bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” harapnya.
Saat ini prosentase ODP yang  masih dalam pemantauan hanya 15 persen, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hanya 13 persen.  Sedangkan tingkat prosentase kesembuhan dalam tiga hari terakhir lebih besar daripada yang dirawat maupun yang meninggal yaitu 48 persen sembuh, 41 persen masih dirawat dan 11 persen meninggal.
Kabar baik selanjutnya adalah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga terus menunjukkan trend kenaikan. Pada 1 Mei 2020 jumlah pasien sembuh tercatat sebanyak 35 orang. Kemudian pada 2 Mei 2020 bertambah 4 menjadi 39 dan pada 3 Mei 2020 kembali bertambah 3 menjadi 42 serta pada Senin kembali bertambah 1 orang, sehingga total warga Kabupaten Bekasi yang sembuh sampai Senin (04/05/20) mencapai 43 orang. (*)